Filter By Year

1945 2024


Found 896 documents
Search Pengembangan Modul Ajar PTK

PENGEMBANGAN MODUL AJAR AKOMODATIF BERBASIS MULTIMEDIA UNTUK ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH INKLUSI Ana Rafikayati; Lutfi Isni Badiah; Muhammad Nurrohman Jauhari; Sabrina Nur Fisabilillah; Lathifah Fuanindah
Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian Vol. 7 (2025): Seminar Nasional Hasil Riset dan Pengabdian (SNHRP) Ke 7 Tahun 2025
Publisher : LPPM Universitas PGRI Adi Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar akomodatif berbasis multimedia bagi anak berkebutuhan khusus di sekolah inklusi. Program dilaksanakan melalui empat tahapan: analisis kebutuhan, pelatihan guru, pendampingan penyusunan modul, dan uji coba terbatas. Sebanyak 60 guru dari sekolah mitra terlibat dalam pelatihan dan menghasilkan 60 modul ajar yang disesuaikan dengan karakteristik peserta didik. Hasil pre-test dan post-test menunjukkan peningkatan signifikan dalam pemahaman guru mengenai pembelajaran akomodatif. Produk akhir berupa modul digital interaktif dinilai layak digunakan dan berpotensi memperkuat praktik pembelajaran inklusif di kelas.
Pengembangan Modul Ajar Akomodatif Berbasis Deep Learning Untuk Anak Berkebutuhan Khusus Di Sekolah Inklusi Hidayati, Nurul; Amelia Rizky Idhartono; Novriyana Santri Yasin; Diana Wafiqah Kamilah
Kanigara Vol 6 No 1 (2026): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/2fygkj94

Abstract

The development of digital technology opens up new opportunities for developing more adaptive and personalized teaching modules. One rapidly developing technology is artificial intelligence (AI), particularly deep learning. In the educational context, this technology can be utilized to more accurately understand students' learning characteristics. Technological advancements have made learning easier for everyone, including people with disabilities. The Surabaya City Education Office is the partner for this Community Service (PkM) activity, involving 59 inclusive junior high school teachers. This activity was held on October 14-15, 2025. The lecturers also involved two students from the Special Education Study Program at PGRI Adi Buana University, Surabaya.
WORKSHOP PENGEMBANGAN MODUL AJAR DEEP LEARNING BAGI GURU SEKOLAH DASAR Feny Rita Fiantika; Danang Prastyo; Dian Kusmaharti
Kanigara Vol 6 No 1 (2026): Kanigara
Publisher : Universitas PGRI Adi Buana Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36456/gp7xka26

Abstract

This activity is a Community Service activity carried out by the Community Service Team of Elementary School Teacher Education lecturers, Faculty of Teacher Training and Education, Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. The purpose of this service activity is to improve teacher competence in developing Deep Learning teaching modules. Participants in this activity are teachers who are members of MGMP throughout Ketidur Mojokerto sub-district and this activity was carried out at SDN Ketidur Mojokerto on November 24, 2025 using presentation, modeling, and simulation methods accompanied by assignments. The results of the workshop showed that participants were able to understand and design Deep Learning teaching modules well, participants were motivated in participating in the Deep Learning teaching module workshop, and there were changes in knowledge/competence in developing Deep Learning teaching modules.  
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBANTUAN E-LKPD BERBASIS CREATIVE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS Mahendra, Annisa; Armiati, Armiati; Musdi, Edwin; Suherman, Suherman
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 14, No 4 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i4.13986

Abstract

Kemampuan pemecahan masalah sangat penting untuk menghasilkan ide dan strategi untuk mengonstruksi pengetahuan. Faktanya, kemampuan pemecahan masalah matematika peserta didik masih kurang akibat kurangnya perangkat pembelajaran dan keterlibaatan belajar yang tidak memadai. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengembangkan modul ajar dan E-LKPD berbasis Creative Problem Solving untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas X SMA. Penelitian pengembangan ini dilakukan dengan mengikuti tiga tahapan model Plomp yang meliputi fase investigasi awal, pengembangan, dan penilaian. Investigasi awal mencakup analisis kebutuhan, kurikulum, konsep, karakteristik peserta didik, dan studi literatur. Fase pengembangan mencakup perancangan modul ajar dan E-LKPD berbasis CPS, diikuti evaluasi formatif melalui self evaluation, expert review, one to one evaluation, dan small group evaluation. Fase penilaian melibatkan field test dan analisis soal tes kemampuan pemecahan masalah. Data dikumpulkan melalui lembar validasi, pedoman wawancara, angket, daftar ceklis, dan soal tes kemampuan pemecahan masalah. Hasil penelitian menunjukkan modul ajar berbantuan E-LKPD berbasis CPS memenuhi kriteria “sangat valid” dengan nilai validitas sebesar 3,51 untuk modul ajar dan 3,50 untuk E-LKPD pada aspek kelayakan isi, penyajian, kegrafikan, dan bahasa. Praktikalitasnya dikategorikan “sangat praktis” dengan nilai praktikalitasnya 91,67% (modul ajar) dan 85,59% serta 86,28% (E-LKPD). Efektivitasnya terlihat dari peningkatan kemampuan pemecahan masalah dengan persentase peserta didik yang tuntas adalah 71,88%. Disimpulkan bahwa modul ajar dan E-LKPD berbasis CPS pada materi perbandingan trigonometri valid, praktis, dan efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik.Problem-solving ability plays a crucial role in developing ideas and strategies to construct knowledge. However, students’ mathematical problem-solving skills remain low due to limited active learning and the absence of learning tools specifically designed to support this skill development. This study aims to develop a teaching module and an electronic student worksheet (E-LKPD) based on Creative Problem Solving (CPS) to improve the mathematical problem-solving ability of tenth-grade high school students.The research follows the Plomp development model with three phases: preliminary investigation, development, and assessment. The preliminary investigation includes needs analysis, curriculum study, concept review, student characteristics analysis, and literature review. The development phase involves designing the teaching module and CPS-based E-LKPD, followed by formative evaluations through self-evaluation, expert review, one-on-one evaluation, and small group evaluation. The assessment phase consists of field testing and analyzing problem-solving test results.Data were collected via validation sheets, interview guides, questionnaires, checklists, and problem-solving tests. The results show the CPS-based teaching module and E-LKPD are “very valid,” with validity scores of 3.51 for the module and 3.50 for the E-LKPD, covering content feasibility, presentation, graphics, and language. Practicality is rated “very practical,” with scores of 91.67% for the module and 85.59% and 86.28% for the E-LKPD. Effectiveness is indicated by an increase in problem-solving skills, with 71.88% of students achieving mastery. In conclusion, the CPS-based teaching module and E-LKPD on trigonometric ratios are valid, practical, and effective in improving students’ mathematical problem-solving abilities.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR DENGAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN MEDIA INTERAKTIF Utami, Ayu Tri; Muchlis, Effie Efrida; Hanifah, Hanifah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 14, No 4 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i4.13961

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan modul ajar matematika meggunakan model Problem Based Learning yang valid dan praktis pada materi Kesebangunan. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian dan pengembangan. Proses pengembangan modul dilakukan dengan menggunakan model pengembangan Plomp yang terdiri dari preliminary research, development or prototyping phase dan assesment phase. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VII A dan guru SMP Negeri 08 Lebong. Adapun instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah uji validitas dan praktikalitas. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh hasil uji validitas ahli materi, media, dan bahasa berturut-turut 3,63 (sangat valid), 3,36 (valid) dan 3,37 (valid).  Sedangkan untuk uji praktikalitas modul ajar diperoleh berdasarkan angket respon guru pada one-to-one evaluation dan angket respon peseta didik pada small group evaluation masing-masing sebesar 3,60 (sangat praktis) dan 3,57 (sangat praktis). Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa modul ajar matematika dengan model Problem Based Learning pada materi Kesebangunan dinyatakan valid dan praktis.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR MATEMATIKA MODEL PROJECT BASED LEARNING BERBANTUAN GEOGEBRA Satriani, Luhur Budi; Muchlis, Effie Efrida; Sutanta, Agus; Hanifah, Hanifah
AKSIOMA: Jurnal Program Studi Pendidikan Matematika Vol 14, No 4 (2025)
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH METRO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/ajpm.v14i4.13926

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul ajar matematika berbasis Project Based Learning (PjBL) berbantuan GeoGebra pada materi bangun ruang kerucut untuk siswa kelas IX SMP. Penelitian ini menggunakan model pengembangan Plomp yang terdiri dari tiga fase, yaitu Preliminary Research, Development or Prototyping Phase, dan Assessment Phase. Produk yang dikembangkan berupa modul ajar dan LKPD yang disusun dengan memperhatikan kebutuhan peserta didik dan karakteristik pembelajaran abad ke-21 yang kontekstual, kolaboratif, dan berbasis teknologi. Validasi dilakukan oleh tiga orang ahli (materi, bahasa, dan media), dengan hasil rata-rata persentase kevalidan sebesar 88,43% yang termasuk dalam kategori sangat valid. Uji kepraktisan dilakukan oleh seorang guru dan enam siswa, menghasilkan rata-rata persentase kepraktisan sebesar 86,33%, juga termasuk dalam kategori sangat praktis. Modul ajar dan LKPD ini memuat sintaks PjBL yang terintegrasi dengan aktivitas eksploratif menggunakan GeoGebra, serta disusun sesuai dengan struktur Kurikulum Merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul ajar berbasis PjBL berbantuan GeoGebra yang dikembangkan dinyatakan layak digunakan dalam proses pembelajaran matematika pada materi kerucut, serta berpotensi untuk meningkatkan pemahaman konsep peserta didik melalui pendekatan yang aktif, visual, dan bermakna.
Pengembangan Modul Ajar Konten Proporsi Berbasis PBL untuk Memfasilitasi Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Siswa Fase D Indra, Afifah Reghina; Saragih, Sehatta; Sakur, Sakur
Polinomial : Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Papanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56916/jp.v5i1.3006

Abstract

This study aimed to develop a mathematics instructional module based on Problem-Based Learning (PBL) on proportion content to facilitate the mathematical problem-solving skills (MPSS) of Phase D students. The research method employed was Research and Development (R&D) using the ADDIE model, which consists of Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. The research instruments included an instructional module validation sheet and response questionnaires for teachers and students. The validity of the module was evaluated in terms of face, content, and construct validity, while its practicality was assessed based on ease of use, material presentation, and visual appearance. Data were analyzed using quantitative and qualitative approaches. The results indicated that the developed instructional module met the criteria of very high validity, with an average validation score of 93.09, and was highly practical based on teacher and student responses, achieving a practicality score of 92.74. In conclusion, the PBL-based instructional module on proportion content is feasible for facilitating the mathematical problem-solving skills of Phase D students.
Pengembangan Modul Ajar IPAS Menggunakan Aplikasi Canva Berbasis Model Problem Based Learning (PBL) Untuk Kelas V Sekolah Dasar Sugiono, Sugiono; Hendrizal, Hendrizal; Ismira, Ismira
Al-Madrasah: Jurnal Ilmiah Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah Al-Madrasah Vol. 10, No. 1 (Januari 2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (SIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/am.v10i1.5472

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan sebagai respons terhadap minimnya ketersediaan modul ajar yang lengkap, interaktif, dan menarik bagi siswa sekolah dasar. Selama ini, proses pembelajaran hanya mengandalkan buku pegangan guru dan lembar kerja siswa yang terbatas pada penyampaian materi dasar. Penelitian ini bertujuan mengembangkan modul ajar IPAS berbasis model Problem-Based Learning (PBL) menggunakan aplikasi Canva untuk siswa kelas V SD, serta mengkaji tingkat validitas, kepraktisan, dan keefektifannya. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu analisis, desain, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Proses awal dimulai dengan analisis kebutuhan, kurikulum, serta karakteristik siswa. Selanjutnya, modul dirancang menggunakan Canva dengan pendekatan PBL, lalu divalidasi oleh ahli materi, ahli bahasa, dan ahli media. Uji kepraktisan dilakukan berdasarkan tanggapan guru dan siswa, sedangkan efektivitas modul diukur dari peningkatan hasil belajar melalui pre-test dan post-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul memiliki tingkat validitas sangat tinggi (95,69%), kepraktisan sangat baik (guru: 94,75%, siswa: 94,05%), dan efektivitas yang signifikan dengan kenaikan nilai dari 54,59 menjadi 89,32.
PENGEMBANGAN MODUL AJAR BERBASIS PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING (CRT) PADA MATERI DAERAHKU KEBANGGAANKU KELAS V SD Preyera, Laisya Okta; Sofwan, Muhammad; Sholeh, Muhammad
ELEMENTARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/elementary.v5i4.8326

Abstract

This study was motivated by the absence of a contextual teaching module that is responsive to the cultural diversity of students in IPAS learning at SDN 111/I Muara Bulian. Teachers still rely on generic online modules, resulting in learning activities that are less relevant to students’ local cultural experiences. This research focuses on the development, validity, and practicality of a teaching module based on the Culturally Responsive Teaching (CRT) approach for the Grade V topic “Daerahku Kebanggaanku.” The research employed the Research and Development (R&D) method with the ADDIE model consisting of the Analysis, Design, Development, Implementation, and Evaluation stages. Validation was carried out by media, material, and language experts, while practicality data were obtained from teacher responses and implementation trials. The results indicate that media validation increased from 79.2% to 88% (highly valid), material validation rose from 66.25% to 93.75% (highly valid), and language validation reached 94% (highly valid). The overall average validity score was 91.92%, classified as highly valid. Implementation through small-group trials (8 students) and large-group trials (23 students) showed that students were able to connect the learning content with their local cultural context. The module’s practicality received a score of 95% from the teacher (highly practical). Thus, the CRT-based teaching module is considered valid, practical, and suitable for supporting contextual IPAS learning that centers on students’ cultural diversity. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum tersedianya modul ajar yang kontekstual dan responsif terhadap keberagaman budaya peserta didik pada pembelajaran IPAS di SDN 111/I Muara Bulian. Guru masih menggunakan modul daring bersifat umum sehingga pembelajaran kurang relevan dengan pengalaman budaya lokal peserta didik. Penelitian ini berfokus pada pengembangan, validitas, serta kepraktisan modul ajar berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) pada materi “Daerahku Kebanggaanku” kelas V SD. Metode yang digunakan adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang mencakup tahap Analisis, Desain, Pengembangan, Implementasi, dan Evaluasi. Validasi dilakukan oleh ahli media, ahli materi, dan ahli bahasa, sementara kepraktisan diperoleh melalui respons guru dan pelaksanaan uji coba. Hasil validasi menunjukkan bahwa aspek media mengalami peningkatan dari 79,2% menjadi 88% (sangat valid), validasi materi naik dari 66,25% menjadi 93,75% (sangat valid), dan validasi bahasa memperoleh skor 94% (sangat valid). Rata-rata keseluruhan validitas sebesar 91,92% dengan kategori sangat valid. Tahap implementasi melalui uji coba kelompok kecil (8 siswa) dan kelompok besar (23 siswa) menunjukkan bahwa peserta didik mampu mengaitkan materi dengan budaya daerahnya. Kepraktisan modul memperoleh skor 95% dari guru (sangat praktis). Dengan demikian, modul ajar berbasis pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) dinyatakan valid, praktis, dan layak digunakan untuk mendukung pembelajaran IPAS yang kontekstual dan berpusat pada keberagaman budaya peserta didik.    
Pengembangan Modul Ajar P5-PPRA pada Pembelajaran Matematika Madrasah Ibtidaiyah Corah, Corah; Riawarda, Andi; Hisbullah, Hisbullah
Journal of Education and Learning Innovation Vol. 2 No. 2 (2025): Education and Learning Innovation: September 2025
Publisher : Perkumpulan Dosen Tarbiyah Islam Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59373/jelin.v2i2.118

Abstract

The implementation of the Merdeka Curriculum in madrasah ibtidaiyah requires the availability of learning tools that not only support the achievement of academic competencies but also integrate character education through the Pancasila Student Profile Strengthening Project and the Rahmatan Lil’ Alamin Student Profile (P5-PPRA). However, many madrasahs still face limitations in providing contextual, systematic teaching modules that align with the characteristics of early-grade learners. This study aims to develop mathematics teaching modules on addition and subtraction for Grade I Madrasah Ibtidaiyah that integrate P5-PPRA values and to examine their validity and practicality. The study employed a Research and Development (R&D) approach, encompassing needs analysis, product Design, module development, and evaluation through expert validation and practicality testing. The research subjects were first-grade teachers and students at Madrasah Ibtidaiyah DDI Palopo, while subject-matter, linguistic, and instructional Design experts served as feasibility assessors. The results indicate that the developed module achieved high validity across all assessment aspects and demonstrated very high practicality, as indicated by teacher and student responses. These findings show that integrating P5-PPRA values into early mathematics instruction can be effectively implemented without reducing the clarity of numeracy concepts. This study contributes to strengthening integrative learning practices in madrasah ibtidaiyah and provides an initial reference for teachers in developing mathematics teaching modules aligned with the Merdeka Curriculum.

Page 83 of 90 | Total Record : 896