Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Hubungan Motivasi Belajar dan Kesadaran Metakognisi dengan Hasil Belajar Kognitif Biologi Siswa Fase E SMA Negeri 2 Muaro Jambi Depit Wulan Sari; Ervan Johan Wicaksana; Saparuddin
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i2.116328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan motivasi belajar dan kesadaran metakognisi secara parsial maupun simultan dengan hasil belajar kognitif Biologi siswa Fase E SMA Negeri 2 Muaro Jambi, serta mengetahui kontribusi kedua variabel bebas dalam model regresi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode asosiatif dan desain cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 240 siswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa angket motivasi belajar, angket kesadaran metakognisi berbasis Metacognitive Awareness Inventory (MAI), dan tes hasil belajar kognitif Biologi. Hasil uji instrumen menunjukkan bahwa instrumen penelitian valid dan reliabel, dengan nilai reliabilitas tes hasil belajar kognitif sebesar 0,927, motivasi belajar sebesar 0,826, dan kesadaran metakognisi sebesar 0,739. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji prasyarat, korelasi Pearson, dan regresi linear berganda dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar memiliki hubungan positif dengan hasil belajar kognitif Biologi (r = 0,699; p < 0,001), demikian pula kesadaran metakognisi (r = 0,668; p < 0,001). Secara simultan, motivasi belajar dan kesadaran metakognisi berhubungan secara positif dengan hasil belajar kognitif Biologi (p < 0,001) dengan nilai koefisien determinasi sebesar 0,651. Hal ini menunjukkan bahwa kedua variabel bebas mampu menjelaskan 65,1% variasi hasil belajar kognitif siswa. Penelitian ini mengimplikasikan pentingnya strategi pembelajaran yang mendukung peningkatan motivasi belajar dan kesadaran metakognisi siswa.
Analisis Pola Pewarisan Sifat Earlobe (Cuping Telinga Menempel dan Bebas) dalam Tiga Generasi Keluarga Wulan Rahmadaniati; Nasha Febiola; Salyabila Zahrani; Selia Aina; Jodion Siburian; Evita Anggereini; Saparuddin Saparuddin; Ine Tentia
Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi Vol 14, No 1 (2026): Bioed : Jurnal Pendidikan Biologi
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jpb.v14i1.22334

Abstract

Pewarisan karakter pada manusia merupakan salah satu kajian penting dalam genetika, khususnya dalam menjelaskan variasi fenotip yang muncul antar generasi. Salah satu sifat morfologi yang sering digunakan sebagai contoh dalam studi genetika dasar adalah bentuk earlobe (cuping telinga bebas atau menempel), yang secara klasik dijelaskan mengikuti pola pewarisan Mendel. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola pewarisan bentuk earlobe pada tiga generasi dari tiga keluarga serta menelaah kesesuaiannya dengan prinsip dominansi dalam genetika Mendel. Penelitian dilakukan menggunakan metode observasional deskriptif melalui pengamatan langsung terhadap bentuk cuping telinga, dokumentasi visual, serta wawancara untuk memperoleh informasi silsilah keluarga. Penentuan kemungkinan genotipe individu dilakukan berdasarkan fenotip yang diamati dan pola kemunculan sifat pada silsilah keluarga, dengan asumsi bahwa individu berfenotip dominan yang memiliki keturunan dengan fenotip resesif dikategorikan sebagai heterozigot. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa fenotip cuping telinga bebas lebih sering muncul pada anggota keluarga yang diamati dibandingkan dengan cuping telinga menempel. Pola transmisi sifat yang terlihat antar generasi menunjukkan kecenderungan yang selaras dengan model pewarisan autosomal dominan, di mana alel E (cuping telinga bebas) bersifat dominan terhadap alel e (cuping telinga menempel). Dengan demikian, penelitian ini memberikan gambaran mengenai pola pewarisan bentuk earlobe dalam lingkup keluarga yang diamati serta menunjukkan kesesuaian umum dengan prinsip pewarisan Mendel. Temuan ini juga dapat dimanfaatkan sebagai contoh kontekstual dalam pembelajaran genetika berbasis studi keluarga.Kata Kunci: Autosomal Dominan, Cuping Telinga, Genetika Mendel, Pewarisan Sifat, Tiga Generasi Keluarga
Hubungan Rasio Panjang Jari Telunjuk dan Jari Manis (2D:4D) dengan Tinggi Badan Mahasiswa Universitas Jambi Adinda Kinantia Gayatri; Amanda Rya Agustyn; Dea Abyanti Putri; Priska Enjelina Napitu; Jodion Siburian; Evita Anggereini; Saparuddin Saparuddin; Ine Tentia
Biocaster : Jurnal Kajian Biologi Vol. 6 No. 1 (2026): January
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/biocaster.v6i1.856

