Claim Missing Document
Check
Articles

Found 38 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN BBLR Novita Lusiana; Miratu Megasari
Jurnal Ilmu Kebidanan (Journal of Midwivery Science) Vol 2, No 3: Desember 2014
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan AKBIDYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (668.532 KB) | DOI: 10.36307/jik.v2i3.64

Abstract

Latar belakang:Dampak dari bayi lahir dengan berat badan lahir rendah ini adalah pertumbuhannya akan lambat. Faktor – faktor risiko yang mempengaruhi terhadap kejadian BBLR antara lain adalah karakteristik sosial demografi ibu, risiko medis ibu sebelum hamil juga berperan terhadap kejadian BBLR, dan status pelayanan antenatal. Tujuan Penelitian adalah diketahuinya faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian BBLR di RSUD Arifin Achmad Prov Riau tahun 2013-2014.Metode:Jenis penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian kasus kontrol (Case Control Study). Kasus yaitu bayi yang lahir dengan BBLR di RSUD Arifin Achmad Prov Riau tahun 2013-2014 dan Kontrol yaitu bayi yang lahir dengan berat badan normal di RSUD Arifin Achmad Tahun 2013-2014.Analisis data untuk bivariat dengan uji Chi-Squre dan multivariate dengan uji Regresi Logistik Ganda.Hasil:Hasil penelitian ibu yang Hb < 11 gr% lebih beresiko melahirkan bayi dengan BBLR 14 kali dibandingkan ibu yang memiliki Hb > 11 gr% (OR = 13,895 (CI 95% 8,061-23,950), ibu yang memiliki jarak kelahiran < 2 tahun lebih beresiko melahirkan bayi dengan BBLR 15 kali dibandingkanibu yang memiliki jarak kelahiran ≥ 2 tahun (OR = 15,138 (95%CI: 9,024-25,392), ibu yang termasuk kategori umur beresiko (umur< 2tahun dan umur > 35 tahun)lebih beresiko melahirkan bayi dengan BBLR 5 kali dibandingkan ibu yang tidak termasuk kategori umur yang bere- siko (umur 20 tahun sampai dengan umur 35 tahun) (OR = 5,266 (95%CI: 3,423-8,100), ibu yang termasuk kategori paritas beresiko (paritas 0 dan paritas > 4) lebih beresiko melahirkan bayi dengan BBLR 8 kali dibandingkan ibu yang tidak termasuk kategori paritas yang beresiko (paritas 0 dan paritas >4), OR = 7,606 (95%CI: 4,847 – 11,936), ibu yang tidak sekolah, pendidikannya SD, SMP lebih beresiko melahirkan bayi dengan BBLR 7 kali dibandingkan ibu yang pendidikannya SMA dan PT, OR = 6,921 (95%CI: 4,426-10,823).Simpulan:Faktor ibu dengan HB<11gr%, pendidikan SD dan SMP, Jarak Kelahiran < 2 tahun, paritas 0 dan >4, danumur > 35 tahun lebih beresiko memiliki bayi dengan BBLR.Background: Impact of babies born with low birth weight is the growth rate will slow. Factors - risk factors that affect the incidence of LBW among other things is the social characteristics of maternal demographic, medical risk mo- thers before pregnancy also contribute to the incidence of LBW, and the status of antenatal care. The research goal is to know the factors associated with the incidence of LBW in Riau Prov Arifin Achmad Hospital in 2013-2014.Method: This type of study is a case-control study design (Case Control Study). Cases of infants born with LBW in Riau Prov Arifin Achmad Hospital in 2013-2014 and Control of babies born with normal weight at the Arifin Achmad Year 2013-2014.Result: The study maternal Hb <11 g% more at risk of having a baby with low birth weight 14 times compared to mothers who have a Hb> 11 gr% (OR = 13.895 (95% CI 8.061 to 23.950), mothers who have a spacing of <2 years are more at risk of giving birth low birthweight infant 15 times compared to mothers who have a spacing of ≥ 2 years(OR = 15.138 (95% CI: 9.024 to 25.392), including women who are at risk age category (age <2 years and age> 35 years) were more at risk of having a baby with LBW 5 times compared to mothers who did not include at-risk age category (age 20 to age 35 years) (OR = 5.266 (95% CI: 3.423 to 8.100), mothers classified as at risk parity (parity 0 and parity> 4) more at risk of having a baby with low birth weight 8 times compared to mothers who did not belong to the category of risky parity (parity 0 and parity> 4), OR = 7.606 (95% CI: 4.847 to 11.936), mothers who never attended school, elementary education, junior high is more risky gave birth to babies with low birth weight 7 times compared to women whose education high school and PT, OR = 6.921 (95% CI: 4.426 to 10.823).Conclusion: The study maternal Hb ,11gr%, mothers who never attended school elemenary education and junior high school, mothers who have a spacing op > 2 years, mothers classified as at risk parity 0 and parity 4, including woman age category>35 years old were more at risk of having a baby with LBW.
A GIVING DRAGON FRUIT TO PREGNANT MOTHERS, MILD ANEMIA AT THE PRIMARY SCOUT CLINIC YEAR 2021: PEMBERIAN BUAH NAGA PADA IBU HAMIL ANEMIA RINGAN DI KLINIK PRATAMA PRAMUKA TAHUN 2021 JURI DESTI desti; Miratu Megasari
Jurnal Kebidanan Terkini (Current Midwifery Journal) Vol. 2 No. 1 (2022): Jurnal Kebidanan Terkini
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Hang Tuah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25311/jkt/Vol2.Iss1.709

Abstract

Anemia ibu hamil sering terjadi karena perubahan sistem kardiovaskuler yang menyebabkan hemodilusi sehingga berkurangnya kadar oksigen didalam darah. Salah satu alternatif untuk mencegah anemia pada ibu hamil dengan mengonsumsi buah-buahan yang kandungan zat besi dan vitamin C tinggi seperti buah naga yang diperlukan untuk mensintesis hemoglobin. Dari studi pendahuluan di klinik pratama pramuka terdapat 8 dari 15 ibu hamil yang memiliki kadar Hb < 11,5 gr/dl. Tujuan dari asuhan kebidanan pada ibu hamil anemia ringan yaitu untuk mengetahui pengaruh buah naga dalam meningkatkan kadar Hb. Metode yang digunakan yaitu studi kasus dengan melakukan asuhan kebidanan pada ibu hamil yang mengalami anemia ringan dengan konsumsi buah naga. Subjek penelitian yaitu 1 orang ibu hamil dengan anemia ringan yang dilaksanakan di Klinik Pratama Pramuka kota Pekanbaru dan dimulai asuhan pada tanggal 23 April 2021- 8 Mei 2021. Hasil asuhan kebidanan yang telah dilakukan terhadap Ny.S G3P2A0 umur 32 tahun usia kehamilan 21-22 minggu dengan anemia ringan pada kunjungan pertama kadar Hb 10,2 gr/dl dan setelah konsumsi buah naga kadar Hb meningkat menjadi 11,8 gr/dl. Evaluasi asuhan dengan melakukan konseling nutrisi makanan sebagai alternative dalam meningkatkan kadar hemoglobin dan membuat informasi-informasi kesehatan terkait anemia dalam bentuk planflet, banner serta meningkatkan minat ibu hamil untuk membaca buku KIA. Ibu hamil, Anemia Ringan, Buah Naga Daftar bacaan : 29 (2010-2020)
Pemberian Kie Terhadap Pasangan Usia Subur Tentang Kehamilan Di Rt 002/ Rw 016 Kelurahan Kerinci Kota, Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Miratu Megasari; Een Husanah; Jutri Desti
TRIDARMA: Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) Vol. 4 No. 2 (2021): TRIDARMA: Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM)
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/abdimas.v4i2.1180

Abstract

Kehamilan Resiko Tinggi Adalah Suatu Keadaan Pada Ibu Hamil Yang Memiliki Risiko Dalam Kehamilannya. Ada Beberapa Faktor Ibu Hamil Yang Termasuk Kehamilan Beresiko Yaitu: Umur (Terlalu Muda, Kurang Dari 20 Tahun Sedangkan Terlalu Tua, Lebih Dari 35 Tahun, Normal Kehamilan Yaitu Antara 20 Sampai 35 Tahun), Jarak Kehamilan Yang Kurang Dari 2 Tahun, Tinggi Badan Ibu Yang Kurang Dari 145 Cm, Lingkar Lengan Atas Ibu Yang Kurang Dari 23,5 Cm, Hemoglobin Yang Ada Ditubuh Ibu Yang Kurang Dari 11 Gr/Dl, Hamil Yang Lebih Dari 4 Kali, Riwayat Keluarga Yang Menderita Hipertensi, Penyakit Kencing Manis Atau Diabetes Melitus Serta Riwayat Cacat 2 Kongenital, Kelainan Bentuk Tubuh, Misalnya Kelainan Panggul Atau Tulang Belakang. Dari Kelompok Ibu Hamil Yang Beresiko Maka Target Yang Diharapkan Dapat Memahami Permasalahan Tersebut Yaitu Pasangan Usia Subur Untuk Dapat Mencegah Kehamilan Berisiko Tersebut. Provinsi Riau memiliki Angka Kematian Ibu Akibat Kehamilan Risiko Tinggi Pada Tahun 2015 Adalah 5 Ibu Per 20.751 Kelahiran Hidup Sedangkan Kejadian Ibu Hamil Risiko Tinggi Di Kecamatan Pangkalan Kerinci Sekitar 523 Dari 2598 Ibu Hamil (Profil Kesehatan 2016) . Dan Ditemukan 2 Orang Ibu Hamil Yang Beresiko Tinggi Di Wilayah Rt 002 Rw 016 Kelurahan Kerinci Kota, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. Pelaksanaan kegiatan pendidikan kesehatan dan konseling keluarga berencana telah dilaksanakan pada hari minggu, 06 desember 2020 yang dilakukan secara dari rumah ke rumah warga RT 002/RW 016. Kegiatan ini pada awalnya mulai dilakukan dari pukul 11.00-15.000 WIB . Sasaran dari kegiatan ini adalah pasangan usia subur. Dari hasil survey di wilayah ini maka diperlukan pemberian KIE terhadap pasangan usia subur tentang kehamilan di rt 002/ rw 016 kelurahan kerinci kota, kecamatan pangklaan kerinci, kabupaten pelalawan. Setelah dilakukan KIE kepada 7 Pasangan Usia Subur didapatkan: 90% pasangan usia subur (PUS) sudah mampu menjawab pertanyaan tentang kelompok kehamilan berisiko, 90% PUS menunjukan mampu untuk mengulangi penjelasan tentang kehamilan berisiko PUS bersedia untuk menggunakan KB sehingga tidak tergolong kedalam kehamilan berisiko. Diharapkan pasangan usia subur untuk menggunakan kontrasepsi KB sehingga menurunkan angka kehamilan berisiko di wilayah provinsi riau khsusunya di kecamatan pangkalan kerinci.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN UNMET NEED KB PADA PEREMPUAN PASANGAN USIA SUBUR (PUS) Afiah Afiah; Ika Putri Darmayanti; Miratu Megasari
Jurnal Doppler Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.005 KB)

Abstract

Family planning is one of the fundamental pillars of maternal care in developing countries including Indonesia is still a problem, one cause is still high numbers Unmet need. The purpose of this study to determine the factors associated with the incidence Unmet need Family planning. The research used quantitative method. Analysis was done univariat, bivariat and multivariate. The results of this study obtained the proportion of unmet need family planning 61% of the number of women of fertile couples who do not get support from husbands for family planning and women of fertile couples who have parity ≤ 2. The conclusion in this study is that there is a relationship between parity and husband support with unmet event occurrence of family planning. It is recommended that all health workers and related agencies work together to promote the promotion of contraceptive use, counseling and counseling of family planning for women in fertile couples. 
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN UNMET NEED KB PADA PEREMPUAN PASANGAN USIA SUBUR (PUS) Afiah Afiah; Ika Putri Darmayanti; Miratu Megasari
Jurnal Doppler Vol. 1 No. 2 (2017)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.005 KB)

Abstract

Family planning is one of the fundamental pillars of maternal care in developing countries including Indonesia is still a problem, one cause is still high numbers Unmet need. The purpose of this study to determine the factors associated with the incidence Unmet need Family planning. The research used quantitative method. Analysis was done univariat, bivariat and multivariate. The results of this study obtained the proportion of unmet need family planning 61% of the number of women of fertile couples who do not get support from husbands for family planning and women of fertile couples who have parity ≤ 2. The conclusion in this study is that there is a relationship between parity and husband support with unmet event occurrence of family planning. It is recommended that all health workers and related agencies work together to promote the promotion of contraceptive use, counseling and counseling of family planning for women in fertile couples. 
The Effectiveness of Consumption of Dates on Increased Hemoglobin Levels in Pregnant Women with Mild Anemia at the Arrabih Primary Clinic Miratu Megasari; Een Husanah
Science Midwifery Vol 9 No 2 (2021): April: Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia in pregnant women has a negative impact on both the mother and the fetus. Possible adverse effects on pregnant women, namely the occurrence of premature birth, low birth weight babies, disability and even infant death, length of parturition due to lack of uterine propulsion(Fadlun & Feryanto, 2012). Based on the author's experience, there are still pregnant women who do not take blood-boosting tablets because the side effects of these tablets are nausea, black stools. The population in this study were all pregnant women who were recorded at the Arrabih Primary Clinic. The sample in this study was pregnant women in the first trimester who had anemia. The sampling technique used is accidental sampling. The method used in this study is a quasi-experimental. The type of design in this study was in the form of a non-equivalent design (pretest and posttest). The results of this study showed that the average hemoglobin level of pregnant women before being given dates was 9.17 gr%, while the average hemoglobin level of pregnant women after being given dates was 10.15gr%. Statistical test results value 0.To the midwives and lecturers to be able to provide more health information about the benefits of dates for increasing Hb levels in pregnant women so that the high risk of bleeding caused by anemia can be overcome.
The Effectiveness of Dragon Fruit Consumption For Increasing Haemoglobin Levels In Pregnancy Women With Light Anemia Symptoms Miratu Megasari; Risa Pitriani
Science Midwifery Vol 10 No 1, October (2021): Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anemia in pregnant women often occurs due to changes in the cardiovascular system that cause haemodilution, resulting in reduced oxygen levels in the blood. A solution to prevent anemia in pregnant women is to consume fruits that contain high iron and vitamin C such as dragon fruit which is needed to synthesize haemoglobin. From a preliminary study at the Pramuka Primary clinic, 8 out of 15 pregnant women had Hb levels <11.5 g/dl. Based on the author's experience, there are still pregnant women who do not consume blood-boosting tablets because the side effects of these tablets causing nausea, black stools. The population in this study were all pregnant women who were recorded at the Pratama Primary Clinic. The sample in this study was pregnant women in the first trimester who experienced anemia. The sampling technique used is accidental sampling. The method used in this study is a quasi-experimental. The type of design in this study was in the form of a non-equivalent design (pretest and post-test). The results of this study showed that the average hemoglobin level of pregnant women before consuming dragon fruit was 9.17 gr%, while the average hemoglobin level of pregnant women after consuming dragon fruits was 10.15gr%. The results of the statistical test value of 0.001 means that there is a significant difference between Hb levels before and after consuming dragon fruits.
ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU NIFAS DENGAN PUTINGSUSU TERBENAM GRADE I DI BPM PRAPTI VIDIANINGSIH KOTA PEKANBARU Miratu Megasari
Jurnal Komunikasi Kesehatan Vol 10 No 2 (2019): Jurnal Komunikasi Kesehatan
Publisher : Lembaga Riset Pengabdian Masyarakat dan Publikasi Ilmiah Institut Teknologi Bhakti Putra Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56772/jkk.v10i2.149

Abstract

Puting susu terbenam Grade I adalah Puting yang tertarik kedalam sehingga mudah untuk ditarik keluar dan bertahan cukup Baik. Dari data yang didapat Puskesmas Mangkubumi Tasikmalaya 2015 ibu yang tidak menyusui terhitung 120 orang, 63 orang diantaranya tidak menyusui dikarenakan putting susu terbenam. Selama masa nifas puting susu terbenam dapat di atasi dengan cara perawatan yang dilakukan terhadap payudara bertujuan untuk melancarkan sirkulasi darah dan mencegah tersumbatnya saluran susu sehingga mempelancar pengeluaran ASI. Metode yang digunakan pada studi kasus ini dengan pendekatan manajemen kebidanan kemudian di dokumentasikan dalam bentuk SOAP dan untuk mengatasi masalah putting susu terbenam dirasa perlu dilakukan asuhan kebidanan perawatan payudara, mengajarkan cara menyusui yang baik dan benar. Pengambilan kasus dilaksanakan di BPM Prapti Vidianingih dandi rumah pasien. Pada studi kasus ini penulis melakukan asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan putting susu terbenam sebanyak 2 kali kunjungan dengan jeda waktu 5 hari dengan memberikan informasi,edukasi tentang perawatan putting susu terbenam & mengajarkan ibu teknik spuit & posisi menyusu yang baik dan benar.Maka didapatkan hasil ibu nifas dengan puting susu terbenam grade 1 pengeluaran ASI yang baik sehingga pengeluaran ASI tetap ada. Bagi tenaga kesehatan diharapkan melakukan konseling tentang puting susu terbenam dan mengajarkan cara perawatan payudara yang benar, cara mengatasi puting susu terbenam dengan cara sederhana, dan mengajarkan teknik menyusui yang benar mengunakan media poster/liflaet.
FAKTOR PENYEBAB RENDAHNYA KUNJUNGAN KELAS IBU HAMIL DI PUSKESMAS BALAI MAKAM KECAMATAN BATHIN SOLAPAN KABUPATEN BENGKALIS TAHUN 2020 Siti Aminah; Zulfan Saam; Yuyun Priwahyuni; Novita Rany; Miratu Megasari
Menara Ilmu Vol 16, No 1 (2022): Vol. 1 No. 1 OKTOBER 2022
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v16i1.3348

Abstract

Program pemerintah guna mempercepat menurunkan angka kematian ibu dan bayi melewati program berkelanjutan (continuumof care) melalui strategi meningkatkan pemahaman masyarakat. Dengan melaksanan kegiatan kelas ibu hamil ditiap puskesmas. Salah satu manfaat dari kelas ibu hamil menurunkan angka resiko kematian ibu dan janin. Namun fenomena dimasyarakat, kunjungannya masih rendah (Kemenkes,2017). Tujuan penelitian menganalisis faktor penyebab rendahnya kunjungan kelas ibu hamil di Puskesmas Balai Makam. Jenis penelitian dengan survei analitik pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional study. Penelitian dilakukan bulan Juli sampai Agustus 2020. Sampel penelitian dengan teknik total sampling sebanyak 153 ibu hamil. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat, dan multivariat. Hasil penelitian menyatakan sebesar 54,2% ibu hamil mengikuti kelas ibu hamil. Sedangkan analisis bivariat terdapat hubungan antara pengetahuan, sikap, pendapatan ekonomi, dukungan keluarga, keterjangkauan tempat terhadap kunjung ibu hamil pada kelas ibu hamil. Analisis regresi logistik menunjukkan dari 5 variabel terdapat 2 variabel berhubungan sebab akibat yakni sikap ibu hamil (p=0,003;OR=10,1;CI=2,223-45,979) pendapatan ekonomi keluarga ibu hamil (p=0,004;OR=3,3;CI=1,450-7,508) dan variabel pengetahuan ibu, dukungan keluarga tidak berhubungan. Juga terdapat 2 variabel counfounding. Kesimpulan faktor yang berhubungan sebab akibat terhadap rendahnya kunjungan kelas ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Balai Makam Kabupaten Bengkalis yaitu sikap ibu hamil dan pendapatan ekonomi keluarga ibu hamil. Disarankan kepada pemegang program kelas ibu hamil agar memberikan materi lebih menarik, inovatif dan adaptif. Membuat grupwhatsapp guna memberikan info,mengingatkan kembali jadwal. Memberikan sosial support suami atau keluarga lainnya. Melakukan advokasi kepada pihak pemerintah desa untuk menyediakan tempat yang lebih nyaman dan privasi bagi ibu hamil selama kegiatan tersebut.
Pemberian Buah Kurma Pada Ibu Hamil Sebagai Upaya Peningkatan Kadar Haemoglobin Miratu Megasari; Ani Triana
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 3 No. 2 (2022): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v3i2.847

Abstract

Berdasarkan pengalaman penulis saat memberikan bimbingan kepada mahasiswa kebidanan yang praktik di poliklinik kebidanan, masih ada ibu hamil yang tidak mengkonsumsi tablet penambah darah karena efek samping dari tablet tersebut adalah mual, BAB berwarna hitam. Sehingga ibu malas mengkonsumsi tablet penambah darah. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Megasari (2020) mengenai pemberian kurma pada ibu hamil dengan anemia ringan ditemukan bahwa rata-rata kadar hemoglobin ibu hamil sebelum diberikan kurma adalah 9,17 gr% dengan standar deviasi 0,83gr%. Sedangkan rata-rata kadar hemoglobin ibu hamil setelah diberi kurma adalah 10,15gr% dengan standar deviasi 0,800 gr%. Selisih nilai sebelum dan sebelum diberi buah adalah -0,983 dengan standar deviasi 0,278. Hasil uji statistik nilai 0,001 artinya terdapat perbedaan yang signifikan antara kadar Hb sebelum dan sebelum diberikan kurma. Pemberian kurma pada ibu hamil sebagai upaya peningkatan kadar hemoglobin sudah terbukti secara ilmiah, oleh karena itu perlu dilakukan pengabdian kepada masyarakat dengan menyasar kelompok ibu hamil trimester pertama yang mengalami anemia ringan dan akan ditawari kurma selama 3 bulan di Arrabih Pratama Klinik. Setelah memberikan ilmu dan menawarkan kurma kepada 10 ibu hamil, terjadi perubahan dan peningkatan kadar hemoglobin berkisar 0,5-1,5 g%. Diharapkan dapat menyajikan kurma yang dapat digunakan sebagai metode asuhan kebidanan pada ibu hamil untuk pencegahan anemia. Kata kunci: Kurma, Anemia Ringan, Ibu Hamil