Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

PKM SEKOLAH BERBASIS KESEHATAN DAN LINGKUNGAN DI SD NEGERI 5 SINGAKERTA UBUD GIANYAR BALI Lestari, Ni Kadek Dwipayani; Adisanjaya, Nyoman Ngurah; Rosiana, I Wayan
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 11 No 1 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.614 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v11i1.32438

Abstract

The health and environment program is a program that focuses on the school's commitment to preventing disease during a pandemic and maintaining cleanliness and preserving the environment. This program is in line with the government's goals to jointly protect the environment amid the Covid-19 pandemic. The choice of primary school is not only because basic education is accepted here, it is also possible to instill environmental awareness as early as possible in school children to care more about the surrounding environment and instill the importance of health protocols. Singakerta 5 State Elementary School is located on Jalan Raya Br. Tunon No. 4 Singakerta Ubud Gianyar Bali, where this school has been accredited A. The number of male students is 52 students and 54 girls and has 9 teachers. This school is led by I Wayan Metro as the Principal of the School. From the results of field observations, 3 main problems were obtained, namely 1) Environmental Health in particular how to provide knowledge about personal health for elementary school children, prevention of viruses and bacteria and provision of adequate health facilities, 2) Problems in the field of Information Technology (Computer), in accordance with the circular of the Governor of Bali to hold E-Learning in their respective homes during school holidays, so that knowledge and training are needed for teachers and students about the system, 3) Problems in the field of Biology, according to the objectives of environment-based schools, are appropriate training and assistance, especially in the field of Biology. Activities in the field of Environmental Health include the provision of health protocol facilities, assistance in the management of health protocols, procurement of garbage bins, assistance for sorting waste and composting. And in the field of information technology, namely assistance in the use of E-learning such as Google meet and Google classroom. Meanwhile, in the field of Biology, training and assistance in the maintenance and cultivation of plant nurseries will be conducted. Each activity is measured the level of progress of its success by conducting tests both before and after the activity, monitoring and evaluating scheduled.
Pendampingan Petani Anggrek Dalam Mengembangkan Metode Kultur Jaringan dan Aklimatisasi Bibit Anggrek Di Desa Petiga Tabanan Bali Deswiniyanti, Ni Wayan; Lestari, Ni Kadek Dwipayani
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 11 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (404.392 KB) | DOI: 10.23887/jwl.v11i2.32585

Abstract

Prospek pengembangan  budidaya dan pembibitan anggrek merupakan peluang usaha yang menjanjikan karena harga tanaman anggrek tetap stabil bahkan cenderung meningkat. Peluang inilah yang dilihat oleh mitra petani anggrek Bapak I Gusti Agung Gde Chandra Putra di Desa Petiga Tabanan Bali. Kendala utama yang dihadapi oleh mitra yaitu kurang pengetahuan tentang metode kultur jaringan terutama dalam perbanyakan menggunakan eksplan vegetatif, sarana dan prasarana yang masih kurang, hingga kegagalan aklimatisasi anggrek yang masih cukup tinggi. Beberapa solusi diberikan untuk menjawab permasalahan yaitu dengan metode pelatihan dan pendampingan metode kultur jaringan yang dapat diaplikasikan dalam mengurangi jumlah kontaminasi dan mencegah pencoklatan pada eksplan. Pelatihan dan pendampingan aklimatisasi bibit anggrek dilaksanakan dengan metode kompoting serta proses sterilisasi media kompot. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan pemahaman mitra petani sebesar 60% terkait kultur jaringan tanaman dan aklimatisasi anggrek dari hasil tes yang dilakukan sebelum dan setelah pendampingan. 
PENDAMPINGAN PEMASARAN ONLINE DAN MANAJEMEN KEUANGAN UMKM TAS ROTAN DAN BAMBU DI DESA DANGIN PURI DENPASAR Deswiniyanti, Ni Wayan; Ni Kadek Dwipayani Lestari; I Wayan Rosiana; I Gusti Ngurah Manik Nugraha; Emanuel Maramba Hamu; Ni Made Intan Prawita Dewi
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v13i1.57979

Abstract

Salah satu daerah di Indonesia yang memiliki seni anyaman adalah Pulau Bali. Bali merupakan salah satu pusat destinasi wisata yang sangat ramai dikunjungi oleh wisatawan asing, terdapat berbagai kerajinan, hiasan dan souvenir. Putu Sosiawan merupakan pemilik usaha UMKM tas rotan dan bambu yang telah berjalan selama 6 tahun. Permasalahan yang dihadapi dengan adanya covid-19 tamu asing di Bali mengalami penurunan, maka penjualan kerajinan bambu terutama tas mengalami penurunan secara drastis. Usaha kerajinan bambu ini sangat bergantung pada kunjungan adanya tamu asing di Bali, karena kurangnya melakukan promosi kerajinannya secara online dengan optimal dan pencatatan pembukuan masih secara manual. Solusi dari hasil diskusi dengan kelompok mitra dan tim PKM yaitu pertama pembuatan website berbasis database yang mendata seluruh produk yang kan dipasarkan dan mempromosikan produk kerajinan dan media penjualan website, kedua yaitu kegiatan pendampingan pengelolaan website, Ketiga pendampingan cara pembukuan keuangan yang benar dan agar memiliki pencatatan keuangan.
PKM PETANI LEMON DESA LUWUS, KECAMATAN BATURITI, KABUPATEN TABANAN, PROVINSI BALI I Gede Widhiantara; Aulia Iefan Datya; Ni Kadek Dwipayani Lestari; Sari, Ni Kadek Yunita; Putu Angga Wiradana
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 13 No 1 (2024)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v13i1.67522

Abstract

Potensi Desa Luwus sebagai desa pendukung pariwisata karena dilewati jalur utama penghubung antar kota kabupaten serta beberapa tujuan destinasi pariwisata di Bali menjadi faktor pendukung utama mendukung pengembangan produk-produk agraris di desa tersebut. Salah satu produk budidaya lokal yang saat ini berkembang di desa Luwus adalah buah lemon. Tanaman lemon mulai dikembangkan masyarakat setempat sejak pandemi covid-19 mewabah di Indonesia, karena melihat kebutuhan masyarakat terhadap bahan alam yang mampu meningkatkan kekebalan tubuh. Namun dalam perkembangannya saat ini para petani lemon menemui kendala dalam hal pengembangan diversifikasi produk olahan buah lemon, pemasaran dan penurunan jumlah produksi buah lemon segar akibat serangan hama lalat buah. PKM ini memberikan solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut. Sehingga ke depannya diharapkan setelah dilakukan pelatihan diperoleh luaran untuk keberdayaan mitra: 1) Peningkatan 100% keterampilan pengolahan buah lemon menjadi minuman kesehatan yang dapat dikomersilkan, 2) Peningkatan 80% kemampuan memasarkan buah lemon dan produk minuman sari buah lemon dengan memanfaatkan media sosial dan e-commerce 3), Peningkatan 100% keterampilan petani untuk menanggulangi hama lalat buah berbahan dasar atraktan alami ramah lingkungan. Hasil yang diperoleh dari kegiatan PKM ini meliputi 1)Aspek produksi yaitu terjadi peningkatan pemahaman terkait manfaat air lemon untuk kesehatan dan peningkatan keterampilan mitra dalam membuat dan mengemas minuman sari buah lemon; 2)Aspek teknologi informasi dan pemasaran yaitu usaha mitra memiliki akun media sosial (facebook, Instagram) dan situs e-commerse berbasis web dan keterampilan mitra dalam membuat dan mengelola akun media sosial dan situs e-commerse meningkat setelah pelatihan dan pendampingan; 3)Aspek solusi hama lalat buah yang menyerang tanaman atau buah lemon yaitu .terjadi peningkatan pengetahuan ekologi dan siklus hidup hama lalat buah dan peningkatan keterampilan mitra dalam membuat perangkap dan menanggulangi hama lalat buah.
PENDAMPINGAN PRODUKSI DAN MANAJEMEN JAJAN UPAKARA KELOMPOK PKK SRATI BANTEN DI DESA BEDULU, BLAHBATUH, GIANYAR Lestari, Ni Kadek Dwipayani; Prastyandhari, I Gusti Ayu Ika Monika; Feoh, Gerson; Widiastuti, Ni Putu; Wijaya, Komang Alit; Maramba, Imanuel
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 6 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i6.2529

Abstract

Desa Bedulu Gianyar kental dengan adat istiadat budaya dalam upacara Dewa Yadnya yang menggunakan jajan upakara sebagai sarana pada banten yang digunakan. Salah satunya yaitu kelompok ibu PKK yang tergabung dalam kelompok Srati Banten. Kelompok ini terdiri dari 20 orang dengan ketua kelompok Nyoman Budiasih.  Permasalahan yang dihadapi yaitu kelompok masih menggunakan peralatan konvensional, kurangnya pelatihan pembuatan jajan upakara, pengemasan produk dan manajemen keuangan. Kelompok ini dibentuk bertujuan untuk menambah penghasilan ibu rumah tangga yang tidak memiliki pekerjaan dan membantu dalam pelaksanaan upacara yadnya di Desa Bedulu, Blahbatuh, Ginyar Bali. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini yaitu metode pendampingan dan pelatihan dengan kelompok PKK Srati Banten Desa Bedulu, Blahbatuh Gianyar. Pendampingan dan pelatihan dilakukan oleh tim pelaksana pengabdian. Setelah kegiatan pengabdian akan dilakukan proses evaluasi kegiatan dengan metode pre dan post test.  Hasil pengabdian menunjukkan hasil evaluasi adanya peningkatan efisiensi kerja dari alat potong otomatis dari 3 jam menjadi 1 jam dalam produksi 1,5 kg. Pada pendampingan pengemasan sebelumnya menggunakan kemasan tempel dan setelah pengabdian menggunakan kemasan pres listrik portable, sehingga masa simpan jajan tetap garing lebih lama dari 2 hari menjadi 7 hari. Selain itu adanya peningkatan pengetahuan mitra sebanyak 20% dalam bidang pelatihan pembuatan jajan upakara dan manajemen keuangan.
PKM Wisata Camping Ground Berbasis Ramah Lingkungan di Desa Candi Kuning Tabanan Bali Lestari, Kadek Dwipayani
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i1.57174

Abstract

Area camping mengalami beberapa permasalahan berdasarkan analisis situasi yaitu penanganan pengelolaan sampah, belum memiliki tempat sampah, belum melakukan pemilahan sampah,  dan penerangan lampu yang belum cukup di area camping. Pengabdian ini bertujuan untuk merancang dan mengimplementasikan model wisata camping ground yang ramah lingkungan di Desa Candi Kuning, serta mengukur dampaknya terhadap peningkatan kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat local. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini menggunakan pendekatan partisipatif. Subjek yang terlibat adalah pemilik camping ground, beserta empat karyawan lokal yang bekerja di lokasi tersebut. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung di lapangan, wawancara dengan mitra, serta dokumentasi kegiatan pendampingan dan pelatihan. Metode analisis data yang digunakan bersifat deskriptif kualitatif dengan membandingkan kondisi sebelum dan sesudah intervensi, serta mengukur peningkatan pengetahuan mitra melalui hasil evaluasi kegiatan. Hasil dari kegiatan yaitu tersedianya tempat sampah dan pemilahan sampah ditempat camping, kegiatan pendampingan pupuk kompos adanya peningkatan pengetahuan mitra  sebanyak 30%. Kegiatan dari pengadaan dan pendampingan lampu LDR dapat mengurangi penggunaan energi listrik (75 watt) dan mengurangi penggunaan waktu kerja dari pengelola tempat camping ( 1 jam 10 menit). Kegiatan pengabdian ini berimplikasi pada terciptanya peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa serta peningkatan kesadaran lingkungan baik bagi wisatawan maupun warga sekitar.
Pemberdayaan Kelompok Petani Bibit Hortikultura Desa Luwus, Kecamatan Baturiti, Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali Widhiantara, I Gede; Lestari, Ni Kadek Dwipayani; Adnyana, Gabriel Firsta; Sari, Ni Kadek Yunita; Aprodita, Ni Wayan Seila; Aryaswari, Ni Kadek Dwi Liopita
JURNAL WIDYA LAKSANA Vol 14 No 1 (2025): January
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jwl.v14i1.85837

Abstract

Masyarakat Desa Luwus berupaya menyediakan kebutuhan para pengunjung yang singgah untuk perjalanan wisata terutama produk lokal yang dihasilkan dari sektor pertanian seperti panganan khas dan buah-buahan lokal. Produk-produk tersebut diusahakan oleh para petani lokal dengan prinsip dari hulu ke hilir yaitu dari menyediakan bibit tanaman pangan atau hortikultura hingga produk pangan olahan industri rumah tangga. Namun dalam perjalanan usaha para petani khususnya petani bibit menghadapi kendala yaitu media tanam yang kurang subur, serangan penyakit pada bibit dan pemasaran. Pendampingan kepada mitra petani bibit hortikultura di Desa Luwus bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam hal membuat media tanam bibit yang baik, menangani serangan penyakit pada bibit, dan perluasan pemasaran bibit secara online. Metode yang digunakan untuk menyelesaikan permasalahan mitra adalah sosialisasi dan pelatihan membuat media tanam, pembuatan fungisida nabati dan pemasaran melalui media sosial. Pengisian kuisioner oleh mitra kelompok tani bibit hortikultura sebelum (pretest) dan setelah pendampingan (posttest) dilakukan untuk mengukur tingkat keberhasilan pendampingan. Hasil pendampingan menunjukkan terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam hal cara membuat media tanam organik dengan metode fermentasi, membuat dan menggunakan fungisida nabati dari ekstrak bawang putih serta perluasan pemasaran online. Pendampingan menghasilkan dampak terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan mitra dalam hal membuat media tanam, membuat fungisida nabati serta perluasan pasar secara online dengan rata-rata persentase peningkatan sebesar 51,25% serta peningkatan omzet penjualan bibit.
BREEDING OF LOCAL GARLIC (Allium sativum L.) VARIETIES USING THE CHEMICAL MUTAGEN SODIUM AZIDE Elok Faiqotus Zahro; Ni Wayan Deswiniyanti; Ni Kadek Dwipayani Lestari; Anak Agung Ayu Putri Permatasari; Ni Kadek Yunita Sari
AGRIMETA : Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem Vol. 15 No. 1 (2025): Agrimeta: Jurnal Pertanian Berbasis Keseimbangan Ekosistem
Publisher : Fakultas Pertanian dan Bisnis Universitas Mahasaraswati Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36733/agrimeta.v15i1.12596

Abstract

The demand for garlic in Indonesia continues to rise annually; however, the market remains dominated by imported garlic due to its larger bulb size compared to local varieties. One approach to improving the quality of local garlic is through mutation breeding using chemical mutagens such as sodium azide. This study aimed to evaluate the effects of sodium azide on morphological traits, stomatal index, and chlorophyll a and b content in local garlic (Allium sativum L.). The experiment was conducted using a Randomized Block Design (RBD) with a single treatment factor, sodium azide concentrations of 0.1%, 0.2%, 0.3%, and 0.4%. Observations revealed that the 0.4% concentration produced the best performance in plant height (24.20 cm), number of leaves (3.40), leaf length (22.10 cm), and leaf width (2.60 cm). The highest stomatal index (0.35) was also observed at this concentration. In contrast, the longest root length (2.320 cm) and highest fresh weight (0.8040 g) were found at the 0.3% concentration. The highest chlorophyll a and b content was recorded at the 0.1% concentration. These findings indicate that sodium azide induces significant variation in plant traits. Therefore, chemical mutagenesis is recommended as a promising breeding strategy to develop superior and competitive local garlic varieties.
In Vitro Propagation of Lily (Lilium longiflorum Thunb.) with Growth Regulators BAP and NAA Deswiniyanti, Ni Wayan; Lestari, Ni Kadek Dwipayani; Astarini, Ida Ayu; Hardini, Yunita
Jurnal Hortikultura Indonesia (JHI) Vol. 11 No. 2 (2020): Jurnal Hortikultura Indonesia
Publisher : Indonesian Society for Horticulture / Department of Agronomy and Horticulture

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jhi.11.2.131-139

Abstract

Tanaman lili (Lilium longiflorum Thunb.) merupakan tanaman hias dan bunga potong. Permintaan bunga potong lili sangat menjanjikan tetapi ketersediaan bibit masih terbatas. Penelitian ini terdiri dari perkecambahan biji lili secara in vitro pada media ½ Murashige & Skoog (MS), multiplikasi bagian eksplan pangkal dan ujung tunas pada berbagai perlakuan media MS kombinasi ZPT BAP dan NAA. Tujuannya untuk mendapatkan kombinasi media yang tepat dan mengetahui persentase tertinggi bagian eksplan yang mampu tumbuh tunas, akar dan kalus. Kombinasi media MS dengan BAP dan NAA yaitu (a) kontrol 0:0 mg L-1, (b) 0:0.1 mg L-1, (c) 0:1 mg L-1, (d) 0.1:0 mg L-1, (e) 0.1:0.1 mg L-1, (f) 0.1:1 mg L-1, (g) 1:0 mg L-1, (h) 0.1:1 mg L-1, (i) 1;1 mg L-1. Penelitian ini disusun dalam RAL faktorial dua faktor yaitu kombinasi pemberian BAP dan NAA, multiplikasi eksplan bagian pangkal dan ujung tunas. Biji lili mampu berkecambah sebanyak 58%. Media c dan i yang mampu menginduksi eksplan untuk tumbuh tunas, akar dan kalus. Media c mampu menginduksi tunas, akar dan kalus, media i mampu menginduksi akar dan kalus. Persentase respon pertumbuhan eksplan bagian pangkal tunas yaitu pertumbuhan tunas 11.1% dan akar 13.3%, sedangkan eksplan bagian ujung tunas menunjukkan pertumbuhan akar 6.7% tanpa pertumbuhan tunas. Pertumbuhan kalus menunjukkan hasil yang sama pada eksplan pangkal dan ujung tunas yaitu 4.4%.
Studi Etnobotani Tanaman Obat di Desa Taro Gianyar Bali Buu, Ani Wini; Sari, Ni Kadek Yunita; Lestari, Ni Kadek Dwipayani; Permatasari, Anak Agung Ayu Putri
JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI) Vol. 2 No. 3 (2023): JURNAL KESEHATAN, SAINS, DAN TEKNOLOGI (JAKASAKTI)
Publisher : LPPM Universitas Dhyana Pura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36002/js.v2i3.2693

Abstract

Indonesia dikenal memiliki keanekaragaman hayati flora dan fauna yang sangat beragam. Disamping itu, Indonesia juga memiliki beragam etnik, dengan berbagai kekhasan tradisinya, termasuk pengetahuan lokalnya. Salah satu pengetahuan lokal atau tradisional masyarakat Indonesia adalah pengetahuan tentang penggunaan tanaman obat Penelitian telah dilakukan terhadap masyarakat Desa Taro yang sampai saat ini masih menggunakan tanaman sebagai obat dalam mengobati berbagai jenis penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan data jenis-jenis tanaman,mengetahui bagian bagiannya, serta menemukan cara pengelolaan dan pemanfaatannya sebagai tanaman obat tradisional oleh masyarakat Desa Taro Penelitian ini dilakukan menggunakan metode Random Sampling,berdasarkan informasi dari pengobat, dan anggota masyarakat pada masing-masing. Hasil penelitian menunjukkan bahwa di Desa Taro terdapat 28 spesis dari 23 famili tanaman yang dimanafaatkan oleh masyarakat sebagai bahan pengobatan tradisional. Cara mengolah tanaman tersebut dalam pengobatan tradisonal yaitu direbus lalu diminum, ditumbuk lalu diminum, di haluskan lalu dioleskan, di bakar lalu diminum, diparut lalu dioleskan, diparut lalu diminum, dikunyah lalu diminum. Namun masyarakat lebih sering menggunakan ramuan dengan cara direbus lalu diminum kepasien yang sakit. Bagian yang paling banyak digunakan masyarakat Desa taro sebagai bahan pengobatan pada penggunaan daun.