cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Jurnal Mirai Management
ISSN : -     EISSN : 25974084     DOI : -
Core Subject : Economy, Science,
Jurnal Mirai Management adalah jurnal berkala ilmiah yang diterbitkan Program Pascasrajan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) AMKOP Makassar terbit perdana sejak tahun 2016.
Arjuna Subject : -
Articles 1,823 Documents
Pengaruh Influencer Marketing, Content Marketing Dan Brand Awareness Terhadap Minat Beli Konsumen Pada UMKM Aletalens Dhaffa Fadlurrahman Faiz; Muhammad Fachmi
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.12279

Abstract

Perkembangan pesat platform media sosial seperti Instagram dan TikTok telah mengubah lanskap pemasaran digital, khususnya bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh influencer marketing, content marketing, dan brand awareness terhadap minat beli konsumen pada UMKM Aletalens, sebuah merek kacamata lokal yang aktif memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran utama. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif. Data dikumpulkan dari 107 responden yang merupakan followers aktif akun Instagram dan TikTok Aletalens menggunakan teknik purposive sampling dan instrumen kuesioner skala Likert 5 poin. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear berganda melalui SPSS versi 26, dilengkapi uji asumsi klasik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) influencer marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli (t = 5,024; sig. = 0,000); (2) content marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli (t = 3,173; sig. = 0,002); (3) brand awareness berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli (t = 2,520; sig. = 0,013); dan (4) ketiga variabel secara simultan berpengaruh signifikan terhadap minat beli (F = 152,747; sig. = 0,000). Koefisien determinasi (Adjusted R²) sebesar 0,811 menunjukkan bahwa 81,1% variasi minat beli dapat dijelaskan oleh ketiga variabel tersebut. Variabel influencer marketing merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap minat beli dengan nilai Beta sebesar 0,454. Temuan ini mengimplikasikan pentingnya strategi influencer marketing yang terintegrasi dengan content marketing berkualitas dan penguatan brand awareness untuk meningkatkan minat beli konsumen pada UMKM berbasis media sosial.
Kesiapan Transformasi Digital dalam Manajemen Pemilihan: Penilaian Metode Campuran atas Adopsi Inovasi E-Voting dalam Konteks Konvergensi Industri Panji kuncoro; Pribanus Wantara; Muh Syarif; Wahyudi Agustiono
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.12184

Abstract

Penelitian ini mengkaji kesiapan manajemen adopsi e-voting dalam konteks transformasi industri digital, menggunakan desain metode campuran sekuensial eksplanatori. Fase kuantitatif melibatkan 215 responden yang diambil dari pejabat penyelenggara pemilihan menggunakan rumus Slovin dengan margin kesalahan 6,7% dari estimasi populasi terjangkau sebesar 4.800 personel, sementara fase kualitatif melibatkan 12 informan kunci yang dipilih secara purposif. Berlandaskan Technology Acceptance Model (TAM), Teori Difusi Inovasi (DOI), dan Teori Kapabilitas Dinamis (DCT), penelitian ini mengembangkan Model Kesiapan Manajemen E-Voting Terpadu (IEVMR) sebagai kontribusi teoritis utama. Hasil kuantitatif menunjukkan bahwa kesiapan infrastruktur teknologi (β=0,412), kompetensi sumber daya manusia (β=0,356), dan kepemimpinan kebijakan (β=0,287) merupakan prediktor signifikan kesiapan manajemen e-voting (R²=0,673; p
Analisis Penetapan Gaji dan Upah dalam Perspektif Islam pada Sekolah Islam Adam dan Hawa di Makassar Siti Almaida; Syafaat Anugerah, Selpina Rerung; Darwis Darwis, Arifuddin Arifuddin
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.12110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penetapan gaji dan upah dalam perspektif Islam di Sekolah Islam Adam dan Hawa di Makassar. Fokus penelitian meliputi metode penentuan besaran gaji yang adil, sistem pembayaran gaji yang adil, dan bargaining power yang adil. Berdasarkan prinsip-prinsip ekonomi Islam, upah yang adil adalah upah yang memungkinkan pekerja hidup layak dan seimbang dengan kontribusi mereka. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data yang diperoleh melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sekolah Islam Adam dan Hawa telah menerapkan sistem pengupahan yang sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan dalam Islam. Penentuan besaran gaji mempertimbangkan pengabdian karyawan, beban kerja, dan kebutuhan dasar pekerja. Sistem pembayaran gaji dilakukan setiap bulan dengan komponen-komponen seperti gaji pokok, tunjangan jabatan, tunjangan transportasi, tunjangan kedisiplinan, tunjangan fungsional, dan upah lembur. Bargaining power yang adil juga tercermin dalam proses negosiasi gaji yang memungkinkan karyawan menyampaikan pendapat mereka dan mendapatkan penghargaan yang layak atas kontribusi mereka. Kata Kunci: Upah, Penetapan Upah Sistem Pengupahan, Bargaining Power.
Analisis Pengaruh Minat dan Niat Beli Terhadap Keputusan Pembelian di Shopee Melalui Sales Promotion Sebagai Variabel Mediasi Adinda Salsabillah; Anita Safitri
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.12159

Abstract

Fokus utama penelitian ini diarahkan pada pengujian dampak yang ditimbulkan oleh interest dan Purcahse Intention terhadap purchase decision pada pengguna Shopee, dengan sales promotion ditempatkan sebagai variabel mediasi. Latar belakang kajian ini ditopang oleh pesatnya perkembangan e-commerce di Indonesia serta posisi Shopee yang mendominasi sebagai salah satu platform belanja daring berskala besar yang secara konsisten menerapkan beragam strategi promosi untuk memengaruhi perilaku pembelian konsumen. Pembaharuan dalam penelitian ini berada pada pengujian peran sales promotion sebagai variabel mediasi yang menghubungkan interest, purchase intention, dan purchase decision pada ranah e-commerce. Penerapan pendekatan kuantitatif dilakukan dengan menggunakan pemodelan SEM-PLS yang dioperasikan melalui perangkat lunak SmartPLS 4. Sebanyak 100 pengguna Shopee ditetapkan sebagai sampel penelitian melalui teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil pengujian, ditemukan bahwa interest berpengaruh positif dan signifikan terhadap purchase intention, sales promotion, serta purchase decision. Selanjutnya, intention juga menghasilkan pengaruh positif serta signifikan terhadap sales promotion dan purchase decision. Di samping itu pengaruh yang signifikan dan positif pada purchase decision turut diperlihatkan oleh sales promotion. Uji mediasi, sales promotion terbukti mampu menjadi perantara pengaruh interest terhadap purchase decision, namun tidak mampu memediasi pengaruh purchase intention terhadap purchase decision. Hasil memperlihatkan program promosi menjadi hal yang krusial dalam mengubah keputusan pembelian dari yang awalnya ketertarikan konsumen, sedangkan purchase intention yang telah terbentuk cenderung langsung mengarah pada purchase decision. Berdasarkan temuan tersebut, pelaku usaha disarankan mengoptimalkan program promosi seperti diskon, voucher, cashback, dan flash sale agar strategi pemasaran menjadi lebih efektif serta mampu meningkatkan purchase decision konsumen pada platform e-commerce.
Penentuan Waktu Baku menggunakan Stopwatch Time Study sebagai Dasar Analisis Kapasitas Produksi Bandeng Gepuk pada UMKM Olahan Bandeng C73 Muhamad Riyanto; Fety Nurlia Muzayanah; Rediawan Miharja
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.12233

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis waktu kerja aktual serta menetapkan waktu baku proses produksi Bandeng Gepuk pada UMKM Olahan Bandeng C73 menggunakan metode Stopwatch Time Study. Penelitian dilatarbelakangi oleh belum adanya standar waktu baku pada setiap tahapan produksi, sehingga terjadi variasi durasi kerja dan ketidakkonsistenan output meskipun jumlah bahan baku dan tenaga kerja relatif sama. Kondisi tersebut menyebabkan kapasitas produksi belum optimal dan masih terdapat permintaan konsumen yang tidak terpenuhi. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi langsung terhadap aktivitas kerja tenaga produksi dan dianalisis dengan menghitung waktu siklus, waktu normal, dan waktu baku berdasarkan faktor penyesuaian serta kelonggaran kerja. Hasil penelitian diharapkan mampu menghasilkan standar waktu produksi yang terukur serta menjadi dasar dalam evaluasi efisiensi kerja, perencanaan kapasitas produksi, dan peningkatan produktivitas tenaga kerja. Selain itu, penelitian ini diharapkan dapat membantu UMKM Olahan Bandeng C73 mengoptimalkan proses produksi agar mampu memenuhi permintaan pasar secara lebih efektif dan efisien. Kata Kunci: Stopwatch Time Study, Waktu Baku, Kapasitas Produksi, Produktivitas Kerja, UMKM Olahan Pangan
Green Human Resource Management Dan Kinerja Inovasi Pelaku UMKM Kabupaten Gowa: Peran Mediasi OCBE Iwan Perwira; Hernita Hernita, Ahmad Ridha, Zamrud Ichsan Rafi, Aldio Mukhlas Rizky
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.12169

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak Green Human Resource Management (Green HRM) terhadap kinerja inovasi UMKM di Kabupaten Gowa dengan mempertimbangkan peran mediasi Organizational Citizenship Behavior for the Environment (OCBE). Kesadaran akan keberlanjutan lingkungan mendorong UMKM untuk mengintegrasikan praktik manajemen ramah lingkungan. Green HRM dianggap sebagai pendekatan strategis yang dapat membentuk perilaku pro-lingkungan karyawan serta mendorong inovasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan survei terhadap 145 responden UMKM di Kabupaten Gowa dan menganalisis data menggunakan Partial Least Squares–Structural Equation Modeling (PLS-SEM) melalui SmartPLS. Hasil menunjukkan bahwa Green HRM berpengaruh positif signifikan terhadap OCBE dan kinerja inovasi. OCBE berfungsi sebagai variabel mediasi yang memperkuat hubungan antara Green HRM dan kinerja inovasi UMKM. Penerapan praktik Green HRM yang efektif dapat meningkatkan perilaku sukarela karyawan yang peduli lingkungan dan kemampuan inovasi organisasi. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi literatur Green HRM dalam konteks UMKM serta menjadi referensi untuk praktik bisnis berkelanjutan. Kata Kunci: Green HRM; OCBE; Kinerja Inovasi; UMKM; SmartPLS.
Pengaruh Motivasi Kerja Dan Peran Supervisor Lapangan Terhadap Kesiapan Kerja Trainee Di The Stones Hotel Legian Bali I Komang Rizky Bayu Diwantara; A.A. Ayu Mirah Kencanawati, Ni Putu Ritra Trees Ari Kartika Hadi Saraswati
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.12358

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh motivasi kerja dan peran supervisor lapangan terhadap kesiapan kerja trainee di The Stones Hotel Legian Bali. Pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal digunakan, melibatkan 88 trainee aktif pada periode 15 Desember 2025 – 14 Juni 2026 sebagai sampel total. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi kerja berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan kerja (β = 0,438; t = 3,702; p = 0,000). Peran supervisor lapangan juga terbukti berpengaruh signifikan (β = 0,242; t = 2,045; p = 0,044). Secara simultan, kedua variabel memberikan pengaruh signifikan (F = 28,133; p = 0,000) dengan kontribusi sebesar 39,8% (R² = 0,398). Temuan ini menegaskan bahwa motivasi internal memiliki dominasi lebih besar, namun dukungan supervisor tetap krusial, sehingga pengelolaan program trainee perlu mengintegrasikan penguatan motivasi dan peningkatan kualitas pembimbingan lapangan secara seimbang. Kata Kunci: motivasi kerja, peran supervisor lapangan, kesiapan kerja, trainee, hotel bintang lima
Evaluasi Program Pelatihan Service Excellence Menggunakan Model Four Levels Kirkpatrick pada Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih Kadek Dimas Lingga Arsana
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.12189

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas Program Pelatihan Service Excellence pada Badan Pengelola Fasilitas Kawasan Suci Pura Agung Besakih menggunakan Model Four Levels Kirkpatrick, yang dilatarbelakangi oleh masih munculnya komplain pelayanan petugas setelah pelatihan. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif evaluatif dengan metode deskriptif-inferensial. Data dikumpulkan melalui kuesioner terhadap 86 responden yang dipilih dengan teknik stratified proportional random sampling, dilengkapi observasi, wawancara, dan data komplain sekunder tahun 2024 dan 2025. Evaluasi level reaction, learning, dan behavior dianalisis secara deskriptif, sedangkan level results diuji menggunakan paired sample t-test atas data komplain bulanan periode Maret–Desember. Hasil penelitian menunjukkan level reaction memperoleh rerata 4,21, learning 4,21, dan behavior 4,27, seluruhnya berkategori sangat baik. Pada level results, uji paired sample t-test menghasilkan nilai Sig. (2-tailed) 0,011 dengan mean difference 1,600 (95% CI [0,471; 2,729]; Cohen’s d = 1,01), yang menunjukkan perbedaan kinerja pelayanan yang signifikan sebelum dan sesudah pelatihan melalui penurunan rata-rata jumlah komplain. Penelitian menyimpulkan bahwa Pelatihan Service Excellence berasosiasi dengan peningkatan respons, pembelajaran, dan perilaku pelayanan peserta, serta sejalan dengan peningkatan kinerja pelayanan organisasi. Keterbatasan penelitian terletak pada desain tanpa kelompok kontrol dan periode pengamatan yang relatif singkat, sehingga penurunan komplain perlu dimaknai secara proporsional.
Peran Knowledge Sharing Dalam Memediasi Pengaruh Safety-Specific Transformational Leadership dan Work Pressure Terhadap Safety Behaviour Pada Sektor Perbankan Kerinda Swary Br Tarigan; Tiara Puspa
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.11938

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh safety-specific transformational leadership dan work pressure terhadap safety behaviour melalui knowledge sharing sebagai variabel mediasi pada karyawan salah satu bank konvensional milik pemerintah di wilayah Jakarta. Penelitian dilakukan karena sektor perbankan menghadapi tekanan kerja yang tinggi serta tuntutan kepatuhan prosedur yang ketat sehingga perilaku keselamatan kerja menjadi aspek penting dalam menjaga kualitas operasional dan keamanan layanan. Pendekatan penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner kepada karyawan aktif yang memenuhi kriteria penelitian. Teknik pengambilan sampel menggunakan convenience sampling dengan jumlah minimal responden sebanyak 170 orang. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Structural Equation Modeling (SEM). Hasil penelitian ditemukan bahwa knowledge sharing berpengaruh positif dan signifikan terhadap safety behaviour, serta safety-specific transformational leadership berpengaruh positif dan signifikan terhadap knowledge sharing. Namun, safety-specific transformational leadership dan work pressure tidak berpengaruh signifikan secara langsung terhadap safety behaviour. Selain itu, knowledge sharing terbukti mampu memediasi pengaruh safety-specific transformational leadership terhadap safety behaviour, tetapi tidak mampu memediasi hubungan antara work pressure dan safety behaviour. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan budaya berbagi pengetahuan menjadi faktor penting dalam meningkatkan perilaku keselamatan kerja di sektor perbankan. Kata Kunci: safety-specific transformational leadership; work pressure; knowledge sharing; safety behaviour.
Pengaruh Kompotensi dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Pegawai Pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong Sonya E. Momot; Vebby Anwar; Pahmi Pahmi; Amiruddin Amiruddin
Jurnal Mirai Management Vol 11, No 2 (2026)
Publisher : STIE AMKOP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/mirai.v11i2.12459

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kompetensi dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai di Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong. Kinerja pegawai merupakan faktor penting dalam mendukung efektivitas penyelenggaraan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Oleh karena itu, peningkatan kompetensi dan motivasi kerja pegawai menjadi aspek yang perlu diperhatikan untuk mencapai kinerja yang optimal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong yang dipilih sebagai responden penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan analisis regresi linear berganda untuk menguji pengaruh kompetensi dan motivasi kerja terhadap kinerja pegawai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Motivasi kerja juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pegawai. Secara simultan, kompetensi dan motivasi kerja memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kinerja pegawai pada Dinas Kesehatan Kabupaten Sorong. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan pengetahuan, keterampilan, kemampuan, serta dorongan kerja pegawai dapat meningkatkan kualitas kinerja dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. Oleh karena itu, organisasi perlu mengembangkan program peningkatan kompetensi dan strategi pemberian motivasi yang berkelanjutan guna mendukung pencapaian kinerja yang lebih efektif dan efisien.