Filter By Year

1945 2024


Found 896 documents
Search Pengembangan Modul Ajar PTK

Pengembangan Modul Ajar Interaktif Berbasis PBL dengan Pendekatan CRT Menggunakan Articulate Storyline (Modul Interaktif Artleap) Untuk Menguatkan Keterampilan Berpikir Kritis Bagi Siswa Sekolah Dasar Thalib, Azizah; Asriani, Asriani; Rizal, Rizal; Lapasere, Sisriawan; Noviana, Firta; Sakinah, Sakinah
Publikasi Pendidikan Vol 15, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/publikan.v15i2.71493

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan Modul Ajar Interaktif Berbasis PBL dengan pendekatan CRT menggunakan Articulate storyline (Modul Interaktif Artleap) bagi guru SD untuk menguatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Selain itu menghasilkan referensi bahan ajar bagi guru dalam kegiatan pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah Reseach and Development (R&D). Prosedur pengembangan menggunakan model pengembangan 4D dengan 4 tahapan. Subjek uji coba yaitu guru dan peserta didik kelas V sekolah dasar. Instrumen pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, lembar angket dan tes hasil belajar. Analisis data menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Hasil rata-rata validasi ahli media 87,5% dengan kategori sangat valid, ahli materi 81,25% dengan kategori sangat valid, hasil uji kepraktisan pengguna melalui respon guru 91,1% dengan kategori sangat praktis. Hasil tersebut menunjukkan modul interaktif artleap termasuk kategori valid dan praktis. Hasil uji keefektifan modul ajar interaktif Artleap terhadap keterampilan berpikir kritis siswa. Dengan menggunakan uji Wilcoxon Ranking Test diperoleh nilai signifikansi 0,000 < 0,05 maka menerima hipotesis Ha dan menolak Ho. Artinya modul interaktif artleap efektif  meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa. Sehingga disimpulkan modul interaktif artleap dapat memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif meningkatkan keterampilan berpikir kritis  siswa.
Pengembangan Bahan Ajar Modul Berbasis CTL Sebagai Bagian Dari Pengembangan SSP Sari Yustiana; Rida Fironika Kusumadewi
Jurnal Ilmiah KONTEKSTUAL Vol. 1 No. 02 (2020): Februari
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Muhadi Setiabudi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46772/kontekstual.v1i02.155

Abstract

Kebutuhan pendidik akan adanya Subject Specific Pedagogy (SSP) yang inovatif dan sistematis menjadi dasar pengembangan produk. Salah satu bagian dari SSP adalah bahan ajar dalam bentuk modul pada mata kuliah Konsep Dasar PKn SD. Sebagai bahan ajar yang inovatif, modul yang dikembangkan berbasis CTL. Dimana materi yang dirancang dekat dengan peserta didik, nyata, dan bermakna. Motode penelitian menggunakan research and development (RnD) dengan desain Four D meliputi Define, Design, Develop, Desseminate. Instrumen penelitian berupa lembar validasi produk, serta angket respon peserta didik. Validasi oleh ahli menggunakan rumus Aiken’V dengan hasil 0,70 kriteria “Valid”. Pada tahap uji coba terbatas diberikan angket respon peserta didik dengan skor 28 dari maksimal skor 35 sehingga pada kategori “Baik”. Tahap Uji Coba Lebih Luas juga diberikan angket respon peserta didik dengan hasil skor 34 dari skor maksimal 35 sehingga berkategori “Sangat Baik”, sehingga produk dapat dikatakan layak. Setelah direvisi dan didapatkan produk final, kemudian disebarluaskan dengan memberikan kepada peserta didik
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS KURIKULUM MERDEKA SEBAGAI BENTUK PENINGKATAN KOMPETENSI GURU DALAM PENGEMBANGAN PROFESI GURU BAHASA INGGRIS SMP KOTA TASIKMALAYA Metty Agustine Primary; Rahmat, Rahmat; Neni Marlina; Fera Sulastri
Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2024): Februari
Publisher : FKIP Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppm.v7i1.6158

Abstract

Salah satu kompetensi guru yang menjadi faktor penting dalam keberhasilan pelaksanaan sebuah kurikulum pendidikan adalah kompetensi pedagogi guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran. Saat ini kurikulum yang mulai diperkenalkan dan mulai diimplementasikan di sekolah di Indonesia adalah Kurikulum Merdeka. Dalam kurikulum tersebut guru dituntut untuk mampu mengembangkan modul ajar yang merupakan dasar untuk dapat melaksanakan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). Untuk meningkatkan setidaknya perlu ada terobosan inovatif bagi para guru dalam memahami dan meningkatkan pengetahuan mengenai IKM pada umumnya dan Modul Ajar pada khususnya. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui dampak dari sebuah pelatihan dan pendampingan dalam menyusun modul ajar Bahasa Inggris kepada guru-guru SMP di Kota Tasikmalaya melalui program Pengabdian Pada Masyarakat (PPM) skema Program Kemitraan Masyarakat Universitas Siliwangi tahun 2023. Dalam melaksanakan PPM ini, dilakukan dengan dua metode yaitu ceramah dan diskusi kelompok terarah yang diisi dan didampingi oleh para narasumber terlatih. Dari hasil pengabdian diperoleh draf modul ajar hasil kerja para guru selama kurang lebih 30 hari dan juga perubahan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menyusun modul ajar sebelum dan sesudah pendampingan melalui angket.
Pengembangan Bahan Ajar E-Modul Berbantuan Flip PDF Professional Pada Mata Kuliah Pengembangan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini Sari, Dwi Lyna; Ismawati, Dwi; Afrodita, Meli; Retnaningsih, Lina Eka; Lazfihma, Lazfihma
JCE (Journal of Childhood Education) Vol 7 No 2 (2023): JCE (Journal of Childhood Education) September-February
Publisher : Universitas Islam Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jce.v7i2.1833

Abstract

Berdasarkan temuan awal yang dilakukan oleh peneliti, terungkap bahwa belum ada bahan ajar yang secara khusus difokuskan pada mata kuliah pengembangan kemampuan motorik halus anak usia dini. Pembelajaran saat ini masih terbatas pada metode konvensional, yang menyebabkan kurangnya motivasi dan keterlibatan mahasiswa dalam proses pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengembangkan serta menilai kevalidan e-modul berbantuan Flip PDF Professional pada mata kuliah Pengembangan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia Dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan R&D dengan model 4D (Define, Design, Develop, dan Dissemination). Tingkat validitas modul ini sangat tinggi, dengan persentase validitas dari ahli materi mencapai 92%, ahli media mencapai 90% dan ahli bahasa mencapai 87%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa e-modul berbantuan Flip Pdf Professional pada mata kuliah Pengembangan Kemampuan Motorik Halus anak usia dini yang dikembangkan menggunakan model 4D tersebut dapat dianggap layak digunakan, sebagaimana terkonfirmasi melalui uji validitas yang melibatkan ahli materi, ahli media dan ahli bahasa.
ANALISIS HASIL PENELITIAN PENGEMBANGAN BAHAN AJAR DAN MODUL PEMBELAJARAN AKUNTANSI DI SMK PENDUKUNG IMPLEMENTASI KURIKULUM 2013 Hakim, Luqman; Susilowibowo, Joni; Widayati, Irin
Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Akuntansi dan Keuangan 2015: Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Akuntansi dan Keuangan
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Akuntansi dan Keuangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.102 KB)

Abstract

Pelaksanaan kurikulum 2013 membawa konsekuensi perubahan paradigma pembelajaran. Menurut Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebuayaan RI, nomor 103, 2014) menyebutkan Pembelajaran adalah proses interaksi antarpeserta didik dan antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran dilaksanakan berbasis aktivitas dengan karakteristik: interaktif dan inspiratif; menyenangkan, menantang, dan memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif; kontekstual dan kolaboratif; memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian peserta didik; dan sesuai dengan bakat, minat, kemampuan, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Mengacu pada karakteristik pembelajaran tersebut maka strategi, model, dan metode pembelajaran harus mampu mewujudkan karakteristik Pembelajaran yang dimaksud. Artikel ini bertujuan menganalisis hasil hasil penelitian yang dapat menunjang implementasi kurikulum 2013 pada pendidikan menengah khususnya Program keahlian Keuangan Bidang Keahlian Bisnis dan Manajemen SMK. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah kajian literatur. Penelitian yang menjadi bahan analisis difokuskan pada penelitian-penelitian pengembangan bahan ajar atau modul pembelajaran. Hasil penelitian ini  menunjukkan beberapa hasil penelitian pengembangan yang menjadi bahan telaah  inovasi yang dihasilkan mampu mendukung implementasi kurikulum 2013. Kata kunci: Manfaat, Bahan Ajar, Modul, Pembelajaran, Akuntansi, SMK, Kurikulum 2013.
Pengembangan Modul Fisika Kelas VII SMP/MTs Berbasis Interelasi Al-Qur’an Dan Sains Pada Materi Ajar Kalor Nurhafizah, Nurhafizah; Zainuddin, Zainuddin
Berkala Ilmiah Pendidikan Fisika Vol 3, No 1 (2015): Februari 2015
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/bipf.v3i1.759

Abstract

The low of student learning outcomes in learning physics because the response to science learning still low and lack of availability of physics module SMP/MTs which connect Qur’an with science. It is necessary for research that aims to determine the feasibility of physics module class VII SMP/MTs based interrelation of the Quran and science. The special purpose, namely: (1) the validity of the module, (2) implemented of RPP, (3) student learning outcomes, and (4) student’s response. The development of physics module refers to the ADDIE model, namely: (1) analysis, (2) design, (3) development, (4) implementation, and (5) evaluation. Subjects were 33 students of class VII B SMP State 17 Banjarmasin academic year 2013/2014 as a test grade. Data collection technique used instrument validation module, observations, test results of students’ learning and questionnaire responses. The results of research and development showed that: (1) the validity of modules on validation material is excellent category, validation media is excellent category, and validation interrelation is good category, (2) implemented of RPP in the excellent category, (3) student learning outcomes at the first meeting in quite effective category, second meeting in quite effective category, and third meeting in less effective category, (4) students’ response in good category. We concluded that the feasibility of the physics module class VII SMP/MTs based interrelation of the Quran and science in the worthy category.  
PENGEMBANGAN MODUL TEKNIK BUDIDAYA TANAMAN KEDELAI SEBAGAI BAHAN AJAR SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN Maria Monicha Faot; Siti Zubaidah; Heru Kuswantoro
Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian, dan Pengembangan Vol.1, No.7, Juli 2016
Publisher : Graduate School of Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (432.228 KB) | DOI: 10.17977/jp.v1i7.6587

Abstract

Modules are printed instructional materials were studied independently by students to achieve the expected competencies. The module was developed based on research by the authors of the correlation and path analysis of agronomic characters some promising lines resistant soy CpMMV (cowpea mild mottle virus). This study aims to produce modules soybean crop cultivation techniques as teaching material vocational students. Module development using the 4D model Thiagarajan. Results matter expert validation criteria of 79,55% with "good" and the expert module development amounted to 94.23% with the criteria of "very good”.Modul merupakan bahan ajar cetak yang dipelajari secara mandiri oleh siswa untuk mencapai kompetensi yang diharapkan. Modul dikembangkan berdasarkan hasil penelitian oleh penulis mengenai korelasi dan analisis jalur karakter agronomi beberapa galur harapan kedelai tahan CpMMV (cowpea mild mottle virus). Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan modul teknik budidaya tanaman kedelai sebagai bahan ajar siswa SMK. Pengembangan modul menggunakan model 4D Thiagarajan. Modul divalidasi oleh ahli materi, ahli pengembangan modul dan praktisi oleh guru. Hasil validasi ahli materi sebesar 79,55% dengan kriteria “baik”, ahli pengembangan modul sebesar 94,23% dengan kriteria “sangat baik”.
Workshop Pengembangan Bahan Ajar Modul Berdasarkan Pendekatan Scientific Pada Kurikulum 2013 Sebagai Sumber Pembelajaran Guru SMK Di Kabupaten Bekasi Sumiati, Ati; Widyastuti, Umi; Sariwulan, Tuti
Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani (JPMM) Vol. 1 No. 1 (2017): Jurnal Pemberdayaan Masyarakat Madani (JPMM)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.135 KB) | DOI: 10.21009/JPMM.001.1.07

Abstract

Guna menciptakan pembelajaran yang bertujuan mencapai kompetensi sesuai profil kemampuan tamatan pada Kurikulum 2013 diperlukan kemampuan guru untuk dapat mengembangkan secara tepat. Dengan pendekatan scientific diharapkan siswa dapat menguasai kompetensi-kompetensi secara utuh, sesuai dengan kecepatan belajarnya serta penyediaan bahan ajar modul yang disusun dan di rancang agar siswa lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran tersebut. Metode kegiatan di lakukan dengan ceramah, panel, diskusi kelompok dan praktek untuk merancang dan menyusun pengembangan bahan ajar modul sebagai sumber pembelajaran dengan pendekatan scientific serta dengan media yang menarik dan interaktif.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR KIMIA UNSUR BERBASIS INKUIRI TERBIMBING FASE DEVELOPMENT UNTUK MAHASISWA PENDIDIKAN KIMIA Adriani, Nina; Silitonga, Friska Septiani
Jurnal Zarah Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Zarah
Publisher : Program Studi Pendidikan Kimia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.698 KB)

Abstract

Pembelajaran kimia merupakan salah satu pembelajaran yang memerlukan keterampilan dalam memecahkan masalah-masalah ilmu kimia berupa teori, konsep, hukum, dan fakta. Untuk menguasai suatu mata kuliah diperlukan berbagai sarana atau pun alat berupa bahan ajar guna mempermudah proses belajar mengajar, salah satu hal yang penting adalah modul ajar. Tujuan penelitian ini adalah: 1) mengembangkan modul ajar kimia unsur berbasis inkuiri terbimbing pada mahasiswa pendidikan kimia , 2) menguji validitas dari modul kimia unsur yang dikembangkan. Penelitian ini merupakan penelitian dan pengembangan yang dilakukan dengan menerapkan model pengembangan ADDIE tetapi hanya pada tahap pendefinisian, perancangan dan pengembangan modul ajar. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan&nbsp; instrumen validasi. Pengembangan modul ajar kimia unsur berbasis inkuiri terbimbing dalam pembelajaran kimia&nbsp; dapat meningkatkan keaktifan dan kemampuan yang dimiliki oleh peserta didik untuk mencari dan menyelesaikan permasalahan secara sistematis, logis, dan analitis pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia.
Pengembangan Bahan Ajar Modul Berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) Kelas IV Tema 3 Subtema 1 Sulistyowati, Prihatin; Putri, Novita Martika
Jurnal Pendidikan (Teori dan Praktik) Vol 3, No 1 (2018): Volume 3, Nomor 1, April 2018
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jp.v3n1.p1-6

Abstract

Proses pembelajaran pada Kurikulum 13 memerlukan komponen pendukung berupa bahan ajar. Bahan ajar yang praktis dapat berupa modul. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan produk berupa bahan ajar modul berbasis Contextual Teaching and Learning (CTL) pada kelas IV Tema 3 Subtema 1. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan berdasarkan Model 4D yang dimodifikasi oleh peneliti dari 4 langkah menjadi 3 langkah penelitian. Validasi oleh tim pakar, validasi oleh peer reviewer,Uji coba lapangan terbatas terhadap 10 siswa SDN Bandungrejosari 2 Kota Malang, lembar observasi pengamatan aktivitas guru dan siswa. Efektifitas modul dari hasil belajar siswa berupa soal tes. Aspek kelayakan isi, penyajian, kebahasaan dan penilaian kontekstual masing-masing sebesar 92,71%, 91,5%, 93,06%, dan 92% yang berarti “Sangat Layak”. Validasi yang dilakukan oleh guru kelas IV SD dengan presentase 93,75% yang berarti “Valid”. Diharapkan penelitian selanjutnya dapat mengembangkan produk ini dengan melakukan uji coba kelompok besar dan produk dapat disebar luaskan.AbstractThe learning process on Curriculum 13 requires supporting components in the form of teaching materials. Practical teaching materials can be modules. The purpose of this research is to develop the product in the form of teaching materials of module based on Contextual Teaching and Learning (CTL) in Grade IV of Theme 3 Subtema 1. This type of research is a research development based on 4D model modified by researchers from 4 steps into 3 research steps. Validation by expert team, validation by peer reviewer, Field trial limited to 10 students of SDN Bandungrejosari 2 Malang, observation observation sheet of teacher and student activity. Effectiveness module is taken from student learning result in the form of test question. The results of the assessment of the appropriateness of content, presentation, compliance and contextual valuation were 92.71%, 91.5%, 93.06%, and 92%, respectively, meaning "Very Eligible". The results of the assessment of the validation conducted by fourth grade elementary school teachers with a percentage of 93.75% which means "Valid". It is expected that further research can further develop this product by conducting large group trials and products can be disseminated.

Page 2 of 90 | Total Record : 896