cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Kesehatan FKUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
Perbedaan Kandungan Serat Pangan pada Makanan Siap Saji Khas Indonesia yang Dianalisis dengan Menggunakan Nutrisurvey dan Enzimatik Gravimetri Kusumastuty, Inggita; Harti, Leny Budhi; Misrina, Sofie Ayu
Majalah Kesehatan FKUB Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.439 KB)

Abstract

Serat pangan memiliki manfaat bagi kesehatan salah satunya mengontrol berat badan atau kegemukan. Terdapat dua metode dalam menentukan kandungan serat makanan yaitu uji laboratorium metode enzimatik gravimetri dan software contohnya nutrisurvey. Nutrisurvey tidak membutuhkan biaya yang mahal, praktis, dan cepat dibandingkan dengan uji laboratorium. Sementara, uji laboratorium merupakan metode yang dijadikan gold standart dalam menentukan kandungan gizi makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan serat pangan pada 15 makanan siap saji khas Indonesia dengan menggunakan nutrisurvey dan enzimatik gravimetri serta melihat ada tidaknya perbedaan dari kedua metode tersebut. Rancangan penelitian yang digunakan adalah observasional analisis, yaitu sampel yang telah ditentukan kemudian dikumpulkan untuk diobservasi kandungan serat pangan. Data dianalisis menggunakan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan serat pangan yang dianalisis dengan nutrisurvey memiliki rata-rata standar deviasi 5,10 + 4,28 gram. Serat pangan yang diuji dengan metode enzimatis gravimetri memiliki rata-rata standar deviasi 36,53 + 14,05 gram. Terdapat perbedaan yang signifikan antara serat pangan yang diuji dengan nutrisurvey dan enzimatik gravimetri (p = 0,00). Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat perbedaan kandungan serat pangan pada analisis nutrisurvey dan enzimatik gravimetri.Kata Kunci : Enzimatik gravimetri , Nutrisurvey, Serat pangan.
Pengaruh Pemberian Asi Eksklusif terhadap Insidensi Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada Bayi Usia 0-6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Bareng Kotamadya Malang Umami, Lega; P, Kuswantoro Rusca; F, Fransiska Imavike
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (257.186 KB)

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) adalah penyakit infeksi yang sering menyerang bayi dan anak-anak dengan manifestasi klinis beragam. Salah satu upaya pencegahan ISPA pada bayi adalah dengan memberikan ASI eksklusif, karena ASI mengandung unsur kekebalan spesifik dan nonspesifik yang dapat melindungi bayi baru lahir dari infeksi saluran napas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh pemberian ASI eksklusif terhadap insidensi ISPA pada bayi usia 0-6 bulan. Desain penelitian yang digunakan adalah analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Sampel adalah para ibu beserta bayinya dan berjumlah 88 orang. Berdasarkan hasil uji statistik dengan chi square diperoleh nilai x2 = 46.642 yang lebih besar dari nilai x2 tabel = 3.841 dengan nilai signifikansi sebesar 0.000 (p < 0.05). Hal ini menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan pemberian ASI eksklusif terhadap insidensi ISPA pada bayi usia 0-6 bulan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pengaruh pemberian ASI eksklusif terhadap rendahnya insidensi ISPA pada bayi usia 0-6 bulan. Berdasarkan hasil penelitian ini disarankan agar para ibu tetap memiliki motivasi yang tinggi untuk memberikan ASI eksklusif pada bayinya dan bagi petugas kesehatan harus memiliki keterampilan penyuluhan manajemen laktasi yang benar. Kata kunci : ASI eksklusif, ISPA, Kekebalan nonspesifik, Kekebalan spesifik.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN RESPON KLINIS KEMORADIASI PASIEN KANKER SERVIKS STADIUM III DI RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG Werestandina, Adys; Nurseta, Tatit; Nugroho, Fajar Ari
Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (340.048 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2017.004.01.4

Abstract

Kanker serviks merupakan gangguan yang terjadi pada sel somatik, ketika perubahan materi genetik menyebabkan sel normal berperilaku abnormal. Pada kanker serviks stadium III dilakukan pengobatan standar yaitu kemoradiasi. Respons klinis kemoradiasi dipengaruhi beberapa faktor salah satunya yaitu indeks massa tubuh (IMT). Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan indeks massa tubuh dengan respons klinis kemoradiasi pasien kanker serviks stadium III. Desain penelitian yaitu observasi dengan pendekatan cohort retrospective menggunakan data rekam medis pasien kanker serviks di RSUD dr. Saiful Anwar Malang. Data rekam medis yang digunakan sebanyak 27 pasien. Analisis data dengan uji korelasi Spearman’s rho, didapatkan hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh terhadap respons klinis kemoradiasi dengan nilai P = 0,001 (0.001 &lt; α=0.05). Uji hubungan keeratan dengan correlation coefficient didapatkan hasil -0,594, yang berarti bahwa ada hubungan yang kuat namun berkebalikan antara IMT dengan respons klinis. Kata kunci: IMT, kanker serviks, kemoradiasi.
Uji Daya Anthelmintik Ekstrak Etanol Daun Kumis Kucing (Orthosiphon aristatus) sebagai Anthelmintik Terhadap Ascaris suum secara in vitro Ulya, Nikmatul; Endharti, Agustina Tri; Setyohadi, R
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.302 KB)

Abstract

Askariasis merupakan salah satu infeksi cacing terbanyak di Indonesia yang disebabkan oleh cacing Ascaris lumbricoides yaitu nematoda patogen pada usus halus yang dapat menyebab­kan malnutrisi, gangguan pertumbuhan, gangguan kognitif, dan obstruksi saluran pencernaan. Dengan adanya efek samping dan harga yang mahal pada obat anthelmintik konvensional, maka perlu dilakukan evaluasi terhadap tanaman obat sebagai alternatif obat anthelmintik. Pe­nelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya anthelmintik dari ekstrak daun kumis kucing (Orthosi­phon aristatus) terhadap Ascaris suum secara in vitro  serta mengetahui lethal time (LT100) dan lethal concentration (LC100) dari ekstrak etanol daun kumis kucing. Penelitian ini meru­pakan penelitian eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitian post test only control group design. Subjek dari penelitian ini adalah Ascaris suum yang didapat dari Rumah Pemoton­gan Hewan Gadang, Malang. Penelitian ini menggunakan 5 kelompok perlakuan yaitu NaCl 0,9 % sebagai kontrol negatif dan pirantel pamoate 1 % sebagai kontrol positif serta ekstrak daun kumis kucing dengan konsentrasi 20 %, 30 %, dan 40 %. Data yang diperoleh diuji secara statistik dengan analisis probit untuk mengetahui lethal concentration (LC100) dan lethal time 100 (LT100) dari ekstrak etanol daun kumis kucing. Hasil uji normalitas menunjukkan distribusi normal (p &gt; 0,05). Hasil analisis probit menunjukkan lethal con­centration 100 (LC100) ekstrak etanol daun kumis kucing adalah 39,2 %,  sedangkan lethal time 100 (LT100) pada konsentrasi 40 % adalah 13 jam 14 menit. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun kumis kucing memiliki daya antihelmintik terhadap Ascaris suum secara in vitro.Kata kunci : Anthelmintik, Ascaris suum, Daun kumis kucing.
EMPATI DOKTER DI LAYANAN PRIMER: PENGUKURAN MENGGUNAKAN KUESIONERCONSULTATION AND RELATIONAL EMPATHY (CARE) VERSI INDONESIA Alamsyah, Arief; Raksanagara, Ardini Saptaningsih; Desy, Insi Farisa
Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (495.294 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2017.004.02.3

Abstract

Empati merupakan dasar dari hubungan terapetik antara dokter dan pasien. Pengukuran empati berdasarkan persepsi pasien menggunakan kuesioner The Consultation and Relational Empathy (CARE) telah digunakan secara luas dan telah diterjemahkan ke dalam beberapa bahasa di dunia. Tujuan dari penelitian ini adalah menguji psikometri dari kuesioner CARE versi bahasa Indonesia, mengukur rerata empati dokter dan menguji perbedaan nilai rerata empati antara kategori usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, penghasilan, jumlah keluhan, penyakit kronis, jenis kelamin dokter dan lokasi fasilitas kesehatan primer.Data dikumpulkan dari 336 pasien yang memeriksakan diri ke 21 dokter di 6 fasilitas kesehatan primer. Lokasi penelitian berada di kota dan kabupaten Malang. Validitas konstruk kuesioner diperiksa dengan korelasi Pearson sedangkan reliabilitas kuesioner diukur dengan metode Cronbach’s alpha. Uji beda rerata nilai empati per karakteristik pasien, dokter dan lokasi  fasilitas kesehatan primer diukur menggunakan independent t test dan ANOVA. Analisis data terhadap validitas kuesioner CARE berbahasa Indonesia menunjukkan nilai corrected item-total score correlations dalam rentang 0,623-0,694 dengan nilai Cronbach’s alpha = 0,902. Rerata empati dokter bervariasi diantara rentang 27 hingga 50 dengan rerata total 40,69. Studi ini menyimpulkan bahwa kuesioner CARE versi bahasa Indonesia dapat digunakan untuk mengukur empati dokter di layanan primer karena memiliki validitas dan  reliabilitas yang baik. Nilai rerata empati dokter secara keseluruhan berada pada rentang rata-rata (average). Tidak terdapat perbedaan nilai empati pada hampir semua karakteristik pasien, kecuali pada parameter penghasilan dan lokasi fasilitas kesehatan primer.Kata Kunci: empati, Malang, kuesioner CARE, reliabilitas, pelayanan primer
Efek Gastroprotektif Bawang Prei (Allium fistulosum) terhadap Gastropati pada Lambung Tikus Wistar (Rattus norvegicus) yang Diinduksi Indometasin Masbuchin, Ainun Nizar; Nurdiana, Nurdiana; Suryana, Bagus Putu
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (425.759 KB)

Abstract

OAINS adalah obat yang digunakan secara luas sebagai antipiretik, antiinflamasi, dan analgesik. Namun demikian, OAINS dapat menyebabkan gastropati dan bahkan tukak lambung jika digunakan dalam jangka waktu yang lama. Quercetin, kaempferol, dan luteolin telah diketahui memiliki efek gastroprotektif. Zat tersebut  terkandung di dalam bawang prei  (Allium fistulosum). Penelitian ini  bertujuan untuk mengetahui efek gastroprotektif bawang prei. Tikus dikelompokkan menjadi lima kelompok yaitu kelompok kontrol negatif (K1), kontrol positif (K2), dan kelompok perlakuan (K3, K4, K5). K1 dan K2 diberi normal salin, sedangkan  K3, K4, dan K5 diberi ekstrak bawang prei dengan dosis 6 mg/kgBB, 12 mg/kgBB, dan 24 mg/kgBB. Tiga puluh menit kemudian K2, K3, K4, dan K5 diberi indometasin 30 mg/kgBB. Tikus kemudian dianestesi menggunakan eter dan dibedah. Gastropati dinilai berdasarkan skor makroskopik dan skor mikroskopik. Hasil uji one way ANOVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan bermakna pada semua kelompok (p &lt; 0,05).  Skor makroskopik menunjukkan bahwa K5 memiliki perbedaan yang bermakna dengan K2, K3, dan K4, namun tidak ada perbedaan yang signifikan antara K2, K3, dan K4. Skor mikroskopik menunjukkan bahwa K2 memiliki perbedaan yang bermakna dengan K3, K4, dan K5. Pada uji korelasi Pearson didapatkan nilai p = 0,000 (R = -0,917 untuk skor makroskopik, R = -0,862 untuk skor mikroskopik). Dapat disimpulkan bahwa bawang prei dapat menurunkan skor makroskopik dan mikroskopik gastropati pada tikus yang diinduksi indometasin. Kata kunci: Bawang prei (Allium fistulosum), Gastroprotektif, Kaempferol, Luteolin, OAINS, Quercetin.
KADAR INTERLEUKIN-1β PADA FASE INFLAMASI OSTEOMYELITIS FRAKTUR TULANG FEMUR TIKUS (Rattus norvegicus) DENGAN INTRAMEDULA PINNING DAN GIPS SIRKULAR Sananta, Panji; Sidabutar, Peterson; Inggra, Inggra; Risantoso, Tjuk
Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (356.738 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2017.004.03.2

Abstract

Osteomyelitis sampai saat ini masih menjadi masalah baik pada usia anak maupun dewasa. Sulitnya deteksi dini menjadikan banyak kasus akut menjadi kronis sehingga semakin sulit penatalaksanaanya. IL-1 memiliki peranan sangat penting dalam proses penyembuhan fraktur. Pada penelitian ini ingin diketahui kadar IL-1b pada fase inflamasi osteomyelitis fraktur tulang femur dengan intramedula pinning dan gips sirkular. Desain penelitian ini adalah eksperimental laboratoris dengan post test only control group design menggunakan hewan coba tikus sebanyak 20 ekor yang terbagi menjadi kelompok infeksi dan non infeksi. Pengukuran kadar IL-1b serum dilakukan pada hari ke-1, ke-3, dan ke-7 dari daerah fraktur tulang femur. Kondisi osteomyelitis dibuat dengan menginjeksikan Staphylococcus aureus sebanyak 106  CFU dengan metode ELISA. Analisis statistik menggunakan uji ANOVA dilanjukan dengan uji Tukey  menunjukkan bahwa kadar IL-1b meningkat signifikan pada hari ke-3 pada kelompok infeksi dibanding kelompok non infeksi (p &lt; 0,01). Dapat disimpulkan bahwa osteomyelitis pada fraktur tulang femur dengan intramedula pinning dan gips sirkular terbukti meningkatkan kadar IL-1b serum.Kata kunci: fraktur femur, IL-1b, osteomyelitis, gips sirkular, intramedula pinning
Pengaruh Perawatan dengan Ekstrak Daun Pegagan (Centella asiatica) dalam Mempercepat Penyembuhan Luka Bakar Derajat 2 Dangkal pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Strain Wistar Widianingtyas, Dhiar; Wihastuti, Titin Andri; Setijowati, Nanik
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.755 KB)

Abstract

Insiden luka bakar derajat 2 dangkal sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Daun pegagan dapat digunakan sebagai alternatif dalam perawatan luka bakar karena mengandung asiatikosiada, asam asetat, dan madecassisode  atau triterpenoida. Senyawa ini memicu produksi kolagen tipe I yang berperan dalam proses penyembuhan luka. Tujuan penelitian ini untuk menguji ekstrak daun pegagan (Centella asiatica) dalam mempercepat penyembuhan luka bakar derajat 2 dangkal pada tikus putih (Rattus norvegicus) strain wistar. Desain penelitian ini adalah true experimental dengan post test control group design. Penelitian ini menggunakan  tikus betina sebanyak 24 ekor yang dipilih dengan simple random sampling dan dibagi menjadi 4 kelompok, yaitu kelompok normal saline 0,9 % sebagai kontrol dan kelompok ekstrak daun pegagan 10 %, 25 % dan 40 %. Luka bakar dibuat dengan cara menempelkan potongan kayu berbentuk silinder berdiameter 2 cm yang dilapisi kassa selama 30 detik. Potongan kayu direndam dulu selama 10 detik pada air mendidih. Pengambilan data dilakukan satu kali sehari selama 14 hari. Data yang diperoleh diolah dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrak daun pegagan 10 % mempunyai pengaruh yang sama dengan normal saline 0,09 % terhadap penyembuhan luka bakar derajat 2 dangkal (p = 0,151 atau p &gt; 0,05). Hal ini didukung oleh uji post hoc Mann-Withney yang menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan antar kelompok. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun pegagan dan normal saline 0,9 % memberikan pengaruh yang sama dalam penyembuhan luka bakar derajat 2 dangkal. Kata kunci: Daun pegagan, Luka bakar derajat 2 dangkal, Penyembuhan luka.
Pengaruh Sediaan Salep Ekstrak Daun Sirih (Piper betle Linn.) terhadap Jumlah Fibroblas Luka Bakar Derajat IIA pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Wistar Kusumawardhani, Aliefia Ditha; Kalsum, Umi; Rini, Ika Setyo
Majalah Kesehatan FKUB Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (545.038 KB)

Abstract

Luka bakar merupakan salah satu insiden yang sering terjadi di masyarakat khususnya rumah tangga dan ditemukan terbanyak adalah luka bakar derajat II. Daun sirih (Piper betle Linn.) adalah bahan alam yang diduga dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka dan mempunyai pengaruh terhadap peningkatan jumlah fibroblas karena memiliki kandungan aktif seperti saponin, flavonoid, dan tanin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak daun sirih terhadap peningkatan jumlah fibroblas luka bakar derajat IIa pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar. Studi eksperimental menggunakan desain penelitian true experiment post test dilakukan terhadap hewan coba tikus putih galur Wistar jantan dengan usia 2,5-3 bulan dan berat badan 150-250 g. Sampel diambil dengan teknik simple random sampling dan dibagi dalam empat kelompok yaitu kelompok (A) ekstrak daun sirih 15 % (n = 6), (B) ekstrak daun sirih 30 % (n = 6), (C) ekstrak daun sirih 45 % (n = 6) dan kelompok kontrol normal saline 0,9 % (n = 6). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan pada jumlah fibroblas antara kelompok yang diberi ekstrak daun sirih 15 % (  = 12,95), 30 % (  = 10,33), 45 % (  = 5,90) dan kelompok kontrol normal saline 0,9 % (  = 4,61) yaitu one way ANOVA p = 0,000 (p &lt; 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian ekstrak daun sirih berpengaruh besar terhadap peningkatan jumlah fibroblas luka bakar derajat IIA pada tikus putih galur Wistar yaitu sebesar 77,6 % dan semakin kecil konsentrasi ekstrak daun sirih maka jumlah fibroblas semakin besar (r = -0.881) sehingga ekstrak daun sirih 15 % adalah konsentrasi yang paling optimal dalam mempercepat proses penyembuhan luka. Kata kunci: Daun sirih (Piper betle Linn.), Fibroblas, Luka bakar derajat IIA. 
Perbandingan Efek Ekstrak Daun Kayu Putih (Melaleuca leucadendra L.) sebagai Antibiofilm Staphylococcus aureus Isolat Darah dan Urin Rahmadianti, Mayniar Ayu; Santosaningsih, Dewi; AS, Noorhamdani
Majalah Kesehatan FKUB Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.338 KB)

Abstract

Staphylococcus aureus sering menyebabkan infeksi oportunistik dan nosokomial, terutama pada pasien dengan implanted medical devices (IMD). Hal ini disebabkan oleh kemampuan S. aureus dalam membentuk biofilm pada IMD. Adanya perbedaan kemampuan untuk membentuk biofilm dari berbagai strain S. aureus disebabkan oleh perbedaan regulasi gen ica-locus. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek ekstrak daun kayu putih sebagai antibiofilm Staphylococcus aureus dari isolat darah dan urin dan melihat apakah ada perbedaan efek antibiofilm antara kedua isolat. Studi eksperimental ini menggunakan post test only control group design. Variabel yang diukur pada penelitian ini adalah optical density (OD) dari pembentukan biofilm yang dibaca dengan menggunakan spektrofotometer. Untuk melakukan uji hambat pembentukan biofilm digunakan metode mikrotiter menurut Christensen et al (1987), dengan memberikan ekstrak daun kayu putih konsentrasi 2,5 x 10-4 g/ml – 3,2 x 10-2 g/ml pada kelompok perlakuan. Hasil uji ANOVA  menunjukkan adanya perbedaan OD antar kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan  (p &lt; 0,05). Namun tidak ada peningkatan efek hambat yang bermakna pada konsentrasi di atas 2,5 x 10-4 g/ml. Berdasarkan nilai uji regresi linier sederhana, efek antibiofilm ekstrak terlihat lebih kuat pada S. aureus isolat darah (koefisien b = -980) meskipun perbedaan ini tidak terlalu bermakna. Dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun kayu putih mempunyai efek antibiofilm serta kemampuan dalam menghambat S. aureus isolat darah dan urin namun tidak ada perbedaan yang bermakna antara kedua isolat. Kata kunci: Biofilm, Ekstrak daun kayu putih, Staphylococcus aureus. 

Page 2 of 34 | Total Record : 334


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 4 (2014) Vol 1, No 3 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue