Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

PENDAMPINGAN KELOMPOK SENIMAN JAWA DELI DALAM MENGELOLA INSTRUMEN MUSIK DODOK PADA PERTUNJUKAN SENI REOG Inggit Prastiawan; Panji Suroso; Uyuni Widiastuti; Ruth Hertami Dyah Nugrahaningsih; Tri Danu Satria
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 5, No 2 (2021): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.559 KB) | DOI: 10.24114/gondang.v5i2.29799

Abstract

Kelompok seniman Reog yang berkiprah di Desa Helvetia dalam menjalankan kehidupan kebudayaan seni Reog kondisinya saat ini mulai memprihatinkan. Kelompok seniman tersebut memiliki berbagai persoalan dalam mempertahankan dan mengembangkan jenis kesenian yang memiliki nilai-nilai kearifan lokalnya. Perlu dilakukannya pendampingan serta pembimbingan untuk Perbaikan tata nilai pada masyarakat Jawa Deli dalam pertunjukan Seni serta terciptanya produk inovasi pengelolaan instrumen musik iringan Reog (dodok). Penelitian ini akan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, yaitu metode riset yang sifatnya memberikan penjelasan dengan menggunakan analisis. Hasil dari penelitian ini yakni masyarakat pelaku kesenian atau seniman Reog di Desa Helvetia Deli Serdang telah dapat menginovasi instrumen musik dodok dalam mengiringi kesenian Reog, masyarakat pelaku kesenian atau seniman Reog telah mampu membuat konsep baru dalam menciptakan komposisi musik iringan Reog, serta masyarakat pelaku kesenian atau seniman reog yang berada di Desa Helvetia Deli Serdang telah mampu membuat konsep baru pertunjukan Reog.
Tinjauan Bentuk dan Fungsi Musik pada Seni Pertunjukan Ketoprak Dor Panji Suroso
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 2, No 2 (2018): Gondang: Jurnal Seni dan Budaya, Desember 2018
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1567.431 KB) | DOI: 10.24114/gondang.v2i2.11283

Abstract

This article reviews the form and function of music at the Ketoprak Dor show that grew and developed in the land of Deli North Sumatra as a culture owned by the Javanese Deli community group. Departing from the phenomenon of the existence of the performance of Ketoprak Dor art in several areas inhabited by the majority of Javanese in the villages around Deli plantations, it led the author to begin to explore the problem of musical elements as one of the most important parts of this performance. Based on the study conducted by the author, it is indicated that the elements that form the Ketoprak Dor show have their own uniqueness, and can be distinguished from similar art in the island of Java. The forming elements of the show are: elements of dance, literature, fashion, stage, theater, motion and dance and elements of music have their own characteristics, and are very different from the ketoprak that is on the island of Java. On this occasion the author only specializes in the discussion of musical elements in the Ketoprak Dor performance art, which is about how the form of music and its function in the Ketoprak Dor performance art.
PENCIPTAAN GITAR ELEKTRIK UKIR BAKAR BERBASIS PENGEMBANGAN DESAIN ORGANOLOGI DAN MOTIF UKIR TRADISI SUMATERA UTARA Panji Suroso; Mukhlis Mukhlis; Inggit Prastiawan; Pulumun Peterus Ginting; Octaviana Br. Tobing
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 5, No 2 (2021): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, DESEMBER 2021
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (683.109 KB) | DOI: 10.24114/gondang.v5i2.30793

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model instrumen gitar elektrik kedalam bentuk prototipe yang lebih inovatif yaitu model gitar elektrik ukir bakar. Penelitian penciptaan inovasi gitar elektrik ukir bakar ini berbasis pada pengembangan organologi dan motif ukir tradisi Sumatera Utara, dilakukan dengan cara mengeksplorasi secara mendalam unsur-unsur organologi instrumen gitar elektrik yang akan di kolaborasikan dengan unsur motif-motif ukir tradisional Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan research and Depelopment atau penelitian pengembangan. Perolehan data-data penelitian yang dikumpulkan berasal dari dua sumber, yaitu data primer dan data sekunder. Data-data primer diperoleh melalui teknik wawancara mendalam (depth interview) dan pengamatan berperanserta (participant observation) yang bertujuan untuk pengumpulan data yang diikuti diskusi kelompok terfokus (focus group discussion). Hasil analisis yang ditemukan dalam penelitian ini adalah: 1) Dalam proses penciptaan model desain Gitar elektrik ukir bakar berbasis motif ukir tradisi Sumatera Utara di lakukan dengan beberapa tahap seperti : tahap persiapan penciptaan Gitar elektrik ukir bakar berbasis motif ukir tradisi Sumatera Utara, tahap pengumpulan data primer dan data skunder, tahap analisis dan perumusan konsep prototype penciptaan gitar elektrik ukir bakar berbasis motif tradisi Sumatera Utara, tahap uji coba dan penyempurnaan rumusan konsep prototype penciptaan Gitar elektrik ukir bakar berbasis motif ukir tradisi Sumatera Utara. tahap finising. 2) Dalam penelitian ini diciptakan desain model Gitar elektrik ukir bakar berbasis motif ukir tradisi Sumatera Utara dengan dua corak yaitu corak gorga dalian natolu dan corak Tapak Sulaiman.
PEMBELAJARAN SENI BUDAYA DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA VIRTUAL REALITY (VR) PADA TINGKAT SATUAN SMA BERBASIS LOCAL WISDOM SUMATERA UTARA Wahyu Tri Atmojo; Panji Suroso; Sitti Rahmah
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 6, No 1 (2022): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, JUNI 2022
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v6i1.35852

Abstract

Studi ini ingin mengkaji konsep pembelajaran seni budaya dengan menggunakan media Virtual Reality (VR) pada tingkat satuan SMA berbasis Lokal Wisdom Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan penelitian pengembangan atau yang lebih dikenal dengan Research & Development (R&D). Penelitian pengembangan digunakan untuk mengembangkan dan menghasilkan produk dari penelitian ini berupa model pembelajaran seni budaya berbasis kearifan lokal Sumatera Utara dengan menggunakan media Virtual Reality (VR). Dalam penelitian ini dihasilkan konsep yaitu : 1) Pembelajaran dengan menggunakan media Virtual Reality (VR) merupakan suatu sistem pembelajaran dimana dalam proses belajar mengajarnya dapat memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Istilah Information and Communication Technology (ICT) adalah segala bentuk teknologi (perangkat keras dan perangkat lunak) yang digunakan untuk memproses, menangkap, mentransmisikan, mengambil, memanipulasi, atau menampilkan data sebagaimana adanya dengan sangat jelas. Dalam hal ini dunia pendidikan dapat memanfaatkan dan menghadirkan komponen sumber belajar yang lebih nyata dan mengandung materi instruktional dilingkungan pembelajaran dalam berbentuk teknologi informasi dan komunikasi secara langsung di ruang belajar. 2) Kearifan lokal merupakan cara orang bersikap dan bertindak dalam menanggapi perubahan dalam lingkungan fisik dan budaya. Suatu gagasan konseptual yang hidup dalam masyarakat, tumbuh dan berkembang secara terus menerus dalam kesadaran masyarakat dari yang sifatnya berkaitan dengan kehidupan yang sakral sampai dengan yang profan. Kearifan lokal atau local wisdom dapat dipahami sebagai gagasan-gagasan setempat lokal yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya.
STRUKTUR DAN FUNGSI GORDANG LIMA DALAM KEBUDAYAAN MASAYARAKAT MANDAILING DI PAKANTAN KABUPATEN MANDAILING NATAL: KONTINUITAS DAN PERUBAHAN Mahda Reni Lubis; Kumalo Tarigan; Panji Suroso
Gondang: Jurnal Seni dan Budaya Vol 6, No 1 (2022): GONDANG: JURNAL SENI DAN BUDAYA, JUNI 2022
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gondang.v6i1.34960

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui struktur, fungsi dan kontiunitas pada kesenian Gordang Lima di Pakantan. Penelitian ini mengkaji struktur,  dan melihat kontiunitas dan perubahan Gordang Lima. Teori yang dipakai untuk mengupas permasalahan dalam penelitian ini adalah teori struktur bentuk musik, fungsi musik, kontinuitas dan perubahan. Hasil dari penelitian ini adalah struktur bentuk musik pada Gordang Lima versi baru dan versi lama, sarune gordang lima versi baru penggunaan nada dasar yang digunakan adalah D = do mengikuti nada dasar mayor melodi sarune.  Sedangkan nada dasar sarune versi lama ada pada As = do. Kedua, penggunaan gordang lima pada masyarakat Mandailing memiliki beberapa fungsi  selain dari ritual memaggil roh, yaitu antara lain:  Kedua kontinuitas dan perubahan yang terjadi dalam ritual paturun sibaso  pada masyarakat Mandailing dalam bentuk musik, instrumen, dan pertunjukkan akan berlangsung sampai masa yang tidak diketahui melihat sejauh mana masyarakat menilai  bahwa ritual ini penting atau tidak pentingnya dilakukan. Hal-hal yang mengalami keberlanjutan sampai sakarang adalah alat musik yang dipakai dan bentuk ritem pada gordang jangat dan patolu.
Tortor Batak Toba dalam Perspektif Seni Susanne K. Langer Suharyanto, Agung; Hidajat, Robby; Wiflihani, Wiflihani; Suroso, Panji; Muklis, Muklis; Razak, Amir
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 4, No 1 (2024): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - Mei
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v4i1.383

Abstract

Artikel ini membahas Tortor, sebuah tarian tradisional dari Masyarakat Batak Toba yang masih hidup dan berkembang dalam horja yang teratur. Dengan menggunakan kajian literatur dari berbagai penelitian yang terpublikasi, perspektif seni Susanne K. Langer diterapkan untuk memahami makna dan fungsi Tortor. Hasilnya menunjukkan bahwa Tortor tidak hanya sekadar gerakan fisik, tetapi juga merupakan ekspresi mendalam dari pengalaman batin, emosi, dan nilai-nilai spiritual masyarakat Batak Toba. Penelitian ini menegaskan bahwa Tortor bukan hanya merupakan warisan budaya, tetapi juga menjadi sarana penting untuk menyampaikan pesan budaya, memperkaya kehidupan sosial, dan memperkuat identitas masyarakat. Sebagai simbol penting, Tortor memelihara dan memperkuat warisan budaya serta kehidupan sosial masyarakat Batak Toba.
LAGU PANGGILAN KA’BAH KARYA PROF.AHMAD BAQI (KAJIAN BENTUK LAGU DAN MAKNA LAGU) Hartika Situmorang, Syaraya; Suroso, Panji; Hasbullah, Mukhlis; Hirza, Herna
Jurnal Penelitian Musik Vol 1 No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.259 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Biografi Tokoh, Kajian Bentuk Musik, dan Makna Lagu Panggilan Ka’bah Karya Prof. Ahmad Baqi. Prof. Ahmad Baqi menciptakan Lagu Panggilan Ka’bah terinspirasi karena pada tanggal 12 Desember 1975 Pesawat Haji berisikan Jema’ah Haji Indonesia gugur dengan penerbangan Pesawat Martin Air. Teori yang digunakan adalah teori Biografi, teori bentuk musik dan teori makna. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kerja laboratorium. Hasil penelitian diperoleh (1) Prof. Ahmad Baqi merupakan seorang musisi dan seniman melayu yang berasal dari Sumatera Utara khususnya di kota Medan. Beliau mendapat gelar Profesor Honoris Causadi bidang musik dari pemerintahan Malaysia tahun 1978. Delapan belas tahun kemudian, tepatnya 1995 Pemerintah Malaysia memberi gelar Datuk yang langsung diberi oleh Menteri Besar Sabah. Dua tahun sebelum wafat ia diberi gelar ASDK (Ahki Setia Darjah Kota Kinabalu) oleh Kerajaan Sabah Malaysia (1997). Beliau dikenal sebagai pencipta lagu Islami. (2) Bentuk pada lagu Panggilan Ka’bah mempunyai pola yang baku dengan menyesuaikan syair atau lirik yang dinyanyikan yang terdiri dari 3 bagian utama yaitu A, B dan C masing-masing memiliki perioda yang masing-masing bagian ditambah tanda (‘). Lagu ini memiliki 233 birama dengan tempo allegro = 155 dan tonika AS = do dan didalam lagu ini terdapat birama 6/8 dimana terdapat 8 bar anteseden dan 8 bar konsekuen. (3) Makna pada lagu Panggilan Ka’bah sebagai tanda berduka dan ungkapan doa kepada jema’ah Haji yang meninggal yang menjadi syuhada.
Pemanfaatan Media Pembelajaran Berbasis IT untuk Meningkatkan Apresiasi Siswa terhadap Lagu Daerah Sumatera Utara Matondang, Dian Libriani; Suroso, Panji; Wiflihani, Wiflihani
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 4, No 2 (2024): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - November
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v4i2.632

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas media pembelajaran berbasis IT dalam pengajaran lagu daerah Sumatera Utara dan mengidentifikasi apresiasi siswa terhadap materi tersebut di kelas VIII-I SMP Swasta Amir Hamzah Medan. Menggunakan pendekatan kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka, penelitian ini menemukan bahwa media berbasis IT, seperti Edmodo, memberikan dampak positif dalam pembelajaran Seni Budaya. Media pembelajaran berbasis IT terbukti mampu mengatasi keterbatasan media konvensional di sekolah dan menciptakan suasana belajar yang lebih interaktif dan menarik. Hal ini memotivasi siswa untuk lebih aktif dalam proses pembelajaran, meningkatkan antusiasme mereka, serta mendorong pemahaman yang lebih baik terhadap makna dan nilai budaya lagu daerah. Siswa tidak hanya mengembangkan apresiasi yang lebih mendalam terhadap kekayaan budaya Sumatera Utara, tetapi juga memperoleh pengalaman belajar yang lebih modern dan relevan dengan perkembangan teknologi. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran seni dapat menjadi strategi yang efektif untuk mempromosikan warisan budaya sekaligus meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Hal ini menggarisbawahi pentingnya penerapan teknologi dalam pendidikan seni untuk mendukung pembelajaran yang kreatif dan bermakna.
LAGU PANGGILAN KA’BAH KARYA PROF.AHMAD BAQI (KAJIAN BENTUK LAGU DAN MAKNA LAGU) Hartika Situmorang, Syaraya; Suroso, Panji; Hasbullah, Mukhlis; Hirza, Herna
Jurnal Penelitian Musik Vol 1 No 2 (2020): Agustus 2020
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Biografi Tokoh, Kajian Bentuk Musik, dan Makna Lagu Panggilan Ka’bah Karya Prof. Ahmad Baqi. Prof. Ahmad Baqi menciptakan Lagu Panggilan Ka’bah terinspirasi karena pada tanggal 12 Desember 1975 Pesawat Haji berisikan Jema’ah Haji Indonesia gugur dengan penerbangan Pesawat Martin Air. Teori yang digunakan adalah teori Biografi, teori bentuk musik dan teori makna. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dokumentasi dan kerja laboratorium. Hasil penelitian diperoleh (1) Prof. Ahmad Baqi merupakan seorang musisi dan seniman melayu yang berasal dari Sumatera Utara khususnya di kota Medan. Beliau mendapat gelar Profesor Honoris Causadi bidang musik dari pemerintahan Malaysia tahun 1978. Delapan belas tahun kemudian, tepatnya 1995 Pemerintah Malaysia memberi gelar Datuk yang langsung diberi oleh Menteri Besar Sabah. Dua tahun sebelum wafat ia diberi gelar ASDK (Ahki Setia Darjah Kota Kinabalu) oleh Kerajaan Sabah Malaysia (1997). Beliau dikenal sebagai pencipta lagu Islami. (2) Bentuk pada lagu Panggilan Ka’bah mempunyai pola yang baku dengan menyesuaikan syair atau lirik yang dinyanyikan yang terdiri dari 3 bagian utama yaitu A, B dan C masing-masing memiliki perioda yang masing-masing bagian ditambah tanda (‘). Lagu ini memiliki 233 birama dengan tempo allegro = 155 dan tonika AS = do dan didalam lagu ini terdapat birama 6/8 dimana terdapat 8 bar anteseden dan 8 bar konsekuen. (3) Makna pada lagu Panggilan Ka’bah sebagai tanda berduka dan ungkapan doa kepada jema’ah Haji yang meninggal yang menjadi syuhada.
Creative Approaches in Art Education to Enhance Students' Creativity Wiflihani, Wiflihani; Suroso, Panji; Razak, Amir
Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Pendidikan dan Penciptaan Seni - Mei
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jipsi.v5i1.763

Abstract

This study explores the significant role of creative approaches in art education in fostering students' creativity and critical thinking. Art education encourages active engagement in the creative process by emphasizing exploration, improvisation, and the integration of innovative media. The findings indicate that providing space for experimentation enhances students' technical skills and strengthens their problem-solving and collaboration abilities. Furthermore, integrating technology into art education broadens students' artistic horizons through digital art forms, design software, and multimedia tools, making learning more dynamic and relevant. This study underscores the importance of creative pedagogy in preparing students for real-world challenges, equipping them with adaptability and innovation skills essential in the evolving modern landscape. The implications of these findings highlight the necessity of adopting creative strategies in art education to cultivate a more interactive, meaningful, and future-oriented learning experience.