cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Evaluasi Pengelolaan Limbah Medis Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3) Di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Adinda Larasati; Herawaty Riogilang; Hendra Riogilang
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam proses pelayanan kesehatan di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado dapat menimbulkan limbah, salah satunya yaitu limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3). RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado melakukan pengelolaan limbah B3 dimulai dari pemilahan,pengumpulan,pengangkutan, penyimpanan dan pengolahan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengelolaan limbah medis B3 yang sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No. 06 Tahun 2021 Tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah B3 dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data primer dan sekunder. Hasil Penelitian menunjukkan Pengelolaan Limbah Medis B3 di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado sebagian besar sudah sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan No.06 Tahun 2021. Namun ada beberapa hal yang harus ditingkakan seperti sistem pelabelan pada wadah, penggunaan APD dan melakukan sosialisasi dan pelatihan secara rutin terkait SOP pengelolaan limbah medis B3 di RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado kepada petugas pengelolaan limbah medis B3, cleaning service, dan semua petugas yang melakukan tindakan pelayanan medis. Hasil Perhitungan Proyeksi pertumbuhan jumlah pasien dengan mengunakan metode geometri, nilai yang dihasilkan yaitu sebesar 77,248 Pasien (jiwa) pada tahun 2026 dan Prediksi timbulan limbah per tahun dihitung berdasarkan PERMENLHK 2018 di RSUP Prof. Dr. R. d. Kandou Manado pada tahun 2026 jumlah pasien sebesar 77,248 (jiwa) dengan jumlah timbulan sampah 14,097,76 ton/tahun. Kata kunci – limbah medis, pengelolaan limbah medis B3, rumah sakit
Analisis Kapasitas Pengolahan Air Lindi Di TPA Aertembaga Kota Bitung Sinta Agnes Wijaya; Hendra Riogilang; O. B. A. Sompie
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

TPA Aertembaga terletak di Kota Bitung dan menggunakan sistem operasional Open Dumping. Secara umum masalah sistem pengolahan Open Dumping dapat mempengaruhi proses penyaluran lindi dan adanya tumpukan sampah pada kolam instalasi pengolahan lindi sehingga proses pengolahan dan kapasitas pada tiap kolam tidak maksimal dalam mengolah lindi yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas lindi yang dihasilkan menggunakan pengujian parameter kualitas air di laboratorium. Berdasarkan hasil pengukuran laboratorium terhadap kualitas pengolahan air lindi pada kolam outlet TPA Aertembaga Bitung sesuai standar yang tertuang dalam Permen LHK No. P.59/Menlhk/Setjen/Kum.1/7/2015 tentang Baku Mutu Lindi Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah. Pada hasil pengujian laboratorium terlihat kualitas pada parameter BOD, COD, dan N total melebihi baku mutu yang ditetapkan. Adapun pada parameter pH dan TSS memenuhi baku mutu yang ditetapkan. Perhitungan debit lindi didasarkan pada perhitungan neraca air metode Thornweite-Matter dengan hasil perhitungan perkolasi air tertinggi bulanan pada bulan Mei dengan nilai perkolasi air 86,5 sehingga diperoleh debit lindi rencana 27,9 m3/hari. Kolam lindi yang direncanakan menggunakan metode pengolahan kombinasi antara lain kolam anaerobik, stabilisasi, maturasi, dan biofilter sesuai Permen PU No. 3 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Prasarana dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga. Kata kunci – TPA Aertembaga, lindi, pengolahan kombinasi
Analisis Hubungan Pekerjaan Dan Lintasan Kritis Pada Penjadwalan Proyek Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Sam Ratulangi Tondano Menggunakan Metode Precedence Diagram Method Bartje F. Tombokan; Grace Y. Malingkas; Pingkan A. K. Pratasis
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap proyek konstruksi pastinya mempunyai target pada setiap bagian perencanaan. Dimana pada proyek konstruksi terdapat kegiatan pekerjaan yang saling terhubung dan memiliki waktu tertentu untuk diselesaikan. Hal pertama yang harus dilakukan pada pelaksanaan proyek adalah perencanaan agar dapat mengontrol atau mengendalikan proyek secara teratur dengan metode tertentu yang sangat berpengaruh. Salah satunya dengan menggunakan metode Precedence Diagram Method yang dapat membentuk informasi tentang kegiatan pekerjaan secara rinci seperti waktu mulai, durasi, waktu selesai, dan total float dalam node segiempat dengan beberapa jenis kontrain yang saling menghubungkan antar kegiatan pekerjaan yang terkait. Dan kemudian dapat menentukan kegiatan mana saja yang dapat menyebabkan keterlambatan pada proyek jika ditunda (kritis) dan membentuk rangkaian kegiatan kritis yang menghasilkan lintasan kritis. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam menyusun penjadwalan proyek semakin dimudahkan dengan beberapa aplikasi komputer yang terus dikembangkan salah satunya adalah microsoft project. Yang digunakan pada penelitian ini dengan menggunakan metode precedence diagram method. Setiap hubungan pekerjaan dan lintasan kritis pada proyek Pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Sam Ratulangi Tondano pada struktur dan arsitektural Gedung utama akan dianalisis dengan menggunakan metode precedence diagram method dengan bantuan aplikasi microsoft project. Dimana pada penjadwalan pada proyek ini terdapat 19 jenis konstrain dan memiliki perbedaan pada beberapa kegiatan yang berarti terdapat beberapa kegiatan yang dimulai secara bersamaan, dan 2 lintasan kritis yang berarti setiap kegiatan pada lintasan kritis ini dapat mengakibatkan keterlambatan pada proyek jika ditunda. Kata kunci – Precedence Diagram Method, Microsoft Project
Analisis Pondasi Konstruksi Sarang Laba-Laba Di Tanah Lunak Jeffray R. Dalle; Fabian J. Manoppo; Steeva G. Rondonuwu
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah lunak adalah tanah yang memiliki kuat geser rendah dan kompresibilitas yang sangat tinggi. Dalam rekayasa geoteknik istilah lunak khusus didefinisikan untuk tanah lempung dengan kuat geser 12.5 – 25 kPa, mempunyai daya dukung lebih kecil dari 0,5 kg/cm2 dan nilai standard penetration test lebih kecil dari 4 (N-value<4). Dari karakteristik tanah lempung tersebut, maka perlu adanya perbaikan tanah agar tanah lunak dapat digunakan dalam mendirikian suatu bangunan. Dalam penelitian ini akan digunakan pondasi Konstruksi Sarang Laba-Laba (KSLL) sebagai solusi untuk mendirikan suatu gedung pada kondisi tanah lunak. KSLL mempunyai keuntungan mereduksi total penurunan, mempertinggi kestabilan bangunan, dan juga memperbesar daya dukung karena adanya sistem perbaikan tanah diatara rib-rib beton. Dalam melakukan analisis penurunan dan daya dukung terhadap pondasi KSLL dan juga tiang bor, digunakan software PLAXIS 3D FOUNDATION yang merupakan suatu program dengan metode elemen hingga. Adapun hasil analisis yang telah dlikukan didapat nilai penurunan sebesar 0,02531 m dan nilai daya dukung sebesar 1090908,9 kN pada pondasi KSLL, dan nilai penurunan sebesar 0,02554 m dan nilai daya dukung sebesar 1189458,9 kN untuk pondasi tiang bor. Kata kunci – PLAXIS 3D FOUNDATION, KSLL tiang bor
Analisa Pola Pergerakan Di Ruas Jalan R. E. Martadinata Kota Manado Grevel Josi Gimon; Sisca V. Pandey; Audie L. E. Rumayar
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pergerakan terjadi karena adanya aktivitas penduduk yang dilakukan bukan di tempat tinggalnya, sehingga antar wilayah dan ruang memiliki keterkaitan yang sangat berperan dalam terbentuknya perjalanan dan pola sebaran tata guna lahan, hal ini sangat mempengaruhi pola perjalanan orang (Tamin, 1997). Pola perjalanan dipengaruhi oleh tata letak pusat-pusat kegiatan perkotaan seperti komersial, perkantoran, sekolah, rumah sakit, dan lain- lain. Pola perjalanan terdiri dari tiga hal yang, yaitu frekuensi perjalanan, tujuan perjalanan, dan moda perjalanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola pergerakan yang terjadi di Ruas Jalan R. E. Martadinata Kota Manado serta mengetahui faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi terjadinya pola pergerakan di Ruas jalan R. E. Martadinata Kota Manado. Pengambilan data penelitian ini dilakukan dengan cara wawancara langsung kepada 500 orang responden di sepanjang ruas jalan R. E. Martadinata Kota Manado. Hasil wawancara dengan 500 orang responden di sepanjang Ruas Jalan R. E. Martadinata Kota Manado diperoleh Karakteristik respoden yang bertujuan untuk mengetahui secara lengkap deskripsi dari responden yang menjadi target dalam penelitian yang di antaranya berdasarkan jenis kelamin, berdasarkan usia, penghasilan dan moda transportasi apa yang digunakan responden untuk melakukan pergerakan.Pola pergerakan di sepanjang Ruas Jalan R. E. Martadiata Kota Manado masuk dalam Tipe Pola Pegerakan Internal – internal yaitu titik awal pergerakan berada di wilayah penelitian dan titik tujuan pergerakan juga berada dalam wilayah penelitian dengan presentase tujuan pergerakan yaitu dengan presentase 33% pergerakan ke tempat belanja, 29% pergerakan ke tempat makan, 12% pergerakan ke tempat berobat dan 26% untuk pemenuhan kebutuhan lainnya. Kata kunci - pola pergerakan internal, ruas jalan
Evaluasi Kinerja Bangunan Pengaman Pantai Tolondadu Di Desa Sondana Kecamatan Bolaang Uki Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan Zulvikri Dwi Putra Karundeng; Tommy Jansen; M. Ihsan Jasin
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pantai Tolondadu yang berada di Desa Sondana, Kecamatan Bolaang Uki, Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan adalah salah satu pantai yang dipergunakan sebagai sektor parawisata. Daerah pantai ini merupakan salah satu objek wisata di Kabupaten Bolang Mongondow Selatan, namun Kondisi pantai dengan gelombang yang cukup tinggi membuat sangat tidak nyaman wisatawan yang datang walaupun sudah dibuatkan bangunan pengaman pantai. Bangunan pengaman pantai yang digunakan berjenis revetment. Hasil Penelitian meghasilkan hasil bahwa Rekapitulasi Arah, Tinggi dan Periode Gelombang dari Masing – Masing Fetch Berdasarkan Hindcasting Gelombang tahun 2017 – 2021 didapatkan bahwa arah Selatan paling tinggi dengan tinggi gelombang (H) : 0.6010 meter dan periode gelombang (T): 3.384 detik. Perhitungan angkuta Sedimen menghasilkan, nilai angkutan sedimen Sejajar Pantai 21.645,938 dan nilai angkutan sedimen Tegak Lurus Pantai 2.612,200. Dari hasil penelitian ini, merujuk ke tujuan, dan fungsi Bangunan Pengaman Pantai, maka Pantai Tolondalu lebih efektif dengan Bangunan Pengaman Pantai Tipe Groin.   Kata kunci - evaluasi, kinerja, pengaman pantai
Analisis Investasi Alat Berat Di PT. Revival Desa Tateli Dua Kabupaten Minahasa Utari R. Lambaihang; Jermias Tjakra; Ariestides K. T. Dundu
