cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Kesehatan FKUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
HUBUNGAN ANTARA KADAR LACTATE DEHYDROGENASE (LDH) DENGAN LUARAN KLINIS PASIEN SEPSIS DI RSUD Dr. SAIFUL ANWAR Anshory, Muhammad; Pratama, Gusti Rajendra Yoga; Iskandar, Agustin
Majalah Kesehatan FKUB Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2021.008.01.4

Abstract

Di seluruh dunia, sepsis adalah penyebab utama kematian. Insiden sepsis telah berlipat ganda selama beberapa tahun terakhir. Terdapat peradangan sistemik pada sepsis yang menyebabkan disfungsi organ. Dengan demikian, kita membutuhkan biomarker untuk menentukan diagnosis dan prognosis sepsis. Lactate dehydrogenase (LDH) adalah biomarker kerusakan organ terkait sepsis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi hubungan antara LDH dan luaran klinis pasien dengan sepsis di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Studi ini dilakukan menggunakan pendekatan kohort prospektif, sementara desainnya adalah analitik observasional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode konsekutif. Pemeriksaan kadar LDH dilakukan menggunakan Roche Cobas 8000, kemudian mortalitas dan lama perawatan dikumpulkan dari catatan medis. Temuan menunjukkan bahwa tidak ada variasi kadar LDH dalam hubungannya dengan kematian pada pasien sepsis (p = 0,414) dan ada hubungan negatif antara kadar LDH dengan lama perawatan pasien sepsis (r = -0,576, p = 0,031), tidak ada hubungan antara kadar LDH dan kematian pasien sepsis (r = 0,14, p = 0,414). Didapatkan nilai cut-off LDH untuk memprediksi kematian adalah 728 U/I, dengan nilai risiko relatif 1,28. Pengukuran LDH yang hanya satu kali dianggap berdampak pada temuan laporan ini. Studi ini menyimpulkan bahwa pada pasien sepsis, kadar LDH memiliki hubungan yang moderat dengan lama perawatan, tetapi tidak memiliki hubungan pada kematian pasien sepsis. 
Tinjauan Literatur: MANFAAT STORYTELLING BAGI ANAK: REVIEW ARTIKEL Dewi, Martina Mutiara; Nani, Nurhaeni
Majalah Kesehatan FKUB Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2020.007.03.7

Abstract

Storytelling merupakan salah satu alternatif intervensi dalam asuhan atraumatik keperawatan anak di rumah sakit untuk mengurangi efek hospitalisasi. Anak yang menjalani hospitalisasi berpotensi mengalami stres dan kecemasan yang tinggi akibat bertemu dengan lingkungan asing, tindakan-tindakan medis serta berpisah dengan keluarganya. Telaah artikel penelitian ini bertujuan untuk memberi gambaran kemanfaatan dan keragaman media storytelling yang dapat digunakan pada beberapa anak sesuai tingkatan usia. Studi literatur ini disusun dengan melakukan analisis terhadap artikel-artikel yang dipublikasikan dari tahun 2014-2020, fulltext dan berbahasa Inggris. Data diperoleh dari database Scopus,  ScienceDirect, Ebsco, Proquest dan Sage Journals dengan kata kunci hospitalization, child, pediatric, storytelling dengan hasil 10 literatur yang sesuai kriteria inklusi dan eksklusi. Pada telaah artikel penelitian ini menemukan beberapa intervensi storytelling pada beberapa tingkatan usia yaitu usia prasekolah, usia sekolah, dan usia dewasa dengan menggunakan beberapa media yang dipakai. Media yang digunakan di antaranya adalah dengan menggunakan buku cerita animasi, storytelling dengan menggambar, storytelling  dalam pengajaran di kelas dan digital storytelling. Storytelling dapat direkomendasikan dilakukan dengan menggunakan media buku cerita ataupun dengan media digital/perangkat komputer. Pemilihan media dapat disesuaikan dengan kondisi anak dan ketersediaan fasilitas serta tenaga yang mendukung. Berdasarkan hasil telaah literatur ini, disimpulkan bahwa storytelling dapat menjadi dasar untuk pengembangan intervensi nonfarmakologi untuk mengurangi efek samping dari hospitalisasi. 
POLIMORFISME VARIAN T-334C GEN FAKTOR TRANSKRIPSI STORKHEAD BOX 1 (STOX1) SEBAGAI KANDIDAT BIOMARKER PREEKLAMPSIA Nooryanto, Mukhamad; Keman, Kusnarman; Dahlan, Erry Gumilar; Indriani, Anin
Majalah Kesehatan FKUB Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2021.008.01.2

Abstract

Insiden preeklampsia dan eklamsia dapat menyebabkan kematian pada ibu hamil, dan pada wanita dengan riwayat keluarga menderita preeklampsia lebih berisiko dibandingkan dengan wanita tanpa riwayat keluarga dengan preeklampsia. Penelitian terdahulu mengindikasikan bahwa gen Storkhead Box 1 (STOX1) merupakan salah satu penyebab preeklampsia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis polimorfisme varian T-344C gen STOX1 dalam kromosom 10q22 sebagai kandidat biomarker preeklampsia. Penelitian dilaksanakan secara kuantitatif observasional dengan desain cross-sectional pada sampel darah wanita hamil dengan preeklampsia (kelompok kasus) dan darah wanita yang hamil normal (kelompok kontrol) di kamar bersalin SMF Obstetri dan Ginekologi RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Sampel darah vena diambil dari 25 wanita hamil dengan preeklampsia dan 25 wanita hamil normal yang memenuhi kriteria penelitian dan dilakukan ekstraksi DNA. Identifikasi gen STOX1 dilakukan dengan metode  PCR dengan forward primer adalah 5’-TGGGTGTGAA-3’ dan reversed primer 5’-TTGGAGCGTTTGATGAAACA-3’ (First Base, USA) dan analisis varian T-344C dengan RFLP menggunakan enzim HaeIII. Data dianalisis secara statistik dengan aplikasi SPSS. Amplifikasi gen STOX1 dengan PCR pada kelompok preeklamsia dan kontrol menunjukkan  produk sebesar 639 bp. Analisis polimorfisme varian T-334C pada kelompok normal memiliki frekuensi TT 64%, TC 28%, dan CC 8%. Sementara pada kelompok preklampsia frekuensi TT 72%, TC 28%)dan tidak ditemukan adanya polimorfisme CC yang bersifat homozigot. Tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara polimorfisme varian T-334C gen STOX1 dengan preeklampsia (Uji Mann Whitney p = 0,668 > 0,05). Kesimpulanya, secara teknis pemeriksaan varian T-344C gen STOX1 dapat digunakan sebagai kandidat biomarker preeklamsia, namun secara spesifik tidak sensitif untuk menjelaskan adanya hubungan antara polimorfisme varian T-344C gen STOX1 dengan preeklampsia. 
Laporan Kasus : INTENSE PULSED LIGHT (IPL) SEBAGAI TERAPI MELASMA TIPE EPIDERMAL: SUATU LAPORAN KASUS Ayuningtyas, Vidya Hana Dwi; Murlistyarini, Sinta
Majalah Kesehatan FKUB Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2020.007.04.6

Abstract

Melasma adalah salah satu masalah kosmetik yang banyak ditemukan terutama pada wanita usia produktif. Faktor utama yang mencetuskan melasma adalah faktor genetik, paparan sinar UV kronis dan penggunaan kontrasepsi hormonal. Meski terapi topikal merupakan modalitas utama untuk mengatasi melasma, namun dengan lambatnya tingkat penyembuhan dan munculnya beberapa efek samping seperti eritema dan reaksi alergi, memicu para klinisi untuk menggunakan alternatif lain seperti laser dan intense pulsed light. Intense pulsed light adalah suatu modalitas yang memanfaatkan flashlamp untuk menyalurkan energi ke kulit dan dapat membidik berbagai macam chromophore dengan memanfaatkan rentang panjang gelombang yang lebar yakni antara 420 nm sampai 1400 nm. Pada kasus ini dilaporkan seorang wanita usia 41 tahun dengan keluhan bercak kecoklatan di area pipi kanan dan kiri sejak sekitar dua tahun yang lalu. Pasien terdiagnosa mengalami melasma tipe epidermal. Penggunaan terapi topikal sebelumnya didapatkan hanya memberikan kepuasan minimal. Pasien memiliki tipe kulit Fitzpatrick V. Pasien mendapatkan terapi intense pulsed light sebanyak satu kali dengan fluence 16.0 J/cm2 dan filter 590 nm. Fluence yang rendah diperlukan untuk menghindari risiko hiperpigmentasi yang lebih tinggi pada pasien dengan tipe kulit gelap. Penggunaan filter 590 nm dipilih untuk menghindari epidermal burn akibat terlepasnya gelombang cahaya yang tidak diperlukan. Hasil evaluasi tiga hari pasca tindakan menunjukkan penurunan skor modified Melasma Area and Severity Index (mMASI) dari 40,5 menjadi 36. 
PERBEDAAN ANTARA INTERVENSI SHORT WAVE DIATHERMY DENGAN CRYOTHERAPY TERHADAP SKALA FUNGSI PENDERITA OSTEOARTHRITIS LUTUT Mayangsari, Elly; Rahmad, Rahmad; Binti Razali, Nately Diana
Majalah Kesehatan FKUB Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2020.007.03.3

Abstract

Osteoarthritis (OA) adalah gangguan kronis pada sendi synovial, yaitu terjadi pelunakan yang progresif dan kerusakan pada tulang rawan sendi yang mengakibatkan nyeri dan gangguan fungsi. OA lutut simtoma-tik terjadi pada 10% laki-laki dan 13% wanita yang berusia 60 tahun ke atas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat perbedaan antara  intervensi short wave diathermy (SWD) dan cryotherapy terhadap skala fungsi pasien OA lutut dengan munggunakan VAS, WOMAC, dan 10MWT. Metode penelitian ini adalah experimental dengan consecutive sampling. Pasien diukur tingkat fungsional sebelum dan sesudah satu kali terapi SWD (15 pasien) atau cryotherapy (15 pasien) menggunakan skala VAS, WOMAC dan 10MWT. Hasil penelitian pada pasien yang menerima SWD, rata-rata nilai VAS menurun dari 4,400 menjadi 2,467 (p = 0,003), rata-rata nilai WOMAC menurun dari 24,600 menjadi 15,200 (p = 0,004) dan rata-rata nilai 10MWT menurun dari 8,361 menjadi 7,891 (p = 0,789). Pada pasien yang menerima cryotherapy, rata-rata nilai VAS menurun dari 5,467 menjadi 2,867 (p = 0,003), rata-rata nilai WOMAC menurun dari 35,000 menjadi 23,867 (p = 0,003) dan rata-rata nilai 10MWT meningkat dari 8,907 menjadi 8,946 namun tidak bermakna (p = 0,691). Pada satu kali terapi SWD dan cryotherapy mampu menurunkan VAS dan WOMAC secara signi-fikan, namun belum cukup untuk memperbaiki 10MWT. Tetapi pada perbandingan antara kedua kelompok SWD dengan cryotherapy tidak terdapat berbedaan yang bermakna. Kesimpulannya, terdapat perbedaan skala fungsi pasien OA lutut dari VAS dan WOMAC pada intervensi SWD atau cryotherapy. Pada  penilaian 10MWT tidak terdapat perbedaan pada intervensi SWD atau cryotherapy. 
PROFIL KLINIKOPATOLOGI ADENOKARSINOMA PROSTAT DI RSUD DR. SAIFUL ANWAR MALANG PERIODE TAHUN 2015 - 2019: SEBUAH PENELITIAN RETROSPEKTIF Ulfaningtyas, Kiki; Norahmawati, Eviana; Anita, Kenty Wantri; Angelina, Aina; Seputra, Kurnia Penta
Majalah Kesehatan FKUB Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2021.008.02.4

Abstract

Kanker prostat adalah penyebab keganasan ke-5 pada pria di Indonesia. Atas dasar ini, dilakukan penelitian yang bertujuan  untuk  mengetahui  profil klinikopatologi pasien yang terdiagnosis adenokarsinoma  prostat  di Laboratorium Patologi Anatomi RSUD Dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang. Penelitian ini dilakukan secara deskriptif retrospektif dengan data diperoleh dari rekam medis pada Laboratorium Patologi Anatomi RSUD Dr. Saiful Anwar Malang tahun 2015-2019. Kriteria inklusi sampel penelitian adalah semua kasus yang terdiagnosis adenokarsinoma prostat secara histopatologis. Sedangkan spesimen dengan kecurigaan adenokarsinoma prostat yang masih harus dilakukan pemeriksaaan imunohistokimia dikeluarkan dari penelitian. Penelitian menunjukkan penderita adenokarsinoma prostat di Laboratorium Patologi Anatomi RSSA Malang periode tahun 2015-2019 sebanyak 84 (7,58%) kasus, memiliki rentang umur 52-88 tahun, dengan rata-rata usia 68 tahun.  Paling banyak terdiagnosis dari spesimen kerokan, sebanyak 48 (57,14%) kasus.  Sebagian besar diagnosis klinis sesuai dengan hasil pemeriksaan histopatologinya yakni 55 (65,48%) kasus. Derajat diferensiasi yang terbanyak adalah poorly differentiated sebanyak 46 (54,76%) kasus dan prognostic Gleason group grade terbanyak didapatkan grade 4 sebanyak 25 (29,76%) kasus. Dapat disimpulkan kasus adenokarsinoma prostat  rata-rata terjadi pada usia 68 tahun, paling banyak didiagnosis pada bahan kerokan. Sebagian besar kasus memiliki kesesuaian antara diagnosis klinis dan diagnosis histopatologi.  Kasus yang didiagnosis umumnya termasuk dalam kategori poorly differentiated dan prognostic Gleason group grade  4.
PENGARUH PAPARAN GENISTEIN TERHADAP MOTORIK ZEBRAFISH (Danio rerio) MELALUI PENGAMATAN EKSPRESI TIROSIN HIDROKSILASE DAN RESEPTOR ESTROGEN Hanif, Hanif; Aurora, Habiba
Majalah Kesehatan FKUB Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2021.008.01.1

Abstract

Motorik dipengaruhi oleh neuron dopaminergik pada otak, yang maturasi fungsi dan morfologi pada masa awal pembentukan dipengaruhi oleh kadar estrogen. Pemberian genistein sebagai fitoestrogen dengan dosis tinggi pada masa awal perkembangan menyebabkan hambatan perkembangan motorik pada zebrafish. Penelitian ini bertujuan membuktikan mekanisme kerja genistein pada neuron dopaminergik, melalui pengamatan ekspresi tirosin hidroksilase (TH), respons taktil, dan tes lokomotor pada embrio zebrafish. Embrio zebrafish dibagi menjadi enam kelompok, yaitu kontrol (DMSO 0,05%), paparan genistein 5 µM, paparan genistein 10 µM, paparan ICI 182.780 10 µM, paparan genistein 5 µM + ICI 182.780 10 µM, paparan genistein 10 µM + ICI 182.780 10 µM dan diamati pada 2, 24,48, 72,120 dan 144 hpf (hours post fertilization). Pengamatan ekspresi TH dilakukan pada 48 hpf, respons taktil pada 72 hpf dan tes lokomotor pada 144 hpf. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian antagonis estrogen ICI 182.780 memperbaiki ekspresi TH, respon taktil dan kemampuan lokomotor embrio zebrafish secara optimal pada zebrafish yang dipapar genistein 5 µM. 
Tinjauan Literatur : PERAN ASTAXANTHIN PADA LUKA BAKAR Pardina, Nathasia Ayunda; Setyowatie, Lita
Majalah Kesehatan FKUB Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2020.007.04.7

Abstract

Luka bakar merupakan kerusakan pada kulit yang disebabkan oleh panas berlebihan atau bahan kimia kaustik. Beberapa faktor seperti iskemia, stres oksidatif, inflamasi, dan kematian sel (nekrosis atau apoptosis), berkontribusi pada konversi luka bakar dini, yang merupakan perubahan progresif pada zona peri lesi yang mencakup zona stasis dan hiperemia. Meskipun inflamasi merupakan faktor penting dalam penyembuhan luka, namun juga dapat menghambat proses penyembuhan. Reaksi inflamasi akut berkepanjangan  didominasi oleh neutrofil dan makrofag, dapat menyebabkan peningkatan level sitokin proinflamasi, yang mengakibatkan degradasi kolagen dan apoptosis keratinosit, perlekatan neutrofil pada endotel vena menghasilkan mikrovaskular yang berbahaya, dan produksi oksigen radikal bebas yang mengakibatkan gangguan membran plasma, ikatan silang dan putusnya ikatan DNA, serta fragmentasi peptida. Stres oksidatif pada luka bakar dapat ditekan dengan senyawa antioksidan seperti astaxanthin.  Astaxanthin merupakan antioksidan alami yang  memberikan efek perlindungan melawan konversi luka bakar dengan menurunkan stres oksidatif terkait radikal bebas, meredakan inflamasi pada tahap awal luka bakar dan mengurangi apoptosis sel di zona stasis. Oleh karena, perlu diulas lebih lanjut mengenai peran astaxanthin pada luka bakar.
Laporan Kasus : KOMBINASI LASER Q-SWITCHED Nd:YAG (1064 nm) DAN TRETINOIN TOPIKAL 0,025% PADA PENGHAPUSAN TATO : SEBUAH LAPORAN KASUS Murlistyarini, Sinta; Rakhmawati, Yustian Devika
Majalah Kesehatan FKUB Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2021.008.02.6

Abstract

Tato merupakan suatu tanda permanen atau desain yang dibuat di tubuh dengan memasukkan pigmen warna ke dalam lapisan dermis kulit melalui luka di lapisan atas kulit. Saat ini teknik laser menjadi pilihan efektif untuk penghapusan tato terutama laser Q-switched dengan konsep fototermolisis selektif.  Jenis terapi lain yaitu topikal tretinoin melalui mekanisme pengelupasan superfisialis pada lapisan epidermis yang berperan dalam penghapusan tato. Sejauh pengamatan penulis bahwa di Indonesia belum didapatkan laporan kasus penghapusan tato dengan teknik kombinasi antara laser Nd:YAG 1064 nm dan tretinoin topikal 0,025%. Dilaporkan kasus seorang laki-laki 40 tahun dengan keluhan penghapusan tato. Pasien diterapi dengan laser Q-switched Nd-YAG 1064 nm kombinasi dengan tretinoin topikal 0,025%. Kemudian didapatkan adanya tingkat pembersihan tato dalam derajat ringan 25-50%. Skala VAS nyeri pada sesi pertama dan sesi kedua adalah 3 dan 5. Tidak ditemukan efek samping yang berarti seperti terbentuknya jaringan parut. Terapi laser menyebabkan target destruksi terbatas hanya pada pigmen tato sehingga meminimalkan kerusakan pada epidermis, dermis, dan jaringan pendukung kulit, dengan tinta tato sebagai kromofor eksogen berperan sebagai molekul target laser. Efek laser akan ditingkatkan dengan kombinasi tretinoin topikal yang mempunyai efek pengelupasan secara superfisial. Teknik kombinasi antara laser Nd:YAG 1064 nm dan tretinoin topikal 0,025% dapat dipertimbangkan sebagai salah satu metode yang cukup efektif dalam penghapusan tato. 
AKTIVITAS ANTITUSIF KOMBINASI EKSTRAK ETANOL JAHE MERAH (Zingiber officinale var. rubrum) DAN DAUN UNGU (Graptophyllum pictum) PADA MARMUT (Cavia porcellus) Umami, Zahra; Muti'ah, Roihatul; Annisa, Rahmi
Majalah Kesehatan FKUB Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2020.007.04.1

Abstract

Batuk sebagai sebuah sistem perlindungan dengan cara mengeluarkan benda asing pada saluran pernapasan manusia yang bisa menyebabkan infeksi. Perlu dilakukan penelitian terhadap pemanfaatan tanaman sebagai obat yang digunakan untuk mengatasi batuk. Hal tersebut dikarenakan tanaman obat memiliki efek samping minim daripada obat buatan. Jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum) serta daun ungu (Graptophylum pictum) telah dimanfaatkan penggunaannya dengan cara tradisional dalam mengatasi batuk. Tujuan penelitian ini yaitu mendapatkan pengetahuan mengenai aktivitas antitusif serta perbandingan optimal kombinasi dari ekstrak etanol 96% jahe merah serta ekstrak etanol 96% daun ungu. Uji aktivitas antitusif dilakukan dengan menilai persentase supresi batuk melalui induksi larutan asam sitrat 7,5% pada hewan coba marmut betina sebanyak 28 ekor dibagikan menjadi tujuh kelompok perlakuan di antaranya perlakuan dengan pemberian CMC-Na (kontrol negatif), kodein 10 mg/kg BB (kontrol positif), dosis tunggal 250 mg/kg BB dari ekstrak etanol 96% jahe merah serta daun ungu, dosis kombinasi ekstrak etanol 96% jahe merah serta daun ungu dengan perbandingan kombinasi 1:1, 0,5:1 dan 1:0,5 selama 5 hari. Penelitian menunjukkan hasil bahwa ekstrak etanol 96% jahe merah serta daun ungu pada dosis tunggal maupun kombinasinya memiliki aktivitas antitusif yang mampu meningkatkan supresi batuk melalui hewan percobaan yaitu marmut. Perbandingan hasil kombinasi ekstrak etanol 96% jahe merah serta ekstrak etanol 96% daun ungu yang optimal adalah 1:0,5 dengan persentase supresi batuk sebesar 73,00 %. 

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 4 (2014) Vol 1, No 3 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue