cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Majalah Kesehatan FKUB
Published by Universitas Brawijaya
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Health,
This journal uses Open Journal Systems 2.4.7.1, which is open source journal management and publishing software developed, supported, and freely distributed by the Public Knowledge Project under the GNU General Public License.
Arjuna Subject : -
Articles 334 Documents
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN TIDUR DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA KOMIK TERHADAP PENGETAHUAN DAN PRAKTIK REMAJA TENTANG SLEEP HYGIENE Nuraeni , Riska Wahyu; Hartini, Sri; Wati , Suis Galischa
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.02.7

Abstract

Tidur penting untuk fungsi fisik, kognitif, dan sosial pada anak dan remaja. Pengetahuan yang tidak adekuat tentang sleep hygiene dan tidur berkontribusi terhadap perilaku tidur yang buruk dan menurunkan durasi tidur. Lebih dari 50% remaja memiliki pengetahuan dan praktik sleep hygiene yang rendah. Edukasi kesehatan menggunakan media komik terbukti meningkatkan pemahaman, retensi, dan minat remaja. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan tidur menggunakan media komik terhadap pengetahuan dan praktik remaja tentang sleep hygiene. Desain penelitian adalah quasy experiment dengan pre-post-test with control group. Pemilihan kelompok intervensi dan kontrol menggunakan teknik multistage random sampling dan penentuan sampel menggunakan teknik consecutive sampling didapatkan 78 remaja berusia 14-17 tahun dari populasi siswa SMA di Kabupaten Sleman. Kelompok intervensi (n = 39) mendapat edukasi tidur melalui komik, sementara kelompok kontrol (n = 39) mendapat edukasi rutin dari sekolah. Remaja dalam kelompok intervensi diminta membaca komik di rumah selama 3 hari dan mendapat tindak lanjut berupa panggilan telepon. Pengetahuan dan praktik sleep hygiene diukur menggunakan Sleep Hygiene Awareness and Practice Scale (SHAPS). Uji Mann-Whitney dan uji Cohen’s digunakan untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan tidur menggunakan media komik terhadap pengetahuan dan praktik remaja tentang sleep hygiene. Hasil menunjukkan pengaruh edukasi kesehatan tidur menggunakan media komik terhadap pengetahuan remaja tentang sleep hygiene (kelompok intervensi: -2,00, kelompok kontrol: 0,00) dengan p = 0,021 dan d = 0,604. Sedangkan pengaruh terhadap praktik sleep hygiene (kelompok intervensi -2,00, kelompok kontrol: 0,00) dengan p = 0,040 dan d = 0,479. Edukasi kesehatan tidur menggunakan media komik memengarui pengetahuan dan praktik sleep hygiene remaja berusia 14-17 tahun. Komik sebagai media edukasi perlu dikembangkan lagi agar lebih bermanfaat khususnya bagi remaja.
PERBEDAAN EFEK ANTIBIOFILM ANTARA EKSTRAK METANOLIK DAUN SIRIH HIJAU DENGAN DAUN SIRIH MERAH TERHADAP Pseudomonas aeruginosa PADA ENDOTRACHEAL TUBE IN VITRO Kristi, Brenda; Martin, Amandus Michael; Ratridewi, Irene; Santosaningsih, Dewi
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.02.1

Abstract

Ventilator Associated Pneumonia (VAP) merupakan infeksi terkait perawatan kesehatan tersering dunia dengan insiden sebesar 32%. Pseudomonas aeruginosa menempati posisi ketiga etiologi VAP di Asia Tenggara melalui pembentukan biofilm pada Endotracheal Tube (ETT). Diketahui daun sirih hijau dan daun sirih merah mengandung bahan aktif antibakteri berupa eugenol, flavonoid, dan fenol. Studi sebelumnya menyatakan kadar eugenol dan flavonoid dari ekstrak daun sirih merah lebih tinggi dibanding daun sirih hijau. Namun, belum terdapat studi mengenai efek antibiofilm daun sirih merah serta perbedaan efek antibiofilm daun sirih hijau dan sirih merah pada alat medis. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan perbedaan efek antibiofilm daun sirih hijau dengan daun sirih merah terhadap P. aeruginosa pada ETT. Penelitian ini dilakukan secara in vitro pada ETT menggunakan P. aeruginosa ATCC 9027 dan ekstrak metanol daun sirih hijau atau sirih merah dengan masing2 konsentrasi (0; 25; 50; 75; 100; 125; 150 mg/mL). Evaluasi biofilm menggunakan microplate-reader ELISA dengan panjang gelombang 570 nm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada konsentrasi yang sama yaitu 150 mg/mL, sirih hijau memiliki rerata absorbansi (2,73 ± 0,53) dan sirih merah (2,97 ± 1,04), menunjukkan rerata absorbansi terendah dibanding kelompok perlakuan konsentrasi lainnya. Analisis statistik menunjukkan tidak terdapat perbedaan signifikan antara kelompok sirih hijau dan sirih merah (p= 0,787). Dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat perbedaan efek antibiofilm antara daun sirih hijau dan daun sirih merah.
TINGKAT PENGETAHUAN ORANG TUA DI PUSKESMAS SENTOSA BARU TENTANG PENGOBATAN DERMATITIS ATOPIK PADA ANAK Sinaga, Adinda Alleyda; Paramita, Deryne Anggia; Saragih, Restuti Hidayani; Wijaya, Hendri
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.02.6

Abstract

Dermatitis atopik atau atopik eczema adalah penyakit kulit inflamasi kronis dapat menyebabkan perubahan warna dan ruam gatal. Biasanya dimulai pada usia kanak-kanak hingga dewasa dengan suatu kondisi yang menyebabkan kulit kering, lesi eksim, dan likenifikasi. Peran orang tua sangat berperan penting untuk pengobatan dermatitis atopik pada anak. Keberhasilan pengobatan dermatitis atopik pada anak tergantung pada orang tua dalam pengetahuan dan sikap mereka terhadap anak yang menderita dermatitis atopik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pengetahuan orang tua tentang pengobatan dan efek samping obat, dan juga untuk mengetahui umur dan jenis kelamin serta prevalensi penyakit dermatitis atopik pada anak di Puskesmas Sentosa Baru. Jenis penelitian ini menggunakan desain cross-sectional deskriptif dengan sampel sebanyak 60 responden menggunakan rumus Slovin dan dilakukan di Puskesmas Sentosa Baru. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner yang terstruktur. Hasil penelitian di Puskesmas Sentosa Baru mayoritas berjenis kelamin perempuan sebanyak 31 orang (51,7%), Sedangkan untuk usia anak mayoritas pada usia anak balita yaitu dari 12 bulan sampai dengan 59 bulan sebanyak 49 orang (81,7%), Tingkat pengetahuan orangtua tentang obat-obatan yang digunakan pada anak yang terkena dermatitis atopik di Puskesmas Sentosa Baru berkategori baik yaitu sebesar (70,0%), kemudian Tingkat pengetahuan orangtua tentang efek samping dari obat-obatan yang digunakan pada anak yang terkena dermatitis atopik di Puskesmas Sentosa Baru berkategori baik yaitu sebanyak 31 orang (51,7%), dan tingkat pengetahuan orang tua mengenai obat-obatan pada anak yang terkena penyakit dermatitis atopik di Puskesmas Sentosa Baru ialah baik sebanyak (55,0%). Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan orang tua mengenai pengobatan dermatitis atopik pada anak adalah berkategori baik.
STATUS REFRAKSI DAN KELENGKUNGAN KORNEA PADA ANAK DENGAN SINDROMA DOWN DI POLI MATA RSUD Dr. SAIFUL ANWAR MALANG Anandita, Nanda Wahyu; Herdita, Zahra Naura; Cahya, Srestha Indra; Onassis, Marvel; Wulandari, Lely Retno
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.02.4

Abstract

Anak dengan sindroma Down memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan refraksi dan kelainan anatomi okular lainnya. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah gangguan penglihatan yang dapat memperburuk kualitas hidup. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan status refraksi dan kelengkungan kornea pada anak dengan sindroma Down berdasarkan data dari kegiatan pengabdian masyarakat. Penelitian ini merupakan studi observasional dengan desain potong lintang. Data diperoleh dari kegiatan pengabdian masyarakat terhadap anak dengan sindroma Down di RSUD Dr. Saiful Anwar Malang Status refraksi diukur menggunakan autorefraktometer (Canon RK-F2) dan retinoskopi streak (Keeler Inc), sedangkan kelengkungan kornea diukur dengan autorefraktometer. Dari 50 anak dengan sindroma Down yang mengikuti kegiatan, hanya 27 anak (54 mata) yang dapat diperiksa refraksi objektifnya, dan 20 anak (40 mata) yang dapat dilakukan pengukuran kelengkungan kornea. Ditemukan 33 mata dengan miopia (61,1%), 13 mata dengan hipermetropia (24,1%), dan 41 mata dengan astigmatisme (75,9%). Kelengkungan kornea terendah tercatat sebesar 44,00 D dan tertinggi 50,38 D, dengan rata-rata sebesar 45,95 D. Mayoritas anak dengan sindroma Down dalam studi ini mengalami kelainan refraksi. Pemeriksaan mata pada kelompok ini memang memiliki tantangan tersendiri,dengan pemeriksaan awal refraksi dapat digunakan sebagai deteksi dini gangguan refraksi.  
KARAKTERISTIK PASIEN FRAKTUR TERBUKA TERINFEKSI DI RSUP dr. HASAN SADIKIN BANDUNG TAHUN 2018-2020 Fatimah; Rasyid, Hermawan Nagar; Sugianli, Adhi Kristianto
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.03.3

Abstract

Tujuan utama tata laksana fraktur terbuka yang tepat adalah mencegah terjadinya infeksi. Namun, infeksi pada fraktur terbuka dapat dipengaruhi oleh faktor yang berkaitan dengan pasien dan kejadian cedera. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik kejadian fraktur terbuka terinfeksi di RSUP dr. Hasan Sadikin Bandung (RSHS) pada periode Januari 2018–Desember 2020. Penelitian deskriptif dengan mengevaluasi secara retrospektif terhadap data rekam medis pasien dengan diagnosis fraktur terbuka menurut ICD-10 di RSHS, berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data penelitian dikelompokkan menjadi (1) faktor terkait dengan pasien dan kejadian cedera, serta (2) faktor terkait dengan tata laksana fraktur terbuka. Data penelitian dianalisis dan ditabulasi sebagi tabel distribusi frekuensi menggunakan Microsoft Excel. Sebesar 2,9% kejadian infeksi ditemukan pada subjek terinklusi. Sebesar 70% subjek fraktur terbuka terinfeksi terjadi pada umur 18-50 tahun, dengan lokasi fraktur tersering pada anggota gerak bawah (92,3%), dengan tipe III fraktur terbuka menurut klasifikasi Gustilo-Anderson. Seluruh subjek fraktur terbuka terinfeksi mendapat pemberian antibiotik profilaksis, namun sebesar 53,8% subjek mendapatkan tindakan debridemen dalam waktu >24 jam. Jenis stabilisasi fraktur, fiksasi eksterna diterapkan pada 69,2% subjek dan sebesar 76,9% subjek dilakukan penutupan luka waktu <3 hari. Sebesar 76,9% subjek memiliki hasil biakan bakteri Gram negatif, dengan bakteri dominan adalah Pseudomonas aeruginosa. Faktor yang berkaitan dengan kejadian fraktur terbuka terinfeksi pada penelitian ini menjadi hal yang perlu diperhatikan dalam keberhasilan tata laksana infeksi, meliputi lokasi fraktur, tipe fraktur terbuka menurut klasifikasi Gustilo-Anderson, serta penundaan tata laksana fraktur terbuka.
Laporan Kasus: PENDEKATAN DIAGNOSIS DAN TATA LAKSANA LIVEDOID VASCULOPATHY Tazakka, Achmad Aidil; Brahmanti, Herwinda; Ekasari, Dhany Prafita; Retnani, Diah Prabawati
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.03.9

Abstract

Livedoid vasculopathy (LV) adalah penyakit trombo oklusif yang melibatkan pembuluh darah superfisial dan mid-dermis. Insidens LV sangat jarang dengan prevalensi 1/100.000 penduduk/tahun. Patogenesis LV berhubungan dengan oklusi dari mikrosirkulasi kapiler kutaneus yang menyebabkan trombosis, infark dan iskemia. Laporan kasus ini bertujuan untuk memaparkan pendekatan diagnosis dan tata laksana LV berdasarkan temuan klinis yang khas. Perempuan berusia 34 tahun mengeluhkan muncul bercak merah disertai nyeri pada kedua kaki sejak 3 minggu. Bercak berubah menjadi bintil berisi air dan menjadi luka. Luka menutup dengan meninggalkan bekas luka berwarna putih. Pemeriksaan dermatologis pada regio pedis dekstra dan sinistra didapatkan patch eritematosa, vesikel, ulkus, dan atrophie blanche. Pemeriksaan darah didapatkan trombositosis, PT, APTT, dan D-dimer normal, ANA test dan anti-dsDNA negatif. USG Doppler tidak terdapat insufisiensi pembuluh darah. Pemeriksaan histopatologi didapatkan gambaran dilatasi pembuluh darah dengan lumen berisi trombus disertai ekstravasasi eritrosit, infiltrat sel radang limfosit, histiosit di sekitar pembuluh darah. Pasien diberikan asam asetilsalisilat dengan dosis 4 x 80 mg dan metilprednisolon dosis rendah untuk menekan peradangan dalam waktu singkat. Didapatkan perbaikan gejala dan klinis setelah pemberian terapi dalam empat minggu. Penegakkan diagnosis pada kasus ini didasari dengan adanya atrophie blanche yang merupakan karakteristik LV disertai dengan pemeriksaan laboratorium dan histopatologi yang menunjang. Diagnosis banding lain seperti gangguan koagulasi, penyakit autoimun, dan gangguan pembuluh darah telah disingkirkan. Diagnosis dan tata laksana LV perlu ditegakkan dengan cepat dan tepat sehingga dapat meningkatkan kualitas hidup dan mencegah komplikasi.
DINAMIKA PERAWATAN PASIEN DENGAN PENYAKIT JANTUNG KORONER: STUDI KUALITATIF Sawitri, Ni Komang Ari; Rahajeng, Indah Mei; Prapti, Ni Ketut Guru; Sulistiowati, Ni Made Dian; I Gusti Agung Kumala Dewi
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.03.7

Abstract

Pasien dengan penyakit jantung dan pembuluh darah memerlukan perawatan diri yang adekuat dalam kehidupan sehari-hari.  Aktifitas perawatan diri dalam penyakit kronis secara keseluruhan dilakukan oleh individu dan keluarga. Penelitian ini akan mengesplorasi informasi dari pasien, keluarga dan tenaga kesehatan dalam penatalaksanaan penyakit jantung dan pembuluh darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kebutuhan dari pasien, keluarga dan tenaga kesehatan dalam memberikan dukungan yang adekuat untuk penatalaksanaan penyakit. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan metode wawancara untuk pengambilan datanya. Wawancara mendalam kepada pasien dengan penyakit jantung dan pembuluh  darah, keluarga pasien, tenaga kesehatan yang bertanggung jawab terhadap penyakit jantung dan pembuluh darah baik di Puskesmas maupun poliklinik jantung di rumah sakit rujukan BPJS di Kota Denpasar. Didapatkan satu tema besar dan 3 subtema dalam penelitian ini. Tema besarnya adalah “keberlangsungan perawatan” dan subtemanya adalah “rujukan, “kerjasama” dan “dinamika dukungan”. Perawatan bagi pasien PJK mengalami dinamika yang berkaitan dengan mekanisme rujukan, kerjasama pasien-keluarga-tenaga kesehatan, serta dukungan yang bersifat positif dan negatif dari keluarga terhadap pasien penyakit jantung koroner (PJK).
Tinjauan Literatur: PENGARUH PENGGUNAAN REMOTE PATIENT MONITORING TERHADAP PENINGKATAN KUALITAS PERAWATAN PASIEN DENGAN PERITONEAL DIALISIS: LITERATURE REVIEW Rabiatul Addawiah; Masfuri
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.03.10

Abstract

Peritoneal Dialisis (PD) menjadi salah satu pilihan terapi untuk pasien Gagal Ginjal Kronis (GGK) karena dianggap lebih sederhana dan fleksibel. Namun dalam pelaksanaannya, komplikasi PD masih sering terjadi akibat kurangnya kepatuhan dan pemahaman pasien. Penggunaan teknologi seperti Remote Patient Monitoring (RPM) dalam pemantauan jarak jauh pasien yang menjalankan PD di rumah dapat mengurangi kejadian komplikasi tersebut. Tujuan review ini adalah menganalisis pengaruh penggunaan RPM terhadap kualitas perawatan pasien dengan PD. Metode pencarian artikel menggunakan database seperti Springer link, Sage journals dan Pubmed, dalam rentang waktu tahun 2019-2023 dengan mengunakan kata kunci “Remote Patient Monitoring” AND “Nursing” AND “Peritoneal Dialysis”. Terdapat sepuluh artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan artikel tersebut menunjukkan bahwa penggunaan RPM memiliki efek yang positif baik secara langsung maupun tidak langsung terhadap pasien yang menjalankan PD, seperti membantu menilai kepatuhan pasien, meningkatkan efektivitas terapi, menurunkan kejadian hospitalisasi dan komplikasi, menghemat waktu dan biaya, meningkatkan rasa aman dan kualitas hidup pasien. Penerapan aplikasi RPM pada layanan kesehatan akan membantu proses monitoring pasien sehingga pasien dapat melakukan perawatan sendiri dari rumah. Perlu adanya penelitian lebih lanjut untuk mengetahui ketepatan dan akurasi RPM dalam pemantauan pasien PD.
PERBANDINGAN AKTIVITAS QUORUM QUENCHING BAWANG PUTIH SIUNG TUNGGAL DAN BAWANG HITAM SIUNG TUNGGAL TERHADAP Chromobacterium violaceum Sukma Ayu Anandhita; Delima Fajar Liana; Mardhia , Mardhia; Mahyarudin , Mahyarudin
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.03.2

Abstract

Quorum sensing adalah proses komunikasi sel-sel bakteri menggunakan sinyal ekstraseluler yang disebut autoinducer. Bakteri menggunakan quorum sensing untuk mengendalikan berbagai proses seluler yang berkaitan dengan infeksi, termasuk faktor virulensi, toleransi disinfektan, dan resistensi obat.Penghambatan quorum sensing dapat terjadi melalui quorum quenching sehingga penelitian terkait quorum quenching  perlu dieksplorasi lebih lanjut. Chromobacterium violaceum adalah bakteri yang kerap menjadi indikator pengujian quorum quenching karena memproduksi pigmen ungu dari proses quorum sensing. Bawang putih siung tunggal serta produk fermentasinya yaitu bawang hitam siung tunggal memiliki senyawa yang dapat berpotensi sebagai agens quorum quenching. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas quorum quenching dari ekstrak bawang putih siung tunggal dan bawang hitam siung tunggal pada Chromobacterium violaceum. Penelitian ini adalah penelitian rancangan acak lengkap (RAL) yang menggunakan pendekatan post test only control group design. Ekstraksi sampel menggunakan teknik maserasi dalam pelarut etanol 96%. Uji aktivitas quorum quenching sampel ekstrak bawang konsentrasi 20%, 40%, 60%, dan 80% dilakukan dengan menggunakan metode difusi cakram. Hasil uji aktivitas quorum quenching ekstrak bawang hitam siung tunggal konsentrasi 20%, 40%, 60%, dan 80% menghasilkan rata-rata diameter zona penghambatan warna sebesar 16,01 mm, 14,27 mm, 13,96 mm, dan 15,18mm. Sedangkan, ekstrak bawang putih siung tunggal tidak menghasilkan zona penghambatan warna pada semua konsentrasi. Hasil uji ANOVA menunjukkan terdapat perbedaan bermakna antar kelompok perlakuan. Analisis statistik lanjutan dengan metode bonferoni menunjukkan bahwa ekstrak bawang hitam siung tunggal memiliki perbedaan yang signifikan terhadap ekstrak bawang putih siung tunggal dan kontrol negatif. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu ekstrak bawang hitam siung tunggal memiliki potensi sebagai quorum quenching lebih baik dibandingkan dengan ekstrak bawang putih siung tunggal.
PENGARUH PENDIDIKAN BERBASIS AUDIOVISUAL TERHADAP PENINGKATAN KESADARAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN BAHAYA PORNOGRAFI PADA REMAJA Ayut Merdikawati; Muladefi Choiriyah; Fransiska Imavike
Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/majalahkesehatan.2025.012.03.6

Abstract

Masalah kesehatan reproduksi remaja dialami akibat dari perilaku seksual berisiko. Perilaku seksual berisiko disebabkan salah satunya oleh paparan pornografi melalui internet di kalangan remaja. Edukasi audio visual kepada remaja dinilai efektif sebagai upaya pencegahan masalah kesehatan reproduksi akibat perilaku seksual berisiko dan bahaya pornografi. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat pengaruh pemberian edukasi audio visual tentang kesehatan reproduksi dan bahaya pornografi terhadap pengetahuan, sikap, dan perilaku remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP). Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimental dengan pendekatan non-equivalent control group design (pre-posttest) pada 212 responden. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah total sampling dengan kriteria inklusi mendapatkan izin dari sekolah, bersedia menjadi responden serta mengisi informed consent. Intervensi berupa materi tentang kesehatan reproduksi dan bahaya pornografi yang diberikan melalui audio visual. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh pemberian edukasi audio visual tentang kesehatan reproduksi dan bahaya pornografi terhadap pengetahuan remaja (p = 0,000). Sedangkan untuk variabel sikap dan perilaku tidak ada pengaruhnya (berturut-turut p = 0,270; p = 0,511). Kesimpulannya adalah ada pengaruh pemberian edukasi audio visual tentang kesehatan reproduksi dan bahaya pornografi terhadap pengetahuan remaja. Pendidikan kesehatan yang diberikan pada remaja harus yang komprehensif dan perlu kerjasama dari berbagai pihak terutama dari sekolah dan orang tua.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 4 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 3 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 2 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 12 No. 1 (2025): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 4 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 3 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 2 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 11 No. 1 (2024): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 4 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 3 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 2 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 10 No. 1 (2023): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 4 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 3 (2022): Majalah Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2022): Majalah Kesehatan Vol 8, No 3 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 2 (2021): Majalah Kesehatan Vol 8, No 1 (2021): Majalah Kesehatan Vol 7, No 4 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 3 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 2 (2020): Majalah Kesehatan Vol 7, No 1 (2020): Majalah Kesehatan Vol 6, No 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol. 6 No. 4 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 3 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 2 (2019): Majalah Kesehatan Vol 6, No 1 (2019): Majalah Kesehatan Vol 5, No 4 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 3 (2018): Majalah Kesehatan Vol 5, No 2 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 5, No 1 (2018): Majalah Kesehatan Fakultas Kedokteran Vol 4, No 4 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 3 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 2 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 4, No 1 (2017): MAJALAH KESEHATAN FAKULTAS KEDOKTERAN Vol 3, No 4 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 3 (2016): MAJALAH KESEHATAN Vol 3, No 2 (2016) Vol 3, No 1 (2016) Vol 2, No 4 (2015) Vol 2, No 3 (2015) Vol 2, No 2 (2015) Vol 2, No 1 (2015) Vol 1, No 4 (2014) Vol 1, No 3 (2014) Vol 1, No 2 (2014) Vol 1, No 1 (2014) More Issue