Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Analysis of Factors that Influence Nurse Career Development in Dr. Soedjono Selong Hospital Yuliyanti, Sasteri; Hadi, Muhammad; Arofiati, Fitri
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 15, No 1 (2020)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2020.15.1.1076

Abstract

Background: Nurses are the majority health workers in hospitals that have a very large contribution in improving the quality of health services provided to patients. Based on the research of Sulung (2013), it was found that career development was a variable that significantly affected the quality of nursing services. Objective: To determine the factors that influence nurse career development. Method: This study used a cross sectional approach with a sample of 103 nurses. Data was collected using a questionnaire compiled by researchers. Data analysis was performed in univariate, bivariate (chi-square) and multivariate (multiple logistic regressions). Results: Factors related to career development were: displacement/rotation (p = 0.003), opportunity to grow and develop (p=0.001), and organizational policy (p=0.032). The most dominant displacement/rotation factor is related to career development (OR =10,820). Conclusion: In developing nurse careers, hospitals must pay attention to aspects of displacement/rotation, opportunities to grow and develop and organizational policies.
PENGARUH STORY TELLING TENTANG KESIAPAN MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI TERHADAP SELF EFFICACY ANAK PRASEKOLAH Ririnisahawaitun Ririnisahawaitun; Sasteri Yuliyanti; Baiq Fina Farlina; Hariawan Junardi
Coping: Community of Publishing in Nursing Vol 10 No 2 (2022): April 2022
Publisher : Program Studi Sarjana Ilmu Keperawatan dan Profesi Ners, Fakultas Kedokteran, Universitas Udayana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.443 KB) | DOI: 10.24843/coping.2022.v10.i02.p01

Abstract

Indonesia terletak di kawasan cincin api Pasifik yang berpotensi tinggi terhadap bencana alam, seperti gempa bumi. Anak-anak merupakan populasi yang rentan menjadi korban jiwa. Self efficacy dibutuhkan agar anak memiliki kemampuan dalam bertindak saat terjadi bencana. Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan self efficacy anak adalah dengan story telling. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh story telling tentang kesiapan menghadapi bencana gempa bumi terhadap self efficacy anak prasekolah. Penelitian ini adalah penelitian pre experiment, dengan menggunakan one group pretest-posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak di PAUD Tulus Ikhlas Al Habibi Desa Batuyang Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur sebanyak 60 orang yang ditentukan dengan total sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner self efficacy yang telah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Intervensi dalam penelitian ini berupa story telling menggunakan media boneka tangan. Uji Wilcoxon menunjukkan bahwa terdapat pengaruh story telling tentang kesiapan menghadapi bencana gempa bumi terhadap self efficacy anak (p value = 0,000).
The Influence of Merariq Culture on Early Wedding in East Lombok District, NTB Fibrianti; Sasteri Yuliati
Science Midwifery Vol 9 No 1, Oktober (2020): Science Midwifery
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Culture Merariq (mating kidnapped) a unique phenomenon in bu public resources capsicum were to marry a woman in Sasak chilli should be kidnapped in advance without seeking approval from her parents. Culture Merariq unconsciously contributes to the high number of early marriage in Lombok. In general, the purpose of this study was to explore information about the influence of Merariq Culture (kidnap Marriage) with the incidence of early marriage in East Lombok Regency. The research method used is qualitative research by conducting in-depth interviews with several informants. The subject of this research is the informants who married early under the age of 20 years for women and 21 years for men in the region of eastern Lombok is as much as seven informants, as well as related parties such as Indigenous Leaders, Religious Leaders, Community Leaders and UPTD-PPA. The sampling technique was purposive; thus, the information to be extracted in this study was the influence of Merariq culture with the incidence of early marriage in East Lombok district. Based on the results of the above research, after conducting interviews with informants, it was found that 5 out of 7 informants married by merariq . It can be concluded that the Culture of merariq contributed high rates of early marriage in eastern Lombok, customary culture merariq is not one kar e na to do this practice there are procedures ways and the rules do not set a culture necessarily do that
Pengetahuan Ibu Berhubungan dengan Perkembangan Motorik Kasar pada Anak Usia 12-24 Bulan Ahyar Rosidi; Sasteri Yuliyanti; Apriani Susmita Sari; Intan Azkia Paramitha; Moh. Syukri
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 13 No 2 (2023): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v13i2.872

Abstract

Kemampuan motorik merupakan salah satu proses tumbuh kembang yang harus dilalui dalam kehidupan anak, baik motorik halus maupun motorik kasar. Pemerintah telah melakukan berbagai upaya dalam mendukung pelaksanaan Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) untuk mengetahui penyimpangan perkembangan anak dan skrining untuk mengetahui penyimpangan perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan ibu dengan perkembangan motorik kasar pada anak usia 12-24 bulan di wilayah Puskesmas Keruak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross sectional. Populasi dalam peneletian ini semua ibu yang mempunyai anak balita usia 12-24 bulan di puskesmas keruak sebanyak 1.516 orang dengan jumlah sampel 94 orang. Sampel diambil dengan metode acidental sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan quesiner pengetahuan ibu yang sebelumnya sudah diuji validitas dan reliabilias dengan hasil reliabel dan valid, serta menggu Denver II untuk perkembangan motorik anak. Analisis data dilakukan  dengan uji Spearman Rank. Hasil penelitian didapatkan, Ibu dengan perkembangan motorik Kasar anak abnormal sebanyak 2 orang (2,1%), perkembangan meragukan sebanyak 12 orang (12,8%) dan perkembangan normal sebanyak 80 orang (85,1%). Hasil uji statistik sperman rank dengan bantuan program SPSS nilai p-value 0,000 < α = 0,05 sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa ada hubungan pegetahuan ibu dengan perkembangan Motorik Kasar pada anak usia 12-24 bulan di puskesmas keruak.
Hubungan Tingkat Pendidikan dengan Perilaku Kepatuhan 3M dalam Upaya Pencegahan Penularan COVID-19 pada Era New Normal Sasteri Yuliyanti; Supriadi, Supriadi; Suhaemi, Suhaemi
ProHealth Journal Vol 19 No 2 (2022): December
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.2022192101

Abstract

Background: Corona Virus Disease or Covid-19, appeared for the first time in Wuhan City of China in 2019. The spread of the corona virus from human to other humans is very quick and aggressive. The most effective way to overcome and prevent this pandemic is to break the chain of Covid-19 transmission by implementing 3M's health protocols in a disciplined manner. Purpose: To find out the relationship between education level and 3M's compliance behaviour in a way to prevent the transmission of Covid-19 in the New Normal Era at the Sakra Health Centre.Methods: This research was conducted by using a quantitative observational analytic approach with a cross-sectional design. The sample was 100 respondents who visited the Sakra Health Centre by using the accidental sampling technique. The Analysis of the data was Rank Spearman.Results: The highest level of community education in this study was from the secondary education level group, as many as 44 respondents (44%). The highest level of community compliance in this study was from a group that had a moderate level of compliance as many as 40 respondents (40%). Based on the results of statistical tests using the Spearman Rank test, a significant value was obtained for p value = 0.000 <0.05 with a value of (r) rho = 0. 724. Conclusion: There is a significant relationship between education level and 3M's compliance behaviour in way to prevent Covid-19 transmission in the new normal era at the Sakra Health Centre.
EDUKASI STIMULASI MOTORIK KASAR PADA IBU-IBU YANG MEMILIKI ANAK USIA 12-24 BULAN DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KERUAK Ahyar Rosidi; Sasteri Yuliyanti; Apriani Susmita Sari; Hikmah Lia Basuni; Intan Azkia Paramitha; Moh Syukri
Indonesian Journal of Community Dedication Vol. 5 No. 2 (2023): Indonesian journal of Community Dedication
Publisher : STIKES Nani Hasanuddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

KKemampuan motorik merupakan salah satu proses tumbuh kembang yang harus dilalui dalam kehidupan anak, baik motorik halus maupun motorik kasar. Pemberian edukasi melalui pengabdian masyarakat tentang stimulasi motorik kasar pada anak usia 12-24 bulan sangat penting bagi masyarakat sebagai upaya dalam mendukung pelaksanaan Stimulasi Deteksi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) untuk mengetahui penyimpangan perkembangan anak dan skrining penyimpangan perkembangan anak. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan edukasi kepada orang tua terkait bagaimana menstimulasi motorik kasar pada anak usia 12-24 bulan. Metode yang dilakukan adalah memberikan penyuluhan dan pelatihan terkait bagaimana cara menstimulasi dan mengukur motorik kasar pada anak dengan menggunakan DDST. Sasaran pada kegiatan ini adalah ibu-ibu yang memiliki anak usia 12-24 bulan yaitu sebanyak 52 orang. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat yaitu sebelum diberikan edukasi pengetahuan peserta pengabdian masyarakat sebagian besar berada pada kategori pengetahuan kurang yaitu sebanyak 27 orang (52,0%) dan setelah pemberian edukasi pengetahuan peserta meningkat, sebagian besar peserta berada pada kategori pengetahuan baik yaitu sebanyak 35 orang (67,3%). Dari hasil ini dapat dilihat bahwa ada peningkatan pengetahuan ibu setelah diberikan penyuluhan dan pelatihan, selain itu responden sudah mampu mengukur perkembangan anak secara sederhana menggunakan DDST.
Perbedaan Tingkat Stres pada Anak Usia Sekolah saat Pembelajaran di Sekolah dan di Rumah Akibat Anjuran Social Distancing Ririnisahawaitun; Ayudia Arisma; Sasteri Yuliyanti
ProHealth Journal Vol 19 No 1 (2022): June
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.202219156

