Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

Pendidikan Kesehatan Dan Pemberian Hipnosis Lima Jari Penderita Diabetes Militus Tipe II Di Wilayah Kerja Puskesmas Denpasar Timur I Lilik Setiawan; Wahyu Tanoto
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan adalah rasa takut yang tidak jelas disertai dengan perasaan ketidakpastian, ketidakberdayaan, isolasi, dan ketidakamanan. Kecemasan adalah keadaan emosi tanpa objek tertentu. Hal ini dipicu oleh hal yang tidak diketahui dan menyertai semua pengalaman baru. Seorang individu yang mengalami kecemasan secara langsung dapat mengekspresikan kecemasannya melalui respon yang fisiologis dan perilaku, dan secara tidak langsung dapat mengembangkanya melalui mekanisme pertahanan dan melawan kecemasan. (Ismiati, 2015). Diabetes militus merupakan salah satu penyakit kronis yang masih menjadi salah satu masalah Kesehatan yang perlu mendapatkan perhatian dalam pemberian pelayanan pengobatan yang berkelanjutan. Komplikasi diabetes terjadi disebabkan oleh peningkatan kadar glukosa darah dan disregulasi metabolik yang mempengaruhi kualitas organ tubuh (Putri & Isfandiari, 2013). Akibat komplikasi ini dan metoda pengobatan yang berlangsung lama dapat menimbulkan beberapa respon dari masyarakat, terutama stres dan kecemasan (ansietas). Penggunaan hipnosis lima jari adalah seni komunikasi verbal yang bertujuan membawa gelombang pikiran subjek menuju trance (gelombang alpha/theta) (Dekawaty, 2021) dikenal juga dengan menghipnosis diri yang bertujuan untuk pemograman diri, menghilangkan kecemasan dengan melibatkan saraf parasimpatis dan akan menurunkan peningkatan kerja jantung, pernafasan, tekanan darah, kelenjar keringat (Aisyah, 2019).
Edukasi Dan Pemberian Hipnosis Lima Jari Pada Caregiver Yang Merawat Penderita Gangguan Jiwa Di Wilayah Kerja Puskesmas Bendo Pare Kabupaten Kediri Lilik Setiawan; Ariani Sulistiyorini
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 7 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kecemasan adalah rasa takut yang tidak jelas disertai dengan perasaan ketidakpastian, ketidakberdayaan, isolasi, dan ketidakamanan. Hal ini dipicu oleh hal yang tidak diketahui dan menyertai semua pengalaman baru. Seorang individu yang mengalami kecemasan secara langsung dapat mengekspresikan kecemasannya melalui respon yang fisiologis dan perilaku, dan secara tidak langsung dapat mengembangkanya melalui mekanisme pertahanan dan melawan kecemasan. (Ismiati, 2015). Perawatan bagi penderita Skizofrenia tidak hanya dilakukan di rumah sakit saja, tetapi akan tetap dilajutkan setelah keluar dari rumah sakit. Penderita skizofrenia diharuskan tetap menjalankan perawatannya berupa konsumsi obat dan terapi pendukung lainnya agar penderita skizofrenia dapat kembali produktif dan dapat bersosialisasi dengan lingkungannya. Tugas perawatan penderita skizofrenia tersebut sesuai dengan salah satu tugas dan fungsi keluarga yaitu merawat anggota keluarga yang sakit (Putra et al., 2017). Penggunaan hipnosis lima jari adalah seni komunikasi verbal yang bertujuan membawa gelombang pikiran subjek menuju trance (gelombang alpha/theta) (Dekawaty, 2021) dikenal juga dengan menghipnosis diri yang bertujuan untuk pemograman diri, menghilangkan kecemasan dengan melibatkan saraf parasimpatis dan akan menurunkan peningkatan kerja jantung, pernafasan, tekanan darah, kelenjar keringat (Aisyah, 2019).
Sikap Mahasiswa D3 Keperawatan Terhadap Radikalisme Lilik Setiawan
Jurnal Ilmiah Multidisiplin Keilmuan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 13 (2024)
Publisher : Yayasan Pendidikan Mandira Cendikia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Radikalisme merupakan tindakan yang bertujuan untuk mengubah tatanan dengan mengganti pemahaman baru yang salah. Radikalisme dapat masuk di institusi pendidikan melalui komunitas yang dapat mencuci otak mahasiswa agar mengikuti paham radikalisme, maka dari itu sikap mahasiswa terhadap radikalisme sangat diperlukan agar dapat mengambil keputusan ketika menghadapi ancaman radikalisme. Tujuan penelitian untuk mengetahui sikap mahasiswa D3 Keperawatan terhadap radikalisme. Desain penelitian deskriptif, populasi semua mahasiswa D3 Keperawatan STIKES Karya Husada Kediri, sampel berjumlah 166 responden, dengan teknik sampling menggunakan total sampling. Penelitian dilaksanakan pada tanggal 22 Maret – 30 April 2024 di STIKES Karya Husada Kediri. Variabel penelitian yaitu sikap mahasiswa D3 Keperawatan terhadap Radikalisme, instrument penelitian menggunakan kuesioner, data dianalisa dengan rumus persentase dan diinterpretasikan secara kuantitatif. Hasil penelitian dari 166 responden menunjukkan sebagian besar responden yaitu 106 responden (64%) menunjukkan sikap tidak setuju dan hampir setengah dari responden menunjukkan sikap sangat tidak setuju sebanyak 60 responden (36%) tentang sikap terhadap radikalisme. Faktor-faktor yang mempengaruhi sikap tidak setuju terhadap radikalisme yaitu, jenis kelamin, usia, tinggal bersama, pernah mendapat informasi, dan mengikuti kegiatan apa dikampus. Untuk menghindari adanya radikalisme diharapkan pihak kampus dan mahasiswa mempertahankan sikap tidak menyetujui radikalisme dan tegas terhadap bahaya yang mengancam terjadinya perpecahan agar keutuhan berbangsa dan bernegara dapat dipertahankan.
Influence of Online Learning Platforms on Academic Performance and Student Engagement Lilik Setiawan; Ronal Aprianto; Asma Elmar Mansurzade
Management Dynamics: International Journal of Management and Digital Sciences Vol. 1 No. 2 (2024): April: International Journal of Management and Digital Sciences
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/managementdynamics.v1i2.481

Abstract

The rapid transformation of higher education driven by the advancement of digital technologies and the COVID-19 pandemic has accelerated the adoption of online learning platforms across universities worldwide. This study investigates the relationship between the use of online learning platforms, academic performance, and student engagement among university students. Using a cross-sectional survey design, data were collected from students actively participating in online learning environments to analyze how frequency of platform use influences academic outcomes and engagement levels. The results reveal a positive correlation between online learning engagement and academic performance, indicating that students who consistently participate in live sessions, complete assignments, and interact with peers and instructors achieve better academic results. Cognitive and behavioral engagement were found to be the most influential factors contributing to improved learning outcomes, while emotional engagement played a supportive role in maintaining motivation and persistence. Despite these benefits, several challenges were identified, including social isolation, limited face-to-face interaction, and technological barriers that hinder full participation. Comparisons with traditional learning environments highlight that online platforms provide greater flexibility and personalized learning opportunities but lack the immediacy of in-person interaction. Furthermore, differences between local and international contexts underscore the role of infrastructure and institutional readiness in ensuring equitable online learning experiences. The study concludes that effective integration of technology, instructor presence, and collaborative tools can enhance engagement and academic success in digital learning environments. Future research should explore long-term impacts, including the role of gamification and artificial intelligence in sustaining motivation and improving educational outcomes.
THE RELATIONSHIP BETWEEN BULLYING EXPERIENCES AND SELF-ACCEPTANCE ADAPTATION ABILITY IN ADOLESCENTS Setiawan, Lilik; Eko Arik Susmiatin
Nursing Sciences Journal Vol 9 No 2 (2025): Oktober 2025
Publisher : Universitas Kadiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30737/nsj.v9i2.6952

Abstract

Incident bullying is an unwanted action that occurs in adolescents due to an imbalance of power, and bullying this has the potential to happen repeatedly and at any time. Experience bullying what the victim experiences directly will have an impact on their development and growth as a teenager, especially in terms of adaptability and social skills. Aggravating factors bullying namely lack of self- confidence, lack of self-acceptance, and lack of communication. This research aims to determine the relationship between experience bullying with the ability to adapt to self-acceptance. The design used in this research is correlation with the approach cross-sectional. The population of all students victims of bullying at Taruna Bakti Vocational School was 35 respondents. The sample in the research was 35 students obtained from engineering Total Sampling. Experience variable data bullying measured using a questionnaire The Olweus Bully and data on the variable ability to adapt to self-acceptance were measured using a questionnaire Berger’s Self Acceptance Scale, and data analysis with statistical tests Spearman rank. The research results stated that the majority of respondents 26 students (74.3%) experienced bullying lightweight with good acceptance criteria. The results of the analysis show that there is a relationship of experience bullying with the ability to adapt to self-acceptance (p-value 0.00<0.05). Good self-acceptance in individuals makes them able to develop themselves. able to interact with other people, and establish close relationships with other people without feeling disturbed by their weaknesses, because individuals who have high self-acceptance are aware of and accept all forms of shortcomings and weaknesses. the advantages that exist within him and realizing that other individuals also have these.