Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pembibitan Tanaman Pinang (Areca catechu) Dengan Menggunakan Berbagai Media Tanam Irpan Sagrim; Mira Herawati Soekamto
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 10 No. 2 (2018): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v10i2.295

Abstract

Pinang merupakan jenis tanaman yang mempunyai nilai penting bagi orang papua karena pinang bukan saja sebagai makanan sehari-hari tetapi juga digunakan dalam ritual adat orang papua. Nilai penting ini tidak sejalan dengan upaya budidaya karena tanaman pinang saat ini hanya ditanami sebagai tanaman pekarangan atau hanya tumbuh di areal hutan.Tujuan  penelitian ini adalah mengetahui pengaruh media tanam terhadap petumbuhan tanaman pinang dan media tanam manakah yang memberikan pertumbuhan terbaik pada tanaman pinang?Metode dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acal lengkap dengan terdiri dari 5 taraf dan diacak 5 kali dapat 25 kali acakan.P0 = (50% Ampas Sagu+50%tanah), P1= (50%Sekam Padi+50%tanah), P2= (50%Ampas Tahu+50%tanah), P3= (50%serbuk gergaji+50%tanah), P4=(50%kotoran ayam+50%tanah).  Hasil Penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis sidik ragam (Anova) apabila berpengaruh nyata, maka akan dilanjutkan dengan uji BNJ pada taraf 0,05 %. Perlakuan berbagai media tanam memberikan pengaruh nyata sangat nyata pada variabel pengamatan tinggi tanaman, jumlah daun dan diamter batang tanaman pinang. Media tanam ampas tahu (P2) memberikan pertumbuhan terbaik pada tanaman pinang yang terlihat pada umur pengamatan 4 MST terhadap  tinggi tanaman 10,83 cm, Jumlah daun 4,80  helai  dan diameter batang 0,84 cm, sedangkan pertumbuhan terendah berada pada perlakuan P3 (serbuk gergaji) yang memiliki tinggi tanaman 8,73 cm,, jlah daun 3,80 helai dan diamter batang  0,72 cm.
Perlakuan Benih Padi Yang Disimpan Dengan Pestisida Nabati Sereh Wangi Terhadap Hama Bubuk Padi (Sitophilus oryzae L.) Mira Herawati Soekamto; Zainuddin Ohorella; John Rivan Ijie
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 11 No. 2 (2019): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v11i2.550

Abstract

penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan dari pestisida nabati bubuk sereh wangi sebagai seedtreatment pada benih padi yang disimpan terhadap hama bubuk padi Sitophylus oryzae. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Faktor perlakuan yang diujikan adalah bubuk sereh wangi yang terdiri dari 3 taraf, yaitu bubuk sereh wangi 2,5 gr/100 gr benih padi (S1), bubuk sereh wangi 5 gr/100 gr benih padi (S2), bubuk sereh wangi 7,5 gr/100 gr benih padi (S3). Perlakuan ini diulang sebanyak 5 kali, dengan demikian terdapat 15 satuan perlakuan. Setiap satuan perlakuan terdiri atas 20 ekor serangga uji. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, semua perlakuan dosis bubuk sereh wangi mampu mematikan hama bubuk Sitophilus oryzae sejak dari hari ke-5 setelah aplikasi sampai hari ke-3O setelah aplikasi. Perlakuan dosis bubuk sereh wangi 7,5 gr/l00 gr benih padi, merupakan dosis bubuk sereh wangi yang terbaik dalam meningkatkan rata-rata persentase mortalitas hama bubuk Sitophilus oryzae. Sampai pada waktu pengamatan hari ke-30 setelah aplikasi, menghasilkan rata-rata. Selain itu, perlakuan dosis bubuk sereh wangi 7,5 gr mampu menurunkan persentase kehilangan berat akhir dari benih padi, dimana sampai pengamatan hari ke-30 setelah aplikasi kehilangan berat benih padi hanya sebcsar 30,7%. Sedangkan persentase kehilangan bobot akhir benih padi yang tertinggi dihasilkan oleh perlakuan dosis bubuk sereh wangi 2,5 gram, dimana sampai hari ke-30 setelah aplikasi persentase kchilangan berat benih padi sebesar 64, 1%.
Pengaruh Pemberian Pupuk Limbah Tahu Terhadap Pertumbuhan Dan Hasil Tanaman Kacang Hijau (Vigna radiate L.) Zulkarnain Sangadji; Mira Herawati Soekamto; Seljun Kayaru
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 12 No. 2 (2020): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (602.584 KB) | DOI: 10.33506/md.v12i2.1015

