cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora
ISSN : 24604208     EISSN : 25497685     DOI : -
Core Subject : Education,
Arjuna Subject : -
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2024)" : 10 Documents clear
Politik Pemerintahan Thailand Era Thaksin Shinawatra & Malaysia Era Anwar Ibrahim dalam Perspektif Illiberal Democracy serta Relevansinya dengan Indonesia Lubis, Sahruddin; Zamharir, Hari
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pjsh.v9i2.2993

Abstract

This research explores the practice of democratic politics in two countries that place constitutional monarchies in the life of the nation and state, namely Thailand and Malaysia during the Thaksin Sinawatra administration and Malaysia during the Dato Anwar Ibrahim era. The study was conducted using the perspective of Fareed Zakaria's illiberal democracy theory. This study applies a culture-context approach with content analysis methods and meta-analyses procedures. Data were collected from a number of scientific articles accessed through Google Scholar and books. The results of the study show the existence of the King of Thailand who still plays a minimal role, amidst changing values that indicate very liberal, thus potentially strengthening liberal democracy and further weakening the constitutional monarchy. Likewise, the King of the Malaysian still plays a minimal role, but in recent times—with the declining role of UMNO party, the King's role is very significant in the latest political crisis.  The finding of this study is that in the amidst of a wave of changing values that have the potential to further marginalize illiberal democracy in each country, the role of the king, especially in the case of Malaysia, is quite significant in overcoming the political crisis of power, especially as a mediating authority or authorized intermediary agency. Abstrak Penelitian ini mengkaji praktik politik demokrasi di dua negara yang menempatkan monarki konstitusional dalam kehidupan berbagsa dan bernegara di Asia, yakni Thailand pada era pemerintahan Thaksin Sinawatra dan Malaysia pada era Dato Anwar Ibrahim. Kajian dilakukan dengan menggunakan perspektif teori illiberal demokrasi dari Fareed Zakaria. Penelitian ini menerapkan pendekatan culture-context dengan metode analisis konten dan prosedur meta-analyses. Data dikumpulkan dari sejumlah artikel ilmiah yang diakses melalui Google Scholar dan buku-buku. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekistensi Raja Thailand masih berperan secara minimal, di tengah perubahan nilai-nilai yang mengindikasi amat liberal, sehingga potensial menguatkan demokrasi liberal dan makin memperlemah monarki konstitusional. Demikian pula dengan Raja Malaysia, masih berperan secara minimal, namun di masa belakangan—dengan jatuhnya The United Malays National Organization, peranan raja amat signifikan dalam kemelut politik mutakhir. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa di tengah gelombang perubahan nilai-nilai yang berpotensi makin meminggirkan illiberal democracy di masing-masing negara, peran raja, teristimewa dalam kasus Malaysia, cukup signifikan dalam mengatasi krisis politik kekuasaan, terutama sebagai mediating authority atau authorized intermediary agency.
EFEKTIVITAS PROGRAM PPM DI KABUPATEN HALMAHERA UTARA OLEH PT NUSA HALMAHERA MINERALS MASA PANDEMI COVID-19 TAHUN 2020-2021 Ferdhi, Gamal
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pjsh.v9i2.3524

Abstract

Pemerintah mewajibkan setiap perusahaan pertambangan sektor mineral dan batu bara melaksanakan Program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (Program PPM) bagi masyarakat yang terdampak operasi pertambangan. PT Nusa Halmahera Minerals (PT NHM) perusahaan penambang emas di Halmahera Utara merancang Rencana Induk Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat periode 2020-2024. Pelaksanaan program PPM mendapat kendala ketika pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis efektivitas program PPM di Halmahera Utara oleh PT NHM ketika pandemi Covid-19, tahun 2020-2021. Kemudian mendeskripsikan output program PPM serta faktor yang mendukung dan menghambat efektivitas program tersebut. Penelitian ini menggunakan teori efektivitas dari Robert B. Duncan dengan metode kualitatif deskriptif, purposive sampling sebagai cara memilih informan, wawancara dan dokumentasi sebagai teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data menggunakan strategi tipe ideal dari Max Weber. Peneliti menemukan kendala pelaksanaan program PPM oleh PT NHM saat pandemi Covid-19 akibat kebijakan pemerintah yaitu Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) atau lockdown. Selanjutnya pemerintah meminta sektor swasta terutama perusahaan pertambangan untuk berpartisipasi dalam upaya mempercepat penanganan pandemi Covid-19. PT NHM merespons permintaan itu dengan melakukan beberapa penyesuaian dalam implementasi program PPM. Hasilnya output program PPM memberi kontribusi pada penanganan Covid-19 di lingkup lokal, regional, dan nasional. Dengan teori efektivitas dari Duncan, program PPM oleh PT NHM ketika menghadapi pandemi Covid-19 dinilai efektif. Meskipun terdapat indikator yang tidak efektif disebabkan besarnya intervensi pemimpin perusahaan dalam pelaksanaan program.
FATHERHOOD DALAM FILM CAHAYA DARI TIMUR: BETA MALUKU Islami, Muhammad Al Anhar Al; Aviandy, Mochamad
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pjsh.v9i2.3631

Abstract

Beriringan dengan pesan perdamaian, film Cahaya Dari Timur: Beta Maluku juga menampilkan beberapa aspek lain yang dapat dilihat dari jalinan hubungan antar tokoh, salah satunya beberapa tokoh yang berperan sebagai ayah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi peran ayah (fatherhood) dalam film ini. Teori yang digunakan dalam penelitian ialah teori representasi Stuart Hall yang didukung dengan konsep fatherhood Nicholas Townsend. Pengaplikasian metode analisis semiotika John Fiske dalam penelitian dilakukan dengan tiga level, yakni level realitas, representasi, dan ideologi. Penelitian ini mengeksplorasi peran tokoh ayah yang memiliki aspek persamaan dan perbedaan sifat kebapakan yang syarat akan representasi pola peran ayah di Indonesia, khususnya di wilayah timur. Mengacu pada seluruh elemen fatherhood ideal Nicholas Townsend, yakni: (1) emotional closeness yang ditunjukkan pada sesi emotional sharing antara ayah dan anak; (2) elemen provision yang ditampilkan pada penetapan standar materi dalam kehidupan anak; (3) elemen endowment yang ditunjukkan pada sosok ayah yang mengajarkan kedisiplinan melalui bola dan pengajaran nilai moral; serta (4) elemen protection yang ditunjukkan pada usaha perlindungan pada anak dari ancaman fisik dan konflik. Kata Kunci: Representasi; Fatherhood; Semiotika; Ideologi; Budaya timur
Critical Animal Studies: Eksploitasi Penyiksaan Hewan untuk Konten Media Sosial sebagai Ancaman Kesejahteraan Hewan di Indonesia Hak, Muhammad Fernanda Dhiyaul; Alifan, Fatiya Hasna; Hilda, Nurul; Tristanti, Laras; Prihantoro, Fahmi
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pjsh.v9i2.3796

Abstract

Indonesia berdasarkan data Social Media Animal Cruelty Coalition (2021) disebut sebagai negara dengan unggahan konten kekerasan hewan paling banyak di media sosial. Situasi ini bisa menjadi penyebab terancamnya kesejahteraan hewan. Penelitian ini dilakukan untuk melakukan analisis terhadap eksploitasi hewan dengan menggunakan perspektif Critical Animal Studies (CAS), dengan dua tema kajian dan satu rancangan strategi yang didalami: Pertama, tema tentang eksploitasi hewan berdasarkan periodisasi sejarah di Indonesia; kedua, identifikasi dan analisis eksploitasi hewan pada masa kini melalui media sosial, dan ketiga adalah strategi yang diajukan untuk mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi, yaitu mengumpulkan dan menganalisis data secara kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan eksploitasi hewan di Indonesia sudah terjadi pada masa lalu, yang dapat diketahui dari tinggalan arkeologi dan catatan sejarah yang ada. Pada masa kini, eksploitasi hewan masih dilakukan dan bahkan dalam bentuk penyiksaan hewan untuk konten di media sosial. Salah satu strategi untuk mencegah terjadinya eksploitasi hewan di media sosial adalah kesadaran masyarakat untuk tidak menonton, tidak follow, tidak like, comment, subscribe, dan share konten eksploitasi hewan di media sosial.  
Efektivitas Pelayanan Sistem Digital Elektronik Usulan Kenaikan Kepangkatan (E-UKP) di Kepolisian Negara Republik Indonesia Shintawati, Eka Nova; Ghazali, Rusman
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pjsh.v9i2.3828

Abstract

Abstrak: Penelitian ini menilai pelaksanaan sistem digital Elektronik Usulan Kenaikan Kepangkatan (E-UKP), bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis tingkat efektivitas aplikasi E-UKP dan faktor berpengaruh dalam layanan promosi pangkat setiap anggota di Kepolisian Negara Republik Indonesia. Teori yang digunakan adalah sintesis konsep efektivitas oleh Gibson dan Robbins. Metode penelitian menggunakan mix method, kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa dari segi kualitas, kepuasan, keunggulan, capaian tujuan, dan pendekatan sistem melalui E-UKP untuk pelayanan promosi kepangkatan di Kepolisian Negara Republik Indonesia sangat efektif. Sistem aplikasi E-UKP mampu menyajikan informasi secara tranparan untuk setiap usulan promosi kepangkatan anggota Polri, dan sistem itu juga terintegrasi dengan data personil yang dinamakan Sistem Informasi Personil Polri. Namun, aplikasi sistem teknologi E-UKP juga diakui masih seringkali terkendala teknis dalam hal penetrasi jaringan di seluruh daerah di Indonesia. Meskipun demikian, riset ini menyimpulkan, bahwa layanan promosi kepangkatan yang berbasis sistem digital elektromik memudahkan promosi kepangkatan di Institusi Kepolisian Negara Republik Indonesia.
ANALYSIS OF THE IMPLEMENTATION OF E-PARTICIPATION IN PUBLIC POLICY IN INDONESIA: POTENTIAL, CHALLENGES AND IMPACT ON THE QUALITY OF PUBLIC POLICY Yanto, Pebri; Jumanah, Jumanah; Sutoto, Sutoto
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pjsh.v9i2.3876

Abstract

Abstract This study was conducted to analyze the implementation of E-participation in public policy in Indonesia with a focus on the potential, challenges, and impacts on the quality of public policy. E-participation as a policy-making process that involves public participation facilitated by digital technology has been implemented through various platforms such as LAPOR! and E-Musrenbang. This study uses a systematic literature review method of previous studies published between 2014 and 2024 to conduct the analysis. The results of the study indicate that although there has been an increase in the number of public participation through digital platforms, the effectiveness and impact of E-participation are still limited. The main challenges of implementing E-participation include unequal internet access, low levels of digital literacy, and bureaucratic resistance. In addition, coordination between government agencies in managing the E-participation platform is also a significant obstacle. Although E-participation has great potential to increase transparency, accountability, and inclusiveness of public policy, the improvement of policy quality has not been optimal due to the lack of follow-up to public input. To maximize the potential of E-participation, it is necessary to improve digital infrastructure, strengthen digital literacy, and develop more effective and transparent feedback mechanisms in managing public participation. Abstrak Penelitian ini dilakukan untuk melakukan analisis terhadap implementasi E-participation dalam kebijakan publik di Indonesia dengan fokus pada potensi, tantangan, serta dampaknya terhadap kualitas kebijakan publik. E-participation sebagai proses pembuatan kebijakan yang melibatkan partisipasi masyarakat dengan difasilitasi oleh teknologi digital telah diimplementasikan melalui berbagai platform seperti LAPOR! dan E-Musrenbang. Penelitian ini menggunakan metode literature review sistematis terhadap studi terdahulu yang telah diterbitkan antara tahun 2014 hingga 2024 untuk melakukan analisis. Hasil penelitian menunjukkan, meskipun terjadi peningkatan dalam jumlah partisipasi masyarakat melalui platform digital, efektivitas dan dampak E-participation masih terbatas. Tantangan utama implementasi E-participation meliputi ketidakmerataan akses internet, rendahnya tingkat literasi digital, dan resistensi birokrasi. Selain itu, koordinasi antarinstansi pemerintah dalam mengelola platform E-participation juga menjadi kendala yang signifikan. Meskipun E-participation memiliki potensi besar untuk meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan inklusivitas kebijakan publik, peningkatan kualitas kebijakan belum optimal karena kurangnya tindak lanjut terhadap masukan masyarakat. Untuk memaksimalkan potensi E-participation, diperlukan peningkatan infrastruktur digital, penguatan literasi digital, serta pengembangan mekanisme umpan balik yang lebih efektif dan transparan dalam pengelolaan partisipasi masyarakat.
Efektivitas Pembentukan Perumda Bidadari oleh Pemkab Manggarai Barat sebagai Strategi Pemulihan UMKM Pasca Pandemi Covid-19 Guridno, Aberar; Guridno, Eddy; Bakri, Muhamad Suhuf Abie
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pjsh.v9i2.3900

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa efektif metode digunakan oleh pemerintah Kabupaten Manggarai Barat Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk membangun ketangguhan dan kemandirian masyarakat dalam pemulihan UMKM setempat setelah pandemi Covid-19. Penelitian ini menggunakan pendekatan desktirptif kualitatif dengan menggunakan wawancara dan studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat sudah mulai beralih dari penjualan konvensional ke digital pada saat itu. Masyarakat sudah mulai menjual hasil karyanya melalui aplikasi digital untuk tetap terus berjalan selama.masa.pandemi Covid-19.-Oleh karena itu pemerintah setempat mendukung penuh pelaksanaan tersebut. Dengan diciptakannya Perumda Bidadari yang merupakan sebuah ekosistem digital Yang dapat mengakomodasi semua unsur ekonomi di Labuan Bajo dapat mewujudkan ekonomi yang bersmber pada teknologi digital dan potensi lokal. Adapun bantuan yang diberikan oleh pemerintah dalam rangka mendorong kegiatan usaha yang dilakukan yakni berupa bantuan modal dan bantuan peralatan penunjang sesuai dengan bidang usahanya masing-masing. Para pelaku umkm ini mengaku bahwa pandemi covid-19 mempengaruhi pendapatan mereka. Terjadi penurunan pendapatan yang cukup signifikan akibat pandemi ini. Tetapi itu sepertinya tidak cukup untuk menghentikan mereka dari mengembangkan bisnis mereka, mereka bahkan berinovasi supaya produk-produk mereka senantiasa diminati masyarakat. Kini mereka hanya bersyukur dan berharap bahwa pandemi ini segera berakhir dan mereka pun bisa berusaha seperti sedia kala dan pendapatan mereka dapat stabil kembali.
Faktor-Faktor Penyebab Polemik Penolakan Pembangunan Gereja HKBP Maranatha di Kota Cilegon Lestari, Agisthia; Randisa, Aziz Reza
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pjsh.v9i2.3914

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mendalami polemik penolakan terhadap pembangunan Gereja HKBP Maranatha di Kota Cilegon pada tahun 2022, melalui faktor-faktor penyebab yang didasarkan pada teori Ted Robert Gurr tentang memudarnya toleransi dan fenomena melonggarnya kohesi sosial berdasarkan pemikiran Amartya Sen. Penelitian dilakukan melalui pendekatan kualitatif dengan menerapkan metode studi kasus intrinsik (intrinsic case study), yaitu penelitian yang bertujuan untuk mendapatkan pemahaman yang lebih terhadap kasus-kasus tertentu kasus-kasus yang telah teridentifikasi dengan jelas. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara terbuka dan dokumentasi. Peneliti juga memilih menggunakan teknik wawancara tak berstruktur. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat adanya intoleransi beragama dan melonggarnya kohesi sosial, serta faktor lain yaitu peraturan yang kontradiktif sebagai faktor penyebab terjadinya polemik penolakan terhadap pembangunan gereja. Rekomendasi penelitian ini adalah: 1) perlunya mediasi yang diinisiasi oleh Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri untuk menindaklanjuti mediasi yang telah dilakukan oleh Kementerian Agama yang berakhir tanpa kesepakatan; 2) penyederhanaan aturan FKUB mengenai syarat 90 Persetujuan Jemaat dan 60 Persetujuan Masyarakat Sekitar; dan 3) perlunya menerbitkan Peraturan Daerah dengan spirit inklusi/berpihak pada kelompok minoritas. AbstractThis study investigates the controversy surrounding the 2022 rejection of HKBP Marantha Church construction in Cilegon City, applying Ted Robert Gurr's tolerance decline theory and Amartya Sen's social cohesion erosion framework. Utilizing an intrinsic case study approach, this qualitative research provides nuanced insights into the identified cases. This study employed open-ended interviews and documentation to collect data. Unstructured interview techniques were also utilized. The results of the study show that there is religious intolerance and loosening of social cohesion, as well as other factors, namely contradictory regulations, as factors causing the polemic of rejection of church construction.This study recommends: 1) Mediation initiated by the Ministry of Religion and Home Affairs to follow up on previous unsuccessful mediation efforts; 2) Simplification of FKUB regulations regarding 90% congregation approval and 60% community approval; and 3) Enacting inclusive local regulations supporting minority groups.  
ANALISIS SISTEM POLITIK MASYARAKAT ADAT: DINAMIKA PROSES POLITIK MASYARAKAT ADAT KASEPUHAN CISUNGSANG Fadrullah, Iqbal; Syam, Fisdaus
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47313/pjsh.v9i2.3920

Abstract

Abstract This study aims to analyze the political system of the Kasepuhan Cisungsang indigenous community using the political system theory of Gabriel Almond and David Easton as the basis for analysis. The focus of the study is to understand how the political system of the Kasepuhan Cisungsang indigenous community functions as a political entity that regulates internal interactions and adapts to external problems such as modernization and state policies. This study uses a descriptive qualitative approach with data collection methods carried out through semi-structured interviews with important informants, policy document analysis and participant observation. In the Cisungsang indigenous community, there is a political system formed through a customary deliberation forum where various components such as customary leaders, customary officials, customary shamans, and rendangan work together to create policies and collective actions. The results of the study indicate that the Cisungsang customary political system has the characteristics of strong local authority with organized structural elements. In addition, it is able to bridge the relationship between indigenous communities and the government through the mechanism of interest articulation. The novelty of this study lies in the identification of the strategic role of kasepuhan as a political bridge between local traditions and modern needs, as well as an in-depth analysis of the relevance of customary power in the national political system. This study provides new insights into the dynamics of indigenous community politics as an integral part of political development in Indonesia. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis terhadap sistem politik masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang dengan menggunakan teori sistem politik Gabriel Almond dan David Easton sebagai landasan analisis. Fokus penelitian adalah memahami bagaimana sistem politik masyarakat adat Kasepuhan Cisungsang berfungsi sebagai entitas politik yang mengatur interaksi internal dan beradaptasi dengan masalah eksternal seperti modernisasi dan kebijakan negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur dengan informan penting, analisis dokumen kebijakan dan observasi partisipatif. Di dalam masyarakat adat Cisungsang, terdapat sistem politik yang dibentuk melalui forum musyawarah adat di mana berbagai komponen seperti kepala adat, perangkat adat, dukun adat, dan rendangan bekerja sama untuk membuat kebijakan dan tindakan kolektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem politik adat Cisungsang memiliki karakteristik otoritas lokal yang kuat dengan elemen-elemen struktural yang terorganisir. Selain itu, ia mampu menjembatani hubungan antara masyarakat adat dan pemerintah melalui mekanisme artikulasi kepentingan. Kebaruan penelitian ini terletak pada identifikasi peran strategis kasepuhan sebagai jembatan politik antara tradisi lokal dan kebutuhan modern, serta analisis mendalam tentang relevansi kekuasaan adat dalam sistem politik nasional. Penelitian ini memberikan wawasan baru tentang dinamika politik masyarakat adat sebagai bagian integral dari pembangunan politik di Indonesia.
COVER: Jurnal, Redaksi
Populis : Jurnal Sosial dan Humaniora Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Page 1 of 1 | Total Record : 10