cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Kesehatan FKUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
Pengaruh Ekstrak Propolis terhadap Kadar SGOT (Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase) dan SGPT (Serum Glutamic Pyruvic Transaminase) pada Tikus Putih (Rattus norvegicus) Galur Wistar dengan Diet Tinggi Lemak Nasution, Ade Yahya; Adi, Prasetyo; Santosa, Putu Adi
Majalah Kesehatan FKUB Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.38 KB)

Abstract

Propolis merupakan substansi bersifat resin yang dikumpulkan oleh lebah Apis mellifera dari pucuk daun pada berbagai jenis tanaman yang berbeda. Salah satu manfaat propolis yang belum banyak digali adalah sebagai antihiperlipidemia. Propolis mengandung beberapa bahan aktif seperti flavonoid dan quercetin yang diduga dapat mencegah perlemakan hati, sehingga kadar SGOT dan SGPT dalam darah menurun. Oleh karena itu dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak propolis dengan dosis bertingkat terhadap kadar SGOT dan SGPT serum pada tikus hiperlipidemia. Penelitian ini menggunakan studi true experimental yang dilakukan pada 25 ekor tikus Wistar jantan yang dibagi secara acak menjadi 5 kelompok. Kelompok 1 adalah tikus diberi diet normal selama 59 hari. Kelompok 2 adalah tikus diberi diet tinggi lemak saja selama 59 hari. Kelompok 3 sampai 5 diberi diet tinggi lemak dan diberi ekstrak propolis dengan dosis berbeda (15 mg/kgBB, 30 mg/kgBB, 45 mg/kgBB) secara per oral setiap hari sekali selama 59 hari. Parameter yang diukur adalah kadar SGOT dan SGPT. Analisis data menggunakan metode one way ANOVA menunjukkan bahwa pemberian ekstrak propolis dengan berbagai dosis tidak berpengaruh secara signifikan terhadap penurunan kadar SGOT, namun berbeda dengan kadar SGPT yang menurun secara signifikan. Kesimpulan penelitian ini adalah ekstrak propolis berpengaruh dalam penurunan kadar SGOT dan SGPT pada dosis 45 mg/kgBB pada tikus putih (Rattus norvegicus) galur Wistar dengan diet tinggi lemak. Kata kunci: Diet tinggi lemak, Ekstrak propolis, Kadar SGOT dan SGPT.
Uji Efektifitas Antifungal Ekstrak Kulit Pisang Kepok (Musa acuminata x balbisiana) Mentah Terhadap Pertumbuhan Candida albicans Secara In Vitro Dinastutie, Rina; YS, Sri Poeranto; N.H, Dwi Yuni
Majalah Kesehatan FKUB Vol 2, No 3 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (437.879 KB)

Abstract

Kandidiasis vaginalis merupakan infeksi daerah vagina yang terjadi karena pertumbuhan Candida albicans secara berlebihan. Saat ini obat golongan azol sebagai antifungal yang digunakan memiliki  beberapa efek samping. Kulit pisang kepok (Musa acuminata x balbisiana) mentah memiliki zat antifungal antara lain, saponin, tannin, alkaloid dan flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ekstrak kulit pisang kepok mentah mempunyai efek antifungal terhadap pertumbuhan Candida albicans secara in vitro. Desain penelitian menggunakan true experiment-post test only control group design dengan metode dilusi agar. Konsentrasi ekstrak kulit pisang kepok mentah yang digunakan adalah 0 % (kontrol), 15 %, 17,5 %, 20 %, 22,5 % dan 25 %. Kadar Hambat Minimal (KHM) diperoleh dengan membandingkan tingkat pertumbuhan jamur pada masing-masing kelompok. Hasil penelitian menunjukan bahwa KHM ekstrak kulit pisang kepok mentah berada pada konsentrasi 22,5 %. Dari uji Spearman didapatkan  hubungan yang signifikan (p < 0,05) dengan korelasi yang sangat kuat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah ekstrak kulit pisang kepok (Musa acuminata x balbisiana) mentah dapat menghambat pertumbuhan Candida albicans secara in vitro.  Kata kunci : Candida albicans, Kandidiasis vaginalis, Musa acuminata x balbisiana, Uji dilusi agar.
Perbandingan Karakteristik Fisik dan Daya Adhesi Tablet Vaginal Metronidazol Menggunakan Glidan Talc-Colloidal Sillicon Dioxide dengan Colloidal Sillicon Dioxide Hadi, Moch Rijal; Puspita, Oktavia Eka; Danimayostu, Adeltrudis Adelsa
Majalah Kesehatan FKUB Vol 2, No 4 (2015)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (472.234 KB)

