Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Penguatan Pendidikan Karakter Siswa melalui Program Edukasi Berbasis Sekolah di SDN 2 Buton Tarno; Juharmin Suruambo; La Ode Fajrul Islam Sabti; Muhamad Ridwan; Maudin
Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani Vol. 3 No. 2 (2025): OKTOBER, Permadani: Jurnal Pengabdian Riset Masyarakat Madani
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35326/permadani.v3i2.8057

Abstract

Penguatan pendidikan karakter merupakan salah satu tantangan utama dalam dunia pendidikan dasar, terutama di tengah perubahan sosial dan perkembangan budaya digital yang semakin kompleks. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat pendidikan karakter siswa melalui program edukasi berbasis sekolah di SDN 2 Buton. Pendekatan yang digunakan adalah edukatif-partisipatif dengan melibatkan guru, siswa, dan lingkungan sekolah sebagai satu kesatuan ekosistem pembelajaran. Program dilaksanakan melalui tahapan analisis kebutuhan, perancangan kegiatan, implementasi pembelajaran berbasis nilai, serta evaluasi dan refleksi bersama. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan berbasis sekolah mampu meningkatkan kesadaran dan keterlibatan siswa dalam menerapkan nilai-nilai karakter seperti disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian sosial. Selain itu, terjadi peningkatan pemahaman guru terhadap pentingnya integrasi pendidikan karakter dalam proses pembelajaran dan budaya sekolah. Program ini juga mendorong terbentuknya iklim sekolah yang lebih kondusif dan partisipatif dalam mendukung pembentukan karakter siswa. Kegiatan pengabdian ini memberikan kontribusi nyata dalam penguatan pendidikan karakter yang kontekstual dan berkelanjutan. Model yang dihasilkan berpotensi direplikasi pada satuan pendidikan lain dengan karakteristik serupa, serta menjadi rujukan dalam pengembangan program pendidikan karakter berbasis sekolah di tingkat pendidikan dasar.
Efek Pendekatan Pembelajaran Kolaboratif Guru dan Siswa melalui Program Komunikasi Kelas di Sekolah Dasar La Ode Fajrul Islam Sabti; Jufri
Termasyhur: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 3 (2024): TERMASYHUR: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Lambaga Jurnal dan Publikasi Universitas Muhammadiyah Buton

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendekatan pembelajaran kolaboratif antara guru dan siswa di sekolah dasar memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan siswa, baik dari segi akademik maupun sosial. Kolaborasi ini menumbuhkan suasana belajar yang lebih interaktif dan dinamis, di mana siswa dapat berbagi ide dan pendapat mereka, sekaligus meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap proses belajar mereka sendiri. Proses. Metode kegiatan pembelajaran kolaboratif melalui program komunikasi kelas di SD Negeri 2 Nganganaumala menggunakan pendekatan diskusi kelompok dan presentasi. Guru bertindak sebagai fasilitator, membimbing siswa dalam memahami materi melalui interaksi aktif antar siswa. Metode ini melibatkan pembagian siswa ke dalam kelompok-kelompok kecil, di mana mereka diberi tugas untuk dibahas Bersama. Hasil kegiatan ini menunjukan bahwa Penerapan Program Komunikasi Kelas di SD Negeri 2 Nganganaumala berhasil menciptakan lingkungan pembelajaran yang kolaboratif dan efektif. Dengan perencanaan yang cermat, siswa diperkenalkan pada konsep komunikasi dan kerja sama yang penting, yang kemudian diaplikasikan melalui pembagian tugas kelompok yang merata. Proses diskusi kelompok yang diawasi dengan baik oleh guru memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi ide-ide mereka secara aktif dan belajar dari satu sama lain. Implementasi program ini tidak hanya meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran, tetapi juga mengembangkan keterampilan interpersonal dan kemampuan bekerja dalam tim.
Protection Model For Minors As Witnesses And Victims Of Sexual Violence: A Local Wisdom Approach From The Buton Archipelago Community Mansyah, Muh Sutri; La Ode Fajrul Islam Sabti; Yetty Purnamasari; Subhan Alfajar
Jurisprudentie: Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum Vol 12 No 2 (2025): Volume 12 Nomor 2 Desember 2025
Publisher : Jurusan Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum uin alauddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jurisprudentie.v12i2.61322

Abstract

Sexual violence is a serious crime requiring multidimensional handling, making this research highly urgent due to the absence of prior studies specifically analyzing a local wisdom-based child protection model in the region. The findings reveal differences and similarities in the child protection models across the three districts. In Central Buton, perpetrators face customary and social sanctions, including partial body burial or a pocong oath (swearing while wrapped in a shroud) if they refuse to admit their actions. In South Buton, offenders are required to pay boka (customary fines). Meanwhile, in Buton District, perpetrators are exiled from the village, subjected to customary fines, and undergo the Kaleoleo ritual submerging their head in the sea; if dishonest, they cannot endure long underwater. All three customary institutions share similarities in their decision-making process for imposing sanctions through council deliberations involving the Mosque Imam, Sara, Parabela, Village Head, and Neighborhood Chief. It is recommended to revise regulations both at the legislative and regional levels to ensure effective implementation.