Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PELATIHAN BUDI DAYA MURBEI DAN PEMELIHARAAN ULAT SUTRA BAGI KELOMPOK PENENUN DI DESA RENGGEANG KABUPATEN POLEWALI MANDAR Nur Adyla Suriadi; Agusfartham Agusfartham; Nur Ratika Syamsuddin; Siti Nurul Hamzany; Ahmad Ahmad; Mujahid Mujahid; Razyqah Nur Annisa
BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jb.v4i2.4443

Abstract

Provinsi Sulawesi Barat sebagai penghasil kain sutra Mandar masih memiliki berbagai permasalahan khususnya pada bidang produksi yang dipengaruhi oleh pemeliharaan ulat sutra dan tanaman murbei dikarenakan produksi benang sutra lokal belum mampu memenuhi kebutuhan permintaan penenun sehingga benang-benang import dari India dan China menjadi pilihan bagi penenun yang biasa disebut benang sintesis. Tenunan sutra Mandar menggunakan benang sutra sebagai bahan baku tenunan yang dipintal dari kepompong ulat kupu kupu dari spesies tertentu dengan makanan yaitu tanaman murbei. Permasalahan lainnya dikarenakan lahan murbei kelompok penenun yang kadang diserang oleh hama menjadikan kelompok penenun cukup sulit dalam memperoleh bahan baku sehingga kelompok penenun mulai menggunakan benang cytetical karena alasan ekonomis dan praktis dibandingkan menggunakan benang sutra asli. Tujuan kegiatan program kemitraan masyarakat (PKM) ini yaitu (1) melakukan pelatihan budidaya murbei bagi kelompok penenun dan (2) pelatihan pemeliharaan ulat sutra bagi kelompok penenun, yang diharapkan setelah kegiatan ini kelompok penenun dapat mencukupi kebutuhan benang sutra sebagai bahan baku utama penenun dalam pembuatan sarung sutra Mandar
Peta Tangguh: Pengetahuan Kapasitas Komunitas Desa Tandassura melalui Pemetaan Partisipatif Zona Risiko Banjir untuk Perencanaan Tata Lahan Adaptif: Resilient Mapping: Exploring the Adaptive Capacity of the Tandassura Village Community through Participatory Flood Risk Zoning for Adaptive Land-Use Planning Mahful, Rafid; Deril, Virda Eviyanti; Adyla, Nur; Ellyni Dwi Fortuna; Pahrul, Pahrul
DARMADIKSANI Vol 5 No 2 (2025): Edisi September
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i2.8263

Abstract

Pembuatan peta partisipatif merupakan pendekatan kolaboratif yang melibatkan masyarakat secara langsung dalam proses pemetaan wilayahnya. Metode ini tidak hanya menghasilkan representasi spasial yang lebih akurat, tetapi juga memperkuat kapasitas masyarakat dalam memahami potensi ancaman, kerentanan, dan sumber daya yang dimiliki. Dalam konteks pengelolaan risiko bencana banjir di desa Tandassura, kecamatan Limboro, kabupaten Polewali Mandar, peta partisipatif digunakan untuk mengidentifikasi variasi tingkat ancaman, kerentanan sosial, ekonomi, fisik, dan lingkungan, serta kapasitas komunitas dalam menghadapi bencana. Melalui diskusi kelompok, survei lapangan, dan metode overlay dengan sistem informasi geografis (SIG), diperoleh informasi yang lebih kaya karena mencakup pengetahuan masyarakat lokal. Hasil pemetaan menunjukkan adanya perbedaan tingkat risiko antar-dusun, di mana dusun Tandassura memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan dusun-dusun Lembang dan Lewukang. Temuan ini menekankan pentingnya peta partisipatif sebagai alat mitigasi, perencanaan pembangunan desa, serta dasar kebijakan pengurangan risiko bencana. Dengan demikian, pembuatan peta partisipatif tidak hanya berfungsi sebagai media visualisasi spasial, tetapi juga sebagai sarana pemberdayaan masyarakat dalam mewujudkan desa tangguh bencana.
Perubahan Guna Lahan Desa Karama Sebagai Dampak Aktivitas Ekonomi Masyarakat Suriadi, Nur Adyla; Djalaluddin, Nurgadima; Aswad, Muhammad
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 5 No. 2 (2019): December 2019 ~ February 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29080/eija.v5i2.681

Abstract

The fishing settlements in Karama Village have different characteristics from other settlements because this village still maintains Mandar culture in terms of physical and non-physical aspects such as weaving lipa 'saqbe activities, fisherman cultural rituals, sandeq races, and other cultural rituals that are carried out every year. But as it develops, its existence can experience a shift. This can happen when a community's economic activities affect other cultures, either on purpose or by accident. This study aims to find out how the cultural value of the community in Karama Village has changed, especially in terms of community economic activity. It will do this by looking at land-use change, figuring out how it has changed in Karama Village because of community economic activity and coming up with policy ideas for dealing with land-use change issues in Karama Village. The study results indicate that Karama Village's administration and land use have changed. For example, 74% of the buildings have switched from residential to commercial or industrial use. Eighteen percent of buildings got more prominent because of economic activity in the neighborhood. While 28% of buildings don't add to their building area, they use their public land for business. This change has big effects on the social and economic activities mentioned in the cultural element and related to the economy or people's ways of making a living.
Pemberdayaan Kreativitas Pemuda Karang Taruna Desa Sepabatu melalui Produksi Tempat Sampah dari Botol Bekas: Empowerment Program on Improving the Creativity of Karang Taruna Youth Group of Sepabatu Village through the Production of Trash Bins Made of Recycled Plastic Bottles Adyla, Nur; Mahful, Rafid; Cirua, A. Amirul Asnan; Astinawati, Astinawati; Fadil, Muh; Tuada, Rasyda Nur
DARMADIKSANI Vol 5 No 4 (2025): Edisi Desember
Publisher : Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni, FKIP, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/darmadiksani.v5i4.8262

Abstract

Sampah plastik merupakan masalah lingkungan yang signifikan karena ukurannya yang terus bertambah dan sulit terurai, terutama di desa Sepabatu. Kondisi ini mengakibatkan pencemaran dan menurunkan kualitas lingkungan. Melalui inisiatif pengabdian masyarakat, anak-anak muda dari Karang Taruna (Organisasi Pemuda Taruna) diberdayakan untuk mengubah botol plastik bekas menjadi tempat sampah yang dapat digunakan. Kegiatan tersebut dilakukan dalam bentuk seminar dan sesi pendampingan, yang menggabungkan instruksi, aplikasi praktis, dan penilaian. Temuan menunjukkan peningkatan pengetahuan, kompetensi teknis, dan kesadaran kolektif peserta mengenai pengelolaan sampah. Mayoritas peserta berhasil menghasilkan sampah secara mandiri, menunjukkan motivasi untuk mencari solusi daur ulang, dan membantu mengurangi volume sampah di desa. Program ini mendorong solusi lingkungan, mempromosikan kewirausahaan muda, dan memfasilitasi penerapan ekonomi sirkular bersamaan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan.
Study on Development Potency of Coastal Tourist Object in Majene District, West Sulawesi, Indonesia Nur Adyla Suriadi; Muhammad Arsyad; Arifuddin Akil; Nurlaela; Muhammad Arafat Abdullah; Ade Mulawarman
Pusaka : Journal of Tourism, Hospitality, Travel and Business Event Vol. 4, No 1 February (2022)
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/pusaka.v4i1.124

Abstract

Majene Regency is one of the regencies in the province of West Sulawesi with a length of 125 km beach located on the coast of West Sulawesi stretch out from South to North with an area of 947.84 Km on the west side of Sulawesi Island, so that it is famous regency for its beautiful beaches. However, it has not the existence of good tourism planning according to the potency of coastal tourism, resulted in the potency of the tourism sector in improving the regional economy is not optimal. The purpose of this study was to determine the potency of beach tourism in developing tourism attractions. The research used a survey method with analytical techniques using scoring for internal and external potency and a combination of both. The results indicate that the internal potency with high classification is Barane Beach, Dato Beach, and Munu Beach with a score of 18, external potency with high classification is Barane Beach with a score of 23, and the combined potency of internal and external with high classification is Barane Beach, so the priority of developing tourism objects that need to be done is Barane Beach, Dato Beach and Munu Beach respectively.
Analisis Kebutuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Majene Syamsiar, Nur Ratika; Saputra, Ade Guna; Suriadi, Nur Adyla
BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING Vol 6 No 1 (2024): Bandar: Journal of Civil Engineering
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bjce.v6i1.3289

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis kebutuhan ruang terbuka hijau (RTH) di Kota Majene. Pertumbuhan perkotaan yang pesat di Kota Majene menghadirkan tantangan dalam menjaga kualitas lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Dalam penelitian ini, digunakan pendekatan gabungan antara data sekunder dan survey lapangan untuk memahami kebutuhan RTH di Kota Majene. Data sekunder digunakan untuk mendapatkan informasi tentang kondisi perkotaan saat ini, sementara survey lapangan digunakan untuk mengumpulkan data langsung tentang preferensi dan kebutuhan masyarakat terkait RTH. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang berharga bagi para pengambil kebijakan dan perencana kota dalam mengembangkan strategi dan kebijakan yang sesuai untuk memastikan ketersediaan RTH yang memadai di kota Majene. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan kontribusi dalam pemahaman dan perencanaan RTH yang berkelanjutan di Kota Majene.
DETERMINASI TINGKAT RISIKO BENCANA LOKASI WISATA PADA KABUPATEN MAJENE Priadmodjo, Anggit; Suriadi, Nur Adyla; Astinawaty; Erwin, Muh Alfarezi; Wijaya, Fachry
BANDAR: JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING Vol 5 No 2 (2023): Bandar: Journal of Civil Engineering
Publisher : Universitas Sulawesi Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31605/bjce.v5i2.3352

Abstract

Kabupaten Majene merupakan salah satu wilayah kabupaten di Indonesia yang memiliki indeks risiko bencana tertinggi di Indonesia yang berati bahwa wilayah memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi, tingkat kerentanan terhadap bencana yang tinggi dan tingkat kapasitas dalam menghadapi bencana yang rendah. Hal ini menyebabkan berbagai aktivitas ekonomi, termasuk pariwisata di Kabupaten Majene berpotensi untuk terdampak apabila terjadi bencana. Penelitian bertujuan untuk mengkaji tingkat risiko bencana pada lokasi-lokasi wisata di Kabupaten Majene. Pengumpulan data penelitian dilakukan melalui survei instansional dan survei lapangan. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis overlay dengan pendekatan sistem informasi geografis dan analisis HVCA (Hazard Vulnerability Capacity Analysis). Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar titik obyek wisata di Kabupaten Majene terletak pada lokasi dengan tingkat kerawanan yang tinggi terhadap bencana. Aspek kerentanan fisik, sosial, ekonomi dan lingkungan dari obyek wisata tersebut tergolong tinggi, sedangkan kapasitas tergolong rendah. Oleh sebab itu, tingkat risiko bencana dari obyek wisata termasuk dalam kategori tinggi.
Three-dimensional Participatory Mapping for Fire Disaster Risk Reduction in Batulaya Village: Pemetaan Partisipatif Tiga Dimensi untuk Pengurangan Risiko Bencana Kebakaran di Desa Batulaya Adyla, Nur; Priadmodjo, Anggit; Astinawaty, Astinawaty; Syamsiar, Nur Ratika; Tasrif, Ali Akbar; Erwin, Muh Alfa Rezi
Dinamisia : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): Dinamisia: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Lancang Kuning

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31849/dinamisia.v9i1.20536

Abstract

This service aims to reduce disaster risk in Batulaya Village through participatory mapping of threats, vulnerabilities and risks using three-dimensional media. Observation, participatory, and data analysis methods are used to obtain detailed information and in accordance with the condition of resources and carrying capacity in disaster mitigation steps. The results of this community service show that Batulaya Village is vulnerable to disasters, especially fires, and the community is less prepared to face disasters. Through participatory mapping, the integration of local knowledge and scientific methods can help reduce disaster risk. The results of this mapping activity can later be used as a basis for further disaster risk reduction efforts.
INCLUSIVE TOURISM READINESS OF TONDOK BAKARU VILLAGE: AN EVIDENCE-BASED ASSESSMENT FOR SUSTAINABLE DEVELOPMENT Nur Adyla Suriadi; Arifuddin Akil; Amran Achmad
Proceedings International Conference on Marine Tourism and Hospitality Studies Vol. 2 No. 1 (2025): Proceedings International Conference on Marine Tourism and Hospitality Studies
Publisher : Politeknik Pariwisata Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33649/iconmths.v2i1.806

Abstract

Tondok Bakaru Village is a buffer village that borders Gandang Dewata National Park and is a tourist village that has been ranked among the top 50 in the 2022 ADWI (Awards for the Development of Tourism Villages). The sustainable and inclusive development of tourism in the buffer village of Tondok Bakaru is strategically necessary to maintain a balance between environmental conservation, community empowerment, and local economic growth. Methodologically, this study uses a descriptive quantitative approach with a Likert scale-based scoring analysis technique to measure and assess the level of implementation of inclusive tourism principles in the Tondok Bakaru Tourism Village. Scoring is applied to indicators in five dimensions of inclusivity: physical and environmental accessibility, socio-culture, economy, management and policy, and information and communication technology. The results of this assessment were then processed to determine the tourism village inclusiveness index. A qualitative approach is used in semi-structured interviews/focus groups with key stakeholders (local communities, tourism businesses, tourists, and vulnerable groups) and document review. The scope covers core attractions and supporting services in Tondok Bakaru Village, as well as governance arrangements and local enterprises. The objective is to establish a rigorous baseline for inclusive tourism implementation, identify principal constraints and enablers, and formulate actionable priorities that link inclusion with sustainability. The findings provide actionable evidence for village managers and policymakers to steer investments toward high-leverage improvements and measurable progress toward sustainable destination status.