cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
TEKNO
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Arjuna Subject : -
Articles 931 Documents
Optimalisasi Kinerja Simpang Bersinyal Menggunakan Perangkat Lunak PTV VISSIM (Studi Kasus: Simpang Bersinyal Patung Kuda Paal 2) Deibert E. K. Ratag; Meike M. Kumaat; Semuel Y. R. Rompis
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persimpangan menjadi salah satu titik yang sering terjadi permasalahan lalu lintas. Di kota manado salah satu simpang yang mengalami permasalahan akibat panjang antrian yang tinggi dan tundaan yang lama adalah simpang bersinyal Patung Kuda Paal 2. Simpang ini memiliki empat lengan yang menghubungkan Jalan Yos Sudarso, Jalan Maesa dan Jalan Rajawali, yang menjadi akses penting di kota Manado. Volume kendaraan yang cukup besar dan akan terus bertambah setiap tahun sebagai dampak dari perkembangan kota. Pemasangan alat pemberi isyarat lalu lintas (APILL) sebagai penanganan konflik tidak sepenuhnya menekan permasalahan yang terjadi, penggunaan waktu sinyal yang tidak sesuai dengan kondisi arus lalu lintas mengakibatkan tingkat pelayanan yang masih rendah dan tidak maksimal, dengan kondisi ini maka perlu dilakukan peningkatan kinerja simpang melalui penyesuaian sinyal lalu lintas berdasarkan kondisi arus lalu lintas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa kinerja simpang bersinyal pada kondisi eksisting, kemudian melakukan optimalisasi kinerja simpang malalui penyesuaian sinyal lampu lalu lintas, dengan membandingkan hasil analisa pada kondisi eksisting dan analisa setelah optimalisasi. Analisa data dilakukan dengan menggunakan pemodelan dari PTV Vissim melalui proses simulasi untuk mendapatkan hasil output. Pengamatan dilakukan selama 3 hari yaitu Kamis 17 Februari 2022, Jumat 18 Februari 2022 dan Sabtu 19 Februari 2022 pada jam sibuk pagi pukul 08.00-10.00 WITA, jam puncak siang pukul 12.00-14.00 WITA dan jam puncak malam pukul 17.00-19.00 WITA. Data hasil survey yang diperoleh berupa data volume lalu lintas, data geometrik, data kecepatan, data driving behavior, dan waktu sinyal serta pergerakkan lalu lintas. Optimalisasi kinerja simpang dilakukan dengan tiga skenariodengan hasil optimalisasi yang terbaik diperoleh pada skenario ketiga dengan melakukan perubahan pada geometrik simpang serta melakukan optimasi pada waktu hijau berdasarkan waktu siklus dan fase eksisting dimana diperoleh peningkatan yang signifikan untuk panjang antrian dari 52,43 m menjadi 29,99 m, tundaan dari 35,95 det/kend menjadi 33,36 det/kend, rasio angka henti dari 0,91 menjadi 0,77 serta tingkat pelayanan dari D meningkat menjadi tingkatan C. Kata kunci – simpang, PTV Vissim, optimalisasi
Analisis Perbandingan Rencana Anggaran Biaya Dengan Anggaran Pelaksanaan Proyek Pembangunan Rumah Susun Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara Brando Munaiseche; Tisano Tj. Arsjad; D. R. O. Walangitan
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Faktor utama suatu proyek adalah biaya. Untuk berlangsungnya kegiatan proyek, dimana kontraktor akan mengestimasi biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan proyek sehingga kontraktor dapat memberikan penawaran yang optimal, untuk memenangkan proyek. Umumnya kontraktor membuat rencana anggaran biaya tidak seluruhnya berpedoman pada analisa SNI, kontraktor menghitung rencana anggaran biaya (RAB) dengan perkiraan mereka sendiri berdasarkan dengan biaya besaran lapangan sehingga dapat memperkirakan besaran biaya pengerjaan proyek tersebut. RAB didefinisikan sebagai perhitungan biaya yang diperlukan untuk bahan dan upah, serta biaya-biaya tidak langsung yang berhubungan dengan pelaksanaan proyek. Namun dalam pelaksanaan proyek dikenal juga dengan anggaran pelaksanaan (Biaya Nyata). AP adalah biaya nyata yang digunakan kontraktor di lapangan selama berlangsungnya proyek sampai kegiatan selesai. Pada penelitian ini penulis bertujuan untuk menganalisa selisih rencana rencana anggaran biaya (RAB) berdasarkan SNI dengan rencana anggaran pelaksanaan (Biaya Nyata), serta menghitung profit yang diperoleh kontraktor pada Proyek Pembangunan Rumah Susun Kejaksaan Tinggi Sulawesi Utara. Dari hasil wawancara, survey, dan perhitungan, terdapat selisih biaya antara RAB dan AP, dimana anggaran pelaksanaan (Biaya Nyata) lebih kecil dari rencana anggaran biaya (RAB). dengan selisih harga adalah Rp. 260,800,000.00 dengan persentase profit yang diperoleh kontraktor 4.20% dari total Rencana Anggaran Biaya (RAB). Kata kunci – Rencana Anggaran Biaya, Rencana Anggaran Pelaksanaan, biaya nyata
Pemanfaatan Limbah Plastik PET (Polyethylene Terepthalate) Sebagai Bahan Tambah Pada Aspal Pen 60/70 Dalam Campuran Aspal HRS-WC Apriliano Valen Damopolii; Lucia G. J. Lalamentik; Steve Ch. N. Palenewen
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari adanya penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh serta manfaat dari limbah plastik PET sebagai bahan subtitusi sebagian aspal penetrasi 60/70 pada campuran perkerasan HRS-WC dengan material lansot, kema yang telah tersedia dilaboratorium. Spesifikasi umum Bina Marga 2018 menjadi acuan pada penelitian ini dengan menggunakan cara kering (dry process) sebagai metode pencampuran limbah plastik dan metode pengujian menggunakan uji karakteristik Marshal. Hasil dari pengujian karakteristik Marshall pada campuran lataston HRS-WC didapatkan nilai Stabilitas untuk kadar plastik 0% 2599.04 kg; 4% 2778.82 kg; 6% 2702.77 kg; 8% 2781.97 kg. Nilai Flow untuk kadar plastik 0% 3.21 mm; 4% 3.17 mm; 6% 3.1 mm; 8% 2.76 mm. Nilai VMA untuk kadar plastik 0% 19.76%; 4% 19.00%; 6% 19.02%; 8% 17.72% . Nilai VIM untuk kadar plastik 0% 6.49%; 4% 5.59%; 6% 5.62%; 8% 4.11%. Nilai VFB untuk kadar plastik 0% 67.16%; 4% 71.23%; 6% 70.88; 8% 76.86. Nilai Kadar aspal efektif untuk kadar plastik0%, 4%, 6%, dan 8% 6.32. Nilai Kepadatan untuk 0% 2.19 gr/cc; 4% 2.21 gr/cc; 6% 2.21 gr/cc; 8% 2.25 gr/cc. Jadi dapat di tarik kesimpulan bahwa campuran perkerasan lataston HRS-WC yang disubtitusikan dengan limbah PET pada aspal mempengaruh setiap parameter marshall yang ada, dan pada subtitusi plastik PET dengan kadar plastik 3,9 % yang yang menjadi kadar optimum pada campuran perkerasan. Kata kunci – Polyethylene Terephthalate (PET), cara kering (dry process), Lataston (HRS-WC)
Analisa Kinerja Simpang Tidak Bersinyal Di Ruas Jalan Hasanudin Dan Jalan Arie Lasut Kota Manado Muhamad Dhafa Minabari; Sisca V. Pandey; Audie L. E. Rumayar
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persimpangan yang tidak bersinyal dapat menyebabkan konflik lalu lintas pada jaringan jalan. Salah satu persimpangan yang merupakan simpang tak bersinyal jalan di Kota Manado yaitu pada persimpangan Jalan Hasanudin dan Jalan Arie Lasut. Pada persimpangan ini, terjadi konflik lalu lintas yang disebabkan oleh perpotongan arus lalu lintas yang tidak teratur, dan juga terdapat beberapa area komersil, selain itu permasalahan tentang geometrik jalan. Untuk mengatasi hal tersebut perlu dilakukan evaluasi kinerja terhadap tingkat pelayanan dari simpang Jalan Hasanudin dan Jalan Arie Lasut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa karakteristik dan kinerja simpang tidak bersinyal, dan disimulasikan dengan PTV Vissim serta mengusulkan solusi atau alternatif untuk peningkatan kinerja simpang tidak bersinyal pada Jalan Hasanudin – Jalan Arie Lasut. Analisa data dilakukan dengan menggunakan metode PKJI 2014 dan menggunakan pemodelan dari aplikasi PTV Vissim melalui proses simulasi untuk mendapatkan hasil output. Penelitian ini dilakukan selama 3 hari yaitu Selasa, 19 Juli 2022, Rabu, 20 Juli 2022, dan Sabtu, 23 Juli 2022. Berdasarkan survei yang dilakukan dapat diperoleh sampel data yang berupa volume lalu lintas, arah pergerakan, kecepatan, data geometrik dan jenis kendaraan. Data yang digunakan yaitu data pada pada hari Selasa, 19 Juli 2022 pada periode jam puncak sore pukul 17.00 – 18.00 WITA. Data ini dianggap mewakili data lainnya karena merupakan data volume lalu lintas tertinggi. Hasil analisa kinerja simpang pada hari Selasa, 19 Juli 2022 didapatkan volume lalu lintas total (Q) sebesar 2913 skr/jam, nilai kapasitas (C) sebesar 2350 skr/jam, nilai derajat kejenuhan (DJ) sebesar 1,23 yang menunjukkan tingkat pelayanan F. Dari data yang diperoleh maka dilakukan alternatif peningkatan kinerja simpang dan didapatkan alternatif terbaik yaitu alternatif pelebaran geometrik jalan serta menambahkan lajur untuk belok kiri langsung dari setiap pendekat jalan mayor dan minor dengan tetap menggunakan pemasangan lampu lalu lintas. Kata Kunci - Simpang Tidak Bersinyal, PKJI 2014, PTV Vissim
Analisis Risiko Keselamatan Kesehatan Kerja Dan Lingkungan (K3L) Dengan Metode HIRADC Pada Proyek Pembangunan Jembatan Dan Oprit Boulevard II Thania G. B. Lensun; Revo L. Inkiriwang; Jermias Tjakra
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan Jembatan dan Oprit Boulevard II merupakan salah satu aspek penting dalam upaya peningkatan infrastruktur di Kota Manado. Pelaksanaan konstruksi umumnya memiliki aktivitas pekerjaan yang berisiko. Risiko pada proyek konstruksi bagaimanapun tidak dapat dihilangkan tetapi dapat dikurangi atau ditransfer dari satu pihak kepihak lainnya. Masalah yang sering dihadapi dalam pelaksanaan konstruksi yakni tidak teridentifikasi dan tertanganinya faktor penyebab risiko. Rendahnya tingkat kesadaran akan pentingnya Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan pada proyek konstruksi mendorong peningkatan angka kecelakaan kerja, sehingga mengakibatkan kendala dalam mencapai tujuan proyek dibidang waktu, biaya dan kualitas. Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat No. 21/PRT/M/2019 tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi bertujuan untuk mengendalikan risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja. Penelitian ini mengidentifikasi risiko kecelakaan kerja dan menganalisis upaya pengendalian risiko Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan pada konstruksi Jembatan dan Oprit Boulevard II yakni pada pekerjaan pemasangan balok girder, dengan melakukan pengamatan langsung, wawancara, checklist dan pengambilan data sekunder. Analisis ini dilakukan berdasarkan metode HIRADC (Hazard identification, Risk Assessment, and Determining Controls), yaitu dengan melakukan identifikasi risiko bahaya, penilaian risiko dan pengendalian risiko. Hasil dari penelitian didapatkan 10 jenis risiko kecelakaan