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui pengaruh  dan dosis pemberian pupuk limbah cair tahu terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman kacang hijau.  Metode dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan memggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 4 perlakuan yang terdiri   dari s0  (Tanpa Perlakuan), s1 (15 ml  Limbah Tahu/tanaman), s2 (30 ml Limbah Tahu /tanaman), s3  (45ml limbah Tahu /tanaman) dengan 3 ulangan. Analisis data yang digunakan adalah analisis keragaman ( ANOVA ) yang di lanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada tingkat kepercayaannya 0,05%. Hasil dari penelitian ini adalah Pemberian pupuk limbah cair memberikan pengaruh yang nyata pada tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produktif, jumlah biji per polong dan jumlah polong pertanaman, tetapi pada bobot 100 biji tidak menunjukkan pengaruh yang nyata. Perlakuan Dosis 45 ml limbah cair tahu/tanaman menghasilkan rata-rata tertinggi  pada umur 1,2,3 dan 4 MST pada tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah cabang produktif, jumlah biji per polong, jumlah polong per tanaman dan bobot 100 biji.
Pengaruh Komposisi Media Tanam Terhadap Pertumbuhan Tunas Salak (Salacca zalacca) Mira Herawati Soekamto; Dina Diana Blesia
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 13 No. 2 (2021): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v13i2.1510

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh komposisi media tanam yang tepat terhadap pertumbuhan tunas bibit tanaman salak di polybag. Metode yang digunakan dalam penelitian ini dirancang dengan rancangan acak lengkap  yang terdiri dari yang terdiri dari empat perlakuan yaitu A0  (Tanah Topsoil (kontrol)), A1 (Komposisi media 1 : 1 : 1  (Tanah +  Pasir +  Pupuk kandang sapi)), A2 (komposisi  media 2 : 1 : 2  (Tanah +  pasir + Pupuk Kandang sapi)), A3  (Komposisi media 1 : 2 : 1  (Tanah +  Pasir + Pupuk kandag sapi) dengan 3 ulangan. Analisis yang digunakan adalah  analisis varian dan apabila berpengaruh nyata akan dilanjutkan dengan Uji Jarak Beda Duncan (JBD) Pada taraf kepercayaan 0,01 %.  Hasil dari penelitian ini adalah  Perlakuan komposisi media tanaman pada pertumbuhan bibit  tanaman salak memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan tinggi tanaman pada pengamatan 10 MST, luas daun pada pengamatan 8 dan 10 MST, berat brangkasan tanaman dan berat akar tanaman.  Perlakuan A1  Komposisi media 1 : 1 : 1  (Tanah +  Pasir +  Pupuk kandang sapi) memberikan nilai tertinggi pada pengamatan 10 MST dengan tinggi tanaman sebesar  26.78 cm, luas daun 41.68 cm2,  berat brangkasan tanaman 4.10 gran dan berat akar 0.75 gram. Sedangkan nilai pengamatan terendah berada pada perlakuan A0 (Tanah Topsoil /kontrol) dengan tinggi tanaman sebesar 25.90 cm, luas daun sebesar 39.49 cm2, berat brangksan tanaman sebesar 2.73 gram dan berat akar sebesar 0.53 gram.
UJI ANTAGONIS Trichoderma harzianum TERHADAP Fusarium oxysporum PENYEBAB PENYAKIT LAYU PADA TANAMAN TOMAT (Lycopersicum esculentum) SECARA IN VITRO Zainuddin Ohorella; Mira Herawati Soekamto; Wahyudi Wahyudi; Muji Hariati
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 14 No. 1 (2022): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/md.v14i1.1677

