Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

STUDI FENOMENOLOGI: KEHIDUPAN MASYARAKAT PASKA ERUPSI GUNUNG KELUD TAHUN 2014 DI DESA PUNCU KECAMATAN PUNCU KABUPATEN KEDIRI Lilik Setiawan
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 4 No 2 (2018): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jurnal.v4i2.319

Abstract

Bencana di Indonesiamengalami peningkatan yang luar biasa, pada  tahun 2016 mengalami peningkatan 35% dari tahun sebelumnya. Bencana di Indonesia hampir seluruhnya menimbulkan kerugian materi maupun non materi, untuk itu masyarakat Indonesia harus selalu siap karena tidak tahu kapan bencana itu akan dating. Berbagai dampak dari kerugian/kehilangan dari masyarakat merupakan tekanan psikologis bagi warga yang dapat menyebabkan munculnya PTSD (Post Traumatic Stress Disorder) pasca gempa. Tujuan dari penelitian ini mengeksplorasi kehidupan masyarakat pasca erupsi gunung Kelud di desa Puncu Kecamatan Puncu Kabupaten Kediri. Desain penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi interpretif. Pengumpulan data dengan menggunakan metode wawancara mendalam dengan panduan wawancara semi terstruktur yang melibatkan enam orang partisipan dan dianalis dengan Interpretif Phenomenologi Analisis (IPA). Penelitian ini menghasilkan lima tema meliputi: merasa tentram hidup di lereng gunung, mengutamakan kebutuhan pokok,berusaha memulihkan ekonomi keluarga, bersemangat bertani hidup lagi, mencari ketenangan diri. Melihat gambaran yang dialami masyarakat sangat membutuhkan penanganan yang baik, diperlukan peran dari tenaga kesehatan dan instansi terkait dalam memberikan pelayanan pada masyarakat yang terdampak erupsi gunung agar dapat memahami, menjalani dan menerima serta bangkit dari kondisi yang dialami.
PENGALAMAN REMAJA SAAT MENGHADAPI MANARCHE Lilik Setiawan; Sutiyah Heny; Reni Linda Saputri
Jurnal Penelitian Keperawatan Vol 5 No 1 (2019): Jurnal Penelitian Keperawatan
Publisher : STIKES RS Baptis Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32660/jurnal.v5i1.338

Abstract

Pengalaman didefinisikan sebagai sesuatu yang pernah dialami (dijalani, dirasai, ditanggung, dan sebagainya). Remaja adalah suatu tahapan antara masa kanak-kanak dengan masa dewasa. Istilah ini menunjukkan masa dari awal pubertas sampai terjadinya kematangan, biasanya mulai dari 14 tahun pada pria dan 12 tahun pada wanita. Manarche merupakan menstruasi yang pertama bisa terjadi dalam rentang usia 10-16 tahun atau pada masa awal remaja di tengah masa pubertas sebelum memasuki masa reproduksi. Tujuan penelitian mengetahui bagaimana pengalaman remaja saat menghadapi manarche di MTS Mujahidin Kecamatan Kepung. Desain penelitian deskriptif kualitatif. Variabel penelitian adalah gambaran pengalaman remaja saat menghadapi manarche di MTS. Populasi penelitian sebanyak 18 partisipan menjadi 5 partisipan setelah saturasi data. Sampel sebanyak 5 partisipan. Dilaksanakan penelitian pada tanggal 30-31 Mei 2018. Teknik pengumpulan data wawancara dengan pengolahan saturasi data. Menggunakan teknik analisa model “Colaizzi”. Berdasarkan hasil penelitian ini menghasilkan lima tema meliputi: 1) merasakan situasi yang tidak nyaman, 2) ketakutan saat manarche, 3) merasa kurang percaya diri, 4) mencari tahu kepada orang lain, 5) menstruasi lancar dan sesuai dengan siklus. Pengalaman dalam menghadapi manarche di pengaruhi dari persepsi, perasaan, perilaku dan harapan remaja MTs Mujahidin. Dalam penelitian ini remaja diharapkan untuk mencari informasi melalui media masa dan mendapatkan informasi pada lingkungan sekitar yang mempunyai pengalaman manarche terlebih dahulu dan bertukar pengalaman agar remaja mampu menghadapi manarche lebih nyaman, tidak ketakutan dan merasa percaya diri.
Sikap Remaja Pada Temannya Dari Keluarga Penderita Gangguan Jiwa Lilik Setiawan; Widyasih Sunaringtyas
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 7 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i7.1813

Abstract

Gangguan jiwa merupakan suatu sindrom atau pola pikir manusia yang berhubungan dengan distress atau penderitaan yang dapat menimbulkan gangguan satu atau lebih pada fungsi kehidupan manusia. Keluarga merupakan dua orang atau lebih yang disatukan dalam ikatan kebersamaan dan ikatan emosional, dalam hubungan keluarga biasanya ada salah satu anggota memiliki sikap yang cenderung sensitif khususnya remaja karena menganggap gangguan jiwa merupakan aib dalam keluarga. Sikap sendiri dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu pengalaman pribadi, usia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Sikap Remaja Pada Temannya Dari Keluarga Penderita Gangguan Jiwa. Desain penelitian ini menggunakan Deskriptif, populasi dan sample penelitian adalah seluruh siswa-siswi dengan salah satu teman yang memiliki keluarga penderita gangguan jiwa sebanyak 300 responden, dengan Teknik purposive sampling. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggah 22 April 2024, variable penelitian Sikap Remaja Pada Temannya Dari Keluarga Penderita Gangguan Jiwa, instrumen penelitian menggunakan kuesioner, dan data dianalisa dengan rumus persentase dan di interpretasikan secara kuantitaif. Hasil penelitian 300 responden Sebagian besar dari responden sebanyak 210 responden (70%) mempunyai sikap positif dan Sebagian dari responden sebanyak 90 responden (30%) mempunyai sikap negatif. Hal ini kemungkinan sikap positif disebabkan oleh faktor usia, jenis kelamin dan pengalaman mendapatkan informasi. Sedangkan sikap negatif disebabkan oleh faktor hubungan kedekatan dengan teman, jenis kelamin dan pengalaman mendapatkan informasi. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menambah informasi dan wawasan untuk proses pembelajaran tentang keperawatan jiwa terutama tentang sikap remaja pada temannya dari keluarga penderita gangguan jiwa.
RELAKSASI OTOT PROGRESIF PADA REMAJA YANG MENGALAMI PREMENSTRUAL SYNDROME Sunaringtyas, Widyasih; Lilik Setiawan; Dodik Arso Wibowo; Selawindarta, Dinanisa Indah
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 4 (2025): Agustus
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i4.2862

Abstract

Premenstrual Syndrome (PMS) adalah kumpulan gejala fisik, emosional dan perilaku yang muncul menjelang menstruasi. Pada remaja awal memiliki pengalaman yang perbeda - beda saat mengalami PMS tentang gejala maupun faktor yang memperberat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang Premenstrual syndrome di SMPN 1 Sawahan Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk. Pengabdian kepada Masyarakat ini menggunakan metode edukasi dan tentang PMS dan teknik relaksasi otot progresif. Kegiatan dilaksanakan Di SMPN 1 Sawahan Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk pada tanggal 28-30 April 2025, dengan jumlah 71 orang. Hasil analisis data menggunakan persentase, sebelum diberikan edukasi didapatkan hasil 56 orang mengalami gejala PMS: nyeri perut, perubahan emosional seperti mudah tersinggung dan mudah terstimulasi marah. Gejala PMS dengan hasil manifestasi terkecil adalah nyeri panggul. Berdasarkan manifestasi yang dialami remaja yang mengalami PMS, maka penting dilakukan latihan relaksasi otot progresif untuk menurunkan nyeri. Edukasi tentang relaksasi otot progresif diberikan melalui metode simulasi. Setelah dilakukan edukasi tentang penanganan PMS untuk menurunkan nyeri perut melalui tindakan relaksasi otot progresif, remaja lebih memahami penanganan gejala PMS. Diharapkan relaksasi otot progresif dapat dilakukan remaja pada saat mengalami PMS sehingga gejala nyeri yang dialami menurun.
Membangun Customer Satisfaction Melalui Service Quality Dan Customer Trust Di Ruang Rawat Inap Amarilis 2 RSUD Tugurejo Semarang Lilik Setiawan; Nita Sukmawati
Manajemen Kreatif Jurnal Vol. 3 No. 2 (2025): Mei: Manajemen Kreatif Jurnal
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/makreju.v2i1.2779

Abstract

This study aims to measure the model of achieving customer satisfaction through service quality and influenced by customer trust. Data collected from 100 inpatients of Amarilis 2 room of RSUD Tugurejo Semarang. processed using Structural Equation Model-Partial Least Square (SEM-PLS) modeling technique. The results showed that service quality positively and significantly affects customer trust of inpatients of Amarilis 2 room of RSUD Tugurejo Semarang. Customer trust and service quality variables have a significant positive effect on customer satisfaction of inpatients of Amarilis 2 room at Tugurejo Semarang Hospital. This research contributes to the management of Amarilis 2 room of Tugurejo Hospital Semarang by providing appropriate strategies to understand customer satisfaction of inpatients of Amarilis 2 room of Tugurejo Hospital Semarang. This strategy is then expected to boost the increase of customer satisfaction of inpatients of Amarilis 2 room of RSUD Tugurejo Semarang. The novelty of this study lies in the fact that it is the first to empirically use the service quality model through excellent service by integrating customer trust to analyze customer satisfaction of inpatients of Amarilis 2 room of RSUD Tugurejo Semarang.
Kecemasan Orang Tua Dalam Menghadapi Anak Kecanduan Gadget Lilik Setiawan
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan gadget yang berlebihan pada anak usia sekolah dasar dapat menyebabkan kecanduan yang berdampak pada perkembangan fisik dan emosional anak. Kecanduan gadget pada anak dapat membuat orang tua menjadi cemas karena dampak negatif yang ditimbulkan oleh gadget itu sendiri. Tujuan Penelitian adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat kecemasan orang tua dalam menghadapi anak yang kecanduan gadget di Desa Jatipunggur.Desain Penelitian ini yaitu penelitian deskriptif, untuk populasi sebanyak 136 responden, dan sampel sebanyak 33 responden, menggunakan Teknik Purposive Sampling, dengan instrument kuesioner Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Penelitian dilaksanakan pada tanggal 21 Maret s/d 08 April 2023, dengan variabel tingkat kecemasan orang tua dalam menghadapi anak yang kecandua gadget di Desa Jatipunggur, Hasil Penelitian dari 33 responden menunjukkan bahwa hampir setengah dari responden yaitu 11 responden (33%) tidak mengalami kecemasan (normal) dan hampir setengah dari responden yaitu 13 responden (40%) mengalami kecemasan ringan dan hampir setengah dari responden yaitu 9 responden (27%) mengalami kecemasan sedang. Tingkat kecemasan orang tua dalam menghadapi anak yang kecanduan gadget di pengaruhi oleh beberapa faktor yaitu usia, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, faktor pendukung, pernah atau tidak pernah mendapat informasi tentang anak kecanduan gadget dan kecemasan dalam menghadapi anak yang kecanduan gadget, beserta sumber mendapat informasi tersebut. Di harapkan kepada responden agar segera mengambil tindakan terkait penggunaan gadget pada anak dengan cara mengawasi anak, mendampingi anak saat bermain gadget, memberikan contoh sikap yang baik dan mengatur batasan waktu, agar anak tidak kecanduan dan orang tua tidak menjadi cemas
Pengetahuan Remaja Putra Tentang Bahaya Minuman Beralkohol Pada Siswa SMP Kelas VII Di SMPN 1 Pucanglaban Kabupaten Tulungagung Dodik Arso wibowo; Lilik Setiawan
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v4i1.1556

Abstract

Pengetahuan merupakan sekumpulan informasi yang diperoleh dari hasil belajar dan dipahami sebagai alat penyesuaian diri baik untuk individu maupun masyarakat. Remaja merupakan masa perkembangan atau transisi antara masa anak-anak ke masa dewasa yang memiliki perubahan biologis, kognitif, sosial emosional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengetahuan remaja putra tentang bahaya minuman beralkohol pada siswa SMP kelas VII di SMPN 1 Pucanglaban Kabupaten Tulungagung. Desain penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif, dengan variabel Pengetahuan Remaja Putra Tentang Bahaya Minuman Beralkohol Pada Siswa Kelas VII Di SMPN 1 Pucanglaban Kabupaten Tulungagung. Populasi penelitian seluruh remaja putra kelas VII SMPN 1 Pucanglaban Kabupaten Tulungagung sebanyak 60 responden. Sampel penelitian sebanyak 60 responden, Teknik sampling menggunakan total sampling. Penelitian dilakukan pada tanggal 22 April 2024. Instrument penelitian berupa kuesioner. Data dianalisa dengan rumus presentase dan diinterpretasikan sehingga mendapat data kuantitatif. Hasil penelitian didapatkan dari 60 responden menunjukkan bahwa hampir seluruh responden 47 responden (78%) memiliki pengetahuan cukup dan sebagian kecil dari responden 13 responden (22%) memiliki pengetahuan kurang. Hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor diantaranya yaitu usia, agama, tinggal dirumah dengan, keluarga, mendapat informasi yang diperoleh. Berdasarkan hasil penelitian Pengetahuan Remaja Putra Tentang Bahaya Minuman Beralkohol Pada Siswa Kelas VII Di SMPN 1 Pucanglaban Kabupaten Tulungagung. Bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan yang cukup. Dikarenakan dari hasil penelitian didapatkan responden memiliki pengetahuan cukup, untuk itu responden diharapkan dapat rajin membaca buku referensi dan sumber lainnya terkait bahaya minuman beralkohol sehingga dapat meningkatkan pengetahuan, mengubah pola pikir menjadi lebih baik dan menjaga hidup sehat dengan tidak mengonsumsi minuman beralkohol.
Community Stigma Against COVID-19 Patients Setiawan, Lilik; Suwardianto, Heru
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 3 No. 2 (2021): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.818 KB) | DOI: 10.55018/janh.v3i2.7

Abstract

Background: Covid-19 is a contagious and dangerous disease. So that the sufferer must be isolated either independently at home, isolated in the hospital, or isolation in the village. In addition to patients, the community also implements health protocols. A person who is declared positive for Corona often gets negative prejudice, and gets unfavorable treatment, and is often shunned or ostracized by the community because people are afraid of being infected. This causes them to be labeled, stereotyped, discriminated against, and treated differently, and experience status harassment because they are associated with a disease. The purpose of the study was to find out community stigma about sufferers. Methods: The Design of this study was descriptive, with the research variable being community stigma about sufferers Covid-19. The population of the community research in Dusun Batu, Joho Village, Pace District, Nganjuk Regency, was 730 people and the sample was 73 respondents. The sampling technique used purposive sampling. The study was conducted on December 15-26, 2020. The research instrument was in the form of a questionnaire. The data were analyzed by percentage and interpreted to obtain quantitative data. Results: The results were obtained from 73 respondents, most of them 55 respondents (75%) with a negative stigma and a small proportion of respondents, namely 18 (25%) positive stigmatized respondents. The public's stigma about sufferers is Covid-19 influenced by several factors including age, education, occupation, whether or not they have received information about Covid-19, sources of information. Look for sources of information about Covid-19 that can be trusted Conclusion: By better understanding the information provided, it is hoped that the negative stigma will become positive about sufferers Covid-19. And from health workers to provide counseling to the community, so that people better understand the disease Covid-19 and maintain health protocols
Self Control Of Nomophobia During The Covid-19 Pandemic Setiawan, Lilik; Heni, Sutiyah
Journal of Applied Nursing and Health Vol. 5 No. 1 (2023): Journal of Applied Nursing and Health
Publisher : Chakra Brahmanda Lentera Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55018/janh.v5i1.137

Abstract

The Covid-19 pandemic has had an impact on education which is now being carried out online (distance learning with the systemonline) withsmartphone. as a resultsmartphone excessively gives the effect of anxiety or fear when not in contact withsmartphone or so callednomophobia. In anticipation of usesmartphone excess, self-control is needed that is inherent in a person. Research objectives to find outSelf Control ToNomophobia during the Covid-19 Pandemic for Students of the D3 Nursing Study Program STIKES Karya Husada Kediri. Descriptive research design, population of 170 respondents, sample of 63 respondents, techniquepurposive sampling, instrument with a questionnaire sheet, the research was carried out on 1-28 February 2022. The research variable wasSelf Control against Nomophobiaduring the Covid-19 Pandemic. Data were analyzed using a range of values ​​and interpreted quantitatively. The results of the research from 63 respondents showed that the majority of respondents 70% hadself control medium category and almost half of the respondents 30% haveself control the highest. Self control influenced by the factors of residence, duration of smartphone playing and preferred learning techniques as well as gender. It is expected that respondents who haveself control being to improveself control to anticipate usesmartphone excessively by way of usingsmartphone wisely and limit themselves in the use and respondents who haveself control high to maintainself control possessed to limit oneself in the effects of usesmartphone.
Customer Satisfaction And Electronic Service Quality On Online Quarantine Check Applications Lilik Setiawan; Ana Ruhana Salamah; Muhammad Naufal Mu'tashim Billah
International Journal of Economics and Management Research Vol. 3 No. 1 (2024): April : International Journal of Economics and Management Research
Publisher : Pusat Riset dan Inovasi Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijemr.v3i1.181

Abstract

This Study Aims To Measure The Model Of Increasing Customer Satisfaction Through Electronic Service Quality And Influenced By Customer Trust. Data Collected From 100 Users Of Plant Quarantine Services At The Plant Quarantine Center Class 1 Semarang Achmad Yani Airport Working Area Semarang Were Processed Using The Structural Equation Model-Partial Least Square (Sem-Pls) Modeling Technique. The Results Showed That Electronic Service Quality Positively And Significantly Influenced Customer Trust Of Plant Quarantine Service Users At The Plant Quarantine Center Class 1 Semarang Achmad Yani Airport Working Area Semarang. Customer Trust And Electronic Service Quality Variables Have A Significant Positive Effect On Customer Satisfaction. This Research Contributes To Helping The Plant Quarantine Center Class 1 Semarang Achmad Yani Airport Working Area At Home And Abroad By Providing Appropriate Strategies To Understand The Customer Satisfaction Of Plant Quarantine Service Users Of The Plant Quarantine Center Class 1 Semarang Achmad Yani Airport Working Area. This Strategy Is Then Expected To Boost The Increase In Customer Satisfaction Of Plant Quarantine Services At The Agricultural Quarantine Center Class 1 Semarang Achmad Yani Airport Working Area Semarang. The Novelty Of This Research Lies In The Fact That It Is The First To Empirically Use The Electronic Service Quality Model Through The Online Quarantine Inspection Request By Integrating Customer Trust To Analyze The Customer Satisfaction Of The Plant Quarantine Service Of The Agricultural Quarantine Center Class 1 Semarang Achmad Yani Airport Working Area.