Filter By Year

1945 2024


Harnessing Artificial Intelligence in Language Acquisition: Perceptions and Experiences of BIPA Learners in the Digital Era Rani Siti Fitriani; Mohd Saleem Bhat; Muhamad Arif
JURNAL TEKNOSAINS KODEPENA Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Teknosains Kodepena Volume 6 Nomor 1 Agustus 2025
Publisher : Kodepena (Komunitas Dosen Penulis dan Peneliti Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54423/jtk.v6i1.112

Abstract

The development of artificial intelligence (AI) technology has transformed the landscape of language education, including the learning of Indonesian forForeign Speakers (BIPA). This study aims to analyze the perceptions andexperiences of BIPA learners in using AI-based platforms as a medium for selfdirected learning in the digital era. Data’s were collected through interviews,participant observation, and open-ended questionnaires with respondents fromvarious countries. The findings indicate that the use of AI platforms providessignificant benefits in terms of learning time flexibility, instant feedback ongrammar and pronunciation, and increased motivation through gamification.However, several challenges were also identified, such as the limitations of AI inunderstanding complex cultural contexts, interactions that feel less human, andthe potential for technology anxiety among some learners. This study concludesthat while AI platforms are highly potential tools, their role is more optimal as asupplement to support teaching by human instructors, rather than as a completereplacement.
Effectiveness of Implementing Productive Skills Evaluation for Students in BIPA Learning Haryanti, Novi; Eriyanti, Ribut Wahyu; Sunaryo, Hari
Acuity: Journal of English Language Pedagogy, Literature and Culture Vol. 10 No. 3 (2025): Acuity: Journal of English Language Pedagogy, Literature and Culture
Publisher : LPPM Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/acuity.v10i3.4025

Abstract

This study aims to analyze the effectiveness of evaluation practices in developing students' productive skills in Indonesian Language Learning for Foreign Speakers (BIPA), particularly in speaking and writing. Using a mixed methods approach, data were collected through speaking and writing tests, questionnaires, semi-structured interviews, and observations. The findings show that consistent evaluation frequency and relevant learning contexts significantly influence students’ perceptions and the development of their productive skills. Performance-based evaluations—such as monologues, dialogues, and writing tasks grounded in real-life situations—were found to be the most effective and meaningful. However, feedback delivery remains a major weakness, as many students felt that the feedback they received was too vague and not helpful enough for improving their skills. Therefore, there is a need to develop an evaluation system that is not only regular and contextual but also provides practical and targeted feedback. These findings are expected to serve as a reference for designing more effective BIPA evaluation strategies, focusing on strengthening speaking and writing skills, and supporting students in becoming active users of the Indonesian language in their daily lives.
Implementasi Pelatihan Literasi Budaya dalam Pengembangan Kompetensi Pengajaran BIPA bagi Guru di An-Nikmah Al-Islamiyah Phnom Penh Institute Kamboja Ersila Devy Rinjani; Ulya Himawati; M. Ahsanul Husna; Man Sakrany; Fadhilatul Amalya Azizah
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 3 (Januari 202
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i3.3679

Abstract

Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di An-Nikmah Al-Islamiyah Phnom Penh Institute, Kamboja, melalui pendekatan literasi budaya. Kegiatan dilatarbelakangi oleh keterbatasan kompetensi pedagogis pengajar, minimnya materi ajar kontekstual, serta belum terintegrasinya nilai-nilai budaya dalam pembelajaran. Metode pelaksanaan menggunakan model Participatory Rural Appraisal (PRA) yang menekankan partisipasi aktif mitra dalam identifikasi kebutuhan, perancangan program, pelaksanaan pelatihan, monitoring, dan evaluasi. Pelatihan dilaksanakan selama tiga hari dengan fokus pada pemahaman konsep literasi budaya, pengembangan strategi komunikatif dalam pengajaran BIPA, serta penyusunan bahan ajar berbasis budaya Indonesia yang relevan dengan konteks pelajar ASEAN. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan kompetensi peserta, ditandai dengan kenaikan rata-rata skor dari 62% (pre-test) menjadi 89% (post-test), serta meningkatnya kemampuan peserta dalam merancang pembelajaran komunikatif dan kontekstual. Monitoring dan evaluasi juga menunjukkan tingkat partisipasi dan kepuasan yang tinggi, serta adanya perubahan positif dalam sikap peserta terhadap integrasi budaya dalam pembelajaran BIPA. Program ini menghasilkan modul pelatihan, laporan kegiatan, karya ilmiah, serta penguatan jejaring kerja sama internasional. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil memberikan kontribusi substantif dalam meningkatkan mutu pengajaran BIPA di kawasan ASEAN dan memperkuat diplomasi bahasa dan budaya Indonesia.
Peran Role Play dalam Kelas BIPA: Kajian Literatur Peningkatan Keterampilan Berbicara Aziza, Estika Nurul; Aiman, Aiman; Nurlina, Laily
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 7, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v7i6.8755

Abstract

Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) kerap terkendala oleh kecemasan pembelajar serta minimnya kesempatan untuk mempraktikkan bahasa dalam situasi yang mendekati kondisi nyata. Penelitian ini bertujuan untuk menelaah peran strategi role play sebagai metode pembelajaran yang tidak hanya meningkatkan kemampuan komunikasi lisan tetapi juga memperkuat pemahaman budaya pembelajar BIPA. Keunikan penelitian ini terletak pada upaya mengisi celah penelitian sebelumnya yang masih berskala kecil dan parsial, dengan menghadirkan sintesis teoretis melalui kajian literatur terhadap lima belas artikel ilmiah nasional dan internasional. Hasil kajian menunjukkan bahwa role play efektif meningkatkan pelafalan, intonasi, kelancaran berbicara, serta kepercayaan diri pembelajar. Selain itu, strategi ini mampu menurunkan kecemasan berbahasa dan memotivasi keterlibatan aktif melalui simulasi situasi sosial yang kontekstual. Secara teoretis, penelitian ini menegaskan bahwa role play berfungsi sebagai pendekatan integratif yang menghubungkan dimensi linguistik, afektif, dan sosial-budaya, memberikan dasar konseptual yang kuat bagi pengembangan kurikulum dan praktik pedagogis BIPA. Dengan demikian, role play berpotensi menjadi strategi pembelajaran yang bermakna, aplikatif, dan berbasis teori dalam pengajaran BIPA
PENGARUH KETERKAITAN KONTEN DENGAN GAMBAR YANG SESUAI DENGAN MAKNA YANG TERUNGKAP PADA PEMBELAJARAN BIPA Nuraini, Cut
Jurnal Sasindo UNPAM Vol. 6 No. 1 (2018): Jurnal Sasindo UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v6i1.67-75

Abstract

ABSTRAKPenulisan karya tulis ilmiah ini bertujuan untuk memaparkan pengaruh dari keterkaitan antara konten dengan gambar yang dipilih dan dirancang sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA) terhadap keberhasilan pembelajaran.   Hal ini berkaitan dengan semakin tingginya minat pembelajaran Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA) baiki  bagi calon pengajar maupun peserta didik dari Indonesia maupun turis asing. bahasa Indonesia saat ini semakin tersudutkan oleh bahasa asing di negaranya sendiri. Bahasa Indonesia semakin hari semakin dilupakan. Banyak istilah-istilah asing yang digunakan dalam kegiatan sehari-hari pada setiap aspek kehidupan. Dengan perancangan media pembelajaran BIPA dalam bentuk deretan gambar yang memiliki keterkaitan satu sama lain. Kesesuaian pemilihan gambar dengan nyanyian, juga membantu peserta didik dalam pemahaman pengenalan kata, jenis, dan fungsinya.Terbukti dengan tingkat semangat dan motivasi peserta didik yang tinggi serta kaktifan dlaam kegiatan pembelajaran, memicu hasil yang baik atas pemahaman serta pengaplikasian belajar Bahasa Indonesia Penutur Asing (BIPA). Dapat dibuktikan dengan semakin banyaknya penguasaan kosakata Bahasa Indonesia peserta didik serta bahasa baku dalam tindak tutur peserta didik, serta dapat dilihat dari banyaknya hasil belajar berupa karya-karya dari setiap materi pembelajaran. Kata kunci: Teknik, Media, Belajar, BIPA.
PERUBAHAN PELAFALAN BUNYI [s] DAN [r] OLEH PEMELAJAR BIPA KOREA TINGKAT DASAR (KAJIAN FONETIK) Naufalia, Afina; Indrayani, Lia Maulia
Jurnal Sasindo UNPAM Vol. 10 No. 2 (2022): Jurnal Sasindo UNPAM
Publisher : Universitas Pamulang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32493/sasindo.v10i2.74-85

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh perbedaan pelafalan berbagai bunyi bahasa Indonesia oleh pemelajar BIPA asal Korea, salah satunya adalah fonem [s] dan [r]. Perbedaan tersebut disebabkan oleh perbedaan aturan fonologi antara bahasa dengan bahasa Korea. Dalam bahasa Indonesia, huruf s dilafalkan dengan [s] sedangkan di dalam bahasa Korea, bisa dilafalkan dengan [s] dan [Å¡]. Begitu pun pada fonem /r/ yang dalam bahasa Korea bisa dilafalkan dengan [r] atau [l]. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perbedaan pelafalan fonem oleh pemelajar BIPA Korea ketika melafalkan kosakata bahasa Indonesia dan mendeskripsikan perbedaan sistem fonologi antara bahasa Korea dengan bahasa Indonesia sebagai penyebab perubahan pelafalan fonem tersebut. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan subjek penelitiannya adalah pemelajar asal BIPA Korea tingkat dasar sebanyak 18 pemelajar dari Balai Bahasa UPI. Penelitian dilakukan dengan teknik wawancara. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, disimpulkan hasil bahwa sebanyak 40 bunyi [s] dilafalkan berbeda oleh pemelajar BIPA, yaitu menjadi bunyi [Å¡]. Selanjutnya, perubahan pelafalan bunyi [r] terjadi sebanyak 27 jenis masalah yang dilafalkan menjadi [l]. Perbedaan pelafalan tersebut disebabkan oleh adanya interferensi bahasa ibu pemelajar BIPA ketika melafalkan bunyi bahasa Indonesia. Hasil temuan dalam ini, yakni berupa data perbedaan pelafalan fonem oleh pemelajar BIPA Korea dan data berupa perbedaan sistem fonologi bahasa Indonesia dan bahasa Korea bisa dimanfaatkan oleh pengajar BIPA sebagai bahan pembelajaran agar pemelajar bisa beradaptasi melafalkan bunyi bahasa Indonesia. Hal ini karena pelafalan adalah aspek penting dalam pembelajaran bahasa kedua. Peneliti berharap penelitian ini bisa memperkaya penelitian dalam bidang BIPA dan Fonologi.
ANALISIS KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN PADA MAHASISWA BIPA TINGKAT 1: PERSPEKTIF KOGNITIF Aulia, Ramadhani Putri; Rohmah, Naelur; Setiana, Leli Nisfi
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 13, No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.13.2.75-83

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan membaca permulaan mahasiswa BIPA tingkat 1 dari perspektif kognitif yang meliputi aspek pemahaman, ketepatan, dan kesesuaian. Membaca permulaan merupakan keterampilan dasar yang penting dalam pembelajaran Bahasa Indonesia bagi penutur asing karena menjadi landasan bagi penguasaan kemampuan berbahasa yang lebih kompleks. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan instrumen berupa tes pilihan ganda yang diberikan kepada tujuh mahasiswa BIPA tingkat pemula. Tes ini dirancang untuk mengukur sejauh mana mahasiswa mampu memahami isi teks sederhana, melafalkan kata dengan benar, serta menyesuaikan makna bacaan dengan konteks kalimat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan membaca permulaan mahasiswa BIPA bervariasi, dengan sebagian besar mahasiswa berada pada kategori sedang hingga cukup. Aspek pemahaman menjadi faktor paling dominan dalam menentukan keberhasilan membaca, ditunjukkan oleh mahasiswa yang memiliki pemahaman baik dan mampu mengenali informasi penting dalam teks. Sementara itu, aspek ketepatan memperoleh nilai relatif rendah akibat pengaruh sistem fonologi bahasa ibu yang berbeda dari bahasa Indonesia. Aspek kesesuaian juga menunjukkan variasi nilai, mencerminkan perbedaan kemampuan mahasiswa dalam mengaitkan makna antar kalimat. Hasil ini sejalan dengan teori kognitif yang menekankan bahwa membaca melibatkan proses mental yang kompleks, mencakup pengenalan simbol, asosiasi makna, dan penalaran kontekstual. Oleh karena itu, diperlukan strategi pembelajaran yang memperkuat kemampuan kognitif mahasiswa melalui latihan membaca yang kontekstual dan bertahap agar kemampuan membaca permulaan dapat berkembang secara optimal.
PENGEMBANGAN E-COMIC BERBASIS PLURIKULTURAL BERBANTUAN AI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERBICARA PEMELAJAR BIPA Rahma, Aulia; Asteria, Prima Vidya
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 13, No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.13.2.14-23

Abstract

Media BIPA yang menggabungkan budaya dan pembelajaran bahasa masih sangat kurang, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran e-comic berbasis plurikultural berbantuan AI untuk meningkatkan kemampuan berbicara pemelajar BIPA level dasar yang valid. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan (R&D) model Borg & Gall yang diadaptasi menjadi 7 langkah. Subjek penelitian ini adalah pemelajar BIPA level 1 Universitas Negeri Surabaya berjumlah empat dari tiga negara berbeda. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah, wawancara, studi dokumen, dan angket validitas. Adapun instrumen penelitian yang digunakan yakni, pedoman wawancara, dan angket validitas. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan teknik kualitatif dan teknik kuantitatif. Hasilnya penelitian ini berhasil mengembangkan produk e-comic berbasis plurikultural berbantuan AI deangan menyelesaikan 7 langkah proses pengembangan yakni, (1) Potensi dan Masalah; (2) Pengumpulan Data; (3) Desain Produk; (4) Validasi Desain; (5) Revisi Desain; (6) Uji Coba Produk; (7) Revisi. Adapun kevalidan media dinyatakan sangat layak atau valid sesuai kategori penilaian karena memperoleh nilai kevalidan sebesar 98,8%. Dengan demikian penelitian ini berhasil mengembangkan media e-comic berbasis plurikultural berbantuan AI untuk meningkatkan kemampuan berbicara pemelajar BIPA level dasar yang sangat valid.
STRATEGI METAKOGNITIF DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BAGI PEMELAJAR BIPA UNIVERSITAS MULAWARMAN Zakaria, Masduki; Asih, Yuni Utami; Putri, Nia Novita; Hidayah, Isnaini Rahmah
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 13, No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.13.2.55-64

Abstract

Dalam konteks pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA), strategi metakognitif berperan penting dalam membantu pemelajar merencanakan, memantau, dan mengevaluasi proses belajar mereka. Meskipun sejumlah penelitian sebelumnya menegaskan efektivitas strategi metakognitif dalam pembelajaran bahasa kedua, kajian yang secara khusus menyoroti strategi metakognitif pada pembelajaran BIPA masih terbatas. Sebagian besar studi BIPA lebih menekankan pada metodologi pengajaran, integrasi budaya, atau pemanfaatan teknologi, tanpa menyelami secara mendalam pengalaman personal pemelajar. Hal ini menimbulkan kesenjangan penelitian, sebab sejauh ini belum ada kajian yang berfokus langsung pada penerapan strategi metakognitif dalam konteks BIPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengisi kesenjangan tersebut dengan menggunakan pendekatan mixed methode. Partisipan penelitian terdiri atas lima mahasiswa asing dari Polandia, Madagaskar, dan Thailand yang mengikuti program darmasiswa BIPA Universitas Mulawarman. Data dikumpulkan melalui kuesioner strategi metakognitif (20 item, 8 dimensi) setelah mereka menempuh 9 bulan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh partisipan menerapkan strategi metakognitif, dengan kecenderungan kuat pada aspek perhatian umum (80% selalu memilih cara termudah memahami materi) dan manajemen diri (50% selalu, 40% sering mencari informasi saat kesulitan). Namun, kelemahan menonjol terdapat pada aspek evaluasi diri, di mana 44% mahasiswa hanya kadang-kadang melakukan refleksi terhadap pencapaian belajar. Temuan ini menegaskan bahwa strategi metakognitif memberikan kontribusi signifikan terhadap kemandirian belajar pemelajar BIPA, khususnya dalam hal kesadaran memilih strategi belajar, kemampuan monitoring, serta fleksibilitas menyesuaikan pendekatan. Namun, rendahnya kemampuan evaluasi diri menunjukkan bahwa proses metakognisi belum berjalan menyeluruh, sehingga kemandirian belajar belum sepenuhnya optimal. Novelty penelitian ini terletak pada fokus kajian yang secara eksplisit menyoroti penggunaan strategi metakognitif dalam pembelajaran BIPA sebuah area yang sebelumnya belum pernah diteliti secara mendalam. Penelitian selanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi faktor budaya dan latar pendidikan asal mahasiswa yang memengaruhi praktik refleksi, serta merancang intervensi pedagogis untuk memperkuat aspek evaluasi diri pemelajar BIPA.
OTHERING DAN SELF-BRANDING: SUBALTERNITAS DAN POLITIK REPRESENTASI INDONESIA DALAM BUKU AJAR BIPA Fawaid, Achmad; Arum, Dewi Puspa; Huda, Miftahul
Jurnal Pendidikan Bahasa Indonesia Vol 13, No 2 (2025): Juli - Desember 2025
Publisher : PBSI, FKIP UNISSULA, Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30659/jpbi.13.2.1-13

Abstract

Program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) telah berkembang menjadi instrumen diplomasi budaya yang tidak hanya mengajarkan bahasa, tetapi juga mereproduksi representasi ideologis tentang Indonesia. Penelitian ini bertujuan menelaah bagaimana praktik othering, self-branding, dan subalternitas pembelajar asing diproduksi dalam kurikulum BIPA melalui teks dan visual. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan Analisis Wacana Kritis Multimodal yang memeriksa struktur linguistik, ikonografi, dan penanda ideologis dalam buku ajar BIPA level 1–7. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum BIPA secara konsisten menempatkan pembelajar asing sebagai “subjek yang lain” melalui pronomina eksklusif, modalitas normatif, dan visualisasi asimetris; bahwa Indonesia direpresentasikan melalui penyederhanaan identitas nasional yang positif dan strategis untuk kepentingan diplomasi budaya; dan bahwa pembelajar asing cenderung diposisikan sebagai subaltern yang tidak diberi ruang suara dalam konstruksi wacana pembelajaran. Implikasi penelitian menegaskan perlunya desain kurikulum yang lebih dialogis, inklusif, dan sensitif terhadap agensi pembelajar asing dalam konteks pendidikan bahasa.

Page 112 of 118 | Total Record : 1176