Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Pengembangan Instrumen Evaluasi Pembelajaran: menggunakan pendekatan penelitian pengembangan (Research and Development/R&D) Uswatun Hasanah; Ilham Ilham; Syarifuddin Syarifuddin; Luthfiyah Luthfiyah
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 3 (2025): Desember : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v5i3.6712

Abstract

Evaluasi pembelajaran merupakan komponen penting dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar peserta didik, khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI). Evaluasi yang berkualitas sangat ditentukan oleh instrumen yang digunakan dalam proses penilaian. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen evaluasi pembelajaran PAI yang valid, reliabel, dan aplikatif sesuai dengan karakteristik dan tujuan pembelajaran PAI. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian pengembangan (Research and Development/R&D) dengan tahapan analisis kebutuhan, perancangan instrumen, pengembangan draf instrumen, validasi ahli, uji coba terbatas, dan revisi instrumen. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, angket, dan dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen evaluasi PAI yang dikembangkan berdasarkan analisis kebutuhan mampu mengukur ranah kognitif, afektif, dan psikomotor secara seimbang. Instrumen yang dikembangkan juga memenuhi kriteria validitas dan reliabilitas serta dapat diimplementasikan secara efektif dalam proses pembelajaran PAI. Pengembangan instrumen evaluasi ini memberikan implikasi positif terhadap peningkatan kualitas perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran PAI, serta mendukung tercapainya tujuan pembelajaran secara holistik.
Pembinaan Etika Berpakaian di Era Tabarruj: Strategi Pedagogis Guru PAI di SMPN 4 Lambu Uswatun Hasanah; Ahmad Yani; Muslimin Muslimin; Nurlaila Nurlaila
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 8 No. 1 (2026): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v8i1.675

Abstract

Fenomena tabarruj, yakni kecenderungan siswa menampilkan diri secara berlebihan, menjadi tantangan nyata bagi pembentukan etika berpenampilan di lingkungan SMPN 4 Lambu. Penelitian ini bertujuan menelisik peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membina kesadaran etis dan religius siswa terkait penampilan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus, dengan informan utama yang terdiri dari 3 guru PAI, 15 siswa, dan 2 pengelola sekolah. Data primer dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, sedangkan data sekunder bersumber dari literatur, kebijakan sekolah, dan kurikulum PAI. Analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif melalui tahap reduksi, penyajian, dan verifikasi data. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa guru PAI memegang peran strategis dalam membangun etika berpakaian siswa melalui bimbingan moral, sosialisasi norma, dan refleksi diri. Efektivitasnya dipengaruhi oleh interaksi sosial dan pengaruh media. Kesimpulannya, pembinaan guru PAI mampu menumbuhkan kesadaran religius dan etis terhadap tabarruj, dengan rekomendasi penguatan sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial untuk hasil yang lebih berkelanjutan. Kontribusi utama penelitian ini adalah penekanan pada pentingnya pendekatan yang lebih komprehensif dan terintegrasi dalam membentuk etika berpakaian di sekolah menengah, serta memberikan wawasan baru dalam kajian pendidikan Islam di tingkat SMP.
Strategi Pembelajaran PAI Berbasis Moderasi Beragama Dalam Mencegah Sikap Intoleran Siswa Suci Satriyanti; Ruslan; Uswatun Hasanah
Al-Mau'izhoh: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Edisi Juni 2026 in Press
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/am.v8i1.18142

Abstract

This study analyzes Islamic Religious Education (PAI) learning strategies based on religious moderation in preventing students’ intolerance. Using a qualitative library research approach, data were collected from accredited journals, books, proceedings, and policy documents related to PAI, religious moderation, and intolerance. Data were analyzed through content analysis, including data reduction, display, and conclusion drawing. The findings show that religious moderation in PAI learning is reflected in the values of wasathiyah (moderation), tasamuh (tolerance), i’tidal (justice), and tawazun (balance), integrated into learning objectives, materials, and processes. Effective strategies include dialogic learning, value habituation, and teacher role modeling, which foster tolerant, inclusive, and respectful student attitudes toward diversity. The study concludes that integrating religious moderation into PAI learning can serve as a preventive educational strategy against intolerance and support character education policies. However, this study is limited to literature analysis without empirical field testing, so further research is needed in real educational contexts.
Sinergi Guru dan Penyuluh Agama dan Guru dalam Membina Karakter Siswa Yang Sehat di Sman 1 Wawo M Iqbal; Uswatun Hasanah; Iyayun Amaliah; Jalaluddin
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i3.7074

Abstract

Penelitian ini membahas sinergi antara penyuluh agama dan guru dalam membina karakter siswa yang sehat di SMAN 1 Wawo. Pembinaan karakter siswa menjadi salah satu aspek penting dalam proses pendidikan, khususnya dalam membentuk perilaku disiplin, tanggung jawab, religius, dan kepedulian sosial peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk kerja sama antara penyuluh agama dan guru serta faktor pendukung dan penghambat dalam proses pembinaan karakter siswa di sekolah. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan penyuluh agama, guru, dan siswa. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sinergi antara penyuluh agama dan guru dilaksanakan melalui kegiatan pembinaan keagamaan, pembiasaan karakter, pemberian nasihat, keteladanan, serta pengawasan bersama terhadap perilaku siswa di lingkungan sekolah. Kerja sama tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan disiplin, kejujuran, tanggung jawab, dan sikap sosial siswa. Faktor pendukung meliputi komunikasi yang baik antarpendidik, dukungan sekolah, dan partisipasi siswa dalam kegiatan keagamaan. Adapun faktor penghambat meliputi kurangnya pengawasan orang tua serta pengaruh lingkungan sosial di luar sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kolaborasi yang efektif antara penyuluh agama dan guru memiliki peran penting dalam memperkuat karakter siswa yang sehat di sekolah.
PERANCANGAN KONTEN DIGITAL DAN PELATIHAN PEMANFAATAN MARKETPLACE SEBAGAI SARANA PROMOSI KOMUNITAS TENUN KELURAHAN KENDO-KOTA BIMA Randitha Missouri; Ditya Fajrianti; Uswatun Hasanah; Salaini Salaini; Rizka Amanda Khatimah; Sunardin Sunardin
Taroa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): Januari
Publisher : LPPM IAI Muhammadiyah Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52266/taroa.v4i1.2958

Abstract

Komunitas tenun di Kelurahan Kendo-Kota Bima memiliki potensi besar dalam industri kerajinan tekstil tradisional. Namun, komunitas ini menghadapi tantangan mempromosikan dan memasarkan produk tenun secara efektif di era digital. Artikel ini membahas perancangan konten digital dan pelatihan pemanfaatan marketplace sebagai sarana promosi untuk komunitas tenun tersebut. Tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kemampuan komunitas tenun dalam memanfaatkan platform Shopee untuk memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan penjualan. Metode yang digunakan meliputi pembuatan konten digital dan pelatihan intensif penggunaan marketplace Shopee. Hasil yang dicapai menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan antusias yang signifikan terhadap pemanfaatan marketplace Shopee sebagai media promosi komunitas tenun Kendo-Kota Bima. Tindak lanjut terhadap kegiatan ini adalah pendampingan secara berkala dan pembuatan akun Shopee bagi komunitas tenun Kelurahan Kendo. Proyek ini diharapkan memberikan dampak positif jangka panjang terhadap keberlanjutan ekonomi komunitas tenun di Kelurahan Kendo dan dapat menjadi model bagi komunitas serupa di daerah lain
Pembelajaran Aktif dan Menyenangkan dalam Pembelajaran PAI :Antara Teori dan Praktik Sri Jamilah; Nuraisah Fadilah; Faturahman Faturahman; Maisara Dini; Uswatun Hasanah; Muammar Maulana
Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar dan Menengah  Vol. 3 No. 1 (2026): Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar dan Menengah (JIPDASMEN)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jipdasmen.v3i1.213

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berperan penting dalam membentuk pengetahuan, sikap, dan karakter peserta didik secara menyeluruh. Agar efektif, pembelajaran PAI perlu dirancang secara aktif dan menyenangkan, sehingga peserta didik terlibat secara kognitif, afektif, dan psikomotorik.. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep pembelajaran PAI aktif dan menyenangkan melalui penelitian pustaka dengan menganalisis berbagai literatur ilmiah, termasuk buku, artikel jurnal, dan dokumen kebijakan pendidikan yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa secara teoritis pembelajaran PAI aktif dan menyenangkan menekankan pendekatan berpusat pada peserta didik, interaktif, kontekstual, serta mendorong internalisasi nilai-nilai Islam melalui pengalaman belajar yang bermakna. Namun, implementasinya di lapangan masih menghadapi hambatan, antara lain keterbatasan kompetensi pedagogik guru, dominasi metode ceramah, beban kurikulum yang padat, keterbatasan media pembelajaran, serta keragaman karakter peserta didik. Untuk menjembatani kesenjangan antara teori dan praktik, diperlukan penguatan kompetensi guru melalui pelatihan aplikatif, perancangan pembelajaran kreatif, pemanfaatan media dan teknologi yang inovatif, serta penerapan strategi pembelajaran inklusif dan diferensiatif. Dukungan sekolah, orang tua, dan pemangku kepentingan lainnya sangat penting dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang kondusif. Dengan sinergi tersebut, pembelajaran PAI aktif dan menyenangkan dapat terlaksana secara efektif, relevan, dan bermakna bagi peserta didik
Peran TPQ dalam Pembentukan Karakter Keimanan dan Ketakwaan Anak di Desa Risa Uswatun Hasanah; Wira Setiawan; Muhammad Amin; Herlianti Herlianti
Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Jurnal Penelitian, Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (JP3M)
Publisher : Yayasan Assyifa Assyaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71301/jp3m.v2i2.172

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji praktik mengajar ngaji di setiap Taman Pendidikan Al-Qur'an (TPQ) di Desa Risa, serta dampaknya terhadap perkembangan spiritual dan moral anak-anak di desa Risa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan pengelola TPQ, guru ngaji, serta para anak-anak yang ada di Desa Risa, dan juga observasi langsung terhadap kegiatan belajar mengaji di beberapa TPQ yang ada di desa tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan TPQ di Desa Risa memainkan peranan penting dalam membentuk karakter dan keimanan anak-anak, serta memberikan kontribusi positif terhadap keberagaman dan keharmonisan sosial masyarakat desa. Selain itu, ditemukan tantangan dalam hal keterbatasan fasilitas dan tenaga pengajar yang memadai, meskipun demikian, masyarakat desa aktif terlibat dalam mendukung kegiatan ini. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi pengembangan model pendidikan agama di pedesaan, khususnya dalam konteks pengajaran Al-Qur'an.
The Role of Muhammadiyah Autonomous Organizations in Developing Young Generation Leadership in the Society 5.0 Era in Bima Ihlas Ihlas; Hendra Hendra; Amma Ainun; Uswatun Hasanah; Iyayun Amaliah; Mukmin Mukmin
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 20, No. 4 : Al Qalam (In Progress July 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v20i4.6856

Abstract

The development of the Society 5.0 era presents both challenges and opportunities for developing young generation leadership, particularly in facing the acceleration of technology, social change, and the demands of 21st-century competencies. The Muhammadiyah autonomous organization holds a strategic position as a forum for cadre development and leadership development of the young generation based on Islamic and national values. This study aims to analyze the role of the Muhammadiyah autonomous organization in developing young generation leadership in Bima in the Society 5.0 era. This study uses a qualitative approach with a descriptive-analytical research type. Data collection was conducted through in-depth interviews, observation, and documentation of the administrators and members of the Muhammadiyah autonomous organization in Bima. Data analysis was conducted using Nvivo-15 with open coding, which is presented in the form of project maps. The results of the study indicate that the Muhammadiyah autonomous organization plays an active role in developing young generation leadership through tiered cadre development, internalization of ideological values, and strengthening leadership capacity that is adaptive to technological developments and social dynamics. This study concludes that the Muhammadiyah autonomous organization contributes significantly to preparing a young generation with character, competitiveness, and responsiveness to the challenges of Society 5.0.
ANALISIS YURIDIS PEMBAGIAN HARTA BERSAMA PASCA PERCERAIAN (STUDI PUTUSAN MA NOMOR 266 K/AG/2010) Uswatun Hasanah; Adnan; Ulfa Widayati
Al-IHKAM Jurnal Hukum Keluarga Jurusan Ahwal al-Syakhshiyyah Fakultas Syariah IAIN Mataram Vol. 18 No. 1 (2026): Maret (Special Issue)
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20414/alihkam.v18i1.16009

Abstract

Pembagian harta bersama pasca perceraian pada prinsipnya diatur dalam Pasal 97 Kompilasi Hukum Islam (KHI), yang menentukan bahwa janda atau duda cerai hidup masing-masing berhak memperoleh seperdua dari harta bersama, sepanjang tidak ditentukan lain dalam perjanjian perkawinan. Namun, dalam praktik peradilan terdapat putusan yang menyimpangi ketentuan tersebut, salah satunya Putusan Mahkamah Agung Nomor 266 K/AG/2010 yang menetapkan pembagian harta bersama sebesar ¾ bagian kepada mantan istri dan ¼ bagian kepada mantan suami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dasar pertimbangan hukum hakim dalam Putusan Mahkamah Agung Nomor 266 K/AG/2010 serta mengkaji kesesuaiannya dengan ketentuan hukum positif Indonesia dan prinsip keadilan. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan, pendekatan kasus (case approach), dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer, sekunder, dan tersier yang dianalisis secara kualitatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mahkamah Agung tidak hanya berpedoman pada ketentuan Pasal 97 KHI, tetapi juga mempertimbangkan aspek keadilan substantif, kontribusi para pihak dalam memperoleh harta bersama, serta pelaksanaan kewajiban suami selama perkawinan. Pertimbangan tersebut melahirkan putusan yang bersifat contra legem terhadap pembagian ½ : ½ sebagaimana diatur dalam KHI, dengan tujuan mewujudkan keadilan yang lebih proporsional berdasarkan fakta persidangan. Dengan demikian, Putusan Mahkamah Agung Nomor 266 K/AG/2010 menunjukkan bahwa hakim memiliki kewenangan untuk melakukan penemuan hukum (rechtsvinding) dalam rangka mencapai keadilan, kepastian hukum, dan kemanfaatan hukum secara seimbang.
Filsafat Pendidikan Islam dan Krisis Identitas Generasi Digital: Analisis Ontologis dan Aksiologis Surtimah Surtimah; Uswatun Hasanah; Jalaluddin Jalaluddin; Muslim Muslim; Ruslan Ruslan
INTEGRASI : Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 4, No. 1 : INTEGRASI (JANUARI-JUNI 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/int.v4i01.287

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran filsafat pendidikan Islam dalam merespons krisis identitas yang dialami generasi digital melalui pendekatan ontologis dan aksiologis. Metode yang digunakan adalah kualitatif berbasis library research, dengan menelaah berbagai literatur klasik dan kontemporer, termasuk karya-karya filsafat pendidikan Islam, jurnal akademik, serta buku yang relevan dengan isu identitas dan perkembangan teknologi digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa krisis identitas generasi digital dipengaruhi oleh disorientasi nilai, arus informasi yang tidak terfilter, serta lemahnya landasan ontologis tentang hakikat manusia. Dalam perspektif filsafat pendidikan Islam, manusia dipandang sebagai makhluk yang memiliki dimensi jasmani dan ruhani yang harus dikembangkan secara seimbang. Secara aksiologis, pendidikan Islam menekankan pentingnya nilai moral, etika, dan spiritual sebagai pedoman dalam menghadapi tantangan era digital. Kesimpulannya, filsafat pendidikan Islam menawarkan kerangka konseptual yang komprehensif untuk membangun identitas generasi digital yang utuh, dengan mengintegrasikan aspek pengetahuan, nilai, dan tujuan hidup yang berorientasi pada keseimbangan duniawi dan ukhrawi.