Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Standarisasi Parameter Non-Spesifik Ekstrak Etanol Daun Jinten (Plectranthus amboinicus) Anggriani, Martha Sephtia; Lestari, Ni Kadek Dwipayani; Deswiniyanti, Ni Wayan Deswiniyanti; Sari, Ni Kadek Yunita
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i1.2934

Abstract

Jinten (Plectranthus amboinicus) merupakan tanaman etnobotani Indonesia yang banyak dipergunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat karena mengandung berbagai senyawa bioaktif. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui nilai standarisasi parameter non spesifik ekstrak etanol daun jinten. Standarisasi perlu dilakukan untuk memperoleh bahan baku yang bermutu, aman dan bermanfaat sehingga dapat menjamin efek farmakologis dari ekstrak daun jinten. Metode yang digunakan adalah kuantitatif (rendemen, susut pengeringan, bobot jenis, kadar air, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam). Hasil penelitian menunjukkan rendemen (12%), susut pengeringan (27,35% ± 3,60), bobot jenis (1,01% ± 0,00), kadar air (28,14% ± 0,27), kadar abu total (20% ± 0,14) dan kadar abu tidak larut asam (1,5% ± 0,14).
Pendampingan Kerajinan Songket di Desa Sangkar Agung Jembrana Dwipayani Lestari, Ni Kadek; Feoh, Gerson; Nugraha, I Gusti Manik
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 2 No. 2 (2018): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.372 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v2i2.659

Abstract

ABSTRAKKetut Kamar dan Nengah Sulasih merupakan ketua kelompok pengrajin kain tenun songket di kelurahan Sangkar Agung yang telah dilakukan selama 10 tahun sampai saat ini namun belum ada perkembangan dari usaha yang dilakukan. Permasalahan yang dihadapi yaitu minimnya bahan baku yang lebih bervariasi dan belum dapat meningkatkan harga jual. Solusi dan metode yang dilakukan dari hasil diskusi dengan kelompok mitra dan tim PKM yaitu pengadaan bahan baku yang lebih variatif, Kedua pendampingan pengembangan kemasan produk. Luaran yang akan dihasilkan yaitu 1) Peningkatan produksi kain songket, 2) Produk songket dengan kemasan, 3) Publikasi dalam media masa 4) Publikasi berupa artikel ilmiah di Jurnal ber-ISSN.Kata Kunci : Songket, Sangkar Agung, Jembrana, TenunABSTRACTKetut Kamar and Nengah Sulasih are group leaders of traditional weaving artists (songket) in Sangkar Agung village. They have been in business for 10 years, but have yet to see any major development in their small businesses. The problems facing the two partners were the lack of varied raw materials and the inability to increase retail value of their products. The solutions, based on discussion between the partners and the community development team (PKM) included introducing new varieties of raw materials, and assistance in developing product packaging. The outputs of the activities included 1) increase of songket fabric production; 2) new packaging; 3) publication in mass media; and 4) publication in scientific journal with registered ISSN.Keywords: songket, Sangkar Agung, Jembrana, traditional woven fabric
Callus Induction Of Phalaenopsis Stem (Phalaenopsis sp.) With NAA And TDZ Growth Regulatory In Vitro Ni Wayan Deswiniyant; Ni Putu Gunami Mertaningsih; Ni Kadek Dwipayani Lestari
AGRIMETA : Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 15 No. 2 (2025): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/agrimeta.v15i2.12922

Abstract

Orchid is an ornamental plant that is much favored by the wider community. Orchid flowers have a variety of interesting colors, shapes, and flower patterns. Cultivation is relatively long and requires special treatment. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the explant sterilization method using fungicides and fungicides + HgCl2 to determine the response to explants by analyzing data using SPSS version.26 with ANOVA p-value <0.05, followed by Duncan's test to distinguish the average between treatments. o it requires propagation by tissue in vitro. The research design used in this study was RAL by tissue culture or in vitro using a flower stalk sample of the moon orchid (Phalaenopsis sp.) with K0 treatment, TN (TDZ 0.5 ppm, 1 ppm, 3 ppm + NAA 5 mg/L ) and T (TDZ 0,5 ppm, 1 ppm, 3 ppm) and with fungicide explant sterilization method 35 replicates and fungicide explant sterilization method + HgCl2 35 replicates. The results of tissue culture research on the response of explants with the fungicide sterilization method (p>0.05), while the results of the fungicide + HgCl2 response did not produce a bubble response because the explants were contaminated and browning. The results of the effectiveness of contamination in sterilization using fungicides (p<0.05), while fungicides + HgCl2 (p>0.05). The results of the effectiveness of browning on sterilization using fungicides and a combination of fungicides + HgCl2 (p>0.05)
RESPON PERTUMBUHAN PAKCOY (Brassica rapa L.) DENGAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK URIN SAPI DAN KOMBINASI BAHAN ORGANIK DENGAN TEKNIK HIDROPONIK Yuliana Matilda; Ni Kadek Dwipayani Lestari; I Made Gde Sudyadnyana
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 8 (2025): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v8i.5235

Abstract

Pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan sayuran hortikultural yang banyak digemari masyarakat karena nilai gizi serta nilai ekonominya yang tinggi. Peningkatkan kebutuhan pasar memerlukan strategi budidaya yang lebih efisien, salah satunya melalui sistem hidroponik yang mampu menyediakan nutrisi secara optimal dan tidak bergantung pada tanah. Penggunaan pupuk anorganik terus-menerus dapat meningkatkan biaya produksi dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, sehingga diperlukan alternatif pupuk organik cair (POC) berbahan alami seperti urin sapi dan kombinasi bahan organik lain yang mudah diperoleh. Penggunaan POC diharapkan dapat menjadi solusi ramah lingkungan untuk mendukung pertumbuhan tanaman tanpa mengurangi produktivitas.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pupuk organik cair urin sapi dan kombinasi bahan organik terhadap pertumbuhan pakcoy (Brassica rapa L.) dalam sistem hidroponik, serta membandingkannya dengan pupuk AB Mix sebagai kontrol positif. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan berat basah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan: K+ (AB Mix 100%), K– (tanpa nutrisi), P1 (POC 100%), dan P2 (POC 75%), masing- masing 9 ulangan sehingga total sampel berjumlah 36 tanaman. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan K+ (AB Mix) memberikan pertumbuhan terbaik pada seluruh parameter, dengan rata-rata tinggi tanaman 14,9 cm, jumlah daun 9,4 helai, luas daun 4,1 cm², dan berat basah 14,3 g. POC 100% (P1) mampu meningkatkan pertumbuhan dibandingkan kontrol negatif, namun hasilnya masih lebih rendah dari pada AB Mix. Sementara itu, perlakuan P2 menunjukkan pertumbuhan yang tidak berbeda nyata dengan kontrol negatif pada beberapa parameter. Secara keseluruhan, POC berbahan urin sapi dan kombinasi bahan organik memiliki potensi sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan, tetapi efektivitasnya dalam sistem hidroponik masih perlu ditingkatkan melalui optimalisasi formulasi dan konsentrasi.
RESPON PERTUMBUHAN PAKCOY (Brassica rapa L.) DENGAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK URIN SAPI DAN KOMBINASI BAHAN ORGANIK DENGAN TEKNIK HIDROPONIK Yuliana Matilda; Ni Kadek Dwipayani Lestari; I Made Gde Sudyadnyana
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 8 (2025): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v8i.5235

Abstract

Pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan sayuran hortikultural yang banyak digemari masyarakat karena nilai gizi serta nilai ekonominya yang tinggi. Peningkatkan kebutuhan pasar memerlukan strategi budidaya yang lebih efisien, salah satunya melalui sistem hidroponik yang mampu menyediakan nutrisi secara optimal dan tidak bergantung pada tanah. Penggunaan pupuk anorganik terus-menerus dapat meningkatkan biaya produksi dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, sehingga diperlukan alternatif pupuk organik cair (POC) berbahan alami seperti urin sapi dan kombinasi bahan organik lain yang mudah diperoleh. Penggunaan POC diharapkan dapat menjadi solusi ramah lingkungan untuk mendukung pertumbuhan tanaman tanpa mengurangi produktivitas.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pupuk organik cair urin sapi dan kombinasi bahan organik terhadap pertumbuhan pakcoy (Brassica rapa L.) dalam sistem hidroponik, serta membandingkannya dengan pupuk AB Mix sebagai kontrol positif. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan berat basah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan: K+ (AB Mix 100%), K– (tanpa nutrisi), P1 (POC 100%), dan P2 (POC 75%), masing- masing 9 ulangan sehingga total sampel berjumlah 36 tanaman. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan K+ (AB Mix) memberikan pertumbuhan terbaik pada seluruh parameter, dengan rata-rata tinggi tanaman 14,9 cm, jumlah daun 9,4 helai, luas daun 4,1 cm², dan berat basah 14,3 g. POC 100% (P1) mampu meningkatkan pertumbuhan dibandingkan kontrol negatif, namun hasilnya masih lebih rendah dari pada AB Mix. Sementara itu, perlakuan P2 menunjukkan pertumbuhan yang tidak berbeda nyata dengan kontrol negatif pada beberapa parameter. Secara keseluruhan, POC berbahan urin sapi dan kombinasi bahan organik memiliki potensi sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan, tetapi efektivitasnya dalam sistem hidroponik masih perlu ditingkatkan melalui optimalisasi formulasi dan konsentrasi.
PEMETAAN POTENSI BENCANA DENGAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (SIG) UNTUK PROGRAM KAMPUS SIAGA BENCANA (KSB) DI UNIVERSITAS DHYANA PURA BALI Nyoman Ngurah Adisanjaya; Ni Kadek Dwipayani Lestari; I Gusti Ngurah Manik Nugraha
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 3 (2026): June 2026
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i3.6669

Abstract

Abstract: Campuses, as places of higher education, play a vital role not only as pioneers in disaster risk mitigation but also as agents of community education. Campuses need to have disaster risk profiles, mitigation action plans, emergency response coordination systems, and inter-campus networks to support disaster resilience. Given the significant potential for disaster vulnerability in Indonesia, including Bali, campuses are expected to serve as examples of disaster-responsive institutions through the development of Disaster Risk Assessments (KRB).The study results indicate that the Dhyana Pura Campus is at a safe level for tsunami hazards because, according to the Disaster Risk Assessment (KRB) mapping, the campus area falls outside the high, medium, and low levels. However, increasing campus preparedness capacity is crucial for disaster risk reduction, as the impacts not only cause physical losses but also impact non-physical aspects. Community-based disaster risk reduction is a crucial element in disaster risk reduction. The second digitization of the KRB earthquake vulnerability mapping shows that the Dhyana Pura Campus is at a moderate level. Bali's earthquake vulnerability is due to its geographic location at the confluence of active tectonic plates and the presence of active local faults. Research conducted by Dhyana Pura University indicates that the tsunami hazard zone is at a safe level and the earthquake hazard zone is at a moderate level. Keywords: Spatial Analysis, Disaster, Earthquake, KRB, Mitigation Abstrak: Kampus merupakan tempat Pendidikan tinggi yang memiliki peran vital, tidak hanya sebagai pelopor mitigasi risiko bencana, tetapi juga sebagai agen edukasi bagi masyarakat. Kampus perlu memiliki profil risiko bencana, perencanaan aksi mitigasi, sistem koordinasi tanggap darurat, dan jejaring antar kampus untuk mendukung ketahanan bencana. Mengingat besarnya potensi kerentanan bencana yang dapat terjadi di Indonesia termasuk wilayah di Bali maka kampus diharapkan mampu menjadi contoh penerapan lembaga yang tanggap terhadap bencana melalui penyusunan Kajian resiko bencana (KRB). Dari hasil penelitian menunjukan bahawa Kampus Dhyana Pura berada pada level aman bahaya tsunami dikarenakan wilayah kampus sesuai dengan gambar pemetaan Kawasan rawan bencana (KRB) berada di luar level tinggI, sedang dan rendah. Namun peningkatan kapasitas kesiapsiagaan kampus menjadi penting untuk dilakukan sebagai upaya pengurangan risiko bencana karena dampak yang ditimbulkan bukan hanya memberikan kerugian pada aspek fisik, melainkan juga berdampak kepada aspek non-fisik. Pengurangan risiko bencana berbasis komunitas menjadi salah satu elemen yang paling penting dalam mengurangi risiko bencana. Dari hasil digitasi kedua untuk pemetaan kerentanan KRB Gempa Bumi Kampus Dhyana Pura berada pada level sedang. Kerentanan Gempa Bumi di Bali disebabkan karena posisi geografisnya yang berada di zona pertemuan lempeng tektonik aktif dan keberadaan sesar (patahan) lokal aktif. Dari hasil penelitian diperoleh Universitas Dhyana Pura Untuk KRB Tsunami berada pada level aman dan KRB Gempa Bumi berada pada level sedang. Kata kunci: Analisa Spasial, Bencana, Gempa, KRB, Mitigasi
PENGARUH VARIASI KONSENTRASI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) TERHADAP PERTUMBUHAN DAN  PRODUKTIVITAS TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) DENGAN SISTEM SUMBU (Wick ) Yuliana Matilda; Ni Kadek Dwipayani Lestari; Ni Wayan Deswiniyanti; I Made Gde Sudyadnyana Sandika
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol. 9 No. 4 (2026): August 2026 (1)
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v9i4.7088

Abstract

Selada (Lactuca sativa L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan secara hidroponik. Sistem sumbu (wick) membutuhkan ketersediaan nutrisi yang cukup untuk mendukung pertumbuhan tanaman, sehingga Pupuk Organik Cair (POC) daun lamtoro berpotensi digunakan sebagai alternatif nutrisi yang lebih ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh variasi konsentrasi POC daun lamtoro terhadap pertumbuhan dan produktivitas selada, kandungan klorofil, serta kandungan unsur hara N, P, dan K pada POC. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan sembilan ulangan, yaitu K+ (AB Mix 20 mL/2,5 L air), K− (tanpa nutrisi), P1 (POC 50 mL/2,5 L), P2 (75 mL/2,5 L), dan P3 (100 mL/2,5 L). Data dianalisis menggunakan ANOVA dan uji Duncan pada taraf 5%. Hasil menunjukkan K+ memberikan pertumbuhan terbaik dengan tinggi 18,3 cm, jumlah daun 8,2 helai, berat segar 17,0 g, luas daun 99,3 cm², dan panjang akar 13,4 cm. Kandungan N POC sebesar 0,080% belum memenuhi SNI, sedangkan P sebesar 1,808% dan K sebesar 27,16% memenuhi standar.