Claim Missing Document
Check
Articles

Peranan Pemberian Berbagai Dosis Pupuk Kascing untuk Meningkatkan Produktivitas Tanaman Mentimun Baby (Cucumis sativus L.) Secara Organik Andik Widodo; Mariyatul Qibtiyah; Dian Eka Kusumawati; Istiqomah Istiqomah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 8 No 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v8i2.9267

Abstract

Cucumber is one of the most popular vegetable crops in the community. However, the production yield of cucumber plants is low. To increase cucumber productivity, there are steps that can be taken, namely by agricultural intensification. Intensification is a way to develop agricultural products that maximise the potential of existing land, one of which is through fertilisation. Fertilisation that is safe for the environment and health can be done through the application of organic systems. A very effective type of organic fertiliser is kascing, which is earthworm manure. This fertiliser is rich in nutrients that can be directly absorbed by plants, making it a good choice to accelerate the growth of cucumber plants. The purpose of the study was to examine the role of applying various doses of vermicompost fertiliser to increase the productivity of cucumber plants. The method used was RAK using 7 treatments with 4 replications. The treatments included variations in fertiliser dosage, namely no fertiliser; 2.5 t/ha; 5.0 t/ha; 7.5 t/ha; 10.0 t/ha; 12.5 t/ha; and 15.0 t/ha. The observations made consisted of, fruit weight per hectare, fruit weight per plot, fruit weight per sample plant, number of leaves, and plant height. The data obtained were calculated with the F test of 5% & 1% significance. If a significant difference is obtained, the next step is the 5% BNT test. The most optimal results due to the dose treatment of fertiliser kascing to increase the productivity of baby cucumber were obtained at the highest dose, which was 15.0 t/ha, compared to other doses
Optimalisasi Produksi Selada (Lactuca sativa L.) Melalui pemilihan varietas dan Jenis Pupuk Organik Cair Susi Wijiati; Choirul Anam; Istiqomah Istiqomah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.11441

Abstract

Satu diantara produk sayuran hortikultura yang sangat disukai oleh masyarakat Indonesia adalah selada. Selama ini selada belum muncul sebagai produk sayuran unggulan bagi petani pada umumnya. Penurunan kesuburan tanah yang diakibatkan oleh pemberian pupuk anorganik tanpa diimbangi dengan pupuk organik menjadi satu dari sekian banyak penyebabnya. Karena pupuk organik cair memiliki kandungan berbagai unsur hara, maka pupuk organik cair merupakan pilihan terbaik untuk larutan hara. Studi ini bertujuan untuk menentukan bagaimana berbagai jenis pupuk organik cair berpengaruh terhadap hasil panen tanaman selada. Selada Grand Rapid, Red Rapid dan Siomak merupakan faktor pertama dalam penelitian ini, yang menggunakan pendekatan Rancangan Acak Kelompok Faktorial (RAKF). POC GDM, POC NASA dan POC Eco Fresh termasuk dalam faktor kedua. Parameter yang diukur meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, panjang akar, bobot segar tanaman per petak dan bobot segar tanaman per hektar. Metode analisis varians (ANOVA) digunakan untuk menghitung data yang berasal dari pengamatan pada tingkat signifikansi 5%. Uji lanjut akan dilakukan pada taraf 5% dengan menggunakan pendekatan BNT (Beda Nyata Terkecil) jika ditemukan pengaruh yang signifikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa varietas selada Siomak menghasilkan hasil terbaik dan penggunaan pupuk organik cair Eco Fresh memberikan hasil yang lebih unggul dibandingkan perlakuan lainnya.
Efektivitas Pemberian Berbagai Jenis Pupuk Organik Cair Terhadap Pertumbuhan Dan Produktivitas Tanaman Selada Hijau Keriting (Lactuca sativa L.) Organik Suryadi Suryadi; Choirul Anam; Istiqomah Istiqomah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.11442

Abstract

Di Indonesia tanaman selada hijau keriting dibudidayakan secara luas pada dataran tinggi maupu sedang karena sistem adaptasinya yang cukup baik, tanaman ini merupakan komoditas tanaman sayuran daun yang memiliki peminat sangat tinggi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian berbagai macam pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi selada keriting hijau organik. Metode penelitian yang digunakan berupa Rancangan Acak Kelompok (RAK) biasa dan terdiri dari satu faktor yang tersusun menjadi 7 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan ini terdiri dari beberapa macam jenis pupuk organik cair yang terdiri dari : tanpa pemberian pupuk, POC Nasa, POC NaturaGen, POC Bio Konversi, POC Eco Fresh, POC Biotani Plus dan POC Explant PHC. Hasil penelitian terhadap pengaruh pemberian berbagai macam pupuk organik cair terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman selada hjau keriting terdapat adanya perbedaan yang nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, bobot basah tanaman dan panjang akar tanaman. Dari hasil penelitian ini diperoleh hasil terbaik yaitu terhadap pemberian perlakuan pemberian pupuk organik cair NaturaGen, dengan hal ini maka pupuk organik cair NaturaGen diyakini memberikan hasil yang terbaik dari pupuk organik yang lainnya.
Optimalisasi Macam Media Tanam dan Dosis Pupuk Organik Cair untuk Meningkatkan Pertumbuhan Dan Hasil Bayam Merah (Amaranthus tricolor L.) Nio Willy Afriditya; Istiqomah Istiqomah; Mariyatul Qibtiyah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.11443

Abstract

Amaranthus tricolor L. ialah sayuran bergizi tinggi dengan permintaan pasar yang terus meningkat, namun produksinya di Indonesia masih fluktuatif akibat rendahnya kualitas lahan dan keterbatasan unsur hara. Upaya optimalisasi budidaya perlu dilakukan melalui pemilihan media tanam dan pemupukan yang tepat. Media seperti pupuk kascing dan pupuk kandang ayam kaya akan hara makro, sementara pupuk organik cair (POC) mudah diserap tanaman dan ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas macam media tanam dan dosis pupuk organik cair (POC) terhadap pertumbuhan dan hasil bayam merah. Penelitian dengan percobaan faktorial dua faktor dalam RAK, yaitu macam media tanam (tanah, tanah + kascing, dan tanah + pupuk kandang ayam) dan dosis POC (0, 20, dan 30 l/ha). Data dianalisis menggunakan analisis varian (uji F) pada taraf signifikansi 5%, dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf yang sama. Berdasarkan hasil penelitian, pertumbuhan dan produksi optimal dicapai dengan dosis POC sebesar 30 l/ha yang dikombinasikan dengan pupuk tanah dan pupuk ayam.
Respon Penggunaan Berbagai Jenis Pupuk Organik Padat dan Varietas Terhadap Pertumbuhan dan Produktivitas Tanaman Kangkung (Ipomoea reptans Poir.) Moh. Iid Wahiduddin; Choirul Anam; Istiqomah Istiqomah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.11444

Abstract

Kangkung merupakan salah satu jenis tanaman sayuran yang bernilai ekonomis dan sangat popular termasuk di Indonesia, tanaman kangkung dikenal memiliki dua jenis yaitu kangkung darat dan kangkung air. Dalam hal budidaya tanaman maka hal yang harus diutamakan untuk meningkatkan hasil produksi yang baik adalah memperhatikan cara budidaya mulai dari proses pengolahan lahan hingga panen. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian macam pupuk organik padat dan penggunaan berbagai jenis varietas terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung. Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, yang terdiri dari dua faktor dan setiap faktor terdiri dari 3 level. Pada faktor pertama terdiri dari : Tanpa pemberian pupuk, pupuk kascing, dan pupuk kotoran kambing. Sedangkan faktor kedua terdiri dari : Varietas Nanda 88, varietas Hapsari dan varietas Bangkok LP-1. Hasil penelitian terhadap produktivitas tanaman kangkung ini di yakini dapat meningkatkan hasil produktivitasnya, dalam hal tersebut terdapat perolehan terbaik yakni pada pemberian pupuk organik padat kascing dan penggunaan varietas Nanda 88, dalam kedua perlakuan tersebut memperoleh hasil lebih baik dari perlakuan yang lainnya.
Pertumbuhan dan Hasil Tanaman Kangkung secara Organik akibat Pemberian Dosis Pupuk Hayati Cair dan Jenis Pupuk Kotoran Hewan Padat Ediyanto Ediyanto; Mariyatul Qibtiyah; Istiqomah Istiqomah
AGRORADIX : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 9 No 1 (2025): Agustus-Desember 2025
Publisher : Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Darul 'Ulum (UNISDA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/agroteknologi.v9i1.11446

Abstract

Populer di kalangan masyarakat umum, kangkung merupakan sayuran dengan nilai gizi yang lengkap dan nilai ekonomi yang signifikan. Memanfaatkan pupuk organik dan pupuk hayati, yang aman bagi lingkungan dan dapat meningkatkan kualitas fisik, kimia, dan biologi tanah, merupakan salah satu cara untuk meningkatkan hasil panen kangkung secara berkelanjutan. Diharapkan tanaman kangkung darat akan berkembang sebaik mungkin ketika kedua bentuk pupuk ini dikombinasikan. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli dan Agustus 2024. Pendekatan Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial, yang memiliki dua faktor dengan tiga level, digunakan dalam penelitian ini. Dosis pupuk hayati cair merupakan faktor pertama, dan jenis pupuk kotoran hewan padat merupakan faktor kedua. Sembilan kombinasi perlakuan dibuat dari dua elemen ini, dan diulang sebanyak tiga kali. Panjang tanaman, jumlah daun, panjang akar, berat segar tanaman per petak, dan berat segar per hektar adalah contoh parameter pengamatan. Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dilakukan pada taraf 5% jika data dianalisis menggunakan analisis varian (ANOVA) dan terdapat perbedaan yang signifikan. Pertumbuhan dan hasil tanaman kangkung lebih baik dengan pupuk kascing dan dosis 30 l/ha pupuk hayati cair dibandingkan dengan perlakuan lainnya.