Filter By Year

1945 2024


Found 1,176 documents
Search l3 BIPA

Kesalahan Perubahan Bunyi pada Pelafalan Pembelajar BIPA Dasar Asal Korea Selatan Sitaresmi, Nunung; Naufalia, Afina; Siti Sulistyaningsih, Lilis; Cahyani, Isah
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i1.3003

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan aturan berbahasa antara bahasa Indonesia dan Korea. Hal ini menyebabkan pembelajar BIPA asal Korea mengalami kesalahan berbahasa, khususnya kesalahan pelafalan. Aturan fonetik antara bahasa Indonesia dengan bahasa Korea sangat berbeda. Kesalahan pelafalan tersebut menyebabkan pembelajar BIPA Korea melakukan perubahan bunyi atau fonem, yakni melafalkan bunyi lain untuk mengganti bunyi yang seharusnya dilafalkan. Dengan begitu, penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perubahan fonem yang terjadi ketika pembelajar BIPA asal Korea melafalkan kata dalam bahasa Indonesia. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sumber dan subjek data penelitian ini adalah pembelajar BIPA asal Korea di Balai Bahasa UPI. Adapun teknik pengambilan data yang dilakukan adalah teknik wawancara. Hasil wawancara kemudian dianalisis dengan mengklasifikasikan kesalahan pelafalan yang berupa perubahan bunyi. Hasil menunjukkan bahwa terdapat perubahan bunyi dari bunyi [ə] menjadi bunyi [ε], bunyi [s] berubah menjadi bunyi [š], dan bunyi [r] berubah menjadi [l]. Penyebabnya adalah pembelajar BIPA masih terpengaruh oleh aturan pelafalan bahasa Korea yang berbeda dengan bahasa Indonesia. Berdasarkan penelitian ini, peneliti berharap penelitian ini dapat menjadi referensi bagi penelitian BIPA dan mempermudah pengajar BIPA untuk menyusun perangkat pembelajaran yang dapat membantu melancarkan pelafalan pembelajar BIPA asal Korea.
Pengembangan Bahan Ajar Pandang dengar Bermuatan Budaya Melayu Riau Aspek Keterampilan Menulis untuk BIPA Tingkat Pemula Simanjuntak, Juliana; Charlina, Charlina; Mangatur Sinaga
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4561

Abstract

Tujuan penelitian ini yaitu menjelaskan desain, kualitas, dan respons pengguna serta menghasilkan bahan ajar pandang dengar bermuatan budaya Melayu Riau aspek keterampilan menulis untuk BIPA tingkat pemula. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Research and Development/R&D) karena sesuai dengan tujuan penelitian ini. Data dalam penelitian ini didapatkan dari hasil angket kebutuhan, penilaian validator ahli materi, bahasa, media, dan budaya, hasil repsons pengguna (pembelajar dan pemelajar) BIPA dan nilai hasil uji pretest dan posstest. Sampel dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa internasional angkatan 2023 yang berasal dari Patani Selatan Thailand dan melanjutkan Pendidikan di Pekanbaru sebanyak 14 orang. Berdasarkan nilai dari validator dan respons pengguna dengan rata-rata 4,6 menandakan bahan ajar pandang dengar yang dikembangkan sangat layak digunakan dan efektif untuk pembelajaran BIPA tingkat pemula. Secara keseluruhan bahan ajar pandang dengar BIPA yang dikembangkan dapat memenuhi kebutuhan pemelajar dan sangat baik untuk meningkatkan keterampilan menulis pemelajar BIPA tingkat pemula dan menambah wawasan pemelejar BIPA tentang kebudyaan Melayu Riau.
Penggunaan Strategi Metakognitif oleh Pemelajar BIPA dalam Membaca Teks Berbahasa Indonesia Chen, Hyang Jin; Dwi Puspitorini
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i4.4747

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan strategi metakognitif oleh pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) saat membaca teks berbahasa Indonesia dan membandingkan perbedaan penggunaan strategi antara pembelajar berprestasi tinggi dan rendah. Dengan menggunakan Survey of Reading Strategies (SORS), penelitian ini mengidentifikasi tiga kategori utama strategi: Strategi Global (GLOB), Strategi Problem-solving (PROB), dan Strategi Support (SUP). Temuan menunjukkan bahwa pemelajar BIPA umumnya menggunakan strategi metakognitif dengan frekuensi tinggi, dengan PROB sebagai strategi yang paling sering digunakan. Tidak ditemukan perbedaan signifikan antara pemelajar berprestasi tinggi dan rendah dalam penggunaan strategi mereka. Namun, hasil ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang menegaskan peran strategi metakognitif dalam pemelajaran bahasa kedua (L2). Penelitian ini juga menyarankan bahwa meningkatkan program BIPA dan mengintegrasikan pengajaran strategi metakognitif dapat membantu pembelajar meningkatkan keterampilan membaca mereka secara efektif.
Systematic Literature Review: Penggunaan Media Digital dalam Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Mahasiswa BIPA Maulidia, Tsania; Susanto, Gatut; Suyitno, Imam
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i1.4778

Abstract

Penggunaan media digital telah menjadi aspek krusial dalam inovasi pembelajaran, terutama dalam pengajaran bahasa Indonesia untuk mahasiswa BIPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis jenis-jenis media digital yang diterapkan dalam pengajaran bahasa Indonesia bagi mahasiswa BIPA selama periode 2019 hingga 2023. Metode yang digunakan adalah Tinjauan Pustaka Sistematis, dengan menganalisis sepuluh artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa terdapat lima kategori utama media digital yang digunakan: aplikasi mobile (40%), platform pembelajaran online (20%), media audiovisual (20%), buku digital (10%), dan media sosial (10%). Efektivitas media digital menunjukkan hasil yang positif, dengan rata-rata peningkatan kemampuan bahasa mencapai 75% dan tingkat kepuasan pengguna sebesar 82%. Namun, penelitian ini juga menemukan beberapa tantangan teknis, seperti keterbatasan akses (35%) dan kebutuhan untuk pengembangan fitur (25%). Temuan ini berkontribusi dalam pemetaan penggunaan media digital untuk pembelajaran BIPA dan memberikan rekomendasi untuk pengembangan media pembelajaran berbasis teknologi.
Implementasi Teori Konektivisme dalam Pengajaran BIPA di Era Digital: Systematic Literature Review Purwanto, Nanang; Nurul Murtadho; Radeni Sukma Indra Dewi; Shirly Rizki Kusumaningrum
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi teori konektivisme dalam pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di era digital. Metode yang digunakan adalah Tinjauan Pustaka Sistematis, dengan menganalisis empat belas artikel yang diterbitkan antara 2014 hingga 2025 dan memenuhi kriteria inklusi. Berdasarkan analisis terhadap 14 artikel, ditemukan bahwa implementasi konektivisme dalam pengajaran BIPA di era digital paling banyak diwujudkan melalui penggunaan Zoom (64%), Google Classroom/ LMS (36%), media sosial (WhatsApp, Instagram, YouTube) (36%), dan aplikasi interaktif (Wordwall, Gboard, Edpuzzle) (43%). Seluruh artikel (100%) menunjukkan prinsip konektivisme berupa menghubungkan simpul informasi, diikuti oleh menjaga koneksi digital (93%) dan pengetahuan tersebar dalam teknologi (79%). Tantangan utama yang muncul meliputi keterbatasan akses teknologi dan jaringan (86%), rendahnya literasi digital (71%), dan resistensi pedagogis dari pengajar terhadap pembelajaran daring (43%). Temuan ini menegaskan bahwa implementasi konektivisme dalam pengajaran BIPA memiliki potensi besar dalam meningkatkan keterlibatan pembelajar, namun memerlukan dukungan sistemik dan strategi pedagogis yang tepat. Penelitian ini berkontribusi dalam merumuskan rekomendasi pembelajaran BIPA berbasis konektivisme yang lebih efektif dan kontekstual di era digital.
Kebutuhan Bahan Pengembangan Instrumen Tes Membaca untuk Pemelajar BIPA di Bali Maulina, Murni; Dewi Prajnaparamitha Amandangi
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i2.5758

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan profil kebutuhan materi, bahan, dan kompetensi yang diperlukan dalam mengembangkan instrumen tes membaca bagi pemelajar BIPA di Bali yang memiliki tujuan komunikasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh melalui penyebaran kuesioner kepada pemelajar BIPA di dua lembaga penyelenggara BIPA di Bali. Teknik analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemelajar BIPA lebih tertarik pada bahan bacaan bertopik budaya lokal, khususnya budaya Bali, yang disajikan dalam bentuk teks atau pesan sederhana. Temuan ini mengindikasikan bahwa topik budaya lokal yang dikemas dalam bentuk bacaan komunikatif dapat dijadikan dasar dalam pengembangan instrumen tes membaca bagi pemelajar BIPA dengan tujuan komunikasi.
Artificial Intelligence in the Perspective of Students in BIPA (Bahasa Indonesia for Foreign Speakers) Learning Sohnui, Suhailee; Mukhlis, Muhammad; Pendri, Apri
J-LELC: Journal of Language Education, Linguistics, and Culture Vol. 5 No. 1 (2025): J-LELC: Journal of Language Education, Linguistics, and Culture
Publisher : UIR Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25299/j-lelc.2025.22163

Abstract

This study aims to explore the use of Artificial Intelligence (AI) in the teaching of Bahasa Indonesia for Foreign Speakers (BIPA) and its impact on the learning experience of foreign students. BIPA faces significant challenges due to the structural differences between Bahasa Indonesia and other foreign languages, as well as the limitations of traditional teaching methods. AI technology offers the potential to enhance the learning experience by providing speaking exercises, pronunciation practice, and real-time feedback tailored to students' abilities. This research uses a qualitative phenomenological approach, with in-depth interviews and observations as the data collection methods. The subjects of the study consist of 30 foreign students who have used AI-based applications in BIPA learning for at least three months. The collected data is analyzed using thematic analysis techniques to identify key themes related to the students' experiences with AI technology. The results of the study show that most students reported improvements in their language skills, especially in vocabulary, grammar understanding, and pronunciation, after using AI applications. As many as 85% of students felt more engaged in learning with AI, as the application provided immediate feedback and allowed them to learn independently. However, there were also some technical challenges faced by students, such as issues with internet connectivity and application errors, as well as limitations in understanding cultural contexts and more complex conversations. Nevertheless, students generally felt that AI provided a more flexible and efficient learning experience compared to traditional teaching methods. This study contributes to the development of BIPA teaching by utilizing AI as a supplementary technology. The findings also highlight the importance of further development in improving the technical stability and the AI's ability to understand Indonesia's cultural context to create a more comprehensive learning experience.
EFFECTIVENESS OF DEVELOPING DIGITAL TEACHING MATERIALS FOR INDONESIAN LANGUAGE FOR FOREIGN SPEAKERS (BIPA) 1 ON GRAMMAR COMPETENCY BASED ON THE ANIMAKER APPLICATION Hasna Shofiyah; Dadang Mulyana; Any Budiarti; Wawan Hendrawan
Multidisciplinary Indonesian Center Journal (MICJO) Vol. 2 No. 4 (2025): Vol. 2 No. 4 Edisi Oktober 2025
Publisher : PT. Jurnal Center Indonesia Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62567/micjo.v2i4.1436

Abstract

This research was motivated by the scarcity of Indonesian language teaching materials for foreign speakers (BIPA). The large interest of foreigners in learning Indonesian is still hampered by the lack of availability of BIPA teaching materials. This limited teaching material is an important problem that teachers often face in BIPA learning activities. Therefore, the development of BIPA teaching materials is urgently needed. The problems studied in this research are (1) characteristics of BIPA 1 teaching materials currently used in BIPA learning, (2) development of BIPA 1 teaching materials based on the Animaker application as alternative teaching materials in BIPA learning, (3) feasibility of developing BIPA teaching materials 1 based on the Animaker application in BIPA learning, and (4) the effectiveness of developing BIPA 1 teaching materials based on the Animaker application based on BIPA learners' understanding. This research uses a Research and Development (R&D) approach. This research uses three data collection techniques, namely observation, questionnaires, and documentation to obtain data on the needs for developing teaching materials and evaluating teaching material prototypes. The data sources consist of BIPA teachers, BIPA students and expert lecturers. Data analysis in this research uses descriptive qualitative which consists of data presentation and data conclusions. The results of this research are that BIPA students often feel bored and confused by teaching materials that are only presented in the form of textbooks and very short material. Therefore, teaching materials need to be developed in accordance with Widodo and Jasmadi's theory of teaching material characteristics so that they can support independent learning, deeper understanding, contextualization of material, increased motivation, comprehensive language skills, adaptation to technological developments, learning flexibility, and strengthening skills. grammar. The development of teaching materials through Animaker shows the dominance of changes in substantial and visual aspects, which shows a comparison of characteristics between original and developed teaching materials. The teaching materials developed are more interactive and communicative, so that they can reduce boredom, increase understanding of the material, and increase enthusiasm for learning Indonesian for students
BIPA Teachers’ Strategies in Teaching Indonesia Vocabulary Online for Students Other Languages Yessi Travolta; Syafryadin
JPG: Jurnal Pendidikan Guru Vol. 6 No. 4 (2025): JPG: Jurnal Pendidikan Guru
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Ibn Khaldun Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32832/jpg.v6i4.21918

Abstract

The Indonesian language program known as Indonesian Language for Foreign Speakers (BIPA) is designed for foreigners. One of the most crucial elements in using a second language successfully is vocabulary. The aims of this study were to identify the strategies that BIPA teachers employed to teach Indonesian vocabulary online and the factors that influenced the utilization of these strategies with foreign students. The study used a qualitative descriptive research design. The sample of this study consisted of 12 BIPA teachers at the University of Bengkulu. The result of this study revealed that there were five strategies used by BIPA teachers in teaching Indonesian vocabulary, namely: 1) Drilling, 2) Code-Switching, 3) Translation, 4) Guessing the context, and 5) Making Task. Additionally, the second outcome examined the factors that influenced the BIPA teacher's use of the strategies for teaching vocabulary in Indonesia; student abilities, duration of time, and the level of material.
Gastronomi sebagai Media Diplomasi Budaya dalam Pembelajaran BIPA: Kajian Persepsi, Motivasi dan Minat Yohanna Nirmalasari; Lilis Lestari Wilujeng
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 11 No. 4 (2025): Penulis dari 3 negara (Indonesia, Jerman dan Turki)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v11i4.7048

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengumpulkan dan menganalisis data kuantitatif dan kualitataif mengenai pengalaman dan persepsi pemelajar BIPA terhadap pembelajaran bahasa Indonesia berbasis gastronomi. Pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bahasa kedua menjadi pembelajaran yang semakin dikenal oleh masyarakat di luar Indonesia. Hal ini memberikan peluang besar untuk semakin mengenalkan citra Indonesia ke kancah internasional. Salah satu bentuk pengenalan ini adalah dengan mengenalkan gastronomi ke dalam pembelajaran bahasa Indonesia sebagai bentuk soft diplomasi berkelanjutan. Pembelajaran ini bahasa Indonesia ini dikenal dengan pembelajaran BIPA. Pembelajaran BIPA berbasis gastronomi dapat memberikan pengalaman belajar bahasa yang kontekstual dan interaktif. Hal ini berpotensi memengaruhi persepsi, motivasi, dan minat belajar terhadap bahasa dan budaya Indonesia sehingga penelitian ini penting untuk dilakukan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian campuran atau yang biasa dikenal dengan mix methods karena di dalam penelitian ini mengeksplorasi persepsi, motivasi, dan minat pemelajar yang mengintegrasikan data wawancara untuk memperkuat temuan kuantitatif. Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan dapat diperoleh hasil bahwa berdasarkan uji validitas ditemukan ada dua soal yang tidak valid dan 34 soal yang valid dengan rata-rata skor di atas 3.0. Artinya ialah bahwa responden cenderung memberikan penilaian yang positif terhadap aspek yang diukur. Berdasarkan uji reliabilitas diperoleh bahwa pada konstruk persepsi menunjukkan nilai α = 0,86, pada konstuk motivasi menunjukkan nilai α = 0,84, pada konstruk minat mneunjukkan α = 0,88, artinya bahwa semua butir pernyataan memiliki konsistensi internal yang tinggi untuk mengukur variable penelitian. Berdasarkan uji analisis deskriptif diperoleh bahwa (1) dalam hal persepsi diperoleh nilai rata-rata 3,92, (2) dalam hal motivasi diperoleh nilai rata-rata 3,78, dan (3) dalam hal minat diperoleh nilai rata-rata  3,84. Hasil uji analisis deskriptif ini didukung dengan data wawancara yang menunjukkan bahwa  BIPA berbasis gastronomi terbukti efektif meningkatkan keterampilan bahasa, motivasi, dan minat pemelajar, sekaligus kesadaran dan pemahaman budaya Indonesia yang berkelanjutan.  

Page 100 of 118 | Total Record : 1176