Abstract

Tablet vaginal adalah tablet yang dirancang untuk administrasi vagina dalam pengobatan infeksi lokal, penyerapan sistemik, dan penyerapan ke dalam jaringan vagina. Jumlah pengisi memiliki konsentrasi terbesar dibandingkan jumlah eksipien yang lain, sehinggga pengisi memiliki peran penting dalam membentuk karakteristik tablet yang bagus serta diharapkan mampu melepaskan zat aktif dengan baik. Sebagai bahan pengisi, starch 1500 memiliki sifat kompresibilitas yang sangat baik sehingga cocok digunakan sebagai metode kempa langsung, tetapi starch 1500 memiliki sifat alir yang tidak bagus yang  berpengaruh pada proses pencetakan tablet, sehingga untuk memperbaiki sifat alir dari starch 1500 dibutuhkan penambahan glidan. Tujuan dari penelitian ini adalah membandingkan glidan talc-colloidal sillicon dioxide dengan colloidal sillicon dioxide dalam memperbaiki sifat alir sehingga menghasilkan karakteristik fisik dan daya adhesi yang baik serta optimum pada tablet vaginal metronidazole. Hasil uji menunjukkan bahwa formula 2 (F2) yaitu glidan colloidal sillicon dioxide memberikan karakteristik fisik yang lebih bagus meliputi kekerasan, kerapuhan, disintegrasi, keseragaman bobot, dan keseragaman kandungan daripada formula 1 (F1) yaitu glidan talk. Untuk uji disolusi dari kedua formula tidak memenuhi spesifikasi karena hasilnya dibawah 85 %. Daya adhesi F2 juga lebih kuat yaitu mampu menahan pemberat hingga 5,16 kg sedangkan F1 hanya mampu menahan pemberat hingga 4,33 kg. Penelitian ini menyimpulkan bahwa F2 memiliki karakteristik fisik dan daya adhesi tablet yang lebih baik dibandingkan dengan F1. Kata kunci: Colloidal sillicon dioxide, Daya adhesi tablet vaginal, Karakteristik fisik, Talc.
Pengaruh Pemberian Kacang Hijau (Phaseolus radiatus L.) terhadap Pencegahan Peningkatan Kadar Glukosa Darah pada Tikus (Rattus novergicus) Galur Wistar Bunting Briliansari, Debby Amalia; Prijadi, Bambang; Nugroho, Fajar Ari
Majalah Kesehatan FKUB Vol 3, No 1 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (285.292 KB)

Abstract

Selama kehamilan terjadi peningkatan kadar glukosa darah seiring bertambahnya usia kehamilan. Pilihan sumber karbohidrat yang tepat diperlukan agar kadar glukosa darah terkontrol selama kehamilan, sehingga dapat mencegah terjadinya diabetes melitus gestasional. Kacang hijau mengandung serat larut tinggi dan memiliki indeks glikemik rendah. Kandungan tersebut dapat mengurangi penyerapan karbohidrat dalam tubuh, sehingga dapat menurunkan kadar glukosa darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian kacang hijau terhadap pencegahan peningkatan kadar glukosa darah pada tikus putih Wistar yang bunting. Penelitian ini bersifat true experimental in vivo dengan rancangan post test only with control group design. Sampel yang digunakan adalah tikus Wistar usia 2-3 bulan yang bunting. Tikus dibagi dalam empat kelompok yaitu kelompok normal tidak diberi kacang hijau (P0), perlakuan 1 diberi kacang hijau 0,3 g/hari (P1), perlakuan 2 diberi kacang hijau 0,6 g/hari (P2), dan perlakuan 3 diberi kacang hijau 1,2 g/hari (P3). Diketahui bahwa kacang hijau mampu mencegah peningkatan kadar glukosa darah pada tikus Wistar bunting, meski tidak signifikan (p = 0,494). Dosis efektif kacang hijau adalah 0,6 g/ekor/hariyang mampu mengontrol kadar glukosa darah sebesar 88,60 + 8,17 mg/dl. Kata kunci: Glukosa darah, Kacang hijau, Kehamilan.
Efektivitas Terapi Kompres Dingin dalam Menurunkan Stres Orang dengan Lupus (Odapus) Dewasa Muda di Perhimpunan Masyarakat Peduli Lupus Parahita Malang Dewi, Elvira Sari; Soemardini, Soemardini; Rini, Ika Setyo
Majalah Kesehatan FKUB Vol 3, No 2 (2016)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (422.767 KB)

