Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

SOSIALISASI BATAS PENGGUNAAN OBAT (BEYOND USE DATE) KEPADA SISWA SMAN 8 BANDA ACEH Fitria Fitria; Chairanisa Anwar; Syarifah Yanti Astryna; Nurhayati Nurhayati; Siti Samaniyah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beyond Use Date (BUD) merupakan batas waktu penggunaan obat yang telah melalui proses peracikan, pengenceran, atau pengemasan ulang  yang berbeda dari tanggal kedaluwarsa produk asli. Evaluasi ini bertujuan untuk menjamin mutu, keamanan, dan efektivitas terapi bagi pasien, serta mencegah risiko penggunaan obat yang tidak lagi memenuhi standar kualitas. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini penyuluhan, pemaparan materi, untuk siswa negeri SMAN 8 Banda Aceh yang hadir di acara penyuluhan BUD. Diharapkan pada kegiatan pengabdian masyarakat ini  siswa dapat mengetahui BUD sehingga membantu siswa memahami batas waktu obat tetap stabil, aman digunakan dan dapat menggunakan obat secara rasional.
PEMANFAATAN AMPAS KOPI SEBAGAI BAHAN DASAR KOSMETIK DI SMK FARMASI CUT MEUTIA Fitria Fitria; Siti Samaniyah; M. Deddy Harfiansyah; Rahmat Akbar; Nurhayati Nurhayati
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 7 No. 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ampas kopi merupakan limbah organik yang dihasilkan dalam jumlah besar dari aktivitas konsumsi kopi, khususnya di daerah penghasil kopi seperti Provinsi Aceh. Ampas kopi masih mengandung senyawa bioaktif berupa kafein, polifenol, dan senyawa fenolik yang memiliki aktivitas antioksidan dan berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan dasar kosmetik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa SMK Farmasi Cut Meutia Kota Banda Aceh dalam pemanfaatan ampas kopi sebagai bahan kosmetik sederhana yang aman dan ramah lingkungan. Metode kegiatan meliputi penyuluhan mengenai potensi bahan alam dalam kosmetik, demonstrasi pembuatan sediaan masker wajah berbasis ampas kopi, serta evaluasi pemahaman peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa mengenai pemanfaatan limbah organik dan kemampuan praktik pembuatan kosmetik sederhana. Kegiatan ini diharapkan dapat mendukung pembelajaran vokasional serta mendorong inovasi produk kosmetik berbasis bahan alam lokal.
PENGABDIAN MASYARAKAT MELALUI PELAYANAN INFORMASI OBAT DAN BANTUAN KESEHATAN BAGI KORBAN BANJIR DI PIDIE JAYA Fitria Fitria; Silmi Kaffah; Finaul Asyura; M. Deddy Harfiansyah; Siti Samaniyah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bencana banjir berdampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, terutama pada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan penderita penyakit kronis. Kondisi pascabanjir dapat meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan, pembatasan akses layanan kesehatan, serta penggunaan obat yang tidak tepat karena kurangnya informasi. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelayanan informasi obat dan bantuan kesehatan kepada korban banjir di Kabupaten Pidie Jaya. Metode kegiatan dilakukan melalui pemeriksaan kesehatan sederhana, pemberian obat sesuai keluhan, edukasi penggunaan obat yang aman dan rasional, serta konseling singkat mengenai penyimpanan obat, pemenuhan minuman obat, dan pencegahan penyakit pascabanjir. Sasaran kegiatan adalah warga yang terdampak banjir di wilayah Pidie Jaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat sangat membutuhkan layanan kesehatan dasar dan informasi obat, terutama terkait penggunaan obat demam, batuk, diare, gatal-gatal, vitamin, serta obat penyakit kronis. Kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penggunaan obat yang benar serta membantu pemulihan kesehatan warga yang terdampak banjir. Pelibatan tenaga farmasi dalam kegiatan tanggap darurat bencana penting dilakukan untuk menjamin keamanan penggunaan obat dan mendukung pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif.
EDUKASI PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) PASCA BANJIR MELALUI PENINGKATAN PENGETAHUAN MASYARAKAT DI GAMPONG MEUNASAH LHOK, KABUPATEN PIDIE JAYA Finaul Asyura; Chairanisa Anwar; Fitria Fitria; Siti Samaniyah; Rahmat Akbar; Syarifah Asyura; Rouzatun Nisa; Ulfa Husna Dhirah; Nurdin Nurdin; Ratna Wilis
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT BIDANG KESEHATAN Vol. 8 No. 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Ubudiyah Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam Berdarah Dengue merupakan penyakit infeksi yang ditularkan melalui gigitan nyamuk dan masih menjadi salah satu masalah kesehatan masyarakat di daerah tropis, termasuk Indonesia. Kondisi pasca banjir dapat meningkatkan risiko penularan DBD karena adanya genangan air, sampah, barang bekas, dan tempat penampungan air yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti. Kurangnya pengetahuan masyarakat mengenai cara penularan dan pencegahan DBD dapat menyebabkan rendahnya kesadaran dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama setelah banjir. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat tentang pencegahan DBD pasca banjir di Gampong Meunasah Lhok, Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan dilakukan melalui penyuluhan kesehatan, diskusi interaktif, tanya jawab, serta pembagian media edukasi mengenai pencegahan DBD dan penerapan 3M Plus. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat antusias dan aktif mengikuti edukasi. Peserta mengalami peningkatan pemahaman mengenai penularan DBD, tanda dan gejala, tempat perkembangbiakan nyamuk, pentingnya kebersihan lingkungan, serta upaya pencegahan DBD setelah banjir. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk menerapkan 3M Plus secara rutin, menjaga kebersihan lingkungan, memberantas sarang nyamuk, serta berperan aktif dalam mencegah penularan DBD pasca banjir secara berkelanjutan.
Drug Related Problems (DRPs) pada pasien hipertensi rawat jalan di Puskesmas Ridge Kecamatan Distrik Samofa Kabupaten Biak Provinsi Papua Tahun 2025 Bambang Hendrawan; Fitria Fitria; Syarifah Yanti Astryna; Nurhayati Nurhayati
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 9 Nomor 3 (2026)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v9i3.1659

Abstract

Background: Hypertension is a chronic condition requiring long-term pharmacotherapy, which increases the risk of Drug-Related Problems (DRPs), particularly in outpatient settings. Limited data exist regarding DRPs in primary healthcare facilities in eastern Indonesia, especially Papua Province. Objective: This study aimed to identify and describe DRPs, including subtherapeutic dosage, supratherapeutic dosage, ineffective drug, inappropriate drug combination, and drug interactions, among hypertensive outpatients at Ridge Community Health Center, Samofa District, Biak Regency, Papua Province, in 2025. Methods: A non-experimental descriptive study with a retrospective design was conducted using medical records and prescription data from hypertensive outpatients. A total of 96 prescriptions were selected through simple random sampling from the January–May 2025 period. DRPs were evaluated based on the National Guidelines for Medical Services (PNPK) for Hypertension 2021, the British National Formulary (BNF), and the Drug Information Handbook, while drug interactions were assessed using Lexicomp® Drug Interactions and Medscape. Data were analyzed descriptively and presented as frequencies and percentages. Results: No DRPs were identified in the categories of subtherapeutic dosage, supratherapeutic dosage, or ineffective drug. Inappropriate drug combinations were observed in 15 patients (15.6%), while 81 patients (84.4%) had no such issues. Drug interactions were also identified in 15 patients (15.6%), involving amlodipine-simvastatin and candesartan-ibuprofen combinations. All cases of inappropriate drug combinations concurrently exhibited potential drug interactions. Conclusion: DRPs among hypertensive outpatients at Ridge Community Health Center were predominantly characterized by inappropriate drug combinations and drug interactions, while dosage-related problems were absent. These findings underscore the need for systematic prescription review and routine drug interaction screening in primary care settings to optimize antihypertensive therapy outcomes and ensure patient safety.
Validasi Metode Analisis KCKT untuk Penetapan Kadar Parasetamol dalam Sediaan Tablet Generik dan Bermerek M. Deddy Harfiansyah; Gratia Apulina Cindylawsa Purba; Fitria Fitria; Ummi Khairani Rambe; Ageng Azhar Amar
Journal of Pharmaceutical and Sciences JPS Volume 8 Nomor 4 (2025)
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Tjut Nyak Dhien

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36490/journal-jps.com.v8i4.1107

Abstract

Background: Paracetamol is one of the most widely used analgesic and antipyretic drugs, and quality control of its dosage forms is crucial to ensure therapeutic effectiveness. Objective: This study aimed to validate a simple, rapid, and reliable High-Performance Liquid Chromatography (HPLC) method for the determination of paracetamol content in generic and branded tablet formulations. Methods: The chromatographic analysis was performed on a C18 column using a mobile phase of distilled water and methanol (3:1, v/v) with a flow rate of 1.0 mL.min–1, injection volume of 20 µL, and detection wavelength at 243 nm. Validation parameters including system suitability, linearity, accuracy, precision, limit of detection (LOD), and limit of quantification (LOQ) were evaluated according to pharmacopeial guidelines. Results: The method demonstrated excellent linearity over the range of 8–12 µg.mL–1 (r = 0.9998), with LOD and LOQ values of 0.13 µg.mL–1 and 0.40 µg.mL–1, respectively. Accuracy values were 99.00% for generic and 98.86% for branded tablets, while precision showed %RSD of 0.53% and 0.68%. The paracetamol content was 101.47% and 100.20% for generic and branded formulations, respectively, meeting pharmacopeial standards (90–110%). Conclusion: The validated HPLC method proved to be accurate, precise, and sensitive for the quantitative determination of paracetamol in tablet dosage forms. This method is suitable for routine quality control and can be extended for stability or pharmacokinetic studies.