Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Dan Pemberian Hipnosis Lima Jari Penderita Diabetes Militus Tipe II Di Wilayah Kerja Puskesmas Denpasar Timur I Lilik Setiawan; Wahyu Tanoto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan adalah rasa takut yang tidak jelas disertai dengan perasaan ketidakpastian, ketidakberdayaan, isolasi, dan ketidakamanan. Kecemasan adalah keadaan emosi tanpa objek tertentu. Hal ini dipicu oleh hal yang tidak diketahui dan menyertai semua pengalaman baru. Seorang individu yang mengalami kecemasan secara langsung dapat mengekspresikan kecemasannya melalui respon yang fisiologis dan perilaku, dan secara tidak langsung dapat mengembangkanya melalui mekanisme pertahanan dan melawan kecemasan. (Ismiati, 2015). Diabetes militus merupakan salah satu penyakit kronis yang masih menjadi salah satu masalah Kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian dalam pemberian pelayanan pengobatan yang berkelanjutan. Komplikasi diabetes terjadi disebabkan oleh peningkatan kadar glukosa darah dan disregulasi metabolik yang mempengaruhi kualitas organ tubuh (Putri & Isfandiari, 2013). Akibat komplikasi ini dan metoda pengobatan yang berlangsung lama dapat menimbulkan beberapa respon dari masyarakat, terutama stres dan kecemasan (ansietas). Penggunaan hipnosis lima jari adalah seni komunikasi verbal yang bertujuan membawa gelombang pikiran subjek menuju trance (gelombang alpha/theta) (Dekawaty, 2021) dikenal juga dengan menghipnosis diri yang bertujuan untuk pemograman diri, menghilangkan kecemasan dengan melibatkan saraf parasimpatis dan akan menurunkan peningkatan kerja jantung, pernafasan, tekanan darah, kelenjar keringat (Aisyah, 2019).
Edukasi Dan Pemberian Hipnosis Lima Jari Pada Caregiver Yang Merawat Penderita Gangguan Jiwa Di Wilayah Kerja Puskesmas Bendo Pare Kabupaten Kediri Lilik Setiawan; Ariani Sulistiyorini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan adalah rasa takut yang tidak jelas disertai dengan perasaan ketidakpastian, ketidakberdayaan, isolasi, dan ketidakamanan. Hal ini dipicu oleh hal yang tidak diketahui dan menyertai semua pengalaman baru. Seorang individu yang mengalami kecemasan secara langsung dapat mengekspresikan kecemasannya melalui respon yang fisiologis dan perilaku, dan secara tidak langsung dapat mengembangkanya melalui mekanisme pertahanan dan melawan kecemasan. (Ismiati, 2015). Perawatan bagi penderita Skizofrenia tidak hanya dilakukan di rumah sakit saja, tetapi akan tetap dilajutkan setelah keluar dari rumah sakit. Penderita skizofrenia diharuskan tetap menjalankan perawatannya berupa konsumsi obat dan terapi pendukung lainnya agar penderita skizofrenia dapat kembali produktif dan dapat bersosialisasi dengan lingkungannya. Tugas perawatan penderita skizofrenia tersebut sesuai dengan salah satu tugas dan fungsi keluarga yaitu merawat anggota keluarga yang sakit (Putra et al., 2017). Penggunaan hipnosis lima jari adalah seni komunikasi verbal yang bertujuan membawa gelombang pikiran subjek menuju trance (gelombang alpha/theta) (Dekawaty, 2021) dikenal juga dengan menghipnosis diri yang bertujuan untuk pemograman diri, menghilangkan kecemasan dengan melibatkan saraf parasimpatis dan akan menurunkan peningkatan kerja jantung, pernafasan, tekanan darah, kelenjar keringat (Aisyah, 2019).
Sikap Mahasiswa D3 Keperawatan Terhadap Radikalisme Lilik Setiawan
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 13 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radikalisme merupakan tindakan yang bertujuan untuk mengubah tatanan dengan mengganti pemahaman baru yang salah. Radikalisme dapat masuk di institusi pendidikan melalui komunitas yang dapat mencuci otak mahasiswa agar mengikuti paham radikalisme, maka dari itu sikap mahasiswa terhadap radikalisme sangat diperlukan agar dapat mengambil keputusan ketika menghadapi ancaman radikalisme. Tujuan penelitian untuk mengetahui sikap mahasiswa D3 Keperawatan terhadap radikalisme. Desain penelitian deskriptif, populasi semua mahasiswa D3 Keperawatan STIKES Karya Husada Kediri, sampel berjumlah 166 responden, dengan teknik sampling menggunakan total sampling. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 22 Maret – 30 April 2024 di STIKES Karya Husada Kediri. Variabel penelitian yaitu sikap mahasiswa D3 Keperawatan terhadap Radikalisme, instrument penelitian menggunakan kuesioner, data dianalisa dengan rumus persentase dan diinterpretasikan secara kuantitatif. Hasil penelitian dari 166 responden menunjukkan sebagian besar responden yaitu 106 responden (64%) menunjukkan sikap tidak setuju dan hampir setengah dari responden menunjukkan sikap sangat tidak setuju sebanyak 60 responden (36%) tentang sikap terhadap radikalisme. Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap tidak setuju terhadap radikalisme yaitu, jenis kelamin, usia, tinggal bersama, pernah mendapat informasi, dan mengikuti kegiatan apa dikampus. Untuk menghindari adanya radikalisme diharapkan pihak kampus dan mahasiswa mempertahankan sikap tidak menyetujui radikalisme dan tegas terhadap bahaya yang mengancam terjadinya perpecahan agar keutuhan berbangsa dan bernegara dapat dipertahankan.