Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

Pelatihan Kader Untuk Pendampingan Ibu Hamil Dalam Deteksi Dini Komplikasi Kehamilan Di Masa Pandemi Covid 19 Ani Triana; Miratu Megasari
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 2 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v3i2.849

Abstract

Angka kematian ibu di provinsi Riau mengalami peningkatan, komplikasi pada proses kehamilan, persalinan dan nifas merupakan salah satu penyebab kematian ibu dan kematian bayi. Kader merupakan sosok yang paling dekat dengan masyarakat untuk memberikan informasi, bimbingan dan dukungan kepada ibu hamil dan keluarga. Kondisi pandemi saat ini ibu hamil takut untuk melakukan pemeriksaan sehingga kader hanya berfokus mendata bayi dan balita dan kurang memberikan informasi kesehatan kepada ibu-ibu hamil, sehingga para kader tidak mengetahui cara pendampingan kepada ibu hamil dalam deteksi dini komplikasi kehamilannya. Tujuan kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader, serta terbentuknya terbentuknya tim pendampingan pada ibu-ibu hamil dalam Deteksi Dini Komplikasi Kehamilan di Masa Pandemi COVID-19. Metode kegiatan dalam hal ini adalah pelatihan dengan perpaduan teori dan praktik serta diskusi dan ujian praktik. Hasil kegiatan dari  4 orang kader pada saat pre test terdapat 3 kader yang mampu menjawab pertanyaan tim dengan baik, namun setelah dilakukan post test semua kader mampu menjawab pertanyaan. Pada kegiatan simulasi seluruh kader mampu melakukan pendampingan pada ibu hamil. Disimpulkan bahwa telah terbentuk tim pendampingan pada ibu hamil. Perlu dukungan dari Puskesmas untuk menggiatkan program pendampingan pada ibu hamil dan pendekatan kepada ibu serta keluarga. Kata  Kunci : Pelatihan, kader, deteksi dini, kehamilan, COVID-19
Behavior of Maternity Mothers in Choosing Dukuns as Birth Assistance in the Work Area of the Tanah Merah Health Center in 2022: Perilaku Ibu Bersalin Dalam Memilih Dukun Bayi Sebagai Tenaga Penolong Persalinan Di Wilayah Kerja Puskesmas Tanah Merah Tahun 2022 Febi Zikriani; Agus Alamsyah; Riri Maharani; Miratu Megasari; Wulan Sari
Jurnal Olahraga dan Kesehatan (ORKES) Vol. 1 No. 3 (2022): Edisi Desember 2022
Publisher : Badnur Medisa Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56466/orkes/Vol1.Iss3.71

Abstract

Tanah Merah Village is one of the villages located in Indragiri Hilir district which is located in Tanah Merah District. Where the majority of the people are Muslim, and the majority of the work is fishing and trading. In Indragiri Hilir Regency, in Tanah Merah Village in 2019 there were 652 mothers giving birth and about 23.4% of mothers giving birth who were not assisted by Health Workers. In Sungai Batang Village, there were 259 mothers who gave birth and about 38.6% of mothers who gave birth were not assisted by health workers. In Concong Village, there were 283 mothers who gave birth, and about 49% of mothers who gave birth were not assisted by health workers. This study aims to determine the behavior of mothers in choosing traditional birth attendants as birth attendants in Tanah Merah Village. The variables studied were knowledge, attitudes, hereditary culture/traditions, affordability of health facilities, and husband/family support. Research informants consisted of mothers who had given birth at traditional birth attendants, mothers' families/husbands, traditional birth attendants, and midwives. This study uses a qualitative research type. Subject selection used a snowball technique with 5 main informants and 7 supporting informants. The results of this study The informant's knowledge about the dangers and risks of giving birth at a traditional birth attendant is still low, the attitude of the informant is comfortable if the birth is assisted by a traditional birth attendant, the culture of the informant chooses to give birth at a traditional birth attendant due to hereditary nature of the in-laws, the accessibility of health facilities is not too far but the mother prefers to give birth by TBAs because they can come home, The behavior of health workers who are not friendly in handling deliveries makes the informants reluctant to give birth at a health worker, Support from the mother's husband/family agrees to give birth at a traditional birth attendant.
PEMBERIAN SARI KACANG MERAH UNTUK MEMPERLANCAR PRODUKSI ASI DI KLINIK PRATAMA AR-RABIH KOTA PEKANBARU TAHUN 2021 Yani Sugianti; Miratu Megasari
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.474

Abstract

Produksi ASI yang tidak lancar salah satu masalah menyusui. Masalah tersebut dapat diatasi salah satunya dengan mengkonsumsi sari kacang merah, dikarenakan kandungan isoflavon yang merangsang hormon prolaktin dan oksitosin yang meningkatkan produksi ASI. Studi pendahuluan yang dilakukan di Klinik Pratama Arrabih ada 5 orang ibu nifas yang ASI nya tidak lancar. Tujuan studi kasus ini yaitu melakukan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan pemberian sari kacang merah. Metode yang dipakai studi kasus dengan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan pemberian sari kacang merah untuk memperlancar produksi ASI, yang dilakukan dengan kunjungan ke rumah pada tanggal 27 April 2021 & 03 Mei 2021. Hasil asuhan kebidanan yang diberikan pada pasien Ny. C dengan mengkonsumsi sari kacang merah sebanyak 300 ml 2 x sehari selama 7 hari berhasil mengumpulkan volume ASI dari 30 ml ASI sebelum asuhan menjadi 80 ml ASI setelah asuhan. Asuhan di atas sesuai dengan penelitian yang dilakukan (M. Safitri, 2018) bahwa adanya pengaruh pemberian sari kacang merah terhadap peningkatan produksi ASI yaitu dari 20 responden terdapat 15 orang yang mengalami peningkatan produksi ASI. Disarankan agar asuhan pada ibu nifas dilakukan secara rutin pada ibu yang mengalami ASI tidak lancar.
METODE PIJAT LAKTASI PADA IBU NIFAS UNTUK MELANCARKAN PENGELUARAN ASI DI KLINIK PRATAMA ARRABIH Fariska Rianda Yanda; Miratu Megasari
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 2 No. 2 (2022): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jkt/Vol2.Iss2.486

Abstract

Pijat laktasi adalah pemijatan pada punggung ibu dan breast care, yang bertujuan merangsang keluarnya hormone prolaktin dan oksitosin. Pijat laktasi merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidak lancaran produksi ASI. Pijat laktasi dapat dilakukan oleh suami atau keluarga sehingga memberikan kenyamanan pada ibu menyusui. Dari studi pendahuluan di Klinik Pratama Arrabih terdapat 6 orang ibu nifas dan diantara 3 diantaranya mengalami ASI tidak lancar dan memberikan susu formula. Tujuannya studi kasus ini yaitu melakukan asuhan kebidanan kepada ibu nifas dengan penatalaksanaan pijat laktasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan asuhan kebidanan pada ibu nifas penatalaksanaan pijat laktasi untuk memperlancar produksi ASI di Klinik Pratama Arrabih dan kunjungan rumah pada Ny. S dari tanggal 25 April 2021 sampai 27 April 2021. Hasil yang dilakukan yaitu kunjungan pertama pengeluaran ASI tidak lancar, pada hari kedua dan ketiga adanya peningkatan perubahan volume ASI serta tidak mengalami komplikasi masa nifas. Disimpulkan adanya perubahan volume ASI setelah dilakukan pijat laktasi. Diharapkan penyedia layanan untuk mengikuti pelatihan pijat laktasi agar dapat menerapkan metode pijat laktasi.
EFEKTIVITAS AKUPRESUR TITIK P6 PADA IBU HAMIL DENGAN EMESIS GRAVIDARUM DI KLINIK PRATAMA AFIYAH TAHUN 2023 Miratu Megasari; ⁠Ayu Permata Sari
Jurnal Kesehatan Ilmiah Aufa Royhan Vol 9 No 1 (2024): Vol.9 No. 1 Juni 2024
Publisher : Universitas Aufa Royhan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emesis gravidarum adalah salah satu ketidaknyamanan pada ibu hamil di awal kehamilan dengan gejala emesis gravidarum yang disertai pusing sehingga dapat menjadikan ibu kurang nafsu makan. Emesis gravidarum harus diwaspadai karena selain mengganggu aktifitas sehari-hari, emesis gravidarum yang bertambah berat akan menjadi hiperemesis gravidarum (mual muntah yang berlebihan) berdampak pada ibu dapat mengalami resiko anemia, perdarahan, dan mudah terserang penyakit sedangkan pada janin dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin. Cara mengatasi emesis gravidarum dengan metode non farmakologi yaitu akupresur titik P6, dimana Klinik Pratama Afiyah belum menggunakan metode akupresur titik P6 sebagai salah satu cara mengatasi emesis gravidarum. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas akupresur titik P6 pada ibu hamil dengan emesis gravidarum di Klinik Pratama Afiyah Tahun 2023. Metode penelitian ini menggunakan pre-eksperimental dengan desain one group pre-test dan post-test yang dilakukan di Klinik Pratama Afiyah pada tanggal 10 Mei s/d 26 Juni 2023 dengan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 16 responden menggunakan purposive sampling dengan mempertimbangkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis data yang dilakukan adalah analisis univariat dan bivariat menggunakan Uji-T Dependen. Hasil penelitian ini adalah p-value=0,001 (<0,05) yang artinya akupresur titik P6 efektif terhadap penurunan frekuensi emesis gravidarum pada ibu hamil. Diharapkan Klinik Pratama Afiyah kota Pekanbaru menjadikan metode akupresur titik P6 ini sebagai salah satu cara untuk mengatasi gejala emesis gravidarum pada ibu hamil.
Pemberian Terapi Hypno Prenatal Untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Pada Ibu Hamil Miratu Megasari; Risa Pitriani
ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): ARSY : Jurnal Aplikasi Riset kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Riset dan Inovasi Al-Matani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55583/arsy.v5i1.729

Abstract

Kecemasan pada ibu hamil dapat dipengaruhi karena tidak melakukan pemeriksaan Antenatal Care (ANC). Pemeriksaan ANC yang dilakukan oleh ibu dapat membantu mengendalikan rasa cemas yang muncul saat kehamilannya, salah satu upaya yang dilakukan tenaga kesehatan untuk menurunkan angka kecemasan pada ibu hamil. membuat ibu semakin cemas dengan keadaan lingkungannya. Untuk mengurangi rasa cemas ibu dapat diatasi dengan terapi Hypno prenatal. Hypno prenatal merupakan suatu kegiatan yang dapat membantu seseorang menjadi rileks dan tenang, dimana efek dari kondisi ini akan berpengaruh terhadap ibu dan lingkungannya  Upaya pemeriksaan kehamilan dari setiap ibu yang hamil dapat tercapai jika individu memiliki motivasi untuk mencapai target kehamilan yang diinginkan. Berdasarkan pengalaman penulis pada saat melakukan bimbingan terhadap mahasiswi kebidanan yang melakukan praktik klinik kebidanan masih terdapatnya ibu hamil yang cemas terhadap kehamilannya. Hasil penelitian yang dilakukan Megasari (2022) Ada pengaruh yang signifikan antara pengetahuan dengan kecemasan pemeriksaan kehamilan di masa pandemi Covid-19. Namun jika masalah ini tidak diatasi bisa menjadi hal yang biasa bagi ibu hamil untuk tidak melakukan ANC Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menurunkan kecemasan ibu hamil dengan melakukan terapi hypno prenatal . Mitra Pengabdian masyarakat ini adalah bidan sebagai pimpinan di Klinik Pratama Arrabih, sedangkan yang menjadi objek dalam Pengabdian ini adalah Ibu Hamil.  Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap yaitu penyuluhan yang dilakukan dengan ceramah langsung untuk meningkatkan pengetahuan mitra dan melakukan terapi hypno prenatal pada ibu hamil dengan ketidakanyamanan kehamilan untuk mengurangi ketidaknyamanan yang dialaminya.Hasil dari pelaksanaan hypno prenatal didapatkan ibu hamil lebih tenang dalam menghadapi kehamilannya dan mengatakan akan melakukan hypno prenatal jika mengalami kecemasan.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian BBLR Novita Lusiana; Miratu Megasari
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol. 2 No. 3 (2014): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science)
Publisher : Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/5exbpn07

Abstract

Background: Impact of babies born with low birth weight is the growth rate will slow. Factors - risk factors that affect the incidence of LBW among other things is the social characteristics of maternal demographic, medical risk mothers before pregnancy also contribute to the incidence of LBW, and the status of antenatal care. The research goal is to know the factors associated with the incidence of LBW in Riau Prov Arifin Achmad Hospital in 2013-2014.Method: This type of study is a case-control study design (Case Control Study). Cases of infants born with LBW in Riau Prov Arifin Achmad Hospital in 2013-2014 and Control of babies born with normal weight at the Arifin Achmad Year 2013-2014.Result: The study maternal Hb <11 g% more at risk of having a baby with low birth weight 14 times compared to mothers who have a Hb> 11 gr% (OR = 13.895 (95% CI 8.061 to 23.950), mothers who have a spacing of <2 years are more at risk of giving birth low birthweight infant 15 times compared to mothers who have a spacing of ≥ 2 years (OR = 15.138 (95% CI: 9.024 to 25.392), including women who are at risk age category (age <2 years and age> 35 years) were more at risk of having a baby with LBW 5 times compared to mothers who did not include at-risk age category (age 20 to age 35 years) (OR = 5.266 (95% CI: 3.423 to 8.100), mothers classified as at risk parity (parity 0 and parity> 4) more at risk of having a baby with low birth weight 8 times compared to mothers who did not belong to the category of risky parity (parity 0 and parity> 4), OR = 7.606 (95% CI: 4.847 to 11.936), mothers who never attended school, elementary education, junior high is more risky gave birth to babies with low birth weight 7 times compared to women whose education high school and PT, OR = 6.921 (95% CI: 4.426 to 10.823).Conclusion: The study maternal Hb ,11gr%, mothers who never attended school elemenary education and junior high school, mothers who have a spacing op > 2 years, mothers classified as at risk parity 0 and parity 4, including woman age category>35 years old were more at risk of having a baby with LBW.Keywords: factors, the incidence of LBW
KELENGKAPAN STATUS IMUNISASI TETANUS TOXOID PADA IBU HAMIL Anggraini, Lola; Yunita, Jasrida; Jepisah, Doni; Ismainar, Hetty; Megasari, Miratu
Ensiklopedia of Journal Vol 6, No 2 (2024): Vol. 6 No. 2 Edisi 1 Januari 2024
Publisher : Lembaga Penelitian dan Penerbitan Hasil Penelitian Ensiklopedia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33559/eoj.v6i2.2085

Abstract

Tetanus Toxoid Immunization in pregnant women or women of childbearing age can reduce the risk of Neonatal Tetanus incidence by 94%, making Tetanus Toxoid Immunization one of the main strategies in the successful implementation of the Elimination of Maternal and Neonatal Tetanus (ETMN) program. The percentage of coverage of pregnant women who received Td2 + was 42.8%. This is still far from the set target of 80%.  The aim was to analyze the factors associated with Tetanus Toxoid Immunization status in third trimester pregnant women at UPT Puskesmas Tembilahan Kota, Indragiri Hilir Regency. The research method used quantitative research methods with a Cross Sectionl design approach. The number of samples in this research amounted to 175 people. Data collection through primary data by distributing questionnaires. The results of this research indicated that there was a relationship between knowledge (p value = 0.008), attitude (p value = 0.010), occupation (p value = 0.011), parents in law or family support (p value = 0.005), health worker support (p value = 0.001), exposure to premarital counseling (p value = 0.046), social culture (p value = 0.007), the role of the KUA sector (p value = 0.003) with the completeness of TT immunization in third trimester pregnant women at the Tembilahan City Health Center. Conclusion, the variable role of the KUA sector is the dominant factor that most influences pregnant women in getting complete TT immunization with p value = 0.01, r2 = 0.252, and OR = 2.727. Suggest, the role of the KUA sector can be improve and cooperate with other cross-sectors, such as the RT / RW level, the Headman / and the Sub-district in monitoring and encouraging the society to check reproductive health including Tetanus Toxoid Immunization status.Keywords        : Factor, Tetanus Toxoid Immunization, Pregnant Mother
Pemberian Konseling Pada Ibu Nifas Hari Ke 29-42 Menggunakan ABPK di PMB Ernita Kota Pekanbaru Tahun 2022 Elza, Elza Fitri; Rika Andriyani; Miratu Megasari
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Kebinanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jkt/Vol3.Iss1.1090

Abstract

Masa nifas adalah masa yang dilalui oleh seorang perempuan dimulai setelah melahirkan hasil konsepsi (bayi dan plasenta) danberakhir hingga 6 minggu setelah melahirkan. Dari studi pendahuluan di PMB Ernita pada tahun 2021 bulan September November terdapat sebanyak 77 pasien bersalin. Dari wawancara 20 orang pasien pasca bersalin 16 orang diantaranya belummengetahui alat kontrasepsi apa yang akan digunakan setelah persalinan. Laporan kasus ini bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan pada ibu nifas melalui konseling KB pascapersalinan menggunakan ABPK yang dilakukan pada hari ke 30 postpartum. Metode yang digunakan yaitu studi kasus dengan melakukan asuhan kebidanan pada ibu nifas hari ke 30 yang belum pernah menggunakan alat kontrasepsi melalui konseling menggunakan media ABPK. Hasil asuhan yang dilaksanakan pada tanggal 23 Maret 2022 diperoleh ibu nifas hari ke 30 yang diberikan asuhan secara menyeluruh dan berkesinambungan memilih untuk menggunakan metode KB minipil. Dengan adanya asuhan ini, diharapkan untuk PMB Ernita untuk selalu memberikan konseling tentang KB pada saat melakukan kunjungan nifas.
Pemberian Jamu Kunyit Asam Untuk Memperlancar ASI Pada Ibu NIfas Alisa, Rika; Liva Maita; Miratu Megasari
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jkt/Vol1.Iss1.1128

Abstract

Jamu kunyit asam merupakan jamu tradisional yang bermanfaat untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu yang menyusui. Jamu kunyit asam dapat memperlancar pengeluaran ASI karena dapat merangsang hormon prolaktin secara tidak langsung sebagai salah satu mekanisme suatu senyawa laktogogum (pelancar pengeluaran ASI). Meminum jamu kunyit asam merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidaklancaaran ASI. Dari studi pendahuluan yang dilaksanakan Di Klinik Pratama Arrabih belum pernah dilakukan pemberian jamu kunyit asam untuk diminum pada ibu post partum. Beberapa pasien datang kembali ke klinik dengan keluhan ASI kurang lancar dan minta obat pelancar ASI. Tujuannya studi kasus ini yaitu melakukan asuhan kebidanan kepada ibu nifas dengan penatalaksanaan pemberian jamu kunyit asam. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan asuhan kebidanan pada ibu nifas penatalaksanaan pijat laktasi untuk memperlancar produksi ASI di Klinik Pratama Arrabih dan kunjungan rumah pada Ny. M dari tanggal 17 Juni 2023 sampai 23 Juni 2023. Hasil yang dilakukan yaitu kunjungan pertama pengeluaran ASI tidak keluar, pada hari keempat dan ketujuh adanya peningkatan perubahan volume ASI serta tidak mengalami komplikasi masa nifas, dimana volume ASI dapat mencukupi kebutuhan bayi.