Abstract

Kompres dingin dapat digunakan untuk menurunkan stres. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas terapi kompres dingin dalam menurunkan stres Odapus dewasa muda di Parahita. Penelitian ini dilakukan dengan studi eksperimental semu menggunakan one group pretest posttest design. Sampel dipilih dengan teknik total sampling dan didapatkan 25 sampel sesuai kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Variabel yang diukur adalah stres sebelum dan sesudah diberikan terapi kompres dingin baik secara fisik (tekanan darah, pernapasan, nyeri kepala, dan gangguan tidur), kognitif (gangguan konsentrasi dan daya ingat), maupun emosional (tingkat stres). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian kompres dingin berpengaruh terhadap penurunan pernapasan, nyeri kepala, gangguan tidur, tingkat stres, dan gangguan konsentrasi dengan nilai p < 0,05. Namun pemberian kompres dingin tidak menunjukkan pengaruh pada penurunan tekanan darah dan gangguan daya ingat dengan nilai p > 0,05. Dapat disimpulkan bahwa terapi kompres dingin dapat digunakan untuk menurunkan stres Odapus dewasa muda di Parahita dengan efektivitas: (1) Terapi kompres dingin dapat digunakan untuk menurunkan respons stres berupa penurunan pernapasan, nyeri kepala, gangguan tidur, tingkat stres, dan gangguan konsentrasi. (2) Terapi kompres dingin tidak dapat digunakan untuk menurunkan respons stres berupa peningkatan tekanan darah dan gangguan daya ingat. Kata kunci: Kompres dingin, Lupus, Odapus, Parahita, Stres.
Perbandingan Respon Caspase-3 Sel Trakea terhadap Radiasi Sinar Gamma Dosis Tunggal dan Dosis Fraksinasi Devi, Berlian Cyntia; Yueniwati, Yuyun; DW, Ahmad
Majalah Kesehatan FKUB Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (390.411 KB)

Abstract

Radiasi sinar gamma adalah suatu modalitas terapi kanker, namun salah satu efek yang tidak diinginkan adalah kerusakan sel normal di sekeliling sel target. Salah satu organ yang sering terkena dampak adalah trakea. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan pemberian radiasi sinar gamma dosis tunggal 10 Gy (1x10 Gy) dapat  menyebabkan ekspresi caspase-3 yang lebih tinggi daripada pemberian radiasi sinar gamma dosis fraksinasi 10 Gy (5x2 Gy) pada sel trakea. Studi eksperimental menggunakan one way ANOVA dilakukan terhadap hewan coba Rattus norvegicus galur Wistar, berusia 3-4 bulan dan berat badan seragam sekitar 200 g. Sampel dibagi menjadi tiga kelompok dengan n = 9, yaitu kelompok kontrol, kelompok radiasi dosis tunggal, dan kelompok radiasi dosis fraksinasi. Variabel tergantung dalam penelitian ini adalah respon caspase-3 sel trakea akibat radiasi sinar gamma. Hasil penelitian menunjukkan ekspresi caspase-3 pada radiasi dosis tunggal meningkat secara signifikan (p < 0,05). Namun pada pemberian radiasi dosis fraksinasi pada sel trakea tidak menunjukkan ekspresi caspase-3 yang bermakna (p > 0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian radiasi sinar gamma dosis tunggal 10 Gy (1x10 Gy) dapat ,menyebabkan ekspresi caspase-3 yang lebih tinggi daripada pemberian radiasi sinar gamma dosis fraksinasi 10 Gy (5x2 Gy) pada sel trakea.  Kata kunci: Caspase-3, Radiasi, Sinar gamma, Trakea.
Hubungan Tingkat Pengetahuan Tentang Program Terapi Metadon dengan Tingkat Motivasi Mengikuti Program Terapi Rumatan Metadon pada Pengguna Narkoba Suntik di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat Anwar, Syaiful; Wihastuti, Titin Andri; Suharsono, Tony
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 1 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (267.804 KB)

Abstract

Program terapi metadon adalah program penanggulangan dampak buruk bagi pengguna napza suntik (Penasun). Program ini dilaksanakan dengan memberikan zat opioid sintetik yang memilki efek sama seperti heroin dengan cara di minum. Motivasi diperlukan untuk mendukung program terapi agar kontinyu dan tidak terjadi pemakaian narkoba berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan koefisien korelasi tingkat pengetahuan dengan tingkat motivasi penasun terhadap program terapi metadon. Rancangan penelitian menggunakan deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional di Puskesmas Kecamatan Grogol Petamburan Jakarta Barat. Jumlah sampel 61 orang diambil dengan purposive random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuisioner. Hasil penelitian menunjukkan karakteristik responden mayoritas laki-laki (93,4 %), umur rata-rata > 30 tahun (60,7 %), berpendidikan tinggi (72,1 %), bekerja informal (42,6 %), berpenghasilan rendah (54,6 %), tidak menggunakan narkoba kembali (86,9 %), tingkat pengetahuannya baik (67,2 %) dan tingkat motivasinya tinggi (60,7 %). Analisa hasil penelitian dengan uji Spearman’s rank menunjukkan ada hubungan korelasi tingkat pengetahuan dengan tingkat motivasi (p = 0,000 dan r = 0,586**), ada hubungan korelasi karakteristik tingkat pendidikan dengan tingkat pengetahuan (p = 0,021 dan r = 0,295*), dan ada hubungan korelasi karakteristik tingkat pendidikan dengan tingkat motivasi (p = 0,000 dan  r = 0,459**). Adanya tingkat pengetahuan yang baik tentang program terapi metadon dapat mendorong atau meningkatkan motivasi pengguna narkoba suntik untuk selalu datang dan mengikuti kegiatan layanan program terapi metadon. Kata kunci: Pengguna narkoba suntik, Program terapi  metadon, Tingkat pengetahuan, Tingkat motivasi.
Hubungan Dukungan Keluarga dengan Kejadian Depresi pada Pasien Diabetes Mellitus di Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik Supriati, Lilik; Nasution, Tina Handayani; Ilmansyah, Fiqih Andrian
Majalah Kesehatan FKUB Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.1 KB)

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit gangguan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang kronis. Penderita diabetes sangat rentan terhadap gangguan psikologis seperti depresi. Salah satu faktor yang mempengaruhi timbulnya depresi pada penderita diabetes mellitus adalah kurangnya dukungan keluarga. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan kejadian depresi pada pasien diabetes mellitus di Rumah Sakit Muhammadiyah Gresik. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah cross sectional. Sampel dipilih dengan teknik total sampling, dan didapatkan 34 responden penderita DM. Instrumen yang digunakan berupa lembar kuisioner depresi berdasarkan Beck Depression Inventory II (BDI II) dan kuesioner dukungan keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga yang memberikan dukungan “baik” sebanyak 8 responden (24%), dukungan keluarga “cukup” sebanyak 22 responden (67%), dan dukungan keluarga “kurang” sebanyak 3 responden (19%). Data kejadian depresi pada pasien diabetes mellitus diperoleh 12 responden (38%) tidak mengalami depresi, dan 22 responden (62%) mengalami depresi. Analisis data menggunakan uji statistik Spearman rho dengan tingkat kemaknaan p &lt; 0,05. Hasil uji statistik menunjukkan nilai koefisien korelasi negatif (r = -0,743) dengan nilai p = 0,000 yang artinya ada hubungan antara dukungan keluarga dengan kejadian depresi pada pasien diabetes mellitus di RS Muhammadiyah Gresik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan negatif (searah) antara dukungan keluarga terhadap kejadian depresi pada pasien diabetes mellitus. Semakin tinggi dukungan keluarga maka semakin tidak terjadi depresi atau normal, sebaliknya semakin rendah dukungan keluarga maka angka kejadian depresi yang dialami semakin berat. Kata kunci : diabetes mellitus, dukungan keluarga, depresi
Hubungan Antara Protein EGFR( Epidermal Growth Factor Receptor ) dan ERK-1( Extracellular Signal-Regulated Protein Kinase-1 ) pada Kejadian Bibir Sumbing Ras Protomalayid di Provinsi Nusa Tenggara Timur Chandra, David; LW, Herman Yosef; Agustin, Danik
Majalah Kesehatan FKUB Vol 1, No 2 (2014)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.358 KB)

Abstract

Bibir sumbing disebabkan oleh banyak faktor dan salah satunya adalah genetik. EGFR adalah salah satu growth factor yang mengaktifkan proliferasi sel dan ERK-1 merupakan salah satu jalur dari MAPK yang diaktifkan oleh EGFR. Sampai saat ini masih belum ada penelitian yang menjelaskan apakah ada ekspresi dari protein EGFR dan ERK-1 pada kejadian bibir sumbing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan anatara protein EGFR dan ERK-1 pada kejadian bibir sumbing ras Protomalayid di provinsi Nusa Tenggara Timur. Penelitian ini menggunakan desain penelitian cross sectional analytic. Sampel penelitian adalah jaringan bibir sumbing hasil operasi oleh tim bedah plastik rumah sakit Saiful Anwar Malang pada kegiatan bakti sosial tanggal 3,6,7,8 dan 12 Desember 2012 di RSU Larantuka Kupang, RSU Kupang, RSU Alor Nusa Tenggara Timur yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Jaringan bibir sumbing dianalisis dengan metode imunohistokimia menggunakan antibodi monoklonal EGFR dan antibodi monoklonal ERK-1. Hasil pewarnaan tersebut kemudian dipindai dan dihitung menggunakan program OlyVia. Analisis korelasi antara protein EGFR dan ERK-1 diuji dengan uji Pearson. Hasil penelitian menunjukan hubungan yang bermakna  antara protein EGFR dan protein ERK-1 dengan koefisien korelasi yang cukup yaitu 0,369. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan yang positif dan bermakna dengan koefisien korelasi yang cukup kuat antara ekspresi protein EGFR dan ekspresi protein ERK-1 pada kejadian bibir sumbing ras Protomalayid provinsi Nusa Tenggara Timur. Kata kunci: Bibir sumbing, Protein EGFR, Protein ERK-1.
Efek Ekstrak Etanol Daun Kelor (Moringa oleifera) terhadap Nuclear Factor Kappa Beta (NF-kB) Aktif dan Apoptosis Cell Line Kanker MCF-7 Andjani, Nabila; Sujuti, Hidayat; Winarsih, Sri
Majalah Kesehatan FKUB Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (661.165 KB)

Abstract

Aktivasi NF- ĸB, suatu parameter apoptosis kanker, menyebabkan induksi beberapa fungsi seluler antara lain proliferasi sel meningkat dan penurunan apoptosis. Daun kelor (Moringa oleifera) secara ayurveda telah terbukti dalam mencegah penyakit leukemia dan skin papilomagenesis. Tujuan penelitian ini ialah membuktikan bahwa pemberian ekstrak daun kelor menurunkan aktivitas sel kanker payudara MCF-7. Penelitian ini menggunakan true experimental in vitro design dengan sel MCF-7. MTT Assay dilakukan dengan menggunakan dosis terapi dari rentang 7,1825–20000 µg/ml untuk menentukan IC50 pada sel MCF-7. IC50 yang didapatkan adalah dosis 2200 µg/ml. Immunositokimia dan TUNEL assay dengan kelompok kontrol negatif, kelompok perlakuan dosis 1100, 2200, 4400 µg/ml. Terdapat perbedaan signifikan yang lebih rendah pada perlakuan dosis 2200 µg/ml (p = 0,000) dan dosis 4400 µg/ml (p = 0,000) dibandingkan kontrol tanpa terapi pada aktivitas NF-ĸB. Besar persentase aktivitas NF-ĸB pada dosis 2200 µg/ml  adalah 31,651% dan 4400 µg/ml  adalah 36,575%. Namun, apoptosis pada MCF-7 tidak dapat dilihat. Kesimpulan dari penelitian ini ialah ekstrak daun kelor dapat menurunkan aktivitas sel MCF-7, ekstrak daun kelor dapat menurunkan jumlah NF-ĸB aktif pada dosis 2200 dan 4400 µg/ml. Dosis IC50 yang diperoleh adalah 2200 µg/ml, dan peristiwa apoptosis tidak dapat diamati. Kata kunci: Daun kelor (Moringa oleifera), Kanker payudara, MCF-7, NF kB.

Page 3 of 34 | Total Record : 334


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 4 (2014) Vol 1, No 3 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue