Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

BREEDING OF LOCAL GARLIC (Allium sativum L.) VARIETIES USING THE CHEMICAL MUTAGEN SODIUM AZIDE Elok Faiqotus Zahro; Ni Wayan Deswiniyanti; Ni Kadek Dwipayani Lestari; Anak Agung Ayu Putri Permatasari; Ni Kadek Yunita Sari
AGRIMETA : Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 15 No. 1 (2025): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/agrimeta.v15i1.12596

Abstract

The demand for garlic in Indonesia continues to rise annually; however, the market remains dominated by imported garlic due to its larger bulb size compared to local varieties. One approach to improving the quality of local garlic is through mutation breeding using chemical mutagens such as sodium azide. This study aimed to evaluate the effects of sodium azide on morphological traits, stomatal index, and chlorophyll a and b content in local garlic (Allium sativum L.). The experiment was conducted using a Randomized Block Design (RBD) with a single treatment factor, sodium azide concentrations of 0.1%, 0.2%, 0.3%, and 0.4%. Observations revealed that the 0.4% concentration produced the best performance in plant height (24.20 cm), number of leaves (3.40), leaf length (22.10 cm), and leaf width (2.60 cm). The highest stomatal index (0.35) was also observed at this concentration. In contrast, the longest root length (2.320 cm) and highest fresh weight (0.8040 g) were found at the 0.3% concentration. The highest chlorophyll a and b content was recorded at the 0.1% concentration. These findings indicate that sodium azide induces significant variation in plant traits. Therefore, chemical mutagenesis is recommended as a promising breeding strategy to develop superior and competitive local garlic varieties.
In Vitro Propagation of Lily (Lilium longiflorum Thunb.) with Growth Regulators BAP and NAA Deswiniyanti, Ni Wayan; Lestari, Ni Kadek Dwipayani; Astarini, Ida Ayu; Hardini, Yunita
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.11.2.131-139

Abstract

Tanaman lili (Lilium longiflorum Thunb.) merupakan tanaman hias dan bunga potong. Permintaan bunga potong lili sangat menjanjikan tetapi ketersediaan bibit masih terbatas. Penelitian ini terdiri dari perkecambahan biji lili secara in vitro pada media ½ Murashige & Skoog (MS), multiplikasi bagian eksplan pangkal dan ujung tunas pada berbagai perlakuan media MS kombinasi ZPT BAP dan NAA. Tujuannya untuk mendapatkan kombinasi media yang tepat dan mengetahui persentase tertinggi bagian eksplan yang mampu tumbuh tunas, akar dan kalus. Kombinasi media MS dengan BAP dan NAA yaitu (a) kontrol 0:0 mg L-1, (b) 0:0.1 mg L-1, (c) 0:1 mg L-1, (d) 0.1:0 mg L-1, (e) 0.1:0.1 mg L-1, (f) 0.1:1 mg L-1, (g) 1:0 mg L-1, (h) 0.1:1 mg L-1, (i) 1;1 mg L-1. Penelitian ini disusun dalam RAL faktorial dua faktor yaitu kombinasi pemberian BAP dan NAA, multiplikasi eksplan bagian pangkal dan ujung tunas. Biji lili mampu berkecambah sebanyak 58%. Media c dan i yang mampu menginduksi eksplan untuk tumbuh tunas, akar dan kalus. Media c mampu menginduksi tunas, akar dan kalus, media i mampu menginduksi akar dan kalus. Persentase respon pertumbuhan eksplan bagian pangkal tunas yaitu pertumbuhan tunas 11.1% dan akar 13.3%, sedangkan eksplan bagian ujung tunas menunjukkan pertumbuhan akar 6.7% tanpa pertumbuhan tunas. Pertumbuhan kalus menunjukkan hasil yang sama pada eksplan pangkal dan ujung tunas yaitu 4.4%.
Studi Etnobotani Tanaman Obat di Desa Taro Gianyar Bali Buu, Ani Wini; Sari, Ni Kadek Yunita; Lestari, Ni Kadek Dwipayani; Permatasari, Anak Agung Ayu Putri
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 3 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i3.2693

Abstract

Indonesia dikenal memiliki keanekaragaman hayati flora dan fauna yang sangat beragam. Disamping itu, Indonesia juga memiliki beragam etnik, dengan berbagai kekhasan tradisinya, termasuk pengetahuan lokalnya. Salah satu pengetahuan lokal atau tradisional masyarakat Indonesia adalah pengetahuan tentang penggunaan tanaman obat Penelitian telah dilakukan terhadap masyarakat Desa Taro yang sampai saat ini masih menggunakan tanaman sebagai obat dalam mengobati berbagai jenis penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data jenis-jenis tanaman,mengetahui bagian bagiannya, serta menemukan cara pengelolaan dan pemanfaatannya sebagai tanaman obat tradisional oleh masyarakat Desa Taro Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Random Sampling,berdasarkan informasi dari pengobat, dan anggota masyarakat pada masing-masing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Desa Taro terdapat 28 spesis dari 23 famili tanaman yang dimanafaatkan oleh masyarakat sebagai bahan pengobatan tradisional. Cara mengolah tanaman tersebut dalam pengobatan tradisonal yaitu direbus lalu diminum, ditumbuk lalu diminum, di haluskan lalu dioleskan, di bakar lalu diminum, diparut lalu dioleskan, diparut lalu diminum, dikunyah lalu diminum. Namun masyarakat lebih sering menggunakan ramuan dengan cara direbus lalu diminum kepasien yang sakit. Bagian yang paling banyak digunakan masyarakat Desa taro sebagai bahan pengobatan pada penggunaan daun.
Standarisasi Parameter Non-Spesifik Ekstrak Etanol Daun Jinten (Plectranthus amboinicus) Anggriani, Martha Sephtia; Lestari, Ni Kadek Dwipayani; Deswiniyanti, Ni Wayan Deswiniyanti; Sari, Ni Kadek Yunita
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 3 No. 1 (2024): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v3i1.2934

Abstract

Jinten (Plectranthus amboinicus) merupakan tanaman etnobotani Indonesia yang banyak dipergunakan sebagai obat tradisional oleh masyarakat karena mengandung berbagai senyawa bioaktif. Tujuan dilakukan penelitian ini untuk mengetahui nilai standarisasi parameter non spesifik ekstrak etanol daun jinten. Standarisasi perlu dilakukan untuk memperoleh bahan baku yang bermutu, aman dan bermanfaat sehingga dapat menjamin efek farmakologis dari ekstrak daun jinten. Metode yang digunakan adalah kuantitatif (rendemen, susut pengeringan, bobot jenis, kadar air, kadar abu total, kadar abu tidak larut asam). Hasil penelitian menunjukkan rendemen (12%), susut pengeringan (27,35% ± 3,60), bobot jenis (1,01% ± 0,00), kadar air (28,14% ± 0,27), kadar abu total (20% ± 0,14) dan kadar abu tidak larut asam (1,5% ± 0,14).
Pendampingan Kerajinan Songket di Desa Sangkar Agung Jembrana Dwipayani Lestari, Ni Kadek; Feoh, Gerson; Nugraha, I Gusti Manik
Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK Vol. 2 No. 2 (2018): Paradharma: Jurnal Aplikasi IPTEK
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Dhyana Pura – Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.372 KB) | DOI: 10.36002/jpd.v2i2.659

Abstract

ABSTRAKKetut Kamar dan Nengah Sulasih merupakan ketua kelompok pengrajin kain tenun songket di kelurahan Sangkar Agung yang telah dilakukan selama 10 tahun sampai saat ini namun belum ada perkembangan dari usaha yang dilakukan. Permasalahan yang dihadapi yaitu minimnya bahan baku yang lebih bervariasi dan belum dapat meningkatkan harga jual. Solusi dan metode yang dilakukan dari hasil diskusi dengan kelompok mitra dan tim PKM yaitu pengadaan bahan baku yang lebih variatif, Kedua pendampingan pengembangan kemasan produk. Luaran yang akan dihasilkan yaitu 1) Peningkatan produksi kain songket, 2) Produk songket dengan kemasan, 3) Publikasi dalam media masa 4) Publikasi berupa artikel ilmiah di Jurnal ber-ISSN.Kata Kunci : Songket, Sangkar Agung, Jembrana, TenunABSTRACTKetut Kamar and Nengah Sulasih are group leaders of traditional weaving artists (songket) in Sangkar Agung village. They have been in business for 10 years, but have yet to see any major development in their small businesses. The problems facing the two partners were the lack of varied raw materials and the inability to increase retail value of their products. The solutions, based on discussion between the partners and the community development team (PKM) included introducing new varieties of raw materials, and assistance in developing product packaging. The outputs of the activities included 1) increase of songket fabric production; 2) new packaging; 3) publication in mass media; and 4) publication in scientific journal with registered ISSN.Keywords: songket, Sangkar Agung, Jembrana, traditional woven fabric
Callus Induction Of Phalaenopsis Stem (Phalaenopsis sp.) With NAA And TDZ Growth Regulatory In Vitro Ni Wayan Deswiniyant; Ni Putu Gunami Mertaningsih; Ni Kadek Dwipayani Lestari
AGRIMETA : Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 15 No. 2 (2025): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/agrimeta.v15i2.12922

Abstract

Orchid is an ornamental plant that is much favored by the wider community. Orchid flowers have a variety of interesting colors, shapes, and flower patterns. Cultivation is relatively long and requires special treatment. The purpose of this study was to determine the effectiveness of the explant sterilization method using fungicides and fungicides + HgCl2 to determine the response to explants by analyzing data using SPSS version.26 with ANOVA p-value <0.05, followed by Duncan's test to distinguish the average between treatments. o it requires propagation by tissue in vitro. The research design used in this study was RAL by tissue culture or in vitro using a flower stalk sample of the moon orchid (Phalaenopsis sp.) with K0 treatment, TN (TDZ 0.5 ppm, 1 ppm, 3 ppm + NAA 5 mg/L ) and T (TDZ 0,5 ppm, 1 ppm, 3 ppm) and with fungicide explant sterilization method 35 replicates and fungicide explant sterilization method + HgCl2 35 replicates. The results of tissue culture research on the response of explants with the fungicide sterilization method (p>0.05), while the results of the fungicide + HgCl2 response did not produce a bubble response because the explants were contaminated and browning. The results of the effectiveness of contamination in sterilization using fungicides (p<0.05), while fungicides + HgCl2 (p>0.05). The results of the effectiveness of browning on sterilization using fungicides and a combination of fungicides + HgCl2 (p>0.05)
RESPON PERTUMBUHAN PAKCOY (Brassica rapa L.) DENGAN PEMBERIAN PUPUK ORGANIK URIN SAPI DAN KOMBINASI BAHAN ORGANIK DENGAN TEKNIK HIDROPONIK Yuliana Matilda; Ni Kadek Dwipayani Lestari; I Made Gde Sudyadnyana
Seminar Ilmiah Nasional Teknologi, Sains, dan Sosial Humaniora (SINTESA) Vol. 8 (2025): PROSIDING SINTESA
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/snts.v8i.5235

Abstract

Pakcoy (Brassica rapa L.) merupakan sayuran hortikultural yang banyak digemari masyarakat karena nilai gizi serta nilai ekonominya yang tinggi. Peningkatkan kebutuhan pasar memerlukan strategi budidaya yang lebih efisien, salah satunya melalui sistem hidroponik yang mampu menyediakan nutrisi secara optimal dan tidak bergantung pada tanah. Penggunaan pupuk anorganik terus-menerus dapat meningkatkan biaya produksi dan berpotensi menimbulkan dampak lingkungan, sehingga diperlukan alternatif pupuk organik cair (POC) berbahan alami seperti urin sapi dan kombinasi bahan organik lain yang mudah diperoleh. Penggunaan POC diharapkan dapat menjadi solusi ramah lingkungan untuk mendukung pertumbuhan tanaman tanpa mengurangi produktivitas.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pupuk organik cair urin sapi dan kombinasi bahan organik terhadap pertumbuhan pakcoy (Brassica rapa L.) dalam sistem hidroponik, serta membandingkannya dengan pupuk AB Mix sebagai kontrol positif. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, dan berat basah. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan empat perlakuan: K+ (AB Mix 100%), K– (tanpa nutrisi), P1 (POC 100%), dan P2 (POC 75%), masing- masing 9 ulangan sehingga total sampel berjumlah 36 tanaman. Data dianalisis menggunakan ANOVA dan dilanjutkan dengan uji Duncan 5%.Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan K+ (AB Mix) memberikan pertumbuhan terbaik pada seluruh parameter, dengan rata-rata tinggi tanaman 14,9 cm, jumlah daun 9,4 helai, luas daun 4,1 cm², dan berat basah 14,3 g. POC 100% (P1) mampu meningkatkan pertumbuhan dibandingkan kontrol negatif, namun hasilnya masih lebih rendah dari pada AB Mix. Sementara itu, perlakuan P2 menunjukkan pertumbuhan yang tidak berbeda nyata dengan kontrol negatif pada beberapa parameter. Secara keseluruhan, POC berbahan urin sapi dan kombinasi bahan organik memiliki potensi sebagai alternatif pupuk ramah lingkungan, tetapi efektivitasnya dalam sistem hidroponik masih perlu ditingkatkan melalui optimalisasi formulasi dan konsentrasi.