Claim Missing Document
Check
Articles

TERAPI HERBAL COMPRESS BALL PADA KETIDAKNYAMANAN NYERI PUNGGUNG IBU HAMIL TRIMESTER III DI PMB DINCE SYAFRINA Miratu Megasari; Risa Pitriani
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 4 No. 4 (2026): Agustus
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v4i4.4226

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil trimester III dalam melakukan perawatan mandiri untuk ketidaknyamanan nyeri punggung melalui edukasi dan pelatihan Herbal Compress Ball di PMB Dince Syafrina, Pekanbaru. Kegiatan diikuti oleh 10 ibu hamil trimester III dan dilaksanakan melalui penyuluhan, demonstrasi pembuatan Herbal Compress Ball, praktik terbimbing, diskusi interaktif, serta evaluasi pretest-posttest. Pengetahuan dievaluasi menggunakan kuesioner terstruktur dengan skor 0-100, sedangkan keterampilan dinilai melalui observasi kemampuan peserta mengikuti tahapan pembuatan dan penggunaan kompres sesuai panduan. Keluhan nyeri setelah praktik hanya dicatat berdasarkan laporan subjektif peserta dan tidak diukur menggunakan instrumen klinis baku seperti Visual Analog Scale (VAS) atau Numeric Rating Scale (NRS). Hasil menunjukkan nilai rata-rata pengetahuan meningkat dari 58,0 menjadi 87,0, atau naik 29 poin (50,0% secara relatif). Setelah pelatihan, 10 peserta (100%) mampu mempraktikkan kembali penggunaan Herbal Compress Ball sesuai panduan. Delapan peserta (80%) melaporkan rasa tidak nyaman pada punggung berkurang dan tubuh terasa lebih rileks, sedangkan dua peserta (20%) melaporkan rasa tidak nyaman sedikit berkurang; temuan ini merupakan persepsi peserta dan tidak dapat ditafsirkan sebagai bukti efektivitas klinis. Kegiatan menunjukkan bahwa edukasi berbasis demonstrasi dan praktik dapat meningkatkan pengetahuan serta keterampilan perawatan mandiri ibu hamil. Pendampingan berkala dan evaluasi menggunakan instrumen nyeri terstandar diperlukan untuk menilai keberlanjutan praktik dan perubahan keluhan secara lebih objektif.