Abstract

ABSTRAK Pandemi COVID-19 di Indonesia mengharuskan diberlakukanya social distancing yang juga diterapkan dalam bidang pendidikan, berlaku juga pada anak usia sekolah untuk melakukan pembelajaran di rumah yang mengharuskan anak menggunakan sistem pembelajaran yang berbeda dengan sebelumnya dan ini menyebabkan stres pada anak ditambah harus mengerjakan tugas yang lebih banyak dari pada saat pembelajaran di sekolah. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan komparatif dan menggunakan desain penelitian cohort. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas IV - VI di SDN 1 Sukamulia, yang berjumlah 157 orang. Pengambilan sampel dengan menggunakan stratified random sampling yaitu sebanyak 114 sampel. Pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan yaitu Independent Sampel t- test. Dari hasil penelitian dapat dilihat saat pembelajaran di sekolah anak yang mengalami stres ringan sebanyak 9 anak, anak yang mengalami stres sedang sebanyak 37 anak, sedangkan anak yang mengalami stres berat adalah 11 anak. Anak yang melakukan pembelajaran di rumah mengalami stres berat yaitu sebanyak 17 anak, anak yang mengalami stres sedang ada 38 anak, sedangkan anak yang mengalami stres ringan sebanyak 2 anak. Berdasarkan uji analisis juga didapatkan hasil p-value 0,033. Dari hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara tingkat stres pada anak usia sekolah saat pembelajaran di sekolah dan di rumah akibat anjuran social distacing di SDN 1 Sukamulia. Kata Kunci: Tingkat Stres, Anak Usia Sekolah, Pembelajaran di Sekolah dan di Rumah ABSTRACT The COVID-19 pandemic in Indonesia requires the implementation of social distancing which is also applied in the field of education, this also applies to school-age children to do learning at home which of course requires children to use a different learning system than before and this of course causes stress to children especially have to do more assignments than when learning at school. This type of research is quantitative research using a comparative approach and using a khort research design. The population of this study were students in grades IV - VI, totaling 157 people. Sampling using stratified random sampling as many as 114 samples. Collecting data using a questionnaire. Analysis of the data used is the Independent Sample t-test. This can be seen from the results of research while studying at school, 9 children experienced mild stress, 37 children experienced moderate stress, while 11 children experienced severe stress. Children who study at home experience severe stress, namely 17 children, children who experience moderate stress, 38 children, while children who experience mild stress are 2 children. Based on the analysis test also obtained a p-value of 0.033. From the results of this study, it can be concluded that there is a significant difference between stress levels in school-age children while studying at school and at home due to the recommendation of social distancing at SDN 1 Sukamulia. Keywords : Stress Level, School Age Children, Learning at School and at Home.
Hubungan Kecanduan Game Online terhadap Perilaku Sosial Remaja di Desa Anggaraksa Syarif Hidayatullah; Anatun Aupia; Dina Alfiana Ikhwani; Sasteri Yuliyanti
ProHealth Journal Vol 19 No 2 (2022): December
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.202219263

Abstract

ABSTRAK Kecanduan game online merupakan suatu pola perilaku permainan yang terhubung ke internet secara terus-menerus dan berulang hingga kehilangan kontrol diri, minat dan aktivitas harian lainnya. Sedangkan Perilaku sosial merupakan aktivitas dalam hubunganya dengan orang lain dan lingkunganya baik teman sebaya maupun orang orang dewasa disekitarnya seperti orang tua, guru, dan saudara-saudaranya.Mengetahui hubungan kecanduan game online terhadap perilaku sosial remaja di Desa Anggaraksa tahun 2022. Penelitian ini menggunakan deskriptif korelatif dengan pendekatan Cross Sectional yaitu melakukan pengamatan sekali terhadap variabel bebas dan variabel terikat pada saat yang sama. Sampel yang digunakan yaitu sebanyak 81 responden dengan tehnik purposive sampling. Analisis data yang digunakan yaitu chi square test. Berdasarkan uji statistik dengan menggunakan chi square test. didapatkan nilai signifikan 0,000 < 0,05 yang berarti H0 ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian disimpulkan ada hubungan kecanduan game online terhadap perilaku sosial remaja di Desa Anggaraksa tahun 2022. Berdasarkan hasil tersebut ada hubungan kecanduan game online terhadap perilaku sosial remaja di Desa Anggaraksa tahun 2022 dan diharapkan bagi remaja untuk mengurangi durasi bermain game online . Kata Kunci : Kecanduan Game Online, Perilaku Sosial Remaja ABSTRACTOnline game addiction is a pattern of game behavior that is connected to the internet continuously and repeatedly until it loses self-control, interests and other daily activities. Meanwhile, social behavior is an activity in relation to other people and their environment, both peers and adults around them, such as parents, teachers, and siblings. to identify the relationship between online game addiction and adolescent social behavior in Anggaraksa Village in 2022. This study uses a descriptive correlation with a cross sectional approach, which is to make observations once on the independent variable and the dependent variable at the same time. The sample used is as many as 81 respondents with purposive sampling technique. Analysis of the data used is the chi square test. Based on the chi square test table above, there is a P-Value of 0.000. because the P-Value value is 0.000 <0.05, which means HO is rejected and H1 is accepted. Thus, it is concluded that there is a relationship between online game addiction and changes in adolescent social behavior in Anggaraksa Village. Based on these results, there is a relationship between online game addiction and adolescent social behavior in Anggaraksa Village in 2022 and it is hoped that adolescents will reduce the duration of playing online games. Keywords: Online Game Addiction, Adolescent Social Behavior
PENGARUH TERAPI AKTIVITAS KELOMPOK SOSIALISASI TERHADAP KEMAMPUAN SOSIALISASI LANJUT USIA DI POSYANDU LANSIA BERMI WILAYAH BINAAN PUSKESMAS DENGGEN Sasteri Yuliyanti; Erni Payapo
ProHealth Journal Vol 17 No 1 (2020): June
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the effect of therapeutic activities of the socialization group on the ability of older people to socialize in the Posyandu for elderly in Bermi under the guidance of the Denggen Health Center in East Lombok district. The research method used was Pre experimental with one group pretest-posttest research design and using total sampling. The results of this study indicate the mean value of the ability of socialization before given treatment is 11.27% and 29.87% after being given treatment. The results of the paired samples test using the SPSS version 16 test showed a significant value of 0,000 (smaller than the value of α = 0.005) which means that there is an effect of therapeutic activity of the socialization group on the ability to socialize the elderly.
Analisis Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Tingkat Kecemasan Perawat Pasca Pandemi Covid-19 Di Puskesmas Selong Sasteri Yuliyanti; Rizki, Erin Yanuari; Khairari, Nandang DD
ProHealth Journal Vol 20 No 1 (2023): June
Publisher : STIKes Hamzar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59802/phj.2023201106

Abstract

Latar Belakang: Saat ini, dunia masih berada pasca pandemi Covid-19 dimana kasusnyasudah mulai berkurang. Perawat sebagai garda terdepan dalam penanganan Covid-19,memiliki peranan besar dalam memberikan pelayanan langsung pada pasien. Perawatadalah seseorang yang profesional mempunyai kemampuan, tanggungjawab dankewenangan melaksanakan pelayanan dan asuhan yang berhubungan dengan keperawatanpada berbagai jenjang pelayanan keperawatan. Oleh karena itu, perawatberesiko tinggi menghadapi kondisi psikis seperti kecemasan. Tujuan: Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kecemasan perawat pasca pandemi Covid-19 di Puskesmas Selong. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Penentuan sampel menggunakan Total Sampling dengan jumlah sebanyak 47 responden. Uji bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia 26-35 tahun dengan tingkat kecemasan ringan sebanyak 17 orang (36,2%), responden berjenis kelamin perempuan sebagian besar merasakan tingkat kecemasan ringan sebanyak 21 orang (44,7%) dan penggunaan APD tidak lengkap merasakan kecemasan ringan sebanyak 26 orang (55,3%). Uji statistic menunjukkan bahwa ada hubungan antara usia (nilai p =0,038<0,050), jenis kelamin (nilai p=0,031<0,050), dan ketersediaan APD (nilai p=0,000<0,050) terhadap tingkat kecemasan perawat pasca pandemi Covid-19. Kesimpulan : Ada pengaruh yang signifikan antara usia, jenis kelamin dan ketersediaan APD dengan tingkat kecemasan perawat pasca pandemi Covid-19 di Puskesmas Selong