Filter By Year

1945 2024


Found 1,305 documents
Search KEAMANAN INFORMASI

Pengaruh Kualitas Informasi Akuntansi dan Keamanan Sistem Terhadap Kepuasan Pengguna Aplikasi Berbasis Mobile Banking Almira, Diesha; Yanthi, Merlyana Dwinda
Community Engagement and Emergence Journal (CEEJ) Vol. 6 No. 3 (2025): Community Engagement & Emergence Journal (CEEJ)
Publisher : Yayasan Riset dan Pengembangan Intelektual

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37385/ceej.v6i3.8916

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas sistem informasi akuntansi dan keamanan sistem terhadap kepuasan pengguna aplikasi berbasis mobile banking. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner dan penentuan sempel menggunakan metode purposive sampling, sehingga kriteria sempel yaitu nasabah Bank Syariah KCP Mojokerto Gajah Mada pengguna Byond by BSI. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan regresi linear berganda untuk mengetahui seberapa besar pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen, yaitu kepuasan pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas sistem informasi akuntansi dan keamanan sistem berpengaruh positif terhadap kepuasan pengguna aplikasi mobile banking.
Peran Teknologi Informasi dalam Meningkatkan Lilterasi Keamanan Data dan Etika Bermedia Sosial di SMAN 14 Makassar Gunawang, Safitri Nuraulia; SAS, Abdillah; Syam, Supriadi; Indrawati, Asa
Babakti: Journal of Community Engangement Vol. 2 No. 1 (2025): April
Publisher : Universitas Singaperbangsa Karawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35706/babakti.v2i1.190

Abstract

Kemunculan teknologi digital telah membawa perubahan yang sangat signifikan di berbagai bidang, termasuk bidang pendidikan. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah literasi digital, terkhusus dalam aspek keamanan data dan etika bermedia sosial. Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan tim di SMA Negeri 14 Makassar, menunjukkan bahwa beberapa siswa pemahamannya masih kurang mengenai risiko digital sehingga dapat menyebabkan berbagai permasalahan seperti kebocoran data pribadi, penyalahgunaan informasi, hingga ancaman kejahatan digital lainnya. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi digital siswa(i) di SMAN 14 Makassar melalui kegiatan pengabdian masyarakat berbasis teknologi informasi. Adapun metode yang digunakan meliputi beberapa tahap, yaitu observasi awal, persiapan, penyuluhan dengan pendekatan ceramah interaktif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil dari evaluasi menunjukkan bahwa adanya peningkatan pemahaman yang signifikan dengan rata-rata nilai pre-test 64,85 kemudian meningkat menjadi 95,71 pada post-test. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan teknologi informasi sebagai sarana edukasi dapat meningkatkan literasi dan kesadaran siswa tentang pentingnya keamanan data dan etika dalam menggunakan sosial media. Oleh sebab itu, literasi digital dalam aspek keamanan data dan etika bermedia sosial perlu menjadi bagian integral dalam kurikulum pendidikan guna membentuk generasi yang lebih cerdas dan bertanggung jawab dalam menghadapi ancaman di dunia digital.
Evaluasi Implementasi Keamanan Informasi pada Sistem Perpustakaan SMKN 1 Banyumas Putra, Akbar Andhika; Setiyoko, Sigit; Andriyanto, Sabdo Bagus; Imtiyaz, Azmi; Krisbiantoro, Dwi
Jurnal ilmiah Sistem Informasi dan Ilmu Komputer Vol. 5 No. 2 (2025): Juli : Jurnal ilmiah Sistem Informasi dan Ilmu Komputer
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/juisik.v5i2.1231

Abstract

The rapid adoption of digital technologies in educational environments has increased the need for secure information systems, particularly in school libraries. This study aims to evaluate the implementation of information security and data privacy within the library system at SMKN 1 Banyumas. A qualitative approach was used, involving direct observations, semi-structured interviews, and document analysis. The findings reveal that although role-based access control and manual data backups are in place, the system still operates over unencrypted HTTP, lacks two-factor authentication, and has no firewall or intrusion detection system. Furthermore, staff members have not received formal cybersecurity training. The study concludes with recommendations for implementing HTTPS, enhancing user authentication mechanisms, deploying network protection tools, and improving staff cybersecurity awareness. These measures are crucial for improving the security posture of educational digital services.
Evaluasi Tingkat Kematangan Keamanan Informasi Menggunakan Indeks KAMI 5.0 pada Universitas Darul ‘Ulum Jombang Az Zahra, Shalsa Salisa; Aknuranda, Ismiarta; Farisi, Hariz
Jurnal Pengembangan Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 9 No 9 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Komputer (FILKOM), Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Universitas Darul ‘Ulum Jombang (UNDAR) telah mengimplementasikan sistem informasi untuk mendukung kegiatan akademik dan administrasi, namun belum menerapkan pengelolaan keamanan informasi yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kematangan keamanan informasi di UNDAR menggunakan Indeks KAMI versi 5.0, mengidentifikasi akar penyebab rendahnya kematangan, serta menyusun strategi penguatan berdasarkan standar SNI ISO/IEC 27001:2022. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa pengisian kuesioner Indeks KAMI 5.0, wawancara mendalam, dan studi dokumentasi. Analisis dilakukan menggunakan metode Root Cause Analysis (RCA) melalui teknik 5 Whys, kemudian hasilnya dipetakan ke dalam klausul ISO/IEC 27001:2022. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa UNDAR berada pada kategori “Pemenuhan Kerangka Kerja Dasar” dengan total skor 257. Sebagian besar aspek berada pada Level I dan II. Akar masalah mencakup rendahnya kesadaran organisasi, pemetaan aset yang belum menyeluruh, dan pengendalian risiko yang terbatas. Rekomendasi meliputi pembentukan kebijakan, perbaikan budaya organisasi, serta inventarisasi aset berdasarkan standar yang relevan.
Analisis Ancaman Serangan Siber Pada Infrastruktur Informasi Vital Terhadap Stabilitas Keamanan Nasional Puspita D, Rini Anggaini; Persadha, Pratama Dahlian; Mulyadi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i5.59084

Abstract

Serangan siber terhadap infrastruktur informasi vital (IIV) semakin mengancam stabilitas keamanan nasional, terlebih dalam kasus peretasan Pusat Data Nasional Sementara (PDNS) oleh kelompok Brain Cipher. Serangan ini menggunakan ransomware LockBit 3.0 dan melumpuhkan layanan publik dari lebih dari 282 instansi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pola serangan, tingkat ancaman, kerentanan aset, serta strategi intelijen yang relevan dalam menghadapi ancaman siber terhadap IIV. Dengan pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan wawancara ahli, penelitian ini mendeskripsikan tahapan serangan mulai dari pengintaian, infiltrasi, hingga pemeliharaan akses dan aksi destruktif. Hasil menunjukkan bahwa tingkat ancaman dikategorikan kritis berdasarkan teori Prunckun, dengan kerentanan tinggi akibat lemahnya tata kelola, kurangnya cadangan data, dan rendahnya kesadaran keamanan. Temuan lain mencakup pengembangan model intelijen berbasis analisis kerentanan ASN yang dapat digunakan untuk penelusuran rekam jejak strategis. Penelitian ini menegaskan pentingnya manajemen risiko, penguatan strategi intelijen, serta kolaborasi publik-swasta dalam mitigasi ancaman siber. Implikasinya, pemerintah perlu meningkatkan deteksi dini, pelatihan keamanan siber, serta adopsi teknologi canggih guna memperkuat pertahanan digital nasional.
Strategi Penguatan Keamanan Informasi Digital dalam Menghadapi Ancaman Siber: Studi Kasus Kementrian Kominfo Hilma Harmen; Dalimunthe, Afifah Nida Suhaila Boru Dalimunthe; Desi Irawan Lestari; Fikri Al Kautsar; Sihombing, Jekson Sihombing; Simanjuntak, Tasya Chintain Boru Simanjuntak; Miftahuss’aidah
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 4 No. 6: September 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v4i6.9870

Abstract

Penelitian ini menganalisis strategi penguatan keamanan informasi digital di Indonesia dalam menghadapi ancaman siber, dengan fokus pada peran Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Metode kualitatif digunakan untuk menelaah literatur dan kebijakan terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan keamanan informasi dilakukan melalui empat pendekatan utama: regulasi dan kebijakan, pengembangan sumber daya manusia, implementasi teknologi keamanan, dan edukasi publik. Strategi ini penting untuk menjaga kedaulatan digital serta membangun ekosistem digital yang aman dan terpercaya di Indonesia.
Dinamika Perang Asimetris dalam Strategi Perang Informasi OPM terhadap Keamanan Nasional Moya, Luis; Afifuddin, Mochammmad; Ramsi, Oktaheroe
AURELIA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol 4, No 2 (2025): July 2025
Publisher : CV. Rayyan Dwi Bharata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57235/aurelia.v4i2.5365

Abstract

Perang asimetris, khususnya perang informasi, menjadi ancaman signifikan terhadap keamanan nasional, terutama dengan keterlibatan Organisasi Papua Merdeka (OPM) sebagai aktor non-negara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi perang informasi yang dilakukan oleh OPM, dampaknya terhadap stabilitas keamanan nasional Indonesia, dan langkah-langkah mitigasi yang dapat diambil. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, penelitian ini mengandalkan metode studi kasus dengan data yang dikumpulkan melalui analisis dokumen dan laporan media. Hasil penelitian menunjukkan bahwa OPM menggunakan propaganda, disinformasi, dan narasi berbasis isu-isu sensitif, seperti pelanggaran HAM, untuk menciptakan polarisasi sosial dan delegitimasi pemerintah Indonesia. Strategi ini diperkuat oleh penggunaan media sosial sebagai alat utama dalam menyebarluaskan pesan secara luas dan cepat. Pemerintah telah mengambil langkah-langkah mitigasi, seperti penguatan regulasi digital, kampanye kontra-narasi, dan peningkatan literasi digital masyarakat. Namun, efektivitas upaya ini masih memerlukan peningkatan, terutama dalam hal kolaborasi lintas sektor dan pengembangan kapasitas intelijen. Kesimpulannya, perang informasi oleh OPM memberikan dampak multidimensi terhadap stabilitas nasional, memerlukan respons terintegrasi yang melibatkan pemerintah, masyarakat, dan komunitas internasional. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan literasi digital, penguatan kerja sama internasional, dan investasi dalam teknologi keamanan siber sebagai langkah strategis untuk menangkal ancaman tersebut.
Analisis Risiko Website Sistem Keamanan Informasi Menggunakan Metode Fmea dan Framework ISO/IEC 27002:2022 Sahira, Maha Shelin; Indriati, Rini; Ristyawan, Aidina
JSITIK: Jurnal Sistem Informasi dan Teknologi Informasi Komputer Vol. 3 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/jsitik.v3i2.722

Abstract

Latar Belakang: Keamanan informasi digital menjadi isu penting di era serangan siber yang semakin meningkat. Website RadarKediri.id sebagai portal berita lokal juga rentan terhadap berbagai ancaman keamanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis potensi risiko keamanan informasi yang ada. Tujuan: Untuk mengetahui risiko-risiko keamanan informasi pada website RadarKediri.id dan memberikan rekomendasi pengendalian risiko berdasarkan standar internasional. Metode: Penelitian ini merupakan studi kualitatif yang menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk analisis risiko serta framework ISO/IEC 27002:2022 untuk evaluasi kontrol keamanan. Hasil: Ditemukan dua risiko dengan tingkat tinggi, enam risiko sedang, dan dua risiko sangat rendah. Evaluasi efektivitas kontrol berdasarkan 37 kontrol ISO/IEC 27002:2022 menghasilkan skor sebesar 74%, yang masuk kategori "kurang baik, perlu perbaikan". Aspek yang paling memerlukan peningkatan adalah backup data, pemantauan log aktivitas, dan pengendalian hak akses. Kesimpulan: Sistem keamanan informasi pada RadarKediri.id masih memiliki kelemahan yang signifikan. Kombinasi metode FMEA dan standar ISO/IEC 27002:2022 terbukti efektif dalam mengidentifikasi celah dan memberikan arahan perbaikan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menerapkan kontrol secara langsung dan mengukur dampaknya secara kuantitatif.
RISK ASSESMENT PENGENDALIAN KEAMANAN INFORMASI BERBASIS ISO/IEC 27001:2013 MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECTS ANALYSIS (FMEA) STUDI KASUS: TIM BRINESIA PT. BRI ASURANSI INDONESIA Sari, Winni Indah Kurnia; Khoiri, Syakur; Masya, Fajar
Jurnal Sistem Informasi, Teknologi Informatika dan Komputer Vol 15 No 3 (2025): Volume 15 No 3, Mei Tahun 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Implementasi teknologi informasi tidak lepas dari risiko (Information Technology Risk) yang dapat berdampak pada pencapaian tujuan organisasi. Mengingat keterkaitannya yang tinggi dengan kemajuan teknologi, tim BRINESIA memiliki kewajiban untuk menjadi unit yang memerlukan perlindungan keamanan informasi guna menjaga kualitas keamanan data, termasuk aset-aset yang dimiliki. Untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya kebocoran data, kerusakan, ketidakakuratan, ketidaktersediaan, atau gangguan lain terhadap informasi, penting untuk melakukan penilaian terhadap risiko. Terdapat berbagai metode yang dapat digunakan untuk menganalisis kemungkinan terjadinya kegagalan atau risiko. Salah satu metode yang banyak digunakan adalah FMEA (Failure Mode & Effect Analysis), yang merupakan pendekatan terstruktur untuk mendeteksi dan memberi peringkat pada mode kegagalan dengan cara menilai severity, occurrence, dan detection, sehingga menghasilkan Risk Priority Number (RPN). Metode ini juga memberikan saran untuk mitigasi risiko sesuai dengan standar ISO/IEC 27001:2013. Penelitian ini mengidentifikasi level potensi mode failure mode pada informasi yang diurus oleh tim BRINESIA, menentukan prioritas risiko, serta menyediakan pedoman mitigasi risiko yang bermanfaat bagi tim BRINESIA dalam menerapkan kontrol keamanan informasi.Kata Kunci: FMEA (Failure Mode & Effect Analysis), Risk Priority Number, ISO/IEC 27001:2013, mitigasi risiko.
EVALUASI KEAMANAN SISTEM INFORMASI AKADEMIK DI STMIK JAYAKARTA BERDASARKAN ISO/IEC 27001:2022 Zalukhu, Desiani; Yasin, Verdi; Yulianto, Akmal Budi
IJIS - Indonesian Journal On Information System Vol 10, No 2 (2025): SEPTEMBER
Publisher : POLITEKNIK SAINS DAN TEKNOLOGI WIRATAMA MALUKU UTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36549/ijis.v10i2.412

Abstract

Meningkatnya penggunaan sistem informasi akademik di perguruan tinggi menuntut perhatian serius terhadap aspek keamanan informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kesesuaian keamanan sistem informasi akademik di STMIK Jayakarta dengan mengacu pada standar ISO/IEC 27001:2022. Ruang lingkup evaluasi mencakup identifikasi aset informasi, penilaian risiko berdasarkan potensi ancaman dan dampak, serta analisis kesenjangan terhadap delapan klausul utama ISO/IEC 27001:2022. Metode yang digunakan adalah pendekatan Plan-Do-Check-Act (PDCA) dengan dukungan checklist standar dan analisis risiko berbasis CIA (Confidentiality, Integrity, Availability). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sepuluh aset yang dianalisis, lima aset tergolong berisiko tinggi dan lima berisiko sedang. Selain itu, ditemukan ketidaksesuaian pada empat klausul utama, yaitu 5.2 (kebijakan keamanan informasi), 6.1.2 (perencanaan penilaian risiko), 9.2 (audit internal), dan 9.3 (tinjauan manajemen). Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi keamanan sistem informasi akademik di STMIK Jayakarta masih perlu ditingkatkan untuk mencapai kesesuaian penuh terhadap standar ISO/IEC 27001:2022. Berdasarkan temuan tersebut, direkomendasikan penerapan kontrol keamanan tambahan berupa penyusunan daftar risiko formal, strategi mitigasi terdokumentasi, pelaksanaan audit berkala, serta perbaikan dokumentasi evaluasi manajemen.Kata Kunci: Sistem Informasi Akademik, Keamanan Informasi, ISO/IEC 27001, Analisis Kesenjangan

Page 101 of 131 | Total Record : 1305