Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DIET HIPERTENSI LANSIA DENGAN KEJADIAN KEKAMBUHAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS LANGSAT KOTA PEKANBARU Novezhia Rifa Yanti, Dilgu Meri, Suci Amin
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi pada lansia merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan karena prevalensinya yang terus meningkat dan risiko komplikasi yang tinggi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang diet hipertensi dengan kejadian kekambuhan hipertensi pada lansia di Puskesmas Langsat Kota Pekanbaru. Metodologi Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan desain cross‐sectional, dilaksanakan pada bulan Agustus hingga November 2025 dengan sampel sebanyak 91 lansia hipertensi yang tercatat aktif pada periode Mei–Juli 2025. Instrumen yang digunakan terdiri dari kuesioner pengetahuan diet hipertensi dan observasi rekam medis untuk menentukan kejadian kekambuhan (tekanan darah ≥140/90 mmHg). Hasil: : Analisis univariat menggambarkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang tergolong “kurang” (57,1 %) dan mengalami kekambuhan hipertensi (60,4 %). Selanjutnya, analisis bivariat dengan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan diet hipertensi dan kejadian kekambuhan (p-value 0,000). Kesimpulan: Temuan ini mengindikasikan bahwa lansia yang memiliki pengetahuan diet hipertensi yang lebih baik cenderung memiliki kemungkinan kekambuhan yang lebih rendah. Dengan demikian, peningkatan pengetahuan diet terhadap hipertensi pada lansia dapat menjadi strategi penting dalam mencegah kekambuhan hipertensi di layanan primer. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program edukasi diet hipertensi yang lebih intensif di Puskesmas Langsat dan institusi kesehatan lainnya. Kata Kunci: Lansia, Hipertensi, Pengetahuan Diet, Kekambuhan
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kualitas Hidup Pasien Hemodialisis Di Ruangan HD RS Awalbros A Yani Pekanbaru Miki Sepriadi; Rifa Yanti; Suci Amin; Ahmad Redho
Sains Medisina Vol 4 No 4 (2026): Sains Medisina
Publisher : CV. Wadah Publikasi Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63004/snsmed.v4i4.1055

Abstract

Kualitas hidup pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisis cukup menarik perhatian bagi profesional kesehatan, karena masalah kualitas hidup menjadi sangat penting dalam pemberian layanan keperawatan yang menyeluruh bagi pasien, dengan harapan pasien dapat menjalani hemodialisa dan mampu bertahan hidup walau dengan bantuan mesin dialisat. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat faktor-faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pada pasien yang menjalani hemodialisa. Penelitian ini dilakukan di Rumah Sakit Awal Bros A Yani , dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Metode pengambilan sampel pada penelitian ini adalah teknik non probability sampling dengan pendekatan purposive sampling sebanyak 62 pasien. Hasil analisi menggunakan uji correlation person-spearman’s, uji regresi linear, uji maan whitney dan uji kruskal wallis test. Menunjukan adanya hubungan bermakna antara kadar hemoglobin dengan kualitas hidup responden yang menjalani hemodialisa (p value 0,000) dan hubungan yang kuat (r = 0,647) nilai r menunjukkan semakin tinggi kadar Hb semakin tinggi nilai kualitas hidup. Besaran koefisien determinasi (R Square) hb adalah 38,7 % Hb berarti 38,7% Hb menentukan nilai kualitas hidup responden yang menjalani hemodialisa, sisahnya 61,3 % ditentukan faktor lain. Pada persamaan garis regresi linear sederhana, nilainya sebesar (6,339 Hb) artinya bahwa setiap penurunan kadar Hb 1% maka nilai kualitas hidup responden akan menurun sebesar 6,339 Hb. Tidak terdapat hubungan bermakna antara usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, dan lama menjalani hemodialisa. Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi perawat hemodialisa dalam memberikan asuhan keperawatan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien yang menjalani hemodialisis dan memberikan edukasi, dorongan motivasi pada pasien yang menjalani hemodialisis.
Administration of Boiled Moringa Leaf Extract to Lower High Blood Pressure in Hypertensive Patients Marini Marini; Ika Permanasari; Destria Efliani; Suci Amin
Journal of Educational Innovation and Public Health Vol. 3 No. 2 (2025): Journal of Educational Innovation and Public Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/innovation.v3i2.3670

Abstract

Hypertension is a significant health issue as it serves as a major risk factor for various diseases, including heart disease, kidney failure, diabetes mellitus, and stroke. One pharmacological method that can help lower blood pressure is consuming boiled moringa leaf (Moringa oleifera) extract. This study aims to analyze the effects of consuming boiled moringa leaf extract on reducing blood pressure in individuals with hypertension in Sebauk Village, within the working area of Meskom Public Health Center, Bengkalis District. This study employed a case study method with a descriptive design. The research findings indicate that before consuming boiled moringa leaf extract, the systolic blood pressure of the respondents ranged from 145 mmHg to 165 mmHg, with an average of 152.81 mmHg. Meanwhile, the diastolic blood pressure ranged from 90 mmHg to 120 mmHg, with an average of 96.19 mmHg. After the administration of boiled moringa leaf extract, the systolic blood pressure of the respondents decreased, ranging from 130 mmHg to 160 mmHg, with an average of 138.44 mmHg. Additionally, the diastolic blood pressure dropped to a range of 80 mmHg to 100 mmHg, with an average of 85.31 mmHg. Based on these findings, it is recommended that Meskom Public Health Center educate the community about the risks of hypertension and its prevention and management, including consuming boiled moringa leaf extract as a natural alternative to help lower blood pressure.
The Effect of Dhikr Therapy on Anxiety Levels in the Elderly at UPT PSTW husnul Khotimah, Riau Province Nurdian Sasmita; Suci Amin; Tengku Isni Yuli Lestari Putri; Rahmaniza Rahmaniza
INDOGENIUS Vol 5 No 2 (2026): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v5i2.1034

Abstract

Background & Objective: Anxiety is a common psychological problem among the elderly that can reduce quality of life if left unmanaged. Dhikr therapy is a non-pharmacological spiritual intervention that may help alleviate anxiety. Methode: This study aimed to determine the effect of dhikr therapy on anxiety levels among elderly individuals at UPT PSTW Husnul Khotimah, Riau Province. A quantitative pre-experimental one-group pretest–posttest design was used with 61 elderly respondents selected through purposive sampling. Anxiety levels were measured using the Indonesian version of the Zung Self-Rating Anxiety Scale (ZSAS). Dhikr therapy was administered for three consecutive days, and data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Result: The results showed a significant reduction in anxiety levels after the intervention (p < 0.05). Conclusion: In conclusion, dhikr therapy is effective in reducing anxiety among the elderly and can be applied as a non-pharmacological nursing intervention in elderly care settings.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DIET HIPERTENSI LANSIA DENGAN KEJADIAN KEKAMBUHAN HIPERTENSI DI PUSKESMAS LANGSAT KOTA PEKANBARU Novezhia, Rifa Yanti, Dilgu Meri, Suci Amin
JURNAL AKADEMI KEPERAWATAN HUSADA KARYA JAYA Vol 12 No 1 (2026): JAKHKJ Maret 2026
Publisher : Akademi Keperawatan Husada Karya Jaya Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59374/jakhkj.v12i1.688

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi pada lansia merupakan tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan karena prevalensinya yang terus meningkat dan risiko komplikasi yang tinggi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat pengetahuan tentang diet hipertensi dengan kejadian kekambuhan hipertensi pada lansia di Puskesmas Langsat Kota Pekanbaru.Metodologi Penelitian: Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik kuantitatif dengan desain cross‐sectional, dilaksanakan pada bulan Agustus hingga November 2025 dengan sampel sebanyak 91 lansia hipertensi yang tercatat aktif pada periode Mei–Juli 2025. Instrumen yang digunakan terdiri dari kuesioner pengetahuan diet hipertensi dan observasi rekam medis untuk menentukan kejadian kekambuhan (tekanan darah ≥140/90 mmHg).Hasil: Analisis univariat menggambarkan bahwa mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan yang tergolong “kurang” (57,1 %) dan mengalami kekambuhan hipertensi (60,4 %). Selanjutnya, analisis bivariat dengan uji chi-square menunjukkan adanya hubungan bermakna antara tingkat pengetahuan diet hipertensi dan kejadian kekambuhan (p-value 0,000).Kesimpulan: Temuan ini mengindikasikan bahwa lansia yang memiliki pengetahuan diet hipertensi yang lebih baik cenderung memiliki kemungkinan kekambuhan yang lebih rendah. Dengan demikian, peningkatan pengetahuan diet terhadap hipertensi pada lansia dapat menjadi strategi penting dalam mencegah kekambuhan hipertensi di layanan primer. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program edukasi diet hipertensi yang lebih intensif di Puskesmas Langsat dan institusi kesehatan lainnya.Kata Kunci: Lansia, Hipertensi, Pengetahuan Diet, Kekambuhan
PENERAPAN MUSIK ISLAMI SEBAGAI NON FARMAKOLOGIS DALAM MENGATASI KECEMASAN HIPERTENSI PADA WARGA KELURAHAN PEBATUAN RW 06 RAHMANIZA RAHMANIZA; Ika Permanasari; Suci Amin
Jurnal Pengabdian Masyarakat 360 Derajat Vol 3 No 1 (2026): Pengabdian Masyarakat 360 Derajat
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/ysk41110

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular menjadi penyebab utama meningkatnya angka mortilitas dan mortalitas didunia. Selain menyebabkan berbagai komplikasi fisik, hipertensi juga sering disertai gannguan psikologis berupa kecemasan yang dapat memperburuk kondisi kesehatan penderita melalui peningkatan aktivitas sistem saraf simpatis. Salahsatu pendekatan nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk membantu mengurangi kecemasan adalah terapi musik islami. kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai hubungan kecemasan dengan hipertensi sekaligus memperkenalkan dan mempraktikkan musik islami sebagai terapi pendamping dalam mengurangi kecemasan pada penderita hipertensi di Kelurahan Pebatuan RW 06. Metode kegiatan meliputi penyuluhan kesehatan, edukasi mengenail hipertensi dan kecemasan, demonstrasi terapi musik islami, diskusi interaktif, serta evaluasi pemahaman peserta melalui sesi tanya jawab. Kegiatan diikuti oleh warga yang memiliki riwayat hipertensi maupun keluarga yang mendampingi penderita. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pentingnya penderita pengendalian kecemasan sebagai bagian dari pengelolaan hipertensi.Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi selama praktik mendengarkan musik terapi islami dan menyatakan merasakan ketenangan, kenyamanan, serta relaksasi setelah mengikuti sesi terapi. Terapi musik islami berpotensi menjadi intervensi nonfarmakologis yang sederhana, mudah diterapkan secara mandiri dirumah, ekonomis, dan dapat mendukung keberhasilan pengelolaan hipertensi secara holistik. oleh karena itu edukasi mengenai terapi musik islami perlu dikembangkan secara berkelanjutan sebagai bagian dari promosi kesehatan dimasyarakat
Pemberian Kompres Bawang Merah Efektif Menurunkan Nyeri Sendi pada Lansia Gout Arthtritis Lidya Ananta Septiandari; Suci Amin; Tengku Isni Yuli Lestari; Rahmaniza Rahmaniza
Jurnal Keperawatan Karya Bhakti Vol. 12 No. 2 (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Karya Bhakti Nusantara, Magelang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56186/jkkb.330

Abstract

Arthritis gout merupakan peradangan pada sendi akibat peningkatan kadar asam urat dalam darah yang ditandai dengan nyeri sendi, sehingga dapat mengganggu aktivitas penderita, prevalensi asam urat meningkat drastis pada lansia di populasi global, kondisi ini sangat umum terjadi pada lansia karna adanya penurunan fungsi tubuh pada lansia. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian kompres bawang merah terhadap penurunan nyeri sendi pada lansia gout arthritis di UPT PSTW di Pekanbaru. Metode: penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan rancangan metode quasi-eksperimental dengan pendekatan pre-test dan post-test. Sampel penelitian berjumlah 15 pasien gout arthritis dengan nyeri sendi dengan menggunakan teknik total sampling. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari hasil uji statistik dengan menggunakan Wilcoxon signed Rank Test didapatkan nilai median pre test 2,00 dan post test 1,00 dengan p-value 0,001 < 0,05 memiliki arti bahwa hipotesis nol ditolak. Kesimpulan: bahwa terdapat pengaruh pemberian kompres bawang merah terhadap nyeri sendi pada lansia gout arthritis. Disarankan pada lansia untuk melakukan kompres bawang merah untuk nyeri sendi.
PENYULUHAN KESEHATAN BANTUAN HIDUP DASAR (BHD)PADA WARGA KELURAHAN PEBATUAN RW 6 Tengku Putri; Rohmi Fadli; Suci Amin; Muhammad Dwi Satriyanto; Nur Hasna Gustika; Alfin Alfin
Jurnal Pengabdian Masyarakat 360 Derajat Vol 2 No 2 (2025): Pengabdian Masyarakat 360 Derajat
Publisher : Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35328/q4ggz116

Abstract

Henti jantung di luar rumah sakit merupakan penyebab kematian mendadak yang signifikan secara global dan memerlukan intervensi cepat pada menit-menit pertama untuk meningkatkan peluang bertahan hidup. Oleh karena itu, keterampilan dasar dalam memberikan pertolongan pertama seperti Bantuan Hidup Dasar (BHD) sangat penting dimiliki oleh masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan Warga RW6 Kelurahan Pebatuan tentang BHD. Metode kegiatan dilakukan dalam  tahap persiapan (observasi lokasi, penyusunan materi, dan persiapan alat), pelaksanaan (pretest, penyuluhan, demonstrasi, dan role play). Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai tindakan awal saat menghadapi kegawatdaruratan, dan diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan untuk membekali masyarakat dalam menghadapi situasi darurat secara cepat dan tepat
Hubungan Kualitas Pelayanan dengan Kepuasan Pasien Medical Check Up (MCU) Choirunnisa Choirunnisa; Suci Amin; Dilgu Meri; Rifa Yanti
Jurnal Penelitian Perawat Profesional Vol. 8 No. 1 (2026): Februari 2026, Jurnal Penelitian Perawat Profesional
Publisher : Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jppp.v8i1.1353

Abstract

Kualitas pelayanan kesehatan merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi tingkat kepuasan pasien terhadap layanan rumah sakit. Dalam kondisi persaingan fasilitas kesehatan yang semakin meningkat, rumah sakit dituntut untuk memberikan pelayanan yang berorientasi pada pasien serta mampu memenuhi kebutuhan dan harapan mereka secara optimal. Medical Check Up (MCU) sebagai layanan kesehatan preventif tidak hanya dinilai dari jumlah kunjungan pasien, tetapi juga dari sejauh mana pasien merasa puas terhadap mutu pelayanan yang diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kualitas pelayanan dengan tingkat kepuasan pasien pada unit MCU di Rumah Sakit Bakti Timah Karimun. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan potong lintang (cross-sectional). Sampel penelitian berjumlah 109 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner kualitas pelayanan dan kepuasan pasien, kemudian dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden menilai kualitas pelayanan dalam kategori baik (78%) dan menyatakan tingkat kepuasan sangat puas (74,3%). Hasil analisis uji validitas menggunakan korelasi  pearson product moment, menunjukkan bahwa nilai r hitung > r tabel (0,374), dan  hasil  uji reliabilitas menunjukkan bahwa kuesioner Kualitas Pelayanan MCU memiliki koefisien reliabilitas sebesar 0,873 > 0,6, sementara kuesioner kepuasan pasien MCU memperoleh koefisien reliabilitas sebesar 0,895 > 0,6. Hasil analisis statistik menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara kualitas pelayanan dan kepuasan pasien (p = 0,001 < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas pelayanan berkontribusi terhadap meningkatnya kepuasan pasien.
Pengaruh Penyuluhan Manajemen Nyeri terhadap Pengetahuan Siswi yang Mengalami Dismenore di Madrasah Tsanawiyah Bustanul Ulum Pekanbaru Cindy Nur Fadilah; Fitra Mayenti; Ahmad Redho; Suci Amin
Jurnal Akademika Baiturrahim Jambi Vol. 15 No. 1 (2026): Maret
Publisher : Universitas Baiturrahim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36565/jab.v15i1.1045

Abstract

Dysmenorrhea is the most common menstrual disorder experienced by adolescent girls and is characterized by pain in the lower abdomen that can interfere with learning activities, concentration, and quality of life. This study aimed to determine the effect of pain management counseling on the level of knowledge among female students experiencing dysmenorrhea at MTs Bustanul Ulum Pekanbaru.This study employed a quantitative method with a quasi experimental design using a one-group pre-test and post-test approach. The sample consisted of 102 female students, selected using cluster sampling technique. The instrument used was a menstrual pain management knowledge questionnaire administered before and after the counseling. Data analysis was conducted using the Wilcoxon Signed Rank Test.The results showed that the majority of respondents were 14 years old, totaling 50 respondents (49.0%). Before the counseling, 71 respondents (69.6%) had a good level of knowledge, while after the counseling, 96 respondents (94.1%) had a good level of knowledge. The statistical test results indicated a p-value of 0.000 < 0.05, which means that there is a significant effect of pain management counseling on the knowledge level of female students experiencing dysmenorrhea at MTs Bustanul Ulum Pekanbaru