Adolescent reproductive health knowledge and attitudes are important determinants in preventing risky sexual behaviors such as unintended pregnancy, abortion, and sexually transmitted infections. However, various studies indicate that adolescents' knowledge levels remain low and their attitudes toward reproductive health tend to be less positive. This literature review aimed to synthesize current empirical evidence on adolescent reproductive health from the perspective of knowledge and attitudes, identify determinant factors, and evaluate the effectiveness of various reproductive health education interventions. A comprehensive literature search was conducted through three major databases (Google Scholar, ScienceDirect, and Portal Garuda) with inclusion criteria of articles published between 2014-2026, written in Indonesian or English, and discussing variables of adolescent reproductive health knowledge and attitudes. A total of 15 articles meeting the inclusion criteria were analyzed thematically. The review findings indicate that adolescent reproductive health knowledge generally remains in the low to moderate category, while attitudes toward premarital sexual behavior are strongly influenced by educational factors, information access, parental roles, family structure, pornography exposure, peer pressure, and sociocultural norms. Reproductive health education interventions based on schools, communities, families, digital technology, and peer mentorship approaches have proven effective in improving adolescents' knowledge and positive attitudes, although effectiveness varies depending on methods and context. This review concludes that a holistic approach integrating knowledge improvement, attitude strengthening, as well as family and health system support is essential to comprehensively address adolescent reproductive health problems. Future research is recommended to employ longitudinal designs with standardized instruments to establish stronger causal relationships. ABSTRAK Pengetahuan dan sikap kesehatan reproduksi remaja merupakan faktor determinan penting dalam mencegah perilaku seksual berisiko seperti kehamilan tidak direncanakan, aborsi, dan infeksi menular seksual. Namun, berbagai studi menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan remaja masih rendah dan sikap mereka terhadap kesehatan reproduksi cenderung kurang positif. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk mensintesis bukti empiris terkini mengenai kesehatan reproduksi remaja dalam perspektif pengetahuan dan sikap, mengidentifikasi faktor-faktor determinan, serta mengevaluasi efektivitas berbagai intervensi pendidikan kesehatan reproduksi. Pencarian literatur dilakukan secara komprehensif melalui tiga basis data utama (Google Scholar, ScienceDirect, dan Portal Garuda) dengan kriteria inklusi artikel yang dipublikasikan pada rentang waktu 2021-2026, berbahasa Indonesia atau Inggris, serta membahas variabel pengetahuan dan sikap kesehatan reproduksi remaja. Sebanyak 15 artikel yang memenuhi kriteria inklusi dianalisis secara tematik. Hasil tinjauan menunjukkan bahwa pengetahuan kesehatan reproduksi remaja secara umum masih berada pada kategori rendah hingga sedang, sementara sikap terhadap perilaku seksual pranikah sangat dipengaruhi oleh faktor pendidikan, akses informasi, peran orang tua, struktur keluarga, paparan pornografi, tekanan teman sebaya, dan norma sosial budaya. Intervensi pendidikan kesehatan reproduksi berbasis sekolah, komunitas, keluarga, teknologi digital, maupun pendekatan teman sebaya terbukti efektif meningkatkan pengetahuan dan sikap positif remaja, meskipun efektivitasnya bervariasi tergantung metode dan konteks. Simpulan tinjauan ini menegaskan bahwa pendekatan holistik yang mengintegrasikan peningkatan pengetahuan, penguatan sikap, serta dukungan keluarga dan sistem layanan kesehatan sangat diperlukan untuk mengatasi permasalahan kesehatan reproduksi remaja secara komprehensif. Penelitian selanjutnya direkomendasikan menggunakan desain longitudinal dengan instrumen baku untuk menetapkan hubungan kausalitas yang lebih kuat.