Filter By Year

1945 2024


Found 896 documents
Search Pengembangan Modul Ajar PTK

Pelatihan Pengembangan Modul Ajar dengan Pembelajaran Berbasis Proyek dan STEAM-H di Sekolah Adiwiyata MIS Handapherang Fatimah, Ai Tusi; Adnan, Bahana Aditya; Rinaldi, Feri Bakhtiar
Abdimas Galuh Vol 6, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v6i1.12448

Abstract

Sekolah Adiwiyata memiliki peluang yang baik untuk melaksanakan pembelajaran berbasis proyek dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Perencanaan pembelajaran dengan pembuatan modul ajar kurikulum Merdeka merupakan langkah awal untuk mengimplementasikannya. Pelatihan pengembangan modul ajar pada pembelajaran berbasis proyek dengan STEAM-H (science, technology, engineering, agriculture, mathematics, and health) di MIS Handapherang merupakan kegiatan awal untuk mendukung implementasi pembelajaran berbasis proyek dengan integrasi lintas mata pelajaran. Alat dan bahan yang digunakan dalam pelatihan terutama alat dan bahan menanam sayuran sebagai sumber belajar bagi peserta didik. Metode pelatihan adalah ceramah, diskusi, dan demonstrasi. Ceramah dan diskusi dilakukan dalam penyampaian materi tentang rencana pembelajaran pada kurikulum merdeka berdasarkan regulasi pendididikan, langkah-langkah pembelajaran berbasis proyek, dan pendekatan pembelajaran STEAM-H. Demonstrasi dilakuakn untuk memperkenalkan teknik membuat koneksi capaian pembelajaran dengan proyek menanam sayuran untuk mendukung PRLH. Diskusi grup dibagi sesuai dengan capaian pembelajaran setiap fase capaian pembelajaranyang terdiri dari A, B, dan C. Hasil pelatihan menunjukkan bahwa pengetahuan guru meningkat dengan persentase kategori peningkatan 43% tinggi, 48% sedang, dan 9% rendah.. Modul ajar mengintegrasikan mata pelajaran matematika dan IPAS (Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial) dengan proyek menanam sayuran yang melibatkan lima disiplin ilmu yaitu sains tentang pertumbuhan tanaman, teknologi dan teknik tentang sistem hidroponik, pertanian tentang teknik menanam, matematika tentang perhitungan alat, bahan, dan proses menanam, serta Kesehatan tentang asupan sayuran sebagai makanan sehat. Hasil pengembangan modul ajar mendukung penerapan PRLH (Perilaku Ramah Lingkungan Hidup) di sekolah Adiwiyata.
Pembentukan Karakter Profil Pelajar Pancasila dalam Pengembangan Modul Ajar Sutrisno, Sutrisno; Sunarto, Sunarto; Rahmawati, Ida Yeni
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 6 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i6.4472

Abstract

Modul ajar sebagai bentuk perangkat pembelajaran yang efektif di gunakan masih mengalami kendala baik dalam format penyusunan materi maupun pengembangan media yang digunakan, maka perlu dilakukan analisis dan evaluasi penyebabnya agar aktualisasi nilai-nilai profil pelajar Pancasila dapat teraktualisasi dengan baik dan efektif. Penelitian ini memiliki tujuan agar dapat memberikan gambaran spesifik tentang konseptual penyusunan modul ajar penguatan profil pelajar Pancasila yang efektif dari aspek perencanaan, pelaksanaan dan evaluasinya. Penelitian ini merupakan penelitian Kualitatif dengan pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi pada guru pendidikan anak usia dini di Ponorogo. Teknik analisis data dengan reduksi, display dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa desain kerangka karakteristik modul ajar harus berorientasi pada pengembangan dimensi karakter peserta didik, sarana dan prasarana pendukung serta pendekatan berbasis kontekstual.
Pengembangan Modul Ajar Berbasis Flip HTML 5 pada Mata Pelajaran PDTM di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Banda Aceh Erlanda, Rendi; Yufrizal, Yufrizal
MASALIQ Vol 4 No 1 (2024): JANUARI
Publisher : Lembaga Yasin AlSys

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58578/masaliq.v4i1.2091

Abstract

This study aims to develop teaching modules in the form of learning modules at vocational schools in Banda Aceh. This research applies the R&D development model in the field of education in accordance with the 4D model reference which was carried out in FY 2022/2023 even semester. The 4D model steps include steps or stages which include, defining, designing, developing, and disseminating stages. Research data were obtained using a validation sheet in the form of a questionnaire. Data analysis used in the form of quantitative descriptive statistics, namely examining data by describing the data collected. The results of this module development research were declared feasible to be used as independent learning media for students, based on the results of the validity of the material experts obtained a final value of V of 0.842 and media experts of 0.909 with valid criteria. Based on the results of the assessment of the validity of the developed module, it can be concluded that the PDTM learning module for class X Machining Engineering developed is suitable for use as an additional learning medium for students.
Pengembangan Modul Bahan Ajar Berbasis Problem Base Learning Berbantuan Media QR-CODE Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas VI SD Negeri 125138 Pematang Siantar Herlina Hotmadinar Sianipar; Osco Parmonangan Sijabat; Melvin Simanjuntak; Betti Sinaga
Jurnal Diversita Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v9i2.9689

Abstract

Adanya tuntutan pada mata pelajaran berbasis sosial salah satunya IPS adalah kemampuan peserta didik tidak bersifat konseptual yang artinya peserta didik akan lebih banyak menghadapi kondisi nyata masalah di kehidupan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan kondisi, proses pengembangan, karakteristik, evektifitas dan kemenarikan modul bahan ajar PBL berbantuan media Qr Code sebagai sumber belajar yang sesuai dengan kebutuhan pembelajaran. Penelitian merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan pendekatan ADDIE. Pendekatan ADDIE yang dikembangkan oleh Robert Maribe Branch, yang memiliki langkah dalam mengembangkan produk, yaitu Analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Populasi penelitian ini berjumlah 30 orang siswa kelas VI SD Negeri 125138 Pematangsiantar. Berdasarkan hasil pengolahan data dapat disimpulkan hasil validasi ahli desain didapatkan nilai persentase sebesar 81,30%, dengan memenuhi kriteria “baik”, ahli materi dengan nilai persentase sebesar 92,50% dengan memenuhi kriteria “sangat baik”, ahli bahasa dengan nilai persentase sebesar 88,50% dengan memenuhi kriteria “sangat baik” artinya dari ketiga uji validasi tersebut layak untuk diujikan kepada peserta didik, dan hasil uji coba kelompok kecil dengan hasil persentase sebesar 84%, dengan kesimpulan layak untuk digunakan oleh peserta didik.
Pelatihan Pengembangan Modul Ajar terintegrasi Karakter pada Implementasi Kurikulum Merdeka bagi Guru Sekolah Dasar Muhsinah Annisa; Faqihatuddiniyah Faqihatuddiniyah; Syafira Salsabila; Sri Indriyati Nur Khalisa; Zeni Sarah
J-ABDIPAMAS (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Vol 8, No 1 (2024): April 2024
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/j-abdipamas.v8i1.3596

Abstract

ABSTRACTThe purpose of this training is to improve teacher professionalism through the development of character-integrated teaching modules on the implementation of the Merdeka curriculum. This activity participants were teachers of SDN Sungai Miai 5 Banjarmasin. This community service activity is in the form of training conducted in the form of classical and group and mentoring which is carried out continuously for 3 months of activity implementation. Community service activities in the form of training in developing character-integrated teaching modules on the implementation of the Merdeka Belajar curriculum for elementary school teachers at SDN Sungai Miai 5 Banjarmasin were carried out on August 28, 2023. Apart from conducting training, the service team also provided assistance for teachers in developing teaching module designs on the implementation of the Merdeka curriculum. The number of teachers involved in this training activity was 30 people. Overall, this activity went smoothly, this was marked by a very positive response from the participants to the material presented. The participants were actively involved in this training process, by asking questions and interacting with the presenters. This positive response reflects the participants' high level of engagement in learning, which in turn can have a positive impact on their understanding of the material presented. Keywords: teaching module, character, independent curriculum implementation ABSTRAKTujuan pelatihan ini adalah meningkatkan profesionalisme guru melalui pengembangan modul ajar terintegrasi karakter pada Impelemtasi kurikulum Merdeka. Sasaran kegiatan ini adalah seluruh guru di sekolah perwakilan guru-guru SDN Sungai Miai 7 Banjarmasin. Peserta pelatihan diharapkan berjumlah 30 orang.  Program kemitraan masyarakat  ini  berupa pelatihan yang dilakukan dalam bentuk klasikal dan kelompok serta pendampingan yang dilakukan secara berkesinambung selama 3 bulan pelaksanaan kegiatan. Kegiatan pengabdian pada masyarakat berupa Pelatihan Pengembangan Modul Ajar Terintegrasi Karakter Pada Implementasi Kurikulum Merdeka Belajar Bagi Guru Sekolah Dasar SDN Sungai Miai 5 Banjarmasin dilaksanakan tanggal 28 Agustus 2023. Selain melakukan pelatihan, tim pengabdian juga melakukan pendampingan bagi guru dalam mengembangkan perancangan modul ajar pada implementasi kurikulum Merdeka. Jumlah guru yang telibat dalam kegiatan pelatihan ini adalah 30 orang. Secara keseluruhan kegiatan ini berjalan dengan lancer, hal ni ditandai dengan respon yang sangat positif dari para peserta terhadap materi yang disampaikan. Para peserta secara aktif terlibat dalam proses pelatihan ini, dengan bertanya dan berinteraksi dengan pemateri. Respons positif ini mencerminkan tingkat keterlibatan yang tinggi dari peserta dalam pembelajaran, yang pada gilirannya dapat berdampak positif pada pemahaman mereka tentang materi yang disampaikan.  Kata Kunci: modul ajar, karakter, implementasi kurikulum merdeka
Pengembangan Modul Ajar Baju Daerah Sunda untuk Siswa di RA As Sunnah Kota Sukabumi Siti Hilma Malihah; Elnawati Elnawati; Alfian Ash-Shidiqi Poppariyana
SELING: Jurnal Program Studi PGRA Vol 10 No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Program Studi PGRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29062/seling.v10i1.2142

Abstract

Dewasa ini pengembangan adalah suatu proses merencanakan pembelajaran secara logis, dan sistematis dalam rangka untuk menetapkan segala sesuatu yang akan dilaksanakan dalam proses kegiatan belajar dengan memperhatikan potensi dan kompetensi peserta didik. Modul ajar kerap menjadi bahan perbincangan guru di sekolah seluruh jenjang, baik tingkat dasar, menengah dan atas. Pada dasarnya modul ajar merupakan materi pembelajaran yang disusun secara ekstensif dan sistematis dengan acuan prinsip pembelajaran yang diterapkan guru kepada siswa pada kurikulum terbaru yaitu Kurikulum Operasional Satuan Pendidikan atau yang biasa disebut sebagai Kurikulum Merdeka. Modul ajar merupakan dokumen yang berisi tujuan, langkah, dan media pembelajaran, serta asesmen yang dibutuhkan dalam satu topik berdasarkan alur tujuan pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengembangan modul ajar baju daerah sunda untuk siswa di RA As-Sunnah Kota Sukabumi. Penelitian ini menggunakan metode research and development (R&D) atau penelitian dan pengembangan dengan menggunakan model pengembangan ADDIE (Analyze, Design, Develop, Implement, dan Evaluate). Pengumpulan data yang digunakan peneliti yaitu lembar observasi dan studi dokumentasi. Hasil dari peneltian ini berupa produk Modul Ajar Baju Daerah Sunda yang bisa diimplementasikan di sekolah Pendidikan Anak Usia Dini. Hasil uji lapangan menunjukan dapat modul yang telah dibuat dapat menjadikan pembelajaran efektif dalam pengenalan baju daerah.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR GEOMETRI RUANG DENGAN MENGGUNAKAN MODEL PROJECT BASED LEARNING (PjBL) UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH Safran; Orin Asdarina
JUMLAHKU: Jurnal Matematika Ilmiah STKIP Muhammadiyah Kuningan Vol 10 No 1 (2024): JUMLAHKU VOL.10 NO.1 2024
Publisher : Program Studi Pendidikan Matematika STKIP Muhammadiyah Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33222/jumlahku.v10i1.3815

Abstract

Penelitian dan pengembangan ini dilakukan untuk menghasilkan modul ajar geometri ruang dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah di SD Negeri 10 Susoh. Metode penelitian yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima langkah: analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Penelitian ini dibatasi sampai tahap pengembangan. Berdasarkan penilaian dari tiga validator, modul ajar geometri ruang dengan menggunakan model PjBL ini dinilai valid dari aspek materi dan media, modul ajar mendapatkan nilai rata-rata sebesar 84% dengan kategori sangat valid. Sedangkan dari aspek media, modul ajar mendapatkan nilai sebesar 91% dengan kategori sangat valid. Maka dari itu, dapat disimpulkan bahwasanya modul ajar geometri ruang dengan menggunakan model Project Based Learning (PjBL) untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah telah memenuhi kriteria kevalidan dari kedua aspek yang dievaluasi.
PENGEMBANGAN E-MODUL INTERAKTIF BERTEMATIK BUDAYA CIREBON SEBAGAI BAHAN AJAR BERBASIS TEKS BAGI PEMELAJAR BIPA TINGKAT DASAR Widianti, Nurhannah
CAKRAWALA LINGUISTA Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 Number 2 December 2023
Publisher : STKIP Singkawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26737/cling.v6i2.5488

Abstract

ABSTRACTThe aim of the research is to produce an interactive e-module with quick response codes on the Cirebon culture theme as basic level BIPA teaching material. The method used is research and development with the aim of producing a new product. There are two methods used, namely descriptive and evaluative research methods. The first step that researchers take in processing data is to describe and analyze it. The researcher reflects that what has been done is according to plan, then prepares the next design. The second step is discussing the data. Research shows that this e-module received a positive response from BIPA teachers and students. The results of the interviews showed that the teaching materials created were effective and utilized technological sophistication in the form of fast response codes. This makes BIPA students enthusiastic about learning the language and culture of Cirebon. The material is presented clearly. There are instructions for working and evaluating understanding using simple sentences. The appearance of this e-module is also interesting because it presents visualizations that fit the context and has a variety of colors so it is not monotonous. Research notes, namely that all stages of development must be carried out. 
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR E-MODUL DASTING (CERDAS MENYUNTING) BERBASIS FLIPBOOK PADA MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA UNIVERSITAS PERADABAN Yukhsan Wakhyudi; Mulasih Mulasih
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12, No 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v12i3.10086

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan bahan ajar e-Modul dasting berbasis Flipbook untuk meningkatkan keterampilan menulis karya ilmiah mahasiswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga tahap mengikuti rancangan 4-D model dari Thiagarajan yang meliputi 1) define, 2) design, 3) development, dan 4) disemination. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Bahasa Indonesia Semester 5 FKIP, Universitas Peradaban. Selanjutnya, kegiatan pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui observasi, wawancara, dan angket. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan diperoleh hasil pengujian bahan ajar e-Modul Dasting Berbasis Flipbook layak dan valid digunakan. Hasil validasi dari ahli materi dinyatakan sangat valid dengan prosentase 87,2%, hasil uji validasi ahli bahasa dengan prosentase 88.3%. dan hasil validasi dari ahli media sebesar 88%. Sementara itu, terkait dengan uji kepraktisan e-modul Dasting berbasis flipbook dalam kegiatan pembelajaran diperoleh hasil 82.53%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa media yang dikembangkan sangat layak untuk digunakan. Kata kunci: e-modul, dasting, flipbook, penyuntingan
Analisis Karakteristik dan Kebutuhan Peserta Didik dalam Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Pengembangan Modul Ajar Dewi, Ifti Luthviana
Ideguru: Jurnal Karya Ilmiah Guru Vol 9 No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51169/ideguru.v9i1.749

Abstract

Analysis of learners' characteristics and needs is important in learning planning, especially in the Kurikulum Merdeka which emphasizes learner-centered learning. This study was conducted with the aim of analyzing the characteristics and needs of students of SMAN 2 Bantul as well as the strategies used by the teaching teacher in learning English. The results of the analysis will later become a reference in the development of teaching modules. The participants of this study were 36 students of class X SMAN 2 Bantul Yogyakarta, who were in the second semester of the 2022/2023 academic year. Instruments in the form of survey questionnaires were distributed to obtain quantitative data. The collected data were then processed and analyzed using quantitative descriptive analysis technique. The results obtained show that the majority of students have a visual learning style in group or paired activities and utilize technology in the process.

Page 35 of 90 | Total Record : 896