kerja pada pekerjaan pemasangan balok girder, total frekuensi tingkat risiko berdasarkan hasil analisis tabel penilaian risiko adalah 24 jenis risiko, yakni: 6 jenis risiko dengan tingkat risiko rendah (25%), 9 jenis risiko dengan tingkat risiko sedang (37,5%) dan 9 jenis risiko dengan tingkat risiko tinggi (37,5%). Upaya pengendalian risiko yang dilakukan berdasarkan hierarki K3 yaitu rekayasa teknis, administratif dan penggunaan alat pelindung diri (APD). Kata kunci – jembatan dan oprit, keselamatan, kesehatan kerja dan lingkungan, girder, HIRADC
Analisa Perbandingan Desain Tebal Perkerasan Lentur Lapis Tambah Dengan Metode Desain Perkerasan Jalan 2017 (Revisi 2020) Dan Metode AASHTO 1993 (Studi Kasus: Ruas Jalan Langowan – Ratahan – Belang; STA 0+050 – STA 2+600) Gerrit A. H. Kolinug; Lucia G. J. Lalamentik; Mecky R. E. Manoppo
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Volume lalu lintas yang meningkat pada Ruas Jalan Nasional Langoan – Ratahan – Belang dapat mempengaruhi tingkat pelayanan jalan menjadi menurun. Pada ruas jalan Nasional Langoan – Ratahan - Belang yang merupakan jalan lama dengan tipe jalan arteri 2 lajur 2 arah yang dilihat secara visual di beberapa titik terdapat kerusakan fungsional yang sudah mengarah pada kerusakan struktural. Sehingga perlu dilakukan (overlay) guna meningkatkan nilai dari perkerasan lama agar tidak terjadi kerusakan yang lebih serius pada ruas jalan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan membandingkan hasil tebal lapis tambah (overlay) berdasarkan metode Desain Perkerasan Jalan 2017 (Revisi 2020) dan metode AASHTO 1993 menggunakan data lendutan Falling weight deflectometer (FWD). Data yang digunakan adalah data sekunder yang diperoleh dari BPJN Sulawesi Utara yaitu data Volume Lalu Lintas (LHR) dan Data Lendutan FWD. Hasil yang diperoleh dari perhitungan CESA (Cumulative Equivalent Single Axle) berdasarkan metode Desain Perkerasan Jalan 2017 (Revisi 2020) adalah CESA4 = 1.830.552 dan CESA5 = 3.490.650 dengan metode AASHTO 1993 W18 = 3.832.657,40. Dari hasil perhitungan metode Desain Perkerasan Jalan 2017 (Revisi 2020) diperoleh overlay untuk CESA4 sebesar 1 cm dan untuk CESA5 sebesar 11 cm, sementara itu pada metode AASHTO 1993 dengan CESA (W18) diperoleh overlay sebesar 9 cm. Perbandingan dari hasil perhitungan desain tebal lapis tambah (overlay) dari kedua metode tersebut ditinjau berdasarkan parameter dari masing-masing metode. Kata kunci – Desain Perkerasan Jalan 2017 (Revisi 2020), AASHTO 1993, VDF, Falling Weight Deflectometer
Analisis Kestabilan Lereng Dengan Metode Fellenius Menggunakan Software Slide 6.0 (Studi Kasus: Ruas Jalan Trans Sulawesi, Desa Lelema, Kecamatan Tumpaan) Daniel R. Pesak; Agnes T. Mandagi; Hendra Riogilang
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jalan Raya Trans Sulawesi (Trans-Sulawesi Highway) adalah sebuah jalan raya nasional yang menghubungkan daerah-daerah yang ada di kepulauan Sulawesi, mulai Manado, Sulawesi Utara sampai dengan Makassar, Sulawesi Selatan dengan panjang 2000 km. Pada ruas jalan Trans Sulawesi tepatnya di Desa Lelema, Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minahasa Selatan, lereng disekitar lokasi ini merupakan lereng yang rawan longsor, terlebih pada musim hujan. Pada Desember 2018 lalu pernah terjadi longsor yang mengakibatkan kemacetan panjang yang merugikan pengguna jalan, keamanan, ataupun keselamatan pengendara yang lewat. Oleh sebab itu penelitian ini dilakukan untuk menghitung kestabilan lereng tersebut untuk mengetahui nilai faktor keamanan (FK) dari lereng dalam kondisi kering, dengan pengaruh tinggi muka air tanah (MAT), dan pengaruh gempa pada lokasi penelitian dengan nilai Peak Ground Acceleration (PGA) = 0.495, yang akan dihitung secara manual dan menggunakan Software Rocsience Slide 6.0 dengan metode Fellenius. Faktor Keamanan (FK) ijin pada lereng berdasarkan SNI 8460-2017 untuk kondisi tanpa pengaruh gempa (statis) yaitu FK ³ 1.25 dan untuk kondisi dengan pengaruh gempa yaitu FK ³ 1.1. Pada penelitian yang dilakukan diperoleh hasil kestabilan lereng pada kondisi kering dengan perhitungan manual yaitu FK = 1.61 dan perhitungan menggunakan Software Rocsience Slide 6.0 didapat FK = 1.64, dengan demikian lereng pada kondisi kering dikatakan aman. Hasil analisis perhitungan dengan pengaruh muka air tanah (MAT) untuk kondisi statis pada perhitungan manual FK = 1.30 dan menggunakan Software Rocsience Slide 6.0 FK = 1.28, lereng masih dikatakan aman karena masih memenuhi FK ijin. Untuk lereng dengan kondisi pengaruh gempa (dinamis) perhitungan Respon Spektra diperoleh FK = 1.07 dan perhitungan menggunakan USGS diperoleh FK = 1.14, lereng kondisi kritis atau bisa terjadi kelongsoran. Kata kunci – lereng, faktor keamanan, metode Fellenius, Rocscience Slide
Pengaruh Penerapan Alat Pelindung Diri Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja Pada Proyek (Konstruksi Pembangunan Gedung Rpk Polda Sulut) Julio F. Hunta; Jermias Tjakra; D. R. O. Walangitan
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam setiap kegiatan, khususnya dalam dunia konstruksi proyek pastinya terdapat risiko. Risiko didefinisikan sebagai suatu kemungkinan dari suatu kejadian yang akan mempengaruhi suatu tujuan. Potensi risiko pasti terjadi pada setiap kegiatan. Proyek Konstruksi Pembangunan Gedung Rpk Polda Sulut merupakan salah satu proyek yang cukup besar sehingga dapat berisiko dalam hal kecelakaan kerja. belakangan ini penerapan dan penggunaan Alat Pelindung Diri di Kota Manado di nilai belum maksimal sehinga dapat meningkatkan nilai risiko dalam kecelakaan perkerjaan. sehingga dalam penulisan ini akan dibahas “Pengaruh Penerapan Alat Pelindung Diri Terhadap Produktivitas Tenaga Kerja Pada Proyek”. Produktivitas tenaga kerja sangat bekurang di tandai dengan adanya kelalaian kontraktor yang tidak menerapkan Alat Pelindung Diri kepada tenaga kerja Seiring berkembangnya jaman sehinga produktivitas tenaga kerja menurun. Hasil analisa produktivitas tenaga kerja 1 Tukang dan 2 pekerja untuk pekerjaan pasangan bata dengan tebal dinding 2,0 cm mendapatkan Nilai produktivitas sebesar 6,60 m. Nilai produktivitas plesteran dinding, dengan nilai 6,80 m. Nilai Produktivitas acian dengan nilai 7,40 m. Dari hasil perhitungan diatas dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan APD nilai produktivitas tenaga kerja meningkat karena Para pekerja merasa aman dalam mengerjakan pekerjaan. Kata kunci - keselamatan dan kesehatan kerja, analisa produktivitas tenaga kerja
Penjadwalan Menggunakan Aplikasi Komputer Pada Proyek Peningkatan Jalan Hotmix Kecamatan Ranowulu Immanuel M. S. Bawole; Tisano Tj. Arsjad; Ariestides K. T. Dundu
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penjadwalan yang baik adalah panduan untuk melaksanakan pekerjaan konstruksi secara efektif dan efisien. Penggunaan aplikasi program komputer (software) merupakan solusi untuk meminimalisir kesalahan dalam proses penjadwalan. Pada proyek Peningkatan Jalan Hotmix Kecamatan Ranowulu hanya menggunakan aplikasi Microsoft Excel dalam penjadwalan proyek dengan metode barchart, dimana penjadwalan tersebut tidak memberi informasi yang detail. Sehingga pada penelitian akan dilakukan penjadwalan dengan menggunakan aplikasi yang terkenal dan banyak digunakan dalam penjadwalan proyek ialah Microsoft Project dan Oracle Primavera. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memahami penjadwalan proyek menggunakan aplikasi Oracle Primavera P6 dan Microsoft Project, dan untuk mengetahui perbandingannya dalam penjadwalan proyek. Analisis data pada penelitian ini menggunakan aplikasi Oracle Primavera P6 dan Microsoft Project dalam penjadwalan proyek dan data yang digunakan berupa time schedule yang didapat dari Kurva S proyek. Berdasarkan analisis data dilakukan, dapat diperoleh kesimpulan bahwa Penjadwalan proyek menggunakan aplikasi Oracle Primavera P6 dan Microsoft Project relatif sama dimana hasil dari kedua aplikasi ini sangat baik karena menampilkan hubungan ketergantungan antar pekerjaan, lintasan kritis pada pekerjaan Mobilisasi – Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi (SMKK) – Galian Untuk Selokan Drainase Dan Saluran Air – Pasangan Batu Mortar – Lapis Pondasi Agregat Kelas A – Lapis Resap Pengikat-Aspal Cair – Laston Lapis Aus (AC-WC) – Bahan Anti Pengelupasan – Beton fc’15 Mpa – Unit Lampu Penerangan Jalan Lengan Tunggal - Mobilisasi dan lintasan non kritis pada pekerjaan Galian Biasa dan Penyiapan Badan Jalan. Dan perbandingan dari aplikasi Oracle Primavera P6 dan Microsoft Project dalam penjadwalan proyek hanya pada penggunaanya saja, dimana dapat disimpulkan aplikasi Oracle Primavera P6 lebih rumit dalam penggunaanya dibandingkan aplikasi Microsoft Project lebih user friendly atau lebih mudah penggunaannya. Kata Kunci - Oracle Primavera P6, Microsoft Project, penjadwalan proyek
Perencanaan Pengelolaan Limbah B3 Medis Padat Di Rumah Sakit Perguruan Tinggi Negeri Universitas Sam Ratulangi Kota Manado Albani A. Muchtar; Herawaty Riogilang; Hendra Riogilang
TEKNO Vol. 20 No. 82 (2022): TEKNO
Publisher : TEKNO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perencanaan pengelolaan limbah B3 medis padat di RSPTN Universitas Sam Ratulangi Kota Manado dilakukan untuk mengetahui gambaran sistem pengelolaan limbah medis di RSPTN Univsersitas Sam Ratulangi serta mengetahui gambaran timbulan limbah medis beserta jenis dan karakteristik limbah medis yang dihasilkan. Dalam perencanaan ini digunakan data dari Rumah Sakit kelas A, B dan C sebagai pembanding karena belum beroperasinya RSPTN Universitas Sam Ratulangi sehingga belum ada limbah medis yang dihasilkan. Dalam penelitian ini dilakukan perencanaan sistem pengelolaan limbah B3 medis padat RSPTN Universitas Sam Ratulangi mulai dari tahap pengurangan, pemilahan dan pewadahan, pengumpulan, pengangkutan internal, penyimpanan sementara, dan rekomendasi pengolahan baik internal maupun eksternal. Setelah dilakukan perhitungan menggunakan data timbulan limbah medis dari RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou dihasilkan limbah medis sebesar 197066,00 kg dalam waktu 5 bulan, sedangkan untuk data pembanding menggunakan data RSUD Kotamobagu dihasilkan limbah medis sebesar 16614,00 kg dalam waktu 5 bulan. Data ini dijadikan sebagai gambaran timbulan limbah medis RSPTN Universitas Sam Ratulangi Kota Manado ketika sudah beropersi nanti. Kata kunci – RSPTN UNSRAT, limbah B3 medis padat