Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

SOSIALISASI EDUKASI PENGETAHUAN DETEKSI DINI RISIKO JATUH PADA LANSIA Ezalina, Ezalina; Malfasari, Eka; Erlin, Fitry
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 6, No 1 (2023): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v6i1.12652

Abstract

Abstrak: Jatuh merupakan kejadian dimana seseorang berhenti secara tidak sengaja di lantai. Sekitar 1 dari 3 orang lansia mengalami jatuh setiap tahunnya dimana 30% mengalami jatuh di rumah. Gangguan keseimbangan postural menjadi salah satu penyebab terjadinya jatuh pada lansia. Jatuh mengakibatkan cedera, kerusakan fisik dan psikologis dan mengakibatkan kematian akibat komplikasi yang diderita. Hasil penelitian menunjukkan lansia yang memiliki kemampuan  aktivitas yang tinggi cenderung mempunyai latihan keseimbangan yang baik dan mempunyai risiko jatuh yang sangat rendah sehingga disarankan untuk meningkatkan frekuensi aktifitas di luar rumah untuk mengurangi risiko jatuh. Tujuan dilaksanakan pengabdian masyarakat adalah meningkatkan pengetahuan dan melatih cara untuk mendeteksi dini risiko jatuh pada lansia. Mitra dalam kegiatan ini adalah lansia yang berada di Posyandu Lansia RW 08 Kelurahan Umban Sari Kecamatan Rumbai Kota Pekanbaru dengan jumlah 23 orang. Kegiatan diawali dengan pemeriksaan kesehatan, dan pengukuran risiko jatuh pada lansia, Kegiatan inti edukasi diawali dengan apersepsi tentang pengalaman jatuh yang dialami lansia, penyampaian materi, penilaian risiko jatuh, dan diakhiri dengan diskusi dan tanya jawab. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui tanya jawab terhadap materi yang telah disampaikan. Hasil akhir kegiatan adalah terjadi peningkatan pengetahuan lansia dari 35% menjadi 95% yang terlihat dari adanya antusias lansia saat mendengarkan materi, dan keinginan untuk melakukan aktifitas secara rutin sesuai kemampuan serta berhati hati dalam melaksanakan aktifitas.    Abstrak: A fall is an incident where a person accidentally stops on the floor. Approximately, 1 in 3 elderly people experience it each year where 30% fall at home. Impaired postural balance is one of the causes of falls in the elderly. A fall can cause injuries, physical and psychological damages and result in death due to complications suffered. Studies showed that the elderly people who have high activity abilities tend to have good balance training and have a very low risk of falling, The purpose of carrying out the community service was to increase knowledge and trained ways to detect early risk of falling in the elderly. The partners in this activity were the elderly who were at the Integrated Health Center RW 08, Umban Sari Village, Rumbai District, Pekanbaru City with a total of 23 people. The activity began with a medical check-up and measuring the risk of falling in the elderly. The main educational activity began with apperceptions about the experiences of falls experienced by the elderly, delivering material, assessing the risk of falling, and ended with discussion and questions and answers. Evaluation of the activity was carried out through question and answer on the material that had been delivered. The final result of the activity was an increase in the knowledge of the elderly from 40% to 95% as seen from the enthusiasm of the elderly when listening to the material and their desire to carry out activities regularly according to ability and be careful in carrying out activities.
The Relationship between Family Support and Emotional Mental Disorders in Adolescents Devita, Yeni; Okviani, Nadia; Emulyani, Emulyani; Erlin, Fitry
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v8i1.5969

Abstract

Adolescent emotional disorders are behaviors that are not in accordance with their age stages. The number of problems and deviant behaviors in adolescence shows that adolescents are a risk group for emotional mental disorders. The purpose of the study was to determine the relationship between family social support and emotional mental disorders in adolescents. This type of quantitative research has a cross-sectional design. The research sample is 288 respondents. The sampling technique uses stratified random sampling. Data collection was carried out using a social support questionnaire and a Strenght and Difficulties Questionnaire (SDQ) questionnaire. The data was analyzed by the Chi square test. The results of the univariate analysis related to the characteristics of the respondents were almost all (94.8%) of the respondents were at the age of 12-15 years (early adolescence) as many as 273 people, and more than half (68.1%) of the respondents were female as many as 196 people. In terms of the frequency distribution of family support, half of the respondents did not get family support as many as 146 respondents (50.7%). Frequency distribution of the frequency of adolescent emotional mental disorders almost half of the respondents had emotional disorders in the borderline range as many as 123 respondents (42.7%). The results of the statistical test obtained p-value = 0.00 < 0.05 so that it can be concluded that there is a relationship between family support and adolescent mental disorders. There needs to be high family social support to prevent mental disorders in adolescents.
Sosialisasi Mitigasi Bencana : Pengenalan Bencana di SDN 017 Pelambaian Sebagai Upaya Peningkatan Pengetahuan Siswa Terhadap Mitigasi Bencana Untuk Generasi Cepat Tanggap Fitry Erlin; Fhirly Setiani Putri; Rahma Salsabila; Hasfia Khasfi; Pamungkasari, Leni
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v5i2.1272

Abstract

Bencana yang sering terjadi di Indonesia memberikan dampak yang serius bagi semua kalangan masyarakat, khususnya pada anak usia dini. Salah satu cara untuk mengurangi dampak bencana adalah dengan melakukan mitigasi bencana. Berdasarkan penelitian sebelumnya, mitigasi bencana pada anak usia dini untuk anak SD belum pernah dilakukan. Padahal mitigasi bencana atau penanganan bencana perlu diberikan sejak dini. Oleh karena itu peneliti akan melakukan mitigasi bencana, salah satunya tsunami pada anak usia dini (SD) dengan cara memberikan kegiatan bermain yang terdiri dari peningkatan wawasan tentang pengertian, dampak, dan keterampilan mitigasi bencana, hingga anak SD dalam melakukan simulasi sederhana dengan tenang, tanpa ada kepanikan. Berdasarkan hasil penelitian yang telah ditemukan, kegiatan bermain dapat menjadi salah satu cara untuk melakukan mitigasi bencana tsunami. Kegiatan bermain dengan tema bencana ini perlu dilakukan secara berkesimbungan agar proses evakuasi saat bencana dapat terekam lebih baik pada memori anak-anak dan hal yang terpenting adalah proses sosialisasi dan mitigasi bencana pun perlu dikuasi terlebih dahulu oleh guru. (sumber : Jurnal Pendidikan : Early Childhood)Kata kunci : mitigasi bencana, anak usia dini.
Edukasi Relaksasi Nafas Dalam dan Hipnotis 5 Jari Untuk Mengatasi Kecemasan Pada Lansia Hipertensi Devita, Yeni; Saputra, Rahmat; Puswati, Desti; Nita, Yureya; Erlin, Fitry
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.226

Abstract

Kecemasan merupakan masalah psikologis yang umum terjadi pada lansia dengan hipertensi dan dapat memperburuk kondisi tekanan darah apabila tidak ditangani dengan tepat. Pendekatan non-farmakologis seperti relaksasi napas dalam dan hipnotis 5 jari menjadi alternatif intervensi yang efektif, aman, dan mudah diterapkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan lansia dalam mengelola kecemasan melalui edukasi teknik relaksasi napas dalam dan hipnotis 5 jari. Edukasi diberikan kepada kelompok lansia di Yayasan Embun Kehidupan Bangsa Pekanbaru melalui metode ceramah, demonstrasi, dan praktik langsung. Evaluasi dilakukan melalui observasi dan kuesioner tingkat kecemasan sebelum dan sesudah intervensi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan pada sebagian besar peserta setelah mengikuti edukasi. Lansia juga menunjukkan antusiasme tinggi dan mampu mempraktikkan teknik secara mandiri. Edukasi teknik relaksasi napas dalam dan hipnotis 5 jari efektif dalam menurunkan kecemasan pada lansia dengan hipertensi. Intervensi ini dapat diterapkan secara luas dalam program promotif dan preventif berbasis komunitas.
Asuhan Keperawatan Gerontik dengan Penerapan Kompres Hangat Bubuk Jahe Merah (Zingiber Officinale) terhadap Masalah Nyeri Akut pada Penderita Gout Arthritis di Desa Sari Galuh, Kecamatan Tapung Kabupaten Kampar Vina Apriana; Alfianur; Candra Saputra; Fitry Erlin
Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan Vol. 1 No. 2 (2025): Galen: Jurnal Riset Ilmu Farmasi dan Kesehatan
Publisher : PT Pustaka Cendekia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71417/galen.v1i2.22

Abstract

Lansia merupakan kelompok yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan, termasuk gout arthritis yang ditandai dengan nyeri akut akibat penumpukan kristal asam urat di sendi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penerapan kompres hangat bubuk jahe merah (Zingiber officinale) terhadap pengurangan nyeri akut pada penderita gout arthritis di Desa Sari Galuh, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan desain pre-eksperimental one-group pre-post test. Subjek penelitian adalah dua lansia yang mengalami nyeri sendi akibat gout. Data pengukuran nyeri diperoleh melalui skala Numeric Rating Scale (NRS) dan kadar asam urat menggunakan strip uric acid. Hasil menunjukkan penurunan signifikan skala nyeri dan kadar asam urat setelah pemberian terapi kompres hangat bubuk jahe merah selama 7 hari. Terapi ini terbukti efektif sebagai intervensi non-farmakologis untuk mengurangi nyeri dan menurunkan kadar asam urat pada lansia penderita gout arthritis. Diharapkan, terapi ini dapat dijadikan alternatif sebagai penanganan mandiri dan pelengkap pengobatan konvensional.
Penerapan Model Praktik Keperawatan Profesional (Mpkp) Di Ruang Rawat Inap Cemara 1 Rumah Sakit Bina Kasih Pekanbaru Rizki, Alifah Fitri; Nita , Yureya; Arfina, Angga; Erlin, Fitry
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2167

Abstract

Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP) merupakan pendekatan pelayanan keperawatan yang menekankan tanggung jawab perawat secara profesional dalam memberikan asuhan kepada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan dalam penerapan MPKP model primer, serta menganalisis hubungannya dengan tingkat kepuasan pasien di Ruang Rawat Inap Cemara 1 Rumah Sakit Bina Kasih Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah deskriptif observasional dengan pendekatan pre post. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, serta penyebaran dua kuesioner, yaitu kuesioner penerapan MPKP kepada perawat pelaksana dan kuesioner mutu pelayanan keperawatan (SERVQUAL) kepada pasien. Intervensi dilakukan selama lima hari (20–24 Mei 2025) oleh penulis sebagai ners muda. Hasil menunjukkan adanya peningkatan skor pada kuesioner penerapan MPKP setelah intervensi, dengan satu perawat meningkat dari kategori sedang ke tinggi. Pada kuesioner mutu pelayanan keperawatan, seluruh pasien tetap berada dalam kategori tinggi, namun mengalami peningkatan skor pasca intervensi. Kendala yang ditemukan dalam penerapan MPKP meliputi kurangnya pembagian tanggung jawab pasien secara formal, tidak adanya supervisi rutin, dan minimnya fasilitas penunjang. Kesimpulan dari kegiatan ini menunjukkan bahwa penerapan MPKP model primer secara sederhana dapat memberikan dampak positif terhadap praktik profesional perawat dan persepsi mutu pelayanan oleh pasien. Perlu dukungan sistematis dari manajemen keperawatan agar implementasi MPKP dapat berjalan optimal dan berkelanjutan.
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Halusinasi Pendengaran Dengan Penerapan Terapi Aktivitas Menggambar Di Ruangan Mandau 2 RSJ Tampan Provinsi Riau Windi Okdwi Delta Maulina; Rina Herniyanti; Ifon Driposwana Putra; Fitry Erlin
Jurnal Sains Farmasi Dan Kesehatan Vol. 3 No. 1 (2025): Mei - Agustus
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jfkes.v3i1.3212

Abstract

The impact that can be caused by patients experiencing auditory hallucinations is a loss of self-control. Patients experience panic and their behavior is controlled by their hallucinations. In this situation, patients can commit suicide, kill others (homicide), and even damage the environment. To minimize the impact of hallucinations, appropriate hallucination treatment is needed. One way to manage hallucinations is through generalist therapy and drawing activities. Drawing activity therapy aims to minimize the patient's interaction with their world, express thoughts, feelings, and emotions that influence behavior, provide motivation and happiness, entertain and distract the patient, so that attention is not focused. The purpose of this study is to provide therapy for patients with auditory hallucinations using drawing activity therapy. The method used in this scientific work is drawing therapy intervention. The sample of this study was 1 schizophrenia patient with a nursing diagnosis of auditory hallucinations. The study was conducted on April 24-26, 2025. The results showed that after drawing therapy on the third day, the patient said that sometimes he still heard whispers but the voices had decreased and the patient said he wanted to go home immediately.
PENERAPAN TERAPI RELAKSASI GENGGAM JARI TERHADAP PENINGKATAN PERFUSI PERIFER PADA PENDERITA HIPERTENSI Prissilla, Tasyha; Alfianur; Saputra, Candra; Erlin, Fitry
Jurnal Keperawatan Muhammadiyah Vol 10 No 3 (2025): JURNAL KEPERAWATAN MUHAMMADIYAH
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/jkm.v10i3.26355

Abstract

Objective: to identify description of the results of the practice of the Nursing Profession with the Application of Gerontic Nursing Care with the Application of Finger-Grasping Relaxation Therapy to Increase Peripheral Perfusion in Hypertension Patients. Methods: This article the method used in the implementation of nursing interventions is the provision of Finger Grasp Relaxation therapy in elderly people with hypertension. The implementation was carried out for 7 consecutive days for 10 minutes. The subjects in this application were 2 elderly people. Results: The results of this case study after 7 days of subjects applying finger grip relaxation therapy showed that on average after being given there was a significant difference in the success of the elderly in the recommended activities before and after being given finger grip relaxation and there was a change in systolic and diastolic blood pressure in the elderly with hypertension. Conclusion: The advantage of this finger holding relaxation therapy is that it balances the energy in the body to control emotions which allows the body to relax
The Relationship between Family Support and Emotional Mental Disorders in Adolescents Devita, Yeni; Okviani, Nadia; Emulyani, Emulyani; Erlin, Fitry
Jurnal Keperawatan Priority Vol. 8 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Prima Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/jukep.v8i1.5969

Abstract

Adolescent emotional disorders are behaviors that are not in accordance with their age stages. The number of problems and deviant behaviors in adolescence shows that adolescents are a risk group for emotional mental disorders. The purpose of the study was to determine the relationship between family social support and emotional mental disorders in adolescents. This type of quantitative research has a cross-sectional design. The research sample is 288 respondents. The sampling technique uses stratified random sampling. Data collection was carried out using a social support questionnaire and a Strenght and Difficulties Questionnaire (SDQ) questionnaire. The data was analyzed by the Chi square test. The results of the univariate analysis related to the characteristics of the respondents were almost all (94.8%) of the respondents were at the age of 12-15 years (early adolescence) as many as 273 people, and more than half (68.1%) of the respondents were female as many as 196 people. In terms of the frequency distribution of family support, half of the respondents did not get family support as many as 146 respondents (50.7%). Frequency distribution of the frequency of adolescent emotional mental disorders almost half of the respondents had emotional disorders in the borderline range as many as 123 respondents (42.7%). The results of the statistical test obtained p-value = 0.00 < 0.05 so that it can be concluded that there is a relationship between family support and adolescent mental disorders. There needs to be high family social support to prevent mental disorders in adolescents.