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemulihan ekonomi Indonesia yang semakin berkembang dibidang infrastruktur, membuat para penyedia jasa konstruksi membutuhkan material batuan sebagai bahan utama untuk kebutuhan proyek pembangunan. Revival adalah salah satu perusahaan yang ada di Desa Tateli Dua Kabupaten Minahasa sebagai perusahaan penyedia jasa material batuan dengan menggunakan Stone Crusher sebagai alat berat untuk mempermudah pekerjaan. Dalam mengelolah perusahaan ini, tentunya owner harus berinvestasi untuk mendapat keutungan dimasa yang akan datang. Penelitian ini merupakan studi literatur yang bertujuan untuk menganalisis investasi yang akan didapat oleh PT. Revival. Dalam menganalis diperlukan data awal yang meliputi spesifikasi alat berat, pendapatan dari hasil produksi, serta biaya pengeluaran pertahun dengan cara observasi dan wawancara. Setelah data didapat, kemudian dianalisis dengan menggunakan metode Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Break Event Point (BEP), dan Payback Period (PP). Perhitungan Net Present Value menghasilkan keuntungam sebesar Rp 197.726.652.314 yang adalah lebih dari 0 maka perusahaan layak untuk melakukan investasi. Perhitungan Benefit Cost Ratio menghasilkan nilai sebesar 20,54 yang adalah lebih dari 1 maka perusahaan layak untuk melakukan investasi. Perhitungan Break Event Point terjadi titik impas pada tahun 2023 dengan nilai sebesar Rp 8.944.900.858. Perhitungan Payback Period terjadi pada tahun pertama bulan ke-9, dan hasil yang didapat kurang dari masa investasi maka investasi layak dilakukan. Kata kunci – analisis, investasi, alat berat, stone crusher, Net Present Value (NPV), Benefit Cost Ratio (BCR), Break Event Point (BEP), Payback Period (PP)
Metode Pelaksanaan Konstruksi Abutment Pada Jembatan Sosongian Tumpaan Rando R. V. Kare; Tisano Tj. Arsjad; Grace Y. Malingkas
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jembatan Sosongian Tumpaan adalah jembatan yang dibangun sebagai penghubung jalan trans Sulawesi, tepatnya di Tumpaan, Minahasa Selatan, Sulawesi utara. Jalan trans Sulawesi merupakan jalan yang sering dilalui kendaraan yang ramai karena jalan ini akses utama. Pelebaran jembatan sosongian ini direncanakan menggunakan konstruksi beton bertulang dengan bentang jembatan 46.6 m dan lebar 15 meter. Penelitian ini difokuskan pada pekerjaan abutment yang merupakan struktur bawah jembatan. Abutment berfungsi memikul seluruh beban yang bekerja pada bagian atas jembatan, serta meneruskan beban tersebut ke pondasi. Tipe abutment pada proyek ini adalah tipe T terbalik. Hasil dari penilitian ini dapat mengetahui pelaksanaan konstruksi abutment,dengan tinggi abutment 5.34 meter, lebar 1.20 meter dan panjang 18 meter. Pondasi yang digunakan dalam konstruksi ini adalah pondasi tiang pancang dengan jumlah tiang pancang 27 tiang pancang dengan jarak masing-masing 2.10 meter. Kata kunci - jembatan, abutment
Analisis Waktu Pelaksanaan Pada Proyek Rehabilitasi / Peningkatan Jalan Lingkar Lembeh, Kota Bitung Septian S. L. Wakkary; Ariestides K. T. Dundu; D. R. O. Walangitan
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor waktu pelaksanaan pekerjaan merupakan salah satu aspek penting yang perlu diperhatikan dalam sebuah proyek selain biaya dan kualitas. Dengan adanya perencanaan waktu pelaksanaan yang baik dapat meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan proyek agar dapat dicapai hasil yang maksimal. Saat ini kerap kali dijumpai pelaksanaan proyek jalan raya memiliki manajemen waktu yang kurang sehingga terjadinya keterlambatan dari waktu yang telah ditetapkan/dijadwalkan sebelumnya. Maka melalui penelitian ini, bertujuan untuk dapat mengetahui hasil analisis durasi dari penjadwalan menggunakan metode PERT serta untuk mengetahui kemungkinan (probability) proyek Rehabilitasi / Peningkatan Jalan Lingkar Lembeh, Kota Bitung akan selesai tepat waktu. Dari hasil analisis data yang diperoleh melalui peninjauan langsung dilapangan serta wawancara Bersama dengan pihak yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan proyek ini, maka diketahui bahwa pelaksanaan system manajemen waktu belum sepenuhnya dilaksanakan secara ideal, karena mengingat adanya beberapa kendala yang terjadi dilapangan seperti terkendalanya pengiriman material yang diperlukan sehingga pekerjaan harus terhambat selama beberapa minggu. Hal inilah yang menjadi fokus utama agar dapat menganalisis penerapan manajemen waktu yang dijadwalkan oleh CV. Berkat Anugerah Bersama dan dibandingkan dengan penelitian yang penulis lakukan dengan menggunakan metode PERT yang nantinya dapat dilihat hasil dari penjadwalan sesuai yang ada di proyek dan hasil penelitian sesuai metode yang dipakai. Kata kunci - manajemen waktu, metode PERT, jalan lingkar Lembeh, kota Bitung
Analisa Index Pelayanan Struktur Perkerasan Jalan Dengan Menggunakan Metode Pavement Condition Index (PCI) (Studi Kasus: Ruas Jalan Boulevard II Karangria) William A. Maturbongs; Joice E. Waani; Lucia G. J. Lalamentik
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Evaluasi struktur perkerasan jalan menjadi hal yang sangat penting untuk kebutuhan preservasi dan pemeliharaan perkerasan jalan serta menentukan teknik penangananya. Evaluasi struktur perkerasan dilakukan untuk memperkirakan besarnya penurunan fungsi jalan sehingga perlu adanya pemeliharaan maupun rehabilitasi untuk mempertahankan kondisi jalan agar tetap berfungsi secara optimal melayani lalu lintas selama umur rencana jalan yang ditetapkan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini guna menilai kondisi perkerasan jalan yaitu dengan menggunakan metode Pavement Condition Index (PCI). Metode PCI merupakan indeks numerik yang nilainya berkisar diantara 0 sampai 100. Nilai 0 menunjukkan perkerasan dalam kondisi sangat rusak dan nilai 100 menunjukkan perkerasan dalam kondisi sempurna, sistem penilaian kondisi perkerasan jalan berdasarkan jenis, tingkat dan kadar kerusakan yang terjadi. Penelitian ini merupakan penelitian untuk mengevaluasi kinerja perkerasan struktur perkerasan jalan lentur menggunakan metode PCI seperti yang dilakuakn sebelumnya oleh Pasiak.,2020 yang meneliti tentang Evaluasi Struktur Perkerasan Jalan Menggunakan Metode Pavement Condition Index (PCI) Studi Kasus: Ruas Jalan Airmadidi-Kairagi) STA. 8+193,64- STA. 11+193,64. Untuk itu Penulis ingin membuktikan Evaluasi Struktur Perkerasan Jalan dengan menggunakan metode PCI yang dilakukan di ruas jalan Boulevard II Karangria. Dari pengamatan yang dilakukan di lokasi ada beberapa kerusakan jalan diantaranya lubang, tambalan dan pelepasan butiran. Tujuan dari evaluasi struktur perkerasan jalan adalah untuk mengetahui tingkat kerusakan dan menentukan strategi pemeliharaan agar perkerasan jalan dalam kondisi yang baik selama umur rencana. Pemeliharan jalan dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain dengan penambalan, pelaburan permukaan, pelapisan ulang dan recycling. Penelitian ini dilakukan pada ruas Jalan Boulevard II Karangria. Berdasarkan Bina Marga 2013, nilai Cumulative Equivalent Single Axle Load (CESA) diperoleh 11.545.445,81 untuk 10 tahun yaitu dari tahun 2017 sampai pada tahun 2027. Fungsi layanan striktur perkerasan jalan bisa di lihat dari besarnya penururnan nilai indeks permukaan. Nilai Indeks Permukaan yang diperoleh selama 5 tahun dari tahun 2017 sampai pada tahun 2021 adalah 4,26 dan untuk nilai indeks permukaan untuk 10 tahun dari tahun 2017 sampai pada tahun 2027 adalah 2,43. Kerusakan jalan tidak hanya dipengaruhi besar beban lalu lintas, melainkan juga kualitas struktur perkerasan jalan. Nilai PCI untuk Ruas Jalan Boulevard II Karangria adalah 85,6 (sangat baik). Kata kunci – Pavement Condition Index