cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota lhokseumawe,
Aceh
INDONESIA
Teras Jurnal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Social, Engineering,
Teras Jurnal is a journal that communicates the results of research within the scope of civil engineering and scientific development as well as aspects of practitioners. The process of manuscript submission is open throughout the year. All submitted manuscript will be screened with double-blind peer review and editorial review before they are accepted to publish. Teras Jurnal receives a manuscript from the following area below civil engineering science and development with the interdisciplinary and multidisciplinary approach:
Arjuna Subject : -
Articles 417 Documents
Analisa Revisi Desain pada Kinerja Pelaksanaan Konstruksi: Studi Kasus Gedung Kantor Pajak Pratama Natar Adipaty, Arneta Pratiwi; Kustiani, Ika; Afriani, Lusmeilia; Dwsbu, Chatarina Niken; Usman, Kristianto
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1246

Abstract

Abstrak   Pada Proyek Pembangunan Gedung Kantor Pelayanan Pajak Pratama – Natar, ditemukan masalah seperti gambar yang tidak dapat dilaksanakan, perubahan rencana kerja, dan perubahan scope pekerjaan. Tujuan penelitian adalah menganalisa faktor utama yang mempengaruhi perubahan desain dalam durasi pelaksanaan. Metode yang digunakan dengan melakukan penyebaran kuesioner sebagai data utama dan wawancara sebagai data pendukung, yang kemudian dianalisis menggunakan Analytical Hierarchy Process (AHP). Hasil penelitian dari perubahan desain pada proyek konstruksi, yang disebabkan oleh ketidaksesuaian antara rencana dan kondisi lapangan, mungkin berdampak signifikan terhadap durasi proyek. Perubahan ini dipicu oleh penyesuaian kondisi lapangan dan permintaan dari pihak pemilik proyek, seperti penambahan pos jaga serta instalasi air conditioner di area yang tidak direncanakan sebelumnya. Kesenjangan ini menyebabkan keterlambatan proyek, yang seharusnya telah mencapai 97% pada minggu ke-39, namun realisasinya hanya 63%. Faktor-faktor seperti penyesuaian lapangan dan permintaan pemilik proyek, termasuk penambahan fasilitas tak terduga, berkontribusi dominan terhadap keterlambatan dan peningkatan biaya kemudian dari 13 faktor yang dianalisis, faktor dominan yang mempengaruhi perubahan desain yaitu kesalahan estimasi biaya (prioritas 0,098%), ketidaktersediaan standar material (prioritas 0,085%), dan penundaan pekerjaan (prioritas 0,084%). Kesimpulan adalah bahwa perubahan desain dalam proyek konstruksi paling dominan dipengaruhi oleh faktor Kesalahan Estimasi Biaya dan Ketidaksesuaian Desain dengan Kondisi Lapangan, berdasarkan bobot prioritas tertinggi hasil metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Kedua faktor ini berasal dari aspek perencanaan, yang terbukti lebih berpengaruh terhadap durasi proyek dibandingkan faktor pelaksanaan.   Kata kunci: manajemen perubahan, durasi pelaksanaan, AHP, faktor perencanaan, faktor konstruksi.   Abstract   The construction of the Pratama Tax Office Building in Natar encountered several issues, including unimplementable drawings, changes in work plans, and alterations in the project scope. This study aims to analyze the dominant factors influencing design changes that affect project duration. The research employed a questionnaire as the primary data collection method and interviews as supporting data, analyzed using the Analytical Hierarchy Process (AHP). The results indicate that design changes, triggered by discrepancies between the planning documents and actual site conditions, significantly impacted the project's timeline. These changes were largely driven by field adjustments and client requests, such as additional guard posts and unexpected air conditioning installations. The gap between plan and execution caused a delay, where the project was expected to reach 97% completion by week 39 but only achieved 63%. From the 13 factors analyzed, the most influential on design changes were cost estimation errors (priority 0.098%), unavailability of standard materials (0.085%), and work delays (0.084%). The study concludes that design changes in construction projects are predominantly influenced by planning-related factors, particularly cost estimation errors and inconsistencies between design and site conditions. These planning factors have a greater impact on project duration than those arising during execution.   Keywords: change management, project duration, AHP, planning factors, Construction factors.
Pemanfaatan Limbah Industri Berupa Abu Ketel dan Silica Fume Untuk Peningkatan Kuat Tekan Beton Irianti, Laksmi; Helmi, Masdar; Widyawati, Ratna; Abdullah, Habib Ilham; Hidayatullah, Hadi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1247

Abstract

Abstrak Pembangunan infrastruktur di Indonesia mengalami kemajuan signifikan. Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan abu ketel dan silica fume dalam beton sebagai alternatif berkelanjutan. Variasi percobaan mencakup penambahan dan penggantian sebagian semen dengan abu ketel dan silica fume. Hasil menunjukkan bahwa campuran dengan kandungan abu ketel dan silica fume memiliki slump yang lebih rendah, namun meningkatkan kuat tekan pada umur 28 dan 56 hari. Proporsi optimum sebagai bahan tambah adalah 5% abu ketel dan 5% silica fume dengan peningkatan kuat tekan dari 28 hari ke 56 hari sebesar 9,42 MPa sedangkan sebagai bahan pengganti sebagian semen adalah 85% semen, 5% abu ketel, dan 10% silica fume, mencapai kuat tekan beton kubus sebesar 28,93 MPa pada umur 28 hari dan 30,67 MPa pada umur 56 hari. Penelitian ini memberikan wawasan tentang potensi penggunaan limbah kelapa sawit dan sisa industri sebagai bahan tambahan dalam industri konstruksi untuk mendukung pembangunan berkelanjutan.   Kata kunci: Abu Ketel, Silica Fume, Kuat Tekan Beton   Abstract Infrastructure development in Indonesia has experienced significant progress. This research explores the use of palm kettle ash and silica fume in concrete as a sustainable alternative. Experimental variations include adding and replacing some of the cement with palm kettle ash and silica fume. The results showed that the mixture containing palm kettle ash and silica fume had a lower slump, but increased compressive strength at the ages of 28 and 56 days. The optimum proportion as an additive is 5% palm kettle ash and 5% silica fume with an increase in compressive strength from 28 days to 56 days of 9.42 MPa while as a partial replacement material for cement it is 85% cement, 5% palm kettle ash and 10% silica fume, reaching a compressive strength of cube concrete of 28.93 MPa at 28 days and 30.67 MPa at 56 days. This research provides insight into the potential for using palm oil waste and industrial residue as additional materials in the construction industry to support sustainable development.   Keywords: Palm Kernel Ash, Silica Fume, Compressive Strength of Concrete
Assessing Signalized Intersections During Rush Hours Through Geometric Planning and Road Widening Intersection Salman, Salman -; Pontan, Darmawan; Fadly, Noer; Irawandi, Veby; Kurniyaningrum, Endah; Widiarso, Tulus
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1251

Abstract

Abstract   As consumers and businesses rely on the efficiency, safety, and reliability of transportation networks, the quality of urban life is at risk due to increasing traffic congestion. The current study aims to evaluate the capacity of an intersection by recalculating the existing condition and making changes with geometric improvements, namely symmetrizing the intersection arms and traffic separation islands and widening the intersection arms. Factors that affect traffic congestion at intersections in the Banda Aceh area, such as driver behavior, traffic light capacity, peak-hour drivers, and intersection design. This study compares on-site data with the performance of signalized intersections using various traffic methodologies. With a population of 261,000 in Banda Aceh, Simpang Surabaya is known as a busy route in urban life. Two techniques are used for the analysis: applying the Indonesian Highway Capacity Manual (MJKI) to the road widening and geometric re-planning. The results show that the intersection capacity is close to saturation, with a saturation value of 1.336 which exceeds 0.85 due to asymmetric traffic islands, high volumes, and long cycle times. Geometric changes and wider intersection roads reduce this value to 0.83. The results indicate that Simpang Surabaya (the intersection of Surabaya) needs to be widened immediately and properly. Further research is recommended to evaluate other intersections in the city of Aceh with quite busy traffic density to carry out calculations and handling by using different of MJKI accordingly.   Keywords: Traffic volume; signalized intersection, capacity; degree of saturation; traffic delay   Abstrak   Ketika konsumen dan perusahaan bergantung pada efisiensi, keamanan, dan keandalan jaringan transportasi, kualitas kehidupan perkotaan berada dalam risiko akibat meningkatnya kemacetan lalu lintas. Penelitian saat ini bertujuan untuk mengevaluasi kapasitas persimpangan dengan menghitung ulang kondisi eksisting dan melakukan perubahan dengan perbaikan geometrik yaitu mensimetriskan lengan-lengan simpang dan pulau pemisah arus lalu lintas dan pelebaran lengan simpang. Faktor -faktor yang mempengaruhi kemacetan lalu lintas di persimpangan jalan di daerah Banda Aceh, seperti perilaku pengemudi, kapasitas lampu lalu lintas, pengemudi pada jam sibuk, dan desain persimpangan. Studi ini membandingkan data di lokasi dengan kinerja persimpangan yang dilengkapi sinyal menggunakan berbagai metodologi lalu lintas. Dengan 261.000 penduduk, Simpang Surabaya di Banda Aceh dikenal sebagai jalur sibuk dalam kehidupan perkotaan. Dua teknik digunakan untuk analisis: menerapkan manual kapasitas jalan raya Indonesia (MJKI) pada pelebaran jalan dan perencanaan geometrik ulang. Hasilnya menunjukkan bahwa kapasitas persimpangan mendekati jenuh, dengan nilai jenuh sebesar 1,336 yang melebihi 0,85 akibat pulau lalu lintas yang asimetris, volume tinggi, dan waktu siklus yang panjang. Perubahan geometris dan jalan persimpangan yang lebih lebar mengurangi nilai ini menjadi 0,83. Hasilnya menunjukkan bahwa Simpang Surabaya perlu segera diperlebar dengan baik. Penelitian selanjutnya dianjurkan mengevaluasi simpang dengan kepadatan yang cukup sibuk di daerah Aceh lainnya untuk dilakukan kalkulasi dan penanganan secepatnya.   Kata kunci: Volume lalulintas, simpang bersinyal, kapasitas, derajat kejenuhan, tundaan lalu   lintas
Kekuatan Lentur Balok Beton Dengan Perkuatan Ferrocement Sebagai Bahan Bangunan Non-Engineered Construction Merdana, INyoman; Mahmud, Fathmah; Hariyadi, Hariyadi; Ngudiyono, Ngudiyono; Kencanawati, Ni Nyoman
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1252

Abstract

Abstrak   Non-Engineered Construction merupakan bangunan sederhana yang dikerjakan oleh tenaga tak terlatih tanpa pendampingan dari ahli bangunan. Bangunan Non-Engineered construction tersebut paling banyak mengalami rusak saat terjadi gempa. Bangunan seperti demikian itu seringkali berupa bangunan rumah sederhana, baik dengan ataupun tanpa perkuatan kerangka beton. Untuk tujuan perkuatan dapat digunakan Ferrocement dengan tulangan berupa kawat Wire-mesh. Studi ini ditujukan untuk mengetahui perilaku lentur balok beton yang diperkuat dengan Ferrocement dengan tulangan PVC Coated Welded wire-mesh. Penelitian ini dilaksanakan secara eksperimental dengan benda uji balok beton bertulang diperkuat dengan Ferrocement yang dibebani secara statis. Adapun variable dalam kajian ini adalah Fraksi volume dari Welded wire-mesh. Dari pengujian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa semua balok uji berperilaku daktail. Lebar retak dan jarak retak pada balok dipengaruhi secara nyata oleh perkuatan Ferrocement dengan tulangan Welded wire-mesh. Kuat lentur nominal dari balok meningkat tidak signifikan dengan penambahan Ferrocement namun lebar retak menurun seiring dengan bertambahnya nilai Fraksi volume wire-mesh.   Kata kunci: Non-Engineered construction, Fraksi Volume tulangan, Kuat lentur, Pola retak   Abstract   Non-Engineered Constructions are simple buildings established by non-skilled building workers without supervisions of an architect. Non-Engineered constructions are frequently damaged because of earthquakes. Such buildings are simple housing, either Unconfined masonry building or Simple concrete building. In order to strengthening these type of buildings, Ferrocement with Wire-mesh reinforcement can be used. This study is intended to explore the flexural behavior of reinforced concrete beam plastered with PVC Coated Welded wire-mesh Ferrocement. This study is conducted experimentally using reinforced concrete beams strengthened with Ferrocement loaded statically. The Volume Fraction of Welded wire-mesh is considered as variable in this study. From the tests carried out, it is concluded that all of the beams tested exhibit ductile behavior. The crack width and crack distance observed on the beam are significantly affected by the Ferrocement. Nominal flexural strength of the beams increases lightly as the Volume fraction of reinforcement increase; however, the crack width is reduced remarkably as the Volume Fraction of wire-mesh rise.   Keywords: Non-Engineered construction, Volume fraction of reinforcement, Flexural strength, Crack patern
Alternatif Perencanaan Gedung Mahad Putra UIN Malang Menggunakan Struktur Baja dengan Metode Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus Namudala, Priscila; Priskasari, Ester; Erfan, Mohammad
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1256

Abstract

Abstrak   Penelitian ini bertujuan untuk mendesain ulang Gedung Mahad Putra Universitas Islam Negeri (UIN) Malik Ibrahim Malang yang mana struktur utamanya semula menggunakan beton bertulang didesain menjadi struktur baja. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan analisis dan perhitungan dengan Metode SRPMK dan menggunakan Pogram ETABS 2021. Gedung ini memiliki 5 lantai dan yang menjadi fokus penelitian ini adalah perencanaan balok induk, balok anak dan kolom. Material baja yang digunakan memiliki tegangan ultimit (fu) 450 MPa, tegangan leleh (fy) 345 MPa, modulus elastis baja (Es) 200.000 MPa, modulus geser 80.000 MPa. Berdasarkan hasil analisa dan perhitungan diperoleh bahwa profil WF 500.300.13.21, WF 400.300.9.14, H 522.475.25.50 yang digunkan berturut-turut sebagai balok induk, balok anak dan kolom memenuhi persyaratan keamanan berdasarkan SNI 2847:2019.   Demikian pula dinamika struktur berupa gaya geser dasar (base shear), eksentrisitas, simpangan, dan pengaruh P-Delta memenuhi persyaratan keamanan berdasarkan SNI 2847:2019.   Kata kunci: balok , kolom, struktur baja, metode SRPMK, dinamika struktur     Abstract   This research aims to redesign the Mahad Putra Building of State Islamic University (UIN) Malik Ibrahim Malang, where the main structure originally used reinforced concrete and was designed to be a steel structure. To achieve this goal, analysis and calculations are carried out using the SRPMK Method and using the ETABS 2021 Program. This building has 5 floors and the focus of this research is the planning of main beams, secondary beams and columns. The steel material used has an ultimate stress (fu) of 450 MPa, yield stress (fy) of 345 MPa, steel elastic modulus (Es) of 200,000 MPa, shear modulus of 80,000 MPa. Based on the results of analysis and calculation, it is found that the profiles WF 500.300.13.21, WF 400.300.9.14, H 522.475.25.50 which are used as main beam, secondary beam and column respectively meet the safety requirements based on SNI 2847:2019.   Similarly, the structural dynamics in the form of base shear force, eccentricity, deviation, and P-Delta influence meet the safety requirements based on SNI 2847:2019.   Keywords: beam, column, steel structure, SRPMK method, structural dynamics
Analisis Oceanografi Untuk Penanganan Abrasi Pantai Bengkulu Purwadi, Ofik Taupik; Rahmadani, Eria Zundi
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1268

Abstract

Abstrak   Permasalahan abrasi pantai di beberapa wilayah yang ada di Indonesia menjadi salah satu fenomena alam yang secara alami terjadi, fenomena abrasi pantai yang terjadi di sepanjang wilayah pesisir Bengkulu, khususnya pada ruas jalan negara (Bintunan - Lais). Metode yang digunakan meliputi survei in situ dan wawancara dengan masyarakat setempat untuk mengumpulkan data mengenai kejadian abrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa arus laut dominan bergerak ke arah Selatan Tenggara dengan kecepatan rata-rata 0,81 m/s, yang berkontribusi pada proses transportasi sedimen. Tinggi gelombang yang terukur mencapai 2,3 m pada saat pasang, yang mempercepat proses abrasi. Selain itu, analisis sedimentasi menunjukkan bahwa jenis partikel dominan adalah pasir halus, dengan laju sedimentasi berkisar antara 25,16-34,25 mg/cm³/det. Penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan pantai yang berkelanjutan untuk mengurangi dampak abrasi dan melindungi infrastruktur yang ada.   Kata kunci: Abrasi, Oceanografi, Pesisir Bengkulu     Abstract   The problem of coastal abrasion in several regions in Indonesia is one of the natural phenomena that naturally occurs, the phenomenon of coastal abrasion that occurs along the coastal areas of Bengkulu, especially on the state road (Bintunan - Lais). The methods used include in situ surveys and interviews with local communities to collect data on abrasion events. The results showed that the dominant ocean currents moved towards South-Southeast with an average speed of 0,81 m/s, which contributed to the sediment transportation process. The measured wave height reaches 2,3 m at high tide, which accelerates the abrasion process. In addition, sedimentation analysis showed that the dominant particle type was fine sand, with sedimentation rates ranging from 25,16-34,25 mg/cm³/det. This research emphasizes the importance of sustainable beach management to reduce the impact of abrasion and protect existing infrastructure.   Keywords: Abrasion, Oceanography, Coastal Bengkulu
Analisis Geometrik Jalan Menggunakan Pedoman Desain Geometrik Jalan 2021 (Studi Kasus: Jenderal Sudirman Kota Parepare) fika, Nurfika; Hakzah, Hakzah; Andriyani, Andriyani
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1270

Abstract

Abstrak   Jalan Jenderal Sudirman Kota Parepare Provinsi Sulawesi Selatan – Indonesia merupakan jalan nasional yang memiliki jenis jalan 4 lajur 2 arah terbagi (4/2-T) dengan arus volume lalu lintas yang tinggi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik geometrik jalan. Metode penelitian menggunakan kuantitatif deskriftif dan dianalisis menggunakan pedoman desain geometrik jalan (PDGJ) 2021. Hasil geometrik jalan sepanjang 3 km dengan 12 tikungan diperoleh Jarak Pandang Henti (JPH) 418,08 m, Jarak Pandang Mendahului (JPM) 218,536 m, Alinyemen Horizontal dan Alinyemen Vertikal tidak memenuhi standar Pedoman Desain Geometrik Jalan 2021. Mengindikasikan bahwa sebagaian ruas jalan dapat meningkatkan resiko kecelakaan serta keselamatan pengguna jalan. diperlukan evaluasi lebih lanjut serta perbaikan pada ruas jalan yang tidak sesuai standar guna meningkatkan keselamatan dan kenyamanan berkendara. Seperti penyesuaian desain geometrik, pemasangan rambu peringatan, serta penerapan rekayasa lalu lintas direkomendasikan untuk mengurangi potensi kecelakaan di lokasi tersebut.   Kata kunci: Jalan, geometrik, PDGJ 2021       Abstract   Jenderal Sudirman Road, Parepare City, South Sulawesi Province—Indonesia is a national road that has a type of 4-lane, 2-way divided road (4/2-T) with high traffic volume. The purpose of this study was to determine the geometric characteristics of the road. The 2021 road geometric design guidelines (PDGJ) served as the analytical framework for the quantitative descriptive research method. The geometric results of the 3 km long road with 12 bends obtained a Stopping Sight Distance (JPH) of 418.08 m, an Overtaking Sight Distance (JPM) of 218.536 m, the Horizontal Alignment and Vertical Alignment do not meet the standards of the 2021 Road Geometric Design Guidelines. Indicates that some road sections can increase the risk of accidents and the safety of road users. Further evaluation and improvements are needed on road sections that do not meet standards in order to improve driving safety and comfort. Such as adjusting the geometric design, installing warning signs, and implementing traffic engineering are recommended to reduce the potential for accidents at these locations.   Keywords: road, geometric, PDGJ 2021,
The Impact of Supply Chain Management on Construction Company Performance in Banda Aceh: A Factor Analysis Rani, Hafnidar A; Syammaun, Tamalkhani; Amin, Jurisman; Saputra, Muhammad Tendy Adji
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1271

Abstract

Abstract   Supply Chain Management (SCM) significantly contributes to the efficiency of project implementation in the construction industry. Failures in construction projects can lead to substantial losses and delays, making the implementation of SCM crucial. This research aims to analyze the impact of SCM on the performance of construction companies and identify the dominant factors challenging its implementation in Banda Aceh. A quantitative approach was employed using a survey method. Data were collected through questionnaires distributed to building contractors in Banda Aceh. A total of 47 respondents participated, with 30 meeting the criteria for analysis. Data analysis involved factor analysis, descriptive analysis, and Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). The study examines variables such as cost estimation, execution and working relationships, project documentation, materials, labor, equipment, project financials, project duration, and economic/political policies. The findings indicate that SCM significantly influences construction company performance. Notably, materials emerged as the most influential factor due to their direct impact on project costs, timelines, quality, and operational efficiency. Effective management of materials is therefore essential for enhancing overall performance, profitability, and reputation within the construction industry. These insights underscore the critical role of SCM in driving success for construction companies in Banda Aceh and highlight the need for strategic focus in SCM practices.   Keywords: Supply Chain Management, construction company performance, factor analysis, materials management   Abstrak   Manajemen Rantai Pasok (SCM) berkontribusi secara signifikan terhadap efisiensi pelaksanaan proyek diindustri konstruksi. Kegagalan dalam proyek konstruksi dapat menyebabkan kerugian besar dan keterlambatan, sehingga penerapan SCM menjadi sangat penting. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak SCM terhadap kinerja perusahaan konstruksi serta mengidentifikasi faktor dominan yang menjadi tantangan dalam penerapannya di Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner yang disebarkan kepada kontraktor bangunan di Banda Aceh. Jumlah total sampel adalah 47 responden, namun yang memenuhi kriteria untuk dianalisis sebanyak 30 responden. Data dianalisis menggunakan analisis faktor, analisis deskriptif, dan Multivariate Analysis of Variance (MANOVA). Studi ini meneliti variabel estimasi biaya, pelaksanaan dan hubungan kerja, dokumentasi proyek, material, tenaga kerja, peralatan, keuangan proyek, durasi proyek, serta kebijakan ekonomi/politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SCM memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja perusahaan konstruksi. Secara khusus, material muncul sebagai faktor paling berpengaruh karena dampaknya yang langsung terhadap biaya proyek, jadwal, kualitas, dan efisiensi operasional. Oleh karena itu, manajemen material yang efektif sangat penting untuk meningkatkan kinerja keseluruhan, profitabilitas, dan reputasi dalam industri konstruksi. Temuan ini menegaskan peran krusial SCM dalam mendorong keberhasilan perusahaan konstruksi di Banda Aceh serta menyoroti perlunya fokus strategis dalam praktik SCM.   Kata kunci: Manajemen Rantai Pasok, kinerja perusahaan konstruksi, analisis faktor, manajemen material
Evaluasi Keretanan Bangunan Berdasarkan Metode Floor Spectral Ratio Dengan Perekaman Mikrotremor Arifudin, Anggit Mas; Suleman, Wishal Dinansyah
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1277

Abstract

Abstrak   Yogyakarta merupakan daerah yang terletak di dekat pertemuan lempeng Eurasia dan Indo-Australia, sehingga berpotensi tinggi terhadap aktivitas tektonik yang dapat memicu gelombang seismik di permukaan tanah. Gelombang ini dapat membahayakan kestabilan bangunan yang ada di atasnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tingkat kerentanan struktur bangunan terhadap gempa bumi melalui analisis data mikrotremor yang merekam getaran alami bangunan. Studi dilakukan pada gedung Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Universitas Islam Indonesia, dengan 46 titik perekaman di dalam bangunan dan 2 titik referensi di tanah. Data mikrotremor diolah menggunakan perangkat lunak Geopsy untuk memperoleh nilai frekuensi dominan dan amplitudo. Metode Floor Spectral Ratio (FSR) digunakan untuk menganalisis bangunan, sedangkan metode Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) untuk analisis tanah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beberapa bagian bangunan memiliki frekuensi natural yang mendekati frekuensi tanah, meningkatkan potensi resonansi. Nilai indeks resonansi tergolong sedang hingga tinggi, sementara indeks kerentanan secara umum menunjukkan bahwa gedung berada pada tingkat risiko kerusakan yang rendah terhadap getaran gempa.   Kata kunci: Mikrotremor, FSR, HVSR, Frekuensi, Indeks Resonansi, Indeks Kerentanan     Abstract   Yogyakarta is located near the convergence of the Eurasian and Indo-Australian plates, making it highly vulnerable to tectonic activity that can generate seismic waves on the ground surface. These waves pose a threat to the stability of buildings. This study aims to assess the vulnerability level of building structures to earthquakes by analyzing microtremor data that records the building's natural vibrations. The research was conducted on the Faculty of Civil Engineering and Planning building at Universitas Islam Indonesia, using 46 recording points inside the building and 2 reference points on the ground. Microtremor data were processed using Geopsy software to obtain dominant frequency and amplitude values. The Floor Spectral Ratio (FSR) method was used for building analysis, while the Horizontal to Vertical Spectral Ratio (HVSR) method was applied for ground analysis. The results show that several parts of the building have natural frequencies close to the ground frequency, increasing the potential for resonance. The resonance index values range from moderate to high, while the overall vulnerability index indicates a low risk of structural damage due to seismic vibrations.   Keywords: Microtremor, FSR, HVSR, Frequency, Resonance Index, Vulnerability Index
Stabilisasi Tanah Lempung Dengan Menggunakan Bahan Additif Batu Tawas Nurkhumaira, Putri Azzura; Kalalimbong, Abraham; Ayal, Masnye Ronal
Teras Jurnal : Jurnal Teknik Sipil Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September)
Publisher : UNIVERSITAS MALIKUSSALEH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/tj.v15i2.1279

Abstract

Abstrak   Tanah lempung memiliki plastisitas tinngi dan sering memerlukan perbaikan untuk meningkatkan daya dukungnya. di ruas Jalan Taeno-Wakal, jenis tanah ini menyebabkan terjadinya longsor pada 12 Mei 2024, yang mengakibatkan penutupan jalan. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi penggunaan tawas Al2(SO4)3) sebagai bahan aditif untuk stabilisasi tanah lempung di lokasi tersebut. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan variasi campuran tawas sebesar 1%, 3% dan 5%. Pengejian meliputi kadar air, berat isi, berat jenis, Analisa saringan, batas-batas Atterberg, pemadatan, CBR (California Bearing Ration). Berdasarkan klasifikasi AASHTO, tanah di Lokasi termasuk kategori A-2-5 dan A-2-7. Hasil penelitian menunjukkan variasi nilai CBR yang tidak konsisten. Titik 1 hingga 5 menghasilkan nilai CBR berbeda-beda, dengan nilai tertinggi 5,88% dan terendah 2,37%. Secara keseluruhan, penambahan tawas tidak efektif sebagai bahan stabilisasi tanah Jalan baru Taeno-Wakal. (tambah presentase).   Kata kunci: Stabillisasi, CBR, Tanah Lempung, Tawas     Abstract   Clasy soil high plasticity and often requires improvement to enhance its bearing capacity. Along the Taeno-Wakal road section, this soil type contributed to a landslide that occurred of alum Al2(SO4)3) as an additive for stabilizing clay soil in the affected area. An experimental method was employed using alum mixtures of 1%, 3% and 5%. Laboratory tests included water content, specific gravity, unit weight, Atterberg limit, sieve analysis compaction, and California bearing ratio (CBR). Accprding to the AASHTO classification sytem, the soil is categorized as A-2-5 and A-2-7. The results revealed inconsistent CBR values across different alum concentrations. Sample point 1 to 5 produced varying outcomes, with the highest CBR value recorded at 5,88% and the lowest at 2,37%. Overall, the addition of alum was found to be ineffective as a stabilizing agent for the clay soil in Taeno-Wakal Road section.   Keywords: stabilization, CBR, Clay Soil, Alum

Filter by Year

2011 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 16 No. 1 (2026): Teras Jurnal Vol. 15 No. 1 (2025): Volume 15 Nomor 1, Maret 2025 Vol. 15 No. 2 (2025): Teras Jurnal (September) Vol. 14 No. 2 (2024): Volume 14 Nomor 2, September 2024 Vol. 14 No. 1 (2024): Volume 14 Nomor 1, Maret 2024 Vol. 13 No. 2 (2023): Volume 13 Nomor 2, September 2023 Vol. 13 No. 1 (2023): Volume 13 No 1, Maret 2023 Vol. 12 No. 2 (2022): Volume 12 Nomor 2, September 2022 Vol. 12 No. 1 (2022): Volume 12 Nomor 1, Maret 2022 Vol. 11 No. 2 (2021): Volume 11 Nomor 2, September 2021 Vol. 11 No. 1 (2021): Maret 2021 Vol. 10 No. 2 (2020): Volume 10 Nomor 2 September 2020 Vol. 10 No. 1 (2020): Volume 10 Nomor 1 Vol. 9 No. 2 (2019): Volume 9, Nomor 2, September 2019 Vol 9, No 1 (2019): Volume 9, Nomor 1, Maret 2019 Vol. 8 No. 2 (2018): Vol 8 No 2 September 2018 Vol. 8 No. 1 (2018): Vol 8 Nomor 1, Maret 2018 Vol. 7 No. 2 (2017): Vol. 7 Nomor 2, September 2017 Vol. 7 No. 1 (2017): Vol 7 No 1 Maret 2017 Vol 6, No 1 (2016): Volume 6 Nomor 1 (2016), Teras Jurnal, Vol 6 No 1, Maret 2016 Vol. 6 No. 2 (2016): Volume 6 Nomor 2, September 2016 Vol 5, No 2 (2015): TERAS JURNAL Vol.5, No.2, September 2015 Vol 5, No 1 (2015): TERAS JURNAL, Vol. 5, No. 1, Maret 2015 Vol 4, No 2 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.2, SEPTEMBER 2014 Vol 4, No 1 (2014): TERAS JURNAL, VOL.4, NO.1, MARET 2014 Vol 3, No 2 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No 2, September 2013 Vol 3, No 1 (2013): Teras Jurnal, Vol 3, No.1, Maret 2013 Vol 2, No 4 (2012): Teras Jurnal, Vol 2, No 4, Desember 2012 Vol 1, No 1 (2011): Teras Jurnal, Vol.1, No.1, Maret 2011 More Issue