cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Teras Jurnal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Teras Jurnal is a journal that communicates the results of research within the scope of civil engineering and scientific development as well as aspects of practitioners. The process of manuscript submission is open throughout the year. All submitted manuscript will be screened with double-blind peer review and editorial review before they are accepted to publish. Teras Jurnal receives a manuscript from the following area below civil engineering science and development with the interdisciplinary and multidisciplinary approach:
Arjuna Subject : -
Articles 417 Documents
Studi Perbandingan Kinerja Seismik Bangunan Struktur Baja dengan Menggunakan Pushover dan Time History Abdullah, imam; Asniar, Novi; Budiman, Dedi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i1.1190

Abstract

Abstrak Suatu bangunan pasti selalu dihadapkan dengan risiko keruntuhan dan kerusakan struktur salah satunya oleh peristiwa gempa. Sejauh ini analisis pushover dan analisis time history merupakan dua pendekatan yang sering dilakukan dalam mengevaluasi kinerja struktur suatu bangunan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi suatu bangunan warehouse material konstruksi baja di Cikarang melalui dua pendekatan analisis nonlinear sebagai perbandingan hasil kinerja struktur. Metode penelitian ini adalah kuantitatif dengan data analisis yang digunakan adalah data teknis, geometri dan data parameter gempa. Dari hasil analisis pushover dan time history, didapatkan tingkat kinerja struktur yang sama yaitu termasuk kategori Immediate Occupancy (IO) baik untuk displacement arah X dan arah Y. Target displacement yang didapat dari pushover X sebesar 0,092 m dan pushover Y 0,069 m. Sedangkan displacement maksimum yang didapat dari hasil time history arah X berdasarkan rekaman gempa El Centro adalah sebesar 0,016 m dan rekaman gempa Pulau Sikuai pada arah Y 0,0047 m. Kata Kunci: Gempa, Struktur Baja, Analisis Pushover, Analisis Riwayat Waktu, Kinerja Struktur  Abstract A building must always be faced with the risk of collapse and structural damage, one of which is by earthquake events, so far pushover analysis and time history analysis are two approaches that are often carried out in evaluating the structural performance of a building, this study aims to evaluate a steel construction material warehouse building in Cikarang through two nonlinear analysis approaches as a comparison of structural performance results. This research method is quantitative with the analysis data used are technical data, geometry and earthquake parameter data. From the results of pushover and time history analysis, the same level of structural performance is obtained, namely including the Immediate Occupancy (IO) category for both X-direction and Y-direction displacement. The target displacement obtained from the X pushover is 0.092 m and the Y pushover is 0.069 m. While the maximum displacement obtained from the results of the X pushover is 0.092 m and 0.069 m. While the maximum displacement obtained from the X direction time history results based on the El Centro earthquake recording is 0.016 m and the Sikuai Island earthquake recording in the Y direction is 0.0047 m. Keywords: Earthquake, Steel Structure, Pushover Analysis, Time History Analysis, Structure Performance
Pengaruh Substitusi Bahan Penyusun Beton Menggunakan Abu Ketel dan Limbah Genteng Terhadap Kuat Tekan Beton Safari, Azka Muhammad; Irianti, Laksmi; Helmi, Masdar; Husni, Hasti Riakara
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i1.1198

Abstract

Abstrak Hasil dari pembakaran limbah kelapa sawit menghasilkan abu ketel yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan pozzolan. Limbah genteng juga dimanfaatkan sebagai substitusi dari agregat kasar. Pembuatan benda uji kubus 15cm x 15cm x 15cm untuk diuji kuat tekan pada umur 3, 7, 14, dan 28 hari, dengan variasi pada bahan penyusunnya 5% abu ketel terhadap berat semen dan 5%, 10%, 15%, dan 20% limbah genteng terhadap berat agregat kasar. Kuat tekan terbesar pada umur 28 hari untuk beton dengan substitusi hanya limbah genteng terdapat pada variasi 5% (G5) dengan kuat tekan 34,86 MPa. Substitusi 5% abu ketel untuk semen pada G5, kuat tekan beton mengalami peningkatan yang cukup signifikan menjadi 37,45 MPa. Hasil kuat tekan pada benda uji dengan kadar limbah genteng lain seluruhnya mengalami peningkatan kuat tekan setelah dilakukan substitusi 5% abu ketel pada semen. Sehingga subtitusi 5% abu ketel dapat meningkatkan kuat tekan pada beton dengan substitusi limbah genteng. Kata kunci: Abu ketel, limbah genteng, kuat tekan Abstract The combustion of palm oil waste produces boiler ash, which can be used as pozzolanic material. Tile waste is also used as a substitute for coarse aggregate. A 15cm x 15cm x 15cm cube specimen was produced to test the compressive strength at 3, 7, 14 and 28 days with variations in the constituents 5% boiler ash by weight of cement and 5%, 10%, 15% and 20% tile waste by weight of coarse aggregate. The highest compressive strength at 28 days for concrete with only tile waste substitution found in the 5% variation (G5) with a compressive strength of 34.86 MPa. Substituting 5% boiler ash for cement in G5, the compressive strength increased to 37,45 MPa. The compressive strength of other variations of tile waste increased after 5% substitution of boiler ash in cement. Therefore, 5% boiler ash substitution can increase the compressive strength of concrete with tile waste substitution. Keywords: boiler ash, tile waste, compressive strength
Analisis Kinerja Simpang Empat Bersinyal RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan Terhadap Tundaan dan Panjang Antrian Riza, M. Afiful; Suraji, Aji; Sudjianto, Agus Tugas
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i1.1200

Abstract

Abstrak Simpang empat bersinyal RSUD dr. R. Soedarsono Kota Pasuruan terletak pada jalur utama transportasi dan perdagangan Surabaya dan Bali menjadikan peningkatan arus lalu lintas signifikan. Meskipun Simpang sudah terpasang Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas (APILL) Area Traffic Control System (ATCS), belum bisa mengurai kepadatan volume kendaraan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja simpang dan dapat memberikan solusi terbaik untuk mengatasi permasalahan lalu lintas tersebut. Pengumpulan data menggunakan metode survei lalu lintas. Metode analisis dan perhitungan data menggunakan metode MKJI 1997. Berdasarkan hasil analisis kinerja simpang pada kondisi eksisting 3 (tiga) fase diperoleh volume lalu lintas harian rata-rata (LHR) tertinggi pada hari Senin pukul 06:15 - 07:15 WIB sebesar 2.282 smp/jam. Kapasitas simpang rata-rata sebesar 712 smp/jam. Nilai derajat kejenuhan rata-rata sebesar 0,80. Panjang antrian rata-rata sebesar 110,71 m. Tundaan rata-rata pada simpang yaitu 28,52 det/smp dengan mengacu pada tundaan rata-rata simpang didapatkan tingkat pelayanan simpang adalah D. Kata kunci: simpang bersinyal, derajat kejenuhan, panjang antrian, tundaan, tingkat pelayanan.  Abstract The signalized intersection of dr. R. Soedarsono Hospital in Pasuruan City is located on the main transportation and trade routes of Surabaya and Bali, making a significant increase in traffic flow. Even though the intersection has been installed with the Traffic Signaling Device (APILL) Area Traffic Control System (ATCS), it has not been able to decompose the density of vehicle volume. This research aims to evaluate the performance of intersections and can provide the best solution to overcome these traffic problems. Data collection uses the traffic survey method. The method of data analysis and calculation uses the 1997 MKJI method. Based on the results of the analysis of the performance of the intersection in the existing condition of 3 (three) phases, the highest average daily traffic volume (LHR) was obtained on Monday at 06:15 - 07:15 WIB of 2,282 smp/hour. The average interchange capacity is 712 smp/h. The average saturation degree value was 0.80. The average queue length is 110.71 m. The average delay at the intersection is 28.52 sec/junior high school with reference to the average delay of the intersection, the service level of the intersection is D. Keywords:   signalized intersection, degree of saturation, queue length, delays, level of service (LOS) intersection.
Pemanfaatan Limbah Plastik Low Density Polyethylene (LDPE) sebagai substitusi Terhadap Campuran Aspal PEN 60/70 Kurniasari, Febrina Dian; Pramanda, Heru; Muarif, M. Agil
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i1.1201

Abstract

Abstrak Aspal merupakan bahan utama yang dipakai dalam pembuatan jalan raya, material ini memiliki sifat fleksibilitas, stabilitas, durabilitas, dan tahan terhadap air. Untuk mengatasi kerusakan jalan tersebut diperlukan adanya bahan tambah ataupun material alternatif pengganti yang dapat digunakan pada campuran beraspal salah satunya yaitu limbah plastik low density polyethylene (LDPE). Selain dapat digunakan didalam campuran penggunaan limbah plastik dapat mengurangi dampak terhadap pencemaran lingkungan karena jumlah sampah plastik di Indonesia diperkirakan mencapai 9,52 juta ton atau 14% dari total sampah yang ada. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengurangi penggunaan jumlah aspal dalam campuran, mendapatkan campuran yang homogen antara limbah plastik dan aspal penetrasi 60/70, menentukan komposisi campuran limbah plastik yang dapat menghasilkan kekuatan aspal yang optimum. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa yang memenuhi persyaratan Bina Marga adalah pada kadar aspal 5,0% dengan persentase limbah plastik LDPE yaitu 7,5% dan nilai stabilitas yaitu 1083,25 kg. Berdasarkan hasil penelitian dinyatakan bahwa campuran limbah plastik LDPE dapat digunakan di dalam campuran aspal dan dapat meningkatkan nilai stabilitas/kekuatan daya tahan dari permukaan jalan. Kata kunci: Substitusi, Low Density Polyethilene (LDPE), Stabilitass (Kuat Tekan), Marshall Test.  Abstract Asphalt is the main material used in making roads, this material has the properties of flexibility, stability, durability and water resistance. To overcome this road damage, additional materials or alternative materials that can be used in asphalt mixtures are needed, one of which is low density polyethylene (LDPE) plastic waste. Apart from being able to be used in a mixture, the use of plastic waste can reduce the impact on environmental pollution because the amount of plastic waste in Indonesia is estimated to reach 9.52 million tons or 14% of the total existing waste. The aim of this research is to reduce the amount of asphalt used in the mixture, obtain a homogeneous mixture of plastic waste and 60/70 penetration asphalt, determine the composition of the plastic waste mixture which can produce optimum asphalt strength. The research results show that what meets the Bina Marga requirements is an asphalt content of 5.0% with a percentage of LDPE plastic waste of 7.5% and a stability value of 1083.25 kg. Based on the research results, it was stated that a mixture of LDPE plastic waste can be used in asphalt mixtures and can increase the stability/strength value of the road surface. Keywords: Substitution, Low Density Polyethilene (LDPE), Stability (compressive strength), Marshall Test.
Studi kelayakan Proyek Terhadap Aspek Teknis dan Kelayakan Investasi pada Pembangunan Rumah Tinggal di Liliba Kota Kupang Usboko, Gregorius Paus; Seran, Sri Santi; Mooy, Merzy; Afu, Mohamad Alfian
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i1.1202

Abstract

Abstrak Rumah Tinggal Permanent Type 27 m2 Liliba adalah salah satu bangunan milik perseorangan yang terletak di Jalan Yupiter, Liliba, Kota Kupang dan dibangun di atas lahan seluas 600 m2. Pembangunan rumah tinggal ini dimulai pada tahun 2023 dan selesai pada tahun 2024 dengan menghabiskan biaya sebesar Rp. 1.436.880,000.00. Rumah Tinggal ini memiliki 10 unit hunian. Luas 1 unit hunian rumah tinggal tersebut adalah 27 m2 dilengkapi fasilitas teras depan, 1 kamar tidur, ruang tamu, kamar mandi, dan dapur. Bangunan ini fungsinya untuk tempat tinggal yang disewakan per hari. Kelayakan pembangunan proyek perumahan dalam studi ini dianalisis dari aspek teknis dan investasi. Aspek teknis dalam studi kelayakan dimaksudkan untuk memberikan parameter-parameter teknis yang berkaitan dengan perwujudan fisik proyek. Sedangkan analisa kelayakan investasi didasarkan pada besarnya biaya pengelolaan, biaya sewa bahkan biaya konstruksi. Tujuannya mengevaluasi kelayakan dan merekomendasikan kelayakan investasi yang tepat. Hasil penelitian menunjukkan pembangunan rumah tinggal permanent type 27 m2 Liliba secara teknis dan finansial layak untuk dibangun. Kata Kunci: Rumah Tinggal, Aspek Teknis, Investasi Abstract Permanent Residential House Type 27 m2 in Liliba is one of the privately owned buildings located on Jalan Yupiter, Liliba, Kupang City and built on an area of 600 m2. The construction of this house began in 2023 and was completed in 2024 at a cost of Rp. 1,436,880,000.00. This house has 10 residential units. The area of 1 residential unit of the house is 27 m2 equipped with a front terrace, 1 bedroom, living room, bathroom, and kitchen. This building functions as a residence that is rented per day. The feasibility of housing project development in this study is explained from the technical and investment aspects. The technical aspects in the feasibility studyare intended to provide technical parameters related to the physical launch of the project. While the assessment of investment feasibility is based on the amount of management costs, rental costs and even construction costs. Providing feasibility and recommending the right investment feasibility. The results of the study show that the construction of a Liliba permanent house type 27 m2 is technically and financially feasible to build.Keywords: Residential House, Technical Aspects, Investment
Analisis Kelayakan Investasi Antara Bangun Baru dan Bangunan Existing Ombudsman RI di Kawasan Kuningan Jakarta Sunaryo, Sunaryo; Pranoto, Wati Asriningsih; Setiadi, Mark
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i1.1204

Abstract

Abstrak Studi kelayakan investasi dilakukan dengan metode discounted cash flow (DCF). Hasil perhitungan dengan metode DCF disimulasikan dengan metode monte carlo. Indikator-indikator yang digunakan adalah tingkat okupansi, kenaikan biaya konstruksi, kenaikan biaya sewa dan service charge. Arus kas bangunan existing dan bangunan baru dibuat untuk menghitung nilai NPV dan IRRnya. Perhitungan metode DCF pada bangunan existing dengan nilai MARR sebesar 7,47%, didapatkan nilai NPV positif sebesar Rp.155.274.649.791 dan nilai IRR sebesar 31,5%, waktu pengembalian selama 6 tahun 4 bulan. Perhitungan bangunan baru didapatkan nilai NPV positif sebesar Rp.184.233.384.822 dan nilai IRR sebesar 17,5%, waktu pengembalian selama 8 tahun 8 bulan. Perbandingan perhitungan antara bangunan existing dan bangunan baru didapatkan nilai NPV positif sebesar Rp.28.958.735.031 dan nilai IRR sebesar 18,88%, waktu pengembalian 9 tahun 1 bulan. Hasil perhitungan dengan metode DCF dilakukan simulasi monte carlo, sehingga didapatkan nilai NPV rata-rata positif sebesar Rp.21.854.144.293 dan nilai IRR rata-rata sebesar sebesar 11,4% dengan waktu pengembalian rata-rata 8 tahun 11 bulan. Nilai standar deviasi untuk NPV sebesar Rp.6.457.269.316 dan nilai standar deviasi untuk IRR sebesar 1,34%. Perbandingan NPV positif dan nilai IRR lebih besar dari MARR, sehingga alternatif bangun baru layak dilaksanakan. Mempertahankan bangunan existing perlu dilakukan analisis teknik terkait keandalan bangunan existing. Kata kunci: studi kelayakan, metode DCF, metode monte carlo Abstract An investment feasibility study was conducted using the discounted cash flow (DCF) method. The results of the DCF method were simulated using the Monte Carlo method. The indicators used were occupancy rate, construction cost increases, rental cost increases, and service charge increases. Cash flows for existing and new buildings were created to calculate their NPV and IRR. The DCF method calculation for the existing building, with a MARR of 7.47%, resulted in a positive NPV of Rp.155,274,649,791 and an IRR of 31.5%, with a payback period of 6 years and 4 months. The calculation for the new building resulted in a positive NPV of Rp.184,233,384,822 and an IRR of 17.5%, with a payback period of 8 years and 8 months. The comparison between the existing and new buildings resulted in a positive NPV of Rp.28,958,735,031 and an IRR of 18.88%, with a payback period of 9 years and 1 month. The DCF method results were simulated using the Monte Carlo method, resulting in an average positive NPV of Rp.21,854,144,293 and an average IRR of 11.4% with an average payback period of 8 years and 11 months. The standard deviation for NPV is Rp.6,457,269,316 and for IRR is 1.34%. The positive NPV comparison and IRR value greater than the MARR indicate that the new building alternative is feasible. Maintaining the existing building requires a technical analysis related to its reliability. Keywords: feasibility study, DCF method, monte carlo method
Analisis Pengaruh Lubang Resapan Biopori Dalam Upaya Konservasi Air Terhadap Genagan Air Minimal Di Gampong Rayeuk Kareung Hasan, Phadlin; Hidayat, Adrian Adi; Ersa, Nanda Savira; Maulana, Rahmatul
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i1.1206

Abstract

Abstrak Lubang resapan biopori merupakan teknologi yang dirancang untuk meningkatkan daya serap tanah terhadap air, sehingga menjadi solusi yang efektif dalam upaya konservasi air dan pengurangan genangan air di permukaan tanah. Penelitian ini dilaksanakan di Gampong Rayeuk Kareung, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe, dengan menggunakan metode pengukuran laju infiltrasi pada 6 sampel tanah bervegetasi di lapangan. Pengujian dilakukan dengan pipa berdiameter 10 cm dan kedalaman 100 cm, di mana 3 sampel diuji tanpa isian dan 3 sampel lainnya diisi sampah organik. Hasil pengujian menunjukkan laju infiltrasi rata-rata pada sampel tanpa isian sebesar 60,10 mm/jam dan 66,02 mm/jam pada sampel dengan isian sampah dedaunan. Dari analisis debit limpasan, diketahui bahwa LRB mampu menyerap air dengan debit sebesar 0,1629 m³/detik, sementara debit limpasan awal tanpa adanya LRB mencapai 0,1901 m³/detik. Dengan pemasangan lubang resapan biopori ini, terjadi pengurangan debit limpasan hingga 85,69%, yang menunjukkan potensi signifikan LRB dalam mengurangi genangan, meningkatkan daya serap tanah, dan mengelola air permukaan secara berkelanjutan di wilayah tersebut. Kata kunci: Debit Limpasan, Infiltrasi, Konservasi Air, Lubang Resapan Biopori  Abstract Biopore Infiltration Holes are a technology designed to enhance the soil's absorption capacity for water, making it an effective solution for water conservation efforts and reducing surface water pooling. This research was conducted in Gampong Rayeuk Kareung, Blang Mangat District, Lhokseumawe City, using the infiltration rate measurement method on 6 vegetated soil samples in the field. The testing was performed using pipes with a diameter of 10 cm and a depth of 100 cm, where 3 samples were tested without any fill and the other 3 samples were filled with organic waste. The test results showed an average infiltration rate of 60.10 mm/hour for the samples without fill and 66.02 mm/hour for the samples filled with leaf waste. From the runoff discharge analysis, it was found that the biopore infiltration holes (BII) can absorb water with a discharge of 0.1629 m³/second, while the initial runoff discharge without BII reached 0.1901 m³/second. The installation of these biopore infiltration holes resulted in a runoff discharge reduction of up to 85.69%, indicating the significant potential of BII in reducing pooling, enhancing soil absorption capacity, and managing surface water sustainably in the area. Keywords: Runoff Discharge, Infiltration, Water Conservation, Biopore Infiltration Holes
Pemanfaatan Model HEC-RAS dan Metode ECLAC dalam Menganalisis Genangan Banjir di Daerah Aliran Sungai Cilamajang Sari, Novia Komala; Herlina, Nina; Hidayanto, Hidayanto
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i1.1207

Abstract

Abstrak Daerah aliran Sungai Cilamajang merupakan bagian dari DAS Ciwulan. DAS Cilamajang memiliki luas sebesar 28,91 km2 dengan panjang sungai utama sebesar 8,17 km. Bentuk DAS melebar di bagian hulu seperti kipas memiliki potensi banjir. Banjir yang mengenangi daerah sekitar menyebabkan kerugian. Simulasi genangan banjir menggunakan HEC-RAS dan estimasi kerugian banjir menggunakan metode ECLAC. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung luasan banjir pada periode ulang 50 dan 100 tahun dan mengetahui kerugian yang diakibatkan banjir. Hasil analisis debit banjir rencana menggunakan metode HSS Nakayasu pada periode ulang 50th sebesar 163,342 m3/dtk dan 100th sebesar 179,347 m3/dtk. Model hidraulika menggunakan HEC-RAS dua dimensi pada kondisi unsteady flow. Hasil simulasi diperoleh luas genangan sebesar 15,93 ha pada debit banjir 50 tahun dan 16,77 ha pada 100 tahun. Estimasi kerugian menggunakan metode ECLAC pada Qr 50 tahun sebesar Rp. 940.905.838 dan Qr100 tahun sebesar Rp.1.052.186.456. Adanya hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai mitigasi bencana banjir agar mengurangi dampak banjir dan perencanaan penangganan di Sungai Cilamajang. Kata kunci: Banjir, Cilamajang, DAS, ECLAC, HEC-RAS  Abstract The Cilamajang River Basin is part of the Ciwulan Watershed. The Cilamajang Watershed has an area of 28,91 km2 and the length of the main river is 8,17 km. The shape of the watershed widens in the upstream like a fan and has the potential for flooding. Floods inundate the surrounding area causing losses. Flood inundation simulation using HEC-RAS and flood loss estimation using the ECLAC method. The purpose of this study was to calculate the flood area at a return period of 50 and 100 years and estimate losses. The planned flood discharge analysis results using the HSS Nakayasu method at a return period of 50 were 163,342 m3/sec. and 100 were 179.347 m3/sec. Hydraulic analysis using HEC-RAS with two-dimensional simulation with unsteady flow. The simulation results obtained an inundation area of 159,93 ha at a flood discharge with a return period of 50 years and 167,77 ha at 100 years. Estimated losses using the ECLAC method for each return period are Rp. 940.905.838 and Rp. 1.052.186.456. The results of this study can be used as flood disaster mitigation to reduce the impact of floods and planning in the Cilamajang River. Keywords: flood, cilamajang, watershed, ECLAC, HEC-RAS
Pemanfaatan Limbah Konstruksi untuk Memperbaiki Gradasi Tanah pada Produksi Bata Compressed Stabilized Earth Block (CSEB) Kaifan, Andrian; Munardy, Munardy; Irham, Irham; Miswar, Khairul; Gani, Fauzi A.
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i1.1208

Abstract

Abstrak Material semen adalah yang paling umum digunakan sebagai stabilisator untuk meningkatkan sifat-sifat Compressed Stabilized Earth Blocks (CSEB). Faktor yang mengatur yang mengendalikan sifat-sifat CSEB termasuk jumlah kandungan lanau dan lempung di dalam tanah. Penelitian ini difokuskan pada pengendalian kandungan lanau dan lempung dan perbaikan gradasi dengan penggunaan limbah konstruksi (beton yang dihancurkan) dan pasir sungai. Tanah yang dipilih dimodifikasi garadasinya dengan menambahkan limbah konstruksi dan pasir mengikuti teori konsep particle packing pada kurva gradasi Fuller dengan kandungan lanau + lempung kondisi asli dan sebanyak 20%. Semen digunakan dengan kadar 6%, 8%, dan 10%. Benda uji kubus 15 × 15 × 15 cm3 dicetak dan diuji kepadatan, penyerapan air, dan kuat tekan 28 hari. Hasil dari penelitian terlihat bahwa bata CSEB yang diperbaiki gradasi tanahnya ini masuk pada mutu Kelas C dan kelas B menurut WD-ARS 1333:2018(E) Bagian 7. Bata CSEB dengan campuran limbah konstruksi ini memberikan solusi mengurangi limbah konstruksi. Kata kunci: CSEB, limbah konstruksi, lanau dan lempung, particle packing, kuat tekan.  Abstract Cement is the most used material as a stabilizer to improve the properties of Compressed Stabilized Earth Blocks (CSEB). The controlling factors that control the properties of CSEB include the amount of silt and clay content in the soil. This study focused on controlling silt and clay content and improving gradation by using construction waste (crushed concrete) and river sand. The selected soil was modified in its gradation by adding construction waste and sand following the particle packing concept theory on the Fuller gradation curve with the original silt + clay content and as much as 20%. Cement was used with levels of 6%, 8%, and 10%. Cube test specimens measuring 15 × 15 × 15 cm3 were moulded and tested for density, water absorption, and 28-day compressive strength. The results of the study showed that the CSEB bricks with improved soil gradation were in Class C and Class B quality according to WD-ARS 1333:2018(E) Part 7. CSEB bricks with a mixture of construction waste provide a solution to reduce construction waste. Keywords: CSEB, construction waste, silt and clay, particle packing, compressive strength
Perancangan Dan Analisis Galian Dalam Dengan Turap Serta Strut Pada Tanah Lempung Kaku Yuliet, Rina; Marina, Mita
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i1.1209

Abstract

Abstrak Tanah lempung kaku adalah tanah yang memiliki kohesi yang tinggi untuk menahan tekanan tanah pada kedalaman tertentu. Meskipun memiliki kohesi yang tinggi, galian pada tanah lempung kaku tetap dapat mengalami pergerakan atau longsor jika galian tidak diberi turap dan penyangga (strut) yang cukup karena gaya geser yang bekerja pada sisi galian menyebabkan tanah bergerak atau runtuh. Di beberapa negara, banyak insiden keruntuhan galian dalam yang disebabkan oleh kegagalan sistem galian berturap yang mengakibatkan kerugian finansial dan korban jiwa oleh karena itu, perencanaan sistem galian berturap yang aman dan efektif sangat penting untuk mencegah kegagalan dalam konstruksi galian. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan kedalaman pemancangan turap, spesifikasi turap dan kapasitas strut untuk kedalaman galian 10 m dan lebar galian 6.9 m. Hasil perancangan didapatkan kedalaman pemancangan turap aktual 10,2 m sehingga panjang total turap adalah 20,2 m. Hasil perhitungan analitis didapatkan nilai momen lentur sebesar 78,3 kN.m/m dan dari hasil analisis numerik didapatkan nilai momen lentur sebesar 62,10 kN/m/m. Berdasarkan kedua nilai tersebut didapatkan spesifikasi turap profil U dengan penampang tipe II. Hasil analisis kapasitas strut didapatkan nilai kekuatan tekan aksial yang diizinkan sebesar 2.500, 9 kN lebih besar dari beban rencana strut yaitu 518,9 kN, maka strut mampu menahan beban yang diterima oleh turap. Kata kunci: kohesi, kedalaman pemancangan, spesifikasi, momen lentur, kapasitas strut Abstract Stiff clay is soil with high cohesion to withstand soil pressure at a certain depth. Despite having high cohesion excavations in stiff clay can still experience movement or landslides if the excavation is not supported sufficiently because the shear force acting on the side of the excavation causes the soil to move or collapse. In various countries, there have been many incidents of deep excavation collapse caused by the failure of the sheet pile excavation system, which resulted in financial losses and casualties. Therefore, planning a safe and effective sheet pile excavation system is essential to prevent failure in excavation construction. This study aims to obtain the actual depth of sheet pile penetration, specifications, and the capacity of the struts for an excavation depth of 10 m and an excavation width of 6.9 m. The design results obtained the actual penetration depth of 10.2 m, so that the total length of the sheet pile 20.2 m. The analytical calculation results obtained a bending moment value of 78.3 kN.m/m, and numerical analysis results obtained a bending moment value of 62.10 kN/m/m. Based on these two values, the specifications of the U-profile sheet pile with a type II cross-section were obtained. The analysis of the strut's capacity obtained an allowable axial compressive strength value of 2,500.9 kN greater than the design load of the struts, which is 518.9 kN, so that the struts can withstand the load. Keywords: cohesion, penetration depth, spesification, bending moment, struts capacity

Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025 Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September) Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024 Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024 Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023 Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1, Maret 2023 Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022 Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022 Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021 Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021 Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020 Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1 Vol. 9 No. 2 (2019): Volume 9, Nomor 2, September 2019 Vol 9, No 1 (2019): Volume 9, Nomor 1, Maret 2019 Vol. 8 No. 2 (2018): Vol 8 No 2 September 2018 Vol. 8 No. 1 (2018): Vol 8 Nomor 1, Maret 2018 Vol. 7 No. 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017 Vol. 7 No. 1 (2017): Vol 7 No 1 Maret 2017 Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 Nomor 1 (2016), Teras Jurnal, Vol 6 No 1, Maret 2016 Vol. 6 No. 2 (2016): Volume 6 Nomor 2, September 2016 Vol 5, No 2 (2015): TERAS JURNAL Vol.5, No.2, September 2015 Vol 5, No 1 (2015): TERAS JURNAL, Vol. 5, No. 1, Maret 2015 Vol 4, No 2 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.2, SEPTEMBER 2014 Vol 4, No 1 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.1, MARET 2014 Vol 3, No 2 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No 2, September 2013 Vol 3, No 1 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No.1, Maret 2013 Vol 2, No 4 (2012): Teras Jurnal, Vol 2, No 4, Desember 2012 Vol 1, No 1 (2011): Teras Jurnal, Vol.1, No.1, Maret 2011 More Issue