Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

Pemberian Jamu Kunyit Asam Untuk Memperlancar ASI Pada Ibu NIfas Alisa, Rika; Liva Maita; Miratu Megasari
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 1 No. 1 (2024): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jkt/Vol1.Iss1.1128

Abstract

Jamu kunyit asam merupakan jamu tradisional yang bermanfaat untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu yang menyusui. Jamu kunyit asam dapat memperlancar pengeluaran ASI karena dapat merangsang hormon prolaktin secara tidak langsung sebagai salah satu mekanisme suatu senyawa laktogogum (pelancar pengeluaran ASI). Meminum jamu kunyit asam merupakan salah satu solusi untuk mengatasi ketidaklancaaran ASI. Dari studi pendahuluan yang dilaksanakan Di Klinik Pratama Arrabih belum pernah dilakukan pemberian jamu kunyit asam untuk diminum pada ibu post partum. Beberapa pasien datang kembali ke klinik dengan keluhan ASI kurang lancar dan minta obat pelancar ASI. Tujuannya studi kasus ini yaitu melakukan asuhan kebidanan kepada ibu nifas dengan penatalaksanaan pemberian jamu kunyit asam. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan asuhan kebidanan pada ibu nifas penatalaksanaan pijat laktasi untuk memperlancar produksi ASI di Klinik Pratama Arrabih dan kunjungan rumah pada Ny. M dari tanggal 17 Juni 2023 sampai 23 Juni 2023. Hasil yang dilakukan yaitu kunjungan pertama pengeluaran ASI tidak keluar, pada hari keempat dan ketujuh adanya peningkatan perubahan volume ASI serta tidak mengalami komplikasi masa nifas, dimana volume ASI dapat mencukupi kebutuhan bayi.
Effectiveness of Oxytocin Massage on Increasing Breast Milk Production in Breastfeeding Mothers and Infant Weight Gain Risa Pitriani; Megasari, Miratu
Ahmar Metastasis Health Journal Vol. 4 No. 2 (2024): Ahmar Metastasis Health Journal
Publisher : Yayasan Ahmad Mansyur Nasirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53770/amhj.v4i2.402

Abstract

Oxytocin massage is a massage of the 5-6th rib of the spine down to the scapula which will speed up the work of the sympathetic nerves in stimulating the posterior pituitary to release oxytocin. Based on the health profile of Riau Province, the coverage of babies given exclusive breastfeeding up to 6 months of age in Riau Province in 2020 decreased by (47%) and from the survey results at the Arrabih Pratama Clinic, there were several mothers who did not know about oxytocin massage to increase breast milk production. The aim of the research is to determine the effectiveness of oxytocin massage in increasing breast milk production and increasing baby weight at the Arrabih Pratama Clinic. This research method has a type of quantitative analytical research with a Quasi-Experimental design using a two-group posttest to test paired variables. This research was conducted at the Arrabih Pratama Clinic on 21 August – 21 September 2023. The population in this study were all postpartum mothers who visited the Arrabih Pratama Clinic and the samples in this study were 30 postpartum mothers who were breastfeeding who were divided into 2 intervention groups and controls. The sampling technique in this research used Total Sampling based on certain considerations according to inclusion and exclusion criteria. The results of this study showed that there was an effect of oxytocin massage on increasing breast milk production in breastfeeding mothers and increasing baby weight. Based on research results, giving oxytocin massage to breastfeeding mothers can increase breast milk production and increase baby weight gain. Suggestions for the clinic to provide oxytocin massage facilities and attend mother and baby massage training.
Faktor yang Mempengaruhi WUS dalam Penggunaan MKJP di RSUD dr. Suhatman, Mars Sari, Ayu Ratna; Megasari, Kiki; Megasari, Miratu
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2025): Januari-Juni 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v3i2.1296

Abstract

Pada negara berkembang tingginya angka kematian ibu dan kehamilan yang tidak diinginkan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat global. Hal ini terutama dipengaruhi oleh rendahnya penggunaan kontrasepsi pada masyarakat. Berdasarkan data di atas setiap tahun masih banyak peserta KB yang memilih metode kontrasepsi jangka pendek dibandingkan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP). Hal ini disebabkan oleh berbagai faktor seperti usia wanita, lama menikah, pendidikan, paritas (jumlah anak), budaya, agama, dan factor perbedaan jenis kelamin. Tujuan penelitian adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan Metode Kontrasepsi Jangka Panjang (MKJP) pada wanita usia subur (WUS) di Indonesia. Metode penelitian termasuk jenis penelitian analitik observasional menggunakan desain penelitian cross sectional dengan sampel 73 responden dengan menggunakan teknik pengambilan sampel total sampling. Hasil penelitian menunjukkan terdapat pengaruh antara umur (p=0,020), pendidikan (p=0,012), paritas (p=0,041), pengetahuan (p=0,014) dan dukungan suami (p=0,032) pada WUS dalam penggunaan kontrasepsi jangka panjang (MKJP) di RSUD dr. Suhatman MARS Kota Dumai tahun 2024. Diharapkan kepada pihak manajemen RSUD dr Suhatman MARS Kota Dumai untuk lebih ditingkatkan kualitas proses asuhan kebidanan terutama intervensi terkait dengan faktor yang berhungan dengan MKJP seperti umur, pendidikan, paritas, pengetahuan dan dukungan suami.
Efektifitas Pijat Oksitosin dan Aromaterapy Lavender Dengan Metode UAP Terhadap Peningkatan Produksi ASI Pada Ibu Menyusui Di PMB Dince Safrina Pitriani, Risa; Megasari, Miratu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2331

Abstract

Pijat oksitosin adalah pemijatan tulang belakang pada Costa ke 5-6 sampai ke scapula yang akan mempercepat kerja saraf para simpatis dalam merangsang hipofisis posterior untuk mengeluarkan oksitosin. Pijat ini memberikan rasa nyaman pada ibu setelah mengalami proses persalinan dapat dilakukan selama 2-3 menit secara rutin 2 kali dalam sehari sebelum menyusui. Aromaterapy lavender mengandung linalool dan terkenal memiliki efek menenangkan. Permasalahan di PMB Dince Safrina adalah 10 orang ibu nifas terdapat 4 orang ibu nifas mengetahui tentang pijat oksitosin sedangkan 6 orang tidak mengetahui tentang pijat oksitison dan yang tidak mengetahui pijat oksitosin hanya mengetahui cara peningkatan ASI dengan cara memakanan daun katu dan tidak mengetahui menggunakan pijat oksitosin dengan menggunakan aromaterapy lavender. Tujuan penelitian untuk mengetahui efektifitas pijat oksitosin aromaterapy lavender dengan metode uap terhadap peningkatan produksi ASI pada ibu menyusui. Metode penelitian ini adalah Eksperiment yang menggunakan jenis desain penelitian One Group Pretest Posttest Desain. Penelitian ini dilakukan di PMB Dince Safrina pada tanggal 13 agustus – 13 September 2024. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui 0-6 bulan. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh ibu menyusui 0-6 bulan yang berkunjung dan mengalami ASI tidak lancar. Variabel Penelitian ini terdiri dari variabel independen (Pijat Oksitosin menggunakan Aromaterapy Lavender) dan variabel dependen (Produksi ASI). Setelah dilakukan pengumpulan data akan dilakukan analisa data yaitu analisa univariat dan analisa bivariat. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa pijat oksitosin dengan aromaterapi memiliki efektifitas yang tinggi dibandingkan ibu yang tidak dilakukan pijat oksitosin dengan aromatherapy lavender. Berdasarkan hasil penelitian pemberian pijat oksitosin dengan menggunakan aromaterapy lavender pada ibu menyusui dapat meningkatkan produksi ASI. Saran agar klinik dapat menyediakan asuhan pelayanan pijat oksitosin pada ibu menyusui dengan menggunakan aromatherapy dan memfasilitasi tenaga kesehatan yang belum mengikuti pelatihan massase ibu dan bayi.
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif Terhadap Pertumbuhan Bayi (BB/U) Usia 6-12 Bulan Di Kelurahan Pasir Pengaraian Wilayah Kerja Puskesmas Rambah Kabupaten Rokan Hulu Tahun 2025 Mita, Nadila Fijria; Ristica, Octa Dwienda; Sari, Intan Widya; Febrianti, Riza; Megasari, Miratu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2356

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan pemberian ASI tanpa tambahan makanan atau minuman lain selama enam bulan pertama kehidupan bayi. ASI mengandung semua nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi, termasuk zat antibodi yang melindungi dari infeksi dan penyakit. Namun, cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia dan khususnya di Provinsi Riau masih belum mencapai target yang ditetapkan. Di Kelurahan Pasir Pengaraian, Kabupaten Rokan Hulu, hanya 49 dari 101 bayi yang memperoleh ASI eksklusif, dan tercatat dua kasus bayi berisiko stunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan pertumbuhan bayi usia 6–12 bulan berdasarkan indikator Berat Badan menurut Umur (BB/U). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional dan melibatkan 81 responden yang dipilih secara proportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan melalui lembar checklist dan dokumentasi dari buku KIA, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara pemberian ASI eksklusif dengan pertumbuhan bayi (p < 0,05), di mana bayi yang mendapatkan ASI eksklusif cenderung mengalami pertumbuhan normal. Penelitian ini menekankan pentingnya edukasi bagi ibu menyusui mengenai manfaat ASI eksklusif guna mendukung pertumbuhan optimal bayi dan mencegah gangguan gizi. Hasil ini diharapkan menjadi referensi untuk meningkatkan program promosi ASI eksklusif, terutama di posyandu dan layanan kesehatan masyarakat lainnya.
Pemberdayaan Tenaga Kesehatan Melalui Pelatihan Pijat Oksitosin untuk Meningkatkan Produksi ASI pada Ibu Nifas di praktik Bidan Mandiri Dince Safrina Kota Pekanbaru Pitriani, Risa; Megasari, Miratu
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 3 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/90kmwk43

Abstract

ASI Eksklusif di Indonesia lebih dari tiga juta bayi yang ada di 34 provinsi di Indonesia, terdapat sekitar satu juta bayi saja yang mendapat ASI Eksklusif dengan persentase 55,7%. Angka tersebut membuktikan bahwa target 80% cakupan  ASI Eksklusif masih sangat jauh dari kenyataan. Pijat oksiton merupakan salah satu cara untuk dapat memperbanyak dan memperlancar produksi ASI. Disamping itu peran tenaga kesehatan sangat penting demi keberhasilan pemberian ASI pada bayi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tenaga kesehatan tentang pijat oksitosin untuk meningkatkan produksi ASI pada ibu nifas. Metode pengabdian ini, yaitu: 1) Mengadakan penyuluhan dengan tujuan meningkatkan pengetahuan tenaga kesehatan, peserta yang ikut pada penyuluhan ada 10 orang, 2) Mengadakan pelatihan dengan dibantu oleh terapis terlatih yang mempunyai sertifikat pelatihan massase, dan 3) Melakukan pemantauan dimaksudkan untuk mengamati kegiatan yang dilakukan tenaga kesehatan terhadap ibu menyusui, dan evaluasi melihat hasil yang dilakukan terhadap keberhasilan pengeluaran dan pemberian ASI. Kegiatan ini dilakukan pada tanggal 26 Agustus – 03 September 2024 di PMB Dince Safrina. Hasil pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan tenaga kesehatan dengan menilai pre test dan post test dan mengalami perubahan dalam pelayanan yang dilakukan kepada pasien ibu nifas yang berkunjung. Luaran dari pengabdian ini akan di publikasikan pada jurnal pengabdian masyarakat multidisiplin. Diharapkan pada tenaga kesehatan yang sudah terlatih agar dapat memberikan pelayanan dengan melakukan pijat oksitosin pada pasien minimal selama perawatan di PMB sampai kunjungan nifas ke 4.
Penerapan Akupreseur Titik P6 pada Ibu Hamil dengan Emesis Gravidarum di Klinik Pratama Arrabih Megasari, Miratu; Pitriani, Risa
Jurnal Medika: Medika Vol. 4 No. 4 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/4gq99j58

Abstract

Mual (nausea) dan muntah (emesis gravidarum) adalah gejala yang normal dan sering terjadi pada kehamilan timester I. Ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum ringan 52,2%, emesis gravidarum sedang 45,3%, emesis gravidarum berat 2,5%, dan hanya 20% terjadi pada usia kehamilan 20 minggu (Ernawati et al., 2022). Emesis gravidarum merupakan salah satu penyakit yang dialami ibu hamil pada tahap awal kehamilan. Emesis gravidarum harus diwaspadai karena selain mengganggu aktivitas sehari-hari, jika muntah semakin parah, bisa berubah menjadi hiperemesis gravidarum (mual dan muntah berlebihan), yang dapat menyebabkan anemia, pendarahan, dan rentannya penyakit pada ibu. pada janin dapat menghambat tumbuh kembang janin. Sindrom emesis gravidarum ditangani dengan metode non farmakologi yaitu akupresur titik Pericardium 6 (P6). Hasil Penelitian yang dilakukan Megasari (2023) menggunakan metode pre-eksperimental dengan desain one group pre-test dan post-test yang dilakukan pada 16 responden yang mengalami mual muntah menghasilkan rata-rata frekuensi emesis gravidarum sebelum dilakukan akupresur titik P6 sebesar (7.37) dan setelah dilakukan akupresur titik P6 menurun menjadi (5.00) dan dengan nilai P Value 0.001 < 0.05 artinya ada pengaruh antara penggunaan metode akupresur Titik P6 terhadap penurunan mual muntah pada ibu hamil.   Klinik Pratama Arrabih merupakan salah satu klinik pratama yang memiliki kunjungan ibu hamil tertinggi yang ada di Kota Pekanbaru. Dan penerapan akupresur titik P6 pada mual muntah belum dijadikan suatu metode untuk menguranginya. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menurunkan mual muntah ibu hamil dengan melakukan akupresur titik P6. Mitra Pengabdian masyarakat ini adalah bidan sebagai pimpinan di Klinik Pratama Arrabih, sedangkan yang menjadi objek dalam Pengabdian ini adalah Ibu Hamil yang mengalami mual. Pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan 2 tahap yaitu penyuluhan yang dilakukan dengan ceramah langsung untuk meningkatkan pengetahuan mitra dan melakukan terapi akupresur titik P6 pada ibu hamil dengan mual muntah kehamilan untuk mengurangi ketidaknyamanan yang dialaminya. Hasil dari pelaksanaan terapi akupresur pada 10 ibu hamil yang mengalami mual muntah selama 7 hari berturut-turut didapatkan penurunan intensitas mual pada ibu hamil dan mengatakan akan melakukan akupresur titik P6 lagi untuk mengurangi mual muntah kehamilan.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian BBLR Novita Lusiana; Miratu Megasari
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol. 2 No. 3 (2014): Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwifery Science)
Publisher : Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36307/5exbpn07

Abstract

Background: Impact of babies born with low birth weight is the growth rate will slow. Factors - risk factors that affect the incidence of LBW among other things is the social characteristics of maternal demographic, medical risk mothers before pregnancy also contribute to the incidence of LBW, and the status of antenatal care. The research goal is to know the factors associated with the incidence of LBW in Riau Prov Arifin Achmad Hospital in 2013-2014.Method: This type of study is a case-control study design (Case Control Study). Cases of infants born with LBW in Riau Prov Arifin Achmad Hospital in 2013-2014 and Control of babies born with normal weight at the Arifin Achmad Year 2013-2014.Result: The study maternal Hb <11 g% more at risk of having a baby with low birth weight 14 times compared to mothers who have a Hb> 11 gr% (OR = 13.895 (95% CI 8.061 to 23.950), mothers who have a spacing of <2 years are more at risk of giving birth low birthweight infant 15 times compared to mothers who have a spacing of ≥ 2 years (OR = 15.138 (95% CI: 9.024 to 25.392), including women who are at risk age category (age <2 years and age> 35 years) were more at risk of having a baby with LBW 5 times compared to mothers who did not include at-risk age category (age 20 to age 35 years) (OR = 5.266 (95% CI: 3.423 to 8.100), mothers classified as at risk parity (parity 0 and parity> 4) more at risk of having a baby with low birth weight 8 times compared to mothers who did not belong to the category of risky parity (parity 0 and parity> 4), OR = 7.606 (95% CI: 4.847 to 11.936), mothers who never attended school, elementary education, junior high is more risky gave birth to babies with low birth weight 7 times compared to women whose education high school and PT, OR = 6.921 (95% CI: 4.426 to 10.823).Conclusion: The study maternal Hb ,11gr%, mothers who never attended school elemenary education and junior high school, mothers who have a spacing op > 2 years, mothers classified as at risk parity 0 and parity 4, including woman age category>35 years old were more at risk of having a baby with LBW.Keywords: factors, the incidence of LBW