Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

Perancangan Logo HDI Klaten 2019 sebagai Identitas Visual Hari Difabel Charla Tia Hartika; Angga Kusuma Dawami
Deskomvis: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media Vol. 1 No. 2 (2020): DESKOMVIS: Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media
Publisher : Asosiasi Program Studi Desain Komunikasi Visual Indonesia (Asprodi DKV)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38010/deskomvis.v1i2.10

Abstract

Daya juang dalam hal kesetaraan antar difabel dengan non-difabel dalam menjalani kehidupan, membuat para advokasi terus menerus melakukan berbagai macam langkah guna mencapai kesetaraan tersebut. Maka itu muncullah pergerakkan untuk memperjuangkan hak-hak Difabel untuk diakui dan direalisasi dari perkumpulan-perkumpulan berbasis komunitas ataupun organisasi Difabel di masyarakat sesuai yang tertera pada UU nomor 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas. Kebanyakan dari mereka membuat kampanye-kampanye untuk menyuarakan hak-hak mereka sebagai penyandang Difabel. Seperti halnya diskriminasi pada penyandang difabel, stigma masyarakat dan juga aksesibilitas mereka. Begitu pula dengan penyandang disabilitas di Kabupaten Klaten, usaha tersebut dimodifikasi sesuai yang ada di zaman sekarang ini melalui media komunikasi visual yang dapat membantu untuk menunjukkan identitas visual Difabel Klaten itu sendiri. Identitas visual yang dimaksudkan disini meliputi logo, warna, pemilihan font, elemen desain, bagaimana bentuk promosinya dan hal lainnya yang bisa dikembangkan, juga dibuat secara konsisten atau pun berkelanjutan. Dengan adanya identitas visual yang baik maka brand tersebut akan meningkatkan kepercayaan pada masyarakat. Penelitian ini memberikan gambaran tentang bagaimana proses pembentukan identitas melalui logo Hari Disabilitas Internasional (HDI) pada tahun 2019. Dengan itu Hari Disabilitas Internasional merupakan momentum bagi para penyandang disabilitas di dunia untuk menunjukkan eksistensinya agar membedakan HDI Klaten 2019 dengan tahun sebelumnya, juga dengan komunitas ataupun organisasi lainnya.
Kurasi dan Sosialisasi Sebagai Tahap Awal Pengembangan Festival Seni Difabel di Yayasan Sanggar Insan Harapan Klaten Henny Tri Hastuti Hasana; Dahlan Susilo; Arif Yulianto; Angga Kusuma Dawami
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5093

Abstract

Penyandang disabilitas, khususnya anak-anak dengan autisme di Kabupaten Klaten, menghadapi keterbatasan akses terhadap ruang ekspresi seni dan publikasi karya. Yayasan Sanggar Insan Harapan (SIH) sebagai komunitas binaan Perkumpulan Penyandang Disabilitas Klaten (PPDK) memiliki potensi besar untuk mengembangkan seni inklusif, namun memerlukan pendampingan dalam aspek kurasi, publikasi, dan identitas sosial. Program Inovasi Seni Nusantara menjadi bagian dari upaya penguatan peran difabel dalam ekosistem seni melalui inovasi berbasis seni, desain, dan media. Program ini bertujuan untuk memperkuat identitas sosial difabel melalui penyelenggaraan Festival Seni dan Budaya Disabilitas Klaten 2025, serta meningkatkan kapasitas mitra dalam manajemen, kurasi, dan publikasi karya seni difabel secara berkelanjutan. Metode pelaksanaan dilakukan melalui dua tahap awal, yaitu: a) Sosialisasi program, guna memperkenalkan tujuan, tahapan kegiatan, dan peran masing-masing pihak (SIH, PPDK, dan tim pelaksana).b) Kurasi awal karya seni, untuk menyeleksi dan mengelompokkan karya anak-anak difabel berdasarkan tema, teknik, dan potensi pameran. Hasil tahap awal menunjukkan meningkatnya pemahaman mitra terhadap tujuan program, serta lahirnya panduan kurasi awal sebagai acuan dalam menyiapkan pameran. Kegiatan sosialisasi dan kurasi awal berhasil membangun kesadaran dan komitmen awal mitra dalam mengembangkan seni inklusif. Tahapan selanjutnya akan diarahkan pada pelatihan peningkatan keterampilan, penataan ruang pamer, dan penerapan inovasi digital melalui website dan festival seni.
Representasi City Branding Jakarta melalui Identitas Merek Asian Para Games 2018 Atiek Nur Hidayati; Yulianto Hadiprawiro; Angga Kusuma Dawami
Jurnal Desain Vol 6, No 03 (2019): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.663 KB) | DOI: 10.30998/jd.v6i3.3652

Abstract

Penelitian ini akan mengeksplorasi representasi city branding Jakarta melalui identitas merek Asian Para Games 2018. Asian Para Games sebagai sport mega event dapat menjadi akselerasi dalam membentuk city branding. Pendekatan kualitatif digunakan dengan studi kasus identitas merek Asian Para Games 2018 yang dikaitkan dengan elemen identitas city branding. Identitas merek yang akan dianalisis adalah logo, maskot dan slogan. Hasil penelitian ini adalah (1) logo, maskot, dan slogan Asian Para Games 2018, merupakan representasi dari visual difabel yang mengangkat konsep kesetaraan antara difabel dan non-difabel, sehingga tidak memberikan gambaran yang diskriminatif (2) visual difabel tidak harus selalu muncul jelas pada logo, maskot dan slogan; (3) identitas merek Asian Para Games 2018 merupakan salah satu citra city branding Jakarta yang diilustrasikan melalui elemen visual acara olahraga difabel terbesar di Asia.
Semiotika Komunikasi Visual pada Kampanye Media Daring Organisasi Difabel Akar Tuli Angga Kusuma Dawami
Jurnal Desain Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (593.982 KB) | DOI: 10.30998/jd.v7i01.2084

Abstract

Organisasi difabel menciptakan produk-produk kampanye media daring yang diproduksi guna membantu komunikasi visual mereka untuk mencapai tujuan organisasinya. Akar Tuli merupakan salah satu organisasi difabel Tuli yang menggunakan sosial media pada media daring untuk mempublikasikan karya-karya kampanyenya. Tulisan ini membahas tentang bagaimana semiotika komunikasi visual dari kampanye digital yang dilakukan oleh Akar Tuli. Dengan menggunakan pendekatan semiotika, dan analisis semiotika komunikasi visual, karya-karya kampanye digital Akar Tuli mampu diklasifikasikan berdasarkan tanda, kode, dan makna yang terkandung di dalamnya. Penelitian ini menunjukkan bahwa bahwa ketiga iklan yang telah dibahas dalam tulisan dengan menggunakan semiotika komunikasi visual menunjukkan adanya kode-kode kebudayaan, simbolik, dan narasi dalam menampilkan poster digital mereka. Wacana-wacana yang mendalam dari kampanye media daring yang telah dipaparkan belum menunjukkan kedalaman materi yang diangkat dalam kampanye. Hanya sebagai sebuah peringatan hari besar, atau sebuah momen, atau hanya sebagai undangan terbuka. Produksi iklan yang berperan sebagai tanda, dapat dilihat sebagai sebuah gejala komunikasi visual yang dapat dibaca serta ditafsirkan guna menjadi sebuah ilmu pengetahuan untuk komunitas difabel itu sendiri atau masyarakat lebih luas. Selain itu juga membuktikan bahwa difabel tidak hanya sekedar menjadi obyek charity, namun menjadi subyek yang juga berperan dalam masyarakat secara luas
Perancangan Logo Organisasi Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Difabel (FKMPD) Klaten Ariefika Listya; Angga Kusuma Dawami
Jurnal Desain Vol 5, No 02 (2018): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (720.513 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v5i02.2195

Abstract

Tidak hanya organisasi berorientasi profit, organisasi non profit juga memerlukan logo, agar dapat membedakan dirinya dengan entitas organisasi yang lain. Ketidakadaan identitas visual salah satu organisasi difabel di Klaten Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Difabel (FKMPD), menyebabkan persepsi masyarakat kepada organisasi tersebut hanya sebatas ada kegiatan, namun tidak terposisikan dengan baik dalam benak komunitas lain yang lebih luas. Studi ini membahas tentang bagaimana merancang logo dan implementasinya pada beberapa media secara konsisten sesuai dengan identitas dari entitas Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Difabel (FKMPD) Klaten. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, tulisan ini memberikan gambaran bahwa merancang logo organisasi non profit terkait difabel khususnya FKMPD memerlukan proses yang sama dengan merancang logo organisasi berorientasi profit pada umumnya. Penelitian berbasis perancangan ini menghasilkan logo FKMPD Klaten yang bertipe logotype guna menekankan nama FKMPD dimana huruf K merupakan representasi ikon orang yang bersemangat dan penuh harapan serta huruf M yang merupakan penggabungan dari simbol hati merepresentasikan wujud kepedulian terhadap kesetaraan difabel dengan non difabel.
Analisis Kampanye Hari Disabilitas Internasional (HDI) Tahun 2017 Kabupaten Klaten Angga Kusuma Dawami; Yayah Rukiah; M. S. Andrijanto
Jurnal Desain Vol 6, No 01 (2018): Jurnal Desain
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1145.531 KB) | DOI: 10.30998/jurnaldesain.v6i01.2620

Abstract

Ajang peringatan Hari Disabilitas Internasional (HDI) adalah ajang untuk organisasi difabel menunjukkan dirinya merupakan bagian dari masyarakat yang utuh. Semangat untuk menjadi setara merupakan semangat yang terus digaungkan dimanapun HDI dilakukan. Difabel Klaten merupakan salah satu merek persatuan difabel, yang berbentuk organisasi, namun menjadi merek perjuangan untuk organisasi-organisasi disabilitas di Kabupaten Klaten pada HDI Klaten 2017. Materi-materi kampanye yang diproduksi oleh Difabel Klaten menjadi corak tersendiri yang mewarnai HDI tahun 2017. Produksi visual pada Kampanye Sosial oleh Difabel Klaten memberikan gambaran yang menarik dalam mencerminkan dirinya sebagai salah satu merek dalam perjuangan advokasi dari yang pernah ada. Difabel Klaten memproduksi kampanye secara visual secara terstruktur, dari Logo, Maskot, E-Banner, dll. Tulisan ini membahas tentang analisis kampanye yang dilakukan oleh Difabel Klaten pada Hari Disabilitas Internasional (HDI) tahun 2017 di Kabupaten Klaten. Dengan menggunakan deskriptif analitik, materi-materi kampanye Difabel Klaten dibahas secara komprehensif. Hasil penelitian ini adalah (1) terdapat konsistensi atas ide-ide komunikasi visual yang diproduksi oleh Difabel Klaten; (2) adanya kesinambungan antar ide kreatif dengan semangat perjuangan Difabel yang dilihat dari logo, maskot, dan produksi visual lainnya.