Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

OPTIMALISASI PERAN KADER POSYANDU MELALUI PENERAPAN THERAPEUTIC PATIENT EDUCATION BERBASIS AUGMENTED REALITY (TPE-AR DM2) DALAM MENINGKATKAN SELF-MANAGEMENT PADA MASYARAKAT DIABETES MELLITUS Fajriyah, Novita; Kristiani, Rina Budi; Susanti, Susanti
Community Development in Health Journal Volume 4, Nomor 1, April 2026
Publisher : PPM STIKES Adi Husada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37036/cdhj.v4i1.684

Abstract

Latar Belakang: Diabetes Mellitus memerlukan kemampuan self-management yang baik untuk mencegah komplikasi. Kader Posyandu memiliki peran strategis dalam edukasi berbasis komunitas, namun masih terdapat keterbatasan dalam pemanfaatan media edukasi interaktif. Penerapan Therapeutic Patient Education berbasis Augmented Reality (TPE-AR DM2) diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kader serta mendukung kemandirian pasien dalam pengelolaan penyakit. Metode: Kegiatan ini menggunakan desain pre-experimental dengan pendekatan one group pre-test dan post-test pada 25 kader Posyandu dan pasien DM. Intervensi berupa pelatihan dan pendampingan penggunaan TPE-AR DM2 yang mencakup peningkatan pengetahuan, keterampilan teknis, dan komunikasi terapeutik. Pengukuran pada kader dilakukan menggunakan instrumen pengetahuan, keterampilan, serta Diabetes Management Self-Efficacy Scale (DMSES) dan locus of control pada pasien. Analisis data menggunakan uji paired t-test dan perhitungan normalized gain (N-gain). Hasil: Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh domain kader dengan kategori N-gain tinggi, meliputi pengetahuan, keterampilan teknis, dan komunikasi terapeutik. Peningkatan kapasitas kader berdampak pada kemandirian dalam memberikan edukasi dan pendampingan. Pada pasien, terjadi peningkatan self-efficacy serta pergeseran locus of control ke arah internal, yang mencerminkan peningkatan kepercayaan diri dan kontrol dalam mengelola penyakit, termasuk pengaturan diet, aktivitas fisik, pemantauan glukosa darah, dan kepatuhan pengobatan. Kesimpulan: Penerapan TPE-AR DM2 efektif dalam meningkatkan kapasitas dan kemandirian kader Posyandu, serta berkontribusi positif terhadap penguatan self-management pasien Diabetes Mellitus di tingkat komunitas. Intervensi ini berpotensi menjadi model inovatif edukasi kesehatan berbasis teknologi di masyarakat.
SUPPORTIVE-EDUCATIVE DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENGETAHUAN KADER KESEHATAN TENTANG HIPERTENSI DI SEMARANG Qomariah, Siti Nur; Iswati, Iswati; Kristiani, Rina Budi; Warsini, Warsini; Kristanto, Budi; Diyono, Diyono
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37432

Abstract

Abstrak: Jumlah penyakit kronis di Indonesia meningkat setiap tahun, dengan hipertensi menduduki peringkat tertinggi di Kelurahan Plombokan Semarang. Kader kesehatan memainkan peran penting dalam masyarakat karena mereka membantu tenaga kesehatan dalam preventif dan promotif. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan tentang pengetahuan hipertensi dan supportive educative. Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan selama 2 bulan lebih dengan mitra kader kesehatan Plombokan Semarang sejumlah 30 orang. Metode kegiatan dengan penyuluhan peran kader yang supportive educative dan materi hipertensi. Evaluasi kegiatan pengabdian dengan pre dan post tes. Hasil kegiatan didapatkan peningkatan signifikan pengetahuan. Sebelum pengabdian sebagian besar kader memiliki pengetahuan hipertensi cukup sebanyak 22 orang (73,3%), setelah pengabdian sebagian besar memiliki pengetahuan hipertensi baik sebanyak 18 orang (60%). Pengetahuan kader supportive dan educative meningkat dari pengetahuan baik 18 orang (63,3%) menjadi pengetahuan baik 30 orang (100%). Peran kader kesehatan semakin optimal dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.Abstract: The number of chronic diseases in Indonesia is increasing every year, with hypertension ranking highest in Plombokan Village, Semarang. Health cadres play an important role in the community because they assist health workers in preventive and promotive activities. The purpose of this community service program is to increase the capacity of health cadres in terms of hypertension knowledge and supportive education. The community service activities were carried out for more than 2 months with 30 health cadres from Plombokan Village, Semarang, as partners. The activity method involved counseling on the supportive and educational role of cadres and hypertension materials. The community service activity was evaluated with pre- and post-tests. The results of the activity showed a significant increase in knowledge. Before the community service, most of the cadres had sufficient knowledge of hypertension, namely 22 people (73.3%). After the community service, most of them had good knowledge of hypertension, namely 18 people (60%). The knowledge of supportive and educational cadres increased from good knowledge in 18 people (63.3%) to good knowledge in 30 people (100%). The role of health cadres has become more optimal in improving the quality of life of the community.