Abstract

The finger length ratio (2D:4D) is often used as an indirect indicator to estimate the influence of hormones, especially prenatal sex hormones, which are thought to be related to physical variations such as height. This study aims to analyze the relationship between the index finger and ring finger length ratio (2D:4D) and the height of students at the University of Jambi. This study used a quantitative approach with a correlational design. The sample consisted of 37 students at the University of Jambi who were selected using purposive sampling. The inclusion criteria included students who were willing to participate, were in good physical health, and had no growth disorders or abnormalities of the fingers. Measurements were taken directly of the length of the index finger (2D) and ring finger (4D) on the right and left hands using calipers with an accuracy of 0.05 mm, while height was measured using a tape measure. Pearson's correlation analysis was used to determine the relationship between the 2D:4D ratio and height. The results showed that the relationship between height and the 2D:4D ratio on the right hand (r = 0.184; p = 0.276) and left hand (r = 0.233; p = 0.166) was positive but very weak and not statistically significant. These findings indicate that the 2D:4D ratio is not significantly related to the height of students at the University of Jambi.
Analisis Kemampuan Berpikir Kreatif dan Pemecahan Masalah Siswa SMA dalam Pembelajaran Biologi Berbasis Project dengan Rasch Model Nadia Lorenza; Evita Anggereini; Saparuddin Saparuddin; Kriswantoro Kriswantoro
Indonesian Journal of Innovation Multidisipliner Research Vol. 4 No. 3 (2026): Juli - September
Publisher : Institute of Advanced Knowledge and Science

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69693/ijim.v4i3.1411

Abstract

Pembelajaran biologi pada abad ke-21 dituntut mampu mengembangkan keterampilan berpikir tingkat tinggi, termasuk kemampuan berpikir kreatif. Namun, profil kemampuan berpikir kreatif siswa dalam pembelajaran biologi berbasis proyek masih belum banyak dipetakan secara objektif menggunakan pendekatan pengukuran modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif siswa SMA dalam pembelajaran biologi berbasis Project-Based Learning (PjBL) menggunakan Rasch Model. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan desain survei ex post facto. Sampel penelitian terdiri atas 225 siswa kelas X Fase E SMA Negeri 11 Kota Jambi yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa tes esai kemampuan berpikir kreatif yang mencakup indikator fluency, flexibility, originality, elaboration, dan metaphorical thinking. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan Rasch Model untuk menguji kualitas instrumen serta memetakan kemampuan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen memiliki kualitas pengukuran yang sangat baik dengan nilai person reliability sebesar 0,86 dan item reliability sebesar 0,99. Seluruh butir berada pada kategori fit, kategori skor berfungsi dengan baik, dan instrumen memenuhi asumsi unidimensionalitas. Kemampuan berpikir kreatif siswa berada pada kategori baik dengan rata-rata kemampuan sebesar 0,35 logit. Indikator fluency merupakan aspek yang paling mudah dikuasai siswa, sedangkan metaphorical thinking menjadi indikator yang paling sulit. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran biologi berbasis proyek berpotensi mendukung pengembangan kemampuan berpikir kreatif siswa, meskipun aspek orisinalitas dan berpikir metaforis masih memerlukan penguatan.
Identifikasi Pola Pewarisan Genu Varum melalui Analisis Silsilah Keluarga di Wilayah Jambi Vibi Rizki Pratimi; Revia Azhari; Amelia Sapitri; Asqin Habil Anshory; Jodion Siburian Siburian; Evita Anggereini Anggereini; Saparuddin Saparuddin; Ine Tentia Tentia
JBIOEDRA: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 3 No 2 (2025)
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Katolik Widya Mandira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Genu varum is a growth disorder of the lower limbs characterized by an abnormal angular deviation between the knee and femur due to rotational changes in the knee joint. Factors such as lower limb development, pathological conditions, and genetic predisposition may influence the occurrence of this condition. This study aimed to identify the inheritance pattern of genu varum through family pedigree analysis in the Jambi region and to examine the influence of environmental factors on its incidence within the local community. This research employed a descriptive cross-sectional design. Data were collected in Jambi City from September to October 2025. Four families were purposively selected based on the criterion that at least one family member had been diagnosed with genu varum. Family history data were used to construct pedigrees, and clinical measurements were performed by assessing intercondylar distance. The results indicated that although genetic factors play a significant role, variations in inheritance tendencies were observed among the four families studied.
Minat Belajar dan Kesadaran Metakognitif sebagai Prediktor Hasil Belajar Kognitif Biologi Siswa Fase F Jingga Veronika; Ervan Wicaksana; Saparuddin
Binomial: Jurnal Pendidikan Biologi Vol 9 No 2 (2026): Jurnal Binomial
Publisher : Pendidikan Bilogi, FKIP, Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/binomial.v9i2.3454

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan minat belajar dan kesadaran metakognitif terhadap hasil belajar kognitif Biologi siswa kelas XI Fase F SMA Negeri 2 Muaro Jambi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Sampel penelitian berjumlah 120 siswa yang ditentukan menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian yang digunakan berupa angket minat belajar, angket kesadaran metakognitif berdasarkan indikator Metacognitive Awareness Inventory (MAI), dan tes hasil belajar kognitif Biologi. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji prasyarat, uji korelasi Pearson, regresi linear berganda, uji F, dan uji t dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar memiliki hubungan positif dan signifikan terhadap hasil belajar kognitif dengan nilai korelasi sebesar 0,471 dan signifikansi 0,000 (<0,05). Kesadaran metakognitif juga menunjukkan hubungan positif dan signifikan terhadap hasil belajar dengan nilai korelasi sebesar 0,556 dan signifikansi 0,000 (<0,05). Secara simultan, minat belajar dan kesadaran metakognitif berpengaruh signifikan terhadap hasil belajar kognitif dengan nilai signifikansi 0,000 (<0,05) serta memberikan kontribusi sebesar 33,3%. Dengan demikian, minat belajar dan kesadaran metakognitif menjadi faktor pendukung dalam meningkatkan hasil belajar kognitif Biologi siswa.
Persepsi dan Kebutuhan Mahasiswa Calon Guru Biologi terhadap Media Pembelajaran Bioteknologi Saparuddin, Saparuddin; Lestari, Umie; Suarsini, Endang
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol. 6, No. 5
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to reveal the perceptions and needs of pre-service biology teachers on biotechnology learning and their need for instructional media, especially on the topic of basic molecular biology techniques. This descriptive quantitative study was done purposively on 42 students who have completed the biotechnology lectures in Biology Education Program, Universitas Negeri Malang. The data collection instruments consisted of a biotechnology topic difficulty survey questionnaire and a felt needs questionnaire. The questionnaire response data analyzed using descriptive statistics showed that students perceived the laboratory activity of basic molecular biology techniques as a moderate level. On average, all students performed DNA analysis techniques, and only 55% of all students performed protein analysis techniques. Overall, students have feelings, understanding, and confidence at a moderate level, while they feel they have excellent learning assistance. Even so, students feel they need learning resources in the form of research-based multimedia to support learning on the topic of practicum on molecular biology analysis techniques, especially in protein analysis techniques. Research-based protein analysis techniques multimedia that is suitable for students' university cognitive development are considered to be developed in supporting biotechnology learning for pre-service biology teachers.
The Analysis of Role Teacher Personality Competence, Curriculum, and School Climate on Islamic Student’s Morals Amid the Covid-19 Pandemic Ruslan, Ruslan; Saparuddin, Saparuddin; Burga, Muhammad Alqadri
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol. 8, No. 1
Publisher : citeus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to analyze the influence of teacher personality competencies, the curriculum, and the climate of Islamic boarding school on the morals of students in Sulawesi Selatan district, Indonesia. This type of research is a survey with a quantitative approach. Data collection methods using questionnaires, documentation, and observation. Data analysis using descriptive statistical and inferential statistical analysis techniques. The results showed that the teacher's personal competence, the curriculum, and climate of the Islamic boarding school have a positive and significant effect both partially and simultaneously on the morals of the students.