cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Kesehatan FKUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DENGAN LAMA RAWAT INAP PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI INSTALASI RAWAT INAP I ILMU PENYAKIT DALAM RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG Santoso, Savitri Pramesti; Desiana, Nur Rahma; Kusumastuty, Inggita; Restyani, Ida
Majalah Kesehatan FKUB Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2021.008.01.5

Abstract

Salah satu permasalahan yang dihadapi oleh rumah sakit yaitu malnutrisi. Status gizi yang kurang pada pasien dapat memunculkan length of stay yang lebih lama daripada pasien yang memiliki kondisi status gizi baik. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara status gizi dengan lama rawat inap pada pasien DM tipe 2 di  IRNA I RSUD Dr. Saiful Anwar Malang. Metode penelitian yaitu dengan cross- sectional menggunakan metode purposive sampling dan didapatkan sebanyak 30 responden Pengukuran status gizi dilakukan dengan menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) dan Lingkar Lengan Atas (LILA). Hasil menunjukkan tidak ada hubungan yang signifikan antara status gizi dengan lama rawat (nilai p = 0,537). Disimpulkan bahwa tidak ada hubungan antara status gizi dengan lama rawat inap pasien DM Tipe 2 di IRNA I RSUD Dr Saiful Anwar Malang. 
ANALISIS DETERMINAN STUNTING MENURUT WILAYAH GEOGRAFI DI INDONESIA TAHUN 2018 Maria, Ima; Nurjannah, Nurjannah; Mudatsir, Mudatsir; Bakhtiar, Bakhtiar; Usman, Said
Majalah Kesehatan FKUB Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2020.007.04.4

Abstract

Indonesia memiliki prevalensi stunting sangat tinggi menurut WHO. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan keanekaragaman suku bangsa. Perbedaan kondisi geografis dan budaya memberikan kontribusi yang berbeda-beda terhadap prevalensi stunting di setiap daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara determinan langsung dan tidak langsung dengan persentase stunting di Indonesia pada tingkat provinsi melalui pendekatan Sistem Informasi Geografis. Data dikumpulkan dari data publik resmi, yang kemudian dilakukan uji korelasi Pearson dan regresi linear berganda. Pemetaan dilakukan dengan menggunakan software ArcGIS 10.7 sehingga dihasilkan peta tematik yang mewakili variabel terikat dan variabel bebas. Hasil meneunjukkan bahwa persentase populasi di bawah kemiskinan (r = 0,431, p = 0,011), persentase imunisasi dasar lengkap (r = -0,485, p = 0,004), persentase ibu hamil dengan tablet tambah darah (r = -0,341, p = 0,048), dan rasio puskesmas (r = -0,439, p = 0,009) memiliki hubungan negatif terhadap stunting kecuali kemiskinan. Hasil uji multivariat menunjukkan bahwa cakupan imunisasi dasar lengkap dan rasio puskesmas per kecamatan merupakan faktor determinan yang paling berpengaruh terhadap stunting. Peta tematik yang dihasilkan menunjukkan adanya variasi di setiap provinsi. Studi ini membuktikan bahwa stunting berhubungan dengan banyak faktor. Maka, pemerintah perlu mempertimbangkan faktor determinan yang menjadi karakteristik dari masing-masing provinsi dalam upaya pencegahan stunting, sehingga program pencegahan stunting dapat berjalan dengan maksimal. 
PERBEDAAN EKSPRESI PROTEIN CYCLIN D1 ANTARA ADENOMA DAN ADENOKARSINOMA KOLOREKTAL, SERTA KORELASINYA DENGAN GRADING DAN STADIUM TUMOR Rosidah, Aris; Norahmawati, Eviana; Anita, Kenty Wantri; Rasyid, Harun Al
Majalah Kesehatan FKUB Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2020.007.03.1

Abstract

Sebagian besar karsinoma kolorektal adalah adenokarsinoma, dan lebih dari 95% karsinoma kolorektal diawali oleh lesi prekursor yaitu adenoma. Risiko suatu adenoma berubah menjadi suatu karsinoma akan lebih tinggi pada adenoma dengan ukuran lebih dari 1 cm, tipe villous, dan disertai displasia high grade. Telah diketahui bahwa grading dan stadium merupakan faktor prognostik penting baik pada adenoma maupun adenokarsinoma. Perkembangan adenoma menjadi adenokarsinoma melibatkan peran banyak gen dan protein, salah satunya cyclin D1 yang berperan meningkatkan proliferasi sel, angiogenesis dan invasi sel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan ekspresi cyclin D1 antara adenoma dan adenokarsinoma kolorektal, serta hubungannya dengan grading dan stadium tumor. Lalu, ditentukan 30 sampel untuk masing-masing adenoma dan adenokarsinoma yang diambil dari Instalasi Patologi Anatomi RS. dr. Saiful Anwar Malang. Keseluruhan sampel dilakukan pulasan imunohistokimia dengan antibodi cyclin D1 kemudian dihitung persentase ekspresinya, dan dianalisis hubungan antara cyclin D1 tersebut dengan grading pada adenoma dan grading serta stadium pada adenokarsinoma. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan ekspresi cyclin D1 yang bermakna  antara kelompok adenoma dan adenokarsinoma dengan p < 0,01. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara ekspresi cyclin D1 dengan grading adenoma serta grading dan stadium adenokarsinoma (p > 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah ekspresi cyclin D1 dapat digunakan untuk membedakan antara adenoma dan adenokarsinoma, tetapi ekspresi tersebut tidak berhubungan dengan grading dan stadium tumor. 
Tinjauan Literatur : LEPTOSPIROSIS DI INDONESIA Sari, Ihda Zuyina Ratna
Majalah Kesehatan FKUB Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2021.008.02.7

Abstract

Leptospirosis merupakan penyakit zoonotik yang disebabkan oleh bakteri Leptospira patogen. Meskipun bersifat fluktuatif, kasus leptospirosis di Indonesia cenderung meningkat dan sering menimbulkan Kejadian Luar Biasa (KLB) di berbagai daerah. Gejala klinis leptospirosis bervariasi dan pada beberapa kasus tidak menimbulkan gejala klinis spesifik. Diagnosis leptospirosis dapat dilakukan dengan melihat gejala klinis yang muncul dan uji serologis laboratorium. Pengobatan leptospirosis dapat dilakukan dengan pemberian antibiotik. Faktor risiko infeksi leptospirosis antara lain iklim, lingkungan dan sanitasi yang buruk, keberadaan tikus, jenis pekerjaan dan aktivitas yang berisiko. Pencegahan dan pengendalian penularan leptospirosis dapat dilakukan pada 3 aspek yaitu reservoir penyakit, jalur penularan, dan manusia. 
Tinjauan Literatur : PENTINGNYA INTERVENSI GIZI ANAK USIA DI ATAS 24 BULAN UNTUK PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN KOGNITIF (A SYSTEMATIC REVIEW) Muliadi, Teuku; Khairunnas, Khairunnas; Syafiq, Ahmad
Majalah Kesehatan FKUB Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2021.008.01.7

Abstract

Saat ini upaya pencegahan stunting hanya berfokus pada 1000 hari pertama kehidupan sehingga tujuan utama intervensi gizi untuk mencapai kualitas hidup anak yang lebih baik tidak terpenuhi. Tujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui efektivitas intervensi gizi yang dilakukan setelah usia 24 bulan pada anak yang sebelumnya menderita stunting. Metode dalam penulisan artikel ini adalah model PRISMA (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews) yaitu dengan cara melakukan pencarian sistematis melalui tiga database (PROQUEST, PUBMED dan Google Scholar). Hasilnya sebanyak 138 publikasi yang memenuhi kriteria pencarian, setelah dilakukan skrining dengan batasan tahun, full text, dan relevansi abstrak, hanya 9 jurnal yang memenuhi kriteria inklusi penulisan artikel ini. Intervensi gizi sebaiknya juga dilakukan setelah usia 24 bulan pada anak yang sebelumnya mengalami stunting dengan tujuan untuk mengejar pertumbuhan dan perkembangan kognitif serta menjamin kualitas hidup masa yang akan datang. 
Laporan Kasus : PENGGUNAAN BEDAH LISTRIK PADA KASUS KEHAMILAN DENGAN KONDILOMATA AKUMINATA DAN HUMAN IMMUNODEFICIENCY VIRUS (HIV) Pramita, Vina Listy; Setyowatie, Lita
Majalah Kesehatan FKUB Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2020.007.03.6

Abstract

Kondilomata akuminata (KA) adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh human papilloma virus (HPV) dengan kelainan berupa fibroepitelioma pada kulit dan mukosa. Kondilomata akuminata pada kehamilan perlu mendapat perhatian karena tidak semua modalitas terapi untuk pengobatan KA dapat digunakan. Dilaporkan pasien perempuan berusia 35 tahun, ibu rumah tangga dengan umur kehamilan 28 minggu. Pasien mengeluhkan benjolan berdungkul di kelamin sejak 5 bulan yang lalu. Benjolan semakin bertambah besar dan terkadang mudah berdarah. Pasien telah terdiagnosis human immunodeficiency virus (HIV) dan rutin minum antiretroviral (ARV) sejak 6 bulan lalu. Pemeriksaan dermatovenereologis di labia mayor, minor dan perineum didapatkan papul, nodul multipel dengan permukaan verukosa, warna keabuabuan, batas tegas, konsistensi padat, bentuk dan ukuran bervariasi. Tes acetowhite menunjukan hasil positif. Permeriksaan histopatologis menunjukan adanya koilosit, sehingga diduga sebagai KA. Pasien dilakukan tutul trichloroacetic acid (TCA) 95% sebanyak dua kali, namun tidak ada perubahan pada lesi sehingga dilakukan tindakan bedah listrik. Pasca bedah listrik didapatkan respons yang baik, yaitu benjolan menghilang, lesi erosi di beberapa area. Penatalaksanaan KA pada perempuan hamil harus mempertimbangkan keamanan ibu dan janin, juga faktor lain seperti jumlah, luas, lokasi, dan kondisi imunitas pasien. Bedah listrik merupakan modalitas terapi yang aman bagi perempuan hamil.
HUBUNGAN EKSPRESI HER2 DENGAN UKURAN TUMOR DAN INVASI KAPSULAR PAPILLARY THYROID CARCINOMA (PTC) Pinahayu, Griesinta Trianty Andria; Retnani, Diah Prabawati; Anita, Kenty Wantri; Rasyid, Harun Al; Susilo, Hery
Majalah Kesehatan FKUB Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2021.008.01.3

Abstract

Papillary thyroid carcinoma (PTC) merupakan karsinoma tersering pada tiroid yang secara klinis dapat menyerupai lesi jinak. PTC subtipe ocult tidak jarang ditemukan bermetastase pada kelenjar getah bening  (KGB) atau organ lain. Faktor prognosis pada pasien PTC ditentukan oleh subtipe histologi, ukuran tumor, usia, jenis kelamin, metastase dan invasi kapsular, dengan angka kekambuhan cukup tinggi, yaitu 20%.  Human Epidermal Growth Factor Receptor 2 (HER2) adalah anggota Epithelial Growth Factor Receptor (EGFR), yang menunjukkan ekspresi kuat pada keganasan sel epitel manusia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan ekspresi HER2 dengan ukuran tumor dan invasi kapsular PTC. Pemeriksaan histopatologi dan imunohistokimia HER2 dilakukan pada 54 sampel, 27 dengan invasi kapsular dan 27 tanpa invasi kapsular, kemudian diukur besar tumor, interpretasi ekspresi HER2, lalu ditabulasi dan dianalisis hubungan ekspresi HER2 dengan ukuran tumor dan invasi kapsular PTC. Ekspresi HER2 pada penelitian ini didapatkan pada 10 sampel HER2 skor 3+,  22 sampel skor 2+, 14 sampel skor 1+, dan  8 sampel skor 0. Hubungan antara ekspresi HER2 dengan invasi kapsular PTC, dianalisis dengan Mann Whitney test, didapatkan hasil bermakna (p = 0,002). Dengan uji korelasi Spearman, didapatkan korelasi lemah terbalik (koefisien korelasi -.299) tapi bermakna (p = 0,028) antara ekspresi HER2 dengan ukuran tumor PTC. Terdapat hubungan ekspresi HER2 dengan invasi kapsular, dan hubungan lemah berbanding terbalik antara ekspresi HER2 dengan ukuran tumor yaitu semakin besar ukuran tumor semakin rendah skor HER2 dan sebaliknya. 
HUBUNGAN TINGKAT AKTIVITAS FISIK DENGAN INDEKS MASSA TUBUH MAHASISWA PROGRAM STUDI SARJANA KEDOKTERAN FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS BRAWIJAYA Riskawati, Yhusi Karina; Savitri, Kania Aviandi; Ramdani, Putri Raessy; Mufid, Abdul Fattah
Majalah Kesehatan FKUB Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2020.007.04.3

Abstract

AbstrakNoncommunicable Disease (NCD) masih menjadi penyebab kematian terbesar di dunia termasuk di negara berkembang seperti Indonesia. Dua faktor risiko nonmetabolik dan metabolik utama yang dapat dimodifikasi adalah aktiivas fisik dan obesitas.  Penurunan tingkat aktivitas fisik dan peningkatan obesitas makin meningkat pada remaja termasuk mahasiswa.  Mahasiswa kedokteran berperan penting sebagai role model penerapan gaya hidup sehat, sehingga perlu diketahui hubungan aktivitas fisik dengan indeks massa tubuh (IMT) pada Mahasiswa Program Studi Sarjana Kedokteran Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (PS SKed FKUB). Metode penelitian ini adalah observasional analitik dengan desain cross sectional. Total 295 mahasiswa menjadi subjek penelitian yang ditentukan secara purposive sampling hingga jumlah minimal sample terpenuhi. Tingkat aktivitias fisik ditentukan dengan menggunakan IPAQ (International Physical Activity Questionnaire) dan IMT ditentukan secara tidak langsung melalui Kuisioner terstruktur yang diisi secara mandiri. Sebagian besar respoden memiliki tingkat aktivitas fisik sedang (42%) dan IMT normal (68%).  Tidak di dapatkan hubungan yang signifikan antara tingkat aktivitas fisik dengan IMT melalui analisis uji Chi square (p > 0,05). Perlu diteliti faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap IMT. 
HUBUNGAN ANTARA RASIO NEUTROFIL-LIMFOSIT (RNL) DAN RASIO PLATELET-LIMFOSIT (RPL) DENGAN KADAR RNA VHC PADA PASIEN HEPATITIS C KRONIK Mustika, Syifa; Wantri Anita, Kenty; Wijayanti Saputri, Nur Estu
Majalah Kesehatan FKUB Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2020.007.03.2

Abstract

Hepatitis C merupakan penyakit inflamasi pada hati yang disebabkan oleh virus hepatitis C. Pada pasien yang terinfeksi hepatitis C akut (HCA) akan sembuh tanpa memerlukan pengobatan, tetapi sebagian besar kasus HCA akan menjadi hepatitis C kronik (HCK) dan memerlukan pengobatan. Menurut WHO, sekitar 185 juta orang telah terinfeksi dan 350.000 jiwa setiap tahunnya meninggal karena hepatitis C. Di Indonesia, 4-5 juta jiwa terinfeksi hepatitis C dan sekitar 80% akan menjadi HCK, 10-20% dapat memburuk menjadi sirosis hati dan 1-5% per tahun meninggal. Rasio neutrophil-limfosit (RNL) dan rasio platelet-limfosit (RPL) dapat digunakan untuk memperkirakan respons terapi mencapai target sustained virological response (SVR). Pemeriksaan ini relatif murah, cepat dan mudah diakses. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara RNL dan RPL dengan kadar ribonucleic acid virus hepatitis C (RNA VHC) pada pasien HCK yang mendapatkan terapi di RS. Dr. Saiful Anwar Malang. Desain penelitian mengggunakan cross-sectional berdasar data rekam medik pasien HCK dan sirosis hati terkompensasi yang telah melakukan pemeriksaan RNA VHC dan darah lengkap sebelum dan sesudah mendapatkan terapi. Sampel dipilih sesuai kriteria inklusi dan eksklusi sampai memenuhi 38 sampel. Hasil menunjukkan ada perbedaan signifikan kadar RNA VHC sebelum dan sesudah mendapatkan terapi sebesar -5,373 dengan p = 0,000, sedangkan pada RNL (p = 0,179) dan RPL (p = 0,473) tidak ada perbedaan signifikan. Uji hubungan nilai RNL dengan kadar RNA VHC (p = 0,723) maupun RPL dengan kadar RNA VHC (p = 0,382) tidak ada hubungan signifikan sebelum mendapatkan terapi. Kesimpulannya, tidak terdapat hubungan yang signifikan antara RNL dan RPL dengan kadar RNA pada pasien HCK sebelum mendapatkan terapi, tetapi terdapat perbedaan yang signifikan pada kadar RNA VHC sebelum dan sesudah mendapatkan terapi. 
RONTGEN TORAKS SEBAGAI PREDIKTOR HASIL TES REVERSE TRANSCRIPTION-POLYMERASE CHAIN REACTION (RT-PCR) UNTUK DIAGNOSIS COVID-19 Rahayu, Rachmi Fauziah; Maharina, Luths; Prabata, Adam; Ropitasari, Ropitasari; Widiastuti, Widiastuti; Yueniwati, Yuyun
Majalah Kesehatan FKUB Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.majalahkesehatan.2021.008.02.5

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit infeksi yang telah menjangkiti banyak negara di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Pemeriksaan RT-PCR merupakan metode standar penegakkan diagnosis COVID-19, namun kapasitas laboratorium di Indonesia belum mampu melakukan pemeriksaan tersebut dalam jumlah adekuat. Rontgen toraks merupakan salah satu modalitas radiologi, yang umum ditemukan dan harganya terjangkau, yang dapat digunakan untuk penapisan pasien suspek COVID-19 sebelum dilakukan pemeriksaan RT-PCR. Rontgen toraks dapat menjadi pilihan modalitas untuk membantu penegakan diagnosis COVID-19 lebih cepat, terutama di daerah dengan fasilitas pemeriksaan RT-PCR yang terbatas. RSUD Dr Moewardi sebagai salah satu pusat rujukan Posko Kesehatan Siaga COVID-19 di Jawa Tengah melakukan pemeriksaan rontgen toraks sebagai program penapisan dan evaluasi keadaan pasien yang terindikasi terpapar COVID-19. Sejak 4 Mei 2020 hingga 28 Juni 2020, pemeriksaan rontgen toraks sebagai pemeriksaan awal  yang dilakukan terhadap 109 subjek dengan lokasi di Instalasi Radiologi RSUD dr. Moewardi, pemeriksaan kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan RT-PCR.  Temuan abnormal pada rontgen toraks didapatkan pada 28 (25,7%) orang dengan adanya  infiltrat  mendominasi pada 17 (60,7%) orang, diikuti dengan gambaran  air bronchogram pada 7 (25%) orang, dan GGO pada 4 (14,3%). Temuan abnormal yang ditemukan pada pemeriksaan rontgen toraks pada orang-orang yang bergejala dapat digunakan sebagai prediktor hasil tes RT-PCR untuk diagnosis COVID-19.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 4 (2014) Vol 1, No 3 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue