cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Kesehatan FKUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
PERBANDINGAN POLA BAKTERI GRAM NEGATIF SPESIMEN URINE DAN KEPEKAANNYA TERHADAP ANTIBIOTIK DARI PASIEN RAWAT INAP UROLOGI SEBELUM DAN SELAMA PANDEMI COVID-19 DI RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG Anjani, Farah Diyah; Daryanto, Besut; Rahayu, Siwipeni Irmawanti
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.01.7

Abstract

Corona virus disease 19 (COVID-19) menjadi perhatian global karena tingginya mortalitas dan morbiditas. Infeksi saluran kemih adalah salah satu manifestasi klinis dari COVID-19 yang menarik perhatian dan hingga kini belum ada penelitian tentang pola bakteri Gram negatif dan kepekaan terhadap ciprofloxacin dan gentamicin pada infeksi saluran kemih sebelum dan selama pandemi COVID-19. Tujuan penelitian adalah membandingkan pola bakteri Gram negatif terhadap kepekaan antibiotik ciprofloxacin dan gentamicin pada pasien rawat inap urologi sebelum dan selama pandemi COVID-19. Metode desain cross-sectional dengan jenis penelitian observasional yang menggunakan data rekam medis. Teknik consecutive sampling digunakan mengikuti kriteria inklusi dan eksklusi penelitian. Data penelitian dianalisis menggunakan SPSS statistik dengan analisis univariat dan bivariat, analisis menggunakan uji Mann-Whitney. Didapatkan pola kepekaan bakteri Proteus mirabilis dari tahun 2018-2021 terhadap Ciprofloxacin. Tahun 2018 sensitif 54,1% dan resisten  45,9%, tahun 2019 sensitif 42,9% dan resisten 57,1%, tahun 2020 sensitif 65,2% dan resisten 34,8%, dan tahun 2021 sensitif 28,6% dan resisten 71,4%. Analisis data menunjukkan pola bakteri dan sensitifitas ciprofloxacin dan gentamicin tidak ada perubahan pada masa pandemi COVID-19 (p > 0,05). Kesimpulan, tidak didapatkan perubahan signifikan pada pola bakteri terhadap kepekaan antibiotik ciprofloxacin dan gentamicin sebelum dan selama pandemi COVID-19.
Laporan Kasus: PROSEDUR VAGINOPLASTI SIGMOID PADA DUA KASUS SINDROM MAYER-ROKITANSKY-KÜSTER-HAUSER (MRKH) Pangastuti, Nuring; Fitriani, Annisa; Setyawan, Nurcahya; Widyasari, Anis; Saputra, Akbar Novan Dwi
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.01.9

Abstract

Sindrom Mayer-Rokitansky-Kuster-Hauser (MRKH) atau Mullerian agenesis atau Mullerian aplasia adalah kelainan bawaan yang jarang terjadi pada saluran genetik seorang perempuan dengan agenesis parsial atau kompleks dari uterus, hipoplasia vagina, atau agenesis vagina, tetapi memiliki ovarium dan genitalia eksterna yang normal. Sindrom MRKH terbagi menjadi 3 jenis, dengan manifestasi masing-masing yang bisa berbeda meskipun tergolong jenis MRKH yang sama. Dilaporkan dua kasus sindrom MRKH tipe I dengan keluhan utama amenorea primer. Kasus pertama adalah perempuan berusia 27 tahun menjelang menikah, sedangkan kasus kedua adalah perempuan menikah berusia 26 tahun yang aktif secara seksual namun memiliki keluhan suami tidak bisa melakukan penetrasi pada aktivitas seksual. Kedua kasus dengan keluhan amenore primer. Hasil pemeriksaan fisik dan hormonal dalam batas normal, sedangkan pemeriksaan ultrasonografi transabdominal, Colon in Loop (CIL) dan Magnetic Resonance Imaging (MRI) mendukung diagnosis sindrom MRKH tipe I. Vaginoplasti sigmoid dilakukan untuk tujuan pembuatan neovagina untuk  aktivitas seksual, pada kasus pertama menggunakan teknik iso peristaltik dan pada kasus kedua teknik anti/kontra peristaltik. Pasca operasi, neovagina terbentuk dengan baik tanpa tanda-tanda infeksi pada kedua kasus, meski harus diberikan transfusi darah berupa 500 ml packed red cell serta dilakukan manajemen konservatif terhadap dehisensi luka operasi abdomen pada kasus kedua. Dijumpai stenosis ringan pada kedua kasus, yang dapat diatasi dengan prosedur dilatasi vagina menggunakan dilator Hegar mulai pada 3 pekan pasca operasi. Kesimpulannya, sindrom MRKH merupakan kasus yang jarang terjadi sehingga memerlukan penanganan yang cermat terkait prosedur pembentukan neovagina untuk tujuan penetrasi pada aktivitas seksual. Meskipun memerlukan keahlian khusus dan operasi dilakukan berkolaborasi dengan ahli bedah digestif, pada kedua kasus yang dilaporkan operasi berlangsung dengan baik, tidak terdapat komplikasi yang signifikan, serta menghasilkan kondisi pasca operasi yang memuaskan.
PENGARUH DETERMINAN PSIKOSOSIAL TERHADAP PERILAKU KEPATUHAN PENGOBATAN  PADA PENDERITA DIABATES MELITUS TIPE 2 Rondhianto; Murtaqib; Putri, Nicky Septiana
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.01.2

Abstract

Diabetes melitus tipe 2 (DMT2) merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengelolaan mandiri secara berkesinambungan. Kepatuhan pengobatan merupakan bagian penting dari pengelolaan mandiri untuk meningkatkan kontrol metabolik sehingga dapat meningkatkan hasil pengelolaan diabetes. Faktor psikososial, seperti pengetahuan, koping, distres, dukungan keluarga, dan dukungan perawat merupakan determinan perilaku kepatuhan pengobatan dengan hasil yang inkonsisten. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh faktor psikososial terhadap perilaku kepatuhan pengobatan pada penderita DMT2. Desain penelitian adalah observasional analitik dengan cross-sectional design. Sampel berjumlah 138 responden yang diambil secara multistage random sampling. Faktor psikososial sebagai variabel independen, sedangkan variabel dependen adalah perilaku kepatuhan pengobatan. Data dikumpulkan dengan kuesioner (SKILLD, coping scale, DDS, HDFSS, dukungan perawat, dan MMAS) yang sudah valid dan reliabel, serta dianalisis secara deskriptif dan inferensial dengan uji regresi liner berganda. Hasil menunjukkan 58,68% responden mempunyai kepatuhan pengobatan yang rendah. Pengetahuan, distres, dukungan keluarga, dukungan perawat dalam kategori sedang (58,70%; 69,57%; 53,62%; 63,77%). Sedangkan koping berada dalam kategori rendah (68,84%). Analisis inferensial menunjukkan bahwa pengetahuan, koping, distres, dukungan keluarga, dan dukungan perawat secara simultan berpengaruh sebesar 43,9% terhadap perilaku kepatuhan pengobatan (F = 22.456; p = 0,001; adjusted R2 = 0,439). Secara parsial, hanya pengetahuan dan koping yang mempunyai pengaruh signifikan terhadap perilaku kepatuhan pengobatan (t = 3,788; t = 8,299; p = 0,001). Kesimpulan penelitian adalah faktor psikososial merupakan determinan perilaku kepatuhan pengobatan penderita DMT2. Oleh karena itu, upaya peningkatan perilaku kepatuhan pengobatan oleh tenaga kesehatan hendaknya dilakukan dengan mempertimbangkan faktor psikososial, terutama peningkatan pengetahuan dan koping sehingga dapat meningkatkan pengelolaan mandiri DMT2 sebagai bagian tatalaksana diabetes secara komprehensif.
PROFIL KLINIKOPATOLOGI DAN METODE DIAGNOSTIK TUMOR METASTASIS PADA TULANG DI RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG PERIODE 2016-2020 Norahmawati, Eviana; Nabila, Astrid Hanan; Irsan, Istan Irmansyah
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.01.8

Abstract

Tulang merupakan predileksi ketiga tersering dari kejadian metastasis. Pasien dengan tumor metastasis pada umumnya mengalami nyeri hebat yang berpengaruh pada menurunnya mobilitas pasien, fraktur patologis, dan komplikasi metabolik seperti hiperkalsemia. Manajemen penatalaksanaan pasien metastasis pada tulang memerlukan metode diagnostik yang tepat dengan menerapkan prinsip triple diagnostic. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil klinikopatologi dan metode diagnostik tumor metastasis pada tulang di RSUD dr. Saiful Anwar Malang periode 2016-2020. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif cross sectional, dengan mengumpulkan data dari arsip CPC di Laboratorium Patologi Anatomi dan data Tumor  Registry Departemen Ortopedi dari pasien dengan tumor metastasis pada tulang di RSUD dr. Saiful Anwar Malang. Didapatkan 104 sampel dalam penelitian ini, dengan hasil rentang usia terbanyak adalah 50-59 tahun (dekade ke-6) (43,2%), dengan mean 53,7 tahun dan median 53,5 tahun. Jenis kelamin terbanyak adalah perempuan (62,5%) dengan rasio perempuan dibanding laki-laki 5:3. Lokasi tumor terbanyak pada tulang apendikular (55,8%), dengan asal tumor primer terbanyak adalah unknown origin (26,9%), disusul dengan karsinoma payudara (20,1%), karsinoma tiroid (19,2%), dan karsinoma paru (13,4%). Metode diagnostik radiologi yang paling banyak digunakan adalah X-ray (95,1%) dan bone survey (67,3%), sedangkan untuk metode diagnostik patologi anatomi terbanyak menggunakan FNAB (83,6%). Diagnosis patologi anatomi untuk jenis tumor metastasis pada tulang yang terbanyak adalah adenocarcinoma (74%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan peran dalam penentuan diagnosis dan tatalaksana yang efektif dan tepat untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dengan tumor metastasis pada tulang.
Laporan Kasus: ACUTE MYELOMONOCYTIC LEUKEMIA DENGAN SWEET’S SYNDROME PADA ANAK LAKI-LAKI USIA 7 TAHUN Amalia, Christina; Siska, Fran; Hanggara, Dian Sukma
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.02.9

Abstract

Sweet’s syndrome merupakan kondisi inflamasi kulit yang sangat jarang terjadi ditandai oleh adanya demam, lesi kulit yang nyeri, leukositosis dengan neutrofilia, dengan hasil pemeriksaan histopatologis ditemukannya infiltrasi neutrofil pada dermis atau epidermis. Sekitar 25% kasus Sweet’s syndrome pada anak dikaitkan dengan keganasan hematologi yaitu acute myeloid leukemia (AML).Tujuan laporan kasus ini untuk membahas terjadinya Sweet’s syndrome yang jarang terjadi pada pasien anak-anak dengan AML-M4.  Dilaporkan seorang pasien anak laki-laki berusia 7 tahun dengan AML-M4 stadium relaps tampak keluhan adanya luka berbentuk lepuhan yang berair dan nyeri, demam, batuk, pilek. Pada pemeriksaan fisik didapatkan vesikel dan plak dengan bula berdinding tegang, berisi cairan jernih, multipel, bentuk ireguler, ukuran bervariasi, area sekitar nampak eritema, dan nyeri di belakang telinga kiri, wajah, dan tungkai bawah kanan. Pemeriksaan laboratorium menunjukan adanya anemia, leukositosis, dan peningkatan C-reactive protein (CRP). Pada pemeriksaan Tzank pada bula, tidak ditemukan multinucleated giant cell. Hasil pemeriksaan patologi anatomi dari jaringan luka didapatkan lesi vesikobulosa dengan infiltrasi neutrofil yang luas pada dermis dan epidermis.  Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang disimpulkan bahwa pasien menderita AML-M4 dengan Sweet’s syndrome, khususnya tipe malignancy - associated. Gejala yang ditampilkan oleh pasien Sweet’s syndrome mirip dengan infeksi kulit oleh bakteri maupun virus, tetapi terapi yang diperlukan berbeda, dimana pasien dengan Sweet’s syndrome merespons baik dengan pemberian kortikosteroid. Maka dari itu perlu dicurigai adanya Sweet’s syndrome pada pasien dengan lesi kulit yang nyeri, demam dan adanya leukositosis serta neutrofilia, terutama pada pasien dengan leukemia akut.
KARAKTERISTIK KLINIS DAN CAIRAN SEREBROSPINAL PASIEN MENINGITIS Streptococcus suis DI RSUP PROF. Dr. I.G.N.G. NGOERAH DENPASAR BALI Kusumajaya, I Gusti Bagus Ari Adi; Iswari, Ida Sri; Darwinata, Agus Eka; Hendrayana, Made Agus
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.02.3

Abstract

Meningitis selalu menjadi perhatian khusus dalam dunia kesehatan. Meningitis Streptococcus suis (S. suis) yang termasuk meningitis bakteri mengalami peningkatan yang cukup signifikan di Bali dalam 5 tahun terakhir, yang dikaitkan dengan tingkat konsumsi produk babi yang berisiko tinggi, terutama yang diolah mentah atau setengah matang. Desain penelitian ini adalah observasional deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui karakteristik klinis dan cairan serebrospinal pada pasien meningitis dengan S. suis di RSUP Prof. Dr. I.G.N.G. Ngoerah Denpasar pada tahun 2020-2022 dengan menggunakan data sekunder dari rekam medis. Pada penelitian ini didapatkan 53 pasien meningitis S. suis pada usia dewasa dan lansia dengan dominan laki-laki (83,0%), pekerjaan karyawan swasta (35,8%), dan domisili di Kota Denpasar (47,2%). Manifestasi klinis yang ditemukan pada pasien meningitis S. suis adalah demam (100%), penurunan kesadaran (92,5%), nyeri kepala (90,6%), kaku kuduk (84,9%), tuli (35,8%), dan kejang (5,7%). Pada analisis cairan serebrospinal ditemukan peningkatan leukosit dengan dominan polimorfonuklear (PMN) (79,2%), kadar glukosa rendah (77,3%), dan kadar protein tinggi (98,1%). Penggunaan antibiotik untuk tatalaksana meningitis S. suis dengan ceftriaxon intravena masih memiliki sensitivitas 100%.
Tinjauan Literatur: POTENSI TERAPI ANTIKANKER ANGGUR LAUT Caulerpa sp. (A SYSTEMATIC REVIEW) Tertiana, Nur Iedha; Permatasari, Happy Kurnia; Sulistomo, Hikmawan Wahyu
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.02.10

Abstract

Kanker adalah penyakit kompleks yang membunuh jutaan orang setiap tahunnya. Menurut World Health Organization (WHO), kanker merupakan penyebab utama kedua kematian di dunia. Kegagalan kemoterapi dilaporkan menjadi masalah serius dan penyebab terjadinya resistensi obat antikanker. Produk alami hasil laut telah digunakan sebagai senyawa untuk penemuan obat. Senyawa polisakarida, polifenol, dan sterol terdapat di dalamnya dan memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, antidiabetes, antikoagulan, dan antikanker. Penelitian ini bertujuan untuk membahas potensi Caulerpa sp. sebagai alternatif agen antikanker baru. Penelusuran pustaka menggunakan mesin pencarian yaitu pada database Pubmed, SpringerLink, dan ScienceDirect. Teknik yang digunakan adalah Boolean operator untuk menghubungkan kata kunci. Dari 14 literatur didapatkan potensi anggur laut Caulerpa sp. sebagai agen antikanker melalui berbagai mekanisme di antaranya adalah induksi apoptosis, aktivitas sitotoksik, dan antiproliferatif. Aktivitas antikanker Caulerpa sp. disebabkan kinerja berbagai kandungan metabolit sekunder pada Caulerpa sp. di antaranya alkaloid bisindole, terpenoid, seskuiterpenoid, diterpenoid, caulerpin, caulersin, racemosin, dan caulerpenyne. Anggur laut Caulerpa sp memiliki potensi yang baik sebagai agen antikanker melalui induksi apoptosis, aktivitas sitotoksik, serta mekanisme antiproliferasi  
MOTIVASI DIRI MEMPENGARUHI KEPATUHAN SENAM PADA LANJUT USIA Setyoadi; Saputro, Agus; Lukitasari, Mifetika; Ismial, Dina Dewi Sartika Lestari
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.02.8

Abstract

Aktivitas fisik bermanfaat bagi lansia, tetapi kepatuhan terhadap program senam seringkali rendah. Motivasi diri berperan penting dalam meningkatkan kepatuhan dengan mendorong lansia untuk lebih konsisten dan mengatasi hambatan. Lansia dengan motivasi tinggi cenderung lebih berkomitmen dalam menjalankan senam secara rutin, yang berdampak positif pada kesehatan dan kualitas hidup mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara motivasi diri dengan kepatuhan lansia dalam mengikuti senam. Desain penelitian ini adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 104 responden yang dipilih menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini meliputi kuesioner motivasi diri (self-motivation) dan lembar observasi kepatuhan kehadiran dalam mengikuti senam selama tiga bulan, dengan total 12 kali kegiatan senam. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dengan taraf signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara motivasi diri dengan kepatuhan lansia dalam mengikuti senam, dengan nilai p-value = 0,001 yang berarti p-value < 0,05. Nilai Odds Ratio (OR) sebesar 6,561 menunjukkan bahwa lansia dengan motivasi diri yang tinggi dan sedang memiliki kemungkinan 6 kali lebih patuh dalam mengikuti senam dibandingkan dengan lansia yang memiliki motivasi rendah. Berdasarkan temuan ini, motivasi diri perlu terus dikembangkan dan didukung oleh lingkungan sekitar guna meningkatkan kepatuhan lansia dalam mengikuti senam, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kualitas hidup mereka. Disarankan bagi ketua kelompok senam untuk meningkatkan komunikasi antar peserta senam agar motivasi yang sudah ada dapat dipertahankan, sehingga kebugaran dan kesehatan lansia tetap terjaga.
PENGGUNAAN TOCILIZUMAB PADA PASIEN CORONAVIRUS DISEASE-19 (COVID-19) DERAJAT SEDANG-BERAT: STUDI KOHORT RETROSPEKTIF Mellow, Prettysun Ang; Rista, Ulvi Nur; Setyowati, Nikke Dwi; Gunawan, Kevin Jonathan; Angkiriwang, Ade Putra; Angky, Vicky Sanrio; Hokman, Selvi
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.02.2

Abstract

Inflamasi parenkim paru merupakan manifestasi klinis utama COVID-19, mulai dari gejala ringan hingga berat yang menyebabkan Acute Respiratory Distress Syndrome (ARDS), akibat dari inflamasi badai sitokin, yang ditandai dengan peningkatan Interleukin-6 (IL-6). Tosilizumab merupakan penghambat aktivitas IL-6 yang diharapkan dapat mencegah terjadinya perburukan akibat badai sitokin. Untuk mengevaluasi efektivitas dari penambahan tosilizumab pada terapi standar COVID-19, maka dilakukan sebuah studi kohort retrospektif pada pasien yang terkonfirmasi Covid-19 derajat sedang dan berat. Terdapat 90 pasien, di antaranya 24 pasien dengan terapi standar dan 66 pasien yang mendapatkan penambahan tosilizumab. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna terhadap perbaikan secara klinis, laboratorium, dan radiologis antara kelompok standar terapi dengan kelompok dengan penambahan tosilizumab dalam 14 hari dalam periode pengamatan (p > 0,05). Pada kelompok dengan penambahan tosilizumab, ditemukan lebih tinggi akan kebutuhan ventilator mekanik dan tingkat mortalitasnya (p < 0,05). Namun setelah dilakukan analisa multivariat, tidak ada perbedaan yang bermakna akan kebutuhan ventilator mekanik (adjusted OR(Odd Ratio) 6,31; 95%IK (Interval Kepercayaan) 0,78-50,93) dan tingkat mortalitas (adjusted OR 2,24; 95% IK 0,46-10,95) antar kedua kelompok. Dapat disimpulkan dari studi ini bahwa penambahan tosilizumab pada terapi standar pada pasien COVID-19 derajat sedang-berat tidak signifikan dalam menurunkan kebutuhan akan ventilator dan tingkat mortalitas.
HUBUNGAN ASUPAN ENERGI TERHADAP INFLAMASI PADA PASIEN ICU DI RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG YANG MENDAPATKAN ENTERAL FEEDING Harti, Leny Budhi; Guntyastutik, Enik; Aqsari, Rizti Medisa; Permatasari, Cintya Ayu; Islami, Ainun Lia Nur
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.02.5

Abstract

Studi sistematik review terbaru menunjukkan bahwa prevalensi malnutrisi pada pasien Intensive Care Unit (ICU) sebesar 38-78%. Malnutrisi pada pasien kritis disebabkan oleh tingginya inflamasi. Salah satu marker inflamasi yang baru adalah rasio netrofil limfosit (NLR). Dukungan gizi dalam bentuk enteral dapat mempengaruhi NLR. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan asupan energi terhadap NLR sebagai marker inflamasi pada pasien ICU yang mendapatkan enteral feeding. Desain penelitian ini adalah cross-sectional, dengan jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 10 pasien ICU di RSUD dr. Saiful Anwar Malang. Seluruh sampel mendapatkan enteral feeding selama 5 hari. Pada hari ke-5 diamati NLR dan dilakukan perhitungan rata-rata asupan energi dari enteral feeding. Hubungan asupan energi terhadap NLR dianalisis menggunakan uji Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata asupan energi dan NLR sebesar 1.136±279 dan 8,4±4,96 (p=0,743; r= -119). Kesimpulan dari penelitian ini adalah secara statistik tidak terdapat hubungan antara asupan energi terhadap NLR pada pasien ICU dengan diagnosis medis yang beragam, namun demikian asupan energi yang adekuat tetap diperlukan untuk menurunkan respons inflamasi.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 4 (2014) Vol 1, No 3 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue