Claim Missing Document
Check
Articles

Sifat Kualitatif Sapi Bali Jantan Dan Betina Yang Dipelihara Secara Semi Intensif Di Kecamatan Gadung Kabupaten Buol R, Rahman; Laya, Nibras Karnain; Datau, Fahria
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 2, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.2.2.87-95.2024

Abstract

The study was conducted in October-December 2023 with 50 cattle located in Gadung Subdistrict, Buol Regency, 23 male and 37 female Balinese cattle. Descriptive analysis with observation procedures, namely skin colour, body parts, namely the front of the body, the middle, and the back. Back line, the observed part is the part of the back that has a black line. Legs, the observed parts are the socks, hoof shape, hoof colour of Balinese cattle. Head, observed parts are the eyes, horns and ears of Balinese cattle. Rump mirror colour, observed parts are the rump of Balinese cattle. The tail colour, observed is the tail of Balinese cattle, the age of livestock, which is using the dental formula to determine the age of livestock. The results showed that the qualitative characteristics of male and female Balinese cattle raised semi-intensively in Gadung subdistrict, Buol regency still have some similarities with other areas and is still included in the characteristics of Balinese cattle. Penelitian telah laksanakan di bulan Oktober-Desember 2023 sebanyak 50 ekor yang berlokasi di Kecamatan Gadung Kabupaten Buol, ternak sapi bali jantan sebanyak 23 ekor dan betina sebanyak 37 ekor. Analisis deskriptif dengan prosedur pengamatan yaitu warna kulit, bagian tubuh yaitu bagian depan tubuh, bagian tengah, dan bagian belakang. Garis punggung, bagian yang diamati yaitu bagian punggung yang memiliki garis hitam. Kaki sapi, bagian yang diamati yaitu bagian kaos kaki, bentuk kuku warna kuku sapi bali. Kepala sapi, bagian yang diamati yaitu bagian mata, tanduk dan telinga sapi bali .Warna cermin pantat, bagian yang diamati yaitu bagian pantat sapi bali. Warna ekor, diamati yaitu ekor sapi bali, umur ternak, yaitu menggunakan rumus gigi untuk mengetahui umur ternak. Hasil penelitian menunjukkan sifat kualitatif sapi bali jantan dan betina yang dipelihara secara semi intensif di kecamatan Gadung kabupaten Buol masih memiliki beberapa kesamaan dengan daerah lain dan masih termasuk ciri dari ternak sapi Bali. 
Characteristics of Male Bali Cattle in Toili District Laya, Nibras K.; Arifin, Muhammad A.; Syahruddin, syahruddin; Fathan, Suparmin; Datau, Fahria; Gubali, Syukri I.; Dako, Safriyanto
Jambura Journal of Animal Science Vol 6, No 2 (2024): Jambura Journal of Animal Science
Publisher : Animal Husbandry Department, Faculty of Agriculture Gorontalo State University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35900/jjas.v6i2.22174

Abstract

Bali cattle family is one of four native Indonesian cattle breeds that play an important role as a domestic source of meat.  Bali cattle have a major problem in their development such as low quality breeds due to inbreeding (internal crossbreeding) or maintenance management. One of the efforts to improve genetic quality and increase cattle productivity sustainably is through Performance testing. The aim of this research was to determine the phenotypic performance of male Bali cattle on community farms in Banggai Regency. The research used 100 male Bali cattle aged 2-3 years. This research used a field experimental method through observing and measuring livestock. The data was analyzed descriptively, describing the facts at the research location. The result show that body hair color of male Bali cattle consisted of brown, dark brown, blackish brown and black. The boundaries of the body color pattern on the legs and buttocks mirror were clearly visible, without any changes or deviations. Body weight of Bali cattle was 204.56 ± 14.32 kg. Body weight was strongly correlated with chest circumference, body length and height
PELATIHAN TEKNOLOGI PAKAN TERNAK SAPI DI DESA HUTABOHU KECAMATAN LIMBOTO BARAT KABUPATEN GORONTALO Djunu, Sri Suryaningsih; Ilham, Fahrul; Pateda, Sri Yeni; Syahruddin, Syahruddin; Laya, Nibras Karnain
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK            Desa Hutabohu kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo merupakan salah satu desa yang memiliki potensi limbah tanaman pangan yang melimpah, sehingga sangat berpotensi untuk pengembangan ternak sapi potong. Tujuan kegiatan pengabdian untuk memberikan informasi dan pengetahuan kepada masrakat peternak khususnya di desa Hutabohu kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo dalam memanfaatkan limbah tanaman pangan untuk pakan ternak sapi yang diolah melalui teknologi pakan pakan urea molases blok. Urea molases blok merupakan suplemen pakan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi, meningkatkan kecernaan pakan yang berkualitas rendah, meningkatkan palatabilitas pakan sehingga berimbas pada peningkatan bobot ternak. Hasil kegiatan pengabdian diperoleh bahwa semua petani peternak merespon dengan baik kegiatan pelaksanaan kegiatan pengabdian ini karena oleh peternak dirasa sangat membantu dalam memperoleh pakan yang murah, mudah didapat, melimpah dan bernilai nutrisi yang baik. Melalui kegiatan teknologi pembuatan pakan ini diharapkan masyarakat peternak dapat mengaplikasikan, memproduksi pakan urea molases blok secara kontinyu dan berkesinambungan, memiliki pakan sapi yang berkualitas sehingga peningkatan bobot badan ternak sapi dapat tercapai. Kata Kunci: Urea Molases Blok, Pakan Sapi.
PENINGKATAN KUALITAS PAKAN TERNAK SAPI POTONG DI DESA HUTABOHU KECAMATAN LIMBOTO BARAT KABUPATEN GORONTALO Laya, Nibras K; Djunu, Sri Suryaningsih; Ilham, Fahrul; Pateda, Sri Yeni; Syahruddin, Syahruddin; Saleh, Ellen J
Jurnal Pengabdian Masyarakat Teknologi Pertanian Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK            Pakan sapi potong merupakan aspek yang paling penting dalam pemeliharaan ternak sapi, karena pakan yang bermutu dan berkualitas baik membuat ternak sapi menjadi gemuk. Syarat pakan yang baik antaranya mampu memenuhi kebutuhan nutrisi seperti karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Untuk mendapatkan produksi ternak sapi yang tinggi selain kebutuhan nutrisi yang diperhatikan cara pemberian pakan, susunan formulasi pakan dan teknologi pakan juga menentukan produktivitas ternak sapi potong. Tujuan pelatihan pengabdian bagi peternak di Desa Hutabohu Kecamatan Limboto Barat Kabupaten Gorontalo adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan peternak dalam aspek pemberian pakan, memformulasi pakan dan pembuatan pakan jerami fermentasi untuk ternak sapi potong. Target khusus yang ingin dicapai pada kegiatan pengabdian ini adalah peternak mengetahui dan mampu membuat serta memformulasi pakan sapi secara mandiri, membuat mengolah pakan dan menyediakan pakan sapi potong yang berkualitas dan bernilai gizi tinggi serta tersedia secara kontinyu dan berkesinambungan. Kata Kunci: Pakan Sapi Potong, Jerami Fermentasi
Pelatihan Pembuatan Silase dan Fermentasi Jerami Padi Bagi Masyarakat Desa Bongopini Kecamatan Tilongkabila Kabupaten Bone Bolango Syahruddin; Mukhtar, Muhammad; Djunu, Sri Suryaningsih; Fathan, Suparmin; Laya, Nibras K.; Dako, Safriyanto; Bumulo, Sahrain
Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2024): Sosiologi Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Program Studi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/sjppm.v1i3.153

Abstract

Potensi limbah tanaman pangan seperti jerami padi dan jerami jagung di Desa Bongopini dan sekitarnya banyak tersedia pada waktu musim panen tiba. Tetapi peternak hanya memanfaatkan sebagian kecil limbah tersebut sebagai pakan ternak. Pengabdian masyarakat bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada peternak agar dapat mengolah jerami jagung dan jerami padi menjadi pakan dalam bentuk silase dan jerami padi fermentasi. Sehingga peternak dapat memaksimalkan pemanfaatan limbah tanaman pangan sebagai pakan ternak serta tidak mengalami kendala penyediaan pakan hijauan pada saat musim kemarau. Pelatihan menggunakan metode partisipatif dengan 50% teori dan 50% praktek aplikatif. Materi yang disajikan dengan ceramah, diskusi dan praktek langsung di lokasi tempat pengabdian masyarakat. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat memperlihatkan bahwa semua peternak merespon dengan baik pelaksanaan kegiatan pengabdian ini karena dapat menambah pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengolah jerami jagung dan jerami padi menjadi pakan ternak yang murah, mudah didapat dan melimpah. Pengolahan pakan dengan cara silase dan fermentasi jerami padi dapat meningkatkan nilai nutrisi dan palatabilitas pakan serta dapat mengatasi kekurangan pakan hijauan pada musim kemarau. Melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini peternak di Desa Bongopini dapat membuat silase dan jerami padi fermentasi, sehingga dapat meningkatkan pemanfaatan limbah tanaman pangan sebagai pakan ternak.
The Influence Of Farmer Characteristics On Beef Cattle Cultivation Competence In Suwawa District, Bone bolango regency Abdul, Muhamad Fiqkan; Pateda, Sri Yenny; Datau, Fahria; Sahara, La Ode; Laya, Nibras Karnain
International Journal of Technology and Education Research Vol. 4 No. 01 (2026): January- March, International Journal of Technology and Education Research (IJ
Publisher : International journal of technology and education research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijeter.v4i01.2623

Abstract

The success of beef cattle farming is closely related to the characteristics of farmers, as good character makes it easier for farmers to solve problems related to beef cattle breeding competencies. The purpose of this study is to find out the characteristics of farmers, beef cattle cultivation competence and the influence of farmer characteristics on beef cattle cultivation competence. The research was carried out in Suwawa District, Bone Bolango Regency. The research method used is the survey method The sample determination was carried out by purposive sampling, the number of samples was 54 people spread across 11 villages that are members of the livestock group. The analysis used was a quantitative descriptive analysis, namely to describe the characteristics of farmers and the level of competence of beef cattle cultivation and multiple regression analysis to test the influence of characteristics including age, education, experience and livestock ownership, on beef cattle cultivation competence. The results of the study show that the characteristics of farmers have an average age of 51 years which is classified as productive, the average elementary education is 44.4%, the average livestock business experience is 21 years, the average livestock ownership is 4 heads,. The level of competence of cattle farmers in the aspect of seeds has a score of 144, feed 157 cages, 146 reproduction, and 159 diseases. All aspects are in the good category with an average score of 155. at intervals of 135-175.5 . Variables of education and experience have a positive and significant effect on the competence of beef cattle cultivation, age has a positive but not significant relationship, livestock ownership has a negative and insignificant relationship. Overall, the influence of farmer characteristics on beef cattle cultivation contributed 38%.
Pengaruh Pemberian Tepung Daun Jagung Dan Tepung Rumput Laut Terhadap Bagian-Bagian Organ Dalam Ayam Broiler Deluku, Yasri Mar'atunisa; Rokhayati, Umbang Arif; Nugroho, Tri Ananda Erwin; I. Gubali, Syukri; Laya, Nibras Karnain
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 4, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.4.1.10-19.2026

Abstract

This study aims to analyze the effect of feeding corn leaf flour and seaweed flour on the internal organs of broiler chickens (liver, heart, gizzard, and spleen) raised in slatted cages. This study used a completely randomized design (CRD) with 6 treatments and 4 replicates, involving 96 broiler chickens. The variables observed included liver, heart, gizzard, and spleen weight. The results of the ANOVA statistical analysis showed that feeding a mixture of corn leaf flour and seaweed flour significantly (P<0.05) affected the liver, heart, gizzard, and spleen weight of broiler chickens. The treatments with alternative feed combinations (P3, P4, and P5) produced higher average organ weights compared to the control (P0). This increase in organ weight indicates physiological adaptation and increased metabolic activity and immune system of broiler chickens, without indicating pathological conditions. The conclusion is that this study can provide information for farmers in selecting alternative feed to improve broiler chicken productivity.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pakan yang mengandung tepung daun jagung dan tepung rumput laut terhadap bagian-bagian organ dalam ayam broiler (hati, jantung, gizzard, dan limfa) yang dipelihara pada kandang slat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan, melibatkan 96 ekor ayam broiler. Variabel yang diamati meliputi bobot hati, jantung, gizzard, dan limpa. Hasil analisis statistik ANOVA menunjukkan bahwa pemberian campuran tepung daun jagung dan tepung rumput laut secara nyata (P<0,05) mempengaruhi bobot hati, jantung, gizzard, dan limpa ayam broiler. Perlakuan dengan kombinasi pakan alternatif (P3, P4, dan P5) menghasilkan rata-rata bobot organ yang lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol (P0). Peningkatan bobot organ ini menunjukkan adaptasi fisiologis dan peningkatan aktivitas metabolisme serta sistem imun ayam broiler, tanpa mengindikasikan kondisi patologis. Kesimpulan bahwa penelitian ini dapat memberikan informasi bagi peternak dalam memilih pakan alternatif untuk meningkatkan produktivitas ayam broiler.
PENGARUH KEPADATAN KANDANG TERHADAP TINGKAH LAKU KONSUMSI PAKAN, MINUM, DAN ISTRAHAT AYAM BROILER Humola, Regina Rahmatia; Octa, Niluh Putu; Fathan, Suparmin; Laya, Nibras Karnain
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 4, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepadatan kandang terhadap tingkah laku konsumsi pakan, minum, dan istirahat ayam broiler. Metode penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan kepadatan yaitu P1 = 8 ekor/m², P2 = 10 ekor/m², dan P3 = 12 ekor/m², masing-masing tiga ulangan. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepadatan kandang berpengaruh nyata terhadap perilaku ayam broiler. Semakin tinggi kepadatan, semakin rendah aktivitas konsumsi pakan, minum, dan istirahat. Kepadatan 8 ekor/m² memberikan hasil terbaik pada semua parameter. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepadatan kandang merupakan faktor penting dalam manajemen pemeliharaan ayam broiler yang memengaruhi kesejahteraan dan produktivitasnya.