Meisar Ashari
Universitas Muhammadiyah Makassar, Indonesia

Published : 24 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

IMPLEMENTASI DESAIN POSTER PADA SISWA SMPN 3 SUNGGUMINASA KABUPATEN GOWA DENGAN MODEL PEMBELAJARAN STUDYSASTER Nashendra; Andi Baetal Mukaddas; Meisar Ashari
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 12 No 1 (2022): HARMONI: APRIL 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/h454kp91

Abstract

Permasalahan penelitian ini adalah: (1) Bagaimana kemampuan Siswa SMPN 3 Sungguminasa Kabupaten Gowa membuat desain poster dengan model pembelajaran studysaster. (2) Bagaimana hasil karya siswa SMPN 3 Sungguminasa Kabupaten Gowa dalam membuat desain poster dengan model pembelajaran studysaster. Menggunakan metode penelitian kuantitatif, subyek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN 3 Sungguminasa Kabupaten Gowa. Hasil penelitian dengan jumlah siswa 47 dari 2 kelas, pada aspek penilaian kemampuan dikatergorikan (mampu) dan pada hasil karya siswa cukup baik.
DESAIN KOMUNIKASI VISUAL PADA IKLAN NUCIFERA CAFÉ MAKASSAR DI SOSIAL MEDIA INSTAGRAM Suanda Maulana Usman; Muh Faisal; Meisar Ashari
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 12 No 1 (2022): HARMONI: APRIL 2022
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/pyrw3818

Abstract

Skripsi ini membahas desain komunikasi visual pada iklan produk Nucifera Café di Instagram dengan fokus pada wujud/rupa, bobot, dan penyajiannya. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi mengenai penerapan desain komunikasi visual pada iklan yang dikelola oleh Creanov. Objek penelitian adalah desain iklan Nucifera Café. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan analisis deskriptif kualitatif. Proses penelitian terdiri dari empat tahap, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dalam bentuk naratif, dan penarikan kesimpulan.
ESTETIKA PATUNG IKAN CENTER POINT OF INDONESIA (CPI) MAKASSAR Rahmat Syah; Meisar Ashari; Roslyn
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 11 No 1 (2021): HARMONI: APRIL 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/rx2crb09

Abstract

Patung sebagai karya seni rupa memiliki fungsi yang tidak hanya sebatas elemen dekoratif, melainkan juga sebagai media penyampai pesan dan simbol identitas suatu ruang publik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis estetika Patung Ikan di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Makassar melalui pendekatan teori estetika Herbert Read, yang  menekankan pada tiga aspek utama, yaitu contour (bentuk), content (isi), dan context (tujuan). Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi, dan dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara bentuk, Patung Ikan di CPI Makassar menampilkan bentuk organik yang berpadu dengan elemen geometris, menghadirkan kesan dinamis, modern, dan monumental. Dari sisi makna atau isi, patung ini merepresentasikan identitas maritim Kota Makassar, di mana ikan melambangkan sumber kehidupan, kesuburan, dan budaya pesisir, sedangkan warna emas menyimbolkan kemakmuran, keagungan, serta kebanggaan masyarakat setempat. Sementara itu, dalam konteks pembangunannya, Patung Ikan berfungsi dan bertujuan sebagai landmark kawasan CPI yang tidak hanya memperindah ruang publik, tetapi juga menjadi daya tarik wisata, memperkuat citra Makassar sebagai kota maritim dengan visi global, serta mendukung pembangunan kawasan urban. Namun demikian, makna simbolik patung ini belum sepenuhnya dipahami masyarakat karena minimnya informasi pendukung dan sosialisasi. Penelitian ini menegaskan bahwa keberadaan Patung Ikan CPI Makassar tidak hanya memperkaya visual ruang kota, tetapi juga memiliki potensi besar untuk memperkuat identitas lokal apabila dimaknai, dipahami, dan dilestarikan secara lebih mendalam oleh masyarakat
KONSISTENSI SENIMAN H. ABDUL KADIR DG TUNRU DI TENGAH PERKEMBANGAN SOSIAL EKONOMIKONSISTENSI SENIMAN H. ABDUL KADIR DG TUNRU DI TENGAH PERKEMBANGAN SOSIAL EKONOMI Risnayanti; Muh Faisal; Meisar Ashari
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 11 No 1 (2021): HARMONI: APRIL 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/srtkwq41

Abstract

Adanya perkembangan kehidupan sosial ekonomi. serta perkembangan teknologi yang serba digital dimasa sekarang, tidak dapat dipungkiri pekerjaan pun mengikut kepada tuntuan zaman yang serba digital, hal ini menjadi sebuah tantangan bagi seniman untuk mempertahankan pekerjaannya yang hampir tertelan oleh zaman, seniman harus memutar otak agar para peminat seni masih tetap ada dan sejalan dengan perkembangan zaman. Mengingat Makassar adalah salah satu pusat kesenian yang banyak dikenal dari budaya dan sejarahnya. Pembahasan mengenai perkembangan sosial ekonomi seolah tidak terlalu diketahui keberadaanya dikalangan masyarakat luar di era sekarang atau disebut era kontemporer, namun, meskipun begitu konsistensi seniman tidak perlu ditanyakan lagi, H. Abdul Kadir mampu bertahan dengan karya-karyanya ditengah gempuran seni rupa kontemporer. Konsistensi dalam kehidupan sosial merupakan hal penting bagi seorang seniman. jika seniman ingin berkembang menjadi seniman yang professional dan berkualitas pada karirnya maka seniman tersebut harus konsisten didalam mempertahankan profesinya sebagai seniman patung dan tidak mudah terpengaruh oleh faktor luar maupun dalam. Konsistensi juga akan membantu seorang seniman untuk mempertahankan kualitas pada karya yang ia hasilkan dan membangun reputasinya sebagai seorang seniman yang handal. Itulah alasan mengapa salah satu kriteria yang harus dipenuhi sebagai seniman, adalah konsistensi.
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SENI LUKIS DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA SEPATU PADA SISWA KELAS X MUHAMMADIYAH 2 BONTOALA MAKASSAR Mario; Meisar Ashari; Suhardi Syam
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 11 No 1 (2021): HARMONI: APRIL 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/khtnkt80

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi implementasi seni lukis dengan menggunakan sepatu sebagai metode pembelajaran di SMK Muhammadiyah 2 Bontoala Makassar. Pembelajaran ini bertujuan untuk mengembangkan keterampilan teknis dan non teknis siswa, seperti kreativitas dan keterampilan. Dengan pendekatan kualitatif, data diperoleh melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media sepatu seni rupa tidak hanya meningkatkan apresiasi seni tetapi juga membangun karakter dan kemampuan manajerial siswa. Tantangannya seperti manajemen waktu, dan kreativitas mereka. Disimpulkan bahwa pembelajaran seni lukis di atas sepatu dapat menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan inovatif dengan dukungan penuh dari pihak sekolah.
NILAI ESTETIS DAN SIMBOLIS ORNAMEN GONG NEKARA: STUDI KASUS WARISAN ZAMAN PERUNGGU KEPULAUAN SELAYAR Muhammad Iqbal; Meisar Ashari; Andi Baetal Mukaddas
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 11 No 2 (2021): HARMONI: OCTOBER 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/3ja8a598

Abstract

Nekara atau yang sering disebut gong perunggu, merupakan salah satu peninggalan dari hasil peninggalan kebudayaan don song, yang biasanya, pada masa itu digunakan sebagai alat upacara, simbol status sosial, alat musik dan benda pusaka dalam berbagai ritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bentuk visual ornamen yang terdapat pada Gong Nekara di Kampung Matalalang, Kelurahan Bontobangun, Kecamatan Bontoharu, Kabupaten Kepulauan Selayar Provinsi Sulawesi Selatan. Gong Nekara merupakan artefak perunggu  peninggalan kebudayaan Don song yang memiliki nilai historis dan estetis tinggi, serta menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat Kepulauan Selayar, provinsi Sulawesi selatan. Fokus utama penelitian ini adalah mengidentifikasi dan menganalisis elemen visual ornamen seperti garis, bentuk, pola, dan komposisi yang ada pada gong nekara selayar, serta menginterpretasikan maknanya melalui pendekatan formalisme dengan menggunakan teori Significant Form oleh Clive Bell. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung, wawancara, dokumentasi, dan studi literatur. Analisis data dilakukan dengan mengkaji struktur visual ornamen dan menghubungkannya dengan konteks estetika serta pengalaman visual yang ditimbulkannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ornamen pada Gong Nekara menampilkan pola- pola geometris, motif matahari, spiral, burung, dan figur antropomorfik yang disusun secara simetris dan ritmis. Bentuk-bentuk tersebut memiliki daya tarik visual yang kuat dan mampu membangkitkan emosi estetis, sebagaimana dijelaskan dalam teori Clive Bell. Selain itu, meskipun memiliki akar simbolik dalam budaya lokal, keindahan visualnya dapat dinikmati secara universal. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pelestarian seni tradisional serta menjadi referensi dalam studi visual dan estetika ornamen Nusantara, khususnya di kawasan maritim seperti Kepulauan Selayar.
EKSISTENSI BOSARA LONTAR DI KABUPATEN JENEPONTO Musdalifah; Meisar Ashari; Soekarno B Pasyah
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 11 No 2 (2021): HARMONI: OCTOBER 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/cm6j3j77

Abstract

Penelitian ini membahas terkait eksistensi kerajinan bosara berbahan daun lontar di Kecamatan Turatea, Kabupaten Jeneponto, sebagai bagian dari pelestarian budaya sekaligus potensi ekonomi lokal. Bosara merupakan wadah tradisional khas masyarakat Bugis-Makassar yang digunakan dalam berbagai upacara adat. Dalam konteks ini, keberadaan kerajinan bosara dari daun lontar tidak hanya mencerminkan nilai kultural, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan perempuan melalui pelatihan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi lapangan dan dokumentasi. Meskipun dihadapkan pada tantangan akses pasar, kerajinan ini tetap bertahan melalui regenerasi keterampilan dan adaptasi pada selera konsumen. Upaya diversifikasi produk dan pemanfaatan media digital dinilai mampu memperkuat posisi bosara sebagai komoditas kerajinan yang memiliki daya saing. Eksistensi bosara tidak hanya memperlihatkan ketangguhan tradisi lokal, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal di wilayah pedesaan
PENERAPAN PAPER QUILLING SEBAGAI METODE SENI RUPA UNTUK MENGEMBANGKAN KREATIVITAS SISWA SMP TUNAS HARAPAN MAKASSAR Nurul Irsan Asrul; Meisar Ashari; Irsan Kadir
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 11 No 2 (2021): HARMONI: OCTOBER 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/kx4gv639

Abstract

Sistem pendidikan nasional bertujuan untuk mengembangkan kreativitas siswa, termasuk dalam pembelajaran seni. Siswa menunjukkan kesulitan dalam mengekspresikan ide kreatif secara konkret, terutama pada mata pelajaran seni keterampilan. Untuk mengatasi hal ini, penelitian ini menggunakan paper quilling sebagai metode pembelajaran melalui model pembelajaran langsung. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas siswa dan mengevaluasi kualitas karya seni mereka menggunakan teknik paper quilling pada siswa kelas 7 SMP Tunas Harapan Malaka Makassar. Metode penelitian ini dengan pendekatan deskriptif kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, tes praktik, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas siswa (75%) mencapai kategori “Sangat Baik” (A) dalam kreativitas, gagasan, dan kualitas karya. Siswa mampu menciptakan karya seni yang inovatif dan estetis dengan bimbingan terstruktur dari model pembelajaran langsung. Penelitian ini menyimpulkan bahwa paper quilling dapat meningkatkan kreativitas siswa sekaligus melatih keterampilan motorik halus mereka. Metode ini direkomendasikan untuk diterapkan dalam pembelajaran seni di sekolah guna mendorong pembelajaran yang lebih kreatif dan interaktif.
KONFIGURASI ARTISTIK SEBAGAI SIMBOL BUDAYA: SEBUAH ANALISIS TENTANG KAWALI GECONG DALAM MASYARAKAT BUGIS Alamsyah; Meisar Ashari; Soekarno B Pasyah
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 11 No 2 (2021): HARMONI: OCTOBER 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/d48yqe22

Abstract

Kawali Gecong merupakan salah satu warisan budaya adiluhung masyarakat Bugis di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, yang sarat akan nilai-nilai luhur. Namun, di tengah derasnya arus globalisasi, eksistensi dan pemahaman terhadap artefak budaya ini menghadapi tantangan berupa pergeseran nilai dan kurangnya pemahaman generasi muda. Penelitian ini bertujuan untuk (1) Menganalisis konfigurasi artistik pada Kawali Gecong yang berkaitan dengan nilai lokalitas kebudayaan masyarakat Kabupaten Bone, dan (2) Mengungkap makna dan fungsi Kawali Gecong sebagai cerminan nilai lokalitas tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan lokasi penelitian di Desa Lappo Ase, Kecamatan Awangpone, Kabupaten Bone. Fokus kajian ini adalah pada konfigurasi artistic meliputi bentuk, wujud, dan pamor (ure')-serta peran tokoh budaya Panre Latuo dalam konteks pelestarian nilai-nilai lokal. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan deskripsi mendalam mengenai estetika, makna simbolis, dan fungsi Kawali Gecong tidak hanya sebagai senjata, tetapi juga sebagai simbol kehormatan, identitas, dan spiritualitas yang merepresentasikan kearifan lokal masyarakat Bugis Bone. Penelitian ini diharapkan dapat berkontribusi pada upaya pelestarian budaya dan menjadi referensi ilmiah bagi pengembangan pengetahuan seni dan budaya lokal.
PEMBELAJARAN SENI ILUSTRASI DENGAN TEMA KETAULADANAN NABI/RASUL PADA PESERTA DIDIK KELAS XI MA SYEKH YUSUF Khairunnisa Aulia; Moh Mappalahere; Meisar Ashari
Harmoni: Jurnal Pemikiran Pendidikan, Penelitian Ilmu-ilmu Seni, Budaya dan Pengajarannya Vol 4 No 2 (2014): HARMONI
Publisher : Program Studi Pendidikan Seni Rupa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muham

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/x457cp58

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan metode pembelajaran seni ilustrasi dengan tema keteladanan nabi/rasul serta menilai kualitas hasil karya peserta didik kelas XI MA Syekh Yusuf. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran seni ilustrasi dengan tema keteladanan nabi/rasul tergolong baik. Dari 19 peserta didik yang dibagi ke dalam empat kelompok, tiga kelompok memperoleh kategori baik dan satu kelompok kategori cukup berdasarkan penilaian dari tahap sketsa hingga penyelesaian akhir. Temuan ini menunjukkan bahwa metode pembelajaran yang diterapkan mampu meningkatkan motivasi dan kreativitas peserta didik dalam menggambar seni ilustrasi