Claim Missing Document
Check
Articles

Pemanfaatan Bacillus subtilis dan Pseudomonas fluorescens dalam pengendalian hayati Ralstonia solanacearum penyebab penyakit layu bakteri pada tomat Istiqomah Istiqomah; Dian Eka Kusumawati
Jurnal Agro Vol 5, No 1 (2018)
Publisher : Jurusan Agroteknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/2305

Abstract

Salah satu penyakit penting pada produksi tomat di Indonesia adalah layu bakteri yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum. Alternatif untuk mengendalikan penyakit layu bakteri adalah dengan menggunakan Bacillus subtilis dan Pseudomonas fluorescens. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kemampuan B. subtilis dan P. fluorescens dalam mengendalikan penyakit layu bakteri yang disebabkan R. solanacearum serta mekanisme penghambatannya. Penelitian ini terdiri dari 5 tahap, yaitu perbanyakan inokulum R. solanacearum, uji virulensi dan uji hipersensitif  R. solanacearum, uji antagonis B. subtilis dan P. fluorescens terhadap R. solanacearum pada media agar, uji jenis antibiosis, penelitian di rumah kaca, dan analisis total fenol. Hasil penelitian uji antagonis menunjukkan bahwa semua isolat B. subtilis dan P. fluorescens memiliki potensi menghambat R. solanacearum dengan tipe antibiosis bakteriostatik. Hasil analisis kadar fenol menunjukkan bahwa terjadi peningkatan total fenol secara signifikan pada tanaman tomat yang diaplikasikan isolat B. subtilis UB-ABS6, P. fluorescens UB-PF5 dan P. fluorescens UB-PF6. Penelitian di rumah kaca menunjukkan bahwa semua tanaman tomat yang diaplikasikan agens hayati mengalami penundaan masa inkubasi dibandingkan dengan kontrol. Isolat B. subtilis UB-ABS2, B. subtilis UB-ABS6, P. fluorescens UB-PF5 dan P. fluorescens UB-PF6 secara signifikan menekan kejadian penyakit layu bakteri berturut-turut 50%, 30%, 60%, dan 60%. B. subtilis dan P. fluorescens dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan layu bakteri pada tomat yang disebabkan oleh Ralstonia solanacearum. One of important disease that infects tomato production in Indonesia is bacterial wilt disease caused by Ralstonia solanacearum. Alternative on controlling bacterial wilt is using Bacillus subtilis and Pseudomonas fluorescens. Goal of the research was to find out ability of B. subtilis and P. fluorescens to control R. Solanacearum and mechanism of the inhibition. This research divided into 5 stages, i.e. propagation of R. solanacearum, virulence and hypersensitive tests of R. Solanacearum, antagonist test of B. subtilis and P. fluorescens against R. solanacearum on agar medium, antibiosis type test, research in greenhouse, and total phenol analysis. The result showed that all isolates of B. subtilis and P. fluorescens have potential to inhibite R. solanacearum by bacteriostatic antibiosis type. The total phenol level showed significant increase of phenol on tomato along with the application of isolates B. subtilis UB-ABS6, P. fluorescens UB-PF5 and P. fluorescens UB-PF6. Research in the greenhouse showed that all tomatoes, which had been given bioagent, did delay on the incubation than the control. Isolates of B. subtilis UB-ABS2, B. subtilis UB-ABS6, P. fluorescens UB-PF5, and P. fluorescens UB-PF6 had significantly inhibited the bacterial wilt disease 50%, 30%, 60%, and 60%, respectively. Therefore, B. subtilis and P. fluorescens can be used to control bacterial wilt diseases on tomato caused by Ralstonia solanacearum.
Identifikasi Penyakit yang Disebabkan oleh Virus pada Tanaman Pepaya (Carica papaya L.) di Malang, Jawa Timur Fery Abdul Choliq; Tutung Hadi Astono; Istiqomah Istiqomah; Miladiyatul Fauziyah
Gontor AGROTECH Science Journal Vol 4, No 2 (2018): December 2018
Publisher : University of Darussalam Gontor, Ponorogo, East Java Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21111/agrotech.v4i2.2442

Abstract

Abstract : Papaya ringspot merupakan penyakit baru pada tanaman pepaya di Indonesia yang disebabkan  oleh patogen Papaya ringspot virus (PRSV). Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui virus penyebab penyakit pada tanaman pepaya di Malang. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Virologi, Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya dan rumah kaca di Desa Karangwidoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode deskriptif  untuk mengetahui jenis virus pada tanaman pepaya. Hasil penelitian menunjukkan gejala pada tanaman pepaya di lapang yaitu mosaik dan klorosis pada lamina daun serta adanya bercak cincin atau ringspot pada permukaan buah. Hasil penularan pada tanaman indikator Chenopodium amaranticolor dan Chenopodium quinoa menghasilkan gejala lesio lokal nekrosis. Berdasarkan hasil identifikasi menggunakan TEM morfologi partikel virus tergolong kelompok Potyvirus, berbentuk filament flexuous dengan ukuran sekitar 800-900 nm x 12 nm. Virus yang diuji mempunyai kisaran inang tanaman dari famili Caricaceae dan dua jenis tanaman dari famili Cucurbitaceae yaitu Cucumis sativus dan Cucumis melo L. Berdasarkan hasil pengujian sifat fisik virus diketahui nilai Dilution End-Point (DEP), Thermal Inactivation Point (TIP), dan Longevity In Vitro (LIV) virus yang diuji yaitu 10-5-10-6, 65oC, dan 24-48 jam pada suhu ruang. Berdasarkan nilai tersebut dapat disimpulkan virus yang menginfeksi tanaman pepaya di Malang termasuk dalam famili Potyvirus yaitu Papaya ringspot virus (PRSV).
UJI ANALISA APLIKASI DOSIS PGPR (PLANT GROWTH PROMOTING RHIZOBACTERIA) DAN PUPUK KOMPOS TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN CABAI MERAH BESAR (Capsicum annum L.) Ahmad Nur Chozin; Ana Amiroh; Istiqomah Istiqomah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 3 No 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v3i2.2021

Abstract

Cabai merah (Capsicum annum L.) salah satu hasil pertanian yang penting dan banyak dibudidayakan di Indonesia. Kendala dalam minimnya produksi tanaman cabai adalah kurangnya produktifitas lahan dan pemanfaatan bahan organik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis PGPR yang tepat dan penggunaan pupuk kompos terhadap pertumbuhan dan produktivitas tanaman cabai merah besar (Capsicum annum L.). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, yang terdiri dari dua faktor dan setiap faktor terdiri dari 3 level yaitu : dosis PGPR dan dosis pupuk kompos. Faktor pertama dosis PGPR terdiri dari 3 level kontrol tanpa PGPR, dosis PGPR 150 ml/tan dan dosis PGPR 300 ml/tan. Faktor kedua dosis pupuk kompos dengan level kontrol tanpa pupuk kompos, dosis pupuk kompos 5 ton/ha dan dosis pupuk kompos 7,5 ton/ha. Indikator paramater pertumbuhan dan produksi yang diamati terdiri dari : Tinggi tanaman, diameter batang dan jumlah buah per tanaman. Waktu pengamatan dimulai dari umur 14 hari setelah tanam dengan interval waktu 14 hari sekali. Data hasil dari penelitian dianalisa menggunakan analisa sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji BNT 5%. Terdapat interaksi antara perlakuan macam dosis PGPR dan Pupuk kompos terhadapat parameter pengamatan diameter batang pada umur 28 hst, 42 hst dan 56 hst pada dosis PGPR 300 ml/tan dan Pupuk kompos 7,5 ton/ha. Kombinasi perlakuan dosis PGPR 300 ml/tan dan pupuk kompos 7,5 ton/ha memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman cabai dengan nilai rata- rata 58,56 per tanaman.
Efektivitas Macam Metode Aplikasi Pupuk Organik Cair dan Dosis Pupuk Kandang Ayam Terhadap Peningkatan Produksi Cabai Rawit (Capsicum frutescens L.) Istiqomah Istiqomah; Choirul Anam; Faris Zulkhilmi
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 1 (2020): Desember 2020
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v4i1.2118

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di Desa Karang tawar, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan. Ketinggian tempat ± 6 meter di atas permukaan laut (mdpl). Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Juni 2020. Penelitian ini menggunakan Metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang disusun secara faktorial dengan dua faktor perlakuan yaitu Macam metode aplikasi POC Nasa (M) dan Dosis pupuk kandang ayam (D). Faktor Metode aplikasi terdiri 3 perlakuan yaitu: Tanpa aplikasi (MI), disemprot (M2), disiram (M3). Dosis Pupuk kandang Ayam terdiri dari 3 level yaitu: Pemberian 6 ton/ha (D1), Pemberian 10 ton/ha (D2), dan Pemberian 14 ton/ha (D3). Indikator pertumbuhan dan produksi yang diamati meliputi: Tinggi tanaman, Diameter batang, Jumlah Cabang, Banyak buah pertanaman dan Berat buah pertanaman. Pengamatan dilaksanakan mulai umur 14,28 hari dan dilanjut 42 hari sekali. Data hasil dari penelitian sejak tanaman berumur 14 hari hingga akhir pengamatan, dianalisa dengan analisa sidik ragam dan dilanjutkan dengan Uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi antara perlakuan macam metode aplikasi POC Nasa. Kombinasi perlakuan terbaik adalah D3M3 (pemberian pupuk 14 ton/ha) pada parameter tinggi tanaman dan Diameter batang. Perlakuan macam metode aplikasi POC Nasa hampir seluruh parameter pengamatan. Dosis pupuk kandang ayam berpengaruh terhadap tinggi tanaman, jumlah Buah, jumlah Cabang, banyak Buah dan Berat buah.
Pengaruh Macam Pupuk Kandang dan Metode Pemberian Biourin Sapi Terhadap Pertumbuhan dan Produksi Tanaman Kedelai (Glycine max L.) Abdul Halim; Choirul Anam; Istiqomah Istiqomah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 1 (2020): Desember 2020
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v4i1.2119

Abstract

Kurang maksimalnya produksi kedelai disebabkan oleh menurunnya kualitas tanah yang disebabkan penggunaan pupuk anorganik secara terus menerus. Oleh karena itu perlu adanya usaha perbaikan dengan cara penggunaan pupuk organik. Penelitian ini dilaksanakan di lahan desa seren, desa jatipandak, kecamatan sambeng, kabupaten lamongan, jawa timur dengan ketinggian tempat ± 80 meter dpl. Penelitian dari bulan Februari sampai mei 2020, menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 Faktor perlakuan. Faktor pertama adalah macam pupuk kandang (pupuk kandang sapi, pupuk kandang ayam dan pupuk kandang bebek) dan faktor kedua yaitu metode pemberian biourin sapi yaitu (Semprot dan Siram). Perubah yang diamati adalah tinggi tanaman, jumlah daun, berat basah brangkasan tanaman, berat kering brangkasan tanaman, berat 1000 biji perpetak, berat biji perpetak, dan berat biji kedelai per hektar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat interaksi pada perlakuan macam pupuk kandang dan metode pemberian biourin pada parameter tinggi tanaman umur 35, 42, 49 hst. Jumlah daun 35, 42, 49, berat 1000 biji, berat biji per petak dan berat kedelai per hektar. Sedangkan pada berat basah brangkasan tanaman dan berat kering brangkasan tanaman perbedaan nyata antara perlakuan macam pupuk kandang dan metode pemberian biourin.
RESPON PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) DENGAN APLIKASI KOMBINASI PUPUK DAN JARAK TANAM Mariyatul Qibtiyah; Charir Hasan Mahmudi; Istiqomah Istiqomah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v4i2.2593

Abstract

Peanut production in Indonesia is not optimal due to inadequate cultivation techniques, this has an impact on increasing domestic demand but is not fulfilled, so it must be international trade. To overcome this, it can be done by applying a combination of organic and inorganic fertilizers, as well as fostering spacing for growth growth and yield of peanut plants. This research was conducted in Tegal Rejo village, Mbrao hamlet, Widang sub-district, Tuban regency, East Java. The research was conducted in February-April 2021. This research_used factorial randomized_block design with 2_treatment factors and 3 replications, the first factor was a combination of compound fertilizers and the second was spacing. Observations were carried out from the age of 14 days after planting and then continued once in 7 days.
KAJIAN MACAM DOSIS PUPUK MAJEMUK NPK DAN PUPUK KANDANG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum Mill.) Ari Bahttiar Al Hafidh; Istiqomah Istiqomah; Ana Amiroh
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 4 No 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v4i2.2601

Abstract

This research was conducted in Kadungrembug, Sukodadi District, Lamongan Regency. This study used a randomized block design (RAK) with a factorial pattern with 3 replications, consisting of 2 factors, namely the dose of npk fertilizer 100 kg/ha, 200 kg/ha, 300 kg/ha and The second factor is: without drum fertilizer, goat manure, chicken manure fertilizer. The purpose of this study was to determine the effect of giving a dose of NPK fertilizer to increase the growth and production of tomato. The application of goat manure and a dose of 100 kg/ha of NPK fertilizer was thought to have a better effect on the growth and production of tomato plants. So that the growth of tomato plants can grow optimally. The results of research that has been carried out on the treatment of doses of NPK fertilizer and manure on the growth and production of tomato plants treatment of doses of NPK fertilizer and manure on the growth and production of tomato plants can be concluded that there is an interaction with the combination manure and dose of NPK fertilizer parameters were plant height at 7, 14 and 21 days after planting, number of leaves at 7, 14 and 21 days after fruit number and fruit weight. The best treatment was obtained in the treatment of goat manure and NPK fertilizer dose of 100 kg/ha.
Pengaruh Kombinasi Macam Varietas dan Pupuk Kimia Majemuk Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Padi (Oryza sativa L.) Pada Penanaman Sistem Jajar Legowo Ana Amiroh; Muhammad Abdul Azis; Istiqomah Istiqomah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 5 No 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v5i1.2704

Abstract

Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman pangan yang menjadi bahan makanan pokok. Kebutuhan akan terus meningkat seiring dengan laju pertumbuhan penduduk yang lebih cepat. Salah satu hal yang menjadi perhatian untuk peningkatan produksi adalah kebutuhan unsur hara pada tanaman. Oleh karena itu penelitian mengenai macam varietas dan pupuk kimia majemuk sangat penting untuk dilakukan, tujuan penelitian adalah mempelajari pengaruh macam varietas dan pupuk kimia majemuk yang tepat sehingga dapat meningkatkan produksi tananam padi (Orzya sativa L.). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pelangwot, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan pada bulan february-Mei tahun 2021. Penelitian ini dilakukan dengan metode Rancangan Acak Kelompok RAK Faktorial, yang terdiri dari 2 faktor dan setiap faktor terdiri dari 3 level dengan 3 kali ulangan yaitu : faktor pertama macam varietas padi: Inpari 32, Mekongga, Sunggal. Faktor kedua macam pupuk kimia majemuk : control, phonska dan mutiara. Data hasil pengamatan dari setiap parameter pada setiap pengamatan dianalisa dengan uji Fisher (uji F) 5% dan 1% jika terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT 5%). Hasil penelitian ini menunjukan bahwa varietas Sunggal dan pupuk kimia majemuk Mutiara menghasilkan nilai yang terbaik dibandingkan dengan perlakuan lainnya.
Aplikasi Macam Waktu Pemberian Biourine Sapi dan Pupuk Majemuk Pada Padi (Oryza sativa L.) Istiqomah Istiqomah; Hafnah Khilwatul Ilmi; Mariyatul Qibtiyah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 5 No 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Agriculture faculty, Darul ‘Ulum Islamic University (UNISDA) of Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v5i1.2711

Abstract

Tanaman padi merupakan komoditas tanaman pangan utama di Indonesia. Pemakaian pupuk kimia yang berlebihan mengakibatkan tertinggalnya residu dalam tanah yang menyebabkan menurunnya produksi padi. Penggunaan pupuk organik cair biourine sapi dapat membantu menyuburkan tanah dan menjaga stabilitas unsur hara dalam tanah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh macam waktu pemberian biourine sapi dan pupuk majemuk terhadap peningkatan pertumbuhan dan produksi tanaman padi. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Pelangwot, Kecamatan Laren, Kabupaten Lamongan pada bulan Maret - Juni tahun 2021. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode Rancangan Acak Kelompok (RAK) faktorial, yang terdiri dari 2 faktor yaitu macam waktu aplikasi biourine dan macam pupuk majemuk.
Potensi Asap Cair dari Sekam untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Produksi Padi ( Oryza sativa L.) Istiqomah Istiqomah; Dian Eka Kusumawati
BUANA SAINS Vol 19, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.008 KB) | DOI: 10.33366/bs.v19i2.1745

Abstract

Rice is the main staple food in Indonesia. The high needs of national rice must be balanced with the high production of rice crops. One of the efforts to increase the production of rice is the application of liquid smoke originated from agricultural waste, namely husk. The research was aimed to determine the effect of the application of husk liquid smoke on rice growth and production. The research used a single-factor randomized block design (RBD) with 5 treatments and 5 replications. The treatments consisted of several concentrations of liquid smoke : 0% (control), 0.5%, 1%, 2%, and 3%. This research employed several stages; land processing, seedling nursery, rice planting, applicating the liquid smoke, fertilizing, maintaining plants, and harvesting. The results showed that the application of husk liquid smoke significantly affected all observational parameters. On the parameters of rice growth and production, the application of 2% liquid smoke showed the best result. The plant height increased by 25.80% and the number of tillers increased by 49.70% compared to the control. The highest increase is in the number of grains per panicle and the weight of 1000 grains was 4,984% and 26.78% respectively.