Memah, Melsje Yellie
Agribusiness Study Program, Department Of Social Economics, Faculty Of Agriculture, Sam Ratulangi University, Manado

Published : 39 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Peran Modal Sosial Pada Kelompok Tani Padi Sawah Agakaitombal Di Kelurahan Taratara I Kecamatan Tomohon Barat Kota Tomohon Tondatuon, Gloria Maya; Lumingkewas, Jelly Ribka Danaly; Memah, Melsje Yellie
AGRI-SOSIOEKONOMI Vol. 21 No. 1 (2025): Agri-Sosioekonomi
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran modal sosial pada Kelompok Tani Padi Sawah Agakaitombal di Kelurahan Taratara I Kecamatan Tomohon Barat Kota Tomohon. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. Data primer diperoleh di lapangan penelitian yaitu dari wawancara dengan kelompok tani padi sawah, sedangkan data sekunder diperoleh dari pihak lain yang berkaitan dengan penelitian bersumber dari kantor desa. Sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan yang dijadikan sampel yaitu Kelompok Tani Padi Sawah Agakaitombal di Kelurahan Taratara I Kecamatan Tomohon Barat Kota Tomohon. Hasil penelitian yang dilakukan modal sosial berperan pada Kelompok Tani Padi Sawah Agakaitombal di Kelurahan Taratara I ditunjukan dengan kepercayaan yang berperan antar sesama anggota kelompok yang ditandai dengan hubungan antar kelompok yang baik menimbulkan rasa saling percaya sehingga mendorong kerjasama yang baik. Norma dalam Kelompok Tani Agakaitombal yang berfungsi mengatur perilaku anggota kelompok sehingga menjaga keharmonisan dalam Kelompok Tani Agakaitombal. Jaringan sosial yang terjalin baik membuat anggota kelompok saling berbagi informasi, pengetahuan. Namun hubungan interaksi antar Kelompok Tani Agakaitombal dengan pemerintah dan penyuluh pertanian masih perlu ditingkatkan lagi.
Pemanfaatan Media Sosial Oleh Penyuluh Pertanian Di Kecamatan Tomohon Tengah Kota Tomohon Sinaga, Ina Geno Veva; Memah, Melsje Yellie; Pangemanan, Paulus Adrian
Journal of Agribusiness and Rural Development (Jurnal Agribisnis dan Pengembangan Pedesaan) Vol. 7 No. 1 (2025): JOURNAL OF AGRIBUSINESS AND RURAL DEVELOPMENT (Jurnal Agribisnis dan Pengembang
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/agrirud.v7i1.60716

Abstract

The aim of this research is to describe the use of social media by agricultural instructors in BPP Central Tomohon sub-district. The research took place from April to June 2024. The data collected was primary data obtained by direct interviews with extension workers in Central Tomohon District using a questionnaire. Secondary data was taken from BPS Tomohon City as well as research reports, journals and from the internet related to this research. The full sample used was all the instructors in the Extension Agency in Central Tomohon District, namely 10 people. The results of this research show that the use of social media by extension workers in Tomohon Tengah District, Tomohon City, uses social media which is classified as frequent, namely the use of social media Facebook, WhatsApp and YouTobe. The use of Instagram social media is classified as infrequent and non-use category. Almost all instructors access social media, be it Facebook, WhatsApp, Instagram or YouTube. The average use of social media by agricultural instructors is less than 2 hours
Analisis Pendapatan Usahatani dan Pengolahan Tanaman Nilam di Desa Tompasobaru Dua Kecamatan Tompasobaru Kabupaten Minahasa Selatan Onibala, Semuel Alfa Yeheskiel; Memah, Melsje Yellie; Benu, Noortje Marsellanie
Journal of Agribusiness and Rural Development (Jurnal Agribisnis dan Pengembangan Pedesaan) Vol. 7 No. 1 (2025): JOURNAL OF AGRIBUSINESS AND RURAL DEVELOPMENT (Jurnal Agribisnis dan Pengembang
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/agrirud.v7i1.59412

Abstract

This study aims to analyze the farming and processing income of patchouli plants in Tompasobaru Dua Village, Tompasobaru District, South Minahasa Regency. The research was conducted from May to July 2024 with data collection methods through direct interviews with patchouli farmers. Data analysis included the calculation of production costs, revenue, net income, and R/C ratio to assess economic efficiency. The results showed that the total net income of patchouli farming and processing per one harvest period (6 months) reached Rp923,342,751, with an average of Rp76,945,229 per farmer. Total production costs incurred by farmers amounted to Rp442,957,249 (an average of Rp36,913,104 per farmer), while total revenue reached Rp1,366,300,000 (an average of Rp113,858,333 per farmer). The R/C ratio value of 3 indicates that patchouli farming in the research location is economically feasible and profitable.
Analisis Kemampuan Lahan untuk Pengembangan Pemukiman di Kecamatan Kalawat Kabupaten Minahasa Utara Siahaan, Try Saut Martua; Jocom, Sherly Gladys; Memah, Melsje Yellie
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis klasifikasi kemampuan lahan untuk pengembangan kawasan permukiman di Kecamatan Kalawat, serta kesesuaian penggunaan lahan kondisi eksisting dengan daya dukung lahan untuk pengembangan kawasan permukiman. Metode penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan data yang digunakan adalah data Primer melalui pengisian kuisioner dari subjek yang diteliti. Adapun sampel yang akan diteliti merupakan para kepala keluarga yang bermukim di Kecamatan Kalawat, dan data Sekunder pada penelitian ini merupakan data peta faktor fisik dasar lahan. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dalam penelitian ini terdapat 5 (lima) kelas kemampuan lahan di Kecamatan Kalawat yaitu kelas a: Kemampuan lahan sangat rendah luas 7.535.669m², kelas b: Kemampuan lahan rendah luas 5.956.062m², kelas c: Kemampuan lahan sedang luas 23.617.753m², kelas d: Kemampuan lahan tinggi luas 11.597.610m², kelas e: Kemampuan lahan sangat tinggi luas 614.947m² dan ditinjau dari aspek penggunaannya untuk permukiman dibagi kedalam 3 (tiga) zona atau Kawasan yaitu zona Kemungkinan terdiri dari Kelas I dan II seluas 1.419.795m2, zona Kendala terdiri dari kelas III seluas 34.628.007 m2, dan zona Limitasi terdiri dari Kelas IV dan V seluas 13.274.239 m2, dengan menggunakan parameter faktor fisik lahan dibandingkan dengan eksisting lahan untuk Kawasan permukiman di Kecamatan Kalawat, maka lahan yang sesuai untuk permukiman seluas 766.420 m² dan yang tidak sesuai untuk permukiman seluas 17.799.417 m². Sedangkan penggunaan lahan untuk permukiman seluas 30.151.295 m² dan penyimpangan penggunaan lahan seluas 604.909 m².
ES KRIM BERBASIS SANTAN KELAPA DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK KULIT BUAH NAGA Koapaha, Teltje; Memah, Melsje Yellie; Langi, Tineke; Lumenta, Prisilia; Situmorang, Hiskia; Sakul, Kennia
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 6 (2024): Vol. 5 No. 6 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i6.37485

Abstract

Pelatihan Teknologi Pengolahan Kulit Buah Naga Merah Pada Pembuatan Es Krim Kelompok Ibu-Ibu Pkk Kelurahan Meras Kecamatan Bunaken merupakan pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat (PKM). Kelurahan Meras Kecamatan Bunaken Kota Manado adalah salah satu kelurahan yang terdapat di pinggiran Kota Manado, memiliki keragaman hasil pertanian dan perkebunan diantaranya perkebunan kelapa. Beberapa masalah mitra antara lain: sumber daya manusia, sarana dan prasarana, teknologi informasi, kurang ilmu pengetahuan dan ketrampilan, kurang semangat dan tidak mau berusaha, tidak ada modal, kelembagaan dan manajemen tidak tau. Masalah ini yang harus diatasi dan dicari solusi dengan menggunakan metode yang tepat untuk menyelesaikan permasalahan di mitra. Solusi yang akan ditawarkan antara lain dengan memberikan informasi berupa sosialisasi dan pelatihan kepada kelompok mitra seperti jalur kelompok Ibu-Ibu PKK yang ada di kelurahan Meras. Metode yang akan digunakan dalam pencapaian tujuan program kemitraan masyarakat yaitu bentuk sosialisasi bentuk ceramah, diskusi, dan melaksanakan pelatihan. Inovasi hasil olahan Santan kelapa dibuat es krim dengan penambahan ekstak kulit buah naga merah yang mengandung antioksidan, terbuang sebagai sampah /limbah. Diversifkasi santan kelapa masih kurang di gali, dengan adanya pelatihan ada inovasi prosuk santan yang kaya gizi. Bahan baku yang tersedia serta mudah didapat secara ekonomi akan memberi nilai tambah (value added), serta membuka peluang bisnis dan pelaku usaha petani kelapa kedepannya untuk kesejahteraan masyarakat.
Bussines Model Canvas Pada Cafe Tampa Bakudapa Di Kabupaten Bolaang Mongondow Yambo, Nesha Salshadilah; Memah, Melsje Yellie; Loho, Agnes Estephina
Journal of Agribusiness and Rural Development (Jurnal Agribisnis dan Pengembangan Pedesaan) Vol. 7 No. 4 (2025): JOURNAL OF AGRIBUSINESS AND RURAL DEVELOPMENT (Jurnal Agribisnis dan Pengembang
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/agrirud.v7i4.65240

Abstract

Cafe Tampa Bakudapa, a pioneer of locally-themed cafes in Bolaang Mongondow Regency, utilizes the Business Model Canvas (BMC) to develop its business strategy. Research using accidental sampling on business owners shows that customers are predominantly women aged 17–40, both locals and tourists. The key values offered include comfort, local menus, complete facilities, and reservation services. Marketing is conducted through social media and word-of-mouth promotions, with customer relationships built through personalized service, discounts, and bonuses. Revenue comes from menu sales and event reservations, with key resources such as strategic location, trained staff, and technology. Main activities include food preparation, service, promotion, and entertainment, as well as partnerships with local suppliers and promoters. Costs consist of fixed and variable expenses. The café has implemented the nine BMC elements in an integrated manner, supporting its sustainability and competitiveness in the culinary industry.
Perbandingan Pendapatan Pengolahan Nira Aren Menjadi Gula Aren Dan Cap Tikus Di Desa Wanga Kecamatan Motoling Timur Kabupaten Minahasa Selatan Timporok , Amey Sutrika Meylita; Timban, Jean Fanny Junita; Memah, Melsje Yellie
Journal of Agribusiness and Rural Development (Jurnal Agribisnis dan Pengembangan Pedesaan) Vol. 7 No. 4 (2025): JOURNAL OF AGRIBUSINESS AND RURAL DEVELOPMENT (Jurnal Agribisnis dan Pengembang
Publisher : Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Sam Ratulangi, Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35791/agrirud.v7i4.65832

Abstract

This study aims to analyze the income comparison between two types of aren sap processing businesses: palm sugar and cap tikus in Wanga Village, Motoling Timur District, South Minahasa Regency. The research employed a descriptive quantitative method with a case study approach. Data were collected through surveys, interviews, and field observations involving ten respondents five engaged in palm sugar production and five in cap tikus processing. The analysis results show that the average weekly net income from cap tikus production reached IDR 2,954,406 with a production cost of IDR 1,893,594 and revenue of IDR 4,848,000. Meanwhile, the palm sugar business generated a net income of IDR 522,134 with a production cost of IDR 1,493,866 and revenue of IDR 2,016,000. Net income per liter of aren sap was IDR 3,045.78 for cap tikus and IDR 621.59 for palm sugar. Thus, cap tikus production is economically more profitable than palm sugar. The study recommends business assistance, improved market access, and legal policy support to foster sustainable development of aren sap-based enterprises.
Analisis Kemandirian Kelompok Tani Peserta Upland Project Di Desa Kakenturan Kecamatan Modoinding Kabupaten Minahasa Selatan Komaling, Brooklyn Kairupan; Waney, Nordy Fristgerald Lucky; Memah, Melsje Yellie
AGRI-SOSIOEKONOMI Vol. 22 No. 1 (2026): Agri-Sosioekonomi
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kemandirian kelompok tani peserta Upland Project di Desa Kakenturan, Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan. Data yang dikumpulkan data primer yang diperoleh melalui survei secara langsung dilapangan melalui wawancara dengan anggota kelompok tani yang ada di Desa Kakenturan, Kecamatan Modoinding, Kabupaten Minahasa Selatan menggunakan kuesioner. Metode pengambilan sampel dilakukan secara sengaja (purposive sampling) dengan populasi kelompok tani yang menjadi yaitu sebanyak 13 kelompok tani. Setiap kelompok diwakili oleh empat orang pengurus inti Ketua, Sekretaris, Bendahara dan satu orang anggota, sehingga jumlah sampel per kelompok sebanyak 4 orang dengan total yaitu 52 responden. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian yaitu analisis deskriptif kualitatif dengan menggunakan pengukuran skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemandirian kelompok tani peserta Upland Project di Desa Kakenturan tergolong dalam kategori kurang mandiri, dengan nilai rata-rata sebesar 81,41%. Tiga aspek yang berada pada kategori mandiri adalah organisasi, kepemimpinan, dan kegiatan usaha. Aspek partisipasi berada pada kategori kurang mandiri, sedangkan aspek perencanaan, administrasi, dan kemitraan tergolong tidak mandiri. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun kelompok tani sudah memiliki struktur organisasi dan kepemimpinan yang baik serta mampu menjalankan kegiatan usaha secara mandiri, mereka masih mengalami hambatan dalam menyusun rencana kerja, melakukan pencatatan administrasi, serta menjalin kemitraan yang luas.
Peran Modal Sosial Pedagang Hortikultura Di Pasar Bersehati Kota Manado Milas, Friendly Titania; Memah, Melsje Yellie; Rengkung, Leonardus Ricky
AGRI-SOSIOEKONOMI Vol. 22 No. 1 (2026): Agri-Sosioekonomi
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran modal sosial pedagang hortikultura di Pasar Bersehati Kota Manado. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Metode pengambilan sampel menggunakan stratifikasi dimana populasi pedagang hortikultura berjumlah 145 populasi adapun kriteria yang dijadikan sebagai sampel ada pedagang yang memproduksi langsung dari lapak sehingga cara pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin sehingga responden sebanyak 21 pedagang dimana pedagang sayur kangkung 8 responden, pedagang buah papaya 7 responden dan pedagang buah semangka 6 responden. Metode analisis data menggunakan deskriptif dengan menggunakan skor skala Likert 3 poin dengan pernyataan yaitu 12 untuk mengukur peran kepercayaan, norma sosial, dan jaringan sosial terhadap usaha mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh indikator modal sosial berada pada kategori “berperan” dengan skor total 733 dari 756. Dimensi jaringan sosial menjadi yang tertinggi, terutama pertukaran informasi antar pedagang yang mencapai 100%. Kepercayaan dan norma sosial juga menunjukkan skor tinggi, mencerminkan kepatuhan aturan, solidaritas, dan komunikasi yang baik. Modal sosial berperan besar dalam mendukung usaha pedagang hortikultura di Pasar Bersehati. Kepercayaan dan norma sosial menjaga stabilitas hubungan dagang, sementara jaringan sosial yang luas memperlancar distribusi, pemasaran, dan meningkatkan solidaritas.
Co-Authors Agnes E. Loho Agnes Monica Siahaan Audrey Julia Maria Maweikere Bahabol, Yakobus ., Benny Adrian Berthy Sagay Benu Olfie L. Suzana Benu Olfie L. Suzana Benu, Noortje Marselianie Benu, Noortje Marsellanie Celcius Talumingan Charles Ngangi Charles R. Ngangi Charles R. Ngangi Christy Mikhael Ester Lingga Cristian Hendri Mewengkang Damogalad, Ari Sigit Deanita Regina Mongdong Dumais, Joachim Noch Karel Elsje Pauline Manginsela Eni Sinurat Fidrian Sumardianto Fitia Karolina Tungka Fransisco Daniel Sinaga Gloria Meriam Jenevi Lopulalang Goni, Wanda Grace A. J. Rumagit Grace A. J. Rumagit Grace Adonia Josefina Rumagit Jane S. Tambas Jean Fanny Junita Timban Jean Fanny Junita Timban Jean Fany Junita Timban Jenny ., Baroleh, Jenny ., Jenny Baroleh Jenny Baroleh Jessy Jane Manasye Mantiri Joachim Noch Karel Dumais Jouke Adelheid Punuh Komaling, Brooklyn Kairupan Kundrat, Pungus Leonardus Ricky Rengkung Lingga, Christy Mikhael Ester Lomboan, Martini Frinli Lopulalang, Gloria Meriam Jenevi Lumenta, Prisilia Lumingkewas, Jelly Ribka Danaly Lyndon Reinhard Jacob Pangemanan Maiter Uaga Mangimbulur, Ribka ., Mantiri, Jessy Jane Manasye Martha Mareyke Sendow Martini Frinli Lomboan Melissa Lady Gisela Tarore Mewengkang, Cristian Hendri Mex Frans Lodwyk Sondakh Michael ., Papudi Milas, Friendly Titania Mongdong, Deanita Regina Monica Gabriela Tuwaidan Ngangi, Charles Reijnaldo Noortje Marselianie Benu Oktavianus ., Porajouw Oktavianus ., Porajouw, Oktavianus ., Onibala, Semuel Alfa Yeheskiel Pandey, Syntia ., Pangemanan, Lyndon Reinhard Jacob Papudi, Michael ., Patrix Juriko Tumurang Polii, Bobby Vian Jhon Pungus Kundrat Punuh, Jouke Adelheid Ribka ., Mangimbulur Rivaldo Mathew Tangkawarow Rori, Yolanda Pinky Ivanna Rory, Yandry Deby Ratu Rumagit, Grace Adonia Josefina Sagay, Benny Adrian Berthy Sakul, Kennia Seba, Tri Putra Kurnia Sendow, Martha Mareyke Sherly G. Jocom Siahaan, Try Saut Martua Silva ., Tangkabiringan Sinaga, Ina Geno Veva Situmorang, Hiskia Sompie, Veisy ., Sondakh, Mex Frans Lodwyk Steipi Tiwang Syntia ., Pandey Tangkabiringan, Silva ., Tangkawarow, Rivaldo Mathew Tanie, Felisia Angel Tarore, Melissa Lady Gisela Teltje Koapaha Timban, Jean Fanny Junita Timporok , Amey Sutrika Meylita Tineke Langi Tondatuon, Gloria Maya Tumurang, Patrix Juriko Tungka, Fitia Karolina Tuwaidan, Monica Gabriela Uaga, Maiter Veisy ., Sompie Vicky R. B. Moniaga Vicky R. B. Moniaga Waney, Nordy Fristgerald Lucky Wowiling, Marisni Nofia Yakobus ., Bahabol Yambo, Nesha Salshadilah Yandry Deby Ratu Rory