cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Kesehatan FKUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
PENGGUNAAN NICAS SEBAGAI PENGGANTI ASAM LAKTAT UNTUK MENGEVALUASI KEBERHASILAN RESUSITASI SEPSIS DAN SYOK SEPSIS Anjelin, Isabella Kusuma; Freddy, Antonius; Nugroho, Soeryanto Eko Agung; Setijowati, Nanik
Majalah Kesehatan FKUB Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2020.007.03.4

Abstract

Patofisiologi sepsis yang kompleks memberikan banyak tantangan dalam manajemen maupun evaluasi terapinya. Gangguan pada sistem kardiovaskular seperti penurunan tekanan perifer, peningkatan permeabilitas vaskuler, gangguan kontraktilitas, penurunan indeks jantung dan fraksi ejeksi penting diperhatikan dalam manajemen kasus sepsis. Evaluasi kadar asam laktat merupakan salah satu cara untuk mengevaluasi hasil resusitasi pada pasien sepsis dan syok sepsis, tetapi pemeriksaannya memakan waktu, biaya ekstra, dan menimbulkan ketidaknyamanan pada pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesesuaian alat NiCAS dalam mengevaluasi perbaikan kondisi pasien sepsis dan syok sepsis dibandingkan dengan asam laktat. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pengambilan data primer yang dilakukan di IGD RS. dr. Saiful Anwar (RSSA) Malang mulai Desember 2017-Desember 2018. Kriteria inklusi meliputi pasien dengan kecurigaan sepsis dan syok sepsis di IGD RSSA Malang dan berusia lebih dari 18 tahun, dan didapatkan 26 pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil menunjukkan perubahan kadar asam laktat yang signifikan (p = 0,002). Dari semua variabel hemodinamik yang diperiksa dengan NiCAS, perubahan signifikan hanya didapatkan pada total body water (p = 0,006). Tidak didapatkan korelasi yang signifikan antara perubahan kadar asam laktat dengan perubahan variabel hemodinamik (p > 0,05). Ada  kesesuaian antara perubahan kadar asam laktat dengan perubahan variabel hemodinamik (p > 0,05) tetapi hanya pada 50-65% kasus. Terdapat kesesuaian perubahan kadar asam laktat dengan variabel-variabel hemodinamik pada sebagian kasus. Penggunaan alat NiCAS bisa dipertimbangkan untuk monitoring pasien, tetapi belum bisa menggantikan fungsi asam laktat. 
PERBANDINGAN TINGKAT KETERGANTUNGAN ANTARA PENGGUNA ROKOK KONVENSlONAL DAN PENGGUNA ROKOK ELEKTRONIK Abdullah, Taufiq; Setyawan, Ungky Agus; Fadhila, Audri Shabrina
Majalah Kesehatan FKUB Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2021.008.02.3

Abstract

Rokok elektronik sering dianggap kurang adiktif dibandingkan rokok konvensional (tembakau). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan tingkat ketergantungan pada pengguna rokok konvensional dan pengguna rokok elektronik pada usia remaja sampai dewasa muda. Penelitian menggunakan metode observasional analitik dengan pendekatan cross sectional melalui survei menggunakan kuesioner online terhadap 48 responden yang terdiri dari 22 pengguna rokok elektronik, 13 pengguna rokok konvensional dan 12 pengguna keduanya pada usia remaja sampai dewasa muda. Evaluasi tingkat ketergantungan menggunakan kuesioner Fagerström test for nicotine dependence (FTND). Pengukuran motivasi alasan merokok menggunakan kuesioner Horn’s smoker’s self test. Analisis data menggunakan analsis statistik nonparametrik Mann-Whitney test dan Kruskal Wallis. Hasil penelitian ini menemukan bahwa perokok elektronik mempunyai tingkat ketergantungan nikotin yang lebih tinggi (rata-rata 2,18) dibandingkan perokok konvensional (rata-rata 1,15; p < 0,05). Hasil Mann-Whitney test didapatkan nilai signifikansi p < 0,05 untuk tingkat ketergantungan nikotin berdasarkan motivasi alasan merokok adalah ketagihan (craving), sedangkan didapatkan nilai signifikansi p > 0,05 untuk tingkat ketergantungan nikotin berdasarkan motivasi alasan merokok pada kategori stimulasi, kesenangan, crutch, kebiasaan, stres, dan sosial. Kesimpulan penelitian ini, terdapat perbedaan signifikan tingkat ketergantungan antara pengguna rokok konvensional dan rokok elektronik dengan tingkat ketergantungan lebih tinggi pada pengguna rokok elektronik. 
Laporan Kasus : KOINFEKSI MORBUS HANSEN MULTIBASILER DAN TUBERKULOSIS PARU Hidayah, Noor; Yuniaswan, Anggun Putri; Murlistyarini, Sinta
Majalah Kesehatan FKUB Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2021.008.01.6

Abstract

Koinfeksi lepra dan tuberkulosis (TB) paru pada satu individu jarang terjadi, tercatat 2-6 per 100.000 penduduk per tahun di dunia. Koinfeksi dapat terjadi akibat kondisi imunokompromais. Seorang perempuan berusia 51 tahun datang dengan keluhan benjolan kemerahan yang nyeri di seluruh tubuh, hilang timbul sejak 1 tahun. Pasien minum metilprednisolon 2 kali sehari selama setahun. Pemeriksaan fisik didapatkan nodul dan plak eritem multipel di seluruh tubuh, konjungtiva hiperemis dan penebalan saraf common perineus kiri. Tidak didapatkan bercak mati rasa dan slit skin smear negatif. Biopsi kulit tampak gambaran infiltrat limfosit dan neutrofil di dermis, foam cells, grenz zone dan pannuculitis lobular yang sesuai dengan lepromatous leprosy dan eritema nodosum leprosum. Radiologi thorak tampak fibroinfiltrat dan konsolidasi, dicurigai TB paru. Pemeriksaan sputum Tes Cepat Molekuler menunjukkan very low detected untuk kuman tuberkulosis yang sensitif rifampisin. Pasien mendapatkan multidrug therapy untuk Morbus Hansen Multibasiler, metilprednisolon serta Obat Anti Tuberkulosis kategori 1 dan memperlihatkan perbaikan klinis. Koinfeksi lepra dan TB jarang terjadi, diduga karena adanya kekebalan silang. Biasanya infeksi lepra mendahului TB, karena periode inkubasi lepra lebih lama. Mekanisme koinfeksi pada kasus diduga akibat penggunaan kortikosteroid jangka panjang. Terapi koinfeksi TB paru dan lepra dilakukan secara bersamaan dengan dosis rifampisin mengikuti dosis terapi tuberkulosis. 
PENGARUH TINGKAT PENGETAHUAN HUBUNGAN SEKSUAL BERISIKO TINGGI TERHADAP KEJADIAN INFEKSI GONORE DI RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG Wahdah, Rina Auliya; Setyowatie, Lita; Aslam, Achmad Bayhaqi Nasir
Majalah Kesehatan FKUB Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2020.007.04.5

Abstract

Gonore adalah infeksi menular seksual (IMS) yang dapat terjadi pada laki-laki dan perempuan yang disebabkan oleh bakteri diplokokus Gram negatif, Neisseria gonorrhoeae. Insiden infeksi gonore tahun 2014 di RSUD. Dr. Saiful Anwar Malang (RSSA) diketahui sebanyak 60 orang dari total 399 pasien IMS. Tahun 2015, tercatat 34 orang pasien infeksi baru gonore. Kejadian ini meningkat karena beberapa faktor di antaranya adalah pengetahuan dan hubungan seksual berisiko tinggi, yang tampak saat ini merupakan sebagian kecil dari keseluruhan pasien IMS. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh tingkat pengetahuan terhadap hubungan seksual berisiko tinggi serta terhadap kejadian infeksi gonore di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Populasi adalah pasien laki-laki terinfeksi gonore yang datang ke RSSA berjumlah 93 orang dan berdasarkan formula Lemeshow didapatkan. sampel sebanyak 36 responden. Pengambilan sampel dengan metode consecutive sampling. Path analysis (analisis jalur) dilakukan untuk menemukan penjelasan mengenai pengaruh langsung dan tidak langsung dari variabel tingkat pengetahuan, hubungan seksual berisiko tinggi, dan infeksi gonore berdasarkan beberapa pertimbangan teoritis serta pengetahuan peneliti yang ditampilkan dalam bentuk diagram jalur yang berfungsi untuk membantu dalam melakukan konseptualisasi masalah yang kompleks dan mengenai implikasi empirik dari teori yang sedang diuji. Hasil menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan memiliki pengaruh yang signifikan dan berpengaruh positif terhadap hubungan seksual berisiko tinggi. Dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan terhadap hubungan seksual berisiko tinggi memiliki pengaruh yang signifikan terhadap infeksi gonore, namun tidak berpengaruh signifikan terhadap kejadian infeksi gonore. Serta, tingkat pengetahuan tidak berpengaruh signifikan terhadap infeksi gonore melalui hubungan seksual berisiko tinggi, dan  hubungan seksual berisiko tinggi tidak berpengaruh signifikan terhadap kejadian infeksi gonore. 
Tinjauan Literatur : PATOGENESIS INFEKSI HUMAN PAPILLOMAVIRUS SEBAGAI DASAR DALAM PENGEMBANGAN PENCEGAHAN DAN TERAPI BARU PADA KANKER PENIS Trianto, Heru Fajar; Rahaju, Anny Setijo
Majalah Kesehatan FKUB Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2021.008.03.7

Abstract

Kanker penis merupakan salah satu keganasan pada pria yang jarang terjadi. Berbagai faktor risiko berperan dalam kejadian kanker penis, salah satunya adalah infeksi Human Papillomavirus (HPV). Infeksi HPV merupakan salah satu penyakit menular seksual yang terjadi pada usia reproduktif. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk menjelaskan peran infeksi HPV terhadap kejadian kanker penis,  perkembangan vaksin untuk mengurangi risiko terjadinya kanker penis serta imunoterapi untuk meningkatkan angka kesembuhan dan menurunkan angka kematian akibat kanker penis. Artikel didapatkan melalui penelusuran secara online menggunakan Pubmed, Sage Journals, dan Google Cendekia menggunakan kata kunci human papillomavirus, penile cancer, kanker penis, vaccine, atau targeted therapies. Hasil penelusuran offline melalui hasil penelitian yang tidak dipublikasikan dan buku referensi. Hasil pencarian online mendapatkan 9110 artikel yang terkait dengan kata kunci, namun hanya 31 artikel yang ditelaah. Hasil telaah mejelaskan bahwa patogenesis infeksi HPV pada proses onkogenesis kanker penis melibatkan berbagai jalur molekuler dan sistem imun di sekitar tumor yang dapat digunakan sebagai dasar dalam pengembangan upaya pencegahan dan terapi baru. Salah satu cara pencegahan kanker penis adalah dengan pemberian vaksin HPV menggunakan teknologi Virus-Like Particles (VLP) yang dapat mencegah kejadian lesi genital. Kaitan antara HPV dan sistem imun dikembangkan sebagai terapi target yang baru. Beberapa penelitian mengenai terapi target pada kanker yang berkembang saat ini menunjukan bahwa pemberian immune checkpoint inhibitors dapat meningkatkan sistem imun dalam proses eliminasi sel kanker. Terapi target tersebut dapat meningkatkan angka kesembuhan dari penderita dan mengurangi efek samping dari terapi yang ada saat ini. 
EFEK SAMPING KEMOTERAPI BERBASIS KARBOPLATIN TERHADAP FUNGSI GINJAL PADA PASIEN KANKER GINEKOLOGI Hermanto, Djoko Heri; Mayangsari, Elly; Fadriyana, Aulia Putri
Majalah Kesehatan FKUB Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2021.008.03.3

Abstract

Karboplatin merupakan regimen platinum terapi lini pertama pada pengobatan kanker ginekologi. Karboplatin analog dengan cisplatin, tetapi lebih stabil dan memiliki lebih sedikit efek samping. Namun, pemberian karboplatin dalam jangka panjang dapat meningkatkan akumulasinya pada tubuh sehingga meningkatkan efek samping, salah satunya pada ginjal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek samping kemoterapi berbasis karboplatin terhadap fungsi ginjal pada pasien kanker ginekologi di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, dengan parameter penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG) dan peningkatan kadar blood urea nitrogen (BUN). Desain penelitian adalah analitik observasional cross-sectional dengan mengumpulkan data rekam medis dari pasien kanker ginekologi. Jumlah subjek diperoleh 45 pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Karakteristik subjek penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien dalam rentang usia 40-49 dan 50-59 tahun masing-masing sebanyak 15 pasien (33,33%). Berdasarkan hasil uji t berpasangan diketahui bahwa tidak ada penurunan yang signifikan pada LFG pre dan post kemoterapi (p = 0,254) sedangkan berdasarkan hasil uji Wilcoxon didapatkan tidak ada peningkatan yang signifikan pada kadar BUN pre dan post kemoterapi (p = 0,498). Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat penurunan laju filtrasi glomerulus (LFG) dan peningkatan kadar BUN pada pasien kanker ginekologi yang mendapat kemoterapi berbasis karboplatin sebanyak 6 siklus di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. 
HUBUNGAN SKOR SOFA DENGAN MORTALITAS PADA PASIEN SAKIT KRITIS Sari, Efris Kartika; Hayati, Yati Sri; Rokhmawati, Nila Lestari
Majalah Kesehatan FKUB Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2021.008.03.4

Abstract

Sepsis merupakan suatu kondisi yang berisiko meningkatkan morbiditas dan mortalitas pasien sakit kritis. Gugus Tugas Sepsis-3 merekomendasikan Skor Sequential (Sepsis-related) Organ Failure Assessment (SOFA) untuk mengidentifikasi kondisi sepsis pada pasien sakit kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan skor SOFA dengan mortalitas pasien sakit kritis di ruang rawat intensif Rumah Sakit dr. Saiful Anwar Malang. Penelitian ini merupakan penelitian kohort retrospektif yang menggunakan data sekunder berupa rekam medik pasien. Skor SOFA dihitung pada saat pasien masuk ke ruang rawat intensif. Sejumlah 115 rekam medik yang lengkap yaitu memenuhi kebutuhan perhitungan skor SOFA dianalisis. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata skor SOFA pasien adalah 7,25±3,85, dengan mortalitas pasien di ruang rawat intensif sebesar 55,6%. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor SOFA pasien yang hidup dan yang meninggal (p < 0,05), dan ada hubungan antara skor SOFA dengan mortalitas (p < 0,05). Disimpulkan bahwa skor SOFA saat pasien masuk berhubungan dengan mortalitas pasien sakit kritis di ruang rawat intensif. 
PROFIL KLINIKOPATOLOGI KARSINOMA NASOFARING DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH (RSUD) DR.SAIFUL ANWAR MALANG TAHUN 2018-2020 Kusuma, Ihda Dian; Retnani, Diah Prabawati; Yudhanto, Hendy Setyo
Majalah Kesehatan FKUB Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2021.008.03.5

Abstract

Kanker nasofaring adalah tumor ganas dari sel-sel epitel yang melapisi nasofaring. Pada tahun 2020, kanker nasofaring menempati urutan ke-5 di dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui profil klinikopatologi kasus karsinoma nasofaring di RSUD Dr. Saiful Anwar dari tahun 2018 hingga 2020.  Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional untuk mengetahui jumlah kasus karsinoma nasofaring di RSUD Dr. Saiful Anwar dari tahun 2018 hingga 2020. Data yang dikumpulkan berupa spesimen biopsi kanker nasofaring dari laboratorium patologi anatomi meliputi jenis kelamin, umur, dan tipe histopatologi. Terdapat 557 kasus dari biopsi organ nasofaring yang terdiri dari 282 kasus ganas, 21 kasus suspek ganas, dan 216 kasus non-ganas. Kasus keganasan nasofaring pada laki-laki sebesar 69,86%. Jumlah kasus tertinggi terdapat pada rentang usia lebih dari 50 tahun. Tipe histopatologi yang paling banyak adalah karsinoma tidak berdiferensiasi (undifferentiated carcinoma) sebanyak 244 kasus.  Dapat disimpulkan bahwa kasus karsinoma nasofaring masih cukup tinggi di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang dengan profil klinikopatologi yaitu mayoritas pasiennya adalah laki-laki, usia tua, dengan tipe histopatologi karsinoma tidak berdiferensiasi. 
PENGARUH PAPARAN MEDAN ELEKTROMAGNETIK FREKUENSI RADIO 1800 MHZ TERHADAP PERSENTASE SEL T CD4+ PADA KULTUR PERIPHERAL BLOOD MONONUCLEAR CELLS Putri, Fara Felisa; Khila Firani, Novi; Rahmad, Rahmad; Zulhaidah Arthamin, Maimun
Majalah Kesehatan FKUB Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2021.008.03.1

Abstract

Penggunaan gelombang elektromagnetik telah banyak dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, salah satunya gelombang elektromagnetik global system for mobile communication (GSM) pada ponsel. Beberapa penelitian menyebutkan paparan medan elektromagnetik pada ponsel dapat mempengaruhi fungsi sel dalam tubuh, antara lain sel limfosit. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh paparan medan elektromagnetik 1800 Mhz terhadap persentase sel limfosit T CD4+ pada kultur  peripheral blood mononuclear cells (PBMC). Penelitian ini menggunakan metode experimental design di laboratorium Biomedik dan Parasitologi Klinik, Fakultas Kedokteran, Universitas Brawijaya secara in vitro dengan pre & post test group design pada kultur PBMC pada kelompok sampel yang telah dipapar dengan medan elektromagnetik frekuensi radio 1800 Mhz selama 60 menit dengan jarak 5 cm. Analisis sampel dilakukan dengan FACSVia flowsitometer untuk menganalisis persentase limfosit T CD4+. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji Wilcoxon. Hasilnya didapatkan rata-rata persentase sel limfosit T CD4+ sebelum paparan 38,765%±8,42 dan setelah paparan meningkat menjadi 42,545%±2,33. Namun peningkatan yang terjadi masih dalam batas normal dan tidak berbeda signifikan. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa paparan gelombang elektromagnetik 1800Mhz selama 60 menit pada jarak 5 cm tidak mempengaruhi persentase sel T CD4 pada kultur PBMC. 
Laporan Kasus : EVALUASI TEKNIK CROSS TCA 70% TERHADAP SKAR AKNE ATROFI PADA KULIT FITZPATRICK TIPE IV Murlistyarini, Sinta; Nahlia, Nurul Laili
Majalah Kesehatan FKUB Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2021.008.03.6

Abstract

Skar akne atrofi banyak terjadi pasca inflamasi akne dengan derajat lebih berat, durasi lebih lama, adanya riwayat keluarga skar akne, serta kebiasaan memencet akne. Teknik chemical reconstruction of skin scars (CROSS) menggunakan asam trikloroasetat (TCA) menunjukkan perbaikan sempurna  dengan efek samping minimal. Tujuan penulisan kasus ini adalah untuk mengevaluasi perkembangan skar akne atrofi berbagai tipe yang diterapi dengan teknik CROSS TCA 70%. Seorang laki-laki berusia 22 tahun dengan keluhan utama bekas jerawat di wajah yang cukup terlihat sehingga mengganggu penampilan dan menurunkan kepercayaan dirinya. Pemeriksaan dermatologis pada pipi kanan dan kiri didapatkan skar atrofi derajat sedang tipe ice pick, rolling dan boxcar, tanpa akne aktif. Persiapan sebelum prosedur diberikan krim hidrokuinon 2%, gel niasinamid, serta tabir surya selama 2 minggu. Teknik CROSS TCA konsentrasi 70% dilakukan sebanyak dua kali dengan interval empat minggu. Penilaian perkembangan skar akne dilakukan menggunakan Goodman’s global scarring grading system, 4-point scale system, self-assessment of clinical acne-related scars (SCARS) dan facial acne scar quality of life (FASQoL). Pada minggu ke-10 terdapat perbaikan pada semua instrumen penilaian, yaitu penurunan kurva keparahan skar, perbaikan >50%, serta peningkatan kepercayaan diri pasien. Efek samping sementara yaitu berupa rasa terbakar saat prosedur serta hipopigmentasi pasca inflamasi. Dapat disimpulkan bahwa teknik CROSS TCA 70% merupakan terapi yang dapat memperbaiki kondisi skar akne atrofi berbagai tipe secara kosmetik, selain juga mudah dilakukan, aman, serta minimal efek samping. 

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 4 (2014) Vol 1, No 3 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue