cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Kesehatan FKUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
Hubungan Pola Konsumsi Makanan Sumber Kalsium dan Magnesium dengan Kadar Kolesterol Total Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 di Poliklinik Penyakit Dalam RSU Dr. Saiful Anwar Malang Wijayanti, Prima; Sujuti, Hidayat; Tritisari, Kanthi Permaningtyas
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (319.966 KB)

Abstract

Pasien diabetes mellitus (DM) di Indonesia pada tahun 2000 mencapai 8.43 juta jiwa dan diperkirakan mencapai 21.257 juta jiwa pada tahun 2030. Pada pasien DM terjadi peningkatan kadar kolesterol akibat pemecahan energi yang berasal dari protein dan lemak. Beberapa penelitian menunjukkan kalsium dan magnesium mempunyai kemampuan menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola konsumsi makanan sumber kalsium dan magnesium dengan kadar kolesterol total pada pasien diabetes mellitus tipe 2. Metode penelitian menggunakan desain cross sectional dengan purposive sampling (n = 53). Pola konsumsi makanan sumber kalsium dan magnesium diperoleh dengan menggunakan semi quantitative food frequency questionnaire (SQFFQ). Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden perempuan (62,3 %), usia responden 51-59 tahun (81,1 %), pendidikan perguruan tinggi (35,8 %), kebiasaan olahraga (69,8 %), tidak memiliki kebiasaan merokok (92,8 %), tidak minum alkohol (100 %), pernah melakukan konsultasi gizi (71,7 %), kolesterol normal (62,3 %). Hasil uji korelasi Pearson’s product moment didapatkan tidak ada korelasi yang bermakna antara pola konsumsi makanan sumber kalsium dengan kadar kolesterol total (p = 0,705). Tidak ada korelasi yang bermakna antara pola konsumsi makanan sumber magnesium dengan kadar kolesterol total (p = 0,233). Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara pola konsumsi makanan sumber kalsium dan magnesium dengan kadar kolesterol total pasien diabetes mellitus tipe 2. Kata Kunci :  Diabetes mellitus tipe 2, Kadar kolesterol total, Kalsium, Magnesium.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PENGASUH TENTANG POSISI PEMBERIAN MAKAN DENGAN ASUPAN ENERGI DAN PROTEIN ANAK CEREBRAL PALSY DI YPAC MALANG Nugroho, Fajar Ari; Rolando, Median; Anggraeny, Olivia
Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (427.524 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2017.004.01.5

Abstract

Anak cerebral palsy memiliki masalah kesulitan makan yang menyebabkan asupan zat gizinya kurang, sehingga peran pengasuh sangatlah penting. Posisi pemberian makan adalah salah satu cara untuk mengatasi masalah makan pada anak cerebral palsy. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan pengasuh tentang posisi pemberian makan dengan asupan energi dan protein pada anak cerebral palsy di Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) Malang. Desain penelitian ini adalah cross sectional study. Subjek (12 pengasuh)  dipilih dengan cara total sampling sesuai kriteria inklusi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 66,7% tingkat pengetahuan pengasuh tentang posisi pemberian makan tergolong baik. Rerata asupan energi dan protein anak lebih rendah dibandingkan dengan angka kecukupan gizi. Sejumlah 75% anak cerebral palsy memiliki asupan energi defisit (42% asupan defisit berat dan 33% defisit ringan). Sementara itu, 50% anak memiliki asupan protein defisit (33% asupan defisit berat dan 17% asupan defisit ringan). Uji korelasi Pearson menunjukkan tidak terdapat hubungan antara pengetahuan pengasuh tentang posisi pemberian makan dengan asupan energi maupun dengan asupan protein (masing-masing, p = 0,994 dan p = 0,526). Kesimpulan dari penelitian ini menunjukkan tidak adanya hubungan antara pengetahuan pengasuh tentang posisi pemberian makan dengan asupan gizi anak cerebral palsy. Kata kunci: cerebral palsy, energi, makan, posisi, protein.
Perbandingan Efektifitas Antara Aromaterapi Bunga Mawar dengan Masase dalam Menurunkan Intensitas Nyeri pada Dismenore Primer dengan Perlakuan Standar Kompres Hangat I.P, Gusti Agung; Sardjono, Teguh Wahju; Fevriasanty, Fransiska Imavike
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 3 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (307.298 KB)

Abstract

Dismenore primer adalah rasa nyeri pada saat menstruasi yang terjadi pada remaja dan wanita muda tanpa adanya patologi pelvis yang menyebabkan gangguan aktivitas sehari-hari sehingga menurunkan produktivitas kerja. Kompres hangat dan masase adalah cara yang sederhana untuk mengatasi masalah tersebut. Penggunaan obat antiinflamasi non steroid banyak dilakukan oleh masyarakat, padahal obat tersebut mempunyai efek samping yang berbahaya. Aromaterapi bunga mawar diperkenalkan sebagai salah satu cara baru dan aman untuk mengurangi rasa nyeri, namun belum ada penelitian untuk menguji keefektifannya dalam penanganan dismenore primer.  Penelitian ini bertujuan untuk  membandingkan efektifitas aromaterapi bunga mawar dengan masase dalam menurunkan intensitas nyeri pada dismenore primer dengan perlakuan standar kompres hangat. Penelitian ini menggunakan desain eksperimental semu tanpa acak (quasy experimental non randomized control group pretest posttest design). Sebanyak 30 orang mahasiswa PSIK yang memenuhi kriteria inklusi dan telah menanda tangani informed consent dibagi menjadi tiga kelompok, masing-masing terdiri dari 10 responden, yaitu kelompok dengan perlakuan kompres hangat saja,  kompres hangat dan masase; serta kompres hangat dan aromaterapi bunga mawar. Intensitas nyeri diobservasi dan diukur dengan menggunakan skala nyeri Bourbonis pada menit ke-0, ke-10 dan ke-20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada kelompok aromaterapi bunga mawar sebanyak 100 % responden mengalami penurunan intensitas nyeri pada 10 menit pertama dibandingkan 70 % pada kelompok masase dan 80 % pada kelompok kompres. Penurunan intensitas nyeri terbanyak masing-masing adalah 4 sampai lebih dari 4 skala pada 90 %  responden dari kelompok aroma terapi, 1-3 skala pada 70 % responden dari kelompok masase, dan 2 skala pada 70 % responden dari kelompok kontrol. Dapat disimpulkan bahwa aromaterapi lebih efektif dalam menurunkan intensitas nyeri pada dismenore primer dibandingkan dengan masase dan kompres hangat.Kata kunci: Aromaterapi bunga mawar, Intensitas nyeri dismenore primer, Kompres hangat, Masase.
HUBUNGAN TINGKAT KECERDASAN EMOSIONAL DENGAN TINGKAT STRES PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS DI RUMAH SAKIT TENTARA Dr.SOEPRAOEN MALANG Supriati, Lilik; Kusumaningrum, Bintari Ratih; Setiawan, Haris Fadjar
Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.505 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2017.004.02.4

Abstract

Diabetes mellitus (DM) merupakan penyakit degeneratif yang memerlukan penanganan tepat dan serius. Penderita DM harus menjalani terapi yang dilakukan secara terus menerus. Kondisi ini dapat mengakibatkan berbagai perubahan kesehatan yang menimbulkan gangguan fisik maupun psikologis bagi penderita. Gangguan psikologis yang umum terjadi yaitu stres. Salah satu faktor yang mempengaruhi stres adalah kecerdasan emosi. Kecerdasan emosi merupakan kemampuan seseorang untuk mengendalikan emosi. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan antara tingkat kecerdasan emosional dengan tingkat stres pada penderita diabetes mellitus. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik korelasi dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling menggunakan purposive sampling dengan 46 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner tingkat kecerdasan emosi dan tingkat stres pada penderita DM. Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan bahwaada korelasi negatif antara kecerdasan emosi dengan tingkat stres pada pasien DM (r = -0,523, p = 0,00). Penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin rendah tingkat kecerdasan emosional semakin tinggi tingkat stres yang dialami penderita DM.Kata kunci: diabetes mellitus (DM), kecerdasan emosional, stres
Perubahan Kecepatan Pertumbuhan Larva Lalat Chrysomya sp. pada Bangkai Tikus yang Mengandung Berbagai Kadar Morfin Primahatmaja, Bayu; Sardjono, Teguh W; Lestari, Ngesti
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.307 KB)

Abstract

Penentuan waktu minimum sejak kematian dapat dilakukan dengan mengidentifikasi umur larva lalat pada jenazah. Pertumbuhan larva lalat dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk iklim, geografi, dan obat-obatan yang terkandung di tubuh jenazah. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui efek berbagai dosis morfin terhadap pertumbuhan larva Chrysomya sp. Sampel penelitian adalah 4 ekor tikus (Rattus norvegicus) yang masing-masing diinjeksi dengan 5 mg, 10 mg, dan 20 mg morfin secara intraperitoneal serta 1 tikus sebagai kontrol. Dua jam kemudian keempat tikus dimatikan dengan cara membiusnya terlebih dulu dengan kloroform. Dinding perut tikus dibuka pada posisi terlentang dan organ dalamnya dibuka kemudian dimasukkan ke dalam kandang pertama yang berisi 120 ekor lalat Chrysomya sp. agar lalat meletakkan telurnya pada bangkai tikus tersebut. Setelah 12 jam bangkai tikus dikeluarkan dari kandang pertama dan dimasukkan ke dalam empat kandang lain yang terpisah. Lima larva diambil dari masing-masing perlakuan dan diukur panjang, keliling, dan berat tubuhnya setiap 12 jam, yaitu pagi (p) dan sore (s)  hingga menjadi pupa. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa panjang maksimum larva lalat pada bangkai tikus yang mengandung morfin 5 mg, 10 mg, 20 mg dan kontrol masing-masing dicapai pada H6p, H4s, H4s, dan H5p. Keliling maksimal dicapai pada H5p, H4s, H5p dan H5p, berat maksimal dicapai pada H5s, H4s, H4s dan H4s. Sementara larva lalat menjadi pupa pada H6s, H6p, H5p dan H6p. Pengaruh paling nyata didapat pada dosis 20 mg (ANOVA, p < 0,05), yang mempercepat proses larva menjadi pupa. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa laju pertumbuhan larva lalat Chrysomya sp. menjadi lebih cepat pada morfin dosis tinggi, sebaliknya akan timbul perlambatan pada morfin dosis rendah.Kata kunci : Larva Chrysomya sp., Morfin, PMI (post mortem inteval).
PENGARUH TEPUNG ILES-ILES KUNING (Amorphophallus oncophyllus PRAIN) UNTUK MENCEGAH PENINGKATAN KADAR TRIGLISERIDA PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) DENGAN DIET ATEROGENIK Nurdiana, Nurdiana; Tanuwijaya, Laksmi Karunia; Arvita, Andina Devi
Majalah Kesehatan FKUB Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.017 KB) | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2017.004.03.3

Abstract

Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Pada penderita penyakit jantung kadar trigliserida darah cenderung lebih tinggi dari normal. Tepung iles-iles kuning  merupakan terapi alternatif yang diduga dapat mengatasi penyakit degeneratif ini. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh tepung iles-iles kuning untuk mencegah peningkatan kadar trigliserida tikus yang diberi diet aterogenik. Penelitian ini menggunakan true experimental randomized post-test only design. Penelitian dilakukan selama 8 minggu dengan 5 kelompok yang masing-masing terdiri dari 5 ekor yaitu kelompok P0 (diet normal), P1 (diet aterogenik), P2 (diet aterogenik + tepung iles-iles kuning 0,13 g/ekor/hari), P3 (diet aterogenik + tepung iles-iles kuning 0,30 g/ekor/hari), P4 (diet aterogenik + tepung iles-iles kuning 0,60 g/ekor/hari). Variabel yang diukur adalah kadar trigliserida darah dengan menggunakan metode semi automatic (end point) kelor 1440epung daun kelor non protein),iberi diet non protein.. Analisis data menggunakan oneway ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan pemberian tepung iles-iles kuning dosis 0,13 g/ekor/hari tidak efektif dalam mencegah peningkatan kadar trigliserida tikus, sedangkan pemberian tepung iles-iles kuning dengan dosis 0,30 dan 0,60 g/ekor/hari merupakan dosis yang efektif dalam mencegah peningkatan kadar trigliserida tikus. Kelompok P1 menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan dengan kelompok perlakuan yang diberikan tepung iles-iles kuning. Analisis kadar trigliserida menunjukkan bahwa perbedaan kadar trigliserida pada masing-masing kelompok berbeda signifikan (p = 0,017). Jadi dapat disimpulkan bahwa pada kelompok P2 pemberian tepung iles-iles kuning sebesar 0,13 g tidak berpengaruh, sedangkan pada kelompok P3 dan P4 pemberian tepung iles-iles kuning sebesar  0,30 g dan 0,60 g berpengaruh terhadap pencegahan peningkatan kadar trigliserida tikus yang diberi diet aterogenik. Kata kunci:  diet aterogenik, kadar trigliserida, penyakit jantung, tepung iles-iles kuning
Profil Kejadian Bakteriuria Asimtomatik serta Faktor-Faktor yang Terkait dengan Kejadian Bakteriuria Asimtomatik pada Ibu Hamil di Puskesmas Janti Kota Malang Zahroh, Fatimatuz; Roebijoso, Jack; Samsu, Nur
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 4 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.991 KB)

Abstract

Infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi yang paling umum dijumpai selama kehamilan. Bakteriuria asimtomatik didefinisikan sebagai bakteriuria yang terdiri dari ≥ 105 colony forming unit per milliliter (cfu/mL) dengan satu jenis bakteri pada urin pancaran tengah serta tidak terdapat tanda dan gejala infeksi simptomatik. Sebanyak 25 % dari bakteriuria asimtomatik yang tidak diobati dapat menyebabkan infeksi simptomatik akut selama kehamilan. Tujuan penelitian  ini untuk mengetahui profil ibu hamil yang menderita bakteriuria asimtomatik serta faktor-faktor sosial ekonomi yang terkait dengannya. Desain penelitian menggunakan cross sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Janti, Malang. Subjek adalah 43 orang ibu hamil dengan 13 orang  menderita bakteriuria asimtomatik. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa prevalensi bakteriuria asimtomatik pada ibu hamil adalah 30,2 %. Proporsi bakteriuria asimtomatik relatif tinggi pada ibu hamil berusia 20-29 tahun (69,2 %), nullipara (76,9 %), trimester II (61,5 %),  ibu hamil dengan pendapatan rendah sebesar (61,5 %), serta aktivitas seksual tinggi sebesar (61,5 %). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya  hubungan yang bermakna antara nullipara (rasio prevalensi = 3,833, Cl 95 % = 1,223-12,017; p = 0,008) dan aktivitas seksual tinggi (rasio prevalensi = 3,314, Cl 95 % 1,324-8,295; p = 0,008) dengan terjadinya bakteriuria asimtomatik pada ibu hamil. Berdasarkan hasil penelitian, petugas kesehatan disarankan untuk melakukan penyaringan mengenai paritas dan aktivitas seksual ibu hamil saat kunjungan pertama pemeriksaan antenatal care (ANC). Kata kunci : Aktivitas seksual, Bakteriuria asimtomatik, Ibu hamil, Nullipara.
Efektifitas Hidrogel Binahong (Anredera cordifolia (Ten.) Steenis) terhadap Penurunan Jumlah Makrofag pada Penyembuhan Luka Fase Proliferasi Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Wistar Kondisi Hiperglikemia PI, Gadis Mutiara; Nurdiana, Nurdiana; Utami, Yulian Wiji
Majalah Kesehatan FKUB Vol 2, No 1 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (714.642 KB)

Abstract

Hiperglikemia adalah kondisi kadar gula darah ≥ 126 mg/dl yang menyulitkan penyembuhan luka. Kandungan daun binahong berupa saponin, flavonoid, polifenol, triterpenoid, antosianin, asam ursolat dan karbonat diduga dapat membantu mempercepat proses penyembuhan luka. Makrofag sebagai sel yang memfagosit daerah luka dan membersihkan debris akan meningkat pada fase inflamasi dan akan menurun jumlahnya pada fase proliferasi ketika luka mulai menutup.  Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh perawatan luka kondisi hiperglikemia menggunakan hidrogel binahong terhadap jumlah makrofag. Desain penelitian adalah true experiment dengan metode randomized posttest only controlled group design dilakukan terhadap hewan coba tikus putih jantan galur Wistar. Jumlah sampel adalah 30 tikus (n = 5) dan dibagi dalam 6 kelompok yaitu 4 kelompok perlakuan yaitu menggunakan basis hidrogel, hidrogel binahong konsentrasi 2,5 %, 5 %, 7,5 %, dan 2 kelompok kontrol normal saline (NS) pada tikus kondisi sehat dan kondisi hiperglikemia. Data yang diukur adalah jumlah makrofag pasca perawatan luka selama 12 hari. Analisis uji one-way ANOVA didapatkan  p = 0,000 (p < 0,05). Melalui uji post hoc test hidrogel binahong 5 % memiliki perbedaan signifikan (p < 0,05) dengan K (-) NS (p = 0,004), K (+) NS (p = 0,000), basis hidrogel (p = 0,001), hidrogel binahong 2,5 % (p = 0,018). Dapat disimpulkan bahwa perawatan luka menggunakan hidrogel binahong dapat menurunkan jumlah makrofag pada penyembuhan luka fase proliferasi di jaringan kulit luka tikus dengan kondisi hiperglikemia. Kata kunci: Hiperglikemia, Hidrogel binahong, Jumlah makrofag.
Studi Komparasi Media Kultur Coco Blood Malachite Green (CBM) dengan Lowenstein Jensen (LJ) untuk Diagnosis Cepat, Spesifik, dan Sensitif pada Sputum Pasien Suspek Tuberkulosis Munawaroh, Anisful Lailil; N.H, Dwi Yuni; Utami, Yulian Wiji
Majalah Kesehatan FKUB Vol 2, No 2 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.602 KB)

Abstract

Di Indonesia, TB merupakan permasalahan kesehatan utama, bahkan masuk ke dalam 10 negara dengan beban TB terbanyak di dunia. Diagnosis laboratorium penyakit TB masih menjadi permasalahan yang penting di Indonesia. Media biakan yang menjadi gold standard untuk menegakkan diagnosis TB adalah media lowensten-jensen (LJ). Akan tetapi, metode ini memerlukan inkubasi yang lama yaitu sekitar 8 minggu setelah waktu inokulasi. Untuk meminimalkan risiko penularan lebih luas dan perjalanan penyakit yang lebih berat, diagnostik TB memerlukan medium biakan yang lebih cepat. Coco blood malachite green (CBM) merupakan inovasi media kultur yang memiliki komposisi air kelapa muda, malachite green, darah domba, agar darah, dan gliserol. Air kelapa merupakan cairan yang kaya nutrisi dan steril, malachite green memiliki sifat bakteriostatik, hal ini memiliki efek positif dalam mencegah adanya kontaminan dalam media kultur CBM. Agar darah mengandung protein, lemak, karbohidrat serta elemen nutrisi penting yang dapat mempercepat pertumbuhan dari beberapa jenis bakteri termasuk Mycobacterium. Darah domba mengandung protein hematin sebagai sumber nutrisi bakteri. Gliserol sebagai sumber karbon. Penelitian ini merupakan eksperimental murni post test only control group design dengan 31 sampel sputum penderita suspek tuberkulosis yang di inokulasi pada 31 media CBM dan 31 media LJ sebagai kontrol positif. Pengamatan makroskopis dilakukan maksimal 8 minggu, pertumbuhan koloni dikonfirmasi dengan pengecatan BTA. Hasil uji Mann Whitney didapatkan nilai p sebesar 0,000 (p < 0,05). Nilai spesifitas 96,6 % dan sensitivitas 100 %. Dapat disimpulkan bahwa CBM lebih cepat dan sensitif daripada LJ, namun LJ lebih spesifik daripada CBM. Kata kunci : Media kultur, Mycobacterium tuberculosis, Sputum suspek TB.
Akurasi Diagnosa FNAB (Fine Needle Aspiration Biopsy) Dibandingkan dengan Pemeriksaan Histopatologi pada Tumor Tiroid (Studi Kasus di Instalasi Patologi Anatomi RS dr. Saiful Anwar Malang Periode 2008-2010) Widarso, Amalia Pradanti; Norahmawati, Eviana; Setijowati, Nanik
Majalah Kesehatan FKUB Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.526 KB)

Abstract

Tumor tiroid adalah tumor yang berasal dari kelenjar tiroid. Insiden tumor kelenjar tiroid mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Adanya kemajuan ilmu patologi anatomi di bidang sitopatologi mendorong berkembangnya diagnosa FNAB (fine needle aspiration biopsy) yang merupakan diagnosa preoperatif untuk tumor tiroid. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur akurasi diagnosa FNAB dan mengetahui profil penderita tumor tiroid di Instalasi Patologi Anatomi RSU Dr. Saiful Anwar Malang periode 2008–2010. Penelitian ini bersifat observasional deskriptif dan uji diagnostik dengan mengambil data sekunder dari rekam medik penderita tumor tiroid. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 126 kasus pasien tumor tiroid dengan pemeriksaan FNAB dilanjutkan dengan pemeriksaan histopatologi hasil operasi. Dibandingkan dengan pemeriksaan histopatologi sebagai baku emas,  menunjukkan bahwa akurasi diagnosa FNAB adalah sebesar 92,24 % dengan sensitifitas 50%, spesifisitas 97,12 %, prediksi positif 66,5 %, prediksi negatif 93,52 %. Pada pemeriksaan FNAB didapatkan nilai sensitivitas yang rendah, maka diperlukan pemeriksaan histopatologi dalam menegakkan diagnosa tumor tiroid secara akurat. Nilai prediksi positif pada pemeriksaan FNAB ini menunjukkan angka yang tidak tinggi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah FNAB dapat digunakan sebagai sarana diagnostik preoperatif tumor tiroid yang akurat, tetapi bukan sebagai pengganti diagnosa histopatologi yang masih menjadi diagnosa pasti untuk tumor tiroid. Kata kunci : Akurasi FNAB (fine needle aspiration biopsy), histopatologi, tumor tiroid

Page 4 of 34 | Total Record : 334


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 4 (2014) Vol 1, No 3 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue