Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Pembuatan Lilin Aromaterapi dengan Penambahan Minyak Serai (Cymbopogon citratus) di Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang Emilia Fransisca; Dyah Kartika Wening; Anggia Intan Shafira
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 4 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2022
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.095 KB) | DOI: 10.35473/ijce.v4i2.1935

Abstract

Aromatherapy is a therapy using aromas or volatile compounds to treat, reduce, or prevent disease, infection, and anxiety. Aromatherapy candles can be a solution for the community in an effort to increase the body's immune system. This innovation aims to make people not only use candles as lighting tools, but can also be used as air fresheners and room decorations. Public understanding and knowledge about complementary therapy using aromatherapy candles is still low, so it is necessary to provide counseling and training on making aromatherapy candles with the addition of essential oils like lemongrass oil. Therefore, this aromatherapy candle training activity was held for one day in Kalirejo Village, East Ungaran Sub-district, Semarang District. The participants involved in this activity amounted to 40 PKK members. The training given to the target group aims to provide new skills on how to make aromatherapy candles with the addition of lemongrass essential oil. Based on the results of the training activities for making aromatherapy candles in the form of counseling and training activities, it can be concluded this activity to be smoothly and received a good response from the Kalirejo community, East Ungaran Sub- district, Semarang District. Through this activities, public knowledge is increasing about the efficacy of aromatherapy candles, the benefits of essential oils, and the technique of making essential oil-based aromatherapy candles. Meanwhile, through training activities, the community becomes skilled in making aromatherapy candles.ABSTRAKAromaterapi merupakan terapi menggunakan senyawa aroma atau volatile untuk mengobati, mengurangi, atau mencegah suatu penyakit, infeksi, dan kegelisahan. Lilin aromaterapi dapat menjadi salah satu solusi bagi masyarakat dalam upaya peningkatan imun tubuh. Inovasi ini bertujuan agar masyarakat tidak hanya menggunakan lilin sebagai alat penerangan saja, tetapi juga dapat digunakan sebagai pengharum ruangan dan sebagai hiasan dalam ruangan. Pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang terapi komplementer menggunakan lilin aromaterapi masih sedikit, sehingga perlu dilakukan penyuluhan dan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dengan penambahan minyak atsiri, salah satunya minyak serai, oleh karena itu dibuatlah kegiatan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi ini yang dilakukan di Kelurahan Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang, selama satu hari. Peserta yang terlibat dalam kegiatan ini berjumlah 40 orang ibu PKK. Pelatihan yang diberikan kepada kelompok sasaran bertujuan untuk memberikan keterampilan baru mengenai cara pembuatan lilin aromaterapi dengan penambahan minyak atsiri serai. Berdasarkan hasil kegiatan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi dalam bentuk kegiatan penyuluhan dan pelatihan ini dapat disimpulkan bahwa kegiatan ini berlangsung dengan lancar dan mendapat respon yang baik dari masyarakat Kalirejo, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang. Melalui kegiatan penyuluhan, pengetahuan masyarakat semakin meningkat mengenai khasiat dari lilin aromaterapi, manfaat minyak atsiri dan teknik pembuatan lilin aromaterapi berbasis minyak atsiri, sedangkan melalui kegiatan pelatihan, masyarakat menjadi terampil dalam membuat lilin aromaterapi.
Mutu Hedonik, Kandungan Kalsium dan Protein pada Mi Kering dengan Substitusi Tepung Tulang Ikan Patin (Pangasius Sp.): Hedonic Quality, Calcium and Protein Content in Dry Noodles with Substitution of Patin Fish (Pangasius Sp.) Bone Flour Wahyu Rachmawati; Dyah Kartika Wening
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 2 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v15i2.492

Abstract

Pangasius fish bone is a byproduct of fish processing that contains macro and micro minerals, including calcium and essential proteins for bodily health. Therefore, a dried noodle product with substituted pangasius fish bone flour was developed and subjected to hedonic quality testing to determine consumer preferences towards the resulting product. To assess hedonic quality, calcium, and protein content of dried noodles with substituted pangasius fish bone flour. This study employed an Experimental Design approach. Treatments involved creating dried noodles with 5%, 10%, and 15% substitution of pangasius fish bone flour, followed by hedonic quality testing to determine the optimal formula. Subsequently, calcium and protein content analysis was conducted. Hedonic quality testing results for each formula of dried noodles with pangasius fish bone flour substitution yielded the following scores: F1 - color 4.32, aroma 3.24, taste 3.40, texture 3.68; F2 - color 4.00, aroma 3.20, taste 3.04, texture 3.32; F3 - color 3.96, aroma 2.36, taste 3.00, texture 3.12. The nutritional content of dried noodles with pangasius fish bone flour substitution in formula 1 exhibited an average calcium content of 239.25 mg/50g and protein content of 3.7%. The selected formula is formula 1, which contains 239.25 mg of calcium and 7.4% (equivalent to 3.7 grams) of protein in each serving of 50 grams. ABSTRAK Tulang ikan patin merupakan limbah pengolahan ikan yang mengandung mineral makro dan mikro di antaranya kalsium dan protein yang penting bagi kesehatan tubuh. Oleh karena itu, produk mi kering dengan substitusi tepung tulang ikan patin dikembangkan dan diuji mutu hedoniknya untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap produk yang dihasilkan. Untuk mengetahui mutu hedonik, kandungan kalsium dan protein mi kering substitusi tepung tulang ikan patin. Penelitian ini merupakan penelitian Experimental Design. Perlakuan dilakukan dengan membuat mi kering dengan substitusi tepung tulang ikan patin sebesar 5%, 10%, dan 15% kemudian dilakukan uji mutu hedonik untuk mengetahui formula terbaik yang akan dilanjutkan dengan analisis kandungan kalsium dan protein.  Hasil uji mutu hedonik setiap formula mi kering substitusi tepung tulang ikan patin pada F1 untuk parameter warna sebesar 4,32. aroma 3,24, rasa 3,40, tekstur 3,68, F2 untuk parameter warna sebesar 4, aroma 3,20, rasa 3,04, tekstur 3,32, F3 untuk parameter warna sebesar 3,96, aroma 2,36, rasa 3, tekstur 3,12. Kandungan zat gizi mi kering substitusi tepung tulang ikan patin pada formula 1 dengan rata-rata kalsium 239,25 mg/50g dan protein 3,7% atau 3,7 g/50g. Formula terpilih adalah formula 1 dengan kandungan kalsium sebesar 239,25 mg dan kandungan protein sebesar 7,4% atau 3,7 gram dalam setiap sajiannya yang berisi 50 gram.
Kandungan Zat Gizi Makro Beras Analog Berbahan Suweg dan Ikan Wader: Macro Nutrient Content of Analogous Rice Made from Suweg and Wader Fish Maryanto, Sugeng; Dyah Kartika Wening
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 16 No. 1 (2024): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v16i1.531

Abstract

The majority of Indonesian people use rice as a staple food, the production of which continues to decrease. One of the efforts to meet the need for rice consumption in Indonesia is to make imitation rice or analog rice. Ingredients that have a high carbohydrate content that can be used as raw materials for making analog rice are tubers. Tubers that are often found in Semarang district include suweg (Amorphophallus paeoniifolius, Dennst). The source of protein in this analog rice comes from wader fish which are often found in Rawa Pening Lake, Semarang Regency. This study aims to determine the carbohydrate, protein, fat and fiber content of analog rice made from suweg and wader fish. The research was conducted for 2 months from September to November 2023. This research was carried out at the Food Laboratory of Ngudi Waluyo University. The type of research carried out was quantitative descriptive. The tools that will be used in this research are knives, basins, cutting boards, trays, ovens, blenders, mixers, 80 mesh sieves, digital scales, and analog rice extruders. The materials needed for this research are suweg, corn flour, tapioca flour, wader fish meal, and water. The steps for making analog rice are carried out by mixing 3250 grams of suweg flour, 500 grams of corn flour, 50 grams of tapioca flour and 1000 grams of wader fish meal. Analysis of nutritional content was calculated based on TKPI 2019, including carbohydrate, protein, fat and fiber levels. Based on calculation analysis using TKPI 2019, the results show that the nutritional content of analog rice per 100 grams is 62g carbohydrates; protein 18.3g; fat 1.7g; and 3.8g fiber. Analog rice made from suweg and wader fish has a lower carbohydrate content than commercial rice, while the protein, fat and fiber content is higher.   ABSTRAK Masyarakat Indonesia mayoritas menjadikan beras sebagai makanan pokok, yang produksinya terus-menerus berkurang. Upaya ntuk memenuhi kebutuhan  konsumsi  beras  di  Indonesia salah  satunya  adalah  membuat  beras  tiruan atau beras analog. Bahan-bahan yang memiliki kandungan karbohidrat tinggi yang dapat digunakan  sebagai  bahan  baku pembuatan  beras  analog  yaitu  umbi-umbian. Umbi-umbian yang banyak dijumpai di kabupaten Semarang diantarnya suweg (Amorphophallus paeoniifolius, Dennst).  Sumber protein dalam beras analog ini berasal dari ikan wader yang banyak ditemukan di danau Rawa pening, Kabupaten Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan karbohidrat, protein, lemak, dan serat beras analog berbahan suweg dan ikan wader. Penelitian dilakukan selama 2 bulan mulai September hingga November 2023. Penelitian ini  dilaksanakan  di  Laboratorium  Pangan Universitas Ngudi Waluyo. Jenis penelitian  yang dilakukan adalah  deskriptif  kuantitatif.  Alat  yang  akan digunakan  pada  penelitian  ini  yaitu  pisau, baskom,  talenan,  nampan,  oven,  blender, mixer, ayakan  80  mesh,  timbangan  digital, dan ekstruder  beras  analog. Bahan  yang  dibutuhkan  pada  penelitian  ini yaitu  suweg,  tepung  jagung, tepung  tapioka,  tepung ikan wader, dan  air.  Tahapan pembuatan beras analog dilakukan dengan mencampurkan tepung suweg 3250 gram, tepung jagung 500 gram, tepung tapioka 50 gram, dan tepung ikan wader 1000 gram.  Analisis kandungan zat gizi dilakukan penghitungan berdasarkan TKPI 2019, meliputi kadar karbohidrat, protein, lemak, dan serat.  Berdasarkan analisis perhitungan menggunakan TKPI 2019 diperoleh hasil kandungan zat gizi beras analog per 100gram adalah karbohidrat 62g; protein 18,3g; lemak 1,7g; dan serat 3,8g. Beras analog berbahan suweg dan ikan wader memiliki kandungan karbohidrat lebih rendah dibandingkan beras komersial, sedangkan kandungan protein, lemak, dan serat lebih tinggi.
Nilai Gizi Bolu Kukus dan Cookies Labu Kuning (Cucurbita moschata Durch) Berbahan Formula Modisco Maryanto, Sugeng; Wening, Dyah Kartika
Media Gizi Kesmas Vol 12 No 1 (2023): MEDIA GIZI KESMAS (JUNI 2023)
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/mgk.v12i1.2023.379-383

Abstract

Background: Processed products as popular snacks in Indonesia are steamed cakes and cookies. Various recipes were developed to complement and increase the nutritional value of processed products. One way is to make a formulation of steamed cakes and cookies based on the modisco formula with the addition of local food, pumpkin. Modisco is a food additive in liquid form with a composition of full cream milk, granulated sugar, margarine. The new product innovation of processed steamed cakes and cookies is fortification of modico with the addition of pumpkin as a local food. Objectives: This study conduct to describe the nutritional value of processed product formulations for steamed cakes and cookies which have been fortified with modico were used pumpkin as a local food. Methods: This study used an experimental design, divided into two groups, there are the steamed cakes group and the cookie group based on the modico formula for fortification which has been modified together with local pumpkin food. The variables measured for content analysis were the nutritional value of macronutrients, there are protein, fat, carbohydrate, and fiber. Data analysis was carried out by describing the nutritional value of steamed cakes and cookies modisco formula made from pumpkin.   Result: The processed steamed cakes based on the modisco formulation with the addition of pumpkin per 100 grams were contains 9.25 grams of protein, 11.21 grams of fat, 32.50 grams of carbohydrates and 2.18 grams of fiber, with an energy of 268.62 kcal. The processed cookies based on the modisco formulation with the addition of pumpkin per 100 grams were contain 7.92 grams of protein, 16.7 grams of fat, 61.79 grams of carbohydrates and 2.49 grams of fiber, with an energy of 426.34 kcal. Conclusion: The processed cookies based on the modisco formulation with the addition of pumpkin were contains higher energy, carbohydrates, compared to processed steamed cakes.
Formulasi Mi Kering Substitusi Tepung Tulang Ikan Patin dengan Penambahan Sari Buah Bit Wahyu Rachmawati; Wening, Dyah Kartika
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 5 No 02 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v5i02.1330

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Mi adalah makanan yang sangat populer di Indonesia, terutama mi kering. Tingginya konsumsi mi kering di negara ini meningkatkan impor tepung terigu dan menghadirkan peluang untuk memanfaatkan limbah tulang ikan patin sebagai sumber kalsium yang kaya. Kekurangan kalsium dapat menyebabkan masalah kesehatan, terutama pada remaja. Tulang ikan patin mengandung kalsium tinggi dan dapat digunakan sebagai sumber kalsium alternatif dalam makanan. Tujuan: Mengetahui tingkat penambahan tepung tulang ikan patin dengan penambahan sari buah bit pada mi kering. Metode Penelitian: Penelitian ini merupakan penelitian Experimental Design. dengan membuat 3 perlakuan yang berbeda. Hasil: Peningkatan konsentrasi tepung tulang ikan dalam formulasi dapat menyebabkan penurunan kekenyalan dan kelembutan produk akhir. Selain itu, penambahan yang berlebihan juga dapat memberikan rasa dan aroma yang tidak diinginkan pada produk. Oleh karena itu, pemilihan formulasi dengan penambahan tepung tulang ikan dalam jumlah yang tepat sangat penting untuk menjaga kualitas dan sifat sensori produk yang dihasilkan. Kesimpulan: Kombinasi penggunaan tepung tulang ikan patin dan sari buah bit dalam pembuatan mi kering dapat meningkatkan nilai gizi mi kering dan memberikan potensi manfaat Kesehatan. Kata kunci : Formulasi, Mi kering, Substitusi
Roti Manis Substitusi Tepung Mocaf dan Daun Kelor (Moringa Oleifera Lamk.) dengan Isi Pasta Kacang Merah (Phaseolus Vulgaris L.) Wening, Dyah Kartika; Latifah, Fitri Istifarani; Ratnasari, Diah
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 5 No 02 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v5i02.1441

Abstract

Roti manis dapat dibuat dengan menggunakan bahan dasar tepung yang lain selain tepung terigu. Salah satu alternatif bahan yang dapat digunakan dalam pembuatan roti manis adalah substitusi tepung mocaf. Penambahan tepung daun kelor sebagai pewarna alami roti manis untuk meningkatkan nilai gizi dan tingkat kesukaan. Sebagai sumber protein ditambahkan kacang merah sebagai isian roti manis. Kacang merah tergolong bahan pangan yang dapat menunjang peningkatan gizi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesukaan dan kandungan gizi roti manis subtitusi tepung mocaf dan daun kelor (moringa oleifera lamk.) dengan Isi Pasta Kacang Merah (Phaseolus Vulgaris L.). Penelitian ini menggunakan desain eksperimental. Perlakuan yang digunakan formulasi roti dengan tepung terigu, tepung mocaf, tepung daun kelor yaitu Formulasi 1 (80:20:3), Formulasi 2 (70:30:5), Formulasi 3 (60:40:7). Kemudian dilakukan uji tingkat kesukaan. Analisis kandungan gizi protein dengan kjeldahl, lemak dengan soxhlet, dan karbohidrat dengan perhitungan by dIfference. Penelitian ini menunjukkan hasil uji tingkat kesukaan roti manis yang paling disukai oleh panelis adalah formula 1 (80:20:3). Kandungan zat gizi roti manis formula 1 diperoleh hasil rata-rata kadar air 27,9%, kadar abu 2,36%, protein 7,08%, lemak 4,98%, karbohidrat 57,58%. Formulasi roti manis terbaik yang disukai panelis adalah F1. Kandungan gizi kadar air, kadar abu, protein, dan karbohidrat sudah memenuhi syarat mutu SNI. Sedangkan kadar lemak melebihi syarat mutu SNI. Kata Kunci : Roti Manis, MOCAF, Daun Kelor, Kacang Merah
Uji Hedonik Kulit Pie Biji Nangka (Artocarpus Heterophyylus) Wening, Dyah Kartika; Albab, Maqfiroh Ulil; Anugrah, Riva Mustika
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 5 No 02 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v5i02.1455

Abstract

ABSTRAK Biji nangka merupakan sumber karbohidrat, protein, dan energi yang potensial, selain itu biji nangka juga merupakan sumber mineral yang cukup tinggi, mineral tersebut ialah kalsium dan fosfor. Oleh karena itu, produk pie berbahan dasar tepung niji nangka dikembangkan dan diuji mutu hedoniknya untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap produk yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mutu hedonik, kandungan energi, protein, lemak dan karbohidrat pada pie tepung biji nangka. Penelitian ini merupakan experimental design. Perlakuan dilakukan dengan membuat pie dengan bahan dasar tepung biji nangka yang akan dilanjutkan dengan analisis kandungan energi, protein, lemak dan karbohidrat. Hasil uji mutu hedonik pada setiap formula pie biji nangka pada F1 untuk parameter warna sebesar 3,48, rasa 4,32, aroma 4,62, tekstur 3,12, F2 untuk parameter warna sebesar 3,68, rasa 2,76, aroma 3,16, tekstur 3,2. Kandungan gizi pie tepung biji nangka per 100 gram pada F2 dengan rata-rata energi 370,2 kkal, protein 14,92 gram, lemak 3,00 gram, karbohidrat 70,87 gram. Uji mutu hedonik dengan skor tertinggi terhadap formulasi pie berbahan tepung biji nangka (Artocarpus Heterophyllus) yang dilakukan pada 25 panelis agak terlatih pada formula 1 (100% biji nangka) dengan rata-rata skor untuk parameter warna sebesar 3,68, rasa 2,76, aroma3,16, tekstur 3,2. Kata Kunci : Pie, Biji Nangka, Mutu Hedonik
Tingkat Kesukaan Dan Kandungan Nilai Gizi Biskuit Tepung Kentang Hitam (Coleus Tuberosus) Alfina Septiani; Wening, Dyah Kartika; Diah Ratnasari
Jurnal Ilmiah Gizi dan Kesehatan (JIGK) Vol 6 No 01 (2024): Agustus
Publisher : Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/jigk.v6i01.1610

Abstract

Biskuit adalah produk bakeri kering dengan memanggang adonan yang terbuat dari tepung terigu. Kandungan gluten dan indeks glikemik yang tinggi pada tepung terigu dapat berdampak buruk pada kesehatan, sehingga kentang hitam sebagai pengganti tepung terigu dan upaya untuk diversifikasi pangan lokal. Mendiskripsikan tingkat kesukaan dan kandungan nilai gizi biskuit tepung kentang hitam (Coleus tuberosus).Penelitian eksperimental menggunakan 3 formulasi dengan perbandingan tepung kentang hitam : tepung daging ayam. F1 (80% : 20%), F2 (70% : 30%) dan F3 (60% : 40%). Uji tingkat kesukaan dilakukan oleh 30 panelis tidak terlatih menggunakan uji deskriptif. Analisis nilai gizi berupa energi dengan metode proksimat, protein dengan kjedhal, lemak dengan soxhlet, karbohidrat dengan metode by difference, kadar air dan kadar abu dengan gravimetri. Analisis nilai gizi dilakukan di Laboratorium Teknologi Pangan Unika .Hasil tingkat kesukaan formula 1 (80% : 20%) sebesar 63,5%, formula 2 (70% : 30%) sebesar 64,8%, dan formula 3 (60% : 40%) sebesar 62,2%. Nilai gizi pada biskuit kentang hitam per 100 gram kandungan energi 429,94 gram, protein 14,36 gram, lemak 9,02 gram, karbohidrat 72,83 gram, kadar air 1,3% dan kadar abu 2,2%. Simpulan Formulasi paling tinggi adalah formula 2 (70% : 30%) sebesar 64,8%, dengan kategori kurang diterima oleh konsumen. Kandungan nilai gizi biskuit kentang hitam sudah memenuhi standar SNI 01-7111.2-2005 biskuit MPASI. Biskuit kentang hitam dapat digunakan untuk alternatif MPASI balita dengan klaim tinggi protein.
Pelatihan Penggunaan Alat Permainan Tradisional dan Pengolahan Hasil Tanaman Fungsional Bagi Masyarakat sebagai Upaya Pengembangan Sports Ekowisata di Wisata Jatipohon Indah Nur Amin; Ika Nilawati; Dyah Kartika Wening
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i2.3421

Abstract

The decline in the amount of tourists in Jatijpohon Indah has resulted in the economy of the communities around the tourist area experiencing a decrease in income to meet living costs. This community service aims to empower the community through BUMDes Langensari Sumber Jatijpohon Village to manage new rides, namely traditional game tools and functional plants, to increase the amount of visitors to the Jatipohon Indah tourist attraction. This activity was carried out at the Sumber Jatipohon Village Hall and the Jatipohon area, Grobogan District, Grobogan Regency. Participants in this activity included the Langensari BUMDes management and Sumber Jatipohon Village officials totaling 15 people. The implementation of activities contains several stages, namely the preparation stage, activity implementation stage, and monitoring and evaluation stage. The results of this service activity were that there was an increase in participants' knowledge about the use and care of traditional tools with correct answers of 8.5 out of 15 questions given (56.6%) and an increase in participants' knowledge about planting, care, and processing of functional plant products with 7 correct answers. 6 out of 15 questions given (50.6%). This service activity concludes that training activities on the use and care of traditional game tools and the planting, care, and processing of functional plant products can effectively increase community knowledge.   ABSTRAK Penurunan jumlah wisatawan di Jatipohon Indah mengakibatkan perekonomian masyarakat di sekitar wisata mengalami penurunan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan biaya hidup. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberdayakan masyarakat melalui BUMDes Langensari Desa Sumber Jatipohon untuk mengelola wahana baru yaitu alat permainan tradisional dan tanaman fungsional, sehingga dapat meningkatkan jumlah pengunjung wisata Jatipohon Indah. Kegiatan ini dilaksanakan di Balai Desa Sumber Jati Pohon dan Tempat Wisata Jatipohon Indah Kecamatan Grobogan Kabupaten Grobogan. Peserta kegiatan ini meliputi pengelola BUMDes Langensari dan Perangkat Desa Sumber Jatipohon yang berjumlah 15 orang. Adapun pelaksanaan kegiatan meliputi beberapa tahapan, yaitu tahapan persiapan, tahapan pelaksanaan kegiatan dan tahapan monitoring dan evaluasi. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan peserta tentang penggunaan dan perawatan alat tradisional dengan jawaban benar sebesar 8,5 dari 15 pertanyaan yang diberikan (56.6%) dan peningkatan pengetahuan peserta tentang penanaman, perawatan dan pengolahan hasil tanaman fungsional dengan jawaban benar 7,6 dari 15 pertanyaan yang diberikan (50,6%). Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah kegiatan pelatihan penggunaan dan perawatan alat permainan tradisional serta penanaman, perawatan dan pengolahan hasil tanaman fungsional efektif dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat.
IbM PKK Desa Payungan Dalam Memanfaatkan Sayuran Menjadi Bakso Yang Bernilai Gizi Tinggi Arifatul Khoiriyah, Ika Silfiana; Wening, Dyah Kartika
International Journal of Community Service Learning Vol. 2 No. 3 (2018): August 2018
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (660.627 KB) | DOI: 10.23887/ijcsl.v2i3.15466

Abstract

Salah satu olahan makanan berbahan dasar daging adalah bakso. Bakso sudah dikenal masyarakat Indonesia sejak lama, Jumlah peminatnya pun dari segala kalangan mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Tujuan pengabdian ini yaitu memperkenalkan pemanfaatan sayuran menjadi bakso yang bernilai gizi tinggi, meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam mendukung program pola hidup sehat, merangsang kreativitas masyarakat untuk menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, dan meningkatkan daya keterampilan masyarakat dalam berwirausaha. Lokasi pengabdian akan dilaksanakan di Desa Payungan Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang, melalui praktek demonstratif langsung yang melibatkan unsur-unsur pemangku kepentingan yakni PKK Desa Payungan Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang.Metode yang digunakan adalah Metode Training of Trainner (TOT) dengan cara pemberian materi melalui ceramah, kemudian dilanjutkan dengan praktik langsung oleh masing-masing peserta. Tim IbM tidak mengundang seluruh anggota masyarakat di daerah sekitar, peserta merupakan kader PKK Desa Payungan Kecamtan Kaliwungu Kabupaten Semarang.Diversifikasi bahan makanan dari daging menjadi sayuran diharapkan dapat menjadi pola makan sayur bagi masyarakat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui skim Hibah Iptek bagi Masyarakat sumber dana LP2M tahun 2017 yang hasilnya berupa pelatihan untuk kegiatan IbM di Mitra PKK Desa Payungan Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang. Dalam kegiatan pelatihan IbM ini dihadiri anggota di Mitra PKK Desa Payungan Kecamatan Kaliwungu Kabupaten Semarang yang diikuti dengan antusias sampai acara selesai dan termotivasi untuk memproduksi sendiri.