cover
Contact Name
Al Hibnu Abdillah
Contact Email
alhibnu_abdillah@stiperkutim.ac.id
Phone
+6282299815707
Journal Mail Official
jpt@stiperkutim.ac.id
Editorial Address
Jln. Soekarno-Hatta, No 1, Sangatta, Kutai Timur, Kalimantan Timur
Location
Kab. kutai timur,
Kalimantan timur
INDONESIA
Jurnal Pertanian Terpadu
ISSN : 23547251     EISSN : 25497383     DOI : https://doi.org/10.36084/jpt
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Pertanian Terpadu merupakan jurnal ilmiah yang memuat hasil - hasil penelitian bidang pertanian dalam skala luas yang mencakup bidang agroteknologi, kehutanan, kelautan, perikanan, agribisnis serta peternakan.
Articles 283 Documents
Analisis Karakteristik dan Peran Aktor dalam Rantai Pasok Pertanian Berkelanjutan di Indonesia Limbong, Abigail Farren; Harsanto, Budi
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XIII Nomor 2 Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v13i2.642

Abstract

Rantai pasok pertanian berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan, namun implementasinya di Indonesia masih didominasi sistem konvensional yang bercirikan rantai distribusi panjang, lemahnya koordinasi antarpelaku, tingginya food loss, dan rendahnya posisi tawar petani. Kondisi ini menunjukkan bahwa pengembangan rantai pasok pertanian berkelanjutan belum sepenuhnya berbasis pada karakter dan peran aktor sebagai pelaku utama sistem. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik, peran, dan interaksi aktor dalam rantai pasok pertanian berkelanjutan di Indonesia. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain eksploratif melalui wawancara mendalam semi-terstruktur terhadap petani dan kelompok tani yang telah menerapkan rantai pasok pertanian berkelanjutan di beberapa wilayah Indonesia. Data dianalisis menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tipologi utama aktor petani, yaitu innovator, petani early adopter, dan petani mitra, yang memiliki kapasitas dan tingkat kesiapan berbeda dalam mengadopsi praktik berkelanjutan. Diferensiasi peran aktor terbukti meningkatkan efisiensi koordinasi, memperkuat posisi tawar petani, mengurangi food loss, serta mendorong distribusi nilai tambah yang lebih adil. Pendekatan berbasis aktor ini menjadi kunci pengembangan rantai pasok pertanian berkelanjutan yang efektif dan adaptif.
Analisis Komparasi Pendapatan Usahatani Bawang Merah Semi Organik dan Anorganik di Desa Sukorejo Kecamatan Rejoso Kabupaten Nganjuk Putri, Isfia Diana; Rizkiyah, Noor; Fitriana, Nisa Hafi Idhoh
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XIII Nomor 2 Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v13i2.645

Abstract

The goal of this study was to examine and identify the income discrepancies between semi organic and inorganic shallot farming in Sukorejo Village, Rejoso District, Nganjuk Regency. This study took place during the months of November and December 2024. Using the Slovin formula, a sample was determined from a population of 298 farmers, resulting in a selection of 75 farmers. This was then recalculated with Proportional Stratified Random Sampling, yielding 15 semi-organic farmers and 60 inorganic farmers. The data analysis methods that were used in this study are Analysis of Cost and Income. The average of production, prices, and income of semi organic shallot was 15.986 Kg/Ha, Rp. 11.097, and Rp. 106.559.833/Ha and inorganic shallot were 12.321 Kg/Ha, Rp. 10.726, and Rp. 74.443.365/Ha. The findings indicate that the production, selling price, and profits from semi-organic shallot farming surpassed those from inorganic shallot farming. This may be attributed to the fact that semi organic shallot farmers experienced greater revenue compared to their inorganic counterparts, while the total expenses for inorganic shallot farmers were higher than those for semi organic farmers. Consequently, the income generated from semi organic shallot farming exceeded that of inorganic shallot farming.
Analisis Efektivitas Kelompok Dalam Meningkatkan Produksi Padi Di Desa Leran Kecamatan Kalitidu Kabupaten Bojonegoro Putri, Ana Safira; Soedarto, Teguh; Setyadi, Taufik
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XIII Nomor 2 Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v13i2.646

Abstract

Kelompok tani memiliki potensi besar untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggotanya, serta mendorong pertanian yang inovatif. Namun, efektivitas kelompok tani dapat bervariasi tergantung pada produktivitas dan kepuasan anggota. Di Desa Leran, masih terdapat hambatan dalam perkembangan kelompok tani. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan efektivitas kelompok tani dalam meningkatkan produksi di Desa Leran, Kecamatan Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro. Dengan menggunakan data primer yang dikumpulkan melalui wawancara dengan 90 responden petani dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif, penelitian ini diharaplakan dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang efektivitas kelompok tani di Desa Leran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor karakteristik kelompok, faktor pekerjaan atau fungsi tugas, dan faktor eksternal kelompok memiliki peran penting dalam efektivitas kelompok tani di Desa Leran. Faktor karakteristik kelompok memiliki rata-rata nilai yang tinggi (40,33), menunjukkan karakteristik kelompok tani yang cukup baik. Faktor pekerjaan atau fungsi tugas berjalan dengan baik, dengan rata-rata nilai 78,87. Faktor eksternal kelompok, seperti dukungan kepala desa dan masyarakat, juga berperan penting dengan rata-rata nilai 39,58. Hasil analisis yaitu efektivitas kelompok tani di Desa Leran memiliki rata-rata 26,54 dengan standar deviasi 3,27, menunjukkan tingkat efektivitas yang tinggi dan merata. Kelompok tani di Desa Leran berpotensi berkembang menjadi lembaga sosial dan ekonomi di tingkat desa dan dapat menjadi mitra dalam program pembangunan pertanian. Dengan demikian, penelitian ini dapat menjadi dasar kebijakan dan intervensi praktis untuk meningkatkan kinerja kelompok tani. Kelompok tani yang efektif dapat menjadi contoh bagi kelompok lain dalam meningkatkan produksi dan pendapatan petani.
Dinamika Gejala Infeksi Awal dan Penurunan Viabilitas Formulasi Kering Metarhizium anisopliae Selama Penyimpanan Tropis Lapinangga, Nina Jeny; da Lopez, Yosefus F.; Bunga, Jacqualine Arriani; Mateus, Rupa
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XIII Nomor 2 Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v13i2.648

Abstract

This study aims to evaluate the effectiveness of dry powder formulations of Metarhizium anisopliae against the cumulative mortality and progression of infection symptoms in Cylas formicarius after different storage durations under tropical room conditions. The bioassay was conducted using six storage periods (1, 2, 3, 4, 5, and 6 months) and assessed for cumulative mortality and visible infection symptoms over 120 hours post-inoculation. The results showed that the formulation stored for 1 month (P1) produced the highest cumulative mortality of 10% within 120 hours, followed by P2 (7%), P3 (5%), P4 (4%), P5 (3%), and P6 (2%). The progression of infection symptoms followed a typical entomopathogenic fungal infection pattern, beginning with no changes at 0–24 hours, color changes at 24–48 hours, softening of the body at 48–72 hours, blackened and fragile integument at 72–96 hours, and culminating in complete mummification at 96–120 hours. Dual-axis plots revealed a strong correlation between infection symptom progression and mortality, with a significant mortality increase occurring during the blackened to mummification phase. These findings confirm that storage duration influences the viability and pathogenicity of M. anisopliae formulations, affecting infection kinetics and mortality levels in C. formicarius. This study supports the recommendation of using dry formulations stored for no more than 1–2 months to maintain optimal biocontrol efficacy.
Tingkat Ketahanan Pangan Rumah Tangga Petani Garam Di Kabupaten Sampang Dengan Pendekatan FCS Dan FIES Yaqin, Ainul; Soedarto, Teguh; Hendrarini, Hamidah
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XIII Nomor 2 Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v13i2.652

Abstract

Salt farmers in coastal areas such as Sampang Regency are vulnerable to low food security due to dependence on the production season and limited access to food. This study aims to measure the level of household food security of salt farmers and analyze the socioeconomic factors that affect it. The study was conducted on 100 respondents of cultivating salt farmers in Pangarengan District, with a quantitative approach through two main indicators: Food Consumption Score (FCS) and Food Insecurity Experience Scale (FIES). Data analysis used ordinal regression to identify significant variables that affect food security. The results showed that based on FCS, 61% of households were in the borderline category and 39% acceptable, while based on FIES, 92% were classified as food secure, 6% moderately food insecure, and 2% severely food insecure. Factors that have a significant effect on FCS are education, age, income, and distance to clean water sources. Meanwhile, for FIES, education and age are the dominant factors. These findings emphasize the importance of education-based interventions and access to basic infrastructure to improve the food security of salt farmer households in a sustainable manner.
Pemanfaatkan Media Sosial dalam Pengembangan Agribisnis Hortikultura Kab. Tuban Maimunah, Maimunah; Kristiawan, Kristiawan; Setyana, Abdi Dewi
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XIII Nomor 2 Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v13i2.670

Abstract

Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi dan komunikasi semakin cepat dan merambah di semua bidang. E-commers dan media sosial dimanfaatkan bidang pertanian mulai dari hulu sampai hilir pada pengembangan agribisnis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana media sosial telah dimanfaatkan oleh petani hortikultura Kabupaten Tuban dalam mengembangkan usahanya. Responden penelitian ini adalah petani hortikultura di Kabupaten Tuban pada berbagai jenis tanaman yang diusahakan. Guna mendapatkan gambaran yang lengkap, penelitian menggunakan data primer dan sekunder yang diolah untuk mendapatkan gambaran dan hasil penelitian. Hasil penelitian menunjukkan data bahwa responden yang merupakan petani hortikultura telah semuanya memanfaatkan media sosial dalam kegiatannya sehari hari khususnya berkenaan dengan komunikasi maupun pengelolaan usahanya. Terdapat 1 – 4 media sosial yang digunakan oleh responden dalam sehari hari. Pemanfaatan media sosial sosial sebagian besar masih terbatas pada pemanfaatan mendapatkan informasi antar teman yang memiliki informasi.terkait penyediaan sarana prasarana budidaya, penanggulangan hama penyakit serta memasarkan produknya. Terkait dengan pemasaran, masih sedikit petani yang memanfaatkan media sebagai media memasarkan produknya. Produk lebih banyak dijual secara langsung atau dibeli pedagang besar. Pemanfaatan media sosial secara optimal untuk mendapatkan informasi, komunikasi, memperluas jaringan dan pemasaran akan memberikan dampak positif pagi pengembangan agribisnis serta memberi dampak peningkatan kesejahteraan petaninya.
Simpanan Karbon Tanah pada Lahan Sawah Irigasi, Sawah Tadah Hujan, dan Tegalan di Kecamatan SUB-DAS Tuntang Hulu Sigar, Abner Darmawan; Susetyo, Yefta Audy; Mustikasari, Rosita; Simanjuntak, Bistok Hasiholan; Setiawan, Andree Wijaya; Banjarnahor, Dina
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XIII Nomor 2 Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v13i2.673

Abstract

Simpanan karbon organik tanah berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim dan menjaga keberlanjutan sistem pertanian. Penelitian ini menganalisis simpanan karbon tanah pada tiga jenis lahan pertanian di Sub-DAS Tuntang Hulu, yaitu sawah irigasi, sawah tadah hujan, dan tegalan. Kandungan karbon organik diukur menggunakan metode gravimetri, dan simpanan karbon total dihitung berdasarkan bobot isi tanah dan kedalaman 0–30 cm. Survei praktik budidaya dan wawancara petani dilakukan untuk mengidentifikasi faktor yang berpengaruh terhadap akumulasi karbon tanah. Hasil menunjukkan bahwa lahan tegalan memiliki simpanan karbon rata-rata tertinggi. Namun, hubungan antara praktik budidaya seperti pengembalian sisa tanaman, pengolahan tanah, pemupukan, dan kepemilikan ternak dengan kandungan karbon tidak menunjukkan signifikansi statistik. Praktik budidaya yang mendukung ketahanan cadangan karbon tanah secara berurutan adalah tegalan, sawah tadah hujan dan sawah irigasi.
Pertumbuhan dan Produksi Siratro (Macroptilium atropurpureum) Bermikoriza yang Diberi Mikroorganisme Lokal Pada Tanah Topsoil dan Tanah Overburden Fadillah, Muhammad Rizki; Daru, Taufan Purwokusumaning; Mayulu, Hamdi; Safitri, Apdila; Ardiansyah, Ardiansyah
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XIII Nomor 2 Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v13i2.687

Abstract

Efforts to develop livestock in East Kalimantan can be carried out by utilizing post-coal mining land. However, the low level of soil fertility and the limited availability of topsoil as a cover soil on post-mining land are constraints that must be considered. Efforts that can be made include planting mycorrhizal cover crops and applying local microorganism-based organic fertilizers (MOL). The experiment was conducted by planting mycorrhizal legume seeds (Siratro) on topsoil and overburden soil placed in 10 kg polybags. Each type of soil was supplemented with local microorganisms (MOL) at concentrations of 0 mL, 10 mL, 20 mL, and 30 mL per litre of water. The experimental results showed that soil type influenced plant height, but both soil type and MOL concentration influenced the fresh weight and dry weight of Siratro plant crowns, as well as VAM root colonization, where higher MOL concentrations reduced Siratro crown production. Root colonization by VAM with increasing MOL concentration in topsoil showed a negative effect, where higher MOL concentrations resulted in lower VAM colonization on plant roots. Conversely, in overburden soil, increasing MOL concentration could increase VAM colonization.
Aplikasi Modified Atmosphere Packaging (MAP) Berbasis Nitrogen terhadap Mutu Fisik Cabai Merah (Capsicum annuum L.) selama Penyimpanan Mutiar, Sri; Arziyah, Dewi; Kasim, Anwar; Rehulina, Rehulina
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XIII Nomor 2 Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v13i2.689

Abstract

Physical and physiological red chili (Capsicum annuum L.) deterioration after harvest often leads to a decline in quality and contributes to price fluctuations in the domestic market. Therefore, effective packaging technology is required to extend shelf life and maintain the quality of red chili. One promising approach is Modified Atmosphere Packaging (MAP) using nitrogen. Nitrogen gas is inert, odorless, tasteless, and can replace oxygen to suppress respiration, oxidation, and color degradation. This study aimed to evaluate the effect of nitrogen packaging on weight loss, moisture content, and color attributes of red chili during storage at room temperature. The experiment was arranged in a completely randomized design (CRD) with two factors, namely packaging treatment (without nitrogen and with nitrogen) and storage duration (0, 3, 6, 9, and 12 days), each with three replications. The observed parameters included weight loss, moisture content, and color (L, a, b values). The results revealed that red chili packaged with nitrogen exhibited a slower increase in weight loss compared to the control, reaching only 3.62% on day 12, lower than 4.29% without nitrogen. Moisture content in nitrogen-packaged chili was relatively more stable during storage, although some fluctuations occurred. Furthermore, color analysis showed that nitrogen packaging better preserved brightness (L) and redness (a), resulting in fresher appearance. Nitrogen based packaging effectively maintained the physical quality of red chili during storage, highlighting its potential to reduce postharvest losses and enhance the competitiveness of horticultural products.
Keanekaragaman Serangga pada Tiga Genotip Sorgum (Sorghum bicolor l.) Lokal Sumba Timur Pratama, Gregorius Kevin; Jayanti, Ruth Meike
Jurnal Pertanian Terpadu Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XIII Nomor 2 Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Pertanian Kutai Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36084/jpt..v13i2.696

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengidentifikasi dan mengelompokkan jenis serangga yang terdapat pada tiga genotip sorgum lokal Sumba Timur, yaitu WH Mitting Nggangga, WH Rara Kadita, dan WH Mitting Tadda. Penelitian dilaksanakan di lahan Sains Technopark, Universitas Kristen Satya Wacana, pada Juni hingga November 2024. Metode yang digunakan bersifat eksploratif dengan pemasangan perangkap yellow trap secara sistematis untuk mengamati populasi dan peran serangga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ordo Hemiptera dan Diptera paling dominan, dengan genus Bemisia sp. dan Musca sp. sebagai hama utama. Jumlah serangga tertinggi ditemukan pada genotip WH Mitting Tadda (1257 individu), dan terendah pada WH Mitting Nggangga (1096 individu). Indeks keanekaragaman (H’) berada pada kategori sedang, yaitu antara 1,52–1,67, dan indeks dominansi tergolong sedang, antara 0,26–0,30. Serangga predator dan penyerbuk ditemukan dalam jumlah lebih sedikit dibandingkan hama. Hasil ini menunjukkan bahwa keseimbangan ekosistem di lahan budidaya masih cukup stabil, namun memerlukan perhatian terhadap pengelolaan hama dan konservasi musuh alami agar produktivitas sorgum tetap optimal.

Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XIII Nomor 2 Desember 2025 Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XIII Nomor 1 Juni 2025 Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XII Nomor 2 Desember 2024 Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XII Nomor 1 Juni 2024 Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XI Nomor 2 Desember 2023 Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid XI Nomor 1 Juni 2023 Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid X Nomor 2 Desember 2022 Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid X Nomor 1 Juni 2022 Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid IX Nomor 2 Desember 2021 Vol 9 No 1 (2021): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid IX Nomor 1 Juni 2021 Vol 8 No 2 (2020): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VIII Nomor 2 Desember 2020 Vol 8 No 1 (2020): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VIII Nomor 1 Juni 2020 Vol 7 No 2 (2019): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VII Nomor 2 Desember 2019 Vol 7 No 1 (2019): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VII Nomor 1 Juni 2019 Vol 6 No 2 (2018): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VI Nomor 2 Desember 2018 Vol 6 No 1 (2018): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid VI Nomor 1 Juni 2018 Vol 5 No 2 (2017): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid V No 2 Desember 2017 Vol 5 No 1 (2017): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid V nomor 1 Juni 2017 Vol 4 No 2 (2016): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid IV nomor 2 Desember 2016 Vol 4 No 1 (2016): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid IV nomor 1 Juni 2016 Vol 3 No 2 (2015): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid III nomor 2 Desember 2015 Vol 3 No 1 (2015): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid III nomor 1 Juni 2015 Vol 2 No 2 (2014): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid II nomor 2 Desember 2014 Vol 2 No 1 (2014): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid II nomor 1 Juni 2014 Vol 1 No 2 (2013): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid I nomor 2 November 2013 Vol 1 No 1 (2013): Jurnal Pertanian Terpadu Jilid I nomor 1 Mei 2013 More Issue