Filter By Year

1945 2024


PKM Internasional melalui Program BIPA Berbasis Kearifan Lokal untuk Memperkuat Citra Indonesia Nurhusna, Nurhusna; Haliq, Abdul; Shafariana, Shafariana
INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 2 (2024): INOVASI: Jurnal Hasil Pengabdian Masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/inovasi.v4i2.79328

Abstract

Abstrak. Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Internasional melalui pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) berbasis kearifan lokal dilaksanakan oleh Lembaga BIPA Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Negeri Makassar untuk memperkuat diplomasi budaya dan citra Indonesia di tingkat global. Kegiatan ini bermitra dengan Yala Rajabhat University, sebuah universitas publik di Thailand Selatan yang memiliki mandat pengembangan komunitas dan terdaftar sebagai penyelenggara resmi program BIPA. Pengabdian ini bertujuan mengimplementasikan pembelajaran BIPA yang mengintegrasikan unsur budaya lokal Indonesia, meningkatkan kompetensi komunikatif dan kesadaran budaya peserta, serta menghasilkan luaran akademik berupa persepsi peserta dan artikel ilmiah. Metode pelaksanaan meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan, pendampingan, dan evaluasi melalui pendekatan komunikatif-integratif dan pembelajaran berbasis proyek. Materi pembelajaran memanfaatkan artefak budaya seperti kuliner, cerita rakyat, dan ungkapan sopan santun, yang terbukti memperkaya konteks belajar dan meningkatkan partisipasi peserta. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa integrasi kearifan lokal berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kelancaran berbahasa, pemahaman nilai budaya, dan motivasi belajar peserta. Selain itu, proyek micro-video yang dihasilkan peserta berfungsi sebagai evaluasi otentik yang mendorong kreativitas dan refleksi antarbudaya. Secara keseluruhan, program ini efektif memperkuat diplomasi budaya Indonesia dan layak direplikasi pada konteks pembelajaran BIPA di negara lain.Kata kunci: BIPA, kearifan lokal, diplomasi budaya, pembelajaran bahasa  
Pengembangan media pembelajaran virtual reality (VR) untuk mengenalkan budaya lokal Malang ke pembelajar BIPA Muzaki, Helmi; Susanto, Gatut; Andajani, Kusubakti; Widyartono, Didin; Akhsani, Ilham; Moorthy, Thilip Kumar
Diglosia: Jurnal Kajian Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya Vol 8 No 4 (2025)
Publisher : Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/diglosia.v8i4.1324

Abstract

Learning Indonesian for Foreign Speakers (BIPA) is closely related to cultural learning. Language acquisition requires not only fluency, but also an understanding of its cultural context. However, introducing culture to BIPA learners, especially through traditional media, such as images or textbooks, can make learning less effective and interesting. This study aimed to develop virtual reality (VR)-based learning media to introduce local Malang culture to foreign speakers. This study used the four-stage development method designed by Thiagarajan. Four stages are defined: design, development, and dissemination. The VR media were validated by BIPA experts and tested on seven learners from China, Taiwan, Vietnam, and Yemen. The product trial results show that the visual and audio quality received a score of (81.6), ease of use (80), VR's ability to provide a realistic experience of Malang cultural life (84), VR's ability to increase interest in learning Indonesian culture (85), VR's ability to increase cultural knowledge (82.5), suitability to needs (81.2), and VR's effectiveness as a cultural learning medium (82.5). This study confirms that VR is an engaging and effective tool for introducing local culture to BIPA students in line with their needs and expectations, especially those who are familiar with immersive technology.
Pengembangan Bahan Ajar Digital Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing (BIPA) Tujuan Komunkasi Bisnis Bermuatan Video Animasi Juwanda, Juwanda; Zulaeha, Ida; Mardikantoro, Hari Bakti; Yuniawan, Tommi
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8372

Abstract

The purpose of this study is to develop BIPA teaching materials for business communication purposes with animated video content. This study is a development research using the Analysis, design, development, implementation, Evaluation (ADDIE) model. The results of this study indicate (1) The results of the analysis of the needs of BIPA teachers and learners for business communication purposes require teaching materials that contain themes and materials that contain business elements. In addition, teachers and learners need digital teaching materials that contain images, illustrations, and videos. (2) The design of BIPA teaching materials for business communication purposes containing animated videos includes the themes of Self-Introduction, Indonesian Work Culture, Let's Send Letters, Negotiation, Job Interviews, Business Reports, and Company Organizational Structure. In each unit there are materials for four language skills (3) Based on the validation results from material experts and media experts, it shows that BIPA digital teaching materials for business communication purposes containing animated videos are very valid. This can be seen from the average validation value of material experts and media experts, namely 87.58, this value indicates that the teaching materials are very valid and suitable for use. Abstrak Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengembangkan bahan ajar BIPA tujuan komunikasi bisnis dengan muatan video animasi. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan model Analysis, design, develovement, implementation, Evaluation (ADDIE). Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan denggunakan angket dan wawancara. Hasil penelitian ini menunjukan (1) Hasil analisis kebutuhan pengajar dan pemelajar BIPA tujuan komunikasi bisnis membutuhkan bahan ajar yang memuat tema dan materi yang mengandung unsur bisnis. Selain itu, pengajar dan pembelajar membutuhakan bahan ajar digital yang memuat gambar, ilustrasi, dan video. (2) Berdasarkan hasil validasi dari para ahli materi dan ahli media menunjukan bahwa bahan ajar digital BIPA tujuan komunikasi bisnis bermuatan video animasi sangat valid. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil rata-rata nilai validasi ahli materi yaitu 87,88, rata-rata nilai validasi ahli media 92,5. Berdasarkan hasil validasi tersebut rata-rata nilai validasi dari ahli materi dan media yaitu 90,19 nilai tersebut menunjukan bahwa bahan ajar tersebut sangat valid. (3) Berdasarkan hasil implementasi bahan ajar digital BIPA tujuan komunikasi bisnis bermuatan video animasi didapat nilai respons pengajar dan pemelajar BIPA tujuan komunikasi bisnis sebesar 87 nilai tersebut menunjukan bahwa bahan ajar tersebut sangat valid. Berdasarkan hasil validasi ahli materi, media, dan pengguna didapat rata-rata nilai validasi sebesar 82. Nilai tersebut menunjukan bahwa bahan ajar tersebut sangat valid dan layak untuk dipergunakan.
Representasi Ekologi dalam Teks Bertema Lingkungan oleh Pemelajar BIPA Tingkat Tinggi: Pendekatan Linguistik Fungsional Nirmalasari, Yohanna
Ranah: Jurnal Kajian Bahasa Vol 14, No 2 (2025): Ranah: jurnal Kajian Bahasa
Publisher : Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/rnh.v14i2.8032

Abstract

This study aims to describe how ecological representations are manifested through processes in the ideational meaning of written texts by advanced BIPA learners. This study uses a qualitative method with Halliday's systemic functional linguistics (SFL) approach. The data in this study are learners' written sentences containing ideational processes in argumentative texts written by learners. Data collection techniques were carried out through documentation of learners' writings on the theme of ecology in response to environmental issues in Indonesia. Data analysis techniques were carried out through the stages of identification, classification, and interpretation. First, each clause in the learners' texts was identified to find the type of ideational process used based on Halliday's theory. This included material, raw, verbal, behavioral, relational, and existential processes. Second, the clauses were classified according to the type of process to see the tendency of ecological meaning representation. Third, the classification results are interpreted tol reveal how BIPA learners represent ideas and attitudes towards environmental issues through their choice of linguistic processes. The results show that learners often use material processes when arguing about environmental issues. In addition to material processes, learners also use mental, existential, and relational processes. This study found that learners do not use verbal and behavioral processes. Based on these findings, it can be concluded that learners demonstrate fairly good language skills in conveying ecological ideas, even though they do not yet fully utilize all types of processes in the Indonesian language transitivity system. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bagaimana representasi ekologi diwujudkan melalui proses-proses dalam makna ideasional pada teks tulis pemelajar BIPA tingkat tinggi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan linguistik fungsional sistemik (LFS) Halliday. Data dalam penelitian ini adalah kalimat tulis pemelajar yang mengandung proses ideasional dalam teks argumen yang ditulis oleh pemelajar. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi terhadap hasil tulisan pemelajar dengan tema ekologi yang menanggapi permasalahan lingkungan di Indonesia. Teknik analisis data yang dilakukan melalui tahapan identifikasi, klasifikasi, dan interpretasi. Pertama, setiap klausa dalam teks pemelajar diidentifikasi guna menemukan jenis proses ideasional yang digunakan berdasarkan teori Halliday. Hal ini mencakup proses material, mental, verbal, behavioral, relasional, dan eksistensial. Kedua, klausa tersebut diklasifikasi menurut jenis prosesnya untuk melihat kecenderungan representasi makna ekologi. Ketiga, hasil klasifikasi diinterpretasi untuk mengungkap bagaimana pemelajar BIPA merepresentasikan ide dan sikap terhadap isu lingkungan melalui pilihan proses linguistik yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemelajar banyak menggunakan proses material dalam berargumen terkait dengan isu lingkungan. Selain proses material, pemelajar juga menggunakan proses mental, eksistensial, dan relasional. Di dalam penelitian ini dapat diketahui bahwa pemelajar tidak menggunakan proses verbal dan proses behavioral. Berdasarkan temuan tersebut dapat disimpulkan bahwa pemelajar menunjukkan kemampuan berbahasa yang cukup baik dalam menyampaikan gagasan ekologi meskipun belum sepenuhnya memanfaatkan seluruh jenis proses dalam sistem transitivitas bahasa Indonesia.
Aplikasi Pembelajaran BIPA (Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing) Tingkat Dasar Berbasis Android Eka Anggi Prasetyo
J-INTECH ( Journal of Information and Technology) Vol 6 No 02 (2018): J-INTECH : Journal of Information and Technology
Publisher : LPPM STIKI MALANG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32664/j-intech.v6i02.256

Abstract

Teknologi yang berkembang saat ini sudah menyentuh ke dalam dunia pendidikan. Hampir semua jenjang pendidikan tidak terlepas dari teknologi. Pada pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya pada jenjang perguruan tinggi yang melingkupi materi pelajaran serta memerlukan media atau sarana belajar yang tidak sekedar membantu pebelajar asing dalam proses pembelajaran. Lebih dari itu, dengan media diharapkan memberikan nilai tambah dalam proses belajar siswa. Salah satu media belajar Bahasa Indonesia bagi siswa adalah aplikasi edukasi yang dibangun dengan memperhatikan cakupan kebutuhan materi belajar Bahasa Indonesia pada pebelajar asing perguruan tinggi. Pada tahap perancangan aplikasi edukasi BIPA “Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing” ini, sebelumnya dilakukan analisis kebutuhan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dengan memperhatikan Kurikulum Tingkat Dasar UPT BIPA UMM. Selanjutnya pada tahapan proses membangun aplikasi edukasi BIPA “Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing” berbasis Android menggunakan ionic untuk memberikan kualitas visual yang menarik agar mampu meningkatkan minat pebelajar asing untuk belajar. Pertimbangan dipilihnya aplikasi edukasi berbasis Android karena hampir semua kalangan menggunakannya untuk beraktivitas, baik untuk melakukan pekerjaan, keperluan pendidikan ataupun sebagai saran hiburan. Akhirnya pada pembangunan aplikasi edukasi BIPA “Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing” berbasis Android ini diharapkan mampu mengembangkan kemampuan dan keterampilan pebelajar asing dalam belajar Bahasa Indonesia kapanpun dan di manapun.
ANALISIS KESALAHAN AFIKSASI PEMELAJAR BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING: STUDI KASUS TERHADAP PEMELAJAR BIPA DI UNIVERSITAS FLINDERS AUSTRALIA NFN Ratnawati
SAWERIGADING Vol 18, No 3 (2012): SAWERIGADING, Edisi Desember 2012
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v18i3.400

Abstract

This article aims to describe the error analysis affixation of Indonesian for foreign learners writing in Flinders University, Australia. Indonesian language which is agglutinative results a fundamental difficulty for almost all learners of BIPA. This makes the writer interested to examine further issues in Indonesian language errors in association with affixation. By using error analysis suggested by Corder, it is found some errors, namely (1) omissions of affixes, (2) additions of affixes, (3) misusage of base form, and (4) mischoice of affixes. Abstrak Tulisan ini bertujuan menggambarkan analisis kesalahan afiksasi pada tulisan pemelajar Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Universitas Flinders, Australia. Bahasa Indonesia yang bersifat aglutinatif mengakibatkan kesulitan mendasar yang hampir dialami oleh hampir semua pemelajar BIPA. Hal inilah yang membuat penulis tertarik untuk mengkaji lebih lanjut permasalahan kesalahan-kesalahan berbahasa Indonesia yang berkaitan dengan afiksasi. Dengan menggunakan metode error analysis yang disarankan Colder ditemukan sejumlah kesalahan berupa (1) kesalahan penghilangan afiks, (2) kesalahan penambahan afiks, (3) kesalahan penggunaan bentuk dasar, dan (4) kesalahan pemilihan afiks.
PEMANFAATAN KEBERAGAMAN BUDAYA INDONESIA DALAM PENGAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PENUTUR ASING (BIPA) Abdul Gaffar Ruskhan
SAWERIGADING Vol 16, No 1 (2010): Sawerigading, Edisi April 2010
Publisher : Balai Bahasa Sulawesi Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26499/sawer.v16i1.298

Abstract

Indonesia has a large cultural heritage. There are hundreds of ethnics with their own cultural diversities. Those cultural diversities are important to be understood by BIPA learners. The problem lies in the fact that the BIPA teaching program is intended not only to make a  good speaker of the Indonesian language but also to make them understand the socio-cultural context of Indonesian people. They are encouraged to absorb the all information about Indonesian cultural diversities through the BIPA materials. Their writers and teachers are creative in developing BIPA teaching materials with interesting topics, influenced  by Indonesian cultural diversities. The lack of understanding about these cultural diversities for BIPA learners could lead to misinformation about  Indonesia.   Abstrak Indonesia memiliki warisan budaya yang luas. Ada ratusan etnik dengan perbedaan budaya masing-masing. Perbedaan-perbedaan budaya tersebut penting dipahami oleh pelajar BIPA. Masalahnya terletak pada kenyataan bahwa program pengajaran BIPA tidak hanya dimaksudkan untuk menjadikan pelajar sebagai penutur bahasa Indonesia yang baik tetapi juga untuk membuat mereka memahami konteks sosio-kultural orangorang Indonesia. Mereka didorong untuk menyerap  semua informasi tentang perbedaan budaya melalui materi-materi BIPA. Penulis dan guru kreatif dalam mengembangkan materi pengajaran dengan topik  menarik yang dipengaruhi oleh perbedaan budaya Indonesia. Kurangnya pemahaman tentang perbedaan-perbedaan budaya ini bagi pelajar BIPA dapat menuntun kesalahan informasi tentang Indonesia.  
Digital photograph dalam pengajaran BIPA di Polandia Hilda Cahyani; Mariana Ulfah Hoesny
Jurnal Linguistik Terapan JLT Volume 9 No 1, 2019
Publisher : UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mendeskripsikan penggunaan digital photograph dalam pengajaran Bahasa Indonesia tingkat menengah di Polandia. Dengan menggunakan foto digital yang memediasi antar budaya (diadopsi dari Kusumaningputri dan Widodo) kegiatan ini meliputi fase (1) mengumpulkan digital yang sarat budaya foto, (2) mengamati foto yang dipilih, (3) mendeskripsikan teks visual ini, (4) membandingkan dan membandingkan teks fotografi, dan (5) mengevaluasi informasi / data yang berkaitan dengan foto-foto yang dipilih yang menggambarkan realitas sosiokultural. kegiatan ini membutuhkan persiapan yang cukup matang dan serius bagi pemelajar bahasa, khususnya untuk mengumpulkan informasi, mencari gambar (memilih dan memilah gambar yang sesuai dengan topik), kemudian menginterpretasi gambar dan menceritakannya di kelas. Melalui fase yang panjang ini mahasiswa membutuhkan alokasi waktu yang cukup banyak yang harus mereka investasikan dalam proses pembelajaran. Persepsi mahasiswa menggambarkan refleksi positif terhadap penggunaan foto digital untuk pembelajaran BIPA. Pemelajar Bahasa Indonesia memiliki motivasi yang tinggi dalam belajar dikarenakan melampaui fase pembelajaran mandiri dan aktif pada saat mereka di kelas. Hal ini mendukung perkembangan bahasa mereka secara terarah dan baik.
Pemanfaatan kemasan produk sebagai materi otentik dalam pembelajaran imbuhan di kelas Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) Ratna Elizabeth
Jurnal Linguistik Terapan JLT Volume 7 No 1, 2017
Publisher : UPT P2M Politeknik Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengajarkan suatu bahasa asing memiliki tantangan tersendiri bagi pengajarnya. Seorang pengajar bahasa asing tentu akan memikirkan bagaimana proses pembelajaran menjadi lebih mudah dan lebih menyenangkan bagi pemelajarnya. Penggunaan materi otentik diyakini dapat menumbuhkan motivasi dan ketertarikan pemelajar dalam mempelajari suatu bahasa asing. Selain itu, materi otentik membantu pemelajar menyadari hubungan antara bahasa yang diperkenalkan di kelas dan bahasa yang digunakan di luar kelas. Materi otentik di sini dimaksudkan sebagai materi yang digunakan di dalam kelas bahasa, tetapi tidak secara khusus dibuat untuk tujuan pengajaran bahasa. Materi-materi itu merupakan fakta bahasa asli, baik lisan maupun tulisan, yang diperoleh dari berbagai sumber yang berbeda. Tulisan ini bertujuan untuk memperlihatkan bagaimana memanfaatkan kemasan produk sebagai salah satu jenis materi otentik dalam pembelajaran imbuhan di kelas bahasa Indonesia bagi penutur asing (BIPA) tingkat madya. Untuk mencapai tujuan itu, tulisan ini dibagi menjadi dua bagian, yaitu bagian praktik yang memberi contoh rencana pelajaran yang telah diujicobakan di kelas berdasarkan pengalaman dan bagian pembahasan/refleksi. Pemanfaatan kemasan produk dalam pembelajaran imbuhan dapat menunjukkan perlunya mempelajari imbuhan dalam bahasa Indonesia karena imbuhan memang digunakan atau ditemukan dalam dunia nyata (kehidupan sehari-hari), bukan sekadar materi yang diajarkan di dalam kelas.
Integrating environmental awareness local wisdom for developing BIPA flipbooks (project-based learning) Chyntia Heru Woro Prastiwi; Neneng Rika Jazilatul Kholidah; Norita Prasetya Wardhani; Zalfa Shabrina; Prima Bintang Arlinanda
Proceeding International Conference on Digital Education and Social Science Vol. 2 No. 1 (2024): Proceeding International Conference on Digital Education and Social Science 202
Publisher : Asosiasi Pengelola Publikasi Ilmiah (APPI) PT PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55506/icdess.v2i1.51

Abstract

Almost every region in Indonesia has its own local wisdom for environmental conservation. These local wisdoms can serve as valuable language material for teaching BIPA (Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing, or Indonesian for Foreign Speakers). Incorporating local wisdom into BIPA lessons offers many benefits, such as providing authentic learning experiences, enhancing socio-cultural awareness, fostering character development, improving language skills, and promoting tolerance and mutual respect. Local wisdom can be a powerful asset or bargaining chip in engaging with the global community. This research developed flipbooks for BIPA using local wisdom for environmental awareness through a project-based learning approach. Following a research and development (R&D) design, the researchers created 12 flipbooks for BIPA beginner level, each featuring local wisdom related to environmental preservation, such as Subak-Bali, Mentari Bondar-Tapanuli, Paca Goya-Tidore, Buka Egek-Papua, Sasi-Maluku, Kapal Pinisi-Sulawesi, Taman Laut Karimunjawa-Jepara, Merti Code, Wiwitan, Sedekah Bumi, Nyadran, and Kirab Budaya from Java. They integrated the local wisdom in terms of photo, picture, text, and audio-lingual media for speaking, listening, reading, and writing language activities. However, this research only covered three stages of the ADDIE model for developing BIPA flipbooks: analysis, design, and development. The implementation and evaluation stages have not been conducted yet, due to the time constraints of waiting for foreign users in online clicking the flipbooks as well as expert feedback.

Page 108 of 118 | Total Record : 1176