Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Uncovering Gaps in Deductive Geometry Thinking: Rasch-Based Evidence from Students’ Work on Quadratic Functions Fiki Alghadari; Bella Arisha; Nurul Hidayah; Saparuddin Saparuddin; Budi Eka Dharma
Journal of Instructional Mathematics Vol. 6 No. 2 (2025): Innovative Approaches to Mathematical Understanding and Literacy
Publisher : Pendidikan Matematika STKIP Kusuma Negara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37640/jim.v6i2.2510

Abstract

The deductive structure is fundamental in mathematics, but students often struggle to derive logical consequences when constructing proofs or engaging in the bridging process. This study analyzed students’ ability to deduce logical relationships between properties in geometric thinking on quadratic functions. The participants were students (N=139) from the mathematics education program. The properties of quadratic functions and their interrelationships contained in the premises represented students’ responses to the instrument. The responses were dichotomously coded based on the criteria of the carried-out deduction process and then evaluated using Rasch analysis. The findings revealed that, in general, the distribution of students’ ability levels was below most levels of the carried-out deduction process. Although a group of students had already reached the high-ability category, the overall distribution was still dominated by low-ability levels. Many students continued to face serious challenges in reaching the final stage of the deduction process—advanced premise integration and deductive synthesis—since most of them established relationships among properties merely from the given information. There were indications that learning experiences during higher education contributed positively to the improvement of students’ ability at the deduction level. The study recommends four steps to habituate students to the process of deduction.
Analisis Pola Pewarisan Sifat Earlobe (Cuping Telinga Menempel dan Bebas) dalam Tiga Generasi Keluarga Rahmadaniati, Wulan; Febiola, Nasha; Zahrani, Salyabila; Aina, Selia; Siburian, Jodion; Anggereini, Evita; Saparuddin, Saparuddin; Tentia, Ine
Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Vol 14, No 1 (2026): Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpb.v14i1.22334

Abstract

Pewarisan karakter pada manusia merupakan salah satu kajian penting dalam genetika, khususnya dalam menjelaskan variasi fenotip yang muncul antar generasi. Salah satu sifat morfologi yang sering digunakan sebagai contoh dalam studi genetika dasar adalah bentuk earlobe (cuping telinga bebas atau menempel), yang secara klasik dijelaskan mengikuti pola pewarisan Mendel. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola pewarisan bentuk earlobe pada tiga generasi dari tiga keluarga serta menelaah kesesuaiannya dengan prinsip dominansi dalam genetika Mendel. Penelitian dilakukan menggunakan metode observasional deskriptif melalui pengamatan langsung terhadap bentuk cuping telinga, dokumentasi visual, serta wawancara untuk memperoleh informasi silsilah keluarga. Penentuan kemungkinan genotipe individu dilakukan berdasarkan fenotip yang diamati dan pola kemunculan sifat pada silsilah keluarga, dengan asumsi bahwa individu berfenotip dominan yang memiliki keturunan dengan fenotip resesif dikategorikan sebagai heterozigot. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa fenotip cuping telinga bebas lebih sering muncul pada anggota keluarga yang diamati dibandingkan dengan cuping telinga menempel. Pola transmisi sifat yang terlihat antar generasi menunjukkan kecenderungan yang selaras dengan model pewarisan autosomal dominan, di mana alel E (cuping telinga bebas) bersifat dominan terhadap alel e (cuping telinga menempel). Dengan demikian, penelitian ini memberikan gambaran mengenai pola pewarisan bentuk earlobe dalam lingkup keluarga yang diamati serta menunjukkan kesesuaian umum dengan prinsip pewarisan Mendel. Temuan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai contoh kontekstual dalam pembelajaran genetika berbasis studi keluarga.Kata Kunci: Autosomal Dominan, Cuping Telinga, Genetika Mendel, Pewarisan Sifat, Tiga Generasi Keluarga