Abstract

Fusarium oxysporum is a very harmful fungus because it can attack tomato plants from germination to maturity. Control of fusarium wilt disease, generally only limited to sanitation, biological control by using a biological control agent (APH) Trichoderma harzianum is an alternative to reduce the use of chemical pesticides in disease control. The experiment used a completely randomized design (CRD), with in vitro testing of Trichoderma harzianum against Fusarium oxysporum from stem, leaf, flower and fruit organs of tomato plants. Trichoderma harzianum in in vitro conditions was able to suppress the growth of Fusarium oxysporum which infects fruit by 100%, tomato flower organs 92,2%, tomato leaf organs 59,0% and from tomato plant stem organs 50,2%.
PENINGKATAN SUMBERDAYA PETANI MELALUI PENYULUHAN DAN PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK Mira Herawati Soekamto; Zainuddin Ohorella; Reijeng Tabara; Danang Supratman
Indonesian Collaboration Journal of Community Services Vol. 2 No. 2 (2022): Indonesian Collaboration Journal of Community Services
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/icjcs.v2i2.70

Abstract

The decline in soil quality in producing plants as a result of excessive fertilization, especially on inorganic fertilizers, has occurred on many lands in Indonesia. One of the things that happened was in Aimas Village, Sorong Regency, where farmers' land experienced a decrease in quality both in terms of chemical and physical properties. This happens because of the impact of the continuous use of chemical fertilizers over a long period of time which affects the decline in soil quality. Through extension activities and training on organic fertilizers, farmers can provide insight and skills on the benefits of organic fertilizers in improving soil properties, both physical, chemical and biological properties of the soil. The method used in this activity is a method or approach in transferring knowledge (counseling), practice of learning and doing (learning by doing/demonstration). From the results of this service activity, it was found that there was a change in farmers' knowledge of organic fertilizers which have an important role for land sustainability. The increase in knowledge changes to organic fertilizers is 80% and the adoption rate in the manufacture of organic fertilizers is 75%.  
Analysis of Biomass Content of Bottom Plants and Biomass Litter on Agroforestry Land with Slash and Buring System Syarif Ohorella; Mira Herawati Soekamto
Tropical Small Island Agriculture Management Vol 1 No 2 (2021): Tropical Small Island Agriculture Management
Publisher : Pattimura University Ambon Maluku Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (218.652 KB) | DOI: 10.30598/tsiam.2021.1.2.99

Abstract

In this land use, humans act as ecosystem regulators, namely by getting rid of components that he considers useless or by developing features that are expected to support their land use (Mather, 1986; Gandasasmita, 2018), which is a residue and others that can increase soil fertility levels such as soil organic matter, biomass, and necromass. This study aims to measure the biomass content of lower plants and litter biomass on agroforestry land with a slash and burn system. Before and after the combustion process, the ten soil samples showed more C-organic content before the combustion treatment, with a total C-organic of 8.16% - 7.8% = 0.36% C-organic released. The organic matter available before burning is more when compared to after burning, which is 14.05% - 13.43% = 0.62% of the organic matter released. Biomass litter contained wet weight 2500g – 3910g dry weight = -1410 grams of carbon emitted.
Utilization of Azolla Pinnata as Compost Fertilizer on the Growth and Production of Sweet Corn (Zea mays sacchara L.) Ajang Maruapey; Mira Herawati Soekamto; Samra Kella
Median : Jurnal Ilmu Ilmu Eksakta Vol. 14 No. 3 (2022): Jurnal Median
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (911.958 KB) | DOI: 10.33506/md.v14i3.2021

Abstract

The purpose of this study was to determine the use of Azolla pinnata as compost on the growth and production of sweet corn. This research was conducted in Klamana Village, East Sorong District, Sorong City from April to June 2018Keywords: Compost, azollah pinnata, sweet corn. The study used a Randomized Block Design (RAK) which consisted of four treatments, namely; G0 = no treatment, G1 = Azolla pinnata compost treatment 1.5 kg/plot, G2 = Azolla pinnata compost treatment 3.0 kg/plot, G3 = Azolla pinnata compost treatment 4.5 kg/plot. Each treatment was repeated three times so that there were 12 experimental plots. The research data were analyzed using analysis of variance (Anova), if they were significantly different, the LSD test method was 0.05%. The results showed that the compost treatment of Azolla pinnata had a significant effect on the growth and production components of sweet corn. The treatment with a dose of 4.5 kg/plot affected the observation of plant height and number of leaves at age 8 (MST) as well as male flowering age. While the treatment dose of 3.5 kg/plot or 10 t/ha is considered better because it can increase the yield component and production of the highest cob of 3.76 kg/plot and 8.26 t/ha.
Sosialisasi Dan Pelatihan Mengenai Pemanfaatan Sampah Plastik Di Sekolah Dasar Negeri 31 Kota Sorong Marlinda Indah Eka Budiarti; Mira Herawati Soekamto; Sundari Sundari; Rizky Ekawati Ahmad; Nika Fetria Trisnawati
Media Abdimas Vol 3 No 2 (2023): Jurnal Media Abdimas Vol 3 No 2 Juli 2023
Publisher : Universitas Persada Indonesia YAI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37817/mediaabdimas.v3i2.2772

Abstract

Sampah merupakan masalah utama yang ada di Indonesia yang dapat menimbulkan dampak negatif baik bagi kesehatan maupun dalam kegiatan sehari-hari apabila tidak diolah dengan baik. Sampah berkaitan erat dengan perilaku konsumtif masyarakat yang tidak diikuti dengan kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan. Sampah dapat dibagi menjadi 3 jenis yakni sampah organik, sampah anorganik, dan bahan berbahaya dan beracun (B3). Kegiatan sosialisasi ini berfokus pada prinsip Recycle melalui pembuatan kerajinan dari sampah kemasan air mineral gelas di SD Negeri 31 Kota Sorong. Tujuannya adalah membangun karakter siswa sejak dini melalui pemanfaatan sampah khususnya sampah plastik sehingga meminimalisir meningkatnya jumlah sampah plastik dilingkungan sekitar serta dapat bernilai ekonomis jika dimanfaatkan dengan baik. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan pelatihan pembuatan kerajinan melalui teknik recycle sampah plastik (kemasan air mineral gelas). Kegiatan sosialisasi ini dilakukan dengan sasaran siswa kelas 4, 5, dan kelas 5 SD Negeri 31 Kota Sorong. Kegiatan sosialisasi ini berlangsung dengan baik dengan siwa yang sangat antusias dan aktif selama kegiatan berlangsung.
Sosialisasi Undang-Undang Kepemilikan Tanah Adat Bagi Masyarakat Malamoi di Kelurahan Klablim Rajab Lestaluhu; Reijeng Tabara; Mira Herawati Soekamto; Irnawati Irnawati
Abdimas: Papua Journal of Community Service Vol. 5 No. 2 (2023): Juli
Publisher : LP3M Universitas Muhammadiyah Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33506/pjcs.v5i2.2496

Abstract

Indonesia, with various ethnic groups, has a wide area and diverse cultural diversity. With this wealth, the ownership of the territory or land of each ethnic group has different customary provisions. Along with the progress of time and an increase in population, it has caused many problems in customary land ownership. The Moi tribe in Klablin sub-district, Kota Sorong, has customary land ownership rights, but often experience disputes over their ownership. Therefore it is very necessary to socialize the law on customary land ownership for the Malamoi people in Klablim Village. This activity is carried out with the stages of observation, preparation and implementation of activities carried out with a lecture system and question and answer discussion. The results of this activity indicate that the problem with customary land ownership rights in Klablin Village by the Moi tribe does not have knowledge of ownership because it is owned by several clans, doubling or duplicating customary waiver letters, there is a sale above sale status and there is no registration of customary land in the eyes of government law . Settlement of customary land issues can be resolved by registering customary land ownership rights according to law and government regulations.