Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

Bordah Traditional Music as A Local Wisdom On Malay Society Wedding Ceremony Coastal North Labuhanbatu Regency Hasanah, Lailatul; Suroso, Panji; Siburian, Esra
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 9 No. 1 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v9i1.17187

Abstract

This  study  aims  to  determine  the  existence,  functions  and  values  of  local  wisdom  of traditional music at the wedding ceremony bordah coastal communities wither North Labuhan Batu Regency. The theory used is the theory that relate to research topics such as the theory of existence, the theory of functions, traditional music theory, the theory of the wedding ceremony and the theory of values Local Wisdom. This study uses qualitative descriptive method where the data is examined through the collection of data in the form of photographs and videos, scientific papers, as well as the expert opinion in the material based on the research topic. The results showed that the presence of traditional music bordah is a traditional art in the form of poetry, music, dance and customs, the wedding ceremony. Bordah displayed on Regent Cup Festival activities, Hagaf, Thanksgiving child's birth and circumcision ceremony. Bordah functions of traditional music as entertainment, as Iringin, means of communication, expression of gratitude, the continuity of culture and a means of self-expression.  Local  wisdom  values  bordah  traditional  music  at  the  wedding  ceremony coastal communities wither North Labuhan Batu district: religious values, the value of art, solidarity, tolerance, the value of harmony and peace, the value of modesty, the economic value and the value of education. Keywords : Existence, Function Music, Local Wisdom, Bordah.
PENGEMASAN BAHAN AJAR KOMPUTER MUSIK DASAR BERBASIS E-LEARNING DI PRODI PENDIDIKAN MUSIK UNIVERSITAS NEGERI MEDAN Satria, Tri Danu; Suroso, Panji; Sembiring, Adina Sastra
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 9 No. 1 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v9i1.18013

Abstract

Penelitian ini membahas tentang media bahan ajar Komputer Musik Dasar yang dikemas dalam bentuk e-learning. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pengemasan penggunaan software Sibelius 7 yang dikemas ke dalam bentuk e-learning dan mendeskripsikan langkah-langkah pengunggahan (upload) bahan ajar yang dikemas kedalam bentuk file multimedia menjadi sistem pembelajar berbasis web (internet). Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori tentang pengemasan, bahan ajar, e-learning, komputer musik, dan software notater sibelius 7. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang menjelaskan dan mendeskripsikan teori kedalam bentuk kata-kata. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa angket Uji Ahli Materi dan angket Uji Ahli Media, angket ini terdiri dari aspek penilaian yaitu berdasarkan standar kompetensi. Tahap pengemasan dalam pembuatan bahan ajar komputer musik dasar dimulai dengan tahap Perencanaan, Pelaksanaan, dan Evaluasi. Langkah-langkah pengunggahan bahan ajar e-learning dengan menggunakan aplikasi Google Drive dan aplikasi Bitly. Pemilihan bahan ajar secara online atau e-learning dilatar belakangi kemudahan, efisiensi, efektivitas dan keawetan materi sehingga bisa diakses dimana saja dan kapan saja. Penelitian ini menghasilkan suatu produk bahan ajar berupa e-learning berformat slide, Portable Document Format (PDF), dan Vidio yang dapat dijadikan media pembelajaran. Penelitian ini juga menghasilkan bahan ajar online yang dapat diakses dan diunduh melalui link bit.ly/komputermusikdasar.
Penerapan Inovasi Model Instrumen Musik Kulcapi Senar 4 pada Kelompok Seniman Tradisional Produktif di Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo Widiastuti, Uyuni; Suroso, Panji; Togatorop, Merdy R. S; Satria, Tri Danu
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 9 No. 2 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik (December)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v9i2.20428

Abstract

Studi ini bertujuan menjelaskan proses penerapan produk hasil inovasi kulcapi senar 4, pada kelompok seniman tradisional produktif yang ada di Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, mengikuti pendapat Miles dan Huberman (1984) yakni: 1) pengumpulan data yang dilakukan melalui wawancara dan pengamatan; 2) pengamatan intisari dokumen; 3) perekaman dan pencatatan; 4) reduksi data; 5) memilih hal-hal yang pokok untuk dapat direduksi; 6) memfokuskan hal-hal yang penting dan membuang yang tidak perlu; dan 7) menyajikan data secara lengkap dilakukan dengan mendeskripsikan data dalam bentuk teks yang bersifat naratif dan bagan. Penarikan kesimpulan dan verifikasi dilakukan pada bagian konklusi. Dalam studi ini dideskripsikan kulcapi 4 senar menjadi solusi alternatif yang memungkinkan para seniman untuk mengeksplorasi nada-nada dengan jangkauan yang lebih luas. Hasil studi menunjukkan bahwa inovasi model instrumen musik kulcapi senar 4 merupakan pengembangan konsep organologi dari senar 2 menjadi senar 4 dengan alasan untuk dapat mengeksplorasi dan menjangkau nada-nada secara lebih luas. Penerapan inovasi model instrumen kulcapi senar 4 pada kelompok seniman produktif di Kecamatan Kabanjahe Kabupaten Karo bertujuan membentuk kemampuan seniman produktif dalam menciptakan inovasi atau memproduksi instrumen kulcapi senar 4, yang dampaknya dapat meningkatkan perekonomian seniman. Serta untuk menciptakan atau mengembangkan ide dan konsep baru dalam menyajikan pertunjukan musik ansambel gendang kulcapi Karo.
Bentuk Dan Fungsi Lagu Tawar Sedenge Pada Masyarakat Gayo di Kabupaten Aceh Tengah Rizqullah, Muhammad Fiqri; Suroso, Panji
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 10 No. 1 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v10i1.26100

Abstract

Tujuan penelitan ini adalah untuk mengetahui bentuk dan fungsi dari lagu Tawar Sedenge yang ada pada masyarakat Gayo Kabupaten Aceh Tengah. Penelitian ini berdasar kepada landasan teoretis yang menjelaskan tentang konsep eksistensi, dan fungsi musik, yang kemudian dipaparkan, dan dijelaskan secara sistematis untuk memperdalam atau menginterpretasikan data secara spesifik dalam rangka menjawab keseluruhan pertanyaan penelitian. Metode penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yaitu dengan mengumpulkan dan menyusun data lalu dipaparkan dan diinterpretasikan. Hasil penelitian menunjukan bahwa; 1) Bentuk lagu Tawar Sedenge merupakan lagu satu bagian dengan bentuk AB. 2) Lagu Tawar Sedenge sebagai fungsi yang terbagi atas sepuluh fungsi yang dikemukakan oleh Alan P. Merriam diantaranya adalah sebagai ekspresi emosional, kenikmatan estetis, hiburan, komunikasi, representasi simbolis, respon fisik, menguatkan konformitas terhadap norma sosial, validasi terhadap institusi sosial dan ritual keagamaan, kontribusi terhadap kontinyuitas dan stabilitas budaya, dan kontribusi terhadap integrasi masyarakat.
The Technique of Bebano Drums on Accompanying Jogi Dance in Wansendari Art Studio Batam City Faith, Rhema; Suroso, Panji
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 10 No. 2 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik (December)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v10i2.27615

Abstract

The purpose of this study is: To find out how the technique of playing Gendang Bebano in accompanying the jogi dance in the wansendari art studio. The approach and type of research used by the researcher is descriptive qualitative. This research was conducted at the Wansendari Art Studio, Batam City, so the population of this study were all members of the Wansendari Art Studio. While the samples of this study were members of the studio musicians, the head of the studio, the instructor of the studio as well as the head of culture in the city of Batam. The writing uses data collection techniques in the form of: observation to produce valid data regarding the technique of playing the Gendang Bebano in accompanying the jogi dance. Interview to get the results of research on the technique of playing Gendang Bebano in accompanying the jogi dance. Documentation for additional data in the form of photos, recordings and videos. The results of this study prove that the technique of playing the Gendang Bebano in the form of the body position of the drummers is sitting cross-legged and the drums are above the players' feet The Bebano of the drum is held by both players' hands and produces the sound of tak, pung, plang, tung. On the sound without using the index finger, middle finger, third finger, and little fingers, they are hit on the edge of the drum skin. The sound of pung uses the index finger, middle finger, third finger, and little finger but is hit in the middle area of the drum with the fingers in a straight position with the palm of the hand attached to the edge of the drum. In the plaang sound, the middle finger, third finger, and little finger are beaten on the edge of the drum but the palms are attached to the circumference of the drum. For the tung sound, use 4 straight fingers and hit in the middle of the drum.
Pergeseran Makna Kesenian Musik Bordah Pada Upacara Perkawinan Masyarakat Melayu di Kelurahan Gunting Saga Situmorang, Syaraya Hartika; Sebayang, Vanesia Amelia; Suroso, Panji
Ganaya : Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol 8 No 3 (2025)
Publisher : Jayapangus Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37329/ganaya.v8i3.4680

Abstract

Bordah music is a cultural heritage of the Malay community that is full of spiritual and religious values. However, in the context of marriage ceremonies in Gunting Saga Village, this art has experienced a shift in meaning due to the influence of modernization and social change. This study aims to: (1) describe the form of presentation of Bordah art in the wedding ceremony of the Malay community; (2) analyze the factors causing the shift in the meaning of Bordah; and (3) examine the community's perception of changes in the form and function of the art. This research uses a qualitative approach with data collection techniques through observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was conducted inductively-qualitatively with a semiotic approach to reveal the symbolic meaning contained in Bordah performances. The results showed that Bordah art has shifted from a sacred-religious function to a symbolic entertainment function. This shift is influenced by the modernization of musical instruments, the decline in the regeneration of artists, and changes in the cultural preferences of the younger generation. This research contributes to the study of traditional cultural adaptation to modernization, and offers a theoretical understanding of the transformation of meaning in local performing arts practices. The implications of these findings suggest the need for cultural preservation strategies that are responsive to social and generational dynamics.
Politik dalam Bingkai Media: Studi Mediatization of Politics terhadap Konten Sosial Media Dedi Mulyadi Arwansyah, OK Dedy; Wiflihani, Wiflihani; Suroso, Panji; Sigalingging, Helsiana; Bangun, Daniel P
Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS) Vol 8, No 1 (2025): Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), August
Publisher : Mahesa Research Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34007/jehss.v8i1.2720

Abstract

Penelitian ini membahas strategi komunikasi politik Dedi Mulyadi melalui media sosial dalam kerangka mediatization of politics. Dalam konteks politik digital, media sosial telah menjadi ruang utama pembentukan citra politik yang bersifat personal, visual, dan emosional. Dedi Mulyadi memanfaatkan platform seperti YouTube dan Facebook untuk merepresentasikan dirinya sebagai pemimpin yang merakyat, spiritual, dan menjunjung budaya Sunda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus, serta analisis wacana kritis terhadap konten video yang diproduksi secara rutin dan sistematis. Hasil analisis menunjukkan bahwa Dedi Mulyadi berhasil mengadaptasi logika media digital melalui storytelling, simbol budaya, dan narasi populis. Strategi tersebut memperkuat keterhubungan emosional antara politisi dan publik, sekaligus membentuk citra yang konsisten dan efektif di ranah digital. Meski demikian, dominasi narasi personal juga berpotensi mengaburkan substansi kebijakan yang ditawarkan. Penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi politik era digital ditentukan oleh kemampuan beradaptasi terhadap logika media yang terus berubah.